BISNIS Inspirasi Bisnis Sosok

Ainur Rosyidah Owner Brand Pilasophia, Nikah Muda Lalu Rintis Usaha Bermodal Sisihkan Uang Belanja

Tren busana muslim yang terus bergeliat ternyata menjadi celah usaha bagi Ibu rumah tangga berputri satu ini. Adalah Ainur Rosyidah (24th) pemilih brand pilasophia yang memproduksi busana muslimah nan simpel elegan ini berkisah pada wartaphoto.net tentang awal mula membuat brand pilasopia.

Sekilas, model model desain pilasophia memiliki kemiripan dengan desainer desainer busana muslimah ternama seperti Ria Miranda, Jenahara, mapun Dian Pelangi. Sama sama memilih polanya simpel elegan. Meski demikian, harga yang dipatoknya jauh lebih terjangkau.

Ainur Rosyidah dan suaminya

“Awalnya dulu pertengahan semester 3 kuliah di UII kemudian disuruh pulang orang tua untuk nikah. Ya nikah muda lah istilahnya. Nah, yang namanya masih muda kan ya jiwannya nggak mau stagnant, langsung jadi ibu rumah tangga saja. Apalagi basicnya orang tua juga wirausaha semua,” tutur Ainur.

Wanita yang kini tinggal di Growong Kidul Juwana ini hanya mengikuti passion yang ada di dirinya.

“Dulu lihat mbak mbak cantik cantik, busananya bagus bagus, itu beli bajunya dimana ya. Trus kalau saja lihat lihat kain, lihat lihat baju baju kok seneng ya, terus saya ikuti passion itu,” lanjutnya

Wanita yang kini tercatat masih menjadi mahasiswa Universitas Muria Kudus jurusan Psikologi ini awalnya hanya menjadi reseller busana busana muslimah ternama dari rumah maizan.

“Ya aku lama lama berfikir, kenapa nggak sekalian aja aku produksi sendiri, desainku sendiri lalu aku masukkan kesitu, biar mereka yang mendistribusikan,” kata ibu dari Ahla Shofia Azhar

“Produk pilasophia sendiri mengambil segmennya anak kuliah hingga ibu-ibu yang style nya tetap muda nggak keibu-ibuan banget. Warnanya khas pilasophia nggak mencolok. Kalau nggak hitam, gradasi ke coklat, pokoknya warna-warna kalem gitu.Kalaupun memakai  warna terang tapi tetap yang nggak mencolok misalnya kuning mustard. Karena aku sendiri nggak suka ya”, kata wanita yang bersuamikan Muhammad Shiddiq Zuhdi, Dosen Universitas Ma’had Ali Sarang Rembang.

Dirinya memilih pangsa anak muda dan ibu ibu yang punya selera elegan dan nggak suka warna warna yang norak. Menurutnya, Ibu ibu yang nge hits itu untuk acara yang nggak formal itu suka yang kalem.

Owner brand pilasophia berfoto di depan kediamannya

Penjulan produk produk pilasophia mengutamakan online sehingga bisa menjangkau seluruh Indonesia. “Kalau yang offline ya sekitar juwana saja. Tapi utamanya memang online. Kami terus inovasi,mimpi saya akan dimiliki seluruh wanita di Indonesia. Pun kalau misalnya offline kan budget juga harus besar, desain interior, cari yang jaga.  Makanya kami juga mulai menganggarkan iklan buat ngangkat (brand pilasophia-red),” jelasnya sambil menunjukkan salah satu akun penjualan di Instagram dengan nama pilasophiastore

Ditanya tentang rencana membuat penjualan offline Ainur mengungkapkan bahwa ada rencana membuka tapi di Pati kota. Jadi minat pasar dan desainku lebih banyak.

Uniknya, wanita yang suka berselancar di pinterest dan instagram  ini ternyata awalnya tidak menganggarkan khusus modal untuk mengawali usaha.Pun tak meminjam modal dari perbankan. Dirinya hanya mengumpulkan keuntungan sebagai reseller. Namun modal utama sesungguhnya ada dari menyisihkan uang belanja yang diberikan suaminya.

“Ya kalau dikasih uang belanja suami, sisanya saya investasikan ke pilasophia, lama-lama ya berkembang. Karena saya yakin, uang dari nafkah suami itu ada berkah di dalamnya,” tuturnya.

 

Reporter: Nafir, Arton

Editor: Revan Zaen

Facebook Comments

www.wartaphoto.net "foto dan peristiwa"

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *