Home Articles posted by wartaphoto
Berita

Disela Pengamanan Imlek, Kasatlantas Pati AKP Ikrar Potawari Kedapatan Berbagi Tas Sekolah Pada Anak Kecil

PATI – Disela-sela kegiatan pengamanan pawai dalam rangka hari Imlek di Kabupaten Pati, pada Jumat siang (16/02/2018) ada hal unik dan tak biasa yang yang dilakukan oleh Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari SH, SIK ,Msi. Dirinya kedapatan tengah memberikan hadiah berupa tas sekolah kepada pengguna jalan terutama anak-anak yang tertib menggunakan helm.

Menurutnya hal ini dilakukan sebagai wujud kedekatan polisi kepada masyarakat yang notabene sebagai penegak hukum memberikan apresiasi kepada pengendara yang telah tertib dan patuh peraturan, meskipun kondisinya saat itu sedang ada pawai perayaan hari besar.

“Ide ini sudah saya siapkan dan hadiahnya ada di mobil dinas saya. Ini sebagai apresiasi saya kepada masyarakat yang telah tertib dalam berlalu lintas khususnya anak kecil. Karena sebagian besar orang tua tidak memikirkan keselamatan anaknya saat berkendara. Jadi ketika saya jalan menemukan pengendara yang membawa anak kecil sudah menggunakan helm ya akan saya berhentikan, dan langsung saya kasih hadiah,” terang Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari kepada wartaphoto.net

Lebih lanjut Kasatlantas Polres Pati ini menghimbau agar para pengendara senantiasa tertib dan taat aturan saat berkendara, serta memperhatikan putra putrinya saat berkendara, wajib dipakaikan helm khusus anak-anak.

Kasatlantas Pati AKP Ikrar Potawari bagikan tas kepada pengendara yang sadar keselamatan berlalu lintas. Dirinya mengapresiasi orang tua yang memakaikan helm pada anak kecilnya

 

Saat ditanya apakah hal tersebut hanya dilakukan saat perayaan imlek saja, AKP Ikrar  menjelaskan bahwa hal tersebut hanya kebetulan salah satu momen saja.

“Kebetulan kemarin pas ada moment Imlek, jadi momen itu saya gunakan untuk memberikan hadiah kepada masyarakat yang tertib dalam berkendara,memakai helm,serta kelengkapan motor laninya, dengan kondisi kendaraan yang standar pabrikan. Semoga hadiahnya bermanfaat,” ujarnya

Kasatlantas yang juga dikenal religius ini berharap mudah-mudahan kedepannya dirinya dapat  terus melakukan hal tersebut agar bisa memacu masyarakat sadar pentingnya tertib dan taat peraturan lalulintas.

Reporter: A. Muhammad

Editor: Revan Zaen

 

Jateng Komunitas Pati

Maknai Hari Pers Nasional, FKDW Pati Berbagi Kursi Roda Pada Kaum Difabel

PATI – Cara berbeda ditunjukan oleh jurnalis di Kabupaten Pati yang tergabung dalam Forum Kajian dan Diskusi Wartawan (FKDW) dalam merayakan Hari Pers Nasional (HPN). Bekerjasama dengan KPU Pati, para jurnalis dari berbagai media ini memberikan sumbangan korsi roda kepada kaum disabilitas.

“Untuk memeringati HPN, kami mencoba berbagi dengan kaum disabilitas. Meskipun belum dapat menjangkau semua penyandang disabilitas, sedikit bantuan ini kami harapkan dapat meringankan beban mereka,” ungkapnya kemarin.

Ketua FKDW Heri Purwaka mengatakan, bantuan berasal dari iuran pegiat FKDW dan sejumlah donatur, termasuk komisioner KPU dan kepala desa. Aksi sosial itu juga menggandeng Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Pati.

Sementara itu, Ketua PPDI Pati Suratno menambahkan, organisasinya memiliki 144 penyandang disabilitas. Menurutnya, jumlah tersebut bukan representasi penyandang cacat di Pati lantaran masih banyak yang belum masuk organisasinya.

Karyani. Warga Pati yang mengalami difabel namun memiliki semangat tinggi

“Bantuan dari teman-teman wartawan ini memberi motivasi bagi kami yang memiliki keterbatasan. Ini sangat membantu penyandang disabilitas untuk lebih memudahkan beraktivitas,” paparnya.

Dalam kegiatan sosial itu, FKDW memberikan bantuan korsi roda kepada Karyani warga desa Desa Tambahsari, Kecamatan Pati Kota yang tidak dapat berkativitas secara normal. Hal itu lantaran dirinya pernah mengalami kecelakaan kerja saat merenovasi gedung pada 2014 lalu.

Setelah kejadian itu, rumah tangganya pun terdampak. Sang istri memilih untuk meninggalkannya dengan membawa anaknya sehingga Karyani kini tinggal sebatang kara.

“Dari pinggang ke bawah tidak dapat digerakkan. Saya hanya bisa ngesot untuk bergeser tempat, tidak bisa jalan lagi. Sebisa mungkin saya tetap bekerja dengan memanfaatkan keahlian lain saya mereparasi barang elektronik,” kisahnya.

FKDW sendiri merupakan gabungan dari wartawan cetak, radio, televisi, dan online  di Kabupaten Pati. Mereka bekerja sesuai dengan UU Pers dan kebijakan perusahaan pers mereka masing-masing. Di sela sela kesibukannya, mereka rajin ke sekolah-sekolah untuk memberikan ilmu jurnalistik dan pentingnya memberantas hoax.

Pati Sosok

KH Nur Rohmat Berpulang. Putra dan Sahabatnya Kisahkan Kesan Kyai Polisi ini

 

PATI – Kabar duka datang dari Pati, Jum’at petang (16/02/2018) pukul 18:00 WIB Kyai Kharismatik KH. Nur Rohmat Plangitan yang sekaligus pengasuh pondok pesantren Al Isti’anah Plangitan Pati wafat pada usia 59 tahun.

Bupati Pati H.Haryanto yang hadir takziyah mengungkapkan rasa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya KH. Nur Rohmat ke hadapan Allah SWT. Ia menambahkan bahwa saat ini yang merasa kehilangan bukan hanya keluarga,ataupun santri saja, namun seluruh masyarakat Pati ikut kehilangan.

Bupati Pati Haryanto berikan sambutan saat takziyah di kediaman Alm. KH Nur Rohmat

“Saya selaku kepala daerah mewakili segenap masyarakat Kabupaten Pati turut berbela sungkawa atas wafatnya KH.Nur Rohmat. Ini yang kehilangan tidak hanya keluarga dan santri, namun saya dan masyarakat Pati juga merasa kehilangan,” kata Bupati Haryanto.

Di zaman sekarang bisa dihitung jari polisi yang mau dan berani menjadi ustad atau kyai, lebih – lebih yang tanpa pamrih. KH Nur Rohmat ini sering kali melaksanakan ceramah agama yang sangat mendidik dan sangat menyentuh hati.

“Semoga amal ibadah beliau demi nusa bangsa agama dan pendidikan menjadi amal jariah, menjadi khusnul khotimah. Semoga diikhlaskan, karena semua adalah kodrat dan takdir,dan semoga diberikan kekuatan keikhlasan semua. Amin,” tutur Haryanto.

Gus Roni , Putra KH. Nur Rohmat menjelaskan bahwa sebagai seorang ayah sosok KH Nur Rohmat adalah  pengayom dan pendidik yang sangat cinta kepada NKRI serta sayang kepada semua anak didiknya, hal itu diwujudkan dengan cara beliau mengajarkan bagaimana agar semua anak didiknya bisa pintar dan bermanfaat bagi orang lain, bangasa negara dan agama.

“Bapak itu pengayom, pendidik yang sangat cinta kepada NKRI, dan sangat cinta kepada semua anak didiknya ,dengan harapan semoga kelak  mereka menjadi generasi yang bermanfaat untuk negara dan agama, itu keinginan bapak.

Sehingga dengan berbagai cara apapun juga anak-anak cita-cintanya harus pinter dan berhasil.” ucap Gus Roni.

Tak hanya itu, Gus Roni juga memaparkan jika kaitanya dengan kecintaanya sang Ayah kepada NKRI dan jiwa nasionalis itu bisa dilihat ketika Kyai sedang berpidato atau berceramah, pasti akan menyelipkan tentang nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air.  Bapak selalu mengatakan NKRI harga mati. Sedumuk Bathuk Sanyari Bumi, negoro ora Owah.

(Kita harus menjaga kehormatan bangsa meski hanya sejengkal tanah, negara tidak boleh berubah-red).

Sejak pertama kali didirikan, Pesantren Al Isti’anah diharapkan akan menjadikan anak – anak yang taat dikemudian hari.

“Untuk semua santri, alumni, yang tabah yang ikhlas kita tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan, Semoga estafet perjuangan ini bisa saya lanjutkan dan semoga memberikan manfaat dikemudian hari. Saya mohon do’a restunya, pada dasarnya Al lstianah adalah bukan milik saya tapi milik kita semua, milik alumni,  semoga Almarhum dimaafkan segala dosanya, Amin ” jelasnya.

Anggota DPR Firman Soebagyo menjadi tamu terakhir beliau KH Nur Rohmat sebelum meninggal

Salah satu sabahat serta murid beliau yang sekaligus anggota DPR RI Firman Soebagyo menuturkan bahwa sebelum wafat Ia sempat berkunjung ke kediaman beliau serta berbicara tentang banyak hal, termasuk masa depan pendidikan, pondok pesantren serta bercerita tentang pertanian dan budidaya lele yang dikelola oleh Almarhum. Ia tak mengira bahwa itulah pertemuan terakhir dengan sang Kyai.

“Saya mengenal Yi Rohmat sudah lama. Tidak banyak kyai yang memang mempunyai idealisme dan wawasan kenegaraan. Karena latar belakang beliau adalah seorang polisi, sehingga beliau sangat konsen terhadap masalah kenegaraan kita. Alhamdulillah kemarin saya diundang beliau untuk pertemuan membahas terkait ikhwal program-program banggar yang saya berikan kepada umat dan pada pesantren disini, beliau menyampaiakan bahwa manfaatanya luar biasa,” kata Firman

“Kemudian beliau berpesan kepada saya bahwa pondok pesantren ini butuh dukungan lagi. Selain itu beliau juga ingin jika penataran dan sosialisasi 4 pilar kebangsaan itu dilaksanakan di Ponpes ini. Semoga semua keinginan beliau dalam waktu dekat bisa segera saya penuhi, karena ini merupakan amanat dan wasiat beliau,” pungkasnya

 

Pati

Ganjar: Timsesku Nakal Tak Kethak Dewe!

PATI. Ganjar Pranowo yang merupakan salah satu calon Gubernur Jawa Tengah yang berpasangan dengan Taj Yasin hadir di acara perayaan Imlek Bumi Mina Tani. Di Bumi Mina Tani ini dirinya turut berkeliling  bersama Bupati dan Wakil Bupati Pati, Haryanto – Arifin.

Usai berkeliling sembari memenuhi ajakan berswafoto bersama warga,  Ganjar naik ke atas panggung dan menyapa warga Pati sembari mengapresiasi warga Pati yang tetap kokoh menjaga kebhinekaan. Kemudian meminta supaya suasana tetap kondusif meski menjelang pemilukada serempak tahun ini.

Usai acara, ganjar menyempatkan waktu menjawab pertanyaan awak media terutama masalah adanya kasus black campaign (kampanye hitam) yang diduga berasal dari kubunya.

“Kita harapkan tidak ada yang melakukan itu (black campign), karena komitmen yang kita bangun bersama baik Ganjar Yasin maupun Pak Dirman (Sudirman Said), Mbak Ida dua duanya sepakat untuk tidak fitnah fitnah. Jadi mari kita kendalikan tim masing-masing,”jawab Ganjar.

Mengenai adanya kasus provokasi melalui media sosial yang seolah menyerang kubu Sudirman Ida, Ganjar berikan klarifikasinya.

“Jadi kemarin itu, yang seolah-olah memprovokasi itu pakai akun ganjar 2 periode, itu langsung dilacak polisi. Sehingga saya harap tidak ada yang ikut-ikutan. Fitnah itu pada akhirnya pasti tidak baik. tentu kita kan ya tidak suka to?biar sama sama adem,” klarifikasinya.

Timsesku Nakal Tak Kethak Dewe!” tegasnya.

Ganjar Pranowo selama dua hari yakni Kamis Jumat bersafari ke Lasem Rembang dan Pati baik untuk peresmian timses juga menghadiri perayaan imlek di dua Kota ini.

Reporter: Nafir

Editor: Revan Zaen

 

Budaya Pati

Karnaval Imlek 2018 Pati, Gambarkan Kerukunan Hargai Perbedaan. Pati Tetap Aman

Pati. Karnaval imlek Bumi Mina Tani tahun 2018 yang merupakan puncak rangkaian perayaan imlek di Pati begitu meriah. Ribuan warga sudah menunggu di ruas-ruas jalan beserta anggota keluarganya. Sejak beberapa tahun lalu, memang acara Tahun Baru orang Tionghoa di Pati menjadi momen indah kebersamaan antar umat bergama.

Tahun Baru Imlek sendiri merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh.

Saat karnaval ditampilkan pawai baju adat nuasantara, leong samsi, barongsai, karakter sun go kong, Biksu Tong, Pat Kai dan Wu Ching pun ada. Tak ketinggalan drum band kebanggaan Pati, Bahana Swara turut meramaikan acara. Reog ponorogo lengkap dengan waroknya. Peserta berasal dari Pati, Kudus, Semarang, dan terjauh dari SMK Assaadah Gresik yang membawa marching band plus dengan kostum karnivalnya.

 

“Kami sudah berangkat dari kemarin mas, trus menginap di salah satu hotel disini. Senang bisa ikut meramaikan imlek di Pati,” kata Nur salah satu peserta dari Gresik.

Raut bahagia juga nampak pada Bu Winda, warga Kayen yang datang bersama putranya. “Aku ngajak dek Dhika ini mas, katanya mau foto sama barongsai yang lagi berdiri. Alhamdulillah sudah kesampaian,” katanya.

Bahkan ketika acara imlek dibuka di kawasan Klenteng Hok Tik Bio, berbagai agama saling membantu dan saling menikmati indahnya kebersamaan. Mereka yang beragama Islam, Hindu, Budha, Konghucu, Katolik, Kristen  tak segan membantu kelancaran acara ini. Acara ini bahkan dijadikan salah satu jalan bisnis dan memamerkan hasil karya UMKM dengan diadakan expo dan bazar.

Berbagai lomba mulai dari menggambar, mewarnai, lomba rebana, lomba foto, hingga santunan yatim semuanya dilaksanakan dengan hikmat tanpa ada rasa saling curiga. Pun, pihak klenteng selalu menyediakan makanan yang bebas disantap oleh siapapun yang hadir.

Ganjar Hadir.

Ketika karnaval sudah sampai di alun alun Pati, Ganjar Pranowo yang sedang cuti dari posisi sebagai Gubernur  Jawa Tengah ikut menonton dan akhirnya bergabung bersama rombongan bupati dan wakil bupati Pati. Nampak pula politisi PDIP seperti Imam Suroso, dan Kokok (Soetarto Ontersa).

Acara yang dibuka di Jembatan Kalidoro yang baru saja rampung dipugar ini berakhir di alun alun Pati. Ganjar sempat menyapa warga Pati dan mengingatkan untuk menjaga persatuan dan tangkal berita hoax.

Sementara Bupati Haryanto berharap semoga dengan perayaaan Hari Imlek 2018 ini, kita memohon kepada tuhan yang maha kuasa, Kabupaten Pati makin baik, toleransi antar umat beragama di Pati dan Indonesia terjaga.

Reporter: Nafir, Arton

Editor: Revan Zaen

Berita Hiburan Pati

Tutup 11 Tempat Karaoke. Riyoso : Ini Yang Ditunggu Masyarakat

Pati – Tegakkan Perda no 8 tahun 2013 tentang pariwisata, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pati lakukan penutupan 11 tempat hiburan malam karaoke yang dianggap telah melanggar hukum pada Kamis siang (15/02/2018).

“Penutupan tempat karaoke ini dinilai wajib dilakukan karena merupakan sebuah mandat yang harus dijalankan demi tegaknya sebuah peraturan,” ucap Riyoso, Plt Satpol PP kabupaten Pati.

Menurutnya semua masyarakat harus menghormati dan menghargai setiap peraturan yang ada di wilayah kabupaten Pati sehingga peraturan daerah yang sudah ditetapkan bisa berjalan dengan baik atas dukungan semua masyarakat Pati.

“Jadi sebagaimana yang kami sampaikan baik itu waktu audensi bersama mereka di Dewan, juga setiap kali kami menyampaikan kepada masyarakat baik itu lewat media ataupun langsung kepada mereka. Kami sampaikan bahwa tanggal 15 Februari 2018 ini tidak ada yang bisa menunda untuk mengundurkan niat kami untuk menegakkan perda.” jelas Riyoso.

Kendati ada beberapa ada yang melakukan penolakan untuk ditertibkan ataupun dilakukan penutupan, Riyoso mengaku tetap akan melaksanakan amanat undang-undang demi terlaksananya sebuah tatanan dan kebaikan bersama.

Para pekerja di tempat karaoke sempat blokade jalan hingga macet beberapa karena menolak penutupan tempat kerjanya

Dirinya yakin bahwa masyarakat Pati juga sangat menunggu tindakan pemerintah dan mendukung dengan segala do’a demi menegakkan perda yang ada.

“Kami siap dengan segala resiko yang akan kami hadapi,maka penegakan perda ini akan tetap kami lakukan. Saya yakin kami melakukan ini sangat ditunggu masyarakat. Hari ini kami dengan jumlah 140 personil  melaksanakan penutupan di sebelas titik hiburan yang disaksikan juga oleh anggota Dewan dari komisi A dan komisi D serta tokoh-tokoh masysrakat.

Penutupan ini dilakukan pada 15 Februari karena pada esok harinya (hari ini)  hari Imlek sehingga  jadwalpenegakan dan penertiban selanjutnya ditunda.

Saat eksekusi, sempat terjadi kemacetan panjang di jalan raya Pati – Kudus akibat penolakan dari pihak karyawan karaoke di Margorejo yang memblokir jalan pantura Pati. Mereka menyandarkan beberapa sepeda motor di tengah jalan pantura, namun aparat kepolisian dengan sigap mengatasinya sehingga jalur jalan pantura Pati Kudus kembali normal.

Reporter: Arton
Editor: Revan Zaen

 

Jurnalisme Warga Pati

Peduli Sesama, MA. Mahida Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir Desa Ngagel

DUKUHSETI –  Anggota Ikatan Pelajar MA. Manahijul Huda (IPMA) bersama Badan Semi Otonom (BSO) yaitu Dewan Ambalan, LPS Cendekia, dan PIK-R dan beberapa guru menyerahkan bantuan langsung kepada korban banjir di desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Selasa (13/02/2018).

Kedatangan puluhan siswa-siswi MA. Manahijul Huda ke Desa Ngagel disambut hangat oleh Suwardi, Kepala Desa Ngagel, beserta warga sekitar.Suwadi menerima bantuan yang diberikan berupa sembako bagi para korban banjir secara simbolis.

“Kami sangat senang sekali dan berterima kasih atas kehadiran siswa-siswi MA. Manahijul Huda Ngagel yang telah peduli dan memberikan bantuannya terkait banjir kemarin. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga setempat. Semoga keikhlasanya diberkahi oleh Allah SWT,” ujarn Suwadi.

Ketua IPMA, Muhammad Akif Khuluqi Lubis memaparkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian serta empati dari pihak madrasah terhadap warga setempat yang terkena bencana banjir.

“Kami turut prihatin atas bencana banjir yang melanda Kecamatan Dukuhseti salah satunya desa Ngagel. Oleh karena itu, kami bergerak menggunakan dana dari dansos dan madrasah untuk membantu korban kebanjiran serta mengimbau langsung lokasinya. Salah satunya RW 03 dan RW 4,” ungkap Akif.

Mereka berharap warga segera bisa beraktivitas dengan normal kembali dan banjir segera surut

Jurnalis Warga : Ina Rotul Laila Imarotul Ulya/ LPS CENDEKIA MAHIDA

Editor: Revan  Zaen

Pati

Sempat Ricuh, Massa Pendemo Akhirnya Bersorak Mendapat 2 Poin Hasil Audiensi

PATI – Pemerintah Kabupaten Pati dan DPRD Pati akhirnya menindaklanjuti tuntutan massa aksi unjuk rasa terkait penolakan perda no 8 tahun 2013 yang digelar oleh pekerja pemandu karaoke serta pemilik usaha hiburan malam yang dilaksanakan Rabu siang ( 14/02/2018 ) didepan kantor DPRD Pati.

Unjuk rasa sempat diwarnai kericuhan akibat massa aksi unjuk rasa merasa tuntutannya tak segera dikabulkan. Padahal menurutnya, sudah mengirimkan perwakilan yang melakukan audensi bersama anggota dewan dan Plt Satpol PP.

Sekitar pukul 14.00 WIB, para demonstran yang rata-rata pemandu karoeke merangsek ke pagar gedung dewan yang di jaga aparat keamanan. Terjadilah aksi dorong mendorong antara demonstran dan aparat keamanan. Pada ahirnya aparat kepolisian terpaksa mengeluarkan anjing pelacak untuk mengendalikan massa aksi.

Setelah melakukan audensi yang begitu alot selama berjam-jam,akhirnya sekitar jam 14:30 WIB perwakilan demonstran keluar dari gedung DPRD menuju mimbar orasi yang di dampingi Kapolres dan dandim membacakan kabar baik untuk mereka. ucap Musafa ketua perkumpulan pengusaha karaoke (pusaka).

“Terima kasih kepada rekan-rekan semua, telah menjaga situasi selama ini dengan kondusif dan kini ada 2 point penting yang dihasilkan. Pertama ,Pemerintah Kabupaten Pati akan tetap melakukan penegakkan terhadap Perda Nomor 8 tahun 2013. Kedua, DPRD Pati akan melakukan revisi terhadap Perda Nomor 8 tahun 2013 ” ucap Musafa yang disambut gemuruh riang para pemandu karaoke yang sudah menunggu hasil audiensi tersebut.

Saat ditemui awak media, Awi ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati mengatakan bahwa dirinya selaku wakil rakyat sangat menghargai penyampaian aspirasi yang dilakukan para pemandu karaoke pada siang ini. Pihaknya mengaku siap menjembatani setiap permasalahan yang ada di masyarakat dengan cara musyawarah yang baik.

“Kebetulan pimpinan hari ini tidak sedang ada di kantor, sehingga saya yang ditugaskan untuk mewakili,” kata AWI.

Sementara dari hasil audensi menemukan titik temu dua poin yaitu, Pemkab Pati akan tetap melaksanakan perda no 8 tahun 2013. Kemudian DPRD Pati akan melakukan revisi pada poin yang dianggap merugikan mereka,” jelas Awi Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Berita Pati

Tuntut Perda Pariwisata Dicabut, Pemandu Karaoke Berkaos Pink Geruduk DPRD Pati. Ini Alasannya!

PATI. Sekitar seribu pekerja pemandu karaoke (PK) gerudug kantor DPRD Kabupaten Pati, Rabu (14/02/2018).  Dengan membawa berbagai tulisan dan sepanduk, massa yang bergerak dari Margorejo yang didominasi oleh perempuan berkaus pink ini bergerak menuju kantor DPRD Pati pada pukul 10.00 WIB. Selain diikuti oleh pekerja pemandu karaoke, aksi ini juga diikuti oleh pengusaha karaoke dan karyawan.

Dalam tuntutanya mereka meminta kepada Bupati Pati Haryanto dan anggota DPRD Pati agar mencabut UU no 8 tahun 2013 atau merevisi UU tersebut sehingga tidak merugikannya. Mereka menilai keberadaan UU tersebut sangat tidak adil dan diskriminatif.

Saling Dorong

Salah satu perwakilan aksi unjuk rasa, Wiretno Ningsih menuturkan bahwa aksi ini didasari oleh rasa keprihatinan dan merasa diperlakukan tidak adil dengan adanya Perda Pariwisata. Pasalnya ia menganggap bahwa perda ini terlalu dipaksakan sehingga bertolak belakang pada kehidupan yang ada di masyarakat.

“Yang jelas kami meminta kepada Bupati Pati dan anggota DPRD Pati untuk merevisi Perda tentang pariwisata, karena Perda itu tidak sesuai. Kok ada aturan tentang lokasi yang harus jarak 1000 km dari pemukiman, di Pati itu nggak ada. Bahkan yang jauh saja hanya 500 meter, contohnya di Lorong Indah (LI),” kata Retno.

Selain itu, tambah Retno, yang diperbolehkan hanya di hotel berbintang. Padahal yang saya tahu di Pati hanya ada satu hotel berbintang 3 , yaitu hotel safin. Kalau Perda itu berlaku ya hanya hotel Safin yang mampu membuka.” jelasnya.

Penghasilan Besar

Hal senada diungkapkan Rere. Pemandu karaoke asal Rembang mengatakan bahwa dalam seminggu hasil dari memandu karaoke mendapat gaji 2 juta, itupun belum termasuk saweran.

“Itu juga tergantung ramai atau sepi, makanya saya mohon bapak dewan karaoke jangan di tutup, karena dari sinilah penghasilan saya.” ungkapnya.

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad

Kesehatan

RS Keluarga Sehat Adakan Baksos Operasi Katarak Gratis Dalam Rangka Sambut Imlek 2018

Pati – Bertempat di RS Keluarga Sehat jalan raya Pati-Kudus Km 3 desa Sukoharjo kecamatan Margorejo Pati, Gusdurian Pati bersama Yayasan Media Group, Kodim 0718/Pati, Polres Pati, Perdami Jateng serta RS Keluarga Sehat adakan kegiatan sosial “Operasi Katarak” gratis dalam dalam rangka menyambut tahun baru Imlek 2569/2018 yang diikuti 101 orang pasien penderita katarak pada Selasa siang (13/02/2018).
Turut hadir dalam kegiatan sosial ini Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos, Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan,S.I.K , Direktur PT Keluarga Sehat Sejahtera Drs. Harie Moelyono, Ketua Yayasan Media Group Ali Sadhikin, Direktur RS Keluarga Sehat dr. Kelvin Kurniawan,M.Kes,
Danramil Margorejo Kapten Inf Sriyanto, KH. Heppy Irianto, Edy Siswanto (Gusdurian kabupaten Pati)
Camat Margorejo,Sudarto, Kapolsek Margorejo AKP Harry Marcel, serta Perdami Jateng dr. Dede,S.Pm.
Dalam sambutanya, Direktur PT Keluarga Sehat Sejahtera Drs. Harie Moelyono mengucapkan terima kasih telah dilaksanakanya operasi katarak gratis di RS Keluarga Sehat. Ia mengatakan bahwa pada hari biasa operasi katarak bisa menelayan biaya sebesar 7 juta rupiah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada aparat Kodim Pati dan Polres Pati yang telah membantu pasien hadir di RS Keluarga Sehat. Operasi ini dilakukan tanpa ada jahitan dan ditangani oleh dokter ahli, dan RS Keluarga Sehat ini sudah sering melakukan operasi katarak dalam giat bhakti sosial.” ucapnya.
Sebagai Ketua Kordinator Operasi Katarak dan Imlek, Edi Kubota mengungkapkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh Gusdurian Pati adalah untuk menjalankan amalan dari Gusdur, berusaha untuk berbuat kebaikan di masyarakat tanpa memandang suku,ras,golongan maupun agama.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari teman-teman atas terselenggaranya bhakti sosial operasi katarak gratis. Diharapkan kedepanya kegiatan serupa dapat berjalan dengan baik dan sepenuh hati agar senantiasa terjalin sinergitas antara TNI/Polri dan masyarakat,” pungkasnya
Reporter: Arton
Editor: A. Muhammad