Kesehatan Lingkungan

Bantu Meringankan Beban Ngatminah, Puskom Pati Serahkan Bantuan Dana Sosial

PATI. Semangat gadis kecil bernama Ngatminah (15th) untuk terus belajar dan mengaji meski dalam kondisi pengidap penyakit kulit Chronic Bulluos Disease Childhood munculkan berbagai simpati. Senin (18/09), Pusat Komunitas Pati ( Puskom Pati) mengunjungi dan memberikan tali kasih kepada gadis asal Desa Samirejo RT 03/08 kecamatan Gembong.

Agenda sosial dimaksudkan supaya dapat memberikan dukungan moral serta meringankan beban biaya pengobatan.Sebelumnya Puskom Pati melaksanakan penggalangan dana baik dari komunitas Puskom Pati sendiri maupun dari masyarakat. Kemudian dana yang terkumpul diserahkan kepada Ngatminah oleh Wakil Ketua Puskom Pati Ibu Wasis Handayani yang diterima oleh Ibu Jumi ( ibu dari Ngatminah).

Kegiatan sosial ini disaksikan oleh bapak Sundoyo perangkat desa Samirejo. Nampak hadir pula dalam kegiatan bhakti sosial ini antara lain Pengurus Puskom korwil Pati Wakil ketua l dan ll Ibu Wasis Handayani dan Nurhadi, Kanit Binmas Polsek Gembong Aiptu Sunoto bersama Bhabinkamtibmas desa Samirejo Bripka Sunar Setya.

“Hari ini kami melaksanakan kegiatan yang mana kegiatan Puskom Pati ini cenderung kepada kegiatan sosial masyarakat,kepedualian dari sedulur-sedulur dari Puskom Pati untuk bisa membantu Adik Ngatminah.” ucap Ibu Wasis Handayani.

Ketua umum Puskom Pati Guno Agus Tiarso ,SE mengucapkan terima kasih kepada semua pihak baik dari puskom sendiri maupun dari masyarakat yang sudah peduli serta ber empati kepada adik Ngatminah,karena berdirinya Puskom Pati salah satu tujuannya adalah membangun kerukunan sesama warga Pati maupun warga negara Indonesia dengan motto “guyub rukun selawase siji wadah ojo pecah“.jelasnya.

Puskom Pati sendiri adalah suatu komunitas yang ada di wilayah Pati ini sendiri, kemudian diperantauan seperti di Jabodetabek di luar jawa bahkan di luar negeri.

“Dengan adanya kegiatan sosial seperti ini Alhamdulillah dari pusat juga ikut kepedulian membantu Puskom Korwil Pati bersama-sama untuk peduli dik Ngatminah” jelas Nurhadi.

Perangkat Desa Samirejo Sundoyo bersama keluarga Ngatminah mengucapkan terima kasih atas kepedulianya komunitas Puskom Pati yang sudah peduli kepada Ngatminah dengan kondisi penyakit yang seperti ini. “Kedepanya semoga semua elemen masyarakat berbagai komunitas yang ada untuk ikut berpartisipasi untuk membantu menangani penyakitnya dik Ngatminah sampai sembuh,” harap Sundoyo.

Sebagaimana diceritakan oleh Ibu Jumi (Ibunda Ngatminah) bahwa awalnya penyakit yang diderita Ngatminal ini pertama muncul bentol-bentol mirip cacar sejak Ngatminah kelas 3 SD. Kemudian bentolan yang berisi cairan itu pecah dan makin meluas dengan rasa gatal.

“Semakin digaruk semakin meluas lukanya hingga keluar cairan darah dan nanah. Kalau sudah begitu langsung diperiksakan ke Puskesmas, nanti diberikan surat rujukan ke dokter spesialis kulit tapi ya saya sudah dari sana,” ungkap Jumi.

Kini umur Ngatminah sudah menginjak 15 tahun. meskipun dengan kondisi seperti ini, Ngatminah masih rajin berangkat  mengaji.

“Padahal kalau untuk jalan saja kakinya sakit, kalau dilarang berangkat ya nangis. Semangatnya untuk mengaji memang tinggi, kalau pas ada kakaknya ya diantar, kalau pas kakaknya kerja ngga ada yang antar,” tutur Jumi seraya berharap putrinya ini dapat segera sembuh dan bisa belajar serta bisa bermain kembali dengan temannya.

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad

 

Facebook Comments

www.wartaphoto.net “foto dan peristiwa”

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *