X

Bising, Polusi dan Berdiri Tanpa Sepengetahuan Warga, Penggilingan Batu di Sumberrejo Gunungwungkal Ditutup Warga

GUNUNGWUNGKAL – Sempat membuat warga Desa Sumberrejo, Kecamatan Gunungwungkal resah, keberadaan perusahaan penggilingan batu milik CV. Citra Batu akhirnya ditutup warga kemarin (15/05/18).

Dua hal utama yang membuat akhirnya massa menutup perusahaan tersebut lantaran polusi yang ditimbulkan serta pendirian perdirian perusahaan tersebut tanpa sepengetahuan warga setempat.

“Penggilingan batu disini sudah ada tujuh lebih. Dari tujuh perusahaan penggilingan batu, semua milik warga luar daerah. Yang terkena imbasnya warga setempat,” kata Endang, 40, warga Desa Sumberrejo, Gunungwungkal
Kian hari masyarakat makin resah karena imbasnya bertambah, terasuk polusi suara yang membuat warga tidak nyaman. Kontraksi gilingan batu membuat tanah perabotan warga bergetar. Tak jarang, bahkan menurut salah satu warga, getarannya sampai membuat kaca rumah warga pecah.

“Makanya itu kami menghentikan perusahaan baru. Khusus penggilingan batu CV. Citra Batu, kami sudah beraudiensi dua kali 8 dan 11 mei lalu. Kami sudah menolak dan sepakat menutup penggilingan baru. Sebelumnya, warga tidak mengetahui. Tiba-tiba saja ada perusahaan baru. Pemiliknya merasa bebas ngapain saja karena itu lahannya dan tidak izin warga,” jelasnya.

Warga berharap, perusahaan penggilingan batu yang baru dihentikan. Jika semakin banyak perusahaan penggilingan batu di desa itu, semakin membuat warga resah. Terlebih kompensasi yang diberikan tidak seberapa dengan penderitaan warga.

“Itu pengalaman kami bertahun-tahun menderita dengan adanya penggilingan batu. Apalagi ini mau ditambah perusahaan baru yang katanya lebih besar lagi mesinnya. Selain itu, tanaman warga di sekitar penggilingan menjadi gersang. Belum lagi lahan kami yang tidak laku dijual karena berdekatan dengan tempat penggilingan batu,” ungkapnya.

Selain pada CV Citra Batu, warga juga memprotes perusahaan penggilingan batu milik CV HGMS. “Penggilingan batu tersebut dulu izinnya hanya manual, namun kini merubah menjadi lebih besar dan tidak sesuai perizinannya,” pungkas Endang.

Reporter: Putri Tania
Editor: Revan Zaen

Facebook Comments