X

Buntut Kasus Tarian Erotis Ulang Tahun Komunitas Motor di Pantai Kartini Jepara

JEPARA. Polres Jepara, Jawa Tengah, akhirnya membubarkan acara hiburan bertajuk ulang tahun salah satu komunitas motor di Pantai Kartini Sabtu (14/4/18) lalu. Mereka kedapatan mempertontonkan seksi dancer dengan balutan bikini dalam sesi acara motor wash. Potongan video seksi dancer motor wash tersebut langsung menyebar secara nasional. Bahkan akun lambe turah pun ikut memposting ulang video terebut. Berbagai tanggapan muncul namun rata-rata mengecam dan menyayangkan acara semacam itu bisa lolos ijin.

Kapolres Jepara AKBP Yudoanto Adhi Nugroho mengatakan bahwa sesuai dengan ijin keramaian yang diajukan dalam rundown acara tidak ada seksi dancer hanya hiburan nyanyian biasa. Namun ternyata dalam pe

laksanaanya justru menampilkan tontonan yang mengandung unsur pornografi maka acara tersebut segera dibubarkan.

Polres Jepara telah memeriksa sejumlah saksi dan panitia penyelenggara. Polisi akan menjerat para tersangka dengan Undang-Undang Pornografi dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara. Saat ini polisi menahan 2 orang tersangka. Salah satunya inisial H (41th), yakni penanggungjawab seluruh acara hiburan di even yang digelar di Pantai Kartini Jepara, Sabtu (14/4/2018) tersebut.

‎Keprihatinan
Kejadian tersebut mengundang keprihatinan sejumlah pihak. Beberapa elemen warga juga menyempatkan diri turun ke Tugu Kartini‎ Jepara, untuk berorasi, menyampaikan unek-uneknya.

Diantaranya, pegiat Yayasan Kartini dan Dewan Kesenian Daerah (Jepara). Melalui ketuanya, Hadi Priyanto menganggap, aksi tersebut bertolak belakang dengan semangat emansipasi dan cita-cita RA Kartini. Selain itu, ia menyayangkan tari erotis itu bertepatan dengan hari suci umat Islam, Isra’ Mi’raj.

“Ini tragedi kemanusiaan, tragedi ironi RA Kartini. Kami mendorong, meminta aparat penegak hukum untuk memproses kejadian yang sangat memalukan ini. Kita sudah capek-capek membranding kota, membranding budaya, menyebarkan kearifan lokal
tiba-tiba dirusak oleh orang-orang yang hanya menuruti kesenangannya semata,” ungkap Hadi.

Dalam kesempatan tersebut dia menambahkan bahwa kejadian ini dapat membawa dampak buruk bagi pariwisata Jepara. Lantaran, wisata menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Jepara, yang kini dipimpin Ahmad Marzuqi dan Dian Kristiandi.

“Kami juga mengimbau kepada semua pihak dan warga masyarakat menyikapi kejadian ini secara proporsional dan tetap dilandasi semangat damai. Kami sangat mendukung langkah polisi untuk memproses insiden ini secara hukum.” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui berlaku sejak Jumat (6/4) hingga event Pilgub Jateng 2018 Polres Jepara membatalkan semua izin orkes dangdut. Selain karena event Pilgub juga karena kasus penganiayaan yang menyebabkan Sugeng Heri Priyanto (22) tewas, usai menonton orkes. Semula hanya gelaran hiburan malam hari.

Sekretaris DKD Jepara Rhobi Sani selama ini seniman dangdut Jepara telah berusaha keras menjaga kesenian Jepara tetap pada koridornya, agar tak bersinggungan pornoaksi.

“Ketika aktivitas berkesenian dibatasi, pentas hiburan dangdut dan band tidak boleh (diselenggarakan) malam hari, biduan harus berpakaian sopan, musik dangdut tak boleh menggunakan DJ. Tapi ini malah ada pertunjukan sexy dance yang hanya mengenakan pakaian minim, dan itu di tempat umum, obyek wisata. Hal ini menyinggung seniman-seniman di Jepara, terutama penyanyi dan musisi dangdut,”kata Rhobi menyayangkan.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Facebook Comments