Home Archive by category Berita

Berita

Berita Pati

Polsek Juwana Sita Puluhan Botol Miras Dalam Operasi Giat Kepolisian Yang Ditingkatkan

Juwana – Polsek Juwana Resor Pati kembali gencarkan operasi minuman keras, dalam Giat Operasi Kepolisian Yang Ditingkatkan kali ini, hasilnya polisi berhasil menyita puluhan botol minuman keras dari berbagai jenis pada Kamis siang ( 15/02/2018).

Giat Kepolisian Yang Ditingkatkan dengan sasaran minuman keras dipimpin langsung oleh Kanit Sabhara Polsek Juwana Ipda Riyanto dan diikuti oleh 10 personil gabungan piket fungsi Polsek Juwana.

Selain merazia toko-toko yang dicurigai menjual dan menyimpan minuman keras, giat kali ini juga menyasar sejumlah warung kopi yang ditengarai menjual minuman keras.

Di warung kopi dan rumah milik Widodo (47) desa Kudukeras RT 01 RW 03 Kecamatan Juwana Kabupaten Pati, polisi berhasil menyita sebanyak 86 botol miras berbagai jenis.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, S.I.K melalui Kapolsek Juwana AKP Didi Dewantoro, S.I.K memaparkan bahwa selain untuk menekan peredaran minuman keras di wilayah Juwana, giat ini dimaksud untuk menekan sumber kriminalitas yang disebabkan oleh minuman keras.

“Pada Kamis siang tepat pukul 12:30 WIB hingga pukul 13:30 WIB Polsek Juwana melaksanakan giat kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran minuman keras. Hasilnya,dari warung kopi milik saudara Widodo warga desa Kudukeras Juwana diamankan sedikitnya 86 botol miras dari berbagai jenis,” jelas AKP Didi.

Hasil sitaan tersebut antara lain miras cap tiga orang ( Congyang Kecil ) : 22 Botol, Miras Anggur Merah : 13 Botol, Miras Beras Kencur : 1 botol, Miras Anggur Kolesom : 7 botol, Miras Mension House Wisky Kecil : 15 botol, Miras Mension House Vodka Kecil : 22 botol.

Setelah dilakukan pemeriksaan di Mapolsek Juwana,menurut pengakuan Widodo, miras tersebut dibeli dari toko Riantika milik dari Cik Sok yang beralamat di Jln. Pati – Kayen dukuh Ngeluk desa Panjunan kecamatan Pati Kabupaten Pati.

“Saat ini penjual maupun barang bukti yang telah disita diamankan di Polsek Juwana untuk dilakukan penyidikan dan proses Tipiring.

Adapun konsumen atau pembeli miras tersebut sebagian besar adalah pekerja Kapal.” jelas Ipda Riyanto Kanit Sabhara Polsek Juwana.

Reporter: Arton
Editor: A. Muhammad

 

Berita

Disela Pengamanan Imlek, Kasatlantas Pati AKP Ikrar Potawari Kedapatan Berbagi Tas Sekolah Pada Anak Kecil

PATI – Disela-sela kegiatan pengamanan pawai dalam rangka hari Imlek di Kabupaten Pati, pada Jumat siang (16/02/2018) ada hal unik dan tak biasa yang yang dilakukan oleh Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari SH, SIK ,Msi. Dirinya kedapatan tengah memberikan hadiah berupa tas sekolah kepada pengguna jalan terutama anak-anak yang tertib menggunakan helm.

Menurutnya hal ini dilakukan sebagai wujud kedekatan polisi kepada masyarakat yang notabene sebagai penegak hukum memberikan apresiasi kepada pengendara yang telah tertib dan patuh peraturan, meskipun kondisinya saat itu sedang ada pawai perayaan hari besar.

“Ide ini sudah saya siapkan dan hadiahnya ada di mobil dinas saya. Ini sebagai apresiasi saya kepada masyarakat yang telah tertib dalam berlalu lintas khususnya anak kecil. Karena sebagian besar orang tua tidak memikirkan keselamatan anaknya saat berkendara. Jadi ketika saya jalan menemukan pengendara yang membawa anak kecil sudah menggunakan helm ya akan saya berhentikan, dan langsung saya kasih hadiah,” terang Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari kepada wartaphoto.net

Lebih lanjut Kasatlantas Polres Pati ini menghimbau agar para pengendara senantiasa tertib dan taat aturan saat berkendara, serta memperhatikan putra putrinya saat berkendara, wajib dipakaikan helm khusus anak-anak.

Kasatlantas Pati AKP Ikrar Potawari bagikan tas kepada pengendara yang sadar keselamatan berlalu lintas. Dirinya mengapresiasi orang tua yang memakaikan helm pada anak kecilnya

 

Saat ditanya apakah hal tersebut hanya dilakukan saat perayaan imlek saja, AKP Ikrar  menjelaskan bahwa hal tersebut hanya kebetulan salah satu momen saja.

“Kebetulan kemarin pas ada moment Imlek, jadi momen itu saya gunakan untuk memberikan hadiah kepada masyarakat yang tertib dalam berkendara,memakai helm,serta kelengkapan motor laninya, dengan kondisi kendaraan yang standar pabrikan. Semoga hadiahnya bermanfaat,” ujarnya

Kasatlantas yang juga dikenal religius ini berharap mudah-mudahan kedepannya dirinya dapat  terus melakukan hal tersebut agar bisa memacu masyarakat sadar pentingnya tertib dan taat peraturan lalulintas.

Reporter: A. Muhammad

Editor: Revan Zaen

 

Berita Hiburan Pati

Tutup 11 Tempat Karaoke. Riyoso : Ini Yang Ditunggu Masyarakat

Pati – Tegakkan Perda no 8 tahun 2013 tentang pariwisata, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pati lakukan penutupan 11 tempat hiburan malam karaoke yang dianggap telah melanggar hukum pada Kamis siang (15/02/2018).

“Penutupan tempat karaoke ini dinilai wajib dilakukan karena merupakan sebuah mandat yang harus dijalankan demi tegaknya sebuah peraturan,” ucap Riyoso, Plt Satpol PP kabupaten Pati.

Menurutnya semua masyarakat harus menghormati dan menghargai setiap peraturan yang ada di wilayah kabupaten Pati sehingga peraturan daerah yang sudah ditetapkan bisa berjalan dengan baik atas dukungan semua masyarakat Pati.

“Jadi sebagaimana yang kami sampaikan baik itu waktu audensi bersama mereka di Dewan, juga setiap kali kami menyampaikan kepada masyarakat baik itu lewat media ataupun langsung kepada mereka. Kami sampaikan bahwa tanggal 15 Februari 2018 ini tidak ada yang bisa menunda untuk mengundurkan niat kami untuk menegakkan perda.” jelas Riyoso.

Kendati ada beberapa ada yang melakukan penolakan untuk ditertibkan ataupun dilakukan penutupan, Riyoso mengaku tetap akan melaksanakan amanat undang-undang demi terlaksananya sebuah tatanan dan kebaikan bersama.

Para pekerja di tempat karaoke sempat blokade jalan hingga macet beberapa karena menolak penutupan tempat kerjanya

Dirinya yakin bahwa masyarakat Pati juga sangat menunggu tindakan pemerintah dan mendukung dengan segala do’a demi menegakkan perda yang ada.

“Kami siap dengan segala resiko yang akan kami hadapi,maka penegakan perda ini akan tetap kami lakukan. Saya yakin kami melakukan ini sangat ditunggu masyarakat. Hari ini kami dengan jumlah 140 personil  melaksanakan penutupan di sebelas titik hiburan yang disaksikan juga oleh anggota Dewan dari komisi A dan komisi D serta tokoh-tokoh masysrakat.

Penutupan ini dilakukan pada 15 Februari karena pada esok harinya (hari ini)  hari Imlek sehingga  jadwalpenegakan dan penertiban selanjutnya ditunda.

Saat eksekusi, sempat terjadi kemacetan panjang di jalan raya Pati – Kudus akibat penolakan dari pihak karyawan karaoke di Margorejo yang memblokir jalan pantura Pati. Mereka menyandarkan beberapa sepeda motor di tengah jalan pantura, namun aparat kepolisian dengan sigap mengatasinya sehingga jalur jalan pantura Pati Kudus kembali normal.

Reporter: Arton
Editor: Revan Zaen

 

Berita Pati

Tuntut Perda Pariwisata Dicabut, Pemandu Karaoke Berkaos Pink Geruduk DPRD Pati. Ini Alasannya!

PATI. Sekitar seribu pekerja pemandu karaoke (PK) gerudug kantor DPRD Kabupaten Pati, Rabu (14/02/2018).  Dengan membawa berbagai tulisan dan sepanduk, massa yang bergerak dari Margorejo yang didominasi oleh perempuan berkaus pink ini bergerak menuju kantor DPRD Pati pada pukul 10.00 WIB. Selain diikuti oleh pekerja pemandu karaoke, aksi ini juga diikuti oleh pengusaha karaoke dan karyawan.

Dalam tuntutanya mereka meminta kepada Bupati Pati Haryanto dan anggota DPRD Pati agar mencabut UU no 8 tahun 2013 atau merevisi UU tersebut sehingga tidak merugikannya. Mereka menilai keberadaan UU tersebut sangat tidak adil dan diskriminatif.

Saling Dorong

Salah satu perwakilan aksi unjuk rasa, Wiretno Ningsih menuturkan bahwa aksi ini didasari oleh rasa keprihatinan dan merasa diperlakukan tidak adil dengan adanya Perda Pariwisata. Pasalnya ia menganggap bahwa perda ini terlalu dipaksakan sehingga bertolak belakang pada kehidupan yang ada di masyarakat.

“Yang jelas kami meminta kepada Bupati Pati dan anggota DPRD Pati untuk merevisi Perda tentang pariwisata, karena Perda itu tidak sesuai. Kok ada aturan tentang lokasi yang harus jarak 1000 km dari pemukiman, di Pati itu nggak ada. Bahkan yang jauh saja hanya 500 meter, contohnya di Lorong Indah (LI),” kata Retno.

Selain itu, tambah Retno, yang diperbolehkan hanya di hotel berbintang. Padahal yang saya tahu di Pati hanya ada satu hotel berbintang 3 , yaitu hotel safin. Kalau Perda itu berlaku ya hanya hotel Safin yang mampu membuka.” jelasnya.

Penghasilan Besar

Hal senada diungkapkan Rere. Pemandu karaoke asal Rembang mengatakan bahwa dalam seminggu hasil dari memandu karaoke mendapat gaji 2 juta, itupun belum termasuk saweran.

“Itu juga tergantung ramai atau sepi, makanya saya mohon bapak dewan karaoke jangan di tutup, karena dari sinilah penghasilan saya.” ungkapnya.

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad

Berita Jurnalisme Warga

Toko Modern Alfamart Bantu Korban Banjir di Dukuhseti Pati

PATI – Guna meningkatkan kepedulian dan meringankan beban korban banjir akibat intensitas hujan yang sangat tinggi di kabupaten Pati, toko modern Alfamart kembali menggelar bakti sosial berupa pemberian bantuan di desa ngagel kecamatan Dukuhseti Kabupaten pati (13/02/18). Bantuan tersebut berisi antara lain mie instan, minyak goreng dan kebutuhan lainya.
Area Manager Alfamart Pati, Dadi Setiyadi mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam rangka membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meringankan beban korban banjir.
“Kami mengajak rekan rekan karyawan Alfamart dan masyarakat sekitar untuk ikut berempati meringankan beban korban yang terkena musibah banjir di kabupaten pati,” ungkapnya.
Penyaluran bantuan ini kami pusatkan di posko banjir di desa ngagel Rt04 Rw04 kecamatan dukuhseti kabupaten pati, merupakan daerah yang terkena terjangan banjir akibat curah hujan tinggi dan mengakibatkan jalan utama pati-tayu-dukuhseti terganggu lantaran tingginya genangan air mencapai satu meter.
Setyo Nugroho selaku Perangkat Desa Ngagel, berterima kasih atas bantuan sembako dari Alfamart. “Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami dan akan kami sampaikan kepada warga yang berhak menerimanya,” kata Setyo.
Dadi menambahkan, kegiatan sosial ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana yang ada di kabupaten pati serta untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat secara bertahap.
“Kami akan maksimalkan, terutama menyapa daerah-daerah yang seringkali membutuhkan jangkauan secara khusus,”tandas Dadi.
Penulis: Eko Mujianto/ Jurnalis Warga
Editor: A. Muhammad
Berita Pati

Sedikitnya Enam Desa di Juwana Banjir. FRPB Pati Sebut 3 Penyebab Utamanya

JUWANA – Curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari ini membuat beberapa kecamatan di Kabupaten Pati tergenang banjir. Pantauan reporter wartaphoto.net menuju ke salah satunya lokasi banjir di kecamatan Juwana, Selasa (06/02/2018), tercatat ada ada enam desa terendam. Desa Doropayung, Kedungpancing, Bumirejo, Kudukeras, desa Tluwah, dan Jepuro.

Desa Doropayung merupakan desa dengan jumlah rumah terendam banjir paling banyak. Tercatat ada 96 rumah dengan ketinggian air di dalam rumah sekitar 10 sampai 15 cm. Di Desa Kudukeras tercatat 92 rumah terendam, Desa Kedungpancing ada sekitar 8 rumah yang terendam banjir juga dengan ketinggian air yang relatif sama.

Sementara itu, Di Desa Bumirejo banjir terjadi di RT 01, 04 ,05 ,dan sebagian RT 02.Ketinggian air sekitar 30 sampai 40 cm. Sedangkan di di Tluwah dan Jepuro relatif aman.

“Banjir ini adalah dampak dari pembuangan atau kiriman air dari wilayah selatan yaitu Grobogan, sedangkan dari Barat meliputi pegunungan Muria Kudus, wilayah Utara dari Pegunungan Gembong dan Pegunungan Rowo. Jadi ada 24 anak sungai yang kesemuanya airnya mengalir di sungai Silugonggo Juwana,  dikarenakan curah hujan yang tinggi, ” ungkap Sholeh relawan FRPB Pati (Forum Relawan Penanggulangan Bencana) Pati.

Selain itu, tambah Sholeh, banjir ini juga diakibatkan curah hujan tinggi, banjir kali ini diakibatkan parkir kapal di sungai, kapal yang karam dan sampah sehingga menghambat lajunya air mengalir, sehingga yang terdampak adalah warga sekitar Sungai Silugonggo.

“Banjir itu mulai pada Senin sore ( 05/02/2018) sekitar setengah 8 malam mas, karena hujan masih deras ya airnya dengan cepat naik. Jam 10 malam sudah kebanjiran rumah saya, masuk sampai rumah. Semoga cepet surut dan nggak Hujan lagi mas,” kata Selamet, warga Desa Doropayung.

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad

Berita Pati

Kapolsek Batangan Sosialisasi Undang Udang Perlindungan Anak di GITJ Bulumulyo

BATANGAN. Guna menekan angka kekerasan terhadap anak, dan menumbuhkan pengetahuan tentang peraturan perundanganya,  Kapolsek Batangan AKP Endah Setianingsih,SH laksanakan sosialisasi bimbingan dan penyuluhan (Binluh) di GITJ Bulumulyo Kecamatan Batangan Senin sore (05/02/2018).

Acara yang seirama dengan tekat menciptakan kondisi kamtibmas ini diinisiasi oleh Sulistiyani, koordinator pusat pengembangan anak GITJ desa Bulumulyo.  Acara yang dimulai pukul 15:30 hingga 17:00 WIB tersebut dihadiri oleh Pdt. Cornelus Sayogo STh, panitia penyelenggara dan warga masyarakat desa Bulumulyo yang berjumlah sekitar 50 orang.

“Tujuan dengan diadakanya kegiatan ini untuk memberikan wawasan serta ilmu pengetahuan tentang perlindungan terhadap anak, agar warga masyarakat mengerti dan memahami tentang bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak dan tata cara penanganan bila mengalami hal tersebut serta menumbuhkan rasa kasih sayang dan perhatian yang lebih kepada anak-anaknya serta anak-anak dilingkungannya masing-masing,” jelas Kapolsek Batangan AKP Endah Setianingsih,SH.

para peserta menyimak penjelasan Kapolsek Batangan, AKP Endah dengan seksama

Materi pokok yang disajikan oleh Kapolsek Batangan adalah tentang pengetahuan terkait kekerasan terhadap anak dan himbauan untuk menjaga situasi Kamtibmas di desa tersebut.

Sebagaimana diketahui bersama, bahwa pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,  yang mempertegas perlunya pemberatan sanksi pidana dan denda bagi pelaku kejahatan terhadap anak terutama kepada kejahatan seksual. Tujuannya adalah untuk memberikan efek jera, serta mendorong adanya langkah konkrit untuk memulihkan kembali fisik, psikis dan sosial anak.

Beberapa yang disinggung diantaranya pasal 76E UU, bahwa setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

Selain itu disampaikan pula aturan sanksi pada Pasal 82 dimana bagi Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

 

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Berita Pati

Sempat Dikabarkan Hilang Karena Kapalnya Terbalik, Dua Nelayan Banyutowo Ditemukan Selamat

DUKUHSETI. Setelah sebelumnya dilaporkan hilang akibat perahu yang ditumpanginya tersapu angin kencang dan terbalik di perairan laut utara Jawa, dua nelayan asal Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti ditemukan dalam keadaan selamat pada Sabtu petang (03/02/2018 ).

Adalah Karjani (50th) bersama anaknya Eko Pujianto (21th) pada Sabtu Pagi pukul 07:00 WIB (03/02/2018 ) dikabarkan sedang melaut menggunakan perahu jenis cukrik berukuran 7 x 2.4 M dengan jarak sekitar 20 mill laut dari dermaga Banyutowo.

Sekitar pukul 13:00 WIB perahu yang milik Karjani tiba-tiba dihantam ombak dan angin besar hingga membuatnya terbalik dan tenggelam. Namun Eko Pujianto masih sempat menghubungi  Sudarto Nelayan asal desa Banyutowo lewat ponselnya yang mengatakan bahwa perahunya terbalik hingga kemudian Sudarto meminta bantuan kepada nelayan yang berada di dermaga untuk segera menolong Eko Pujianto dan Karjani.

Mendapatkan laporan adanya kecelakaan perahu terbalik di perairan laut Banyutowo pada pukul 14:30 WIB, Anggota Polsek Dukuhseti yang dipimpin oleh KA SPKT II Aiptu Sugeng Pranggono segera bergerak menuju lokasi dermaga Banyutowo yang hanya berjarak 4 KM dari Mapolsek Dukuhseti serta menghubungi Tim SAR dan Satpolair Polres Pati.

Akhirnya kedua korban atas nama Karjani dan Eko Pujianto warga Desa Banyutowo RT 02/01 Kecamatan Dukuhseti ditemukan dalam kondisi selamat oleh para nelayan Banyutowo pada Sabtu petang pukul 17:45 WIB setelah dilakukan pencarian beberapa jam, yang melibatkan nelayan setempat BPBD ,SAR dan polair.

Kedua korban segera dilarikan ke Puskesmas Dukuhseti untuk dilakukan perawatan lebih lanjut.

Reporter: B. Ror

Editor: A. Muhammad

 

Berita Olahraga Pati

Resmikan Lapangan Tenis Indoor Bersertifikat KONI di Growong Lor, Bupati Pati : Ini Lapangan Paling Sempurna

JUWANA – Setelah melalui proses renovasi selama dua bulan, lapangan tenis indoor berstandar KONI di desa Growong Lor kecamatan Juwana kabupaten Pati Jawa Tengah pada Sabtu siang (03/02/2018) akhirnya Bupati Pati Haryanto resmikan

Acara peresmian ini juga dihadiri Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Muspika Juwana, serta Anggota DPRD Kabupaten Pati Joni Kurnianto dan tamu dari UNDIP Semarang. Tak hanya meresmikan, dilakukan pula uji coba penggunaan perdana lapangan tenis yang dibangun dengan sumber dana pembangunan dari pemerintah daerah. Biaya pembangunannya menelan biaya 1,17 M di atas tanah bondo deso di yang telah disetujui oleh BPD Desa Growong Lor.

Pada kesempatan ini Bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa dirinya sangat merasa senang bisa mewujudkan keinginan setiap warganya dalam dalam bidang pembangunan.

“Dalam hal pembangunan saya menyakini harus bisa terwujud, karena dulu angan-angan warga Juwana adalah untuk bisa mempunyai lapangan indoor. Allhamdulillah ini sudah kita wujudkan, dan ini di peruntukan untuk semua, dalam artian umum yang ada di Kabupaten Pati. Baik itu dari desa mana, kecamatan mana, silahkan saja ikut bermain yang penting ada komunikasi yang baik,” kata Bupati Pati.

Lebih lanjut, Haryanto menekankan agar nantinya lapangan yang sudah dibangun pemerintah daerah ini bisa dijaga dan dirawat dengan baik sehingga bisa memacu prestasi dan bisa mencetak atlet-atlet tenis lapangan.

“Karena ini aset tanahnya milik pemerintah desa namun pengelolaannya dari pemda. Jadi kami mohon kerja samanya, mudah-mudahan dengan fasilitas lapangan yang kita bangun menambah semangat olahraga khususnya tenis dan utamanya kita mencetak atlet atlet tenis lapangan, karena dulu animo masyarakat tenis yang banyak sekali adalah dari Juwana. Mudah-mudahan dengan kita bangunkan lapangan tennis indoor kita menambah semangat. Lapangan tenis yang paling sempurna adalah disini karena dekat masjid, sanggar dan gereja, ” pungkas Haryanto

Kepala Desa Growong Lor, Gunarto berharap agar nantinya bisa menampung potensi pemuda-pemudi Desa Growong Lor khususnya Juwana atau bahkan diluar Juwana yang ada di Kabupaten Pati sehingga memunculkan atlet-atlet tenis yang potensial serta bisa membawa nama Pati di event yang lebih tinggi.

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad

Berita Pati

Haryono, Anggota DPRD Pati: Sosialisasi Dengan Memasang Pengumuman Dinilai Kurang Tepat

JUWANA. Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait larangan kendaraan bermuatan berat yang masih saja membandel untuk melintasi jalan Juwana Wedarijaksa meskipun sudah diberikan pengumuman, Jumat siang ( 02/02/2018 ) Anggota komisi A DPRD Pati H. Haryono lakukan sidak kembali di lokasi. Anggota DPRD Pati Fraksi PKB ini  menemukan banyak hal yang menurutnya perlu dibenahi.

Anggota DPRD Pati Fraksi PKB tunjukkan rambu lalu lintas yang kurang efektif

Menurutnya sosialisasi yang dilakukan oleh dinas perhubungan kabupaten Pati dengan cara memasang pengumuman ini dianggapnya kurang tepat. Ia menjelaskan bahwa rambu-rambu yang ada sudah terpasang puluhan tahun lalu sehingga tidak perlu adanya sosialisasi yang terlalau lama.

“Menurut saya sosialisasi ini kurang tepat dan tidak masuk akal, yang namanya sosialisasi itu kalau ada pengalihan kelas jalan atau rambu-rambu terpasang baru menurut saya. Jadi dinas terkait harus bergerak cepat kalau memang melanggar harus ditindak, sehingga nanti tidak ada keresahan di masyarakat. Jadi semua aturan harus sesuai dasar agar kami juga bisa membantu Dishub untuk sosialisi kepada masyarakat. kalau ada masyarakat yang ngeluh tentang kerusakan jalan tentang pelanggaran mobil berat kami bisa membantu Dishub menyampaikan keluhan tersebut” papar Haryono.

Anggota DPRD Pati Fraksi PKB , H. Haryono kembali sidak truk membandel yang tetap melintas

Masih banyaknya pelanggaran yang dilakukan kendaraan berat yang tetap melintas ini membuat warga was-was dengan aktifitas sehari-hari. Haryono yang berada dilokasi juga sempat mendengar keluh kesah warga yang mengaku sangat terganggu dengan lalu lalang kendaraan berat.

“Sebenarnya keluhan muncul pertama kali akibat terganggunya aktifitas masyarakat oleh kendaraan berat dan besar, mereka yang mau bekerja, mau antar sekolah otomoatis tidak bisa mendahului kendaraan besar, itu sangat berbahaya dan akhirnya terlambat aktifitas dan sekolahnya.

Yang kedua adalah dampak kerusakan jalan, sehingga masyarakat banyak yg mengadu kepada kami terkait banyaknya kerusakan jalan.

Pak iku piye pak dalan rusak kabeh, truk gedhe-gedhe ijeh do liwat piye pak, ora bahaya piye iku pak”ucap Haryono menirukan aduan warga .

Kami sebagai wakil rakyat merasa bertanggung jawab menindaklanjuti dan menyampaikan kepada dishub. Dirinya berharap agar dinas terkait segera melakukan langkah-langkah yang tegas untuk memberikan rasa aman dan menerapkan kebijakan dan peraturan sesuai dasar yang ada.

Disampaikannya pula, sesuai dengan kapasitas kita sebagai fungsi pengawasan dibidang hukum, kami akan menyampaikan kepada pihak yang berwajib terutama yang memiliki kewenangan untuk menindak kepada pelanggaran kelas jalan. Jadi kami masih berkoordinasi dengan pak Kapolres untuk siapa yg berhak menindak pelanggaran kelas jalan ini.

“Jika memang ada rambu-rambu yang rusak, atau perlu dipasang atau diperbaiki itu adalah tugas dari dinas perhubungan. Sehingga nantinya sopir-sopir atau pengguna jalan bisa melihat dengan jelas rambu yang terpasang, tidak ada alasan lagi untuk tidak melihat rambu-rambu,” imbuh Haryono