Kategori: BISNIS

Permalink ke Perajin Bantal Asal Pati, Meriahkan HUT RI ke 72 Dengan Aneka Bantal Bertema Merah Putih
BISNIS

Perajin Bantal Asal Pati, Meriahkan HUT RI ke 72 Dengan Aneka Bantal Bertema Merah Putih

PATI . Momen peringatan Hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72 rupanya tidak disia-siakan oleh perajin bantal berbahan dakron asal Desa Kedungbulus, Gembong-Pati. Mereka membuat kreasi bantal bertema merah putih dan kemerdekaan.

Muryati perajin bantal di desa tersebut mengungkapkan, sebelum bulan Agustus lalu dirinya sudah mulai memproduksi bantal dengan tema kemerdekaan. Tak disangka justru permintaan akan bantal ini pun meningkat.

“Awalnya saya hanya mencoba berinovasi untuk membuat bantal dengan tema ini. Setelah saya pasarkan ternyata bantal ini banyak peminatnya,” ungkapnya saat ditemui, Minggu (5/8) kemarin.

Dirinya menjelaskan, dalam momen 17 Agustus ini ia memproduksi tiga jenis bantal, yaitu bantal bulat dan kotak bertema merah putih dan bantal bergambar pahlawan nasional.

“Ada 3 jenis, tapi yang paling banyak peminatnya adalah gambar bergambar pahlawan. Kebanyakan mereka membeli untuk souvenir,” jelasnya.

Tidak hanya pasar lokal Pati saja, dirinya pun juga mendapat banyak pesanan bantal dari berbagai daerah lainnya. Tak tanggung-tanggung bahkan setiap hari karyawannya pun juga ikut lembur untuk mengerjakan pesanan bantal merah putih tersebut.

“Sehari bisa memproduksi puluhan lebih bantal, itu tidak hanya untuk kebutuhan di Pati melainkan juga daerah lainnya,” katanya.

 

Muryati berharap, dengan membuat bantal dengan tema kemerdekaan ini bisa meningkatkan rasa nasionalisme ditengah masyarakat.

“Paling tidak kita juga ikut memeriahkan hari kemerdekaan. Salah satunya ya dengan membuat bantal kreasi dengan tema nasionalisme seperti ini,” pungkasnya.

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

 

 

Permalink ke Expo Koperasi dan UMKM 2017 di Joyokusumo, Pestanya Pelaku Ekonomi Rakyat Pati
BISNIS, UMKM

Expo Koperasi dan UMKM 2017 di Joyokusumo, Pestanya Pelaku Ekonomi Rakyat Pati

Bupati Haryanto angkat pamelo bageng, salah satu produk umkm asli pati yang ikonik

PATI – Gelaran Expo Koperasi Dan Bazar UMKM yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten Pati berlangsung meriah. Agenda besar bagi pelaku UMKM di Pati ini dalam rangka memperingati hari koperasi ke 70 ramai dikunjungi ribuan masyarakat.

“Dalam bazar ini ada 140 unit usaha baik flora fauna, Konfeksi , Kerajinan dan batik serta produck unggulan Kab Pati, dan juga usaha UMKM,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten Pati, Singgih Purnomojati

potong pita pembukaan expo UMKM 2017

Lebih lanjut, Singgih Purnomojati  saat ditemui setelah pembukaan bazar di halaman parkir stadion Joyokusumo Pati, Sabtu (17/06) mengatakan bahwa Antusias masyarakat yang hadir lantaran ingin berburu produk unggulan dan produk murah dari para UMKM di Pati

Keberadaan Expo tahun ini yang bertepatan dengan menjelang lebaran juga sangat membantu menstabilkan ekonomi, yang biasanya harga kebutuhan Pokok naik. Karena dalam expo ini juga ada yang menjual berbagai kebutuhan pokok.

Selain menjual berbagai produk dalam expo tahun ini pihaknya juga membuat berbagai kegiatan yang bisa diikuti oleh semua lapisan masyarakat.

“Ada berbagai acara yang menarik , donor darah, olah raga, santunan anak yatim dan berbagai lomba yang akan menjadi daya tarik dari pagelaran ini,” imbuhnya.

salah satu stand kreasi flora dan kreasi busana daur ulang sampah

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto yang hadir langsung mengatakan, bahwa Kegiatan seperti ini sangat bagus karena bisa mempromosikan produk unggulan Pati.

“Kita mempunyai banyak produk yang bagus, dengan adanya bazaar seperti ini yang tidak tahu produk unggulan Kabupaten Pati bisa menjadi tahu,” pungkasnya

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

Permalink ke CR Collection Adakan Kuis Rejeki Ramadhan Via Instagram Berhadiah Jilbab Eksklusif
BISNIS, UMKM

CR Collection Adakan Kuis Rejeki Ramadhan Via Instagram Berhadiah Jilbab Eksklusif

PATI. Berkah ramadhan identik dengan berbagai amal baik dan serba teratur. Tak terkecuali CR Collection. Toko online yang khusus menyediakan Jilbab baik Branded, ArRafi, Syar’i, Pashmina maupun segiempat ini berbagi kebahagiaan dengan mengadakan Quis berhadiah jilab.

“Iya, ini nanti akan diundi tiap 5 hari sekali, kami sediakan 3 paket jilbab eksklusif untuk pelanggan, teman, terkhusus follower di Intagram @crcollectionhijab” Kata Machmudah, Owner CR Collection hijab.

Mengenai persyaratan mengikuti Kuis dirinya menjelaskan bahwa persyaratannya tentu follow instagram @crcollectionhijab lalu ada repost banner kuis tiap periode, jawab pertanyaanya, dan tag 7 teman instagram peserta.

Toko online yang memakai model sendiri dan stok asli (real stock) ini dikenal memiliki jangkauan penjualan di seluruh Indonesia.

“Berbagai kota, berbagai pulau menjadi pelanggan kami. Selain order jilbab mereka juga order gamis, babydoll, dan baju hamil. Karena memang busana khusus wanita muslimahlah segmen pemasaran kami.

crcollection yang beralamat di Ds. Tambahmulyo RT 08 RW 03 ini sudah berdiri mulai 2013 ini konsisten mengandalkan penjualan via online.

“Biar praktis saja mas, ini kan foto yang kami upload di penjualan kami produksi sendiri jadi tidak usah ragu apakah stoknya ada apa tidak. Kalau sudah diupload dengan logo CR Collection ya ready. Namun untuk ketersediaan warna jika masih ragu bisa menggunakan berbagai media penjualan kami” imbuh Machmudah.

Beberapa lini masa yang digunakan untuk menawarkan produk cr collection diantaranya:

 

*adv

 

Permalink ke Alasan Menteri Perhubungan Memesan 100 Kapal Seharga 2M/Unit Ke Juwana
BISNIS, UMKM

Alasan Menteri Perhubungan Memesan 100 Kapal Seharga 2M/Unit Ke Juwana

Menhub, Budi Karya didampingi Kapolda Jateng dan Bupati Pati meninjau industri galangan kapal di Juwana

Juwana. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumardi datang ke Juwana Kamis Kemarin (23/03). Pihak Kementerian Perhubungan yang datang ke Juwana disambut Bupati Haryanto hendak meninjau industri perkapalan di Juwana.

Dirinya akan memesan 100 kapal di sejumlah tempat pembuatan kapal. Beberapa diantaranya di kerjakan di Juwana, Kabupaten Pati.  Ditanya mengenai alasannya mengapa memilih Juwana padahal rata rata pengerjaannya masih tradisional, Budi Karya menjawab.

“Saya mendengar kalau Juwana itu jago bikin kapal, menggunakan kayu merbau berkualitas. Dan  ternyata kapalnya setelah saya cek sendiri bagus banget. Proses pengerjaannya juga bagus. Tidak banyak orang yang bisa. Kemenhub memesan 100 kapal dan nanti berkelanjutan” Kata Budi Karya.

Kapal berjenis kapal logistik ini dibuat secara masal dengan dua tujuan. Pertama,Industri perkapalan jadi bagus. Kedua, pelayaran rakyat jadi bagus sehingga konektifitas logistik antar daerah menjadi bagus.

Menhub berbicang dengan nelayan warga

Kapal tersebut akan diberikan kepada Pemda atau yayasan yang utamanya dikawasan Indonesia timur.  Kapal berukuran 35 gross ton ini dianggarkan per kapal maksimal 2 milyar.

“Kapal ini tidak untuk kapal penangkapan ikan, jadi bentuk dan kelengkapannya lebih sederhana. Ukurannya pun berbeda dengan standart kapal penangkap ikan” lanjutnya.

“Itu nanti spec-nya berbeda. Kalau kapal-kapal yang ada sekarang lengkap dengan alat tangkap, dan lampu-lampunya. Sedang kapal angkut penumpang tidak ada apa-apanya. Ibarat bikin kapal dikasih mesin sudah jadi,” katanya.

Sementara itu Bupati Pati Haryanto menyambut baik rencana pembuatan kapal pesanan Kemenhub di Juwana ini. Bupati asal Raci Batangan ini memiliki sejumlah harapan.

“Seperti yang tadi disampaikan Pak Menteri (Menhub –red) yang akan mengkaji tentang menumbuhkan kembali pelabuhan niaga di Juwana tentu kami sangat berharap akan terwujud. Dulu, sebelum tahun 1995 Juwana masih kuat sekali jalur perniagaan logistik melalui Juwana namun sekarang pindah ke Surabaya dan Semarang” Ujar Bupati Haryanto.

Menhub didampingi Bupati Pati dan Kapolda Jateng berdiskusi dengan warga

“Harapan Pemda Pati, semoga nanti Pemda kebagian kapal yang dipesan Kemenhub ini untuk menghidupkan perniagaan logistik lintas pulau. Nanti kita bisa mengirimkan bahan baku perdagangan berupa bahan pangan ke kalimantan, Sumatera dan lainnya. Mereka kesini bawa kayu balik kesana balik bawa sembako, pasir, semen, batu dan lainnya.” tambahnya

Industri galangan kapal di Juwana ada 5 lokasi. Kemampuan dok kapal Juwana membuat kapal tak perlu disanksikan lagi. Beberapa bulan lalu, di dok kapal Juwana pula, Kapal Majapahit untuk museum di Jepang dikerjakan. Industri ini milik perorangan bukan Pemda dan berbadan hukum CV. Pemda Pati sifatnya mendorong agar tetap tumbuh berkembang.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Distop! Tak Ada Lagi Ijin Baru Bagi Pendirian Toko Modern di Pati
BISNIS

Distop! Tak Ada Lagi Ijin Baru Bagi Pendirian Toko Modern di Pati

 

Pati – Jumlah toko modern di Kabupaten Pati yang sudah terlalu banyak akhir akhir ini begitu memprihatinkan. Pasalnya, toko kecil yang ada dilingkungannya dipastikan akan gulung tikar. Pemkab Pati akhirnya mengambil kebijakan menyetop perizinan pendirian toko modern baru.

“Saya sudah memerintahkan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap (DPMPTSA) Pati, yang sudah ada diberi izin, yang tidak ada jangan dikasih izin. Kenapa yang sudah ada diberi izin, karena sudah terlanjur sehingga perlu diberi izin,” ungkap Bupati Pati Haryanto.

“Toko modern yang sudah berdiri, jangan terus dipermasalahkan. Karena jika dipolemikkan, masalahnya tidak akan selesai,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan ini adalah solusi terbaik.  Hal tersebut diungkapkan seusai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati dalam acara Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi terhadap empat Raperda Pati, termasuk Toko Swalayan, Senin (20/3) kemarin.

Di Pati terdapat 116 toko swalayan, semuanya sudah berizin. Namun sebagian masih berijin toko kelontong sehingga saat ini sedang melengkapi persyaratan perijinan toko modern. Jadi, Ia meminta masyarakat tidak lagi mempersoalkan adanya pendirian itu. Karena pada dasarnya, mereka patuh pada aturan yang berlaku.

Jangan Saling Menyalahkan

Bupati Haryanto menghimbau kepada pihak terkait, baik dari unsur masyarakat, legislatif maupun eksekutif, agar tidak saling menyalahkan atas keberadaan toko swalayan yang sudah terlanjur berdiri ini. Sebab, pihaknya tidak bisa mengevaluasi perizinan masing-masing toko, lantaran semuanya sudah mengantongi izin.

“Menurut saya, jumlah toko swalayan di Pati sudah cukup, dan perizinannya distop. Sehingga tidak menimbulkan banyak konflik di masyarakat,” tandasnya.

Pemkab Pati juga akan terus berkoordinasi dengan pihak toko swalayan untuk meningkatkan ketentuan produk lokal dari usaha mikro kecil Menengah (UMKM) untuk mengakomodir industri lokal.

“Untuk ketentuan produk lokal, kami akan berusaha menaikkan secara bertahap sampai 10 persen. Karena sebelumnya baru 2,5 persen produk UMKM yang bisa ditaruh di toko swalayan,” pungkasnya

Di berbagai toko modern di Pati saat ini memang selalu ada beberapa produk dari UMKM di Pati yang bisa turut dibeli warga. Rata rata berupa kuliner khas dan makanan ringan.

Penulis: Andi Putra

Editor: Revan