Home Archive by category BISNIS

BISNIS

BISNIS Inspirasi Bisnis Sosok

KIPASOAK: Spirit Lokal, Beraksi Global

Di tengah banjir bandang brand mayor yang kian hari kian memenuhi pusat-pusat pertokoan, sebuah brand indie, Kipasoak, tiba-tiba muncul ke permukaan dan mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat Pati. Dengan penuh percaya diri Kipasoak mengusung tema lokal yang sederhana menjadi istimewa. Logat jagongan sehari-hari khas wong Pati seperti Gagego, ‘Ra Ndandeh, Santai Ae Go, Ramekakat, Piye Leh, Engkak Engkek, Pati Cilik Ngangeni ditransformasikan dalam desain kaos yang bernuansa segar dan kekinian.

Menuntaskan wawancara sebelumnya, Inspirasi “Dosis Tinggi” dari Owner Kipasoak, DS Priyadi, reporter wartaphoto.net kembali berkesempatan berbicara panjang lebar dengan beliau, mengorek lebih dalam lagi narasi di belakang layar Brand KIPASOAK, sbb:

Kipasoak ingin berkontribusi membantu city branding kota Pati melewati konsep desain yang mengokohkan identitas masyarakatnya

WP.net: Pangsa pasar Kipasoak adalah kaos lokal Pati dengan muatan konten lokal. Mengapa?

DS Priyadi : Ya tadinya kita nggak terlalu memikirkan pangsa pasarnya. Fokusnya memulai saja. Karena kebetulan saya orang Pati, maka buat kaos Pati. Artinya secara sosial-budaya saya tentu lebih menguasai materi yang akan disajikan dalam desain-desainnya.

Disamping juga, local content itu kan aset kreatif. Utamanya karena terkait dengan identitas atau karakter suatu masyarakat. Kita ini kan rapuh sekali dalam memerhatikan soal identitas. Padahal itu menjadi instrumen kebudayaan yang memiliki peran penting untuk bisa bergaul dengan masyarakat lain. Negara yang maju semua memiliki agenda identity building. Jepang, Cina, Korea… kan kita gampang mengenali mereka? Dengan begitu mereka gampang pula mempergaulkan kepentingan-kepentingannya.

Agenda identity building ini dibutuhkan supaya masyarakat terlatih memiliki sikap dan kepercayaan diri yang memadai. Kalau tidak ya cuma bernasib menjadi debu-debu proyek global negara-negara Barat. Ujung-ujungnya kita menjadi bulan-bulanan pasar mereka.

Pati mestinya punya agenda khusus yang concern di situ. Karena saya lihat pembangunan wisata marak di mana-mana. Kalau cuma ikut-ikutan ya nanti kurang ada wibawa.

WP.net: Lalu, yang ingin dicapai Kipasoak, melihat potensi ini?

DS. Priyadi : Secara ideal, yang ingin dicapai Kipasoak dengan pangsa pasar lokal Pati, setidaknya kami bisa turut berkontribusi dalam agenda identity building tadi. Minimal bisa menstimulus kalangan muda dengan membantu city branding melewati media populer kaos.

WP.net: Baik, tentunya Kipasoak memiliki target market tersendiri. Sejauh mana jangkauan pemasarannya? Lalu, metode pemasaran yang dipilih Kipasoak seperti apa?

DS Priyadi : Untuk jangkauan sementara ini kita fokuskan dalam radius 25 mil dari oulet Pati sebagai epicentrumnya. Dalam radius itu, wilayah pinggiran Rembang, Purwodadi dan Kudus sudah terjangkau. Insyaallah tahun ini kita akan coba luaskan radiusnya pada wilayah Karesidenan. Syukur-syukur bisa lebih luas dari itu ya.

Metode Pemasaran kombinasi antara online dan offline. Keduanya dijalankan secara simultan. Namun, Kipasoak tidak pakai rule tertentu sebagai patokan metode pemasaran. Jadi situasional sesuai hasil review dan pertumbuhannya.

Ya singkatnya, naluri saja lah. Lha saya dan tim ini rata-rata gak pada sekolah ya. Tapi kalau saya cermati yang kita pakai sekarang polanya mirip-mirip metode pemasaran rimba-raya.

WP.net: Metode rimba? Seperti apa itu Mas?

DS Priyadi : Hahaha. Yang ini no comment dulu ya. Wong ini juga baru coba-coba. Kemarin kita lihat hasilnya kok bagus? Trus dikembangkan. Tapi bagi yang serius pingin tahu, bisa nonton film Top Secret Billionaire. Inspiratif sekali bagi yang mau buka usaha. Di situ semua pertanyaan lengkap terjawab.

WP.net: Oke oke, lalu kami lihat desain Kipasoak ini kan unik, ada sentuhan khas , bisa disebutkan siapa kreator desainnya

DS. Priyadi : Ya bareng-bareng lah. Ada tim kecil. Kalau clue nya dari saya. Semacam artistic director ya. Saya ngobrolin tema, terus nanti ada yang mengajukan desain. Desain jadi, kita review. Utamanya dari perspektif artistik dan komunikasi visualnya.

Kecuali untuk beberapa seri quote, karena itu perlu penalaran yang lebih jauh. Jadi seperti workshop. Soal tema atau style yang dipilih, kita bicarakan bersama. Termasuk kita mendata seluruh masukan-masukan yang dilontarkan konsumen.

WP.net: Ternyata bertahap dan detail juga prosesnya. Nah, Kalau boleh tahu, owner Kipasoak apakah orang Pati semua?

DS Priyadi : Iya, orang Pati semua. Kan ya cuma saya dan adik-adik saya. Kita semua urunan modal dan bareng-bareng membesarkan. Awalnya ingin ada investor yang kita ajak. Tapi pada gak mau. Gak yakin. Ya sudah, jadinya usaha keluarga. Kalau sekarang banyak yang pingin invest. Tapi sejauh ini bisa dicover keluarga. Saya pribadi merasa lebih nyaman begini. Mengembangkan pelan-pelan, memutar dari yang sudah ada saja. Kecil-kecilan ndak papa.

Kalau tim kerja ya banyak, dari mana-mana. Dan saya berterima kasih kepada semua rekan dan sahabat yang dengan sabar dan kerja keras terlibat upaya merintis usaha ini.

Kolaborasi keluarga. Iswati sebagai manager distro sementara kakaknya Abdullah Jamil menangani divisi produksi

WP.net: Secara struktur bisa dirincikan Mas?

DS Priyadi : Ya secara struktur pimpinannya saya. Yang menangani produksi Abdullah Jamil. Manajemen distronya Iswati. Dwi Saputro mensupport pengembangan produk dengan urunan modal. Muhammad Latif juga terlibat membantu.

WP.net: Yang terakhir nih Mas. Mungkin bisa kasih tips berwirausaha bagi pembaca wartaphoto.net?

DS. Priyadi : Hahaha… Nggak pede Mas. Ini kan saya juga masih belajar. Tapi berdasar pengalaman saya dan teman-teman yang masih belajar ini, apa yang ingin kita mulai, bismillah saja. Mulai saja. Itu yang pertama. Dan itu yang paling penting.

Yang kedua, ya mesti sadar proses. Artinya kita mesti sabar ya. Karena segala tujuan tak ada yang bisa seketika, pasti menempuh tahapan-tahapannya. Nah yang ketiga, mesti menyadari pula bahwa dalam proses membina usaha itu tidak terus-menerus mulus, pasti akan ada kendala-kendala.

Sehingga ketika sedang ditimpa problem-problem, kita tidak putus asa, karena sudah menyadarinya. Tetap saja ditelateni dan dijaga semangatnya. Tetap intens dan konsisten. Dalam terminologi agama, apa ya, istiqomah itu ya. Keempat, mesti banyak bergaul dengan orang-orang bisnis. Biar kecipratan ilmunya. Soale, paradigma orang yang business oriented itu berbeda. Kita belajar sesuatu yang beda itu, yang kita gak punya.

Nah, itu semua kan upaya membangun konstruksi lahirnya ya. Ini sebagai hardware atau wasilah rejekinya. Softwarenya, atau konstruksi ruhaninya juga jangan lupa. Karena yang memiliki rejeki adalah Rabb kita, kita mesti terus mengupgrade ketaatan kita, bermohon petunjuk serta kemudahan dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Dengan menjaga ensamble tim, Kipasoak bersama-sama merumuskan dan mereview kreasi-kreasi yang dituangkan dalam desain

Wawancara SebelumnyaInspirasi “Dosis Tinggi” Dari DS Priyadi, Owner KIPASOAK

 

Reporter: Revan Zaen/ adv

BISNIS Inspirasi Bisnis Sosok

Inspirasi “Dosis Tinggi” Dari DS Priyadi, Owner KIPASOAK

Dirintis sejak pertengahan 2015, brand kaos lokal dengan penggarapan maksimal “Kipasoak” kini mulai menampakkan hasil. Berbagai desainnya laku keras dan kini menjadi salah satu merchandise yang membuat pemakainya makin bangga dengan tanah kelahirannya, Pati Bumi Mina Tani.

wartaphoto.net mendapat kesempatan berharga,  berbincang ringan namun penuh inspirasi dengan owner Kipasoak, Mas DS Priyadi, mengenai brand kaos paling ngehits di Pati saat ini. Jatuh bangun, terus berinovasi hingga membawa banyak teknologi yang dipelajari di Yogyakarta untuk membangun Brand lokal Pati.

Berikut petikan wawancara kami, eksklusif untuk pembaca wartaphoto.net

WP.net: Bisa diceritakan awal mula berdirinya Kipasoak?

DS Priyadi : Di rumah Yogya kan temen-temen sering pada ngumpul. Ada yang seneng ngobrol saja, ada pula yang terlibat membantu usaha desain dan cetak saya, Baraka Grafika. Berhubung Baraka Grafika lagi sepi, yang bantu-bantu pada nganggur, termasuk saya. Nah, sesama pengangguran ini akhirnya pada ngerumpiin problem jualan online yang lagi dirintis oleh Abdullah Jamil, adik saya. Tokonya diberi nama Almadinah Store. Jual jilbab, baju koko, peci, semacam itu. Model dropship gitu. Bukan barang sendiri atau kulakan.

Al Madinah Store tersebut sudah ditekuni selama 3 bulanan. Tapi belum ada sinyalemen bisa berkembang secara signifikan. Belum ketemu rumusnya, bagaimana usaha dropship yang demikian bisa diseriusi sebagai usaha jangka panjang. Padahal kalau menilik cerita-cerita kan banyak yang sukses ya. Saya jadi ikut penasaran dan nggabung juga. Lalu saya usulkan, kenapa gak coba bikin produk sendiri?

Singkatnya, akhirnya nyoba jualan kaos Pati. Dibuatlah satu dua desain. Ning modale sopo yang mau dipake untuk produksi? Kabeh konco di sini lagi berstatus bokek. Hahaha. Meski begitu sama Abdullah Jamil desain yang sudah ada diuploud. Waktu itu desain pertama, Pati Cilik Ngangeni. Di kasih keterangan: Pre-Order. Hahaha… biasalah, bahasa marketing orang gak punya modal.

DS Priyadi (paling kanan kaos abu) bersama sahabat-sahabatnya berfoto di depan outlet Kipasoak.

WP.net: Responnya?

DS Priyadi : Nah itu, ternyata respon dari konco-konco di Pati, tetangga, dulur-dulur banyak yang pesen. Wuah, bungah jadinya. Temen-temen pada rembugan nanti buat konsep begini dan begini. Tambah semangat mereka. Kalau saya dalam hati malah sedih ya. Wong saya ngerti yang order itu kan masih tataran solidaritas saja. Sekedar berempati sama sahabatnya yang mencoba berikhtiar menegakkan jalan nafkahnya.

Tapi teman-teman ini gak mikir begitu, jalan aja terus. Semangat banget. Mereka pakek kacamata kuda, gak lihat kiri kanan. Ada untung dikit diputar untuk produksi. Ada lagi puter lagi. Dan saya kesetrum semangat. Rumah mulai rame lagi. Ada kebahagiaan walaupun hasilnya masih jauh dari mencukupi. Minimal ada plan. Ada kegiatan yang produktif. Ada harapan. Dan yang utama, sudah berani memulai merealisir sesuatu yang tadinya masih dipikir-pikirkan.

Abdullah Jamil merintis Kipasoak dengan jualan online

WP.net: Waktu itu masih main di pangsa pasar online saja berarti ya?

DS Priyadi : Iya masih online saja. Ya itu tadi, Almadinah Store. Kan waktu itu Bukalapak dan Tokopedia lagi gencar dikampanyekan. Disamping di fb buka juga di dua marketplace itu. Memang yang bisa dikerjakan baru di taraf segitu. Tapi ini menjadi pilar penting berdirinya Kipasoak, karena di titik inilah terjadi studi yang komprehensif mengenai seluk-beluk marketing online.

Karena intensif upload gambar dan rajin mbales pertanyaan-pertanyaan, yang merespon makin banyak. Cukup rame karena kita juga nyoba-nyoba beriklan di facebook.

WP.net: Langsung lancar atau masih ada kendala?

DS Priyadi : Alhamdulillah mulai lancar, tapi justru muncul masalah baru. Banyak yang nanya bisa COD gak? Outlet distronya di mana? Alamatnya dimana? Dan sebagainya, dan sebagainya. Jadi gak berkutik, karena kita semua ada di Yogya, sementara yang nanya-nanya ada di Pati. Duh mikir saya…hahaha

WP.net: Langkah apa yang kemudian ditempuh oleh teman-teman?

DS Priyadi : Ya gimana lagi ya? Hahaha… Di tingkat pengembangan begitu, urusannya dengan modal. Ini ndilalahnya yang ngumpul modal dengkul semua. Hahaha… Ya, waktu itu saya hanya bisa prihatin ya. Saya dan temen-temen ini backgroundnya kan bukan pengusaha. Naluri bisnisnya minim semua.

Tapi di titik itu ada ibrah yang bisa kita petik. Ternyata untuk mengembangkan usaha di level yang lebih serius, perlu dibangun sistem dan infrastruktur yang serius pula. Butuh sistim yang mengatur pemasarannya. Butuh sistim produksi yang bener. Butuh tata kelola keuangan yang rapi. Butuh sistem maintenance konsumen yang baik. Dan outlet mau gak mau mesti ada karena itu bagian performa yang mendukung nilai kredibilitas usaha.

Karena yang komen-komen bolak-balik nanya soal itu lagi: Outlet distronya ada dimana? Alamatnya mana Gan? Bisa COD gak Luuur? Lama-lama temen-temen pada improve menjawab: Outlet untuk Pati sedang kita survei Gan. Nanti segera kita kabari.

Lhaaah?! Saya kaget. Temen-temen saya panggil semua. Saya sampaikan kalau jawaban itu tidak baik. Soalnya kita kan gak survei apa-apa. Saya bilang gak boleh menyampaikan sesuatu yang tidak kita kerjakan. Saya minta semua teman-teman untuk tetap jujur dan bersabar walaupun kita dalam keadaan yang tersulit.


Outlet Kipasoak di Jalan Supriyadi 41a Pati

Reaksi teman-teman?

DS Priyadi : Ya langsung pada lemes ya. Trus jarang ngumpul-ngumpul lagi. Yang aktif mencounter upload-upload tinggal Abdullah Jamil, adik saya itu tadi. Ya karena dia gak ada kegiatan lain.

Akhirnya saya pulang ke Pati. Rumah saya di Talun ya. Disamping sungkem ibu, bermaksud cari utangan ke beberapa kerabat atau teman. Tapi masalahnya saya ini payah orangnya. Gak pede kalau cari utang. Seringkali gak keluar omongan begitu ketemu orang yang dituju. Tapi ya saya paksakan. Saya belajar presentasi. Saya sampaikan prospeknya dengan data dan statistik yang kita dapat dari fb. Tapi ya siapa yang percoyo ya? Waktu itu kebutuhan untuk awal cukup besar. Sewa ruko saja untuk lokasi strategis di Pati 30 sampai 40 juta. Hadeeeeh, nggak mbayanginlah.

Tapi alhamdulillah, akhirnya saudara-saudara pada urunan. Pada kasian sama saya mungkin ya. Hahaha. Mulailah saya lihat-lihat ruko. Terakhir dapat ruko di Jl. Supriyadi, yang sekarang itu. Nah, Karena sudah ada tokonya, nama kita bikin fix menjadi Kipasoak. Jadi tidak Almadinah Store lagi. Ceritanya begitu.

WP.net: Ini kan akhirnya Kipasoak punya outlet di Jalan Supriyadi No.41a. Sengaja pilih disitu mas?

DS Priyadi : Lha yang murah disitu e. Kan agak ke pinggir itu lokasinya. Logika saya, kalau lokasi sulit kan ya tinggal sabar dan telaten saja menerangkan pada yang nanya. Tapi banyak yang kuatir, kok bikin toko di situ? Waktu itu ngeper juga saya.

WP.net: Awal awal buka usaha biasanya ada kendala kan? Bagaimana dengan Kipasoak?

DS Priyadi : Kendala selalu ada ya. Dan itu wajar. Sudah kita sadari sebagai proses. Kipasoak ini kan belum lama. Start operatifnya pertengahan 2015. Sementara kita gak sekedar bikin toko. Kita ini kan bikin brand. Merek. Beda dengan outlet-outlet yang kulakan barang jadi. Di tahun pertama, disamping suntuk studi produksi, juga puasa gak dapet gaji. Gak cuma puasa, malah mensubsidi juga. Ada subsidi ganda di sini. Disamping subsidi gaji karyawan, juga subsidi operasional dan produksi.

Paling berat adalah pada fase enam bulan pertama. Dalam proses branding product kan baru masuk timeline introduksi. Pengenalan. Toko masih sepi. Hanya ada satu dua orang yang datang.

Baru di enam bulan kedua orang-orang pada ngerti. Itu pun belum rame ya. Tapi mulai ada income walaupun kecil. Kita rada pede karena ada progress. Tahun kedua manajemen mulai menyisihkan laba untuk bayar utang dan memutarnya untuk menambah kuantitas produksi. Nah, sekarang ini Kipasoak masuk di tahun ketiga. Dan alhamdulillah, sambutan masyarakat luar biasa ya. Statistik penjualan naik terus. Agenda selanjutnya adalah product developement, upgrade manajemen supaya lebih rapi, dan juga membenahi infrastruktur.

Bersambung :  KIPASOAK: Spirit Lokal, Beraksi Global

Reporter: Revan Zaen / adv

 

BISNIS Pati Sosok UMKM

Filosofi Unik dan Trik Bisnis Ala Owner Cafe & Resto Asy Syifa Goedang Kapoek Juwana

JUWANA. Yuliam Tio Candra, remaja berusia 24 tahun asli Juwana, pengusaha kuliner sekaligus owner Asy Syifa Goedang Kapoek Juwana berbagi trik bisnis dan filosofi bisnisnya. Disela sela acara hunting photo & music accoustic di resto yang tepat berada di depan SMAN 1 Juwana, Mas Tio berbagi trik dan filosofi bisnisnya.

Mas Tio menceritakan bahwa manajemennya selalu melakukan evaluasi utamanya menu. Jika ada hidangan dari pelanggan yang tersisa maka harus ditemukan penyebabnya. Apakah terlalu pedas, asin, atau lainnya. Ini dijadikan evaluasi agar dapat memberikan layanan kepada pelanggannya. Hasilnya, kini mereka merekrut satu profesional chef dan satu bartender agar cita rasanya konsisten.

Satu yang tak pernah lepas darinya adalah doa dan support dari keluarga, terutama ibunya, Hj. Suarsih. Bahkan, sang ibu turun langsung untuk membantu meningkatkan mutu dan layanan cafe dan resto yang tetap mempertahankan nama Goedang Kapoek, di bangunan peninggalan Belanda ini.

Mas Tio dan Ibu Sih, kompak jalani bisnis kuliner di Juwana melalui cafe dan resto Asy Syifa Goedang Kapoek Juwana

Kepada wartaphoto.net, Ibu dan Anak ini kompak tentang filosofi bisnis yang dianutnya utamanya cara memandang keberadaan kompetitor bisnis.

“Sebenarnya siapapun yang masuk ke dunia bisnis pasti menginginkan keuntungan. Terlebih bisnis kuliner di Juwana dan Pati yang saat ini sedang bergeliat. Namun, kita tidak mengejar harus memenangkan persaingan. Tidak itu. Kita ingin sama sama jalan, sama sama laku, wong rejeki sudah diatur oleh Gusti Allah,” ungkap ibu Hj. Suarsih (Bu Sih) tentang filosofi bisnisnya.

“Kami mendapat banyak pengalaman dan saran juga kritik dari pelanggan sehingga kami lakukan berbagai inovasi seperti merenovasi tempat yang kini menjadi asri, dengan tata dekorasi dan lampu yang menarik namun tetap nyaman,” kata Mas Tio

Resto yang direnovasi ulang oleh dekorator profesional dari Punk Nggonane Art, Raci Batangan ini, juga ditambahkan fasilitas bermain anak yang aman, live musik tiap malam minggu, juga fasilitas hotspot yang memadai untuk pelanggan. Nama Asy Syifa sendiri dipilih mas Tio supaya bisa menjadi tempat yang menyembuhkan dan menyegarkan kembali sesuai arti As Syifa adalah obat.

“Alhamdulillah sudah selesai direnovasi, kini lebih fresh, nyaman untuk keluarga, komunitas, nongkrong dan lainnya. Kedepan, kami akan senantiasa menjaga kualitas makanan, dan pelayanan yang baik. Sehingga cafe dan Resto Asy Syifa Goedang Kapoek ini bisa dikenal oleh masyarakat bahkan tidak hanya Juwan, tapi juga luar daerah,” terang mas Tio.

Resto dan Cafe Asy Syifa Goedang Kapoek ini buka mulai pukul 11.00 WIB hingga 22.00WIB. Tersedia berbagai makanan khas bakaran dengan bumbu trasi Juwana yang dikenal sedap. Menu favorit pengunjung diantaranya nasi goreng, iga bakar, ikan bakar, dorang kerapu, gurame, dorang juga sejumlah chinese food seperti kwetiaw, sapo tahu, bakmi. Sementara minuman di Asy Syifa Goedang Kapoek sangat lengkap dan variatif.

“Kami ingin dikenal masyarakat hingga luar daerah kalau di Juwana juga ada cafe dan resto segala usia yang tempatnya nyaman, asri, enak dan terjangkau,” pungkas Mas Tio, disertai anggukan dari sang Ibu.

Reporter: Nafir, Arton

Editor: Revan Zaen

BISNIS Kuliner Pati

Manjakan Pelanggan, Resto dan Cafe Goedang Kapoek Juwana Kini lebih Fresh dan Instagramable

Nyaman, asri,luas, dengan dekorasi yang instagramble adalah kesan yang langsung muncul ketika anda memasuki cafe & resto Asy Syifa Goedang Kapoek Juwana. Awalnya, resto ini bernama Resto dan Kopi GK Gedang Kapoek. Resto yang terletak di Depan SMA N 1 Juwana dengan tampilan baru yang lebih segar ini disoft launching pada 24 Desember 2017 lalu.

Yulian Tio Candra atau Mas Tio selaku owner dari Asy Syifa Goedang Kapoek mengungkapkan mengapa nama ini dipakai.

“Pertama Gedang Kapoek itu kan nama sejarah. Yang dulunya goedang kapoek itu gedung miliknya Belanda. Orang Juwana rata-rata mengenalnya. Maka dari itu, setelah kami jadikan cafe & resto kami tetap tidak meninggalkan sejarah kami sertakan pada nama tempat ini,” kata laki-laki 24 tahun lulusan SMA 2 Pati ini.

Menu andalan resto goedang kapoek diantaranya nasi goreng, iga bakar, ikan bakar, dorang kerapu, gurame, dorang. Tapi khasnya kita pakai trasi Juwana yang dikenal enak.

Bersama ibunya, Hj. Suarsih, Mas Tio akhirnya memutuskan untuk merombak total restonya dari yang semula dengan tampilan sederhana menjadi jauh lebih menarik.

“Awalnya kita ndak sengaja ya bikin usaha resto ini. Namanya juga tempat makan baru jadi awalnya ada banyak kendala. Misalnya market yang kurang lancar, masakannya, tempatnya dan beberapa kendala lainnya. Kami evaluasi semuanya lalu kami perbaiki dan ambil solusinya. Akhirnya kami putuskan untuk membuat tempat ini jauh lebih nyaman, sehingga enak menikmati hidangan,” ujar Ibu Sih

“Ini sedang kami kembangkan chinese food,seperti kwetiaw, sapo tahu, bakmi dan beberapa menu chinese food lainnya yang akrab di lidah orang Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu untuk minuman tergolong lengkap, mulai dari jus, kopi, susu, milk shake dan masih banyak lagi.

Berbagai program baru pun dilaunching setelah dekorasinya berubah total. Termasuk manajemennya. Mereka merekrut chef baru dan satu bartender. Asy Syifa Goedang Kapoek juga memiliki program live music tiap malam minggu. Kemudian di salah satu sudutnya disediakan area bermain untuk anak-anak.

“Intinya kami ingin terus berinovasi untuk memanjakan konsumen. Nyaman tempatnya, cocok rasanya. Kami sediakan juga free wifi untuk pengunjung. Jadi untuk kumpul kumpul anak muda juga sangat cocok. Begitu juga dengan keluarga” ungkap Mas Tio.

Parkir di resto dan cafe yang berlokasi di depan SMAN 1 Juwana ini sangat luas. Selain di depan resto, disamping resto terdapat tempat parkir yang sangat luas. Belasan mobil bisa parkir bersamaan ditempat ini. Jam buka resto keluarga ini mulai jam 11.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Punk Nggonane Art

Mas Bedik, Punk Nggonane Art, seniman yang mendekorasi ulang Asy Syifa Goedang Kapoek

Konsep perubahan total ini diserahkan kepada profesional.

“Jadi kami minta tolong desain Mas Bedik dari Punk Nggonane Art, supaya tempat saya ini jadi enak, nyaman, buat anak anak ngobrol, refreshing,” kata Ibu Sih.

Ibu Sih sendiri awalnya tak mengenal sosok mas Bedik yang sudah dikenal profesional dalam merenovasi berbagai rumah, resto, cafe bahkan salon di Pati bahkan sampai luar jawa. Tetap dengan konsep traditional furniture (handmade).

“Awalnya saya nanya ke orang saya, ada nggak orang yang biasa desain interior. Tempatnya dulu yang datar datar saja, sekarang asri nyaman. Jadi pengunjung bisa menikmati hidangan sekaligus refreshing,” imbuhnya.

“Mas bedik menawarkan konsep dan budgetnya, saya lihat desainnya kok ya lumayan, ada beberapa yang ditawarkan trus kami pelajari trus saya setuju. Akhirnya seperti ini, lebih asri dan nyaman,” ungkap Ibu Sih, puas.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

BISNIS Inspirasi Bisnis Sosok

Ainur Rosyidah Owner Brand Pilasophia, Nikah Muda Lalu Rintis Usaha Bermodal Sisihkan Uang Belanja

Tren busana muslim yang terus bergeliat ternyata menjadi celah usaha bagi Ibu rumah tangga berputri satu ini. Adalah Ainur Rosyidah (24th) pemilih brand pilasophia yang memproduksi busana muslimah nan simpel elegan ini berkisah pada wartaphoto.net tentang awal mula membuat brand pilasopia.

Sekilas, model model desain pilasophia memiliki kemiripan dengan desainer desainer busana muslimah ternama seperti Ria Miranda, Jenahara, mapun Dian Pelangi. Sama sama memilih polanya simpel elegan. Meski demikian, harga yang dipatoknya jauh lebih terjangkau.

Ainur Rosyidah dan suaminya

“Awalnya dulu pertengahan semester 3 kuliah di UII kemudian disuruh pulang orang tua untuk nikah. Ya nikah muda lah istilahnya. Nah, yang namanya masih muda kan ya jiwannya nggak mau stagnant, langsung jadi ibu rumah tangga saja. Apalagi basicnya orang tua juga wirausaha semua,” tutur Ainur.

Wanita yang kini tinggal di Growong Kidul Juwana ini hanya mengikuti passion yang ada di dirinya.

“Dulu lihat mbak mbak cantik cantik, busananya bagus bagus, itu beli bajunya dimana ya. Trus kalau saja lihat lihat kain, lihat lihat baju baju kok seneng ya, terus saya ikuti passion itu,” lanjutnya

Wanita yang kini tercatat masih menjadi mahasiswa Universitas Muria Kudus jurusan Psikologi ini awalnya hanya menjadi reseller busana busana muslimah ternama dari rumah maizan.

“Ya aku lama lama berfikir, kenapa nggak sekalian aja aku produksi sendiri, desainku sendiri lalu aku masukkan kesitu, biar mereka yang mendistribusikan,” kata ibu dari Ahla Shofia Azhar

“Produk pilasophia sendiri mengambil segmennya anak kuliah hingga ibu-ibu yang style nya tetap muda nggak keibu-ibuan banget. Warnanya khas pilasophia nggak mencolok. Kalau nggak hitam, gradasi ke coklat, pokoknya warna-warna kalem gitu.Kalaupun memakai  warna terang tapi tetap yang nggak mencolok misalnya kuning mustard. Karena aku sendiri nggak suka ya”, kata wanita yang bersuamikan Muhammad Shiddiq Zuhdi, Dosen Universitas Ma’had Ali Sarang Rembang.

Dirinya memilih pangsa anak muda dan ibu ibu yang punya selera elegan dan nggak suka warna warna yang norak. Menurutnya, Ibu ibu yang nge hits itu untuk acara yang nggak formal itu suka yang kalem.

Owner brand pilasophia berfoto di depan kediamannya

Penjulan produk produk pilasophia mengutamakan online sehingga bisa menjangkau seluruh Indonesia. “Kalau yang offline ya sekitar juwana saja. Tapi utamanya memang online. Kami terus inovasi,mimpi saya akan dimiliki seluruh wanita di Indonesia. Pun kalau misalnya offline kan budget juga harus besar, desain interior, cari yang jaga.  Makanya kami juga mulai menganggarkan iklan buat ngangkat (brand pilasophia-red),” jelasnya sambil menunjukkan salah satu akun penjualan di Instagram dengan nama pilasophiastore

Ditanya tentang rencana membuat penjualan offline Ainur mengungkapkan bahwa ada rencana membuka tapi di Pati kota. Jadi minat pasar dan desainku lebih banyak.

Uniknya, wanita yang suka berselancar di pinterest dan instagram  ini ternyata awalnya tidak menganggarkan khusus modal untuk mengawali usaha.Pun tak meminjam modal dari perbankan. Dirinya hanya mengumpulkan keuntungan sebagai reseller. Namun modal utama sesungguhnya ada dari menyisihkan uang belanja yang diberikan suaminya.

“Ya kalau dikasih uang belanja suami, sisanya saya investasikan ke pilasophia, lama-lama ya berkembang. Karena saya yakin, uang dari nafkah suami itu ada berkah di dalamnya,” tuturnya.

 

Reporter: Nafir, Arton

Editor: Revan Zaen

BISNIS Komunitas Pati

Komunitas Bukalapak Pati Adakan Kopdar di Gunungpanti Winong, Bahas Trik Sukses Dropship

Kopdar Komunitas Bukalapak Pati di Desa Gunung Panti

WINONG. Minggu (17/12), belasan pelapak Bukalapak mengadakan Kopdar (Kopi Darat) di Gunungpanti Kecamatan Winong. Kopdar yang diagendakan tiap bulan oleh Komunitas Bukalapak Pati, pada kali ini diadakan di kediaman Eko Puji, salah satu anggotanya.

 

Meskipun lokasi jauh dari pusat kota, antusias para pelapak cukup tinggi. Bahkan, Pelapak dari Kudus, juga turut hadir untuk ikut berbagi pengalaman dan trik melejitkan penjualan di salah satu market place terkemuka di Indonesia ini.

Raymond atau yang dikenal dengan nama Edmon, yang merupakan officer bukalapak sekaligus penggerak pelapak ini menjadi narasumber yang membagikan banyak trik sukses berjualan online. Tema yang dikupas kali ini adalah tentang metode dropshipper sekaligus metode penjualannya agar laris di Bukalapak.

“Dulu, pernah suatu ketika mendekati agustusan, saya datang ke penjual bendera di tepi jalan di Jalan Diponegoro Pati kemudian minta ijin motret dan tanya-tanya harga. Boleh di jual ulang tidak? setelah diijinkan, saya foto dan edit edit sedikit di aplikasi Photoshop dan corelDraw lalu lempar ke Bukalapak. Ternyata, belum lama sudah mendapat pesanan 10-15 pcs. Langsung saya telfon bapaknya (penjual lapak tepi jalan -red) dan mulailah margin keuntungan mengalir,”cerita Raymond.

Selain menceritakan awal mula bergabung dengan Bukalapak, dirinya juga membagikan trik agar barang yang di jual menjadi laku, dan metode penetapan harga terbaik. Lelaki yang dulu pernah bekerja sebagai di salah satu toko audio mobil di Pati ini mengajarkan bahwa pelapak harus tegas ngasih harga. Jangan malah mengikuti harga kompetitor.

Raymond, penggerak pelapak komunitas Bukalapak Pati

“Sudah tidak zamannya lagi banting harga untuk menghadapi persaingan, pelapak harus percaya diri dengan harga yang ditetapkan,”  katanya.

Sulistyawan, salah satu koordinatir komunitas Bukalapak Pati mengungkapkan jika agenda kopdar akan berpindah pindah ditempat masing-masing pelapak yang bersedia, supaya selalu ada suasana baru.

Kesan positif disampaikan salah satu peserta kopdar yakni Roni asal Pucakwangi saat diwawancarai reporter wartaphoto.net.

salah satu peserta yang baru saja bergabung pertama kali bersama komunitas Bukalapak Pati ini mengatakan bahwa .

“Acaranya asik dan bermanfaat. Banyak ilmu yang disampaikan oleh narasumber dan dari sana saya mengerti kelemahan lapak saya dan kemudian akan melakukan perubahan sesuai yang disarankan,” katanya.

Acara yang diadakan dilokasi yang tak jauh dari situs kedipaten parang garudo di Desa Gunungpanti ini ditutup dengan tukar kado, dilanjutkan foto bersama.

 

Reporter: Nafir

Editor: Revan Zaen

Berita BISNIS Technology

Fitur kid space OPPO A71, Bikin Ponsel Aman Dari Ulah Usil si Kecil. Tertarik? Ini Detailnya!

Pemilihan ponsel atau smartphone masing-masing pengguna sangat bervariasi. Fokus penggunaan yang berkaitan dengan aktivitas sehari hari menjadi pertimbangan tersendiri. Terlebih jika di rumah atau sekeliling Anda banyak anak kecil yang ketika berinteraksi dengan ponsel Anda justru membuat aplikasi menjadi acak acakan.

Lebih bahaya lagi jika di ponsel Anda terdapat aplikasi pembayaran non tunai seperti pay pal atau ATM mobile.Salah-salah, niat menyenangkan si kecil misalnya dengan menonton video youtube justru malah rugi gara-gara tak sengaja memencet berbagai aplikasi.

OPPO A71 menawarkan keamanan pembayaran digital melalui fitur safety pay dan safety keyboard. Pada layanan safety pay, OPPO akan melakukan pemindaian untuk meyakinkan bahwa sistem pembayaran tersebut telah aman, fitur ini akan aktif ketika mendeteksi aplikasi pembayaran seperi Pay Pal ataupun aplikasi perbankan.

OPPO A71 memberikan fitur safety keyboard yang merupakan aplikasi keyboard yang memastikan melindungi data pribadi yang bersifat rahasia seperti password.

Selain itu, OPPO A71 juga ditanam fitur kid space. Fitur ini sangat berguna untuk membatasi penggunaan perangkat ponsel oleh anak – anak. Jika diaktifkan, fitur ini akan membatasi permainan atau aplikasi dalam ponsel untuk mengirimkan SMS berbayar. Selain itu fitur ini dapat membatasi penggunaan koneksi selular.

Fungsi lain fitur ini juga dapat menghalangi anak – anak untuk memodifikasi sistem seperti melakukan instalasi aplikasi atau menghapus aplikasi. Terlebih saat bermain game terkadang muncul iklan aplikasi yang biasanya asal dipencet oleh si kecil.

Orang tua juga dapat mengatur durasi pemakaian ponsel dan mengatur limitasi terhadap aplikasi – aplikasi yang dapat diakses oleh anak.

“OPPO memang salah satu pabrikan ponsel pintar asal Tiongkok yang kini mulai menjadi promadona. Kualitasnya handal jadi memang di konter kami, Media Komunika, OPPO salah satu yang banyak dicari pelanggan,” kata Mas Nono, Owner Medkom Pati.

Bagaimana dengan Spesifikasinya?

Dari sisi fitur umum, OPPO A71 cukup gayeng. Memiliki RAM 2GB, prosesor 8 inti dan sistem operasi Android 7.1 Nougat dengan antarmukaColorOS 3.1 membuat operasional ponsel Anda melupakan rasanya ponsel lemot.

“Silakan datang ke Medkom Pati untuk mendapatkan OPPO A71, smartphone terbaru untuk kelas menengah. Dengan harga 2.299K. Datang saja ke Media Komunika, Jalan Supriyadi 101, Depan Hotel Rama Pati. Teko rene wae langsung tak kasih harga bagus,” kata Mas Nono pemilik Medkom Pati, Konter Gede Harga Mede.

  • Desain Body dengan balutan full metal dengan 2,5D screen
  • Konektivitas 4G LTE
  • Dual SIM Standby
  • Layar 5.5 inchiI dengan resolusi HD 720 x 1280 pixels
  • Sistem operasi android v7.0 Nougat dan antarmuka Color OS 3.2 yang menyuguhkan beragam fitu-fitur menarik seperti halnya Split Screen, Night Modedan Smart Gesture.
  • Dilapisi pelindung layar Corning Gorilla Glass 4
  • Kamera depan 5 MP lengkap fitur Screen Flash kamera belakang beresolusi 13 MP video hingga kualitas fullHD 1080p.
  • Memori internal 16 GB RAM 2GB
  • Prosesor Mediatek MT6750T dengan 8 inti-core
  • Baterai 3000 mAh cukup untuk seharian
  • Memiliki Oppo Share, yang memungkinkan pertukaran data antar-perangkat kian mudah dan cepat ketimbang Bluetooth.

“Selain A71 kami juga memiliki ponsel yang paling pas buat Anda. Mumpung kami sedang ada promo banjir hadiah akhir tahun. Kami tunggu ya,” imbuh Mas Nono.

Reporter: Nafir

Editor: Revan Zaen

BISNIS Pati Technology

Ini Dia Panduan Memilih Casing HP Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Perkembangan Smartphone sepertinya tidak akan pernah sepi. Berbagai tipe terus berlomba memperbarui fitur dan kualitasnya. Salah salah, smartphone yang baru saja Anda beli dua minggu lalu akan terasa seperti sudah dimiliki 2 bulan lalu. Tapi, tak perlu minder atau tidak percaya diri dengan tampilan handphone di tangan yang sudah terasa cukup lama dimiliki. Pilih saja casing yang tepat supaya penampilan gadget anda kembali baru, enak digenggam, dan makin kece.

Mas Nono dari Media Komunika (Medkom), Pusat penjualan Handphone dan asesoris terlengkap di Pati yang berada di Jalan Supriyadi 101 Pati menuturkan bahwa kebanyakan kostumer yang datang memilih handphone tidak sekedar asal cocok atau muat.

“Kebanyakan pelanggan kesini (Medkom Pati –red) saat memilih casing tidak lagi memilih yang sekedar asal diberi casing. Lebih dari itu, mereka memang menyukai trend casing yang kebetulan kami banyak stok. Casing boneka dan casing magnetic banyak yang request,” ujarnya

Casing/ case pada awalnya diciptakan memang untuk menghindarkan benturan keras yang berpotensi merusak fungsi dari Handphone. Namun, makin kekini, fungsinya menjadi bertambah. Diantaranya:

  • Mempercantik tampilan handphone
  • Memudahkan saat digenggam
  • Mengamankan handphone dari benturan atau resiko terjatuh
    Menghambat suhu panas dari handphone saat dipegang atau dikantongi
  • Membuat handphone terlihat lebih berkelas

Nah, berikut panduan memilih casing handphone agar mudah ketika membeli atau mencarinya.

Hardcase
Hardcase adalah jenis casing berbahan keras dan biasanya terbuat dari bahan yang keras seperti alumunium dan plastik fiber. Dengan teksturnya yang keras dan tampilannya yang agak mengkilap, jenis casing hp yang satu ini akan membuat handphone kamu akan terlihat lebih kokoh dan elegan.
Kelebihannya, smartphone akan aman dari benturan dan panas suhu handphone tidak terasa di tangan. Meskipun Anda gamers.
Kelemahannya, rentan akan retak dan pecah saat terkena benturan keras seperti jatuh ke lantai.
Softcase
Jika smartphone kamu membutuhkan perlindungan yang lebih, softcase bisa jadi pilihan yang paling tepat. Casing handphone yang satu ini tergolong sebagai jenis casing yang paling banyak diminati saat ini. Bahannya teruat dari karet, silikon dan busa yang dilapisi dengan kain ataupun kulit.
Kelebihan: softcase memiliki kemampuan yang sangat baik untuk menahan benturan dengan meredam benturan tersebut. Keset saat disentuh disentuh.
Kekurangan, softcase ini cenderung mudah kotor sehingga lama kelamaan warnanya akan berubah. dan tidak mampu mengalirkan panas dengan baik karena sifatnya menahan panas dan tidak mengalirkan panas ke luar.
Flip cover
Flip cover merupakan jenis casing handphone yang menutup bagian belakang sekaligus bagian depan sehingga bisa juga berperan sebagai pelindung layar. Bagian depannya terbuat dari bahan kulit atau kain berbusa, sementara bagian belakang terbuat dari plastik fiber.
Kelebihan: Mudah melihat jam, dan notifikasi lain tanpa membuka / flip bagian depan.
Kekurangannya: Saat pemasangan harus melepas back casing atau tutup belakang dari handphone kamu dan menggantinya dengan bagian belakang flip cover.
Folio case
Sama halnya dengan flip cover, selain melindungi bagian belakang, jenis casing handphone yang satu ini juga dapat sekaligus berfungsi sebagai pelindung layar. Bedanya, untuk menggunakan casing ini, kamu tidak perlu melepaskan back casing smartphone kamu. Folio case ini juga bersifat universal dan bisa digunakan untuk beberapa tipe smartphone, selama ukuran dan dimensinya sama,.
Kelebihan, bisa dipakai untuk menyimpan karti nama dan uang karena memiliki saku. Terbuat dari bahan leather atau kulit sintesis yang lembut, sehingga mampu menahan benturan.
Kekurangan, akan terasa tebal sehingga harus dilepas jika hendak menggunakan tongsis.
Pouch case
Jenis casing smartphone yang satu ini juga sering disebut dengan sarung HP. Yup, pouch case sebenarnya lebih berfungsi sebagai tempat penyimpanan handphone selama tidak digunakan, misalkan saat sedang disimpan di dalam tas. Nah pouch case ini akan melindungi smartphone kamu dari goresan benda-benda lain yang ada di dalam tas. Biasanya casing jenis ini terbuat dari busa yang dilapisi dengan kulit sintesis di bagian luarnya.

 

Di Pati, salah satu toko yang menyediakan casing dengan banyak pilihan dan terlengkap bisa Anda jumpai di Media Komunika Pati, Jl. Jalan Supriyadi 101 Pati, depan Hotel Rama Pati.

“Kami siapkan case favorit Anda dengan mode dan warna yang paling pas buat Anda. Selain itu juga ada berbagai asesoris seperti headphone, earphone, tongsis, dll. Jadi ketika Anda berbelanja di Medkom Pati, selain mendapatkan Handphone berbagai merek dengan harga termurah dan terlengkap di Pati. Iso nego barang sisan,” kata mas Nono, owner Medkom Pati

Reporter: Nafir

Editor: Revan Zaen

BISNIS

Perajin Bantal Asal Pati, Meriahkan HUT RI ke 72 Dengan Aneka Bantal Bertema Merah Putih

PATI . Momen peringatan Hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72 rupanya tidak disia-siakan oleh perajin bantal berbahan dakron asal Desa Kedungbulus, Gembong-Pati. Mereka membuat kreasi bantal bertema merah putih dan kemerdekaan.

Muryati perajin bantal di desa tersebut mengungkapkan, sebelum bulan Agustus lalu dirinya sudah mulai memproduksi bantal dengan tema kemerdekaan. Tak disangka justru permintaan akan bantal ini pun meningkat.

“Awalnya saya hanya mencoba berinovasi untuk membuat bantal dengan tema ini. Setelah saya pasarkan ternyata bantal ini banyak peminatnya,” ungkapnya saat ditemui, Minggu (5/8) kemarin.

Dirinya menjelaskan, dalam momen 17 Agustus ini ia memproduksi tiga jenis bantal, yaitu bantal bulat dan kotak bertema merah putih dan bantal bergambar pahlawan nasional.

“Ada 3 jenis, tapi yang paling banyak peminatnya adalah gambar bergambar pahlawan. Kebanyakan mereka membeli untuk souvenir,” jelasnya.

Tidak hanya pasar lokal Pati saja, dirinya pun juga mendapat banyak pesanan bantal dari berbagai daerah lainnya. Tak tanggung-tanggung bahkan setiap hari karyawannya pun juga ikut lembur untuk mengerjakan pesanan bantal merah putih tersebut.

“Sehari bisa memproduksi puluhan lebih bantal, itu tidak hanya untuk kebutuhan di Pati melainkan juga daerah lainnya,” katanya.

 

Muryati berharap, dengan membuat bantal dengan tema kemerdekaan ini bisa meningkatkan rasa nasionalisme ditengah masyarakat.

“Paling tidak kita juga ikut memeriahkan hari kemerdekaan. Salah satunya ya dengan membuat bantal kreasi dengan tema nasionalisme seperti ini,” pungkasnya.

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

 

 

BISNIS UMKM

Expo Koperasi dan UMKM 2017 di Joyokusumo, Pestanya Pelaku Ekonomi Rakyat Pati

Bupati Haryanto angkat pamelo bageng, salah satu produk umkm asli pati yang ikonik

PATI – Gelaran Expo Koperasi Dan Bazar UMKM yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten Pati berlangsung meriah. Agenda besar bagi pelaku UMKM di Pati ini dalam rangka memperingati hari koperasi ke 70 ramai dikunjungi ribuan masyarakat.

“Dalam bazar ini ada 140 unit usaha baik flora fauna, Konfeksi , Kerajinan dan batik serta produck unggulan Kab Pati, dan juga usaha UMKM,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten Pati, Singgih Purnomojati

potong pita pembukaan expo UMKM 2017

Lebih lanjut, Singgih Purnomojati  saat ditemui setelah pembukaan bazar di halaman parkir stadion Joyokusumo Pati, Sabtu (17/06) mengatakan bahwa Antusias masyarakat yang hadir lantaran ingin berburu produk unggulan dan produk murah dari para UMKM di Pati

Keberadaan Expo tahun ini yang bertepatan dengan menjelang lebaran juga sangat membantu menstabilkan ekonomi, yang biasanya harga kebutuhan Pokok naik. Karena dalam expo ini juga ada yang menjual berbagai kebutuhan pokok.

Selain menjual berbagai produk dalam expo tahun ini pihaknya juga membuat berbagai kegiatan yang bisa diikuti oleh semua lapisan masyarakat.

“Ada berbagai acara yang menarik , donor darah, olah raga, santunan anak yatim dan berbagai lomba yang akan menjadi daya tarik dari pagelaran ini,” imbuhnya.

salah satu stand kreasi flora dan kreasi busana daur ulang sampah

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto yang hadir langsung mengatakan, bahwa Kegiatan seperti ini sangat bagus karena bisa mempromosikan produk unggulan Pati.

“Kita mempunyai banyak produk yang bagus, dengan adanya bazaar seperti ini yang tidak tahu produk unggulan Kabupaten Pati bisa menjadi tahu,” pungkasnya

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen