Home Archive by category Budaya

Budaya

Budaya Pati

Karnaval Imlek 2018 Pati, Gambarkan Kerukunan Hargai Perbedaan. Pati Tetap Aman

Pati. Karnaval imlek Bumi Mina Tani tahun 2018 yang merupakan puncak rangkaian perayaan imlek di Pati begitu meriah. Ribuan warga sudah menunggu di ruas-ruas jalan beserta anggota keluarganya. Sejak beberapa tahun lalu, memang acara Tahun Baru orang Tionghoa di Pati menjadi momen indah kebersamaan antar umat bergama.

Tahun Baru Imlek sendiri merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh.

Saat karnaval ditampilkan pawai baju adat nuasantara, leong samsi, barongsai, karakter sun go kong, Biksu Tong, Pat Kai dan Wu Ching pun ada. Tak ketinggalan drum band kebanggaan Pati, Bahana Swara turut meramaikan acara. Reog ponorogo lengkap dengan waroknya. Peserta berasal dari Pati, Kudus, Semarang, dan terjauh dari SMK Assaadah Gresik yang membawa marching band plus dengan kostum karnivalnya.

 

“Kami sudah berangkat dari kemarin mas, trus menginap di salah satu hotel disini. Senang bisa ikut meramaikan imlek di Pati,” kata Nur salah satu peserta dari Gresik.

Raut bahagia juga nampak pada Bu Winda, warga Kayen yang datang bersama putranya. “Aku ngajak dek Dhika ini mas, katanya mau foto sama barongsai yang lagi berdiri. Alhamdulillah sudah kesampaian,” katanya.

Bahkan ketika acara imlek dibuka di kawasan Klenteng Hok Tik Bio, berbagai agama saling membantu dan saling menikmati indahnya kebersamaan. Mereka yang beragama Islam, Hindu, Budha, Konghucu, Katolik, Kristen  tak segan membantu kelancaran acara ini. Acara ini bahkan dijadikan salah satu jalan bisnis dan memamerkan hasil karya UMKM dengan diadakan expo dan bazar.

Berbagai lomba mulai dari menggambar, mewarnai, lomba rebana, lomba foto, hingga santunan yatim semuanya dilaksanakan dengan hikmat tanpa ada rasa saling curiga. Pun, pihak klenteng selalu menyediakan makanan yang bebas disantap oleh siapapun yang hadir.

Ganjar Hadir.

Ketika karnaval sudah sampai di alun alun Pati, Ganjar Pranowo yang sedang cuti dari posisi sebagai Gubernur  Jawa Tengah ikut menonton dan akhirnya bergabung bersama rombongan bupati dan wakil bupati Pati. Nampak pula politisi PDIP seperti Imam Suroso, dan Kokok (Soetarto Ontersa).

Acara yang dibuka di Jembatan Kalidoro yang baru saja rampung dipugar ini berakhir di alun alun Pati. Ganjar sempat menyapa warga Pati dan mengingatkan untuk menjaga persatuan dan tangkal berita hoax.

Sementara Bupati Haryanto berharap semoga dengan perayaaan Hari Imlek 2018 ini, kita memohon kepada tuhan yang maha kuasa, Kabupaten Pati makin baik, toleransi antar umat beragama di Pati dan Indonesia terjaga.

Reporter: Nafir, Arton

Editor: Revan Zaen

Budaya Pati

Pasar Imlek Bumi Mina Tani 2018 Resmi Di Buka. Ada 7 Acara Seru Selama 7 Hari

PATI. Bupati Pati Haryanto didampingi Wakil Bupati Pati Saiful Arifin serta Forkompimda Pati resmi membuka festival pasar imlek di Klenteng Hok Tik Bio komplek Pecinan Pati pada Jumat (10/02/2018).

Turut hadir dalam pembukaan acara tersebut , Dandim Pati Letkol Arm Arief Darmawan, Sekda Pati Haryono, Waka Polres Pati Kompol Nyamin, Anggota DPR RI Imam Suroso, Anggota DPRD Pati Soetarto Oentarso, Anggota DPRD Nining Wahyuningati , Kyai Happy Wong serta Gusdurian Pati.

Prosesi pembukaan perayaan imlek 2018 dibuka dengan prosesi pemotongan pita berwarna merah ini menandai bahwa festival pasar Imlek 2569 resmi dibuka.

Acara kegiatan tahun baru lmlek sendiri diawali dengan kegiatan kerja bakti di lingkungan klenteng Hok Tik Bio. Menurut jadwal, festival ini akan dilaksanakan beberapa kegiatan baik yang berkaitan dengan pasar imlek maupun kegiatan lintas agama. Diantaranya:

  • 10/02/2018 ,lomba menggambar
  • 11/02/2018, donor darah dan pengobatan gratis di GOR gotong royong Pati
  • 12/02/2018, Dilanjutkan dengan ramah tamah dengan anak yatim antar umat beragama) ,
  • 13/02/2018, operasi katarak gratis kerja sama Kick Andy Foundation, TNI, Polri, Gusdurian Pati,
  • 14/02/2018, ramah tamah dengan santri,
  • 15 /02/2018, lomba rebana dan resepsi
  • 16/02/2018, pada puncaknya kirab budaya keliling kota Pati

“Nanti akan diadakan lomba menggambar tempat ibadah sesuai dengan agamanya masing masing, jadi di antara situlah kita melatih anak bangsa untuk menjadi saling toleransi. Lomba rebana juga ada yang di ikuti 30 peserta kerja sama dengan Ansor Pati, Resepsi, dan antar umat beragama. Terakhir nanti tanggal 13/02/2018 ada operasi katarak gratis kerja sama Kick Andy Foundation. Pada puncak acara adalah pawai budaya, di situlah bahwa Indonesia berbeda beda tapi tetap satu NKRI,”ungkap Edi Siswanto

“Festival ini diharapkan mampu menciptakan pembauran antara masyarakat etnis tionghoa dengan masyarakat lokal setempat, sehingga tercipta suatu kehidupan yang harmonis dalam kebersamaan. Pasar Imlek ini diharapkan mampu menjadi sarana untuk menumbuhkan persatuan dan kesatuan serta meningkatkan kerukunan warga Pati. Sehingga antara etnis Thionghoa dan warga masyarakat setempat bisa saling hidup berdampingan rukun dan damai,” terang Haryanto, Bupati Pati.

Tak hanya itu, Bupati Haryanto juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan pasar imlek 2018 ini hingga terlaksana dengan aman damai dan lancar.

Berbagai stand kuliner, fashion, kerajianan, layanan masyarakat bisa dinikmati oleh masyarakat umum. Sejak dibuka tanggal 10/02/18 hingga 7 hari berturut-turut sebanyak 60 pedagang resmi, dan 200 lapak berkumpul menjadi satu. Mereka berasal dari Jakarta, Jogyakarta, Surabaya dan sekitar Jawa Tengah

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

 

Budaya Jateng Pati

Membanggakan, Gadis Asal Kropak Winong Terpilih Menjadi Duta Batik Jawa Tengah 2018

Berawal dari ketertarikanya di dunia modeling serta aktif dalam mengikuti kegiatan lomba model dibeberapa kota seperti Pati, Kudus,dan Semarang, Devia Martha, akhirnya meraih prestasi gemilang ditingkat Jawa Tengah. Minggu malam (28/01/2018) di Wisma Perdamaian , Jl. Imam Bonjol 209 Pendrikan Lor Semarang, gadis cantik asal kabupaten Pati Jawa Tengah akhirnya terpilih menjadi Duta Batik Jawa Tengah 2018 dalam ajang pemilihan Duta Batik Jawa Tengah 2018 yang

Roesmelia Devia Martha, gadis asli Desa Kropak Kecamatan Winong bercerita bagaimana keras perjuanganya demi meraih cita-cita mulai dari mencari tumpangan menuju lokasi kontes, hingga menabung untuk biaya keperluannya.

“Alhamdulillah saya dapat juara 3 dalam ajang pemilihan Duta Batik 2018 ini dan nantinya akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti ajang yang sama,” ungkapnya gadis kelahiran 1 Mei 1998.

“Saya tidak menyangka bisa lolos dan menang, soalnya persaingannya ketat sekali. Mulai dari awal babak penyisihan, dari peserta 50 diambil 20 terbaik hingga 10 besar dan akhirnya saya lolos dapat juara 3. Dan semua ini berkat dukungan mama yang menjadi motivasiku untuk selalu mendampingi hingga di babak final,” sebut Deviana Martha.

Selain menggeluti dunia modeling, anak kedua dari tiga bersaudara yang pernah menyabet juara 1 lomba model kategori Gaya Putri Azenia dan juara 1 Best Performe di kota Kudus ini juga memiliki hobi renang dan travelling bercita-cita ingin menjadi model ditingkat nasional.

Putri dari Ibu Rusmiyati salah satu bidan di kecamatan Winong ini mengaku ingin sekali mengexplore batik nusantara selain untuk mengenalkan batik lebih dekat ditingkat nasional bahkan dunia.

 

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

 

Berita Budaya Pati

Masjid Besar Juwana Bersholawat. Bupati Singgung Pembangunan Landmark dan Masjid yang Berimbang

Juwana – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pengurus Masjid Besar Juwana Al Mukarrohmah menggelar Gema Sholawat bersama Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf, Sabtu (13/01/2018). Acara yang juga dihadiri Bupati Pati H.Haryanto ini mengambil tema dengan sholawat hidup menjadi hikmat.

“Acara yang digagas remaja masjid, Ansor serta Banser Juwana ini sudah lama diimpikan dan baru kali ini bisa terwujud. Hal ini tidak luput dari ketekunan serta kerja keras semua pihak yang terlibat,” tutur Hamzawi, ketua panitia.

Selain memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, ujar Hamzawi, acara ini juga untuk syukuran ulang tahun masjid Besar Al Mukarromah.

“Acara ini kami adakan di dalam masjid dengan maksud untuk memakmurkan masjid dikarenakan masjid adalah tempat pembinaan umat. Semoga dengan bersholawat ini bisa memberikan contoh kepada anak-anak muda baik ansor, banser yang saat ini sudah menyatu. Semoga anak-anak muda tidak terkena efek negatif terutama narkoba, benturan-benturan dikalangan anak muda dan tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada jamaah atas sumbanganya sehingga terlaksananya acara tersebut, ” harapnya.

Ribuan jamaah yang hadir nampak  begitu khidmad saat melantunkan gema sholawat yang dipimpin oleh Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf. Dalam tausiahnya, Habib Ali berpesan supaya kita harus senantiasa mencintai Rosulullah lebih dekat agar terjalin sebuah ikatan antara kita dan Rosulullah.

“Dalam acara sholawat ini, kita tidak hanya pandai bersholawat tapi juga pandai membangun ikatan kita kepada Rasulullah, habis acara ini mari kita kenalkan Nabi Muhammad SAW kepada anak-anak, istri dan saudara-saudara kita dan semuanya. Insyaallah rumah tangga kita menjadi keluarga yang sholeh yang punya hubungan dengan Nabi Muhammad SAW, ” pesan Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf.

Pembangunan di Pati

Bupati Pati H.Haryanto yang hadir bersama Camat Juwana Teguh Widyatmoko,anggota DPRD Pati Haryono, Ketua Majelis Wakil Cabang NU Juwana serta takmir masjid besar Juwana mengungkapkan rasa terima kasihnya.

“Alhamdulillah melalui proses yang sangat panjang bertahun-tahun akhirnya proses renovasi masjid Juwana akhirnya mendekati proses selesai dan bisa kita tempati. Rumah Allah yang kita bangun bersama sama hampir seluruh masyarakat Juwana akhirnya bisa terwujud, kita mengucapkan bersyukur semua pihak yang telah memberikan infaq, amal jariyahnya, ” terang Bupati Pati H.Haryanto.

Bupati Pati H.Haryanto dalam sambutanya mengaku sangat bersyukur kepada Allah karena masih diberikan nikmat umur panjang sehingga bisa bersama-sama mengadakan sholawatan di masjid Juwana ini.

Haryanto menambahkan bahwa dirinya tidak hanya membangun landmark dan ikon (monumen-red) besar yang yang ada di Pati. Namun masjid, mushola juga dibangun di Kabupaten Pati ini. Harapannya  supaya masyarakat Pati akan lebih tambah keimanannya lebih cinta kepada Rasulullah.

“Hampir dimana-mana masyarakat bersholawat, tidak hanya jamaah orang tua yang bersholawat tapi jamaah pemuda juga banyak yang bersholawat sehingga mudah-mudahan dengan rasa cinta kita kepada Rasulullah diberikan syafaatnya,” tuturnya.

Alhamdulillah kondisi Kabupaten Pati yang cukup kondusif saling bersatu padu walaupun ada perbedaan politik namun tak menjadi perpecahan, ” pungkasnya.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Berita Budaya Rembang

Nonton Wayang di Alun Alun Rembang, Menteri Susi Tertawa Terbahak

REMBANG –  Kamis malam (06/12/2017) Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Rembang. Kunjungan  kali ini untuk menghadiri pagelaran seni dan budaya wayang kulit semalam suntuk yang bertempat di alun-alun Rembang dengan dalang Ki Enthus Susmono (Bupati Tegal).

Keisengan dan keusilan Dalang Ki Enthus memang cukup dikenal. Menteri Susi dan seluruh hadirin tak kuasa menahan tawa dengan sindiran dan slengekan ala Ki Enthus. Bahkan menteri susi dibuatkan terpingkal pingkal.

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti tertawa lepas saat menonton wayang di alun alun Rembang

Tak ketinggalan, Menteri Susi juga mengajak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menaiki helikopter dan memotret keindahan pesisir laut Rembang dari udara. Ganjar bercerita bahwa menteri Susi sangat kagum ketika melihat puluhan kapal nelayan berjajar rapi, hingga melihat pulau kecil yang indah.

“Tadi Bu Susi mampir ke Semarang dan kemudian menculik saya untuk ikut ke Rembang, saya bonceng helikopter milik bu Susi dan diajak berkeliling diatas laut Rembang sambil memotret kapal-kapal nelayan dan ada pulau kecil yang indah, beliau sangat kagum,” ungkap Ganjar.

Dalam sambutanya menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjelaskan bahwa acara budaya ini memang sudah direncanakan sejak beberapa bulan lalu.

“Acara ini digelar sebagai rasa syukur atas berdaulatnya laut Indonesia.Dan ini memang sudah saya rencanakan sejak 2 atau 3 bulan lalu. Saat saya melaksanakan acara budaya yang sama dikampung saya di Pangandaran. Dan saya berfikir saya juga bisa melakukan hal yang sama ditempat yang lainnya, karena ini sebagai rasa syukur kita semua yang sudah berhasil menghalau dan menenggelamkan kapal-kapal asing penangkap ikan di laut kita ” jelas Susi.

 

Ditempat yang sama bupati Rembang Abdul Hafidz juga mengungkapkan kegembiraanya dengan adanya acara ini, beliau mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu menteri Susi dan rombongan, Pak Gubernur dan rombongan, serta seluruh pejabat terkait hingga kepada masyarakat Rembang yang terdiri dari 14 kecamatan 294 desa/kelurahan semakin sejahtera dan maju.

Budaya Pati

Sego Kepel Godong Jati, Salah satu kekhasan Haul Raden Hariyo Suwongso, Yang Selalu Dinantikan Warga

TAMBAKROMO. Peringati haul Raden Hariyo Suwongso Kyai Ageng Wot Sinom dan Raden Karto Wiryo Suwongso,pada Rabu (06/12/2017) berlangsung semarak. Ribuan warga Sinomwidodo Tambakromo mengikuti kirab budaya dialnjutkan pembagian seribu nasi kepel, nasi tumpeng dan gunungan hasil bumi.  Gunungan tersebut telah dipersiapkan oleh panitia dari lima perdukuhan.

Kepala Desa Sinomwidodo Kasmuri, AMd, menjelaskan bahwa Raden Hariyo Suwongso merupakan keturunan Brawijaya ke 5. Sedangkan Raden Karto Wiryo Suwongso adalah keturunan Bupati Sragen yang pertama.

Selain untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW kegiatan ini juga untuk mendo’akan dan menghormati leluhur yang sudah meninggal serta menjaga tradisi budaya.

warga berebut sego kepel yang dipercaya mengandung berkah

 

“Ini merupakan wujud kerukunan warga kami yakni warga Sinomwidodo Tambakromo untuk saling mempererat tali silaturahmi dalam sebuah agenda besar. Hari ini (Rabu,06/12) adalah puncak acara haul Raden Hariyo Suwongso yang ke 5 dan haul Raden Karto Wiryo Suwongso yang pertama dan alhamdulillah warga sangat antusias” ucapnya.

Uniknya, acara yang dihadiri oleh KPH Sungkoyo Mangunkusuma beserta punggawa keraton Surakarta ini juga dihadiri oleh warga dari berbagai daerah.

Sebut saja Bu Kanti (52th), warga Todanan Blora yang mengaku sudah datang ke Tambakromo sejak hari Selasa. Dirinya mengaku sengaja untuk menghadiri acara haul dan menantikan pembagian nasi kepel yang khas dengan bungkusan daun jati.

“Saya datang kesini kemarin mas, bermalam disini dan juga ikut pengajian maulud nabi, haul dan dari pagi sudah mengantri untuk mendapatkan sego kepel. Alhamdulillah dapat baru sekali ini saya ikut mas, semoga bisa membawa berkah,” tuturnya.

Acara diakhiri dengan sarasehan dan ramah-tamah di Balai Desa Sinomwidodo.

 

Reporter: Arton

Editor: A.Muhammad

 

Budaya Pati

Karnaval Haul Mbah Brojosekti, Pendiri Desa Dukuhseti Hadirkan Puluhan Marching Band dan Kreasi Kostum

DUKUHSETI. Ribuan masyarakat Dukuhseti antusias ikuti karnaval dalam rangka memperingati haul Mbah Brojosekti pada hari Minggu ( 03/12/2017 ).

Dengan berbagai kreasi serta kostum unik peserta karnaval mengikuti acara dengan tertib, tak hanya itu masyarakat juga mendatangkan puluhan marching band dari berbagai daerah agar acara semakin meriah.

Yuli salah satu warga Dukuhseti menuturkan bahwa sengaja datang untuk menyaksikan kirab dan karnaval haul Mbah Brojosekti karena ingin melihat kemeriahan yang biasanya sangat ramai dengan peserta yang sangat banyak dan ada marching band yang menjadi idola warga Dukuhseti yaitu AMNI Semarang.

Meh ra uman aku mas, dalane macet usel-uselan,terus montore tak titipno aku ndusel pingin weruh dramben Amni

( hampir tidak kebagian saya mas, jalanya macet berdesak-desakan,lalu motor saya titipkan saya merangsek ingin lihat drum band Amni) jelasnya.

Kegiatan kirab dan karnaval pada Minggu siang kemarin adalah rangkaian dari kegiatan haul Mbah Brojosekti yang oleh warga diikenal sebagai pendiri desa Dukuhseti.

Sebelumnya, acara juga diawali dengan tahlilan siswa-siswi sekolah dari SD hingga SMK, tahtimul qur’an hingga burdah.

 

Reporter: Syafiq WD

Editor: A.Muhammad

Budaya Pati

Kirab Haul ke 29 Ki Ageng Ngerang Juwana Meriah. Bupati Haryanto Membuka dengan Sholawat

JUWANA – Dalam rangka memperingati haul ke 29 Ki Ageng Ngerang Juwana dan Maulid Nabi, Minggu (3/12) siang, warga Desa Trimulyo, Juwana antusias ramaikan acara kirab budaya.

Peserta kirab terdiri dari pembawa dupa, pasukan marching band, pasukan berkuda, komunitas adat, pembawa pusaka, pembawa payung, pembawa klambu, gunungan, pemraga Ki Ageng Ngerang dan murid  muridnya, kereta kencana, aparat desa dari rombongan yang berjumlah 17 RT.

“Alhamdulillah dari semua RT yang berjumlah 17 punya inisiatif sendiri – sendiri tidak ada paksaan dari kepanitiaan sehingga  bisa ikut memeriahkan acara maulid nabi dan Haul Ki Ageng Ngerang ini, semoga kedepannya nanti  bisa meriah lagi demi untuk kebaikan desa kami,” tutur Purnawi Ketua Panitia.

Sejumlah panitia haul mengikuti kirab Ki Ageng Ngerang Juwana, Minggu (3/12).

Pihaknya berharap semoga putra – putra wayah Ki Ageng Ngerang bisa syiar agama Islam khususnya di desa Trimulyo dan di Kabupaten Pati.

Rombongan peserta kirab dan karnaval dilepas oleh Bupati Haryanto dengan bacaan sholawat. Dalam sambutanya, Haryanto mengatakan memperingati Haul Ki Ageng Ngerang sebagai rasa hormat dari masyarakat pada sesepuh atau pejuang yang telah berjuang kemajuan agama dan pemerintahan pada waktu dahulu.

Bupati Pati Haryanto Buka Haul Ki Ageng Ngerang Trimulyo Juwana Dengan Bacaan Sholawat

Haryanto juga berharap mudah-mudahan setiap tahun dengan memperingati haul Ki Ageng Ngerang ini mendapatkan barokah, berkah dari Alloh SWT diberikan selamat, kemulyaan dan rejeki yang linuweh.

Di sepanjang jalan utama yang dilalui rombongan peserta kirab, warga begitu antusias untuk melihat dan mengabadikan lewat ponselnya, beberapa warga mengaku senang dikarenakan tiap peserta menampilkan beberapa seni dan budaya.

lki lo apik Mas, yang memperagakan murid-murid Ki Ageng Ngerang, busananya seperti Wali Songo,” kata Ning salah satu warga.

Karnaval Haul Ki Ageng Ngerang Juwana dimeriahkan kreatifitas warga.

Nantinya, puncak acara haul Ki Ageng Ngerang pada Kamis (07/12) akan diadakan lelang kelambu dan pengajian akbar yang menghadirkan Gus Mus dan keluarga keraton Surakarta. Selanjutnya juga ada salawatan yang menghadirkan Habib Ali Assegaf dari Jepara.

Reporter : Arton

Editor      : Anwar M.

Budaya Pati

Keseruan Warga Berebut Gunungan “Tradisi Meron” Sukolilo Yang Dipercaya Membawa Berkah

SUKOLILO- Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan raya Sukolilo dalam upacara ritual Meron, Sabtu ( 02/12/2017. Acara ritual meron tahun ini berpusat di masjid Agung Sukolilo. Warga setempat berdatangan membawa tumpeng  untuk didoakan. Tumpengan tersebut yang dipercaya bisa membawa berkah.

Tradisi meron merupakan agenda tahunan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat kabupaten Pati. Bahkan tradisi turun temurun ini sudah ditetapkan oleh pemerintah dan mendapatkan sertifikat sebagai warisan budaya tak benda pada tanggal 28 Oktober 2016 tahun lalu.

Sebagaimana disampaikan Abdul Qodir,dari Yayasan Meron Indonesia bahwa tradisi meron sendiri telah diakui sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.

Ia menambahkan bahwa pada tahun ini partisi masyarakat semakin besar hingga mengadakan selamatan disetiap perdukuhan hingga puncaknya semuanya mengarak gunungan yang berjumlah 14 gunungan. 

Puncaknya, warga berebutan gunungan yang di percaya dapat menyembuhkan penyakit, dan membawa keberkahan bagi yang bercocok tanam dan kepercayaan lainnya.

Karjiyem (56th) warga Sukolilo menuturkan bahwa acara ini memang sudah ditunggu sejak lama seperti tahun-tahun yang lalu untuk terus melestarikan budaya dan juga mengambil keberkahan. 

“Iki aku mau rebutan ntok nasi mas iso di enggo nek sawah ben panene ora gagal, entok godong ringin, janur. Karo kembang mas jare iso nyembuhno penyakit, ” ungkap bu karjiyem sumringah saat ditemui reporter wartaphoto.net

(Ini tadi saya dapat nasi bisa dibawa ke sawah, semoga tidak mengalami gagal panen. Dapat daun beringin, janur, dan janur. Katanya bisa menyembuhkan penyakit red)

 

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad

Budaya

Gubernur Jateng dan Bupati Pati Adu Kebolehan Perankan Lakon Ketoprak dalam Rangka HUT ke 46 KORPRI

Memperingati hari KORPRI ke 46, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Pati Haryanto, Wabup Pati Saiful Arifin unjuk kebolehan mementaskan lakon ketoprak di Alun-alun Pati, Jumat (24/11/2017) malam.

Ganjar Pranowo ikut bermain ketoprak bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memerankan Panembahan Senopati Wiyandono. Bupati Pati Haryanto berperan sebagai Ki Papuan, sedang Wabup Pati Saiful Arifin sebagai Patih Sandang Rogo.

Bupati dan Wabup Pati kompak memainkan lakon ketoprak masing masing dalam Projo Budoyo

Selain itu nampak pula Dandim Pati yang berperan sebagai Ki Ageng Kali Jambe dan Kapolres Pati yang berperan sebagai Ki Ageng Gondang Rejo. Setda Pati Suharyono berperan sebagai Ki Ageng Tasik Madu serta masih banyak lagi peran yang dilakonkan forkopinda Pemkab  Pati dan Pemprov Jateng.

Bupati Pati Haryanto menuturkan bahwa pagelaran ketoprak yang diikuti pejabat Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Pati itu, menjadi bagian dari upaya untuk nguri-uri tradisi dan kebudayaan Jawa, terutama ketoprak. Tujuannya supaya seni ketoprak bisa memberikan edukasi di tengah perkembangan globalisasi yang begitu pesat. Melalui pelestarian ketoprak, Haryanto menilai budaya adiluhung Jawa tidak akan punah.

Gubernur Jateng turut hadir melankonkan Panembahan Senopati Wiyandono dalam pagelaran ketorpak dalam rangka HUT ke 46 KORPRI

Ketoprak kolaborasi Pemkab Pati dan Pemprov Jateng  (Projo Budoyo) ini mengambil lakon Sumilaking Pedhut Ing Bumi Mataram.

“Kisah cerita Sumilaking Pedhut Ing Bumi Mataram (Ronggo – Romo) bercerita tentang pembelotan Adipati Wirabumi (Pajang) yang  tidak terima saudaranya yakni Sutawijaya menjadi Raja Mataram,” terang Wabup Pati Saiful Arifin yang ditulis pula di dinding Instagramnya @massaifularifin.

Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lebih menyoroti masalah kelestarian seni ketoprak agar menjadi tontonan sekaligus tuntunan.

“Ketoprak selain berfungsi sebagai tontonan, juga memberikan tuntunan kepada masyarakat. Saya berharap, kesenian ketoprak di Kabupaten Pati terus lestari,” kata Ganjar.

Selain dari kalangan pejabat pemerintah, hadir pula seniman seniwati kondang diantaranya Yati Pesek, Gareng Semarang, dan Ki Dalang Warseno Slank. Penampilan mereka di atas panggung menarik perhatian lebih dari seribu penonton.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen