Home Archive by category Inspirasi Bisnis

Inspirasi Bisnis

BISNIS Inspirasi Bisnis Sosok

KIPASOAK: Spirit Lokal, Beraksi Global

Di tengah banjir bandang brand mayor yang kian hari kian memenuhi pusat-pusat pertokoan, sebuah brand indie, Kipasoak, tiba-tiba muncul ke permukaan dan mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat Pati. Dengan penuh percaya diri Kipasoak mengusung tema lokal yang sederhana menjadi istimewa. Logat jagongan sehari-hari khas wong Pati seperti Gagego, ‘Ra Ndandeh, Santai Ae Go, Ramekakat, Piye Leh, Engkak Engkek, Pati Cilik Ngangeni ditransformasikan dalam desain kaos yang bernuansa segar dan kekinian.

Menuntaskan wawancara sebelumnya, Inspirasi “Dosis Tinggi” dari Owner Kipasoak, DS Priyadi, reporter wartaphoto.net kembali berkesempatan berbicara panjang lebar dengan beliau, mengorek lebih dalam lagi narasi di belakang layar Brand KIPASOAK, sbb:

Kipasoak ingin berkontribusi membantu city branding kota Pati melewati konsep desain yang mengokohkan identitas masyarakatnya

WP.net: Pangsa pasar Kipasoak adalah kaos lokal Pati dengan muatan konten lokal. Mengapa?

DS Priyadi : Ya tadinya kita nggak terlalu memikirkan pangsa pasarnya. Fokusnya memulai saja. Karena kebetulan saya orang Pati, maka buat kaos Pati. Artinya secara sosial-budaya saya tentu lebih menguasai materi yang akan disajikan dalam desain-desainnya.

Disamping juga, local content itu kan aset kreatif. Utamanya karena terkait dengan identitas atau karakter suatu masyarakat. Kita ini kan rapuh sekali dalam memerhatikan soal identitas. Padahal itu menjadi instrumen kebudayaan yang memiliki peran penting untuk bisa bergaul dengan masyarakat lain. Negara yang maju semua memiliki agenda identity building. Jepang, Cina, Korea… kan kita gampang mengenali mereka? Dengan begitu mereka gampang pula mempergaulkan kepentingan-kepentingannya.

Agenda identity building ini dibutuhkan supaya masyarakat terlatih memiliki sikap dan kepercayaan diri yang memadai. Kalau tidak ya cuma bernasib menjadi debu-debu proyek global negara-negara Barat. Ujung-ujungnya kita menjadi bulan-bulanan pasar mereka.

Pati mestinya punya agenda khusus yang concern di situ. Karena saya lihat pembangunan wisata marak di mana-mana. Kalau cuma ikut-ikutan ya nanti kurang ada wibawa.

WP.net: Lalu, yang ingin dicapai Kipasoak, melihat potensi ini?

DS. Priyadi : Secara ideal, yang ingin dicapai Kipasoak dengan pangsa pasar lokal Pati, setidaknya kami bisa turut berkontribusi dalam agenda identity building tadi. Minimal bisa menstimulus kalangan muda dengan membantu city branding melewati media populer kaos.

WP.net: Baik, tentunya Kipasoak memiliki target market tersendiri. Sejauh mana jangkauan pemasarannya? Lalu, metode pemasaran yang dipilih Kipasoak seperti apa?

DS Priyadi : Untuk jangkauan sementara ini kita fokuskan dalam radius 25 mil dari oulet Pati sebagai epicentrumnya. Dalam radius itu, wilayah pinggiran Rembang, Purwodadi dan Kudus sudah terjangkau. Insyaallah tahun ini kita akan coba luaskan radiusnya pada wilayah Karesidenan. Syukur-syukur bisa lebih luas dari itu ya.

Metode Pemasaran kombinasi antara online dan offline. Keduanya dijalankan secara simultan. Namun, Kipasoak tidak pakai rule tertentu sebagai patokan metode pemasaran. Jadi situasional sesuai hasil review dan pertumbuhannya.

Ya singkatnya, naluri saja lah. Lha saya dan tim ini rata-rata gak pada sekolah ya. Tapi kalau saya cermati yang kita pakai sekarang polanya mirip-mirip metode pemasaran rimba-raya.

WP.net: Metode rimba? Seperti apa itu Mas?

DS Priyadi : Hahaha. Yang ini no comment dulu ya. Wong ini juga baru coba-coba. Kemarin kita lihat hasilnya kok bagus? Trus dikembangkan. Tapi bagi yang serius pingin tahu, bisa nonton film Top Secret Billionaire. Inspiratif sekali bagi yang mau buka usaha. Di situ semua pertanyaan lengkap terjawab.

WP.net: Oke oke, lalu kami lihat desain Kipasoak ini kan unik, ada sentuhan khas , bisa disebutkan siapa kreator desainnya

DS. Priyadi : Ya bareng-bareng lah. Ada tim kecil. Kalau clue nya dari saya. Semacam artistic director ya. Saya ngobrolin tema, terus nanti ada yang mengajukan desain. Desain jadi, kita review. Utamanya dari perspektif artistik dan komunikasi visualnya.

Kecuali untuk beberapa seri quote, karena itu perlu penalaran yang lebih jauh. Jadi seperti workshop. Soal tema atau style yang dipilih, kita bicarakan bersama. Termasuk kita mendata seluruh masukan-masukan yang dilontarkan konsumen.

WP.net: Ternyata bertahap dan detail juga prosesnya. Nah, Kalau boleh tahu, owner Kipasoak apakah orang Pati semua?

DS Priyadi : Iya, orang Pati semua. Kan ya cuma saya dan adik-adik saya. Kita semua urunan modal dan bareng-bareng membesarkan. Awalnya ingin ada investor yang kita ajak. Tapi pada gak mau. Gak yakin. Ya sudah, jadinya usaha keluarga. Kalau sekarang banyak yang pingin invest. Tapi sejauh ini bisa dicover keluarga. Saya pribadi merasa lebih nyaman begini. Mengembangkan pelan-pelan, memutar dari yang sudah ada saja. Kecil-kecilan ndak papa.

Kalau tim kerja ya banyak, dari mana-mana. Dan saya berterima kasih kepada semua rekan dan sahabat yang dengan sabar dan kerja keras terlibat upaya merintis usaha ini.

Kolaborasi keluarga. Iswati sebagai manager distro sementara kakaknya Abdullah Jamil menangani divisi produksi

WP.net: Secara struktur bisa dirincikan Mas?

DS Priyadi : Ya secara struktur pimpinannya saya. Yang menangani produksi Abdullah Jamil. Manajemen distronya Iswati. Dwi Saputro mensupport pengembangan produk dengan urunan modal. Muhammad Latif juga terlibat membantu.

WP.net: Yang terakhir nih Mas. Mungkin bisa kasih tips berwirausaha bagi pembaca wartaphoto.net?

DS. Priyadi : Hahaha… Nggak pede Mas. Ini kan saya juga masih belajar. Tapi berdasar pengalaman saya dan teman-teman yang masih belajar ini, apa yang ingin kita mulai, bismillah saja. Mulai saja. Itu yang pertama. Dan itu yang paling penting.

Yang kedua, ya mesti sadar proses. Artinya kita mesti sabar ya. Karena segala tujuan tak ada yang bisa seketika, pasti menempuh tahapan-tahapannya. Nah yang ketiga, mesti menyadari pula bahwa dalam proses membina usaha itu tidak terus-menerus mulus, pasti akan ada kendala-kendala.

Sehingga ketika sedang ditimpa problem-problem, kita tidak putus asa, karena sudah menyadarinya. Tetap saja ditelateni dan dijaga semangatnya. Tetap intens dan konsisten. Dalam terminologi agama, apa ya, istiqomah itu ya. Keempat, mesti banyak bergaul dengan orang-orang bisnis. Biar kecipratan ilmunya. Soale, paradigma orang yang business oriented itu berbeda. Kita belajar sesuatu yang beda itu, yang kita gak punya.

Nah, itu semua kan upaya membangun konstruksi lahirnya ya. Ini sebagai hardware atau wasilah rejekinya. Softwarenya, atau konstruksi ruhaninya juga jangan lupa. Karena yang memiliki rejeki adalah Rabb kita, kita mesti terus mengupgrade ketaatan kita, bermohon petunjuk serta kemudahan dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Dengan menjaga ensamble tim, Kipasoak bersama-sama merumuskan dan mereview kreasi-kreasi yang dituangkan dalam desain

Wawancara SebelumnyaInspirasi “Dosis Tinggi” Dari DS Priyadi, Owner KIPASOAK

 

Reporter: Revan Zaen/ adv

BISNIS Inspirasi Bisnis Sosok

Inspirasi “Dosis Tinggi” Dari DS Priyadi, Owner KIPASOAK

Dirintis sejak pertengahan 2015, brand kaos lokal dengan penggarapan maksimal “Kipasoak” kini mulai menampakkan hasil. Berbagai desainnya laku keras dan kini menjadi salah satu merchandise yang membuat pemakainya makin bangga dengan tanah kelahirannya, Pati Bumi Mina Tani.

wartaphoto.net mendapat kesempatan berharga,  berbincang ringan namun penuh inspirasi dengan owner Kipasoak, Mas DS Priyadi, mengenai brand kaos paling ngehits di Pati saat ini. Jatuh bangun, terus berinovasi hingga membawa banyak teknologi yang dipelajari di Yogyakarta untuk membangun Brand lokal Pati.

Berikut petikan wawancara kami, eksklusif untuk pembaca wartaphoto.net

WP.net: Bisa diceritakan awal mula berdirinya Kipasoak?

DS Priyadi : Di rumah Yogya kan temen-temen sering pada ngumpul. Ada yang seneng ngobrol saja, ada pula yang terlibat membantu usaha desain dan cetak saya, Baraka Grafika. Berhubung Baraka Grafika lagi sepi, yang bantu-bantu pada nganggur, termasuk saya. Nah, sesama pengangguran ini akhirnya pada ngerumpiin problem jualan online yang lagi dirintis oleh Abdullah Jamil, adik saya. Tokonya diberi nama Almadinah Store. Jual jilbab, baju koko, peci, semacam itu. Model dropship gitu. Bukan barang sendiri atau kulakan.

Al Madinah Store tersebut sudah ditekuni selama 3 bulanan. Tapi belum ada sinyalemen bisa berkembang secara signifikan. Belum ketemu rumusnya, bagaimana usaha dropship yang demikian bisa diseriusi sebagai usaha jangka panjang. Padahal kalau menilik cerita-cerita kan banyak yang sukses ya. Saya jadi ikut penasaran dan nggabung juga. Lalu saya usulkan, kenapa gak coba bikin produk sendiri?

Singkatnya, akhirnya nyoba jualan kaos Pati. Dibuatlah satu dua desain. Ning modale sopo yang mau dipake untuk produksi? Kabeh konco di sini lagi berstatus bokek. Hahaha. Meski begitu sama Abdullah Jamil desain yang sudah ada diuploud. Waktu itu desain pertama, Pati Cilik Ngangeni. Di kasih keterangan: Pre-Order. Hahaha… biasalah, bahasa marketing orang gak punya modal.

DS Priyadi (paling kanan kaos abu) bersama sahabat-sahabatnya berfoto di depan outlet Kipasoak.

WP.net: Responnya?

DS Priyadi : Nah itu, ternyata respon dari konco-konco di Pati, tetangga, dulur-dulur banyak yang pesen. Wuah, bungah jadinya. Temen-temen pada rembugan nanti buat konsep begini dan begini. Tambah semangat mereka. Kalau saya dalam hati malah sedih ya. Wong saya ngerti yang order itu kan masih tataran solidaritas saja. Sekedar berempati sama sahabatnya yang mencoba berikhtiar menegakkan jalan nafkahnya.

Tapi teman-teman ini gak mikir begitu, jalan aja terus. Semangat banget. Mereka pakek kacamata kuda, gak lihat kiri kanan. Ada untung dikit diputar untuk produksi. Ada lagi puter lagi. Dan saya kesetrum semangat. Rumah mulai rame lagi. Ada kebahagiaan walaupun hasilnya masih jauh dari mencukupi. Minimal ada plan. Ada kegiatan yang produktif. Ada harapan. Dan yang utama, sudah berani memulai merealisir sesuatu yang tadinya masih dipikir-pikirkan.

Abdullah Jamil merintis Kipasoak dengan jualan online

WP.net: Waktu itu masih main di pangsa pasar online saja berarti ya?

DS Priyadi : Iya masih online saja. Ya itu tadi, Almadinah Store. Kan waktu itu Bukalapak dan Tokopedia lagi gencar dikampanyekan. Disamping di fb buka juga di dua marketplace itu. Memang yang bisa dikerjakan baru di taraf segitu. Tapi ini menjadi pilar penting berdirinya Kipasoak, karena di titik inilah terjadi studi yang komprehensif mengenai seluk-beluk marketing online.

Karena intensif upload gambar dan rajin mbales pertanyaan-pertanyaan, yang merespon makin banyak. Cukup rame karena kita juga nyoba-nyoba beriklan di facebook.

WP.net: Langsung lancar atau masih ada kendala?

DS Priyadi : Alhamdulillah mulai lancar, tapi justru muncul masalah baru. Banyak yang nanya bisa COD gak? Outlet distronya di mana? Alamatnya dimana? Dan sebagainya, dan sebagainya. Jadi gak berkutik, karena kita semua ada di Yogya, sementara yang nanya-nanya ada di Pati. Duh mikir saya…hahaha

WP.net: Langkah apa yang kemudian ditempuh oleh teman-teman?

DS Priyadi : Ya gimana lagi ya? Hahaha… Di tingkat pengembangan begitu, urusannya dengan modal. Ini ndilalahnya yang ngumpul modal dengkul semua. Hahaha… Ya, waktu itu saya hanya bisa prihatin ya. Saya dan temen-temen ini backgroundnya kan bukan pengusaha. Naluri bisnisnya minim semua.

Tapi di titik itu ada ibrah yang bisa kita petik. Ternyata untuk mengembangkan usaha di level yang lebih serius, perlu dibangun sistem dan infrastruktur yang serius pula. Butuh sistim yang mengatur pemasarannya. Butuh sistim produksi yang bener. Butuh tata kelola keuangan yang rapi. Butuh sistem maintenance konsumen yang baik. Dan outlet mau gak mau mesti ada karena itu bagian performa yang mendukung nilai kredibilitas usaha.

Karena yang komen-komen bolak-balik nanya soal itu lagi: Outlet distronya ada dimana? Alamatnya mana Gan? Bisa COD gak Luuur? Lama-lama temen-temen pada improve menjawab: Outlet untuk Pati sedang kita survei Gan. Nanti segera kita kabari.

Lhaaah?! Saya kaget. Temen-temen saya panggil semua. Saya sampaikan kalau jawaban itu tidak baik. Soalnya kita kan gak survei apa-apa. Saya bilang gak boleh menyampaikan sesuatu yang tidak kita kerjakan. Saya minta semua teman-teman untuk tetap jujur dan bersabar walaupun kita dalam keadaan yang tersulit.


Outlet Kipasoak di Jalan Supriyadi 41a Pati

Reaksi teman-teman?

DS Priyadi : Ya langsung pada lemes ya. Trus jarang ngumpul-ngumpul lagi. Yang aktif mencounter upload-upload tinggal Abdullah Jamil, adik saya itu tadi. Ya karena dia gak ada kegiatan lain.

Akhirnya saya pulang ke Pati. Rumah saya di Talun ya. Disamping sungkem ibu, bermaksud cari utangan ke beberapa kerabat atau teman. Tapi masalahnya saya ini payah orangnya. Gak pede kalau cari utang. Seringkali gak keluar omongan begitu ketemu orang yang dituju. Tapi ya saya paksakan. Saya belajar presentasi. Saya sampaikan prospeknya dengan data dan statistik yang kita dapat dari fb. Tapi ya siapa yang percoyo ya? Waktu itu kebutuhan untuk awal cukup besar. Sewa ruko saja untuk lokasi strategis di Pati 30 sampai 40 juta. Hadeeeeh, nggak mbayanginlah.

Tapi alhamdulillah, akhirnya saudara-saudara pada urunan. Pada kasian sama saya mungkin ya. Hahaha. Mulailah saya lihat-lihat ruko. Terakhir dapat ruko di Jl. Supriyadi, yang sekarang itu. Nah, Karena sudah ada tokonya, nama kita bikin fix menjadi Kipasoak. Jadi tidak Almadinah Store lagi. Ceritanya begitu.

WP.net: Ini kan akhirnya Kipasoak punya outlet di Jalan Supriyadi No.41a. Sengaja pilih disitu mas?

DS Priyadi : Lha yang murah disitu e. Kan agak ke pinggir itu lokasinya. Logika saya, kalau lokasi sulit kan ya tinggal sabar dan telaten saja menerangkan pada yang nanya. Tapi banyak yang kuatir, kok bikin toko di situ? Waktu itu ngeper juga saya.

WP.net: Awal awal buka usaha biasanya ada kendala kan? Bagaimana dengan Kipasoak?

DS Priyadi : Kendala selalu ada ya. Dan itu wajar. Sudah kita sadari sebagai proses. Kipasoak ini kan belum lama. Start operatifnya pertengahan 2015. Sementara kita gak sekedar bikin toko. Kita ini kan bikin brand. Merek. Beda dengan outlet-outlet yang kulakan barang jadi. Di tahun pertama, disamping suntuk studi produksi, juga puasa gak dapet gaji. Gak cuma puasa, malah mensubsidi juga. Ada subsidi ganda di sini. Disamping subsidi gaji karyawan, juga subsidi operasional dan produksi.

Paling berat adalah pada fase enam bulan pertama. Dalam proses branding product kan baru masuk timeline introduksi. Pengenalan. Toko masih sepi. Hanya ada satu dua orang yang datang.

Baru di enam bulan kedua orang-orang pada ngerti. Itu pun belum rame ya. Tapi mulai ada income walaupun kecil. Kita rada pede karena ada progress. Tahun kedua manajemen mulai menyisihkan laba untuk bayar utang dan memutarnya untuk menambah kuantitas produksi. Nah, sekarang ini Kipasoak masuk di tahun ketiga. Dan alhamdulillah, sambutan masyarakat luar biasa ya. Statistik penjualan naik terus. Agenda selanjutnya adalah product developement, upgrade manajemen supaya lebih rapi, dan juga membenahi infrastruktur.

Bersambung :  KIPASOAK: Spirit Lokal, Beraksi Global

Reporter: Revan Zaen / adv

 

BISNIS Inspirasi Bisnis Sosok

Ainur Rosyidah Owner Brand Pilasophia, Nikah Muda Lalu Rintis Usaha Bermodal Sisihkan Uang Belanja

Tren busana muslim yang terus bergeliat ternyata menjadi celah usaha bagi Ibu rumah tangga berputri satu ini. Adalah Ainur Rosyidah (24th) pemilih brand pilasophia yang memproduksi busana muslimah nan simpel elegan ini berkisah pada wartaphoto.net tentang awal mula membuat brand pilasopia.

Sekilas, model model desain pilasophia memiliki kemiripan dengan desainer desainer busana muslimah ternama seperti Ria Miranda, Jenahara, mapun Dian Pelangi. Sama sama memilih polanya simpel elegan. Meski demikian, harga yang dipatoknya jauh lebih terjangkau.

Ainur Rosyidah dan suaminya

“Awalnya dulu pertengahan semester 3 kuliah di UII kemudian disuruh pulang orang tua untuk nikah. Ya nikah muda lah istilahnya. Nah, yang namanya masih muda kan ya jiwannya nggak mau stagnant, langsung jadi ibu rumah tangga saja. Apalagi basicnya orang tua juga wirausaha semua,” tutur Ainur.

Wanita yang kini tinggal di Growong Kidul Juwana ini hanya mengikuti passion yang ada di dirinya.

“Dulu lihat mbak mbak cantik cantik, busananya bagus bagus, itu beli bajunya dimana ya. Trus kalau saja lihat lihat kain, lihat lihat baju baju kok seneng ya, terus saya ikuti passion itu,” lanjutnya

Wanita yang kini tercatat masih menjadi mahasiswa Universitas Muria Kudus jurusan Psikologi ini awalnya hanya menjadi reseller busana busana muslimah ternama dari rumah maizan.

“Ya aku lama lama berfikir, kenapa nggak sekalian aja aku produksi sendiri, desainku sendiri lalu aku masukkan kesitu, biar mereka yang mendistribusikan,” kata ibu dari Ahla Shofia Azhar

“Produk pilasophia sendiri mengambil segmennya anak kuliah hingga ibu-ibu yang style nya tetap muda nggak keibu-ibuan banget. Warnanya khas pilasophia nggak mencolok. Kalau nggak hitam, gradasi ke coklat, pokoknya warna-warna kalem gitu.Kalaupun memakai  warna terang tapi tetap yang nggak mencolok misalnya kuning mustard. Karena aku sendiri nggak suka ya”, kata wanita yang bersuamikan Muhammad Shiddiq Zuhdi, Dosen Universitas Ma’had Ali Sarang Rembang.

Dirinya memilih pangsa anak muda dan ibu ibu yang punya selera elegan dan nggak suka warna warna yang norak. Menurutnya, Ibu ibu yang nge hits itu untuk acara yang nggak formal itu suka yang kalem.

Owner brand pilasophia berfoto di depan kediamannya

Penjulan produk produk pilasophia mengutamakan online sehingga bisa menjangkau seluruh Indonesia. “Kalau yang offline ya sekitar juwana saja. Tapi utamanya memang online. Kami terus inovasi,mimpi saya akan dimiliki seluruh wanita di Indonesia. Pun kalau misalnya offline kan budget juga harus besar, desain interior, cari yang jaga.  Makanya kami juga mulai menganggarkan iklan buat ngangkat (brand pilasophia-red),” jelasnya sambil menunjukkan salah satu akun penjualan di Instagram dengan nama pilasophiastore

Ditanya tentang rencana membuat penjualan offline Ainur mengungkapkan bahwa ada rencana membuka tapi di Pati kota. Jadi minat pasar dan desainku lebih banyak.

Uniknya, wanita yang suka berselancar di pinterest dan instagram  ini ternyata awalnya tidak menganggarkan khusus modal untuk mengawali usaha.Pun tak meminjam modal dari perbankan. Dirinya hanya mengumpulkan keuntungan sebagai reseller. Namun modal utama sesungguhnya ada dari menyisihkan uang belanja yang diberikan suaminya.

“Ya kalau dikasih uang belanja suami, sisanya saya investasikan ke pilasophia, lama-lama ya berkembang. Karena saya yakin, uang dari nafkah suami itu ada berkah di dalamnya,” tuturnya.

 

Reporter: Nafir, Arton

Editor: Revan Zaen

Berita Inspirasi Bisnis

Sambut Semangat Sumpah Pemuda, Media Komunika Pati Luncurkan Promo Beli HP gratis HP

PATI. Pusat penjualan Handphone termurah dan terlengkap di Pati luncurkan promosI Beli HP gratis HP. Promo yang berlangsung 3 hari mulai 27,28, 29 Oktober 2017 ini sekaligus bertepatan dengan momen peringatan sumpah pemuda.

Pemuda jaman now dituntut lebih kreatif dan adaptif dalam menghadapi tantangan zaman. Kami dari Media Komunika, ingin membantu mereka yang masih ragu atau sulit menentukan pilihan saat memilih handphone untuk mendukung aktivitas kreatif harian mereka,” Ujar Mas Nono, owner Pusat penjualan handphone termurah dan terlengkap di Jl . Supriyadi 101 Pati ini.

Handphone sekarang, tidak hanya sebagai alat komunikasi tetapi mulai beralih menjadi modal berkembang dan menunjukkan eksistensi remaja. Mereka yang doyan bikin vlog, penyuka fotografi, hingga para seller online shop tentu membutuhkan smartphone yang sesuai dengan kebutuhannya. Nah, khusus 3 hari ini, mulai 27-29 Oktober 2017, silakan datang ke Medkom, ada promo Beli HP gratis HP.

Mas Nono mengungkapkan bahwa saat ini banyak pemuda yang telah memiliki penghasilan besar bahkan puluhan juta dari kerja keras dan kerja kreatifnya. Misalnya Raditya Dika, Bayu Skak, Ria Ricis hingga putra presiden, Kaesang pangarep. Mereka mampu mengembangkan diri dengan dukungan gadget yang sesuai dengan karakteristik dan optimismenya.

Mengenai bagaimana syarat dan ketentuan dari Promo beli HP gratis HP ini dirinya menjawab singkat.

“Yang jelas ini nyata, syarat dan ketentuan kami jelaskan di Media Komunika. Mudah kok, yang penting datang dulu saja. Bisa Nego juga,” Kata pemilik pusat penjualan handphone yang berlokasi di Depan Hotel Rama ini.

Berikut update harga beberapa produk terlaris di Media Komunika Pati.

PUSAT PENJUALAN HP SAMSUNG XIAOMI OPPO VIVO MEIZU COOLPAD

  • MI A1 TAM 3.199K
  • MIMAX2 4/64 3.199K
  • R.NOTE 5A 2/16 1.699K
  • R.NOTE 5A 3/32 2.199K
  • R.NOTE 4X 1.750K
  • REDMI 4A 1.240K
  • REDMI 4X 1.475K

Reporter: Nafir

Editor: Revan Zaen

Berita Inspirasi Bisnis Pati

Berencana Beli Atau Ganti Smartphone Baru? Ada Baiknya Anda Pertimbangkan 4 Hal Berikut!

Jika Anda sedang merencanakan membeli smartphone baru, tak ada salahnya Anda memperhatikan beberapa hal berikut agar Smartphone/ Handphone baru Anda sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.

1. PASTIKAN BUDGET YANG AKAN ANDA BELANJAKAN

Sebelum menetukan merek, tipe, spesifikasi, ada baiknya Anda berikan rentang harga handphone yang anda beli. Tentukan nominalnya antara berapa ratus ribu sampai berapa juta. Pastikan juga anggaran tersedia untuk pembelian asesoris seperti casing, kartu memori, powerbank atau asesoris lain yang anda butuhkan.

2. SESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN
Ada banyak alasan ketika kita memutuskan membeli HP baru. Apakah anda gamers, penyuka ponsel fotografi, vlogger, owner online shop, blogger, sosmed addict atau sekedar memiliki fasilitas aplikasi pada umumnya seperti WA, BBM, Instagram, Facebook dll. Masing-masing handphone memiliki spesifikasi atau peruntukan masing-masing.

3. SEARCHING DULU
Agar tak terlalu polos, ketika menetukan kriteria handphone, ada baiknya searching dulu. Namun jika Anda tak punya cukup waktu, Mas Nono, pemilik toko penjualan handphone terlengkap di Pati yang berada di Jl. Supriyadi 101 (Depan Hotel Rama) berbagi tips tentang beberapa hal yang patut Anda tentukan sebelum memilih Smartphone.

  • RAM dan PROCESSOR

Menentukan kondisi ponsel tetap bagus meski menjalankan banyak aplikasi dan mengurangi potensi mengalami hang. Sebaiknya pilih minimal RAM 1 GB atau diatasnya. Lebih besar lebih baik. Namun harga tentu mengikuti. Sedangkan Processor 1,2 Ghz akan lebih baik jika anda memilih Octa Core. Ini yang menentukan cepat lambatnya Ponsel Anda

  • DUKUNGAN JARINGAN:

Dukungan jaringan ini akan menentukan mubazir tidaknya spek handphone Anda. Jika daerah Anda sudah mendukung 4G maka pilihlah 4G. Namun jika belum, dukungan jaringan 4G tidaklah terlalu diprioritaskan. Terkadang, paket data yang Anda gunakan juga menjadi pertimbangan butuh tidaknya 4G atau cukup 3G.

  • KAMERA

Kamera ini biasanya menjadi sesuatu yang penting dalam pemilihan handphone baru. Anda penyuka swafoto (selfie) maka ada baiknya pilih yang memiliki fasilitas kamera depan minimal 5MP atau 8MP lebih bagus lagi. Jika Anda suka foto group, pilih yang memiliki wide screen akan cukup membantu.

  • BATERAI

Daya tahan baterai menjadi salah satu yang cukup penting. Daya tahan ini menentukan seberapa lama handphone anda bertahan sebelum diisi daya kembali. Penggunaan powerbank kadang diperlukan jika Handphone yang Anda pilih ternyata memiliki kelemahan disisi baterai.

4. TENTUKAN TOKONYA

Sebelum berangkat mencari smartphone impian Anda, Pastikan Anda membeli di pusat penjualan handphone terlengkap dan termurah di kotamu. Dengan menentukan lokasi counter/ pusat penjualan handphone terlengkap, paling tidak Anda akan menemukan beberapa alternatif handphone yang sesuai dengan kriteria diatas. Selain itu akan lebih memudahkan jika toko tersebut dilengkapi dengan asoseries dan kelengkapan lain sehingga Anda bisa menghemat waktu dan langsung puas sekali belanja bisa langsung.

Salah satu yang patut Anda jadikan referensi adalah Media Komunika, di Jl. Supriyadi 101 Pati (Depan Hotel Rama). Toko ini akan membantu Anda menemukan Smartphone impian Anda dari berbagai merek. Mulai dari Iphone, Samsung, Oppo, Xiaomi, Vivo, Meizu dengan berbagai tipe. Selain Anda bisa menemukan handphone favorit juga memiliki berbagai asesories yang lengkap mulai dari casing, tongsis, kuota data, pulsa, cetak foto hingga service.

“Soal harga, silakan cek mas, mbak, kami sampaikan harga di berbagai media sosial secara terbuka. Cek saja di FB Medkom Pati, Anda akan temukan berbagai info harga dan promo yang sedang berlaku. Sales-sales cantik dan keren kami selalu siap membantu Anda menentukan Handphone yang kamu banget,” Kata Mas Nono, Owner Media Komunika.

“Tapi kalau saran saya, segera datang saja ke Medkom Pati, karena bulan ini kami banyak promo salah satunya Tebus Murah dengan Seribu Rupiah. Anda bisa membeli asoseries pilihan cuma dengan seribu rupiah saja,” pungkasnya

Reporter: Nafir Ads

Editor: Revan Zaen

Inspirasi Bisnis Kuliner

KWT Karya Mulya Kedungbulus Ajarkan Mengolah Okra dan Kelor Jadi Makanan Ringan Bernilai Jual

Muryati (paling kanan) instruktur pelatihan pengolahan sayur okra dan daun kelor menjadi makanan ringan

PATI – Melihat  potensi lingkungan dengan sedikit menambahkan kreasi kreatif ternyata dapat memberikan penghasilan tambahan. Sebut saja Desa Kedungbulus Kecamatan Gembong Pati yang memiliki potensi tanaman sayur okra dan daun kelor. Dari dua tanaman yang biasanya dilihat sebelah mata ternyata bisa diolah menjadi berbagai makanan ringan yang bergizi dan bernilai jual.

Potensi ini dimanfaatkan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati. Mereka mengadakan pelatihan peningkatan teknologi dalam membuat makanan di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong-Pati, Kamis (12/10). Sasarannya adalah puluhan wanita anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Mulya Desa Kedungbulus.

Instruktur pelatihan, Muryati mengatakan bahwa dalam pelatihan itu, dirinya mengambil dua bahan dasar dalam membuat makanan ringan yaitu daun kelor dan sayur okra. Dipilihnya bahan itu sendiri lantaran banyak tersedia di Desa Kedungbulus.

Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Mulya Desa Kedungbulus nampak antusias mempraktikkan hasil pelatihan

“Berhubung di Desa Kedungbulus menjadi sentra budidaya tanaman sayur okra dan kelor maka dalam pelatihan ini kita menggunakan dua bahan itu,” ungkapnya.

Dalam pelatihan tersebut, Para peserta diajarkan dari awal mulai dari pemilihan bahan yang bagus hingga memprosesnya menjadi siap konsumsi.Kedua bahan tersebut pun diolah menjadi berbagai jenis makanan ringan.

“Sayur okra  kita olah menjadi makanan unthuk yuyu, kue garpu, wingko. Sedangkan untuk daun kelor kita olah menjadi bakso, dan widaran,” jelas wirausahawati sukses ini.

Dirinya berharap, dengan diberikannya pelatihan ini masyarakat bisa lebih mengetahui bahwa sayur okra dan daun kelor bisa diolah menjadi berbagai makanan. Selain itu, dirinya juga berharap masyarakat bisa memproduksi makanan ringan, bisa dijual dan mendapat penghasilan tambahan untuk keluarganya,” pungkas Pemilik CV. Mahakarya Mulya ini.

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

Inspirasi Bisnis

Warga Pundenrejo Tayu yang Menanam Timun Miyabi ini Raup Keuntungan Belasan Juta Sekali Tanam

TAYU – Timun Jepang atau yang dinamai Timun Miyabi oleh warga Pati ini sukses dibudidaya Aminudin, warga Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu. Pria 33 tahun ini sudah meraup untung belasan juta sejak menanam Agustus 2017 lalu.

Aminudin menuturkan, kali pertama menanaman timun jepang menggunakan pupuk organik. Keuntungan yang diperoleh melimpah. Bahkan, buah yang ditanam di lahannya belakang Makam Ki Ageng Kiringan Tayu itu diekspor ke Jepang.

Meskipun baru kali pertama ditanam olehnya, bisa terbilang sukses. Buah yang ditanam itu cepat berbuah karena menggunakan pupuk organik yang dibuat sendiri olehnya.

“Setelah ditanam, selang 14 hari sudah berbunga dan dalam waktu 35 hari sudah memanen buah itu. Dalam sekali panen, bisa meraup keuntungan belasan juta rupiah. Apalagi dengan pupuk organik yang saya dibuat, bisa menekan biaya perawatan dan tanaman lebih cepat berbuah,” ungkapnya kemarin.

Amin sedang memanen Timun Miyabi di Desa Pundenrejo, Tayu kemarin.

Dalam sekali tanam, bisa memanen 3-5 kali. Sekali tanam memerlukan biaya perawatan Rp 15 juta. Tapi bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp 12 juta. Perolehan itu bisa kondisional tergantung dengan cuacanya.

“Buahnya memang cukup besar. Beratnya bisa mencapai 2 kilogram lebih. Adapun panjang buah yang besar 30 cm dengan diameter 15. Harga timun jepang mulai Rp 500 – Rp 3 ribu perkilogram,” tuturnya.

Ayah satu anak ini bercerita, kali pertama menanam timun jepang karena diajak oleh salah seorang temannya, Edi warga Kecamatan Dukuhseti. Penanaman timun jepang tersebut kali pertama di Pati. Ia mendapatkan bibit timun jepang dari perusahaan di Klaten. Setelah berbuah, timun itu dieskpor ke Jepang.

Reporter : Arton

Editor     : Putri T.

Inspirasi Bisnis

Penyandang Disabilitas Yang Jago Mengukir Ini Butuh Support Alat dan Listrik

 

KAYEN – Menyandang disabilitas tak membuat Eko, warga Durensawit Kecamatan Kayen hanya berpangku tangan. Meskipun sudah mengalami lumpuh sejak usia lima tahun dan sempat putus asa hingga berfikir tak bisa berbuat apa-apa. Namun kini Eko mampu berkarya dengan ilmu yang ia dapatkan.

“Dulu untuk berjalan saja saya harus merangkak perlahan. Tapi Alhamdulillah kakek saya membuatkan tongkat dari kayu jati. Perlahan saya belajar jalan dengan menggunakan tongkat itu,” ujarnya.

Ia bercerita pada tahun 1994, sekitar umur 22 tahun juga pernah mengikuti kursus di yayasan penyandang disabilitas di Yogyakarta. Dari sanalah ia belajar banyak hal tentang kemandirian, ketrampilan dan ketahanan mental meskipun dalam kondisi apa adanya.

Tahun 1996 mengikuti program kursus ukir di Jepara. Di kota ukir itulah dia berusaha keras untuk membuat berbagai ukiran dari kayu jati.

Kini ketika sudah mahir dalam memahat dan banyak pesanan, Eko justru kekurangan dalam hal peralatan. Masih banyak peralatan ukir yang belum dimiliki sehingga dalam mengukir pun tidak bisa maksimal, apalagi ketika mendapatkan pesanan yang membutuhkan mesin.

“Saya belum punya mesin bubut, bahkan listrik saja saya masih numpang milik tetangga. Kalau saja saya punya listrik dan peralatan ukir yang memadai. Pastinya akan lebih mudah dan cepat dalam mengerjakan pesanan,” keluhnya.

Dia juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Pati bisa memberikan bantuan kepadanya, terutama untuk memenuhi kelengkapan peralatan ukir dan listrik di rumahnya. Terlebih, hasil ukiran Eko Sutiyono sudah mulai dilirik banyak orang.

Reporter: Andi Putra

Editor: A. Muhammad

Inspirasi Bisnis

Mbak Fia, Wanita Muda Yang Sukses Jalani Profesi Dokter dan Bisnis Kuliner Bersamaan

 

dr. Nurul Ummi Rofiah,M.H., dokter muda, owner The Martabak Juwana

JUWANA. Muda, energik, dan cantik adalah kesan yang nampak pertama kali jika Anda bertemu dengan dr. Nurul Ummi Rofiah,M.H. yang lebih akrab dipanggil Mbak Fia. Dokter muda yang berdinas di RSUD Rembang ini punya sisi unik. Selain menikmati pekerjaanya sebagai Dokter, Mbak Fia juga mengelola sebuah resto yang terkenal di Juwana yakni The Martabak Juwana.

“Awalnya dulu pas kecil, suka banget kalau diajak Bapak beli martabak di Juwana. Nah, pas kuliah ternyata  makin banyak referensi dan inovasi martabak yang ingin saya bikin sendiri yang khas saya. Kebetulan juga suka masak” tutur Mbak Fia, membuka cerita awal berbisnis kuliner.

Resto The Martabak Juwana yang nyaman untuk nongkrong ini beralamat di Jalan Juwana Jakenan Km 3 RT 1 RW 3 Desa KarangRejo, Juwana, Pati. Resto yang meski bernama The Martabak namun menunya lengkap. Tak hanya martabak, namun berbagai menu kuliner Ya intinya mulai dari hidangan pembuka (appetizer), makanan utama (main course), hingga hidangan penutup (dessert). Namun, salah satu andalannya adalah martabak ufo dengan lelehan es krim diatas toppingnya

Desain interior The Martabak Juwana memiliki karakter khas anak muda yang dilengkapi dengan beberapa lokasi photobooth ternyata didesainnya sendiri. The Martabak Juwana bahkan lebih banyak dikenal dari postingan para pengunjungnya di akun instagram the martabak juwana.

“Iya mas, aku desain sendiri. Kebetulan kan memang suka hunting kulineran dan berburu tempat-tempat nongkrong yang asik dibeberapa kota yang pernah aku tinggali. Salah satunya Shabu House Semarang kemudian aku otak atik mana yang cocok di The Martabak Juwana” katanya

Setelah menjalankan bisnis The Martabak Juwana ternyata Mbak Fia mulai mengembangkan bisnisnya ke The Martabak Cake yang menyajikan cake lezat, unik, variatif dengan harga terjangkau.

Foto: Instagram @Themartabakjuwana

Mbak Fia sendiri memiliki kakak kandung yang juga seorang dokter yakni dr. Nurul Uly Rosyidah yang lokasi praktiknya berada disebelah utara The Martabak Juwana.

Tapi apakah memang Mbak Fia dan saudaranya dokter semua? Ternyata tidak. Adiknya, yakni M.Badrul Rama sedang menempuh pendidikan di Jurusan Ekonomi.

Meski telah bekerja sebagai Dokter di RSUD Rembang dan berbisnis kuliner ternyata Mbak Fia tetap mengutamakan pendidikannya. Setelah lulus dari S1 Kedokteran UNISULA Semarang, dirinya juga telah lulus dari S2 Hukum UNTAG Semarang. Bahkan saat ini dirinya juga telah melanjutkan lagi ke S3 Hukum UNTAG.

Saat ditanya apakah tidak kerepotan membagi waktu antara profesi dan bisnisnya, Mbak Fia menjelaskan.

“Sama sekali tidak, Profesi Dokter itu pengabdian, Bisnis kuliner itu bagian dari hobi yang semoga mampu menopang biaya pendidikan S3 yang sedang saya jalani” kata Dokter Muda yang bercita cita suatu saat juga bisa menjadi Dosen ini.

 

Reporter: Arton, Zaenal

Editor: Revan Zaen

 

Inspirasi Bisnis Komunitas Pati

Inovasi Kopi Berbahan Sayur Okra Bercita Rasa Moka, Aman Buat Lambung

Muryati (Komunitas Pangan Sehat) Pati dengan karya serbuk biji okra

PATI – Setelah sukses dengan olahan teh daun kelor yang dibuat teh, kini komunitas Pangan Sehat (KPS) Kabupaten Pati  kembali meluncurkan inovasi lainnya. Kali ini mereka mengolah sayur okra menjadi kopi. Temuan ini diklaim memiliki manfaat yang tinggi bagi kesehatan.

Sayur okra sendiri memiliki berbagai macam kasiat bagi kesehatan, diantaranya  menstabilkan kadar gula darah, meringankan radang paru paru, sakit kerongkongan, ambeien, dan menetralkan asam lambung, sehingga komunitas ini tertarik untuk mengolahnya menjadi kopi. Bagi masyarakat Okra

Muryati, inovator kopi berbahan okra yang juga anggota Komunitas Pangan Sehat mengungkapkan, awalnya ia melakukan uji coba kopi berbahan dasar sayur okra ini kepada orang yang punya penyakit lambung.

“Hasilnya mereka tidak merasakan asam lambungnya naik. Sehingga kopi ini aman untuk dikonsumsi,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong, Pati, Minggu (9/7).

Muryati, memilah biji okra untuk diolah menjadi kopi okra

Cita Rasa Moka

Mengenai citarasa, kopi dari okra ini sebenarnya tidak ada perbedaan yang sangat mencolok dari produk kopi yang ada di pasaran. Hanya saja, kopi ini mempunyai rasa moka yang dominan. Sehingga kehadirannya bisa memperkaya pilihan rasa untuk para penikmat kopi.

“Rasanya lebih dominan ke moka. Jadi para penikmat kopi akan punya banyak pilihan rasa saat hendak menikmati kopi,” katanya.

Cara mengolah sayur tersebut hingga menjadi kopi juga cukup mudah. Pertama-tama, sayur okra dibiarkan menua di pohon sampai menjadi kering. Setelah kering kemudian baru dipetik dan dikupas.

Pengupasan buah okra kering sangatlah mudah, karena sudah pecah dan hanya diambil biji okranya saja. Biji okra inilah yang nantinya digoreng terlebih dahulu hingga menghitam, seperti proses pembuatan kopi biasa.

“Setelah digoreng, kemudian diblender menjadi tepung kopi okra. Setelah itu, kopi okra pun siap dikemas dan dipasarkan,” ringkasnya.

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen