Home Archive by category Jurnalisme Warga

Jurnalisme Warga

Jurnalisme Warga Pati

Peduli Sesama, MA. Mahida Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir Desa Ngagel

DUKUHSETI –  Anggota Ikatan Pelajar MA. Manahijul Huda (IPMA) bersama Badan Semi Otonom (BSO) yaitu Dewan Ambalan, LPS Cendekia, dan PIK-R dan beberapa guru menyerahkan bantuan langsung kepada korban banjir di desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Selasa (13/02/2018).

Kedatangan puluhan siswa-siswi MA. Manahijul Huda ke Desa Ngagel disambut hangat oleh Suwardi, Kepala Desa Ngagel, beserta warga sekitar.Suwadi menerima bantuan yang diberikan berupa sembako bagi para korban banjir secara simbolis.

“Kami sangat senang sekali dan berterima kasih atas kehadiran siswa-siswi MA. Manahijul Huda Ngagel yang telah peduli dan memberikan bantuannya terkait banjir kemarin. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga setempat. Semoga keikhlasanya diberkahi oleh Allah SWT,” ujarn Suwadi.

Ketua IPMA, Muhammad Akif Khuluqi Lubis memaparkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian serta empati dari pihak madrasah terhadap warga setempat yang terkena bencana banjir.

“Kami turut prihatin atas bencana banjir yang melanda Kecamatan Dukuhseti salah satunya desa Ngagel. Oleh karena itu, kami bergerak menggunakan dana dari dansos dan madrasah untuk membantu korban kebanjiran serta mengimbau langsung lokasinya. Salah satunya RW 03 dan RW 4,” ungkap Akif.

Mereka berharap warga segera bisa beraktivitas dengan normal kembali dan banjir segera surut

Jurnalis Warga : Ina Rotul Laila Imarotul Ulya/ LPS CENDEKIA MAHIDA

Editor: Revan  Zaen

Berita Jurnalisme Warga

Toko Modern Alfamart Bantu Korban Banjir di Dukuhseti Pati

PATI – Guna meningkatkan kepedulian dan meringankan beban korban banjir akibat intensitas hujan yang sangat tinggi di kabupaten Pati, toko modern Alfamart kembali menggelar bakti sosial berupa pemberian bantuan di desa ngagel kecamatan Dukuhseti Kabupaten pati (13/02/18). Bantuan tersebut berisi antara lain mie instan, minyak goreng dan kebutuhan lainya.
Area Manager Alfamart Pati, Dadi Setiyadi mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam rangka membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meringankan beban korban banjir.
“Kami mengajak rekan rekan karyawan Alfamart dan masyarakat sekitar untuk ikut berempati meringankan beban korban yang terkena musibah banjir di kabupaten pati,” ungkapnya.
Penyaluran bantuan ini kami pusatkan di posko banjir di desa ngagel Rt04 Rw04 kecamatan dukuhseti kabupaten pati, merupakan daerah yang terkena terjangan banjir akibat curah hujan tinggi dan mengakibatkan jalan utama pati-tayu-dukuhseti terganggu lantaran tingginya genangan air mencapai satu meter.
Setyo Nugroho selaku Perangkat Desa Ngagel, berterima kasih atas bantuan sembako dari Alfamart. “Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami dan akan kami sampaikan kepada warga yang berhak menerimanya,” kata Setyo.
Dadi menambahkan, kegiatan sosial ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana yang ada di kabupaten pati serta untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat secara bertahap.
“Kami akan maksimalkan, terutama menyapa daerah-daerah yang seringkali membutuhkan jangkauan secara khusus,”tandas Dadi.
Penulis: Eko Mujianto/ Jurnalis Warga
Editor: A. Muhammad
Jurnalisme Warga Komunitas

Komunitas Meong Pati, Berbagi Rejeki dengan Mbah Legi, Warga Bungasrejo Pati

JAKENAN – Wujud syukur serta peduli sesama, Minggu siang (28/01/2018), 25 anggota komunitas Meong Pati mendatangi rumah Mbah Legi, warga Kurang mampu dari Desa Bungasrejo Jakenan. Wanita berusia lanjut ini tinggal di Dukuh Bungas Cilik RT 01/02 Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan kabupaten Pati Jawa Tengah.

Selain untuk menjalin silaturrohmi, kedatangan Komunitas Meong Pati kali ini juga dalam rangka memberikan bantuan sosial untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari yang sebelumnya juga telah membenahi rumahnya yang tidak layak.

Sohibi, tokoh masyarakat Bungasrejo yang hadir dalam kegiatan ini mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat Pati yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial ini.

“Kami atas nama Mbah Legi mengucapkan banyak terima kasih kepada saudara-saudara Meong Pati, semoga kedepanya lebih solid dan mampu mengembangkan sayapnya agar berguna bisa membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Sohibi

Pada kegiatannya kali ini pula, sesepuh Komunitas Meong Pati Teguh Ribawanto mengaku sangat trenyuh melihat kehidupan Mbah Legi yang hidup sebatang kara dan serba kekurangan namum masih tetap menjalankan kewajibanya sebagai seorang muslimah yang taat pada Allah SWT.

“Kita bisa mengambil banyak sekali pelajaran dari kegiatan bhakti sosial ini, kita lihat sendiri walaupun mbah Legi sudah sepuh dan hidup serba kekurangan dan kondisinya memprihatinkan namun mbah Legi punya harta yang tak ternilai harganya, yaitu beliau tetap mendirikan sholat, terbukti di rumah mbah Legi saya melihat sajadah yang tergelar, berarti mbah Legi tidak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslimah yaitu melaksanakan sholat 5 waktu” tutur Teguh Ribawanto.

 

Penulis: Ummi / Jurnalis warga (Komunitas Meong Pati)

Editor: Revan Zaen

Jurnalisme Warga Rembang

KKP Berikan Akses Permodalan untuk Nelayan Rembang Yang Mau Beralih Ke Alat Tangkap Ramah Lingkungan

REMBANG. Ada angin segar yang berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) telah melakukan akad penguatan modal kepada KUB Nelayan Rembang, (Kamis, 25/01/18).

Penandatanganan akad pinjaman ini dilaksanakan di Kantor Cabang BRI Rembang, LPMUKP bekerjasama dengan BRI, melakukan akad pinjaman dengan dua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan. Kerjasama ini  menjadi penting seiring upaya KKP untuk mendorong nelayan untuk menggunakan alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan melalui insentif akses permodalan.

Pinjaman BRI – LPMUKP ini disalurkan kepada KUB Mina Sejahtera sebesar Rp 380 Juta dan KUB Syafina Naja sebesar Rp 275 Juta di Kabupaten Rembang.  yang peruntukkannya digunakan untuk penguatan modal bagi 29 nelayan anggota kedua kelompok nelayan tersebut.

Direktur BLU LPMUKP, Syarif Syahrial,memaparkan bahwa rata-rata pinjaman per nelayan yang diakadkan hari ini sekitar Rp 22 Juta per nelayan. Tenor pinjaman antara 2 hingga 5 tahun dengan tingkat bunga 4 persen per tahun.

“Sesuai instruksi dari Bu Menteri, KKP melalui perbankan membantu mencarikan akses permodalan kepada nelayan yang mau beralih menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan,” tambah Syahrial.

Selain pinjaman, LPMUKP juga memberikan layanan pendampingan baik sebelum, sesudah dan setelah periode pinjaman. Sebelum penandatanganan akad pinjaman, seluruh nelayan mendapatkan penjelasan tentang teknis pinjaman.

Direktur LPMUKP memberikan penekanan bahwa nelayan yang menjadi debitur LPMUKP dilarang untuk menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. LPMUKP memulai operasional penyaluran pinjaman kepada nelayan, pembudidaya ikan, petambak garam, pengolah dan pemasar serta usaha masyarakat pesisir lainnya sejak 10 November 2017.

Selama 2017, LPMUKP bersama BRI telah memberikan persetujuan pinjaman sebesar Rp 32 Miliar dengan jumlah pemanfaat sebanyak 2.348 orang.

Penulis: Rohmat Syaiful Arifin/ Jurnalis Warga

Editor: Revan Zaen

Budaya Jurnalisme Warga Pati

“The Glory of Dewi Rayungwulan” Kostum Bermotif Batik Bakaran, Andalan IKMP Kenalkan Pati di Malang

MALANG. Event budaya yang bertajuk ekspresi Brawijaya 2017, disambut antusias oleh mahasiswa Pati di malang yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Pati (IKMP). Event yang menampilkan kostum khas dan ikon khas daerah ini dijadikan ajang menampilkan kreasi kostum 100% Bumi Mina Tani dengan tema The Glory of Dewi Rayungwulan.

Dewi Rayungwulan sendiri merupakan cerita rakyat Pati dimana sebelum berdirinya Kabupaten Pati. Dahulu terdapat sebuah kerajaan bernama Carangsoka, yang diperintah Prabu Puspahandung Jaya, seorang raja yang arif bijaksana. Dirinya mempunyai putri yang cantik jelita bernama Dewi Rayung Wulan.

Kecantikan dan keanggunan dari Dewi RayungWulan inilah yang diwujudkan dalam kostum anggun sang konseptor kostum, Tutik Setiyo Ningsih asal Kayen yang mengambil Jurusan Desain Busana Universitas Negeri Malang. Dirinya berkolaborasi dengan Bigraf Triangga Magister Manajemen Universitas Brawijaya dalam mengkreasikan kostum yang akan ditampilkan tersebut. Sementara make up dipegang Lutfi Khomairoh asal Kayen, Mahasiswi Jurusan Pertanian Universitas Brawijaya.

Bigraf, Hirza dan kreator The Glory of Dewi Rayungwulan yang ditampilkan di Ekspresi Brawijaya 2017

Sebagaimana dituturkan Bigraf Triangga bahwa makna dari kostum tersebut melambangkan pembauran antara rakyat dan penguasa sebagai kunci kejayaan yang kini menjadi kebanggaan . Bukti kebanggaan rakyat ini digambarkan melalui motif remek batik bakaran Pati yang melambangkan semangat rakyat kala itu.

“Kekuatan tersebutlah yang digunakan untuk mendapat kebanggan yg sampai saat ini selalu diingat oleh rakyat. Mahkota melambangkan kearifan ratu yang dianggap penguasa. Bersayap emas sebagai penanda cita-cita mulia setinggi langit. Namun dipadu warna coklat tua yang artinya tetap membumi,” terang Bigraf yang kini menjadi salah satu Dosen di Politeknik Negeri Malang.

Acara yang diselenggarakan pada 12 November 2017 digunakan untuk mempromosikan dan memperkenalkan Kabupaten Pati di acara ekspresi brawijaya dan berkompetisi dg desainer lain se Indonesia .

Kostum The Glory of Dewi Rayungwulan oleh IKMP Malang Raya

Widya, salah satu peserta yang berasal dari Rembang mengaku terkagum dengan konsep yang ditampilkan Kabupaten Pati.

“Desainnya keren, dan detail banget. Satu kata, elegan,” komentar Widya berikan pujian.

Model yang memeragakan busana adalah Hirza Mahasiswa Pati Jurusan Fisika murni Universitas Brawijaya Malang angkatan 2015.

“Saya bangga karena ini karya orang Pati, karya bersama. Walaupun belum meraih juara tapi tetep bangga karena kostum dan semuanya di pegang sama orang-orang Pati sendiri,” tutur Hirza.

Sementara Bigraf Triangga memberikan komentar terkait regulasi dari panitia yang tak spenuhnya ditaati.

“Mungkin panitia ekspresi brawijaya harus lebih selektif karena aturan nya banyak di langgar oleh peserta lain. Semoga sebelum penilaian oleh juri ada baiknya koordinasi dulu sama panitia agar tidak ada aturan yang dilanggar, misalnya ukuran kostum maksimal tinggi 2 meter dan lebar 1 meter. Alhamdulillah kami mengikuti aturan, namun lihat saja kreasi daerah lain, banyak yang melangar,” katanya.

“Secara keseluruhan kami puas dengan kreasi ini, meski tahun tahun berikutnya harus lebih ditingkatkan lagi demi nama besar tanah kelahiran, Pati. Semoga juga, Pemerintah Kabupaten melalui dinas terkait bisa membantu support minimal ya support bahan batik atau dana. Karena ini kami iuran sendiri semuanya,”

Reporter : Nafir

Editor: Revan Zaen

Jurnalisme Warga

PC PMII Pati Rayakan Hari Santri, Gelorakan Semangat Lanjutkan Perjuangan Ulama

Pati- Rayakan Hari Santri Nasional 2017 Pengurus Cabang PMII Pati ( Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ) gelar pawai dan bergabung dengan ratusan santri berkumpul di alun-alun Pati pada Minggu 22/10/2017.

Momentum hari santri ini digunakan para para mahasiswa islam serta para santri untuk melanjutkan perjuangan bangsa Indonesia menuju Indonesia yang maju, kuat dan berbudaya ketimuran.

Menurut ketua umum PC PMII Pati Mochammad Sutrisno, dengan adanya hari santri nasional ini diharapkan para santri semangat dalam mencari ilmu serta mengkaji serta bisa menjadi garda terdepan untuk melanjutkan perjuangan bangsa Indonesia.

“Kami berharap dengan adanya hari santri ini bisa dijadikan momentum para santri ataupun pelajar untuk meneruskan perjuangan bangsa Indonesia serta mengingat perjuangan para ulama terdahulu. Para santri harus mempunyai semangat dalam mencari ilmu dan menambah rasa kebangsaan mencintai  tanah air negara kesatuan republik Indonesia.”

Penulis: Halim Puskom/ Jurnalis warga