Home Archive by category Kesehatan

Kesehatan

Kesehatan

RS Keluarga Sehat Adakan Baksos Operasi Katarak Gratis Dalam Rangka Sambut Imlek 2018

Pati – Bertempat di RS Keluarga Sehat jalan raya Pati-Kudus Km 3 desa Sukoharjo kecamatan Margorejo Pati, Gusdurian Pati bersama Yayasan Media Group, Kodim 0718/Pati, Polres Pati, Perdami Jateng serta RS Keluarga Sehat adakan kegiatan sosial “Operasi Katarak” gratis dalam dalam rangka menyambut tahun baru Imlek 2569/2018 yang diikuti 101 orang pasien penderita katarak pada Selasa siang (13/02/2018).
Turut hadir dalam kegiatan sosial ini Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos, Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan,S.I.K , Direktur PT Keluarga Sehat Sejahtera Drs. Harie Moelyono, Ketua Yayasan Media Group Ali Sadhikin, Direktur RS Keluarga Sehat dr. Kelvin Kurniawan,M.Kes,
Danramil Margorejo Kapten Inf Sriyanto, KH. Heppy Irianto, Edy Siswanto (Gusdurian kabupaten Pati)
Camat Margorejo,Sudarto, Kapolsek Margorejo AKP Harry Marcel, serta Perdami Jateng dr. Dede,S.Pm.
Dalam sambutanya, Direktur PT Keluarga Sehat Sejahtera Drs. Harie Moelyono mengucapkan terima kasih telah dilaksanakanya operasi katarak gratis di RS Keluarga Sehat. Ia mengatakan bahwa pada hari biasa operasi katarak bisa menelayan biaya sebesar 7 juta rupiah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada aparat Kodim Pati dan Polres Pati yang telah membantu pasien hadir di RS Keluarga Sehat. Operasi ini dilakukan tanpa ada jahitan dan ditangani oleh dokter ahli, dan RS Keluarga Sehat ini sudah sering melakukan operasi katarak dalam giat bhakti sosial.” ucapnya.
Sebagai Ketua Kordinator Operasi Katarak dan Imlek, Edi Kubota mengungkapkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh Gusdurian Pati adalah untuk menjalankan amalan dari Gusdur, berusaha untuk berbuat kebaikan di masyarakat tanpa memandang suku,ras,golongan maupun agama.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari teman-teman atas terselenggaranya bhakti sosial operasi katarak gratis. Diharapkan kedepanya kegiatan serupa dapat berjalan dengan baik dan sepenuh hati agar senantiasa terjalin sinergitas antara TNI/Polri dan masyarakat,” pungkasnya
Reporter: Arton
Editor: A. Muhammad
Kesehatan Lingkungan

Sepekan Terendam Banjir, Warga Juwana Mulai Terserang Penyakit. Puskesmas Juwana Buka Posko Kesehatan

JUWANA – Banjir yang melanda kecamatan Juwana selama sepekan, membuat warga mulai terserang penyakit gatal-gatal dan flu. UPT Puskesmas Juwana merespon dengan membuka posko kesehatan di Desa Doropayung Kecamatan Juwana Kabupaten Pati.

Menurut Sari Ardianningsih, Bidan Puskesmas Juwana, bahwa warga Juwana sudah mulai banyak yang mengalami gatal-gatal serta batuk pilek. Hal ini dikarenakan kondisi kesehatan yang melemah akibat banjir yang merendam pemukiman warga selama sepekan.

“Warga sudah mulai banyak yang mengalami gatal-gatal, batuk dan pilek akibat dampak banjir, di desa Doropayung tercatat ada sekitar 30 orang, Desa Bumirejo 30 orang.Kemudian kami mendirikan Posko Kesehatan yang dibantu oleh Dr. Eko, Dr Sinta dan Dr. Anggoro,” jelas Sari Ardianningsih.

Selain di Desa Doropayung, sedikitnya ada 12 warga yang berobat dengan keluhan gatal-gatal hingga batuk pilek setiap hari di poliklinik desa Kedungpancing. Sebagaimana informasi dari Didik,Kades Kedungpancing. Hal ini membuat petugas kesehatan harus bekerja ekstra demi melayani keluhan masyarakat.

“Sampai Hari Jumat kemarin total ada 62 warga yang mengalami gatal-gatal dan batuk pilek, InsyaAllah nanti hari Senin ada layanan Puskesmas Keliling Juwana yang mengadakan pengobatan untuk warga ” ungkapnya.

Pantauan reporter wartaphoto.net di lokasi, beberapa desa di Kecamatan Juwana masih banyak yang terendam banjir.

  1. Di Desa Doropayung terendam 130 rumah, ketinggian air di dalam rumah 10 – 60 cm, rumah tergenang 365, ketinggian air di luar rumah 40 – 85 cm.
  2. Di Desa Bumirejo ada 190 rumah dengan ketinggian 30 cm,
  3. Desa Kedungpancing, terendam 130 rumah,
  4. Di Desa Kudukeras ada 15 rumah yang terendam dengan ketinggian 15 sampai 30 cm.
  5. Jalan Desa Bumirejo dan Jepuro tergenang dengan ketinggian air sekitar 30 – 40 cm.

Banjir Kiriman

Sholeh relawan FRPB Pati menganalisa banjir Juwana yang sebelumnya sempat surut namun kemudian pasang kembali.

“Banjir yang ada di Juwana ini terutama Desa Doropayung, Kedungpancing, Bumirejo belum surut di karenakan ada kiriman air dari Lorotan Semar, di Desa Sumbersari, mengalir ke Slungkep kemudian turun ke Kayen melewati kali Sompok dan Talun kemudian airnya meluber ke sungai Silugonggo.Nah, sebagian masuk ke persawahan Tambakromo, namun karena tidak mampu menampung debit air, akhirnya mengalir ke sungai Silugonggo Juwana. Selain itu juga ditambah dengan curah hujan masih tinggi juga, jadinya belum surut,” rinci Sholeh, relawan FRPB Pati.

Tarmin, salah satu warga Doropayung berharap agar banjir segera surut agar warga bisa kembali beraktifitas dan pemerintah segera mengirimkan bantuan.

“Kemarin sudah mulai surut mas, tapi tadi malam sekitar jam 01:00 WIB airnya naik lagi seperti semula, yang kami harapkan adalah bantuan sembako dari pemerintah daerah, gitu aja mas,” kata Tarmin kepada wartaphoto.net.

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad

Kesehatan Pati

Jalani Akreditasi, UPT Puskesmas Jakenan Optimis Raih Predikat Paripurna

JAKENAN. UPT Puskesmas Jakenan jalani program akreditasi mulai tanggal 27-29 Desember 2017. Akreditasi Puskesmas merupakan sesuatu yang penting karena pihak tim survei akreditasi yang merupakan perwakilan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akan memotret kesesuaian Standart Operasional (SOP) layanan puskesmas dengan kenyataan.

tim akreditasi UPT Puskesmas Jakenan berfoto bersama

Dampak terburuk dari akreditasi apabila dinilai negatif adalah puskesmas tidak dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga masyarakat kurang mampu yang akan berobat akan mengalami kesulitan. Namun, apabila dinilai baik, bukan tidak mungkin berbagai fasilitas dari pemerintah akan terus ditambah. Begitu pula dengan layanannya.

Tim survey Kemenkes didampingi Kepala UPT Puskesmas Jakenan disambut seluruh anggota

Tim survei beranggotakan tiga orang yakni Ibu Gusti Sumarsih, SKEP,M.Biomed (Dosen dan praktisi kesehatan dari Sumatera Barat, Drg. Ambarwati Triwahyuni, SKM (DI Yogyakarta), dan dr. Lestaryono,M.Kes (Kulonprogo). Mereka bekerja maraton mulai pukul 07.00 WIB hingga 16.00 selama 3 hari.

Salah satu surveyor memeriksa tiap layanan dan tiap fasilitas yang ada di Puskesmas Jakenan

Kepala UPT Puskesmas Jakenan Partono, SKM menargetkan hasil akreditasi ini paripurna. Paling tidak adalah kategori utama.

“InsyaAllah. Tapi ya tergantung fasilitas kita semua dan tim surveyornya seperti apa. Kami optimis sukses, tadi Dr. Joko, Pak Kades, Pak Camat bilang sudah bagus dan banyak perkembangan dari sebelum sebelumnya,” kata Kepala UPT Puskesmas Jakenan.

“Persiapan kami insyaAllah sudah optimal. Tapi pasti ada kurang lebihnya. Tapi ya tergantung bagaimana penilaiannya. Kalau Gusti Allah menghendaki insyaAllah meraih predikat terbaik bagi kita semua,” ujar Kepala UPT yang baru tiga bulan menjabat sebagai Ka.UPT Puskesmas Jakenan namun sudah 17 tahun menjadi kepala Puskesmas

Gedung sebelah utara Puskesmas Jakenan

Predikat utama maupun paripurna bukan tidak mungkin untuk diraih. Puskesmas Jakenan ini telah memiliki fasilitas rawat inap yang sangat diidamkan oleh masyarakat. Selain itu, sebagaimana pujian dari asesor pada hari pertama dan kedua, banyak peningkatan mengenai pemahaman SOP dan team akreditasi selalu bersemangat dan kompak.

Puskesmas Jakenan mulai banyak mengalami peningkatan mulai adanya frontliner bagian informasi dan mulai dikembangkan untuk pendaftaran menggunakan aplikasi whatssap. Pun terdapat tempat bermain anak.

Namun, tentu masih terdapat keluhan dari masyarakat seperti tempat antrian yang memang terbatas sehingga jika banyak pasien, tempat tunggunya sampai meluber keluar.

“Kami tampung keluhan masyarakat dan kami akan terus perbaiki dan tingakatkan layanan sesuai dengan kemampuan semaksimal kami dengan skala prioritas terlebih dahulu tentunya,” pungkas Partono.

Reporter: Nafir

Editor: Revan Zaen

Berita Kesehatan Lingkungan

Sukseskan Kedungbulus Sebagai Kampung Kelor, Karang Taruna Karya Luhur Tanam Seribu Pohon Kelor

GEMBONG. Minggu pagi (24/12/2017) puluhan anggota Karang Taruna “Karya Luhur” bersama Komunitas Pangan Sehat (KPS) Kabupaten Pati serta masyarakat Kedungbulus adakan kegiatan tanam seribu pohon kelor. Kegiatan ini dalam rangka menyukseskan Desa Kedungbulus Kecamatan Gembong sebagai kampung kelor.

Tak hanya masyarakat Desa Kedungbulus, penanaman ribuan pohon kelor yang ditanam di sepanjang jalan masuk desa Kedungbulus ini juga dihadiri oleh aparat desa, karang taruna, TNI, dan Polri. Mereka bahu membahu melaksanakan kegiatan tanan pohon tersebut.

Acara kegiatan yang didukung oleh PPL, BPP Kecamatan Gembong dan Dinas ketahanan pangan kabupaten Pati ini mendapat respon positif dari berbagai pihak. Sekretaris Desa Kedungbulus, Sugiono menuturkan sangat mengapresiasi kegiatan ini serta mendukung sepenuhnya.

“Ini adalah program yang sangat bagus antara Karang Taruna ” Karya Luhur” bersama Komunitas Pangan Sehat Pati, serta seluruh pihak yang terlibat. Kami selaku perwakilan pemerintah desa sangat mendukung mulai penanaman sampai perawatan. Sehingga bisa menghasilkan serta menambah perekonomian masyarakat. mudah-mudahan ini akan berhasil menjadikan desa Kedungbulus sebagai daerah wisata kampung kelor ” jelas Sekdes Sugiono.

Sebelumnya, kampung kelor ini mulai dipopulerkan oleh Muryati bersama KWT Karya Mulya, melalui kreasi berbagai olahan pangan sehat berbahan kelor . Mulai dari teh kelor,  nasi kelor, mie kelor, cendol kelor, puding, cake, hingga teh kelor.

 

Reporter: Syafiq Dani, Arton

Editor: A.Muhammad

Kesehatan Pati

Peringati Hari AIDS Sedunia, Aktivis Bagikan Bunga Sembari Sosialisasi Cara Pencegahan dan Penanganan

Duta Wisata Pati sosialisasikan tentang HIV AIDS dan penanganannya

PATI. Sejumlah pegiat dan pemerhati HIV AIDS di kabupaten Pati gelar aksi sosialisasi tentang pencegahan dan penularan penyakit HIV AIDS, kegiatan ini adalah rangkaian peringatan hari AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember. Lokasi yang dipilih adalah persimpangan lampu merah Puri.

Selain memberikan sosialisasi dalam bentuk tulisan, panitia juga membagikan bunga kepada pengendara yang melintas.
“Para pengguna jalan diberikan wawasan bagaimana tentang penularanya serta cara bersosialisasi kepada penderita HIV AIDS. Lebih lanjut, kegiatan ini sebagai simbol kasih sayang bahwa penderita HIV AIDS ini bukan untuk dijauhi melainkan untuk ditindaklanjuti,” Tutur Arif Bani Ikhwani, salah satu relawan.

Endah Sri Wahyuningati, Anggota DPRD Pati Komisi D turut lakukan sosialisasi

Harapan besar terhadap pemerintah disampaikan Endah Sri Wahyuningati, Anggota DPRD Pati Komisi D.
“Semoga tahun depan pemerintah sudah bisa membuat perda tentang HIV AIDS agar bisa mengatur tentang penannggulangan HIV AIDS,” ujar Anggota DPRD Fraksi Golkar yang dikenal dengan panggilan Nining ini.

Lebih lanjut Nining menjelaskan bahwa dalam hal ini DPRD punya fungsi penganggaran dan pada rancangan APBD 2018 telah dianggarkan dana yang cukup signifikan dalam mendukung kegiatan penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Pati.

“Agar nantinya pasien tidak lagi merasakan stigma negatif serta diskriminatif di masyarakat,” tambahnya.

Masyarakat diharapkan tidak perlu takut berteman dan bersosialisasi kepada penderita HIV AIDS karena penyakit ini tidak menular lewat salaman dan ngobrol seperti yang dibayangkan.

Pramuka dan relawan aktif sosialisasikan agar warga mengerti tentang HIV AIDS dan cara mencegahnya

“Kami akan selalu memberikan sosialisasi agar para penderita mendapatkan pelayanan dan perlindungan yang layak, serta masyarakat tidak perlu takut berteman, ngobrol dan bersalaman kepada pengidap HIV AIDS ” pungkasnya

Reporter: Arton
Editor: A. Muhammad

Kesehatan Lingkungan

Bantu Meringankan Beban Ngatminah, Puskom Pati Serahkan Bantuan Dana Sosial

PATI. Semangat gadis kecil bernama Ngatminah (15th) untuk terus belajar dan mengaji meski dalam kondisi pengidap penyakit kulit Chronic Bulluos Disease Childhood munculkan berbagai simpati. Senin (18/09), Pusat Komunitas Pati ( Puskom Pati) mengunjungi dan memberikan tali kasih kepada gadis asal Desa Samirejo RT 03/08 kecamatan Gembong.

Agenda sosial dimaksudkan supaya dapat memberikan dukungan moral serta meringankan beban biaya pengobatan.Sebelumnya Puskom Pati melaksanakan penggalangan dana baik dari komunitas Puskom Pati sendiri maupun dari masyarakat. Kemudian dana yang terkumpul diserahkan kepada Ngatminah oleh Wakil Ketua Puskom Pati Ibu Wasis Handayani yang diterima oleh Ibu Jumi ( ibu dari Ngatminah).

Kegiatan sosial ini disaksikan oleh bapak Sundoyo perangkat desa Samirejo. Nampak hadir pula dalam kegiatan bhakti sosial ini antara lain Pengurus Puskom korwil Pati Wakil ketua l dan ll Ibu Wasis Handayani dan Nurhadi, Kanit Binmas Polsek Gembong Aiptu Sunoto bersama Bhabinkamtibmas desa Samirejo Bripka Sunar Setya.

“Hari ini kami melaksanakan kegiatan yang mana kegiatan Puskom Pati ini cenderung kepada kegiatan sosial masyarakat,kepedualian dari sedulur-sedulur dari Puskom Pati untuk bisa membantu Adik Ngatminah.” ucap Ibu Wasis Handayani.

Ketua umum Puskom Pati Guno Agus Tiarso ,SE mengucapkan terima kasih kepada semua pihak baik dari puskom sendiri maupun dari masyarakat yang sudah peduli serta ber empati kepada adik Ngatminah,karena berdirinya Puskom Pati salah satu tujuannya adalah membangun kerukunan sesama warga Pati maupun warga negara Indonesia dengan motto “guyub rukun selawase siji wadah ojo pecah“.jelasnya.

Puskom Pati sendiri adalah suatu komunitas yang ada di wilayah Pati ini sendiri, kemudian diperantauan seperti di Jabodetabek di luar jawa bahkan di luar negeri.

“Dengan adanya kegiatan sosial seperti ini Alhamdulillah dari pusat juga ikut kepedulian membantu Puskom Korwil Pati bersama-sama untuk peduli dik Ngatminah” jelas Nurhadi.

Perangkat Desa Samirejo Sundoyo bersama keluarga Ngatminah mengucapkan terima kasih atas kepedulianya komunitas Puskom Pati yang sudah peduli kepada Ngatminah dengan kondisi penyakit yang seperti ini. “Kedepanya semoga semua elemen masyarakat berbagai komunitas yang ada untuk ikut berpartisipasi untuk membantu menangani penyakitnya dik Ngatminah sampai sembuh,” harap Sundoyo.

Sebagaimana diceritakan oleh Ibu Jumi (Ibunda Ngatminah) bahwa awalnya penyakit yang diderita Ngatminal ini pertama muncul bentol-bentol mirip cacar sejak Ngatminah kelas 3 SD. Kemudian bentolan yang berisi cairan itu pecah dan makin meluas dengan rasa gatal.

“Semakin digaruk semakin meluas lukanya hingga keluar cairan darah dan nanah. Kalau sudah begitu langsung diperiksakan ke Puskesmas, nanti diberikan surat rujukan ke dokter spesialis kulit tapi ya saya sudah dari sana,” ungkap Jumi.

Kini umur Ngatminah sudah menginjak 15 tahun. meskipun dengan kondisi seperti ini, Ngatminah masih rajin berangkat  mengaji.

“Padahal kalau untuk jalan saja kakinya sakit, kalau dilarang berangkat ya nangis. Semangatnya untuk mengaji memang tinggi, kalau pas ada kakaknya ya diantar, kalau pas kakaknya kerja ngga ada yang antar,” tutur Jumi seraya berharap putrinya ini dapat segera sembuh dan bisa belajar serta bisa bermain kembali dengan temannya.

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad

 

Budaya Kesehatan

Kampanyekan Cinta Lingkungan, Warga Kalidoro Kreasikan Gaun Daur Ulang Sampah

PATI – Kampanyekan budaya cinta lingkungan, Bank Sampah Sejahtera di Kelurahan Kalidoro Kecamatan Pati Kota adakan fashion show yang menggunakan baju daur ulang, Minggu (27/08) .

“Ini adalah salah satu upaya untuk mengampanyekan budaya cinta lingkungan di kalangan masyarakat khususnya bagi warga Kalidoro Pati ” ungkapnya.

Direktur Bank Sampah Sejahtera Kalidoro, Ambar Werdiningrum mengatakan, dalam ajang fashion show baju berbahan sampah daur ulang ini diikuti oleh 23 peserta anak-anak yang orang tuanya menjadi anggota bank sampah tersebut.

Dalam fashion show ini para peserta membuat sendiri baju daur ulangnya bahan dasarnya juga bermacam-macam ada yang dari plastik bekas, botol mineral, bungkus sabun dan berbagai sampah lainnya.

“Saya melihat kreativitas peserta ini memang sangat bagus dan perlu diapresiasi karena mereka bisa menciptakan sebuah gaun indah yang berasal dari sampah,” ujar Ambar.

Maka dari itu dengan adanya kegiatan ini masyarakat di Kelurahan Kalidoro khususnya dan masyarakat Kabupaten Pati pada umumnya bisa memulai melakukan daur ulang sampah. Tujuannya untuk mengurangi dampak lingkungan yang diakibatkan oleh sampah, terutama sampah plastik.

“Semoga dengan kegiatan ini masyarakat bisa lebih kreatif untuk mengolah sampah menjadi barang yang berguna,” pungkasnya.

Reporter: Andi Putra

Editor: A. Muhammad

 

Kesehatan Olahraga

Kendeng Running Adventure 2017, Seimbangkan Misi Olahraga dan Pariwisata

Bupati Pati, Kapolres Pati dan Dandim Pati turut menjadi peserta Kendeng Running Adventure 2017

Kayen – Dalam rangka memperingati HUT RI yang Ke 72 dan Hari Jadi Kota Pati yang ke 694, KODIM 0718/ Pati menyelenggarakan Kendeng Running Adventure 2017. Lomba lari tingkat nasional yang digelar pada Minggu 27 Agustus 2017 ini diikuti sekitar 400 peserta. Sekitar 90 peserta diantaranya datang dari luar daerah, antara lain dari Sumatra, Sulawesi, Jawabarat, Malang, Riau dan Jambi.

Rupanya, pemilihan lokasi atau rute di pegunungan kendeng tidak asal pilih, namun ada maksud dibaliknya, seperti yang diungkapkan Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf. Andri Amijaya Kusuma. Dirinya menyebut bahwa pegunungan Kendeng memiliki potensi yang luar biasa, selain dari segi geografisnya juga masyarakatnya yang guyub rukun dan mau membangun wilayahnya.

Peserta berhamburan di garis start

“Kenapa kita pilih kendeng untuk lokasi Kendeng Running Adventure, karena kita lihat alam geografis  kendeng ini luar biasa. Saya sangat mengapresiasi kepada masyarakat diwilayah Bukit Pandang  Duren Sawit ini dan sekitarnya. Guyub rukunnya yang akan kita tonjolkan. Semangat mereka satu sama lain mau membangun wilayah yang mungkin ini sulit mendapatkan hasil secara ekonomi tetapi ternyata bisa memperoleh hal seperti ini luar biasa,” terang Letkol Inf. Andri Amijaya Kusuma

Sepedapat dengan Dandim Pati, Bupati Pati Haryanto juga mengungkapkan bahwa Kendeng Running Adventure ini selain untuk memperingati HUT RI ke 72 dan Hari Jadi Kabupaten Pati ke 694 juga untuk mengenalkan potensi wisata di kabupaten Pati .

para pemenang kendeng running adventure 2017

“Ini untuk mengenalkan wisata diwilayah Pati selatan, sekaligus agar tahu bahwa Pati punya potensi-potensi wisata maupun masyarakatnya adalah ramah lingkungan maupun ingin bersama-sama ingin membangun Kabupaten Pati,” kata Bupati Pati.

“Selanjutnya nanti,  Selasa (29/08) akan didakan pawai Noto Projo Bangun Deso yang diikuti 139 peserta bertempat di seputaran kota Pati,” katanya sembari mengingatkan.

Salah satu yang menjadi perhatian peserta adalah keikutsertaan Bupati Pati Haryanto sebagai peserta. Ternyata dirinya masih sanggup mengikuti lomba dan berlari sepanjang rute kurang lebih 5km bersama Komandan Kodim Pati dan Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan SIK.

Reporter: Arton & A. Muhammad

Editor: Revan Zaen

Kesehatan Pati

Tekan Penyebaran Penyakit MR (Measles Rubell) Dinkes Pati Mulai Galakkan Imunisasi

PATI – Campak dan Rubella (Measles Rubell-MR) merupakan penyakit menular. Jika sudah tertular dan komplikasi maka tidak ada obatnya, untuk itu sebaiknya orang tua mengimunisasi anaknya. Mengantisipasi jangan sampai terjadi wabah campak-rubella, Dinas Kesehatan (DINKES) Kabupaten Pati mencanangkan kampanye MR (Measles Rubell). Sasarannya adalah berbagai sekolah TK, SD, dan SMP di 21 kecamatan di Bumi Mina Tani.

“Diharapkan Imunisasi ini bisa mengurangi penyebaran dari penyakit campak ini” ujar Kepala Dinkes Pati, Edi Sulistiyono.

“Program imunisasi ini akan berlangsung selama satu bulan dan dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Mengingat pada tahun 2016 saja, sedikitnya ada 169 kasus anak yang terinfeksi campak ini,” ujarnya setelah acara pencanangan kampanye MR (Measles Rubell) yang diadakan di SMP N 3 Pati, Selasa (1/8) kemarin.

Edi Sulistiyono mengungkapkan, untuk imunisasi MR ini akan digalakkan untuk 208.059 anak di seluruh kabupaten. Dengan usia antara 6 hingga 15 tahun.

“Bahaya yang mengancam tidak hanya anak-anak, melainkan orang dewasa juga bisa terinfeksi. Bahkan ibu hamil yang terinfeski penyakit tersebut, bisa mengakibatkan keguguran dan kecacatan pada calon buah hati,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMP N 3 Pati, Winarto menyambut baik program kampanye MR yang dilakukan Dinkes Kabupaten Pati di sekolahannya.

“Sebanyak 870 siswa kami mengikuti imnunisasi ini, dari kelas 7, 8 dan 9. Mereka nampak antusias karena sebelumnya memang sudah ada sosialisasi tentang bahanyanya campak dan rubella,” imbuhnya.

Lanjutnya, dengan adanya imunisasi ini diharapkan para siswa bisa memiliki kesehatan yang prima. Dengan begitu mereka akan bisa mengikuti program-program yang ada di sekolah.

“Di SMP N 3 Pati ini ada program plus, kelas unggulan dan kelas Olimpiade yang durasi belajarnya sampai sore. Dengan imunisasi ini diberharap anak-anak kami memiliki ketangguhan fisik yang bisa di andalkan sehingga program sekolah bisa berjalan secara optimal,” harapnya

Reporter: Andi Putra

Reporter: Revan Zaen