Home Archive by category Komunitas

Komunitas

Komunitas Pati

Pemuda Langgen Adakan Aksi Donor Darah dan Music Charity di Balai Desa Langgenharjo

JUWANA – Bertempat di Balai Desa Langgenharjo kecamatan Juwana, pemuda pemudi Dukuh Langgen adakan aksi donor darah, Minggu (18/02/2018). Kegiatan sosial ini  bekerja sama dengan PMI cabang Pati, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan Desa Langgenharjo dan beberapa organisasi yang ada di Juwana.

Menurut  Ismu Muslim, selaku koordinator donor darah dan sekaligus sebagai sekretaris karang taruna Desa Langgenharjo menuturkan bahwa kegiatan yang baru pertama kali diadakan ini atas inisiasi pemuda dukuh Langgen dan dukungan tokoh masyarakat Langgenharjo sebagai wujud rasa peduli pada sesama.

“Kami mengadakan donor darah ini adalah atas inisiatif pemuda dukuh Langgen. Selain itu kami menyediakan area musik, pecinta seni, pecinta senam, pecinta komunitas kesehatan, pecinta sepeda gunung dan juga kami menyediakan dapur umum untuk pendonor darah. Kemudian peserta bisa menikmati sajian kami, ada lontong sate, rujak, mendoan, bubur kacang ijo dan lain lainnya, ” tuturnya.

Lebih lanjut Ismu menambahkan bahwa aksi donor darah kali ini didominasi usia remaja, tercatat ada 72 peserta dan kebanyakan adalah remaja. Menurutnya karena kegiatan ini dikemas sangat apik sehingga dapat menarik minat kalangan pemuda pemudi untuk mendonorkan darahnya.

“Alhamdulillah antusias sekali. Sesuai tema kita hari ini, pemuda peduli kesehatan masyarakat dan kreatif dalam berkarya tanpa narkoba. Dengan begitu harapan kami pencapaian kemandirian kesehatan di lingkungan Desa Langgenharjo dan masyarakat Juwana umumnya dapat menimbulkan kesadaran dari pemuda dan masyarakat atas pentingnya kesehatan dan jauhi narkoba,” imbuhnya.

Suwaji, Kepala desa Langgenharjo saat ditemui reporter wartaphoto.net mengatakan jika dirinya secara pribadi ataupun mewakili pemerintah desa Langgenharjo sangat mengapresiasi dan mendukung langkah-langkah positif para pemuda dalam mengadakan kegiatan ini.

Ia berharap kedepanya pemuda Langgenharjo semakin serta masyarakat bahu membahu terus mengadakan kegiatas sosial yang berguna bagi masyarakat luas.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan tersebut, ini dikarenakan baru pertama kali diadakan para pemuda dukuh Langgen yang punya niat mulia ini.  Marilah kita galakkan, kita dorong serta kita dukung karena ini adalah kegiatan yang positif. Janganlah menjadi pemuda yang hura hura, tiap tahun anggaran untuk pemuda nantinya bisa di guna kegiatan yang bermanfaat,” Pungkas Suwaji kepala desa Langgenharjo.

 

Jateng Komunitas Pati

Maknai Hari Pers Nasional, FKDW Pati Berbagi Kursi Roda Pada Kaum Difabel

PATI – Cara berbeda ditunjukan oleh jurnalis di Kabupaten Pati yang tergabung dalam Forum Kajian dan Diskusi Wartawan (FKDW) dalam merayakan Hari Pers Nasional (HPN). Bekerjasama dengan KPU Pati, para jurnalis dari berbagai media ini memberikan sumbangan korsi roda kepada kaum disabilitas.

“Untuk memeringati HPN, kami mencoba berbagi dengan kaum disabilitas. Meskipun belum dapat menjangkau semua penyandang disabilitas, sedikit bantuan ini kami harapkan dapat meringankan beban mereka,” ungkapnya kemarin.

Ketua FKDW Heri Purwaka mengatakan, bantuan berasal dari iuran pegiat FKDW dan sejumlah donatur, termasuk komisioner KPU dan kepala desa. Aksi sosial itu juga menggandeng Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Pati.

Sementara itu, Ketua PPDI Pati Suratno menambahkan, organisasinya memiliki 144 penyandang disabilitas. Menurutnya, jumlah tersebut bukan representasi penyandang cacat di Pati lantaran masih banyak yang belum masuk organisasinya.

Karyani. Warga Pati yang mengalami difabel namun memiliki semangat tinggi

“Bantuan dari teman-teman wartawan ini memberi motivasi bagi kami yang memiliki keterbatasan. Ini sangat membantu penyandang disabilitas untuk lebih memudahkan beraktivitas,” paparnya.

Dalam kegiatan sosial itu, FKDW memberikan bantuan korsi roda kepada Karyani warga desa Desa Tambahsari, Kecamatan Pati Kota yang tidak dapat berkativitas secara normal. Hal itu lantaran dirinya pernah mengalami kecelakaan kerja saat merenovasi gedung pada 2014 lalu.

Setelah kejadian itu, rumah tangganya pun terdampak. Sang istri memilih untuk meninggalkannya dengan membawa anaknya sehingga Karyani kini tinggal sebatang kara.

“Dari pinggang ke bawah tidak dapat digerakkan. Saya hanya bisa ngesot untuk bergeser tempat, tidak bisa jalan lagi. Sebisa mungkin saya tetap bekerja dengan memanfaatkan keahlian lain saya mereparasi barang elektronik,” kisahnya.

FKDW sendiri merupakan gabungan dari wartawan cetak, radio, televisi, dan online  di Kabupaten Pati. Mereka bekerja sesuai dengan UU Pers dan kebijakan perusahaan pers mereka masing-masing. Di sela sela kesibukannya, mereka rajin ke sekolah-sekolah untuk memberikan ilmu jurnalistik dan pentingnya memberantas hoax.

Komunitas Kuliner

Tampilkan Sego Gandul,Mahasiswi Pati Juarai Cooking Competition by Krisdayanti di Malang

MALANG. Dua mahasiswi Pati yang menimba ilmu di Universitas Brawijaya Malang berhasil mengangkat kuliner khas Pati yakni Sego Gandul menjadi juara 1 acara cooking Competition di Malang, pada 10 februari 2018. Acara bertajuk “Cooking Competition Makobucake by Diva Krisdayanti” ini mempertandingkan berbagai makanan khas daerahnya masing-masing.

Adalah Af’idatul Mu’asyaroh ( Prodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan) dan Dana Ma’arijta (Prodi Budidaya Perairan) yang keduanya Mahasiswi Unibraw Angkatan 2015 asli Pati mencoba ambil bagian. Mereka menampilkan makanan legendaris nan lezat  ini di Malang.

Dua Mahasiswi asli Pati di Malang memperoleh juara 1 cooking competition yang diselenggarakan oleh Krisdayanti. Foto: Bigraf Triangga

“Alhamdulillah, antusias warga Malang nampak begitu excited dengansego gandul. Inilah yang membuat kami makin bangga menjadi Wong Pati.” kata Af’idatul Mu’asyaroh.

Selain untuk melestarikan warisan leluhur berupa resep kuliner “sego gandul”, dua mahasiswi Pati  anggota IKMP malang Raya ternyata sukses meraih gelar juara 1.

“Meskipun dengan persiapan sederhana, namun kami serius membawa citarasa bumbu gandul yang khas Pati ini supaya lebih dikenal lagi di daerah lain, salah satunya di acara yang diadakan mbak Krisdayanti di Malang Raya ini,” kata Dana Ma’arijta.

Disebut sebagai sego gandul atau nasi gandul adalah karena pada zaman dahulu para penjual sego gandul ini berjualan dengan cara memikul (menggandul atau menggantung) dagangannya.  Selain itu, cara penyajiannya pun tidak langsung pada piring namun dengan beralaskan daun pisang dan sendoknya menggunakan suru (daun pisang yang dilipat kemudian tekut bagian tengahnya).

“Sebenarnya andalan kami mengapa memilih sego gandul karena aroma kuah yang kaya akan rempah-rempah yang harum dan menggugah selera. Tampilannya pun menarik dengan rona khas kecoklatan  manis  pedas. Ya seperti itulah kurang lebih ciri khas Pati. Sing jelas endes gulindes,” sebut dua sahabat ini menggambarkan cita rasa masakannya.

Penulis: Bigraf Triangga/ Jurnalis Warga

Editor: Revan Zaen

Komunitas Pati

Meong Pati, PSP dan SMPP Adakan Baksos Bedah Rumah di Kajen Margoyoso

MARGOYOSO – Sebanyak 30 personil yang terdiri dari Komunitas Meong Pati, PSP (Paguyuban Seniman Pati) dan SMPP (Sedulur Mancing Pati Pesantenan) serta dibantu warga setempat mengadakan bakti sosial bedah rumah di Desa Kajen Senin (05/02/2018). Rumah milik Decky Ardiansyah warga RT 03/02 Desa Kajen Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati menjadi sasaran baksos kali ini.

“Kegiatan sosial yang melibatkan beberapa komunitas ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan,solidaritas dan saling menjaga persaudaraan sesama warga Pati,” ujar Teguh Ribawanto, salah satu sesepuh di Komuntas Meong Pati.

Dirinya menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti ini hendaknya bisa lebih ditingkatkan apapun komunitasnya, demi sebuah tujuan yang mulia.

“Bersama dulur-dulur komunitas Meong Pati, Sedulur Mancing Pati Pesantenan, Paguyuban seniman Pati, multimedia, dan masyarakat, kita ajak semua, demi sebuah tujuan mulia ini. Apa yang kita bisa, akan kita lakukan demi membantu sedulur yang membutuhkan dengan tulus dan ikhlas,” sambungnya.

Kegiatan bakti sosial dalam wujud renovasi bedah rumah secara swadaya ini direncanakan berjalan selama 4 hari, namun akibat cuaca dengan curah hujan yang tinggi kemungkinan akan molor selama sepekan dalam pengerjaanya.

“Rencana semua kita target empat hari selesai, mulai pembuatan kamar mandi dan toilet yang layak, namun akibat cuaca hujan membuat pekerjaan sedikit tertunda,” terangnya.

Pur Gunawan, ketua panitia bedah rumah berharap agar kegiatan sosial seperti ini makin tumbuh khususnya di kabupaten Pati, agar masyarakat semakin merasakan kedekatan dan terbantu dengan hadirnya kegiatan semacam ini.

 

“Alhamdulillah, terima kasih kepada semua pihak yang telah membatu kelancaran kegiatan ini, terima kasih sekali lagi kepada para donatur baik itu dari Luar Negeri ataupun dalam negeri yang sudah menyisihkan sebagian rejeki demi sebuah kegiatan sosial ini. Kami selaku pelaksana hanya dapat berdoa agar amal baik saudara semua di lipatgandakan oleh Yang Maha Kuasa” tutur Pur Gunawan.

 

 

Komunitas Pati

Hunting Photo Collaboration 2018 Sukses Besar. Seluruh Pendapatan Disumbangkan ke TPQ & Madin Darunnajah

PATI. Acara hunting foto session dengan konsep tak biasa baru saja terlaksana. KFI wilayah Pati sebagai penyelenggara didukung penuh oleh Patihits berhasil mengolaborasikan sejumlah komunitas besar di Karesidenan Pati (Minggu, 04/02/2018). Tercatat, komunitas pecinta mobil Forenshic, Komunitas Double Cabin Indonesia Kudus (DCAB ID), Komunitas custom Motor PunkNggonane Custom hadir dan suguhkan koleksi terbaiknya.

“KFI wilayah Pati selaku operator disupport penuh oleh Patihits yang menghandle komunitas Forenshic, DCAB ID, Punk Nggonane Custom, serta menyiapkan modelnya. Alhamdulillah responnya sangat bagus. Pesertanya melebihi ekspektasi kami, sangat antusias,” ucap Geovani, Ketua KFI wil Pati.

Empat model cantik dari Pati yakni @Karinenawandhira, @davigul, @oliv341 plus satu model asal Semarang yakni @wulanervinamw nampak atraktif, seperti tak merasakan lelah karena animo fotografer yang luar biasa.

“Awalnya kita berfikir, tiga puluhan fotografer sudah lumayan lah yang hadir, tapi kami memang berusaha semaksimal yang kami bisa agar tidak mengecewakan para sponsor dan komunitas yang datang. Ternyata banyak sekali,” lanjut Geovani sambil menyebutkan komunitas KFI wil Pati resmi berdiri 18 Januari lalu.

“Seru ini mas acaranya. Jadi kami dari DCAB ID tidak sungkan untuk gabung. Semoga ke depannya semakin akrab lah DCAB ID dengan komunitas fotografi sehingga makin kreatif lagi konsep-konsepnya,” kata Juno, dari DCAB Indonesia.

Acara yang juga disupport wartaphoto.net sebagai salah satu media partnernya bersama @Patihits @modifiedindonesia dan @automotivelands ini berhasil mendatangkan kurang lebih 86 fotografer dari berbagai daerah.

Mulai dari perwakilan KFI Semarang, Fotografer Demak, Forum Fotografi Kudus, Manci Renteng Rembang, Cah Pati Photography, Komunitas Foto Juwana, Fotografer Pati Lor, Fotografer Jepara dan sejumlah komunitas lain. Ada yang datang secara individu ada yang mewakili komunitasnya.

Acara ini disponsori oleh @grandsendangsani, @ratnatikacahyanti, @hendra_chrystianto @beauty_kharizma, @spesial.bakso.maknyus, @ion.apple, @Jimmy_tarzimi, @aprilliasefaaudina
@krpdigital, @vitachrome, @inmotioncreative.

Secara khusus, Patihits mengucapkan kepada semua pihak yg sudah mau menyumbang dan khususnya bagi para fotografer dari pati atau luar pati yg sudah menyempatkan waktunya untuk datang ke Acara Hunting Photo Session Colaboration 2018.

“Terima kasih juga untuk kawan kawan dari @forenshic selaku komunitas Penyedia Properti Mobil2 Contestnya, @dcabid.kudus Selaku komunitas Penyedia Properti Mobil Off Road, @punknggonanecustom Selaku komunitas Penyedia properti Motor Custom, dan @kfiwilpati Sebagai komunitas pelaksana Lapangan, serta @grandsendangsani selaku penyedia tempat,” sebutnya.

Disumbangkan
Ditemui reporter wartaphoto.net, Patihits mengungkapkan bahwa acara ini awalnya dibuat memang memiliki dua tujuan awal. Pertama untuk mengumpulkan Komunitas yg ada di Pati khususnya, supaya masyarakat tau bahwa Pati itu punya banyak komunitas yang bisa menuju ke arah positif. Kedua, supaya tetap berbagi kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan, kali ini kepada Disamping itu kita juga bisa Beramal.

“Seluruh uang pendaftaran pada acara ini, plus dana dari sponsor disumbangkan untuk TPQ/Madin Darunnajah, Desa Koripandriyo Rt 01 Rw 01 Kec Gabus Kab Pati Jawa Tengah, untuk membantu pembangunan renovasi TPQ,”ujar Patihits yang memiliki puluhan ribu follower aktif di Instagram ini.

Reporter: Nafir
Editor: Revan Zaen

Jurnalisme Warga Komunitas

Komunitas Meong Pati, Berbagi Rejeki dengan Mbah Legi, Warga Bungasrejo Pati

JAKENAN – Wujud syukur serta peduli sesama, Minggu siang (28/01/2018), 25 anggota komunitas Meong Pati mendatangi rumah Mbah Legi, warga Kurang mampu dari Desa Bungasrejo Jakenan. Wanita berusia lanjut ini tinggal di Dukuh Bungas Cilik RT 01/02 Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan kabupaten Pati Jawa Tengah.

Selain untuk menjalin silaturrohmi, kedatangan Komunitas Meong Pati kali ini juga dalam rangka memberikan bantuan sosial untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari yang sebelumnya juga telah membenahi rumahnya yang tidak layak.

Sohibi, tokoh masyarakat Bungasrejo yang hadir dalam kegiatan ini mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat Pati yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial ini.

“Kami atas nama Mbah Legi mengucapkan banyak terima kasih kepada saudara-saudara Meong Pati, semoga kedepanya lebih solid dan mampu mengembangkan sayapnya agar berguna bisa membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Sohibi

Pada kegiatannya kali ini pula, sesepuh Komunitas Meong Pati Teguh Ribawanto mengaku sangat trenyuh melihat kehidupan Mbah Legi yang hidup sebatang kara dan serba kekurangan namum masih tetap menjalankan kewajibanya sebagai seorang muslimah yang taat pada Allah SWT.

“Kita bisa mengambil banyak sekali pelajaran dari kegiatan bhakti sosial ini, kita lihat sendiri walaupun mbah Legi sudah sepuh dan hidup serba kekurangan dan kondisinya memprihatinkan namun mbah Legi punya harta yang tak ternilai harganya, yaitu beliau tetap mendirikan sholat, terbukti di rumah mbah Legi saya melihat sajadah yang tergelar, berarti mbah Legi tidak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslimah yaitu melaksanakan sholat 5 waktu” tutur Teguh Ribawanto.

 

Penulis: Ummi / Jurnalis warga (Komunitas Meong Pati)

Editor: Revan Zaen

Berita Komunitas Pati

Udang Vannamei, Primadona Baru Bagi Petani Udang Langgenharjo

Para petani udang di Desa Langgenharjo, Juwana kini mulai membudidayakan udang jenis Vannamei (litopenaeus vannamei). Salah satu alasannya karena  masa panennya yang lebih cepat dibandingkan udang jenis windu. Untuk membudidayakan udang jenis vanamei hanya membutuhkan waktu 2 bulan.

Dari sisi harga, udang vanamei pun lebih tinggi dibanding udang windu yakni berkisar Rp.40 ribu/kg. Hal itulah yang membuat para petani tambak di Desa Langgenharjo beralih membudidayakan udang vanamei karena dianggap lebih menguntungkan. Namun ada beberapa kendala yang harus dihadapi.

Sekretaris Kelompok Tani Udang Karang Dalem, Tamzis Al Anas mengungkapkan, kurangnya pompa air yang dimiliki kelompok udangnya masih menjadi kendala yang utama. Pasalnya, kelompoknya hanya memiliki 4 dim pompa air.

“Kalau disini ada kurang lebih ada 10 hektar tambak udang. Sedangkan kita hanya memiliki 4 pompa air kecil. Sehingga tidak bisa menyedot air secara maksimal,” keluhnya.

Selain tidak memiliki pompa air yang mempuni, lanjut tamzis. Pemakaian pompa juga harus bergantian. “Selain pompa, sungai yang dangkal juga membuat air tidak bisa tersedot maksimal. Karna air tiba baru jam 2 pagi,” jelasnya.

Pihaknya berharap, pemerintah Kabupaten Pati bisa membantu kendala yang dihadapi oleh kelompok petani udang di langgenharjo. Pasalnya, udang jenis vanamei ini memiliki potensi yang bagus jika bisa dikembangkan secara maksimal.

Komunitas Pati

Kopdar Bukalapak Pati Bedah Foto Produk Menarik, Transaksi Jadi Naik

TRANGKIL. Di penghujung Januari 2018, tepatnya tanggal 28, Komunitas Bukalapak Pati kembali mengadakan kopi darat (Kopdar). Kali ini mereka membahas tips dan trik menghasilkan foto yang menarik. Tujuannya tiada lain supaya transaksi mereka melejit naik. Sesuai tagline komunitas, tambah sedulurane tambah rejekine.

“Foto produk adalah kompoten penting bagi pelapak online. Psikologi pembeli atau calon pembeli hendak melanjutkan transaksi atau tidak salah satu pertimbangan pertamanya adalah gambar. Oleh karenanya kita harus memproduksi gambar yang eksklusif,” kata Om Vano, pemilik lapak @rich_diecast yang menjadi mentor dalam acara kali ini.

Sebagian anggota Komunitas Bukalapak Pati berfoto setelah acara

Pemilihan latar/background dari produk kita juga akan membuat kesan dan dimensi tersendiri. Misalnya produk bros atau jam tangan, yang dominan warna putih maka sebaiknya jangan gunakan warna background putih pula. Pakailah warna yang menampilkan dimensi misalnya abu-abu.

Selain Om Vano, hadir pula Om Sulis, pemilik lapak @sulistiawan22 yang memberikan trik foto produk dengan ponsel.

Mencoba magic box untuk foto produk. Bagi yang berhalangan hadir bisa mengikuti lewat live instagram

“Kita bisa menggunakan magic box yang dilengkapi pencahayaan LED dan portabel. Sehingga gampang dibawa kemana mana. Kita tinggal sambungkan dengan sumber cahaya kemudian pilih background yang tepat. Apakah gelap atau terang sesuaikan produknya. Kita bisa bikin sendiri, atau misalnya beli sekitar 80 ribuan,” rincinya.

Dalam acara yang diselenggarakan di kediaman Om Rohman di Desa Pasucen Kec. Trangkil Pati ini dimanfaatkan betul oleh peserta kopdar. Salah satunya membahas bagaimana trik memotret produk yang lebih besar misalnya kaos. Kemudian dibahas pula bagaimana layout terbaiknya supaya calon pembeli menjadi tertarik.

Selain membahas tips foto produk, dibahas pula persiapan Kopdar Piknik Komunitas Bukalapak se-Karesidenan Pati yang akan dilaksanakan pada 25 Februari 2018 di Wisata Agro Jollong Pati. Rencananya Kopdar yang berlokasi disalah satu tempat wisata yang sedang ngehits di Kabupaten Pati ini akan menghadirkan Om Joko Porwono pemilik @gudang_kamerasolo.

“Ya tentu kita harus persiapkan segala sesuatunya buat menyambut teman-teman pelapak lainnya agar nyaman, menyenangkan, tapi padat ilmu. Sayangnya kali ini kami hanya menyediakan seat terbatas hanya untuk 200 pelapak bukalapak,” kata Om Edmon, yang menunjuk akun instagram @komunitasbukalapakpati untuk informasi lebih lanjutnya.

Reporter: Nafir

Editor: Revan Zaen

 

 

Komunitas Pati

Puskom Pati Serahkan Bantuan untuk Sabilillah, Bayi Penderita Tumor di RSU Soewondo Pati

Pati – Berdiri sebagai sebuah komunitas yang merangkul semua kalangan dan  berkoitmen untuk bergerak di dunia sosial, Pusat Komunitas Pati (PUSKOM PATI) Sabtu pagi (27/01/2918) kembali lakukan aksi sosial. Mereka menyerahkan bantuan kepada Sabilillah Rifki Nufandi bayi umur 25 bulan penderita tumor ( enchondromatosis ) di ruang Cempaka nomor 23 RSU RAA Soewondo Pati.

“Kami sangat prihatin melihat kondisi adek Sabililah dengan penyakit yang dideritanya sehingga kami dari keluarga besar PUSKOM Pati melakukan penggalangan dana baik itu secara intern antar anggota maupun dari donatur dari luar yang disalurkan melalui Puskom. Dan kami sangat berterima Kasih kepada semua pihak yang bersedia mengulurkan tangan berbagi rizki untuk membantu meringankan beban keluarga adek Sabilillah” terang Nurhadi ketua Puskom Pati.

Sejumlah bantuan mulai dari susu, popok sekali pakai, serta uang tunai diserahkan kepada Kunardi ayah Sabililah oleh ketua Puskom Pati Nurhadi, didampingi penasehat Woro Winarsih di ruang Cempaka RS Soewondo. Dengan bantuan ini diharapkan agar dapat sedikit meringankan beban biaya baik ketika saat dalam perawatan maupun saat operasi.

“Kami atas nama keluarga sangat berterima kasih atas segala dukungan dari semua pihak untuk kesembuhan anak kami Sabililah, semoga Sabililah cepat dioperasi dan kembali hidup normal seperti kawan-kawanya, semoga kebaikan saudara-saudara semua dari Puskom dicatat menjadi amal kebaikan” tutur Kunardi.

Penulis: Abid Halim/ Jurnalis Warga

Editor: A. Muhammad

Komunitas Kudus

1st Anniversary ICSF (Indonesian Calya Sigra Family) Chapter K-Muria Berbagi Kebahagiaan dengan Menyantuni Anak Yatim

KUDUS. Komunitas Automotive Toyota Calya dan Daihatsu Sigra Chapster K-Muria memang baru terbentuk satu tahun lalu. Tepatnya 21 Januari tahun 2017. Namun persaudaraan dan kekeluargaan yang terbentuk tak menunjukkan seperti baru saja 1 tahun terbentuk tapi seperti sudah bertahun tahun.

“Di komunitas ICSF , tiap kali ada agenda acara,  kami mengajak keluarga seperti istri,  anak, ayah,  ibu, keponakan dan lain sebagainya. Selain Kopdar Silahturahmi, kami juga mengadakan kopdar rekreasi, oprek keilmuan dibidang automotive,  kegiatan sosial, serta kegiatan yang bermanfaat lainnya,” kata Syahrial Aman, Ketua ICSF K Muria.

Agenda 1st Aniversary ICSF dimaknai sebagai wujud persaudaraan dan kebersamaan berbagai chapter yang hadir dan bergabung. Diantaranya chapter Semarang Raya,  chapter Jogja, Chapter Ngapak dan Chapter Pantura.

Syahrial menambahkan bahwa salah satu agenda utamanya adalah santunan anak yatim piatu yakni dari Panti Asuhan Budi Luhur Jekulo Kudus. Selain itu, ada pula acara pemotongan tumpeng dan doa dari perwakilan yayasan tersebut sebagai rangkaian acara. Untuk memeriahkan acara, diadakan pula lomba untuk Anak anak dan dewasa seperti lomba memakan kerupuk, lomba sendok kelereng berjalan, Estafet Balon, lomba menyusun korek api dan doorprize yang sudah disiapkan panitia.

“Santunan Anak Yatim Piatu ini sebagai wujud syukur kami yang disatukan salam satu komunitas yang penuh rasa kekeluargaan dan peduli sesama. Harapanya supaya kegiatan kegiatan kami mendapatkan keberkahan, selalu bermanfaat , dan menambah ilmu Automotive serta mempererat tali persaudaraan dari berbagai daerah dalam karisidenan Pati yakni berplat K,,” tambah Syahrial

Tak kurang dari  70 mobil Toyota Calya dan Daihatsu Sigra datang memeriahkan acara tersebut. Personil yang terlibat sejumlah 165 orang.  Kedepan, komunitas ICSF secara terbuka mengajak rekan rekan pemilik mobil Toyota Calya dan Daihatsu Sigra wilayah Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Grobogan dan Blora bisa bergabung dengan kami ICSF Chapter K Muria.

Penulis: Syahrial Aman/ Jurnalis Warga

Editor: Revan Zaen