Home Archive by category Kriminalitas

Kriminalitas

Kriminalitas Pati

Pelaku Penjambretan Motor di Jembatan Kembar Langgenharjo Dibekuk

JUWANA – Tim Unit Reskrim Polsek Juwana yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Suwarno,SH., Minggu petang ( 04/02/2018 ) berhasil membekuk seorang tersangka Curas (Pencurian dengan Kekerasan/ jambret) dengan tersangka AS alias SBK (20th). Tersangka yang merupakan warga Kecamatan Tayu Kabupaten Pati disinyalir melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan pada 19 Januari 2018 lalu.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban Sri Atun (40th), warga Desa Langgenharjo RT.04 Rw.03 Kecamatan Juwana kabupaten Pati. Dirinya melapor bahwa pada 19 Januari 2018 bulan lalu mengalami tindak curas di jalan Tayu-Juwana tepatnya sebelah timur jembatan kembar masuk desa Langgenharjo Kecamatan Juwana kabupaten Pati.

Setelah mempelajari dan melakukan penyelidikan selama satu pekan, akhirnya tersangka AS alias SBK ditangkap dirumahnya di desa Pakis RT 01/06 kecamatan Tayu Kabupaten Pati Jawa Tengah dengan barang bukti satu unit sepeda motor yamaha xeon warna merah.

“Berdasarkan kejadian tersebut kemudian unit reskrim yang dipimpin oleh Iptu Suwarno,SH melakukan penyelidikan hingga akhirnya pada hari Minggu 04 Pebruari 2018 pukul 5 sore, tersangka AS alias SBK diamankan dirumahnya desa Pakis kecamatan Tayu tanpa perlawanan dengan barang bukti satu unit sepeda motor yamaha xeon warna merah marun,” terang Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan,S.I.K melalui Kapolsek Juwana AKP Didi Dewantoro,S.I.K.

Setelah dilakukan intrograsi, tersangka AS mengakui bahwa sepeda motor tersebut dari pelaku inisial SN warga Gunungwungkal kabupeten Pati yang kini statusnya menjadi DPO.

“Tersangka AS alias SBK mengakui bahwa sepeda motor itu ia dapat dari SN warga Gunungwungkal, kemudian tim kami bergerak kesana dan melakukan penggerebekan, namun pelaku SN tidak ditemukan dirumahnya karena sedang melaut,” lanjut AKP Didi

Kemudian tersangka AS alias SBK kami bawa ke mapolsek Juwana untuk pemeriksaan lebih lanjut ” jelas Kanit Reskrim Juwana Iptu Suwarno,SH.

 

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad

Kriminalitas Pati

Kronologi Pengungkapan Kasus Penyergapan Pengedar Narkoba. Warga Juwana Diminta Tetap Waspada

JUWANA – Polsek Juwana Senin (30/01/18) menggelar press release terkait keberhasilan dalam mengungkap kasus narkoba yang dipimpin Kapolsek Juwana yang diwakili oleh Wakapolsek Juwana Iptu Sudari. Turut serta mendampingi, Kanit Reskrim Iptu Suwarno
serta anggota unit reskrim Brigadir Endro Sugiarto dan Kasi Humas Polsek Juwana Aiptu Hariyanto di Mapolsek Juwana.

Dalam keteranganya, Wakapolsek Juwana Iptu Sudari berterima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam memberikan informasi-informasi penting yang berkaitan dengan pemberantasan peredaran narkoba khususnya di wilayah Juwana Kabupaten Pati. Selain itu Iptu Sundari juga mengapresiasi kerja sama tim yang baik dari anggota Polsek Juwana dalam menindaklanjuti setiap informasi dari masyarakat hingga mengungkapnya.

“Itu memang benar anggota polsek Juwana telah berhasil menangkap pengedar pil koplo jenis ” Y” yang awal mulanya kita mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar dua minggu sebelum penangkapanya, Dari sana kami simpulkan  bahwa di wilayah Juwana ada peredaran pil koplo. Pada saat itu kita juga belum tahu jenisnya apa, kemudian kita adakan penyelidikan selama dua minggu yang dipimpin oleh pak Kanit reskrim Iptu Suwarno kemudian anggota lakukan penyelidikan diwilayah Juwana” terang Iptu Sudari.

Akhirnya, lanjut Wakapolsek Juwana, tim unit reskrim polsek Juwana mendapati pria dengan gelagat mencurigakan tepat didepan warung kopi turut Desa Tluwah, yang ternyata sedang melakukan transaksi pil koplo yang kemudian kita sergap.

“Kita adakan penangkapan target inisial ERS ( 24 ) yang diketahui adalah warga Mayong Jepara saat bertransaksi dan kita temukan barang bukti yang masih digenggaman tangannya ada 20 paket pil koplo, dengan rincian perpaket berisi 10 butir serta uang tunai hasil transaksi sebesar 300 ribu rupiah. Tiap paket yaitu 10 butir dia jual 30 ribu rupiah, namun dalam waktu transaksi tersebut konsumen berhasil meloloskan diri” tambahnya.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan,S.I.K melalui Kapolsek Juwana AKP Didi Dewantoro,S.I.K menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya Juwana, agar selalu memperhatikan serta mengawasi putra putrinya agar tidak terjerumus kepada pergaulan negatif dan mengkonsumsi barang haram itu.

“Kepada seluruh masyarakat Pati agar menjauhi narkoba, seperti pil koplo jenis “Y” yang mengandung obat keras dengan senyawa Trihexyphenidyl jadi ini lebih berbahaya dengan tingkat yang membahayakan. Jadi mohon untuk para orang tua agar selalu waspada dan memperhatikan putra-putrinya” jelasnya.

Setelah dilakukan penyidikan secara intensif, kepada polisi tersangka ERS mengaku mendapatkan barang haram ini dari HR warga Kudus. Selanjutnya Polsek Juwana akan melakukan pengembangan dan penyelidikan terkait pengakuan tersangka.

“Tersangka ERS ini kita terapkan dalam pasal 197 UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau denda 1,5 Milliar rupiah.

Untuk saat ini kita masih lakukan pengembangan kepada pemasok dari tersangka ERS sesuai keteranganya dan nanti kita akan koordinasi unit dilapangan dari jajaran polres Kudus untuk kaitanya pengungkapan barang bukti ini ” jelas Iptu Suwarno Kanit Reskrim Polsek Juwana.

Reporter: Arton
Editor: A. Muhammad

Kriminalitas Pati

Diduga karena Bertengkar Dengan Istri, Kakek 69 Tahun Warga Tambahmulyo Gantung Diri

JAKENAN. Warna dusun Tambakkapas Desa Tambahmyo Jakenan RT 01 RW 04 ini ditemukan tergantung di Blandar Gadangan sebelah rumah korban.

Keberadaan korban yang sudah meninggal pertama diketahui oleh saksi bernama Matrondi (40th), tetangga korban sekitar pukul 05.30 pada (22/12/17). Dirinya yang terkejut melihat tetangganya meninggal menggantung setinggi 2 meter memberitahu dan mengajak Madun (40th) untuk membantu menurunkan jenazah.

Petugas medis dari puskesmas Jakenan lakukan pemeriksaan medis

Hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Jakenan dr. Sutini bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Pada bagian leher terdapat luka lecet, terdapat lebam dipunggung, jempol kaki kanan dan kiri terdapat jamur. Saat ditemukan korban memakai kaos warna biru muda dan celana pendek warna hitam.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Jakenan AKP Suyanto membenarkan bahwa telah terjadi kasus bunuh diri warga Tambahmulyo RT 1 RW 4 ini. Pihak polsek Jakenan mendapat informasi dan laporan warga setempat sekitar pukul 08.00 WIB.

Menurut keterangan tetangga korban, bahwa sebelumnya suami istri ini bertengkar. Bahkan ada yang menyebut karena istrinya yang bernama Sadinah dilarang menggunakan sabit yang biasa dipakai memotong brotowali (jamu-red). Namun sang istri tak menuruti, malah dipakai memotong ketela dan bahan lain yang dibuat jajanan pasar seperti getuk dan cetot. Hasilnya getuk yang akan dijualnya menjadi pahit dan pertengkaran terjadi.

Korban bahkan diduga tidak makan 3 hari kemudian bunuh diri. Keluarga korban telah menerimakan kejadian ini dan segera memakamkan di pemakaman desa mbakkapas lor.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Kriminalitas Pati

Gadis 14 Tahun Asal Margorejo Dicabuli Kakek

MARGOREJO – Seorang ABG asal Kecamatan Margorejo, GPA, 14, diduga dicabuli oleh seorang kakek, S, 57, warga Kecamatan Gembong. Kasus itu sudha ditangani Polsek Margorejo dan dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pati.

Pelaku hampir diamuk massa. Namun beruntung langsung diamankan oleh Mapolsek Margorejo. Pelaku dan korban sudah diamankan dan dimintai keterangannya.

“Peristiwa tersebut terjadi Minggu (17/12) sekitar pukul 17.00. Korban sendirian di rumah dan didatangi pelaku,” kata Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Margorejo AKP Harry Marcel, Senin (18/12).

Di rumah itu, pelaku melancarkan aksinya dengan membuka baju dan meremas payudara milik korban. Selang beberapa menit, diketahui keluarga korban yang tinggal berdekatan dengan rumah korban. Beberapa warga juga ikut mendatangi dan pelaku hampir dimassa. Lalu petugas kepolisian membawa pelaku ke polsek.

Pelaku sudah mengakui perbuatannya itu dan saat ini masih ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pati. Jika terbukti melakukan tindak pidana pencabulan anak perempuan di bawah umur, pelaku dapat dituntut dengan kurungan penjara di atas 5 tahun.

Reporter : Arton

Editor      : Putri T.

Kriminalitas

Kasus Oknum PNS Telantarkan Istri Selama Setahun Dilaporkan RSUD Soewondo Pati

KOTA – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami WW, 41, salah satu PNS di Pati masih memanas. Bahkan, melalui kuasa hukumnya, telah melaporkan aduan terhadap suaminya, AI, 48, yang merupakan salah satu PNS di RSUD Soewondo Pati.

Direktur RSUD Soewondo Pati Soeworo Nurcahyono menerima langsung laporan aduan itu. Ia mengatakan telah menerima aduan tindakan KDRT berupa penelantaran yang dilakukan salah satu pegawainya.

“Sebenarnya saya belum mengetahui pasti  tentang kasus itu karena baru mendapatkan laporan singkat dari WhatsApp saja,” ucapnya.

Woro akan mempelajari lebih detail dan melakukan kroscek kepada yang bersangkutan. Setelah mempelajari laporan aduan, pihaknya akan membentuk tim khusus untuk menyelidiknya. Jika nanti terbukti, akan diserahkan ke Badan, Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Pati.

Direktur LBH Advokasi Nasional Maskuri memberikan pengaduan kasus KDRT kepada Direktur RSUD Soewondo Soeworo Rabu (6/12).

“Pihak BKPP yang mengetahi persis aturan yang ada. Biasanya jika terbukti bersalah, maka akan diberikan teguran dulu. Jika yang bersangkutan tidak mengindahkan, maka status sanksinya akan dinaikkan, mungkin berupa penurunan pangkat dan lainnya,” tegasnya.

Woro mengaku prihatin dengan kasus itu. Apalagi, ia sebagai pimpinan yang dituakan ingin jika ada permasalahan anak buahnya sedianya saling berbagi jangan diam saja. Jika sampai mencuat seperti ini membuat kebingungan pihak rumah sakit. Sebaiknya antara karyawan dan direksi ada keterbukaan.

Sementara itu Maskuri Direktur LBH Advokasi Nasional selaku kuasa hukum WW mengatakan, telah menyerahkan pengaduan pelanggaran kode etik yang dilakukan AI, salah satu PNS RSUD Soewondo Pati. AI diduga melanggar disiplin PNS, sesuai ketentuan PP 53/2010. Bahwa dalam PP itu, PNS wajib menaati undang-undang dan menjunjung tinggi martabat PNS.

“Berdasarkan analisis kami, AI ini patut diduga melanggar PP 53/2010 tentang Disiplin PNS yaitu pasal 3 ayat 4 dan 6. Yakni perbuatan AI yg diduga melakukan KDRT terhadap istrinya dalam bentuk penelantaran rumah tangga. Mekanisme dan sanksi seperti apa kami serahkan ke pihak RSUD,” jelasnya.

Seperti yang diketahui, kasus itu mencuat setelah WW, melaporkan kasus KDRT yang dilakukan suaminya, AI kepada pihak kepolisian. Selama setahun ini, hidupnya digantung, tidak diberikan nafkah dan tidak diceraikan. Sehingga WW menanggung hutang banyak karena harus membiayai kebutuhan kedua anaknya dan tertekan menaggung malu karena banyak yang mencemooh dirinya.

Reporter : Arton

Editor      : Putri T.

Kriminalitas Pati

Razia Warkop Remang-Remang, Empat Mucikari Diamankan Polsek Batangan

Beberapa mucikari Batangan dimintai keterangan di Mapolsek Batangan Selasa (6/12) malam.

BATANGAN – Belasan anggota personil Polsek Batangan melaksanakan giat operasi penyakit masyarakat (pekat) Selasa malam (05/12). Dalam razia itu polisi mengamankan lima mucikari.

Operasi kepolisian yang dipimpin oleh Kapolsek Batangan AKP Endah Setianingsih. Ia dan beberapa personil lainnya menyisir sejumlah warung kopi yang selama ini diduga berkedok untuk menjalankan bisnis “esek-esek”. Hasilnya, di sejumlah tempat razka ditemukan minuman keras, PSK, dan mucikari turut diamankan.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Batangan AKP Endah Setianingsih, menjelaskan bahwa giat operasi kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran penyakit masyarakat yang meliputi minuman keras dan prostitusi berkedok warung kopi ini sengaja dilaksanakan di jam-jam rawan yakni mulai pukul 21:30 WIB sampai dengan 23:00. Operasi pekat ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta untuk menekan tindak kriminal di wilayah Batangan.

Polisi merazia warkop berkedok prostitusi di Batangan.

Dalam giat operasi di dukuh Mujil Desa Bumimulyo Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, polisi berhasil mengamankan sejumlah pemilik warung yang juga sebagai mucikari, diantaranya adalah Panca Sri Lestari (33) asal Kedungpring Lamongan, Susanti (34) asal Kembang Jepara, Mukinah (43) asal Batangan Pati, dan Warjani (31) asal Sedan Rembang. Polisi juga mengamankan 11 botol miras dari warung Sukesi (52) di Desa Trimulyo Kecamatan Juwana, Pati.

Setelah dilakukan pembinaan oleh Kapolsek Batangan AKP Endah, para mucikari dan PSK diperbolehkan pulang dan dikenakan wajib lapor. Sedangkan untuk pemilik rumah atas nama Jumainah dilaksanakan pemeriksaan untuk pemberkasan tindak pidana ringan oleh Unit Sabhara Polsek Batangan.

Reporter : Arton

Editor      : Anwar M.
Berita Kriminalitas

Kronologi Insiden Brimob Tembak Brimob di Blora Versi Kapolda Jateng dan Versi Warga

BLORA. Peristiwa berdarah terjadi di Dukuh Canggah, Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Blora, Selasa (10/10), tepatnya di lokasi pengeboran minyak Sarana Gas Trembul (SGT). 3 Anggota Brimob ditemukan tak bernyawa.

Mereka adalah Bripka Bambang Tejo (36), warga Kel Kunden Blora. Brigadir Budi Wibowo (30) Dk Pasinggahan, Ds Sugihrejo Gabus Pati dan Brigadir Ahmad Supriyanto (35) Ds Pidodo, Karangtengah Demak.

Diduga kuat pelakunya adalah Bripka Bambang Tejo yang menembak dua rekannya sendiri karena masalah pribadi. Dirinya kemudian bunuh diri dengan menembak sendiri kepalanya dengan senapan AK 101.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, di Akademi Kepolisian RI, Semarang,Rabu (11/10).

“Motifnya sampai pagi tadi, dimungkinkan motif pribadi dari mereka. Saya yakin semua punya persoalan pribadi sehingga melibatkan rekan yang sama-sama dia,” ujar Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, di Akademi Kepolisian RI, Semarang,Rabu (11/10).

Kapolda Jateng membenarkan bahwa Selasa (10/10) sekitar pukul 18.00 WIB terjadi penembakan anggota Brimob kepada rekannya sendiri. Keberadaan anggota subdit 4 Sat Brimob Pati itu dalam rangka mengamankan proyek vital nasional yakni PT SGT 01.

Mengenai kabar yang beredar bahwa terjadi cekcok sebelum kejadian, Ia membantah.

“Dari saksi yang ada sebelumnya tidak ada (percekcokan –red). Termasuk rekan di barak sebelahnya tidak ada percecokan. Tapi memang ada tiga kali suara tembakan,” terangnya.

Pihaknya sudah memerintahkan Dirkrimum dengan tim dan identifikasi, termasuk Kasat Brimob untuk berangkat ke TKP beserta Kapolres Blora.

Versi warga

Kronologi kejadian yang diketahui warga ternyata tidak sesederhana itu. Menurut Ikroji (50th), warga Desa Karangtengah yang rumahnya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi pengeboran sumur minyak menceritakan. Sekitar pukul 18.30 WIB  Dirinya dan sejumlah warga lainnya mendengar bunyi seperti petasan tapi diberondong. Dirinya mengaku tiga kali kami mendengar suara gaduh itu sehabis maghrib tersebut.

Dirinya menduga suaranya dari lokasi pengeboran sumur minyak setempat.Namun bisa dipastikan mereka tidak akan diperbolehkan masuk oleh petugas yang berjaga.

“Suasananya  mencekam. Warga takut ada peluru nyasar. Kami yang penasaran mendatangi lokasi, namun tidak diperbolehkan. Saat itu banyak petugas. Kami hanya berkumpul di luar area pengeboran,” cerita Ikroji saat diwawancarai awak media.

Sementara itu, saat ditanya apakah sebelumnya ada konflik selama proyek pengerjaan eksplorasi pengeboran sumur minyak berlangsung, dirinya menjawab selalu aman dan kondusif sejak lebaran 2017.

Sebelumnya, keberadaan Satbrimob Polda Jateng yang berjumlah 6 orang dilokasi tersebut dalam rangka  pengamanan proyek vital nasional yang dimintakan  kepada Polri. Permohonan pengamanan kurang lebih sebulan. Namun ternyata belum sampai sebulan, malah terjadi insiden berdarah tersebut.

 

Editor: Revan Zaen

Berita Kriminalitas

Gendam Bermodus Pura-Pura Tanya Alamat, Perhiasan Emas Warga Karangrejo Juwana Lenyap

JUWANA. Waspadalah dengan orang yang tidak dikenal, karena kejahatan bisa menyasar siapapun tanpa mengenal tempat. Kejadian ini menimpa Sukarni ( 60th ) warga Desa Karangrejo RT 01 RW 02 Kecamatan Juwana kabupaten Pati Jawa Tengah.  Bermaksud menunjukkan arah alamat kepada pengendara mobil yang bertanya,cincin dan kalung Sukarni dilucuti dengan modus gendam.

Kejadian ini bermula ketika Sukarni pulang kerumah seusai takziah dari rumah tetangganya pada hari Selasa 26/09/2017 sekitar pukul 09:00 WIB.  Tiba-tiba dihampiri satu orang pria yang turun dari kendaraan roda empat hendak bertanya alamat. Tanpa curiga Sukarni menunjukkan arah desa yang dituju yakni Desa Jaken.

Tak cukup begitu, pria yang mengaku hendak mengantar Kyai untuk menyembuhkan penyakit didaerah Jaken itu membujuk Sukarni menemui sang Kyai didalam mobil agar alamat yang dituju difahami oleh Kyai.

Niku wonten wong medun ko kendaraan mas, lajeng tangklet dusun Jaken, lha kulo mungel nek Jaken mboten sumerep pak, nek Jakenan nggih niki ngilen trus ngidul, bakdo niku kulo ken nemoni kyaine teng jero mobil,” kata Sukarni mengisahkan.

(Itu ada orang turun dari kendaraan mas kemudian tanya dusun Jaken, lha saya bilang kalau Jaken tidak tahu pak, kalau Jakenan ya ini ke Barat terus belok ke Selatan. Setelah itu saya disuruh bertemu  kyai didalam mobil )

“Anu, niku lho bu jenengan ditangkleti Kaji niku, soale kaji niku mboten pabenan, yen menawi jenengan pabeni nek menawi semaur ,”ucap Sukarni menirukan dialog pria yang bertanya alamat.

( Anu, itu lho bu kamu tanya haji itu, soalnya pak haji itu tidak mau  bicara, siapa tahu saat ibu tanya mau menjawab )

Setelah berkomunikasi dengan sang Ustadz didalam mobil sambil ditanya apakah punya penyakit, Sukarni menjawab kalau punya penyakit darah tinggi. Akhirnya sopir Kyai gadungan itu melepas cincin batu akik diberikan pada kyai untuk mengobati Sukarni. Setelah disentuh lututnya tak sadar Sukaani menuruti untuk melepas cincin dan kalung. Kemudian perhiasan itu dimasukkan kedalam sabun dan diikat diberikan kepada Sukarni kembali dengan pesan jangan dibuka sebelum sampai mushola setelah berwudlu.

Sempat tersadar,Sukarni membuka bungkusan sabun yang terikat kencang itu, setelah dilihat ternyata hanya berisi dua uang koin seribuan dan sabun berbentuk persegi. Akhirnya Sukarni tersadar sudah menjadi korban penipuan dengan modus Gendam.

Kulo buka tapi mboten kenging,lha pas saget kulo buka niku isine sabun kalih yotro ewon ping kalih, seribuan kalih yo dadine 2 ribu. lha kulo ungking nggih montore mpun bablas”  jelas Sukrani.

( Saya buka tidak bisa, pas bisa bisa saya buka itu isinya sabun dan dua buah koin seribuan, jadinya dua ribu. lha saya kebingungan ya kendaraanya sudah pergi)

Setelah berhasil memperdaya Sukrani komplotan kyai gadungan yang berjumlah tiga orang dengan perawakan gendut ini langsung tancap gas.

Dengan kejadian ini korban kehilangan satu buah cincin emas seharga 1,4 juta rupiah serta kalung emas seharga 2,5 juta rupiah dengan total kerugian sebesar 3,9 juta rupiah.

 

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad

Kriminalitas Pati

Kedapatan Mencongkel Pintu Warga Dengan Linggis, Maling di Desa Mojo Cluwak Babak Belur

Tersangka, linggis yang digunakan dan pintu rumah yang dirusak

CLUWAK. Rasa penasaran karena seringnya terjadi kasus warga Desa Mojo kehilangan barang barang elektronik, telepon genggam hingga perhiasan akhirnya terjawab. Adalah ST (45th), warga Desa Pendem, Kecamatan Kembang, Jepara yang kedapatan mencongkel salah satu rumah warga dengan linggis. ST kepergok warga saat sedang melancarkan aksinya di rumah Karwi (45th) warga Desa Mojo, Kecamatan Cluwak, Pati, pada Sabtu (16/09).

Oleh warga setempat supaya dapat memastikan apakah pria tersebut adalah pencuri bajunya digeledah. Akhirnya ditemukan linggis kecil berukuran 30 cm yang diselipkan pada bagian pinggang.

Sontak, warga yang sudah disulut emosi langsung menghadiahi bogem mentah hingga babak belur. Tak puas, massa mengarak maling kambuhan ini keliling kampung.

“Rencananya warga akan menggelandangnya ke Balai Desa Mojo, tetapi sebelum sampai ke lokasi. Jajaran Polsek Cluwak mengamankan pelaku dan membawanya ke Mapolsek,” terang Kapolres Pati, AKBP Maulana Hamdan melalui Kabag Ops Kompol Sundoyo.

Warga yang geram beramai-ramai menghakimi pelaku, sebab wajah pelaku sudah dikenali warga karena sering mondar mandir di sana.

“Modus operandi dari  pelaku, lanjut Kompol Sundoyo adalah  menyatroni rumah warga yang sepi, mencongkel pintu, merusak pintu rumah dengan linggis lalu mengambil barang berharganya,” pungkas Kompol Sundoyo.

Reporter: Didi

Editor: Revan Zaen

 

 

Kriminalitas Pati

Bobol Gembok, Belasan Juta dan 7 Karton Cat Milik TB Mitra Tlogowungu Digondol Maling

TLOGOWUNGU –  Sebuah toko bangunan di Dukuh Krobok, Desa Wonorejo Wonorejo RT 04/RW 02, Kecamatan Tlogowungu, Pati, dibobol maling  pada Jumat (15/09). Toko bangunan milik Muhammad Lutfi Wibowo (28th) bernama Toko Bahan Bangunan Mitra ini mengalami kerugian belasan juta rupiah beserta sejumlah barang dagangan.

Sebagaimana disampaikan Kapolres Pati, AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Tlogowungu, AKP Haryono, bahwa ditaksir korban mengalami kerugian mencapai Rp 19 juta. Rinciannya, uang tunai Rp 11 juta, dua karton cat merk Ducofres berat 5 kilogram, lima karton cat merk Vinotex berat  1 kilogram.

“Selain itu barang-barang yang hilang lainnya yakni, sepuluh handle pintu merk Handle, lima karton grendel merk Blinken, satu unit VCD dan dua karton juki macan,” kata AKP Haryono, merinci.
Modus pencurian terhadap toko bangunan Mitra tersebut dengan merusak kunci gembok toko bangunan. Aksinya dilakukan saat toko tersebut ditinggal pekerja dan pemiliknya.

Kejadian pencurian ini baru disadari pemilik setelah salah satu karyawannya memberitahu bahwa bahwa pintu toko dalam keadaan terbuka, dan gembok yang menempel di pintu juga sudah tidak ada. Mengetahui hal tersebut Lutfi Wibowo, pemilik toko segera mengecek dan melaporkannya ke Polsek Tlogowungu.

“Saat saksi sampai di TKP dia melihat pintu toko sebelah Barat dalam keadaan terbuka,  dan kunci gembok yang menempel di pintu juga sudah tidak ada.  Kemudian, saksi masuk dan melihat beberapa barang tidak ada,” lanjut AKP Haryono

“Kami sudah melakukan prosedur, dan saat ini tengah memburu pelaku untuk menjeratnya dengan kitab undang undang pidana hukum,” pungkas AKP Haryono.

Reporter: Didi

Editor: Revan Zaen