Home Archive by category Kuliner

Kuliner

Komunitas Kuliner

Tampilkan Sego Gandul,Mahasiswi Pati Juarai Cooking Competition by Krisdayanti di Malang

MALANG. Dua mahasiswi Pati yang menimba ilmu di Universitas Brawijaya Malang berhasil mengangkat kuliner khas Pati yakni Sego Gandul menjadi juara 1 acara cooking Competition di Malang, pada 10 februari 2018. Acara bertajuk “Cooking Competition Makobucake by Diva Krisdayanti” ini mempertandingkan berbagai makanan khas daerahnya masing-masing.

Adalah Af’idatul Mu’asyaroh ( Prodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan) dan Dana Ma’arijta (Prodi Budidaya Perairan) yang keduanya Mahasiswi Unibraw Angkatan 2015 asli Pati mencoba ambil bagian. Mereka menampilkan makanan legendaris nan lezat  ini di Malang.

Dua Mahasiswi asli Pati di Malang memperoleh juara 1 cooking competition yang diselenggarakan oleh Krisdayanti. Foto: Bigraf Triangga

“Alhamdulillah, antusias warga Malang nampak begitu excited dengansego gandul. Inilah yang membuat kami makin bangga menjadi Wong Pati.” kata Af’idatul Mu’asyaroh.

Selain untuk melestarikan warisan leluhur berupa resep kuliner “sego gandul”, dua mahasiswi Pati  anggota IKMP malang Raya ternyata sukses meraih gelar juara 1.

“Meskipun dengan persiapan sederhana, namun kami serius membawa citarasa bumbu gandul yang khas Pati ini supaya lebih dikenal lagi di daerah lain, salah satunya di acara yang diadakan mbak Krisdayanti di Malang Raya ini,” kata Dana Ma’arijta.

Disebut sebagai sego gandul atau nasi gandul adalah karena pada zaman dahulu para penjual sego gandul ini berjualan dengan cara memikul (menggandul atau menggantung) dagangannya.  Selain itu, cara penyajiannya pun tidak langsung pada piring namun dengan beralaskan daun pisang dan sendoknya menggunakan suru (daun pisang yang dilipat kemudian tekut bagian tengahnya).

“Sebenarnya andalan kami mengapa memilih sego gandul karena aroma kuah yang kaya akan rempah-rempah yang harum dan menggugah selera. Tampilannya pun menarik dengan rona khas kecoklatan  manis  pedas. Ya seperti itulah kurang lebih ciri khas Pati. Sing jelas endes gulindes,” sebut dua sahabat ini menggambarkan cita rasa masakannya.

Penulis: Bigraf Triangga/ Jurnalis Warga

Editor: Revan Zaen

BISNIS Kuliner Pati

Manjakan Pelanggan, Resto dan Cafe Goedang Kapoek Juwana Kini lebih Fresh dan Instagramable

Nyaman, asri,luas, dengan dekorasi yang instagramble adalah kesan yang langsung muncul ketika anda memasuki cafe & resto Asy Syifa Goedang Kapoek Juwana. Awalnya, resto ini bernama Resto dan Kopi GK Gedang Kapoek. Resto yang terletak di Depan SMA N 1 Juwana dengan tampilan baru yang lebih segar ini disoft launching pada 24 Desember 2017 lalu.

Yulian Tio Candra atau Mas Tio selaku owner dari Asy Syifa Goedang Kapoek mengungkapkan mengapa nama ini dipakai.

“Pertama Gedang Kapoek itu kan nama sejarah. Yang dulunya goedang kapoek itu gedung miliknya Belanda. Orang Juwana rata-rata mengenalnya. Maka dari itu, setelah kami jadikan cafe & resto kami tetap tidak meninggalkan sejarah kami sertakan pada nama tempat ini,” kata laki-laki 24 tahun lulusan SMA 2 Pati ini.

Menu andalan resto goedang kapoek diantaranya nasi goreng, iga bakar, ikan bakar, dorang kerapu, gurame, dorang. Tapi khasnya kita pakai trasi Juwana yang dikenal enak.

Bersama ibunya, Hj. Suarsih, Mas Tio akhirnya memutuskan untuk merombak total restonya dari yang semula dengan tampilan sederhana menjadi jauh lebih menarik.

“Awalnya kita ndak sengaja ya bikin usaha resto ini. Namanya juga tempat makan baru jadi awalnya ada banyak kendala. Misalnya market yang kurang lancar, masakannya, tempatnya dan beberapa kendala lainnya. Kami evaluasi semuanya lalu kami perbaiki dan ambil solusinya. Akhirnya kami putuskan untuk membuat tempat ini jauh lebih nyaman, sehingga enak menikmati hidangan,” ujar Ibu Sih

“Ini sedang kami kembangkan chinese food,seperti kwetiaw, sapo tahu, bakmi dan beberapa menu chinese food lainnya yang akrab di lidah orang Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu untuk minuman tergolong lengkap, mulai dari jus, kopi, susu, milk shake dan masih banyak lagi.

Berbagai program baru pun dilaunching setelah dekorasinya berubah total. Termasuk manajemennya. Mereka merekrut chef baru dan satu bartender. Asy Syifa Goedang Kapoek juga memiliki program live music tiap malam minggu. Kemudian di salah satu sudutnya disediakan area bermain untuk anak-anak.

“Intinya kami ingin terus berinovasi untuk memanjakan konsumen. Nyaman tempatnya, cocok rasanya. Kami sediakan juga free wifi untuk pengunjung. Jadi untuk kumpul kumpul anak muda juga sangat cocok. Begitu juga dengan keluarga” ungkap Mas Tio.

Parkir di resto dan cafe yang berlokasi di depan SMAN 1 Juwana ini sangat luas. Selain di depan resto, disamping resto terdapat tempat parkir yang sangat luas. Belasan mobil bisa parkir bersamaan ditempat ini. Jam buka resto keluarga ini mulai jam 11.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Punk Nggonane Art

Mas Bedik, Punk Nggonane Art, seniman yang mendekorasi ulang Asy Syifa Goedang Kapoek

Konsep perubahan total ini diserahkan kepada profesional.

“Jadi kami minta tolong desain Mas Bedik dari Punk Nggonane Art, supaya tempat saya ini jadi enak, nyaman, buat anak anak ngobrol, refreshing,” kata Ibu Sih.

Ibu Sih sendiri awalnya tak mengenal sosok mas Bedik yang sudah dikenal profesional dalam merenovasi berbagai rumah, resto, cafe bahkan salon di Pati bahkan sampai luar jawa. Tetap dengan konsep traditional furniture (handmade).

“Awalnya saya nanya ke orang saya, ada nggak orang yang biasa desain interior. Tempatnya dulu yang datar datar saja, sekarang asri nyaman. Jadi pengunjung bisa menikmati hidangan sekaligus refreshing,” imbuhnya.

“Mas bedik menawarkan konsep dan budgetnya, saya lihat desainnya kok ya lumayan, ada beberapa yang ditawarkan trus kami pelajari trus saya setuju. Akhirnya seperti ini, lebih asri dan nyaman,” ungkap Ibu Sih, puas.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Kuliner Pati

Paguyuban Kuliner Pati Minta Masyarakat Waspada Oknum Pengurus Gadungan Yang Minta Iuran

PATI – Niat baik Anggota Paguyuban Kuliner Kabupaten Pati (PKKP) dalam rangka mengembangkan kuliner di Pati ternyata disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab. Mereka dengan mengatasnamakan pengurus PKKP mendatangi calon anggota baru dengan meminta sejumlah uang sebagai syarat pendaftaran.

Hal tersebut terungkap saat Kopdar PKKP di Pasar Pragola Pati, Minggu (26/11). Ketua PKKP, Andre Pramudya dalam sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat umum diminta waspadai oknum tidak bertanggung jawab yang mengaku dari pengurus PKKP. Pasalnya, oknum tersebut meminta sejumlah uang sebagai syarat masuk anggota paguyuban kuliner.

“Padahal, PKKP yang berdiri sejak awal tahun lalu tersebut. Sama sekali tidak pernah meminta kontribusi sebagai syarat masuk menjadi anggota. Hal tersebut diungkapkan dalam Kopdar yang diadakan,” kata Andre

Lebih lanjut Andre menjelaskan, pihaknya memang rutin mengadakan grebek kuliner. Dimana dalam kegiatan itu, pengurus PKKP mendatangi para calon anggota yang berminat untuk bergabung. Syaratnya hanya memiliki usaha kuliner  dan berkomitmen mengembangkan kuliner di Pati.

“Kita sama sekali tidak memungut biaya apapun.Jika ingin bergabung, lanjutnya para pegiat kuliner hanya perlu menghubungi salah satu pengurus dari paguyuban. Atau untuk sementara bisa bergabung dalam grup facebook PKKP dan kemudian menghubungi adminnya,” terang Andre

“Tujuan kita hanyalah untuk memajukan kuliner di Kabupaten Pati. Sehingga kami membuka pintu yang selebar-lebarnya bagi para angota baru. Untuk syaratnya sendiri pun hanya perlu memiliki usaha kuliner,” jelasnya.

Paguyuban Kuliner Kabupaten Pati sendiri didirikan Februari 2017 lalu. Selain melakukan grebeg kuliner, paguyuban ini juga saling bertukar pengalaman, tips, pelatihan bersama hingga menggandeng sejumlah media untuk publikasi kuliner anggotanya.

Salah satu anggota PKKP , Fia, pemilik The Martabak Juwana, merasa senang bisa bergabung,

“Saya senang bisa bergabung sama Paguyuban Kuliner Kab.Pati, pingin juga PKKP ngadain festival kuliner di Pati, semoga PKKP semakin maju dan jaya. The Martabak Juwana juga siap digrebeg,” katanya saat ditemui reporter wartaphoto.net ‘

PKKP sendiri kini sudah memiliki ratusan anggota. Kedepan, event-event kuliner akan diadakan oleh PKKP sehingga kuliner Pati bisa lebih dikenal masyarakat luas

Reporter: Andi Putra, Arton

Editor: Revan Zaen

 

Kuliner Rembang

Warga Tumpah Ruah dalam Grebeg Dumbeg Yang Berjumlah 3101. Ini Makna dan Harapannya!

REMBANG. Ribuan masyarakat Rembang ikut ramaikan grebek dumbeg yang digelar panitia Carnival Batik Lasem pada Sabtu, 18/11/2017. Sebelum grebeg dumbeg  dimulai, dilakukan penyerahan penganan khas Rembang dumbeg dari Camat Lasem Haryono SH kepada Bupati Rembang H.Abdul Hafidz.

Uniknya ribuan dumbeg yang akan diarak berbentuk menyerupai gunungan dengan total dumbeg sebanyak 3101 buah ini mengandung banyak makna bagi warga Rembang itu sendiri.

Kadarwati seksi acara menjelaskan bahwa jumlah 3101 buah dumbeg ini mengandung arti bahwa dimana tahun 1350 Lasem sebagai vasal kerajaan Majapahit dan di tahun 1751 akhir menjadi Kadipaten sehingga keseluruhan jumlahnya 3101. Ini merupakan sebuah nilai sejarah tentang Lasem, ungkapnya.

Selain itu Dian, Mbak Budaya Rembang 2017 menambahkan bahwa event ini bisa mengangkat segala potensi yang ada mulai dari budaya wisata serta ekonomi. Alumni SMAN1 Rembang ini juga berharap agar nantinya event ini lebih bisa ditingkatkan untuk menarik wisatawan yang datang ke Lasem.

Dumbeg sendiri merupakan penganan tradisional ini terbuat dari tepung nasi yang dibumbui dengan gula kelapa yang kemudian dibungkus menggunakan daun bogor (lontar) dengan cara dililitkan menyerupai kerucut. Dumbeg rasanya sangat khas dengan aroma daun lontar sebagai pembungkusnya. Setelah mengalami proses pemanasan, maka bau lontar tersebut meresap ke dalam makanan.

Bahan dasar dumbeg terdiri dari tepung beras, gula pasir/gula aren dan ditambahkan garam serta air pohon nira (legen). Namun, banyak juga yang ditaburi buah nangka/kelapa muda yang dipotong sebesar dadu untuk pelengkap dan variasi rasa.

Harus Inovatif

Dalam kesempatan ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang diwakili oleh Kepala dinas perindustrian dan perdagangan provinsi Jawa Tengah Arif Sambodo, SE., M.Si, bahwa event Lasem Batik Carnival dan grebeg dumbeg ini hanyalah sepenggal dari rangkaian agenda Lasem Festival Pusaka Indonesia yang sangat keren. Selain untuk mempromosikan batik Lasem serta kebudayaan lokal yang dimiliki Lasem.

“Event Lasem Batik Carnival dan grebeg dumbeg ini keren banget. Event ini juga menjadi bagian dari kreativitas dan inovasi dalam rangka memajukan ekonomi masyarakat. Event – event inilah yang harus kita selenggarakan bersama untuk menggerakan lokomotif perekonomian di Jawa Tengah.” kata Arif Sambodo.

Dengan adanya event seperti ini Gubernur juga berharap agar kegiatan ini mampu menjadi destinasi wisata di negeri ini. Sehingga akan memberikan efek domino yang bermanfaat pada aspek ekonomi sosial budaya dan lingkungan dan masa mendatang.

Gubernur juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak yang sudah menyukseskan event ini atas kreasi inovasi dan kerja kerasnya dan berpesan agar kegiatan seperti ini jangan berhenti sampai disini saja.

“Harus dilakukakan evaluasi dan promosi secara berkelanjutan serta jangan lupa kenalkan dunia perbatikan kepada generasi muda. Supaya mereka tidak asing bahkan pangling di negeri sendiri,” pungkasnya.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Inspirasi Bisnis Kuliner

KWT Karya Mulya Kedungbulus Ajarkan Mengolah Okra dan Kelor Jadi Makanan Ringan Bernilai Jual

Muryati (paling kanan) instruktur pelatihan pengolahan sayur okra dan daun kelor menjadi makanan ringan

PATI – Melihat  potensi lingkungan dengan sedikit menambahkan kreasi kreatif ternyata dapat memberikan penghasilan tambahan. Sebut saja Desa Kedungbulus Kecamatan Gembong Pati yang memiliki potensi tanaman sayur okra dan daun kelor. Dari dua tanaman yang biasanya dilihat sebelah mata ternyata bisa diolah menjadi berbagai makanan ringan yang bergizi dan bernilai jual.

Potensi ini dimanfaatkan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati. Mereka mengadakan pelatihan peningkatan teknologi dalam membuat makanan di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong-Pati, Kamis (12/10). Sasarannya adalah puluhan wanita anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Mulya Desa Kedungbulus.

Instruktur pelatihan, Muryati mengatakan bahwa dalam pelatihan itu, dirinya mengambil dua bahan dasar dalam membuat makanan ringan yaitu daun kelor dan sayur okra. Dipilihnya bahan itu sendiri lantaran banyak tersedia di Desa Kedungbulus.

Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Mulya Desa Kedungbulus nampak antusias mempraktikkan hasil pelatihan

“Berhubung di Desa Kedungbulus menjadi sentra budidaya tanaman sayur okra dan kelor maka dalam pelatihan ini kita menggunakan dua bahan itu,” ungkapnya.

Dalam pelatihan tersebut, Para peserta diajarkan dari awal mulai dari pemilihan bahan yang bagus hingga memprosesnya menjadi siap konsumsi.Kedua bahan tersebut pun diolah menjadi berbagai jenis makanan ringan.

“Sayur okra  kita olah menjadi makanan unthuk yuyu, kue garpu, wingko. Sedangkan untuk daun kelor kita olah menjadi bakso, dan widaran,” jelas wirausahawati sukses ini.

Dirinya berharap, dengan diberikannya pelatihan ini masyarakat bisa lebih mengetahui bahwa sayur okra dan daun kelor bisa diolah menjadi berbagai makanan. Selain itu, dirinya juga berharap masyarakat bisa memproduksi makanan ringan, bisa dijual dan mendapat penghasilan tambahan untuk keluarganya,” pungkas Pemilik CV. Mahakarya Mulya ini.

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

Kuliner

Menikmati Hangatnya Kebersamaan Dari Cita Rasa “Sego Kembul” Omah Kuno 1868

Tradisi kumpul bersama, reuni, maupun kopi darat (kopdar) berbagai komunitas lazim dilakukan pada bulan Syawal. Terlebih libur panjang yang diperoleh menjadi momen tepat untuk mengakrabkan kembali dan melepas kangen bersama teman teman seperjuangan.

Suasana kebersamaan bisa diciptakan. Salah satunya dengan menu makanan yang sarat makna namun nikmat dan menghangatkan suasana. Salah satunya Nasi kembul ala Omah Kuno 1868 atau dalam bahasa jawa dikenal dengan istilah kembulan. Metode penyajiannya yang menata nasi dan lauknya berjajar diatas daun sepanjang meja ini memang asik dan sakarang ini mungkin sudah jarang dijumpai.

Pemilik Rumah Makan Omah Kuno 1868 Pati, Budi Kurniawan ingin membantu menghangatkan dan mengakrabkan kembali berbagai komunitas yang telah lama berpisah dengan cita rasa mengingat saat berjuang bersama.

Selain itu,  Budi Kurniawan atau akrab disapa jacksen mengatakan, dirinya sengaja menghadirkan menu kembulan di resto miliknya karna ingin melestarikan budaya Jawa. Dirinya menilai, makan secara kembulan dapat meningkatkan rasa kekuluargaan.

“Ide makan dengan cara kembulan di resto yang pertama kali di Kabupaten Pati mungkin baru Omah Kuno 1868. Dengan makan dengan cara ini tentu akan lebih seru dan menyenangkan,” ungkapnya.

“Makan dengan cara ini umumnya tidak menggunakan sendok dan garpu. Makan langsung dengan tangan beramai-ramai dalam satu wadah di atas daun pisang yang disusun memanjang,” mendeskripsikan menu porsi besar ini.

Untuk menu masakannya pun tak jauh beda pada tempo dulu, yakni terdiri atas nasi, sayuran urap, sambal goreng, suwiran ayam, serta tahu dan tempe. “Untuk paket kembulan sendiri relatif murah, harganya hanya 35 ribu rupiah sampai dengan 75 ribu rupiah tergantung dengan menu yang dipilih,” imbuhnya.

Jacksen menambahkan, nasi kembul memang semakin banyak dipesan komunitas. Menurutnya, permintaan nasi kembul saat Ramadhan kemarin sangat sering. Lebaran ini pun tak kalah sering.

“Mungkin karena konsep Omah Kuno 1868 ini memang unik, luas, dan menunya lain dari yang lain meski harganya terjangkau.” kata pemilik resto yang beralamat di Jalan Diponegoro Pati No. 115 ini.

 

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

Kuliner

Ini Dia Alasan Kenapa Bukber di The Martabak Juwana “Worth It” Banget

Proses pembuatan martabak dengan topping oreo dan keju

JUWANA. Berlokasi ditempat yang mudah dijangkau yakni  Jalan Juwana Jakenan Km 3 RT 1 RW 3 Desa KarangRejo, Juwana, Pati membuat tempat makan sekaligus nongkrong ini menjadi salah satu lokasi yang menarik untuk Anda kunjungi. The Martabak Juwana namanya.

Jika Anda melewati The Martabak Juwana, bisa jadi Anda ragu dengan lokasinya.  Dari depan, dekorasi masih minimalis dan nampak tak begitu luas. Tapi, tunggu dulu, silakan masuk terlebih dahulu, karena lokasinya ternyata luas dan instagramable. Sebelah kanan ada cucian mobil, dan kiri ada praktik dokter dan tepat ditengahnya, The Martabak Juwana.

Platting the martabak juwana yang menggugah selera

“Ya biar surprize lah buat pelanggan the Martabak Juwana. Coba saja mas tulis “the martabak juwana di facebook atau instagram. Disana sudah banyak sekali pelanggan kami yang memposting kunjungan mereka menikmati hidangan sekaligus berfoto booth di The Martabak Juwana. Biasanya kan pada nanya dimana nih lokasinya? kece banget ini”. kata Mbak Fia, Owner The Martabak Juwana.

Sesuai dengan namanya, menu utamanya adalah martabak. Eits, tapi bukan martabak yang seperti biasanya. Martabak dengan ukuran sedang bertabur aneka topping ini semakin menggemaskan dengan lelehan es krim diatasnya. Hidangan pembuka (appetizer) ala The Martabak Juwana ini hanyalah salah satu menu andalan yang cukup ditebus dengan 10ribu saja (untuk topping coklat) dan 12ribu saja (untuk topping keju). Tentu sudah termasuk es krim diatasnya.

Martabak mini coklat ice cream cukup dengan 10k

Martabak mini keju ice cream cukup dengan 12k

The Martabak Juwana sangat cocok untuk acara ulang tahun, reuni, hingga buka bersama. Terlebih disana disediakan tempat parkir yang luas, terdapat gazebo untuk bersantai,  Mushola hingga photo booth area yang akan mengabadikan kesan dan kunjungan Anda di The Martabak Juwana.

Mbak Fia atau dr. Nurul Ummi Rofiah, M.H. adalah sosok dibalik kreator, desainer interior sekaligus head chef di The Martabak Juwana. Dokter yang praktik di RSUD Rembang ini memang hobi masak dari kecil.

Mbak Fia, owner the martabak juwana bersama karyawatinya

“Kalau masak, memang kebetulan udah suka dari kecil. Tiap penasaran bikin menu tertentu langsung saja aku praktikkan meski dari trial and error sampai ketemu racikan yang pas lezatnya. Apalagi martabak. Kalau itu, dari kecil udah jadi makanan favorit jadi ya harus ngerti dan bisa bikinnya dong” imbuh Mbak Fia, yang saat ini sedang proses menyelesaikan studi s3 Hukum di UNTAG Semarang.

Kemunculan resto yang friendly dengan kantong pelajar hingga bisnisman ini baru satu tahun. Namun untuk variasi menu bisa dibilang cukup senior.

“Ya intinya mulai dari hidangan pembuka (appetizer), makanan utama (main course), hingga hidangan penutup (dessert) di The Martabak Juwana lengkap. Tinggal pilih.

Jika Anda penggila  Steak & Pasta menu Spaghetti Cheese With Bolognee atau Chicken Steak With BBQ Sauce bisa Anda nikmati mulai dari 15K.  Sedangkan camilan seperti ceker setan, Tansu Durian, atau Roti bakar es krim bisa anda santap mulai dari 10K. Masih banyak lagi menu lezat yang patut Anda dan teman teman coba.

Minuman aneka jus buah dan mix buah hingga milk shake juga tersedia di The Martabak Juwana.

Bukber Hemat 15K

Khusus ramadhan kali ini, di The Martabak Juwana menawarkan paket khusus yang bernama Paket Berkat TMJ. Berbuka hemat ala The Martabak Juwana hanya 15 ribu. Menunya Nasi, Ayam Goreng Kota, Lalapan+sambal plus es teh. Sangat terjangkau, bahkan kantor pelajar sekalipun.

Selain bisa menikmati hidangan, ada juga free takjil dan free wifi.

“Jadi enak, pelanggan bisa kumpul bukber, sambil nunggu bisa photobooth dulu. Pas adzan maghrib langsung free takjil. Setelah puas langsung upload foto seru-seruan sama teman-teman mumpung free wifi. Oya reservasi lewat 0856-4124-7857 ya biar kami siapkan tempat khusus Anda dan teman-teman.” pungkas Mbak Fia

Reporter: Arton, Zaenal

Editor: Revan Zaen

Kuliner Pati

Omah Kuno 1868, Punya Menu Spesial Bakaran Buat Pemburu Kuliner Malam Hingga Larut

Tempat asik bagi pemburu kuliner malam hingga larut

PATI – Rumah Makan Omah Kuno 1868 yang terletak di Jalan Diponegoro No.115 Pati menjadi pilihan yang menarik untuk berbuka puasa dan sahur. Selain menyajikan menu masakan tradisional Indonesia yang menggugah selera makan, Omah Kuno yang buka dari Jam 09.00 Pagi sampai Jam 04.00 Fajar selama bulan ramadhan ini juga menyajikan olahan makanan yang dibakar setiap malamnya.

Aneka makanan yang dijual dimalam hari pun berbeda dengan yang dijual disiang hari, dari bandeng presto bakar, ayam bakar madu, udang bakar, ikan bakar, nasi goreng, bihun dan bakmi menjadi menu andalan untuk anda yang suka berburu kuliner malam ataupun bersantap sahur di tempat ini.

salah satu menu bakaran omah kuno

Tidak hanya menyajikan menu makanan berat, berbagai cemilan ringan seperti pisang bakar, roti bakar, sosis, kentang dan jagung bakar pun cocok dinikmati dengan berbagai minuman seperti wedang ronde, kopi, wedang jahe, coklat, dan lainnya.

salah satu hidangan yang hanya ada di malam hari, di omah kuno 1868

Tentu aneka menu lezat tersebut pun diimbangi dengan kenyamanan tempat yang diberikan bagi para pengunjung. Nuansa rumah peninggalan belanda yang dibangun pada tahun 1868 ini ditambah dengan tata letak taman yang artistik akan membuat anda semakin nyaman berada disini.

Pemilik Rumah Makan Omah Kuno 1868, Budi Kurniawan mengungkapkan, kedepan rumah makannya akan selalu buka dari pagi sampai larut malam. Pilahan itu diambil untuk memenuhi permintaan pelanggannya yang nyaman berada di Omah Kuno sampai larut malam.

“Masih jarang rumah makan yang buka sampai larut malam, padahal masyarakat Kabupaten Pati banyak yang suka berburu kuliner di malam hari. Maka dari itu kita juga buka sampai larut malam, tentu dengan menu makanan yang lezat dan menggugah selera,” ungkapnya.

Sementara itu, Erna salah satu pelanggan Omah Kuno 1868 mengatakan, dirinya dan teman-temannya memang sering berkunjung di Omah Kuno 1868 Pati. Bahkan dirinya mengaku sudah menjadi pelanggan tetap di rumah makan ini sejak pertama kali buka enam bulan lalu.

Omah Kuni 1868, cocok buat segala usia

“Sering banget makan dan nongkrong disini sama teman-teman. Apalagi sekarang bukanya sampai jam 4 Pagi. Jadi bisa sekalian sahur disini,” ujarnya.

Perlu diketahui, Omah Kuno 1868 selain meyajikan berbagai menu makanan yang lezat. Rumah makan ini juga menyediakan tempat pagi pelanggan yang ingin menggelar pesta pernikahan dengan tema outdoor, arisan, reuni, ulang tahun, dan masih bayak lagi

 

Penulis: Andi Putra
Editor: Revan Zaen
Kuliner

Rekomendasi Tempat Bukber Yang Artistik, Sajian Tradisional Nusantara, Harga Terjangkau; Omah Kuno 1868

 

PATI – Kembali ke tempo dulu. Begitulah kesan pertama ketika masuk kedalam rumah makan “Omah Kuno 1868” yang beralamat di Jalan Diponegoro No. 115 Pati. Aneka menu tradisional nusantara tersaji disana. Ada kepala manyung, kepiting kare pedas, garang asem, ayam Lombok hijau, dan beragam masakan lainnya disajikan dengan konsep prasmanan.

Selain makanannya yang menggugah selera, rumah makan yang baru dibuka lima bulan lalu ini pun memiliki tata letak yang artistik. Bangunan kuno jaman belanda yang dipadukan dengan taman bonsai dibelakang rumah makan membuat orang semakin nyaman berada tempat itu. Cocok sekali bagi Anda yang hobi mengabadikan segala kegiatan dengan berfoto bersama. Semua sudut di Omah Kuni 1868 sangat artistik dibuat latar gambar foto Anda dan sahabat.

Pemilik Omah Kuno 1868, Budi Kurniawan mengungkapkan, dirinya ingin membuat tema rumah makan yang nyaman. Maka dari itu konsepnya dibuat prasmanan, sehingga orang bisa leluasa mengambil makanan layaknya dirumah sendiri.

“Disini orang bisa bebas mengambil makanan yang disukainya. Jadi mereka bisa menganggap Omah Kuno seperti rumahnya sendiri,” ungkapnya.

Rumah makan yang buka setiap hari itu pun memiliki harga makanan yang terjangkau. Mulai dari harga Rp 3.000 hingga Rp 60.000 membuat rumah makan ini bisa terjangkau oleh semua kalangan.

“Artinya sedulur  bisa mengira sendiri budget yang akan dikeluarkan. Dengan rentang harga variatif ini sedulur bisa mengajak teman ngopi, teman kantor, hingga atasan Omah Kuno 1868.” lanjut Budi

“Kami ingin membangkitkan gairah kuliner tradisional khas Nusantara di Pati. Semua masakan diolah ibu-ibu dengan resep khusus tradisional. Kami ingin memberikan satu nuansa rumah makan yang berbeda di Pati,” pungkasnya.

Selain menjadi rumah makan yang nyaman, berbagai acara pun bisa diadakan di Omah Kuno. Mulai dari arisan, buka bersama, reuni, ulang tahun, dan acara pernikahan dengan konsep luar ruangan pun bisa diadakan disini.

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

Kuliner

6 Bakso Paling Nge-Hits Dan Melegenda di Pati Berikut Sayang Banget Jika Kamu Lewatkan

wartaphoto.net – Jika disuruh menyebutkan apa ciri khas makanan Pati? yup benar. Ada 3 hal yakni berkuah, biasanya bersantan, dan pedas. Tak semuanya memenuhi 3 unsur tersebut tapi khas pedas agak sulit ditinggalkan. Begitu pula dengan makanan sejuta umat yang sudah dikenal secara internasional. Bakso!
Bakso memang bukan makanan khas Pati. Makanan ini telah menjadi kuliner khas dari kota lain seperti Wonogiri dan Malang. Namun bakso termasuk makanan yang digandrungi banyak warga Pati. Ini mungkin karena orang Pati yang suka dengan makanan berkuah.
Bahkan popularitas bakso yang legendaris dan hits di Pati bisa mengalahkan Bakso Arema khas Malang yang ada di kota ini. Entah apa yang membedakan bakso di Pati dengan kota lainnya. Mungkin karena rasa kaldu daging yang kuat serta bakso yang lebih berbumbu. Beberapa bakso di Pati juga cukup unik.
Berikut ini 6 bakso legendaris dan hits yang sayang kamu lewatkan jika berada di Pati.
1. Bakso Slamet
 Ini adalah Bakso yang cukup legendaris di Pati. Kadang orang Pati yang sudah bertahun-tahun merantau ketika mudik pasti menyempatkan makan di Bakso Slamet. Bakso milik Pak Slamet ini sudah sangat terkenal, dan memang legendaris di kalangan warga Pati.
Meskipun bisnis kuliner ini telahd iturunkan pada penerusnya namun “Bakso Slamet” tetap masih eksis dan banyak diminati. Hebatnya, Bakso Pak Slamet ini sekarang tetap bertahan dengan hanya memiliki satu kios. Dulu Pak Slamet juga jualan di depan rumahnya (belakang Luwes-red). Namun sepertinya sekarang hanya buka di kios selatan kampus Amik AKI. Di sini minumannya juga ada dawet.
 
2. Spesial Bakso Maknyus (SBM)
 Kalau yang ini adalah salah satu bakso unik yang ada di Pati. Bakso ini memakai Iga sapi sebagai bahan pelengkapnya. Jadi kalian tidak hanya makan bola daging. Ada Iga bakar, Petis Iga dan Iga Tangkar yang bisa menemani makan bakso kalian.
Karena keunikannya ini, Spesial Bakso Maknyus (SBM) jadi bakso yang hits banget di Kota Pati. Hal ini membuat semakin banyak varian baksodi Pati Bumi Mina Tani. Lokasinya yang asli berada di Desa Dadirejo, Dk. Bletek, Margorejo. SBM sudah buka cabang di beberapa tempat lainnya. Seperti di Juwana, selatan terminal Pati dan Semarang. Harganya bakso di sana mulai dari Rp 7.000 sampai Rp 18.000.
3. Bakso Gelora 45
Selain disebut Bakso Gelora 45, ada juga yang bilang Bakso Pak Mul. Kenapa disebut Bakso Gelora 45? Karena dulu awal jualannya di ex-bangunan bioskop Gelora 45. Sekarang Pak Mul, penjualnya sudah pindah tempat dan membuka lapaknya di 100 meter barat bioskop.
Soal rasa dijamin bakal ketagihan dan harganya juga relatif terjangkau. Yang spesial di Bakso Pak Mul ini adalah bakso goreng nya. Sama seperti Bakso Pak Slamet, juga ada dawet di menu minuman Bakso Gelora 45.
4. Bakso Lek Kidi
Kalau lagi jalan-jalan di Pati kalian juga harus nyobain bakso nya Pak Kidi. Banyak orang merekomendasikan bakso yang berlokasi di Desa Randukuning ini. Warungnya berada di utara Masjid Randukuning. Ini termasuk bakso yang hits di Pati.
Kalian akan menemukan deretan banyak motor parkir di depan warung Bakso Lek Kidi. Soal rasa dan harga 11-12 dengan Bakso Pak Mul. Selain itu tempatnya juga nyaman dan teduh.
5. Bakso Super
Kalian mau makan dengan porsi yang gila? Bakso Super inilah jawabannya. Warung bakso yang berlokasi di depan SMA Negeri 1 Pati ini memang porsinya jumbo. Ada yang yang bilang porsinya bisa membuat kenyang lebih dari 12 jam. Selain bakso, di sini juga menjual mie ayam dengan porsi yang banyak.
Banyak orang yang rela antri untuk membeli bakso dengan porsi jumbo ini. Meskipun porsinya banyak, namun harga yang dipatok cukup terjangkau. Seporsi mie ayam bakso di harganya Rp 12.000.
6. Bakso Pojok Pak Tris
Bakso ini juga bisa dibilang cukup legendaris di Kabupaten Pati, khususnya di daerah Juwana. Kalau kamu ada yang sedang lewat Juwana bisa mampir di Bakso Pojok Pak Tris. Lokasinya terletak di Juwana, pojok dekat jembatan (Bakso Pak Tris). Spesialnya di Bakso Pak Tris Juwana ini adalah balungannya. Itu yang membuat perantau dari Pati menjadi kangen dan pasti mencicipi bakso ini waktu pulang kampung.
Ada beberapa bakso lainnya yang tersebar di berbagai daerah di Kabupaten Pati yang legedaris, enak, dan patut untuk dicoba. Namun terleih dahulu coba keenam bakso di atas jika kalian sedang berada di Pati. Sayang sekali jika kalian tidak mencobanya dan melewatkannya begitu saja.

Penulis: Adit/ MakandiPati (IG)

(Kontributor kuliner wartaphoto.net)

Editor: Revan Zaen