Kategori: Kuliner

Permalink ke Menikmati Hangatnya Kebersamaan Dari Cita Rasa “Sego Kembul” Omah Kuno 1868
Kuliner

Menikmati Hangatnya Kebersamaan Dari Cita Rasa “Sego Kembul” Omah Kuno 1868

Tradisi kumpul bersama, reuni, maupun kopi darat (kopdar) berbagai komunitas lazim dilakukan pada bulan Syawal. Terlebih libur panjang yang diperoleh menjadi momen tepat untuk mengakrabkan kembali dan melepas kangen bersama teman teman seperjuangan.

Suasana kebersamaan bisa diciptakan. Salah satunya dengan menu makanan yang sarat makna namun nikmat dan menghangatkan suasana. Salah satunya Nasi kembul ala Omah Kuno 1868 atau dalam bahasa jawa dikenal dengan istilah kembulan. Metode penyajiannya yang menata nasi dan lauknya berjajar diatas daun sepanjang meja ini memang asik dan sakarang ini mungkin sudah jarang dijumpai.

Pemilik Rumah Makan Omah Kuno 1868 Pati, Budi Kurniawan ingin membantu menghangatkan dan mengakrabkan kembali berbagai komunitas yang telah lama berpisah dengan cita rasa mengingat saat berjuang bersama.

Selain itu,  Budi Kurniawan atau akrab disapa jacksen mengatakan, dirinya sengaja menghadirkan menu kembulan di resto miliknya karna ingin melestarikan budaya Jawa. Dirinya menilai, makan secara kembulan dapat meningkatkan rasa kekuluargaan.

“Ide makan dengan cara kembulan di resto yang pertama kali di Kabupaten Pati mungkin baru Omah Kuno 1868. Dengan makan dengan cara ini tentu akan lebih seru dan menyenangkan,” ungkapnya.

“Makan dengan cara ini umumnya tidak menggunakan sendok dan garpu. Makan langsung dengan tangan beramai-ramai dalam satu wadah di atas daun pisang yang disusun memanjang,” mendeskripsikan menu porsi besar ini.

Untuk menu masakannya pun tak jauh beda pada tempo dulu, yakni terdiri atas nasi, sayuran urap, sambal goreng, suwiran ayam, serta tahu dan tempe. “Untuk paket kembulan sendiri relatif murah, harganya hanya 35 ribu rupiah sampai dengan 75 ribu rupiah tergantung dengan menu yang dipilih,” imbuhnya.

Jacksen menambahkan, nasi kembul memang semakin banyak dipesan komunitas. Menurutnya, permintaan nasi kembul saat Ramadhan kemarin sangat sering. Lebaran ini pun tak kalah sering.

“Mungkin karena konsep Omah Kuno 1868 ini memang unik, luas, dan menunya lain dari yang lain meski harganya terjangkau.” kata pemilik resto yang beralamat di Jalan Diponegoro Pati No. 115 ini.

 

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Ini Dia Alasan Kenapa Bukber di The Martabak Juwana “Worth It” Banget
Kuliner

Ini Dia Alasan Kenapa Bukber di The Martabak Juwana “Worth It” Banget

Proses pembuatan martabak dengan topping oreo dan keju

JUWANA. Berlokasi ditempat yang mudah dijangkau yakni  Jalan Juwana Jakenan Km 3 RT 1 RW 3 Desa KarangRejo, Juwana, Pati membuat tempat makan sekaligus nongkrong ini menjadi salah satu lokasi yang menarik untuk Anda kunjungi. The Martabak Juwana namanya.

Jika Anda melewati The Martabak Juwana, bisa jadi Anda ragu dengan lokasinya.  Dari depan, dekorasi masih minimalis dan nampak tak begitu luas. Tapi, tunggu dulu, silakan masuk terlebih dahulu, karena lokasinya ternyata luas dan instagramable. Sebelah kanan ada cucian mobil, dan kiri ada praktik dokter dan tepat ditengahnya, The Martabak Juwana.

Platting the martabak juwana yang menggugah selera

“Ya biar surprize lah buat pelanggan the Martabak Juwana. Coba saja mas tulis “the martabak juwana di facebook atau instagram. Disana sudah banyak sekali pelanggan kami yang memposting kunjungan mereka menikmati hidangan sekaligus berfoto booth di The Martabak Juwana. Biasanya kan pada nanya dimana nih lokasinya? kece banget ini”. kata Mbak Fia, Owner The Martabak Juwana.

Sesuai dengan namanya, menu utamanya adalah martabak. Eits, tapi bukan martabak yang seperti biasanya. Martabak dengan ukuran sedang bertabur aneka topping ini semakin menggemaskan dengan lelehan es krim diatasnya. Hidangan pembuka (appetizer) ala The Martabak Juwana ini hanyalah salah satu menu andalan yang cukup ditebus dengan 10ribu saja (untuk topping coklat) dan 12ribu saja (untuk topping keju). Tentu sudah termasuk es krim diatasnya.

Martabak mini coklat ice cream cukup dengan 10k

Martabak mini keju ice cream cukup dengan 12k

The Martabak Juwana sangat cocok untuk acara ulang tahun, reuni, hingga buka bersama. Terlebih disana disediakan tempat parkir yang luas, terdapat gazebo untuk bersantai,  Mushola hingga photo booth area yang akan mengabadikan kesan dan kunjungan Anda di The Martabak Juwana.

Mbak Fia atau dr. Nurul Ummi Rofiah, M.H. adalah sosok dibalik kreator, desainer interior sekaligus head chef di The Martabak Juwana. Dokter yang praktik di RSUD Rembang ini memang hobi masak dari kecil.

Mbak Fia, owner the martabak juwana bersama karyawatinya

“Kalau masak, memang kebetulan udah suka dari kecil. Tiap penasaran bikin menu tertentu langsung saja aku praktikkan meski dari trial and error sampai ketemu racikan yang pas lezatnya. Apalagi martabak. Kalau itu, dari kecil udah jadi makanan favorit jadi ya harus ngerti dan bisa bikinnya dong” imbuh Mbak Fia, yang saat ini sedang proses menyelesaikan studi s3 Hukum di UNTAG Semarang.

Kemunculan resto yang friendly dengan kantong pelajar hingga bisnisman ini baru satu tahun. Namun untuk variasi menu bisa dibilang cukup senior.

“Ya intinya mulai dari hidangan pembuka (appetizer), makanan utama (main course), hingga hidangan penutup (dessert) di The Martabak Juwana lengkap. Tinggal pilih.

Jika Anda penggila  Steak & Pasta menu Spaghetti Cheese With Bolognee atau Chicken Steak With BBQ Sauce bisa Anda nikmati mulai dari 15K.  Sedangkan camilan seperti ceker setan, Tansu Durian, atau Roti bakar es krim bisa anda santap mulai dari 10K. Masih banyak lagi menu lezat yang patut Anda dan teman teman coba.

Minuman aneka jus buah dan mix buah hingga milk shake juga tersedia di The Martabak Juwana.

Bukber Hemat 15K

Khusus ramadhan kali ini, di The Martabak Juwana menawarkan paket khusus yang bernama Paket Berkat TMJ. Berbuka hemat ala The Martabak Juwana hanya 15 ribu. Menunya Nasi, Ayam Goreng Kota, Lalapan+sambal plus es teh. Sangat terjangkau, bahkan kantor pelajar sekalipun.

Selain bisa menikmati hidangan, ada juga free takjil dan free wifi.

“Jadi enak, pelanggan bisa kumpul bukber, sambil nunggu bisa photobooth dulu. Pas adzan maghrib langsung free takjil. Setelah puas langsung upload foto seru-seruan sama teman-teman mumpung free wifi. Oya reservasi lewat 0856-4124-7857 ya biar kami siapkan tempat khusus Anda dan teman-teman.” pungkas Mbak Fia

Reporter: Arton, Zaenal

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Omah Kuno 1868, Punya Menu Spesial Bakaran Buat Pemburu Kuliner Malam Hingga Larut
Kuliner, Pati

Omah Kuno 1868, Punya Menu Spesial Bakaran Buat Pemburu Kuliner Malam Hingga Larut

Tempat asik bagi pemburu kuliner malam hingga larut

PATI – Rumah Makan Omah Kuno 1868 yang terletak di Jalan Diponegoro No.115 Pati menjadi pilihan yang menarik untuk berbuka puasa dan sahur. Selain menyajikan menu masakan tradisional Indonesia yang menggugah selera makan, Omah Kuno yang buka dari Jam 09.00 Pagi sampai Jam 04.00 Fajar selama bulan ramadhan ini juga menyajikan olahan makanan yang dibakar setiap malamnya.

Aneka makanan yang dijual dimalam hari pun berbeda dengan yang dijual disiang hari, dari bandeng presto bakar, ayam bakar madu, udang bakar, ikan bakar, nasi goreng, bihun dan bakmi menjadi menu andalan untuk anda yang suka berburu kuliner malam ataupun bersantap sahur di tempat ini.

salah satu menu bakaran omah kuno

Tidak hanya menyajikan menu makanan berat, berbagai cemilan ringan seperti pisang bakar, roti bakar, sosis, kentang dan jagung bakar pun cocok dinikmati dengan berbagai minuman seperti wedang ronde, kopi, wedang jahe, coklat, dan lainnya.

salah satu hidangan yang hanya ada di malam hari, di omah kuno 1868

Tentu aneka menu lezat tersebut pun diimbangi dengan kenyamanan tempat yang diberikan bagi para pengunjung. Nuansa rumah peninggalan belanda yang dibangun pada tahun 1868 ini ditambah dengan tata letak taman yang artistik akan membuat anda semakin nyaman berada disini.

Pemilik Rumah Makan Omah Kuno 1868, Budi Kurniawan mengungkapkan, kedepan rumah makannya akan selalu buka dari pagi sampai larut malam. Pilahan itu diambil untuk memenuhi permintaan pelanggannya yang nyaman berada di Omah Kuno sampai larut malam.

“Masih jarang rumah makan yang buka sampai larut malam, padahal masyarakat Kabupaten Pati banyak yang suka berburu kuliner di malam hari. Maka dari itu kita juga buka sampai larut malam, tentu dengan menu makanan yang lezat dan menggugah selera,” ungkapnya.

Sementara itu, Erna salah satu pelanggan Omah Kuno 1868 mengatakan, dirinya dan teman-temannya memang sering berkunjung di Omah Kuno 1868 Pati. Bahkan dirinya mengaku sudah menjadi pelanggan tetap di rumah makan ini sejak pertama kali buka enam bulan lalu.

Omah Kuni 1868, cocok buat segala usia

“Sering banget makan dan nongkrong disini sama teman-teman. Apalagi sekarang bukanya sampai jam 4 Pagi. Jadi bisa sekalian sahur disini,” ujarnya.

Perlu diketahui, Omah Kuno 1868 selain meyajikan berbagai menu makanan yang lezat. Rumah makan ini juga menyediakan tempat pagi pelanggan yang ingin menggelar pesta pernikahan dengan tema outdoor, arisan, reuni, ulang tahun, dan masih bayak lagi

 

Penulis: Andi Putra
Editor: Revan Zaen
Permalink ke Rekomendasi Tempat Bukber Yang Artistik, Sajian Tradisional Nusantara, Harga Terjangkau; Omah Kuno 1868
Kuliner

Rekomendasi Tempat Bukber Yang Artistik, Sajian Tradisional Nusantara, Harga Terjangkau; Omah Kuno 1868

 

PATI – Kembali ke tempo dulu. Begitulah kesan pertama ketika masuk kedalam rumah makan “Omah Kuno 1868” yang beralamat di Jalan Diponegoro No. 115 Pati. Aneka menu tradisional nusantara tersaji disana. Ada kepala manyung, kepiting kare pedas, garang asem, ayam Lombok hijau, dan beragam masakan lainnya disajikan dengan konsep prasmanan.

Selain makanannya yang menggugah selera, rumah makan yang baru dibuka lima bulan lalu ini pun memiliki tata letak yang artistik. Bangunan kuno jaman belanda yang dipadukan dengan taman bonsai dibelakang rumah makan membuat orang semakin nyaman berada tempat itu. Cocok sekali bagi Anda yang hobi mengabadikan segala kegiatan dengan berfoto bersama. Semua sudut di Omah Kuni 1868 sangat artistik dibuat latar gambar foto Anda dan sahabat.

Pemilik Omah Kuno 1868, Budi Kurniawan mengungkapkan, dirinya ingin membuat tema rumah makan yang nyaman. Maka dari itu konsepnya dibuat prasmanan, sehingga orang bisa leluasa mengambil makanan layaknya dirumah sendiri.

“Disini orang bisa bebas mengambil makanan yang disukainya. Jadi mereka bisa menganggap Omah Kuno seperti rumahnya sendiri,” ungkapnya.

Rumah makan yang buka setiap hari itu pun memiliki harga makanan yang terjangkau. Mulai dari harga Rp 3.000 hingga Rp 60.000 membuat rumah makan ini bisa terjangkau oleh semua kalangan.

“Artinya sedulur  bisa mengira sendiri budget yang akan dikeluarkan. Dengan rentang harga variatif ini sedulur bisa mengajak teman ngopi, teman kantor, hingga atasan Omah Kuno 1868.” lanjut Budi

“Kami ingin membangkitkan gairah kuliner tradisional khas Nusantara di Pati. Semua masakan diolah ibu-ibu dengan resep khusus tradisional. Kami ingin memberikan satu nuansa rumah makan yang berbeda di Pati,” pungkasnya.

Selain menjadi rumah makan yang nyaman, berbagai acara pun bisa diadakan di Omah Kuno. Mulai dari arisan, buka bersama, reuni, ulang tahun, dan acara pernikahan dengan konsep luar ruangan pun bisa diadakan disini.

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

Permalink ke 6 Bakso Paling Nge-Hits Dan Melegenda di Pati Berikut Sayang Banget Jika Kamu Lewatkan
Kuliner

6 Bakso Paling Nge-Hits Dan Melegenda di Pati Berikut Sayang Banget Jika Kamu Lewatkan

wartaphoto.net – Jika disuruh menyebutkan apa ciri khas makanan Pati? yup benar. Ada 3 hal yakni berkuah, biasanya bersantan, dan pedas. Tak semuanya memenuhi 3 unsur tersebut tapi khas pedas agak sulit ditinggalkan. Begitu pula dengan makanan sejuta umat yang sudah dikenal secara internasional. Bakso!
Bakso memang bukan makanan khas Pati. Makanan ini telah menjadi kuliner khas dari kota lain seperti Wonogiri dan Malang. Namun bakso termasuk makanan yang digandrungi banyak warga Pati. Ini mungkin karena orang Pati yang suka dengan makanan berkuah.
Bahkan popularitas bakso yang legendaris dan hits di Pati bisa mengalahkan Bakso Arema khas Malang yang ada di kota ini. Entah apa yang membedakan bakso di Pati dengan kota lainnya. Mungkin karena rasa kaldu daging yang kuat serta bakso yang lebih berbumbu. Beberapa bakso di Pati juga cukup unik.
Berikut ini 6 bakso legendaris dan hits yang sayang kamu lewatkan jika berada di Pati.
1. Bakso Slamet
 Ini adalah Bakso yang cukup legendaris di Pati. Kadang orang Pati yang sudah bertahun-tahun merantau ketika mudik pasti menyempatkan makan di Bakso Slamet. Bakso milik Pak Slamet ini sudah sangat terkenal, dan memang legendaris di kalangan warga Pati.
Meskipun bisnis kuliner ini telahd iturunkan pada penerusnya namun “Bakso Slamet” tetap masih eksis dan banyak diminati. Hebatnya, Bakso Pak Slamet ini sekarang tetap bertahan dengan hanya memiliki satu kios. Dulu Pak Slamet juga jualan di depan rumahnya (belakang Luwes-red). Namun sepertinya sekarang hanya buka di kios selatan kampus Amik AKI. Di sini minumannya juga ada dawet.
 
2. Spesial Bakso Maknyus (SBM)
 Kalau yang ini adalah salah satu bakso unik yang ada di Pati. Bakso ini memakai Iga sapi sebagai bahan pelengkapnya. Jadi kalian tidak hanya makan bola daging. Ada Iga bakar, Petis Iga dan Iga Tangkar yang bisa menemani makan bakso kalian.
Karena keunikannya ini, Spesial Bakso Maknyus (SBM) jadi bakso yang hits banget di Kota Pati. Hal ini membuat semakin banyak varian baksodi Pati Bumi Mina Tani. Lokasinya yang asli berada di Desa Dadirejo, Dk. Bletek, Margorejo. SBM sudah buka cabang di beberapa tempat lainnya. Seperti di Juwana, selatan terminal Pati dan Semarang. Harganya bakso di sana mulai dari Rp 7.000 sampai Rp 18.000.
3. Bakso Gelora 45
Selain disebut Bakso Gelora 45, ada juga yang bilang Bakso Pak Mul. Kenapa disebut Bakso Gelora 45? Karena dulu awal jualannya di ex-bangunan bioskop Gelora 45. Sekarang Pak Mul, penjualnya sudah pindah tempat dan membuka lapaknya di 100 meter barat bioskop.
Soal rasa dijamin bakal ketagihan dan harganya juga relatif terjangkau. Yang spesial di Bakso Pak Mul ini adalah bakso goreng nya. Sama seperti Bakso Pak Slamet, juga ada dawet di menu minuman Bakso Gelora 45.
4. Bakso Lek Kidi
Kalau lagi jalan-jalan di Pati kalian juga harus nyobain bakso nya Pak Kidi. Banyak orang merekomendasikan bakso yang berlokasi di Desa Randukuning ini. Warungnya berada di utara Masjid Randukuning. Ini termasuk bakso yang hits di Pati.
Kalian akan menemukan deretan banyak motor parkir di depan warung Bakso Lek Kidi. Soal rasa dan harga 11-12 dengan Bakso Pak Mul. Selain itu tempatnya juga nyaman dan teduh.
5. Bakso Super
Kalian mau makan dengan porsi yang gila? Bakso Super inilah jawabannya. Warung bakso yang berlokasi di depan SMA Negeri 1 Pati ini memang porsinya jumbo. Ada yang yang bilang porsinya bisa membuat kenyang lebih dari 12 jam. Selain bakso, di sini juga menjual mie ayam dengan porsi yang banyak.
Banyak orang yang rela antri untuk membeli bakso dengan porsi jumbo ini. Meskipun porsinya banyak, namun harga yang dipatok cukup terjangkau. Seporsi mie ayam bakso di harganya Rp 12.000.
6. Bakso Pojok Pak Tris
Bakso ini juga bisa dibilang cukup legendaris di Kabupaten Pati, khususnya di daerah Juwana. Kalau kamu ada yang sedang lewat Juwana bisa mampir di Bakso Pojok Pak Tris. Lokasinya terletak di Juwana, pojok dekat jembatan (Bakso Pak Tris). Spesialnya di Bakso Pak Tris Juwana ini adalah balungannya. Itu yang membuat perantau dari Pati menjadi kangen dan pasti mencicipi bakso ini waktu pulang kampung.
Ada beberapa bakso lainnya yang tersebar di berbagai daerah di Kabupaten Pati yang legedaris, enak, dan patut untuk dicoba. Namun terleih dahulu coba keenam bakso di atas jika kalian sedang berada di Pati. Sayang sekali jika kalian tidak mencobanya dan melewatkannya begitu saja.

Penulis: Adit/ MakandiPati (IG)

(Kontributor kuliner wartaphoto.net)

Editor: Revan Zaen

Permalink ke 8 Makanan Berkuah Khas Pati Yang Pedas Gurih Legendaris. Berani Coba? Awas  Baper!
Kuliner

8 Makanan Berkuah Khas Pati Yang Pedas Gurih Legendaris. Berani Coba? Awas Baper!

Harus diakui Nasi Gandul telah menjadi ciri khas Pati sejak lama. Bahkan popularitas Nasi Gandul melebihi daerah asalnya sendiri. Itu terbukti dari eksis-nya penjual nasi gandul di berbagai kota lain. Seperti Yogyakarta, Jakarta, Solo dan Semarang. Namun,  tahukah Anda kalau kuliner khas Pati itu tidak hanya nasi gandul saja yang wajib dicoba?

Kabupaten Pati itu surganya kuliner. Banyak makanan khas Pati yang mungkin saja belum Anda kenal bahkan belum pernah mencobanya? Kali ini kami, Makan di Pati, kontributor wartaphoto.net untuk kuliner khas Pati akan keluyuran dulu untuk menyuguhkan 8 makanan berkuah atau bersantan. Kenapa? Barang kali ini ada kaitannya dengan julukan Pati Pesantenan ya? Ada kata Santen/ santan.

Berikut 8 kuliner khas Pati, yang berkuah, rata-rata bercitarasa pedas dan bumbu yang kuat.

  1. PETIS RUNTING

Petis Runting ini makanan khas Desa Runting berbahan daging kambing. Sensasinya mirip dengan gulai. Namun bedanya Petis Runting lebih kental dan kuahnya gelap. Kuah Petis bisa kental karena dicampur dengan tepung beras.

Harga Petis Runting pada masing-masing warung berbeda. Berbeda desa berbeda harga. Beda harga beda kualitas tentunya. Kalau mau yang asli harus di Dusun Runting, Tambaharjo. Petis biasa dimakan dengan sate, kikil, lidah atau jeroan lainnya.

  1. SEGO TEWEL

Setelah dari Pati bagian Utara kita menuju ke bagian selatan. Di Tambakromo, ada kuliner khas Pati yang juga berkuah. Sekarang sudah cukup terkenal. Bahkan kadang pelancong dari luar kota yang lewat jalur Pati-Purwodadi sering mampir ke sini.

Dia adalah Sego Tewel. Bukan sayur lodeh biasa. Sego Tewel yang berasal dari Kec Tambakromo ini jadi salah satu referensi makanan khas Pati selain Nasi Gandul. Sego Tewel dimakan di atas daun jati dengan gorengan sebagai lauk pelengkapnya.

Warung Sego Tewel yang khas berada di Desa Ngerang, Tambakromo. Ada beberapa warung Sego Tewel di desa tersebut. Namun yang paling ramai adalah Warung Ijo milik Bu Siti. Di Warung Ijo Sego Tewel ini, kalian akan menikmati suasana makan yang unik, langsung di dekat dapur tempat penjualnya memasak. Ini jadi sebuah sensasi tersendiri. Warung Ijo Sego Tewel Bu Siti ini buka mulai sore sampai malam. Seporsi Sego Tewel harganya cuma Rp 5.000 saja.

  1. OPOR SAUDAH

Kuliner khas Pati selanjutnya adalah Opor Ayam Bu Saudah. Lokasinya ada di Kecamatan Gunungwungkal. Sepintas seperti opor ayam biasa. Namun yang bikin nagih adalah porsi potongan ayamnya. “Ayamnya segede gaban”. Ada yang bilang seperti itu.

Lauk lainnya ada tahu, sayur tewel, sambel, dan tempe goreng yang juga lezat. Buat kalian yang mau ke sini letak warungnya tak jauh dari Polsek Gunungwungkal. Nanti tinggal tanya warga sekitar saja jika sudah di dekat Polsek. Harganya mulai dari Rp 10.000 saja. Kalau tambah lauk atau potongan daging ayam harganya juga beda.

  1. SOTO KEMIRI

Soto Kemiri juga merupakan kuliner khas Pati. Rasanya bisa dibilang jauh lebih nikmat dibanding soto ayam pada umumnya. Kaldu dan bumbu Soto Kemiri lebih terasa. Uniknya, Soto Kemiri menggunakan porsi mangkok kecil. Begitu juga dengan lauk ayamnya yang berukuran kecil dibumbu kuning. Lauk ayam kecil khas Soto Kemiri ini sering membuat kangen orang Pati yang merantau.

Disebut dengan Soto Kemiri karena kebanyakan penjualnya berasal dari Desa Kemiri, Kecamatan Pati. Warung penjual Soto Kemiri banyak dijumpai di beberapa pusat kuliner di Pati. Seperti Alun-alun Simpang Lima Pati, Pujasera Puri (sebelah GOR), dan sekitar terminal dan pasar di kota Pati. Harganya juga cukup terjangkau.

  1. MANGUT NDAS MANYUNG

Gokil, satu kata yang pas untuk makanan khas Pati yang satu ini. Mangut Ndas Manyung atau Mangut Kepala Manyung. Satu porsinya bisa buat makan hingga empat orang. Pedasnya cabe plus merica yang kuat jadi ciri khas kuliner khas dari Kecamatan Juwana ini. Harga seporsi Mangut Kepala Manyung ini memang terbilang cukup mahal. Sekitar Rp 30.000 sampai Rp 40.000 tergantung ukuran kepala ikan manyung.

Tapi itu sepadan dengan kepuasan yang kita dapat. Tips untuk makan kepala manyung ini. Pertama, sedia tisu yang banyak karena kamu akan sangat berkeringat karena sensasi pedasnya. Kedua, pesan minum es, jangan minuman hangat. Ketiga, ajak teman untuk bantu menghabiskannya. Kamu bakal kewalahan untuk menghabiskan sendiri.

Warung Mangut Kepala Manyung beberapa dijumpai di sepanjang Jalan Pantura Kabupaten Pati dan daerah Juwana. Namun kami merekomendasikan Warung Kepala Manyung Sederhana di depan Polsek Juwana yang biasanya buka dari jam 7 pagi sampai 9 malam. Wajib dicoba bagi penggila makanan pedas.

  1. SOP PASAR ROGOWANGSAN

Tidak ada yang terlalu spesial dengan makanan ini. Seperti Sop pada umumnya, tapi entah mengapa makanan ini cukup legendaris. Lokasinya berada di barat Pasar Rogowangsan. Kalau dari Alun-alun Simpang Lima Pati ke arah selatan, lampu merah pertama belok kiri. Warungnya berada di selatan jalan.

Makanan ini cocok sekali untuk menu sarapan. Mungkin yang spesial di sini adalah lauknya yang bisa pilih sendiri. Seperti memilih lauk di Nasi Gandul. Kalau belum berubah, harga seporsi Sop ini Rp 5.000, untuk lauk paru, babat atau daging Rp 10.000.

7.EMPEK-EMPEK PATI

Ada satu lagi makanan khas Pati yang gak jauh Pasar Rogowangsan. Tapi penjual makanan ini baru buka pada sore sampai malam hari. Ini adalah Empek-empek Ala Pati. Jadi bukan hanya Palembang yang punya pempek, kota kita Pati juga memilikinya. Bedanya adalah Empek-empek Ala Pati bahan-bahannya dari bermacam gorengan. Seperti bakwan, tempe, cakwe, lumpia dan lain-lain. Sementara Pempek Palembang bahan utamanya dari ikan.

Biasanya orang Pati yang pulang dari perantauan juga menyempatkan diri untuk bernostalgia dengan makan Empek-empek Ala Pati ini. Salah satu yang bikin kangen adalah kuahnya yang ada bumbu kacang, potongan cabe, dan acar.

Lokasi penjualnya ada di timur Pasar Rogowangsan tepatnya di pojokan pertigaan Pecinan. Di Alun-alun Simpang Lima Pati juga ada yang jual. Seporsi Empek-empek Ala Pati ini dibanderol dengan harga Rp 6.000 saja.

8.SWIKE KODOK NGANTRU

Makanan khas yang terakhir ini adalah Swike Ngantru. Dinamakan seperti itu karena banyak dijual di Desa Ngantru (terminal Pati ke selatan arah ke Gabus). Swike Ngantru dibuat dari daging kodok. Kuliner ini masih diragukan apakah khas makanan Pati atau tidak. Pasalnya, banyak yang bilang kuliner swike  tidak hanya dimiliki oleh Pati. Tapi kalau Swike Ngantru jelas hanya ada di Kabupaten Pati.

Makanan yang satu ini memang unik dan rasa khas sekali. Makanya tidak heran kalau penikmat Swike Ngantru juga cukup banyak. Bahkan beberapa ada yang berasal dari luar kota Pati.

Sebenarnya masih banyak makanan khas Pati yang juga berkuah dan tidak kalah lezatnya. Namun sepertinya 8 makanan ini saja sudah mampu membuat orang Pati yang sedang merantau jadi kangen sama kota asalnya. Gimana gak baper jadinya?

 

Penulis: Adit/ MakandiPati (IG)

(Kontributor kuliner wartaphoto.net)

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Bikin Ngiler, Salad Buah Segar Aneka Topping Kreasi Umah Uwoh mix Pamelo Bageng
Kuliner

Bikin Ngiler, Salad Buah Segar Aneka Topping Kreasi Umah Uwoh mix Pamelo Bageng

 

Kitcen Omah Uwoh Pati

PATI. Satu lagi rekomendasi kuliner asli Pati yang cocok untuk berakhir pekan atau mendinginkan teriknya siang hari. Umah Uwoh namanya (Rumah Buah-red). Kuliner spesialis buah buahan segar ini memiliki konsep unik, desain tempat yang minimal, namun teduh.

“Semuanya saya desain sendiri mas. Kebetulan suka otak atik desain. Toh kalau pakai jasa desain interior ya mahal lah” Kata Ima, Chef sekaligus owner Omah Uwoh.

Omah uwoh memilih segmen pasar anak muda dan dewasa khususnya pecinta buah dengan aneka olahan. Menu andalannya adalah salad buah aneka topping. Metode pemasaran yang menggunakan media sosial facebook dan instagram dengan nama Omah Uwoh ini banyak digandrungi remaja.

“Masih belum Instagramable lah mas menurut versi saya, masih belum puas. Nanti kami racik lagi biar lebih instagramable sekaligus edukasi tentang buah di omah uwoh” kata lajang manis kelahiran 1987 yang bernama lengkap  Zulaihatish Prima Andriana ini.

 Zulaihatish Prima Andriana (Ima) Owner Omah Uwoh

Pengunjung selain bisa menikmati berbagai menu, juga disediakan buku bacaan untuk sekaligus menambah pengetahuan. Rata-rata pengunjung datang ke Omah Uwoh karena penasaran. Sebut saja Bayu, Siswa SMA 1 PGRI Pati ini datang bersama rombongan teman sekelasnya yang penasaran dengan Omah Uwoh.

“Saya tau malah dari teman mas, udah kesini duluan. Jadi ya karena penasaran, langsung kita samperin aja pas siang-siang panas kayak gini” kata Bayu.

Senada dengan bayu, Eka dan Mei juga menyukai konsepnya.  “Enak sih mas, unik, harganya juga murah lah terjangkau. Minumannya juga seger banget” ujar Mei

Lokasi Omah Uwoh Jl MH Thamrin Dosoman Gg Podang No.18 Pati (sebelah barat terminal Pati masuk gang)

Pamelo Bageng

Usaha omah uwoh ini mulai dirintis sejak 2013 ini memiliki ciri khas yang tidak dimiliki salad kreasi buah lainnya.

“Saya mencoba mempopulerkan jeruk pamelo bageng. Ini kan buah khas Pati dan rasanya memang segar dan cocok di mix (di kombinasi-red) dengan berbagai menu yang kami miliki” Kembali menurut Ima.

Ima mulai berbisnis kuliner spesialis  buah ini semenjak kembali ke kampung halaman setelah satu tahun bekerja di Mojokerto.

“Setelah lulus saya memang berniat untuk wirausaha. Tapi kebetulan kerja dulu di Mojokerto satu tahun. Pas saya kembali ke Pati, kepikiran pengen nyari salad buah kayak pas di Mojokerto kok nggak nemu nemu, ya sudah saya buka sendiri saja, toh memang saya pecinta buah” cerita Ima

Kecintaan Ima pada buah berawal dari almarhumah Ibu yang setiap hari selalu menyediakan buah sejak kecil sehingga jika tidak ada buah dirumah seperti ada yang kurang. Sisi manfaat kesehatan juga menjadi alasan utama kecintaannya pada buah.

Kendala yang masih coba diatasnya adalah edukasi buah bagi pelanggan. “Kami antusias untuk itu mas (edukasi buah-red). Dulu pas awal ada yang masih kesulitas membedakan kiwi sama sawo, melon dan lemon malah pada nggak ngerti bedanya. Jadi kami akan terus mencoba itu” tutur Ima.

Gadis berjilbab  lulusan Publik Relation UGM dan Ilmu Komunikasi UNDIP ini telah memiliki 2 lokasi Omah Uwoh. Pertama di Jl MH Thamrin Dosoman Gg Podang No.18 Pati (sebelah barat terminal Pati masuk gang) dan Pasar Pragola, Jl Pati Kudus Km 4.

Terus Berinovasi

Kreasi buah yang ditawarkan Omah Uwoh memang bikin ngiler. Sunrise Soup, Paradise Soup, Blue Sky Soup, dan aneka Salad yang ditawarkan sudah bisa ditebus hanya dengan belasan ribu rupiah saja. Bahkan minumannya sangat terjangkau mulai dari 5ribuan.

Kreasi Birthday Cake dengan salad buah ala omah uwoh mix pamelo bageng

Kreasi terbaru adalah birthday cake buah. Kreasi salah buah yang cantik untuk menggantikan kue tart bagi yang ingin memberikan kado tak biasa.

Mei, salah satu pengunjung yang ditanya kalau cewek lebih suka dikasih birthday cake yang kue apa yang versi buah omah uwoh.

“yang pakai buah ini aja mas. Seru, ramai, unik, nggak biasa gitu. Kalau dikasih ucapan ulang tahun, pilih ini saja saya.” kata Mei.

“Kami ingin suatu saat orang bisa mengungkapkan sesuatu dengan buah. Katakan dengan Buah. Jadi misalnya arisan, jenguk orang sakit, pengajian, khitanan bahkan valentine  ya pakai buah saja. Kalau bunga kan sudah biasa” harap Ima, Owner Omah Uwoh

Uniknya, kreasi Omah uwoh tidak menggunakan jelly sebagai pengganti buah atau variasi.  “Kami 100% buah, tidak apakai jelly. Dressing kami pakai mayonaise asli yang sudahmemiliki lisensi BPOM dan sertifikat halal MUI jadi pasti aman dikonsumsi. Selain itu, kami pelopor salad buah dengan aneka topping. Mix dengan pamelo bageng. Jadi,  Anda tidak akan bosan dengan satu topping saja, varian topping kami siapkan untuk Anda.

Reporter: Syafiq, Revan

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Kenikmatan Secangkir Kopi Bukan Hanya Karena Jenisnya! Owner Kinanti Kopi Bagi Tips Rahasianya
Kuliner, UMKM

Kenikmatan Secangkir Kopi Bukan Hanya Karena Jenisnya! Owner Kinanti Kopi Bagi Tips Rahasianya

Yusron Afifi, Owner Kinanti Kopi bagikan resep bikin kopi terbaik.

Dukuhseti. Dikutip dari majalah otten, Rasa nikmat kopi memang bisa membangkitkan suasana. Kopi juga mampu membangun semangat di pagi hari. Setelah bangun pagi, kopi akan membuat badan terasa segar dan bertenaga. Namun tahukah Anda bahwa kenikmatan secangkir kopi tidak hanya ditentukan oleh jenisnya saja? Yusron Afifi, owner Kenanti Kopi bagi tipsnya agar Anda mampu meracik secangkir kopi dengan rasa terbaik.

“Pada dasarnya kenikmatan dan kesegaran kopi memang sangat dipengaruhi oleh jenis kopi. Namun teknik menyeduh yang tepat juga akan berpengaruh besar pada rasa yang dihasilkan” Ujar pengusaha muda yang saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa UMK ini.

  1. Sebelum mulai menyeduh kopi, pertama Anda harus mengetahui bahwa membeli kopi dan menyeduhnya sesegera mungkin adalah tindakan yang paling tepat. Hal ini memungkinkan Anda memperoleh rasa terbaik dari kopi yang ingin Anda nikmati. Selain itu, pastikan juga bahwa perlengkapan yang akan digunakan memang benar-benar bersih. Pastikan tidak ada minyak kopi ataupun sisa seduhan kopi sebelumnya.
  2. Jika Anda membeli kopi, pastikan untuk membeli kopi dalam bentuk biji, dan menggilingnya ketika mau diseduh. Alat penggiling kopi atau grinder juga ada beberapa jenis. Burr ataupun mill grinder lebih dianjurkan karena penggiling tersebut mampu menghasilkan hasil gilingan yang konsisten. Sebaiknya jangan gunakan blade grinder karena penggiling kopi ini tidak mampu memberikan hasil gilingan yang konsisten.
  3. Rasa yang terlalu pahit atau rasa yang terlalu datar semua itu disebabkan karena ekstraksi kopi yang dihasilkan. Jika biji kopi digiling dengan cara yang terlalu halus, maka rasa pahitnya akan sangat terasa. Sebaliknya jika rasa kopi terlalu datar, semua itu dikarenakan hasil penggilingannya yang kurang halus. Selain itu, penggunaan air juga mempengaruhi rasa yang dihasilkan.
  4. Untuk memperoleh rasa kopi yang berkualitas, gunakanlah air yang telah disaring atau air minum botolan. Untuk menjaga rasa, hindari penggunaan air yang telah disuling atau diringankan kadar mineralnya. Rasio air yang digunakan juga perlu diperhatikan, dianjurkan 1gram kopi 15ml air. Perhitungan ini juga berlaku untuk kelipatannya.

    Desain Kinanti Kopi yang minimalis namun elegan

  5. Suhu air paling ideal untuk menyeduh kopi adalah antara 90 hingga 96 derajat Celcius. Pada suhu ini, kopi akan terekstrak secara optimal. Suhu yang lebih dingin akan menyebabkan rasa kopi terasa datar. Kopi yang dimasak pada suhu yang terlalu panas juga akan menghilangkan kualitas rasa dari kopi tersebut.
  6. Lama memasak atau menyeduh kopi juga mempengaruhi rasa kopi. Rasa terbaik dari kopi akan terasa setelah 4 menit terjadi kontak antara kopi dengan air panas. Jika Anda menggunakan plunger pot, waktu kontak idealnya adalah antara 2 hingga 4 menit. Untuk jenis kopi espresso, lama kontaknya hanya berkisar antara 20 hingga 30 detik saja. Jika rasa yang dihasilkan kurang optimal, kemungkinan waktu kontak antara kopi dengan air panas masih terlalu cepat atau bahkan terlalu lama.
  7. Rasa kopi terbaik hanya bisa dinikmati segera setelah waktu kontak idealnya tercapai. Karena itulah, segera nikmati kopi yang telah dimasak. Untuk menjaga temperature agar mampu bertahan lebih lama, gunakan cangkir kopi atau mug. Tapi pastikan untuk menjaga temperatur kopi pada suhu antara 80 hingga 85 derajat Celcius. Jika Anda menggunakan pemanas elektrik, pastikan jangan pernah menyeduh atau memanaskan kopi lebih dari 15 menit.
  8. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah jangan pernah memanaskan ulang kopi Anda. Jika memang sudah dingin, akan lebih baik jika menikmati kopi dalam kondisi tersebut. Meski rasanya sudah memudar, ini jauh lebih baik dibandingkan dengan memanaskannya ulang.

    Kinanti Kopi Pati

Mahasiswa Jurusan Pertanian kelahiran Pati 23 tahun silam ini menerapkan berbagai teknik menciptakan kopi terbaik sesuai dengan citarasa pengunjungnya.

“Kami selalu berusaha untuk terus belajar dari teman brewer yang lain, tentang bagaimana mereka menyajikan kopi sesuai feel mereka, sesuai taste yang mereka inginkan dan yang pelanggan inginkan. Yah banyak sekali macamnya, iya kopi memang seperti itu, setiap orang mempuanyai taste yang berbeda dengan yang lainnya” Kata Yusron yang memberikan tagline Kinanti Kopi, Eat Love Brew.

Selain ngopi, ternyata di tempat ini miliki perpustakaan dengan beragam koleksi bacaan sehingga pengunjung pun akan mendapat sensasi ngopi dan menyeruput ilmu dari buku yang disedikan.

“Kopi,musik dan buku bacaan merupakan hal yang sulit untuk di lepaskan, jadi kita berusaha untuk meningkatkan minat baca dengan daya tarik kopi tentunya. Semoga dengan adanya warkop ini para pelajar dan teman-teman yang lain dapat meningkat minat bacanya.” tegas Yusron.

“Kami buka setiap hari jam 13.00 -23.00 WIB di Jalan Kenanti No.1 (Timur Pasar Ngagel sekitar 150m).  Fb: Kinanti Kopi.  Kunanti kau ngopi di Kinanti Kopi” pungkas Yusron sambil menyeruput secangkir robusta.

 

Reporter: Ulil, Syafiq

Editor : Revan Zaen

 

Permalink ke Ganjar Ditanya Tentang Kuliner Ikan Manyung.  O..yang enak sekali itu? Dimana itu? Ayo Kesana!
Kuliner, UMKM

Ganjar Ditanya Tentang Kuliner Ikan Manyung. O..yang enak sekali itu? Dimana itu? Ayo Kesana!

Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng) Tunjukkan Kuliner Kepala Manyung Khas Juwana Pati di sela sela kunjungannya. Ia berada di WM Sederhana Juwana ditemani Plt Bupati Pati, Budiyono. Foto:WP04SP

Juwana. Kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ke Juwana kemarin (18/01) ternyata meninggalkan satu kesan unik. Niatan awalnya adalah untuk berdialog dengan nelayan pengguna alat tangkap cantrang agar memperoleh solusi terbaik. Namun kesan unik muncul saat jam makan siang tiba.

“Pak Ganjar masih inget nggak waktu makan ikan manyung disana?” Tanya salah satu rombongan.

“O yang enak sekali itu?  Wah dimana itu ya. Ayo….kesana” Jawabnya

Ternyata mereka meluncur ke Warung Makan Sederhana Bu Marni yang berada di depan Polsek Juwana.

Menikmati menu kepala manyung dengan lahap. Foto: WP04SP

“Saya kesini berarti sudah dua kali. Itu ada foto saya pas kesini pertama kali dulu” katanya sambil menunjuk fotonya yang terpajang di dinding warung. Foto tersebut ternyata diambil tahun 2014.

Ganjar menceritakan awal mula dia kesengsem salah satu kuliner andalan Juwana Pati ini.

“Saya dulu itu pas masa kampanye makan di warungnya Bu Fat Semarang. Saya ditawari kepala manyung ini. Awalnya saya tidak mengenal ikan sembilang, kepala manyung. Tapi berhubung saya suka pedas, suka makan ikan,  dan satu lagi yang istimewa ya guedene itu (porsi jumbo-red) marai ngeri (bikin ngeri -red)”. Cerita Ganjar.

wuenak tenan ancen” katanya sambi mengelap keringat di dahi karena sensasi pedasnya bumbu kepala manyung.

Ditempat ini pula sebelumnya pernah diliput acara kuliner yang dipandu Bondan Winarno Maknyus dan menceritakan dahsyatnya kepala manyung yang warga Pati menyebutnya “Ndas Manyung”.

 

 

ancen wenak tenan

Permalink ke Brayo, Rasa Pahit Manis Kudapan Khas Pesisir Ini Pasti Ngangeni
Kuliner, UMKM, wartaphoto

Brayo, Rasa Pahit Manis Kudapan Khas Pesisir Ini Pasti Ngangeni

Dukuhseti. Hamparan luas  terbentang sepanjang pesisir pantai utara Dukuhseti terlihat sejuk dan hijau dipenuhi tanaman mangrove jenis Avicenia atau yang dikenal dengan Brayo kini bisa dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat bisa menjadi kudapan yang bernilai ekonomis.

Brayo, Makanan Khas Pesisir. Foto WP03MA

Seperti yang akhir-akhir ini membanjiri di beberapa pasar desa di Dukuhseti, misalnya di pasar Desa Ngagel banyak pedagang yang menjajakan kudapan berupa Brayo urap dengan harga yang sangat murah, hanya dengan Rp.500,- ( lima ratus rupiah ) kita sudah bisa mendapatkan satu bungkus brayo urap satu bungkus (sak tum – jawa)

Dengan rasa sedikit manis dan rasa pahit yang khas ini membuat para penggemar brayo urap tak akan melewatkan kudapan yang satu ini.

Tangkal Abrasi

Menurut Totok Hadi Lukito pegiat lingkungan dan pemerhati tanaman mangrove Pati mengungkapkan dengan adanya tanaman mangrove pasti masyarakat akan merasakan nilai positifnya nanti setelah 3 sampai 4 tahun setelah penanaman. Selain bisa mengurangi dampak abrasi air laut yang berbatasan langsung dengan tambak-tambak warga.

“Dengan semakin bertambahnya keluasan hutan mangrove dipesisir pantai pati yg di dominasi jenis avicenia maka bertambah banyak dan melimpah buah yg dihasilkannya maka terbuka peluang kerja yaitu pengambilan buah brayo ( avicenia )” Katanya

“Saya pernah bertanya pada orang yg sehari harinya mencari brayo dan menurut mereka sehari bisa dapat 2 sak . Dan 1 sak bisa seharga 150 ribu . Itu kalo mereka mencari sampai jam 14.00 .” Imbuh Totok

“Saya bersyukur ternyata  selain menahan abrasi air laut ada manfaat lain yg langsung dirasakan oleh masyarakat . Suatu saat jika dikembangkan bukan hanya jadi Brayo urap saja, tapi bisa jadi bahan baku es cendol dari brayo juga” pungkasnya.

Permalink ke Festival Jajanan Kuno Klasik di Lokasi Unik Siap Bikin Akhir Tahunmu Makin Asik
Kuliner, UMKM, wartaphoto

Festival Jajanan Kuno Klasik di Lokasi Unik Siap Bikin Akhir Tahunmu Makin Asik

omah-kuno-pati-festival-jajanan-kuno

Salah satu view eksotik di Omah Kuno yang akan menjadi tempat festival kuliner Pati tempoe doloe. Foto WP02Rf

Pati. Warga Pati tak perlu bingung mengisi liburan akhir tahun dengan acara yang lain dari yang lain. Sebuah festival kuliner terlengkap dipadu dengan pertunjukan rakyat dan festival busana tradisional akan diadakan di Pati. Omah Kuno 1866 yang terletak di Jalan Diponegoro Nomor 115 Pati atau tepatnya sebelah barat Hotel Safin Pati akan menggelar festival jajanan tempo, bahkan yang sulit Anda temukan sehari hari pada masa kini.

Puluhan kuliner dan jajanan kuno akan dipamerkan diantaranya: sego jagung, semur kutuk, sego tewel, sego menir, pedoyo, kue moho, gulali, gemblong, carang madu, tape ketan ireng, gulo kacang, gulo klopo, gandos, cetot, gerontol, kelepon, rangin, sagon, getuk khas Runting, lopis, urap brayo, hingga getuk ireng.

Jika masih kurang puas, Anda pun bisa mencicipi gayam, lerut, ganyong, gembili, uwi, kacang godog, jagung bakar, tiwul, cengkaruk, getuk goreng, siwalan, dawet siwalan, dumbek, kolak, bubul cenil, urap intil, pepes tutus, dan jungkruk telo. Beragam minuman tradisional yang akan disajikan, di antaranya wedang coro, cemuai, gempol, pleret, jamu, legen, dan jahe.

Acara yang bertajuk “Festival Kuliner Pati Tempo Doeloe” akan digelar tanggal 29-31 Desember 2016. Omah Kuno sendiri memiliki konsep yang menarik. Beberapa lukisan klasik, meja kursi yang unik dipadu kolam dan taman yang eksotik. Bahkan, sebelum tempat ini di launching,  sejumlah pasangan sering mengadakan hunting foto prewedding ditempat ini karena konsepnya yang memang nyentrik.

 

 festival-kuliner-pati

Selain kuliner, Anda juga bisa menikmati pertunjukan klasik seperti tari gambyong, lomba fashion, tarian Sanggar Tondonegoro, Tari Roro Mendut khas Kabupaten Pati dan masih banyak lagi. Nampaknya tak sulit lagi Anda “kembali” ke masa lalu mengenang jajanan kuno nan sehat dan lezat.

Permalink ke Presenter Cantik Najwa Shihab Mampir Ke Pati Nikmati Lezatnya Nasi Gandul
Kuliner

Presenter Cantik Najwa Shihab Mampir Ke Pati Nikmati Lezatnya Nasi Gandul

najwa-shihab-icipi-gandul-pati

Najwa Shihab dan keluarganya mampir kulineran di Pati nikmati nasi gandul. Foto: Instagram@ Najwashihab

Pati (25/12). Presenter cantik dan cerdas pembaca acara Mata Najwa, Najwa Shihab baru baru ini memposting “wisata kuliner”  khas Pati Bumi Mina Tani di Instagramnya (25/12). Akun instagram @najwashihab ini langsung dibanjiri komentar dari warga Pati, Kudus, Grobogan dan sekitarnya. Bagi warga Pati, mereka merasa sangat tersanjung karena tanah kelahirannya disambangi salah satu wanita inspiratif yang baru saja memperoleh piala Panasonic Gobel Award (PGA) 2016 untuk kategori insan pertelevesian terbaik.

Dalam keterangan foto (caption) Mbak Nana (Panggilan Najwa Shihab) menuliskan “Mampir kulineran di Pati. Nasi Gandul, Sate Sapi, Tahu Campur Komplet. #family #familytime #familytrip.

Mbak Nana berfoto di salah satu warung di pusat kuliner simpang lima Pati yang berada di bagian timur simpang lima, berderet satu gang yakni Gandul Mbak Sri. Nana terlihat begitu antusias menikmati kuliner khas Pati Bumi Mina Tani ini suaminya Ibrahim Sjarif Assegaf dan putranya Izzat Assegaf.

Rupanya, nama tenar Nasi Gandul, kuliner khas Pati yang merupakan nasi dengan kuah tewel berpadu dengan empal daging empuk dengan rasa khas manis pedas ini membuat Mbak Nana merasa penting untuk mampir dan membuktikan cita rasanya.

Sebelumnya Nana baru saja berkunjung ke pesantren Raudhlotut Tholibin Leteh Rembang yakni Pesantren KH. Mustofa Bisri bersama keluarga besarnya. Ayahnya, KH. Quraisy Shihab yang mengajaknya beserta anggota keluarga besar “Shihab” ke keluarga Gusmus. Buah tangan berupa buku dan kitab karangan KH Quraish Shihab tak lupa dibawanya.

najwashihab-kunjungi-gusmus

Gusmus, KH. Quraish Shihab dan Najwa Shihab kunjungi Gus Mus di Leteh Rembang baru baru ini. Foto: Instgram@najwashihab

Alhamdulillah, mendapat keberkahan dan kehormatan dikunjungi orang alim, mufassir Indonesia, Prof. Dr. K.H. Quraish Shihab bersama anak-cucu dan rombongan dengan oleh-oleh seabrek buku karya beliau. Nafa’anãLlähu bi’ulümihi wahikamih…” Tulis Gusmus di Akun Facebooknya, Ahmad Mustofa Bisri

Najwa Shihab tak langsung pulang kembali ke Jakarta setelah dari pesantren Gus Mus namun mampir ke Alun alun rembang, dan kota lama Semarang selain menikmati kuliner khas Pati Bumi Mina Tani.

Beragam komentar langsung menyerbu akun instagram @najwashihab ada yang ingin disinggahi juga. Mereka rata rata berasal dari daerah tetangga, Kudus, Jepara, Blora, dan Grobogan. Banyak pula yang mengucapkan terima kasih sudah ke Pati.

Akun Missdilana berkomentar “Alamaak Pati dihampiri presenter keceeeeh kak @najwashihab

Akun Wiwienwahyudi misalnya “Sudahkah mampir ke Kudus, dan nyobain soto kerbau (kudus), sate kerbau dan garang asem maknyus mbak najwa?

Mampir blora mbak Najwa Ada sate blora maknyus..tulia akun Yani_Rachman16