Home Archive by category Lingkungan

Lingkungan

Lingkungan Pati

Korban Banjir Dukuhseti Harapkan Bantuan Logistik

PATI – Banjir masih merendam sejumlah desa di Kecamatan Dukuhseti, Pati. Menurut warga, air yang merendam pemukiman mereka sudah berlangsung sejak sepekan terakhir. Namun, hingga Selasa (13/02/2018), mereka belum tersentuh bantuan sama sekali dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.

Untuk membantu meringankan beban hidup korban bencana banjir, sejumlah siswa dan guru dari Yayasan Madarijul Huda Kembang, Dukuhseti menggalang dana untuk memberikan bantuan makanan. Hal itu sebagai bentuk kepedulian sekolah atas penderitaan korban banjir yang terjadi lima hari terakhir ini.

“Tidak hanya sebatas proses belajar di sekolah, kita juga melatih anak-anak untuk peduli terhadap lingkungannya. Terlebih, para korban banjir ini memnag belum tersentuh bantuan. Setidaknya, kegiatan sosial ini dapat sedikit membantu beban hidup ditengah kondisi yang mereka hadapi,” ujar guru MTs. Madarijul Huda Kembang, Syaiful Umam.

Dalam kegiatan ini, pihaknya menyalurkan bantuan sebanyak 175 paket berisikan mie instan. Bantuan makanan tersebut didistribusikan ke dua titik terdampak genangan banjir yaitu di Dukuh Ngipik, Desa Kembang dan Dukuh Slempung, Desa Dukuhseti.

Pantauan di lapangan, selain dua tempat tersebut genangan banjir masih terlihat di Dukuh Kedawung, Desa Dukuhseti, Desa Alasdowo, dan Desa Ngagel. Semuanya berada di Kecamatan Dukuhseti. Selain menggenangi pemukiman penduduk, banjir juga menggenangi area persawahan, tambak dan jalan. Tingginya genangan air juga membuat lalu lintas di Jalan Tayu-Puncel tepatnya di Desa Alasdowo tersendat.

Belum Tersentuh

Karmini, warga RT 8 RW 3, Dukuh Slempung, Kecamatan Dukuhseti saat ditemui menyampaikan, banjir memang pernah terjadi sebelumnya. Seingatnya, banjir tahunan memang kerap melanda wilayahnya.

“Banjir mulai menggenang sejak Kamis (08/02/2018) lalu. Bahkan, kemarin sempat naik hingga satu meter di halaman rumah, dan juga masuk ke dalam rumah. Disini hampir setiap tahun terjadi banjir,” ungkapnya.

Sudah begitu, air tak juga surut sepenuhnya dalam lima hari terakhir. Sayangnya, belum ada bantuan yang mereka dapatkan dari pemerintah. “Banjir sudah berlangsung lima hari, sampai saat ini masih tinggi. Ini hari kelima. Saat ini sama sekali belum ada bantuan dari pemerintah,” imbuhnya.

Untuk bertahan hidup, nenek berusia 62 tahun itu mencari keong di sawah terdekat. Karena, ketinggian air yang menggenang saat ini sekitar 60 centimeter membuatnya tidak bisa mencari kerang di laut seperti hari-hari biasa.

“Harapannya ada bantuan dari pemerintah, berupa sembako. Agar kami bisa bertahan hidup karena kondisi masih banjir seperti ini. Hanya kali ini saja, ada bantuan makanan. Itupun dari anak-anak sekolah tadi,” kata Karmini.

 

Reporter: A. Muhammad

Editor: Revan Zaen

 

Kesehatan Lingkungan

Sepekan Terendam Banjir, Warga Juwana Mulai Terserang Penyakit. Puskesmas Juwana Buka Posko Kesehatan

JUWANA – Banjir yang melanda kecamatan Juwana selama sepekan, membuat warga mulai terserang penyakit gatal-gatal dan flu. UPT Puskesmas Juwana merespon dengan membuka posko kesehatan di Desa Doropayung Kecamatan Juwana Kabupaten Pati.

Menurut Sari Ardianningsih, Bidan Puskesmas Juwana, bahwa warga Juwana sudah mulai banyak yang mengalami gatal-gatal serta batuk pilek. Hal ini dikarenakan kondisi kesehatan yang melemah akibat banjir yang merendam pemukiman warga selama sepekan.

“Warga sudah mulai banyak yang mengalami gatal-gatal, batuk dan pilek akibat dampak banjir, di desa Doropayung tercatat ada sekitar 30 orang, Desa Bumirejo 30 orang.Kemudian kami mendirikan Posko Kesehatan yang dibantu oleh Dr. Eko, Dr Sinta dan Dr. Anggoro,” jelas Sari Ardianningsih.

Selain di Desa Doropayung, sedikitnya ada 12 warga yang berobat dengan keluhan gatal-gatal hingga batuk pilek setiap hari di poliklinik desa Kedungpancing. Sebagaimana informasi dari Didik,Kades Kedungpancing. Hal ini membuat petugas kesehatan harus bekerja ekstra demi melayani keluhan masyarakat.

“Sampai Hari Jumat kemarin total ada 62 warga yang mengalami gatal-gatal dan batuk pilek, InsyaAllah nanti hari Senin ada layanan Puskesmas Keliling Juwana yang mengadakan pengobatan untuk warga ” ungkapnya.

Pantauan reporter wartaphoto.net di lokasi, beberapa desa di Kecamatan Juwana masih banyak yang terendam banjir.

  1. Di Desa Doropayung terendam 130 rumah, ketinggian air di dalam rumah 10 – 60 cm, rumah tergenang 365, ketinggian air di luar rumah 40 – 85 cm.
  2. Di Desa Bumirejo ada 190 rumah dengan ketinggian 30 cm,
  3. Desa Kedungpancing, terendam 130 rumah,
  4. Di Desa Kudukeras ada 15 rumah yang terendam dengan ketinggian 15 sampai 30 cm.
  5. Jalan Desa Bumirejo dan Jepuro tergenang dengan ketinggian air sekitar 30 – 40 cm.

Banjir Kiriman

Sholeh relawan FRPB Pati menganalisa banjir Juwana yang sebelumnya sempat surut namun kemudian pasang kembali.

“Banjir yang ada di Juwana ini terutama Desa Doropayung, Kedungpancing, Bumirejo belum surut di karenakan ada kiriman air dari Lorotan Semar, di Desa Sumbersari, mengalir ke Slungkep kemudian turun ke Kayen melewati kali Sompok dan Talun kemudian airnya meluber ke sungai Silugonggo.Nah, sebagian masuk ke persawahan Tambakromo, namun karena tidak mampu menampung debit air, akhirnya mengalir ke sungai Silugonggo Juwana. Selain itu juga ditambah dengan curah hujan masih tinggi juga, jadinya belum surut,” rinci Sholeh, relawan FRPB Pati.

Tarmin, salah satu warga Doropayung berharap agar banjir segera surut agar warga bisa kembali beraktifitas dan pemerintah segera mengirimkan bantuan.

“Kemarin sudah mulai surut mas, tapi tadi malam sekitar jam 01:00 WIB airnya naik lagi seperti semula, yang kami harapkan adalah bantuan sembako dari pemerintah daerah, gitu aja mas,” kata Tarmin kepada wartaphoto.net.

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad

Lingkungan

Dilanda Banjir, Petani Padi dan Tambak di Dukuhseti Terancam Gagal Panen

DUKUHSETI – Diguyur hujan selama selama 3 hari terakhir membuat debit air sungai Kali Guno dan Kali Nggayang yang berada di desa Ngagel kecamatan Dukuhseti meluap (08/02/2018). Akibatnya debit air meluber hingga ke persawahan dan pemukiman warga.

Pantauan reporter wartaphoto.net dilapangan melaporkan sedikitnya ada 5 desa yang menjadi korban terdampak akibat banjir yang terjadi pada Kamis pagi ini. Diantaranya adalah Desa Bakalan sebanyak 50 rumah. Desa Ngagel sebanyak 8 rumah, dan Desa Kembang 167 rumah dengan ketinggian air mulai dari 25 hingga 40 cm. Sedangkan untuk desa Grogolan dan Tegalombo meliputi area persawahan.

Kasi pembangunan Desa Ngagel Setyo Nugroho menjelaskan bahwa banjir yang terjadi sejak Kamis pagi (08/02) disebabkan area hutan KPH Ngarengan yang gundul ditambah dengan curah hujan yang cukup tinggi sehingga Kali Nggayang di desa Ngagel tak mampu menampung debit air.

“Di Desa Ngagel sendiri banjir menggenangi pemukiman warga di RT 5,6,7 RW III dan  RT 1,2 RW IV. Sedangkan di Dukuh Cepoko meliputi RT 5,6  RW.04. Banjir ini disebabkan meluapnya kali Nggayang yang langsung masuk ke area persawahan. Akibatnya sawah desa Ngagel terdampak banjir mencapai sekitar 85 %,” ujar Setyo.

Banjir kali ini juga menggenangi tanaman padi berumur 1 s/d 2 bulan sehingga  terancam gagal panen. Ditambah lagi dengan air laut pasang yang masuk ke kali Lenggi Alasdowo membuat aliran air ke laut menjadi terhambat.” jelas Setyo Nugroho.

Selain menggenangi areal persawahan, banjir kali ini juga menggenangi tambak di pesisir Kecamatan Dukuhseti.

 

Reporter: B. Roar

Editor: A. Muhammad

Lingkungan Pati

Glonggong Jakenan Kembali Tergenang Banjir

JAKENAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Pati dan sekitarnya selama beberapa hari membuat beberapa wilayah di kabupaten Pati dilaporkan terendam banjir. Salah satunya Jalan Jakenan – Winong, Desa Glonggong terendam banjir luapan dari sungai Glonggong dan Silugonggo.

Bhabinkamtibmas desa Tambahmulyo Polsek Jakenan Brigadir Muh.Rifki Kurniawan, SH, sejak Selasa Pagi (06/02/2018 ) pukul 06:30 WIB langsung mendatangi lokasi untuk membantu warga masyarakat terdampak banjir agar bisa beraktifitas serta melakukan pengaturan lalulintas dijalan Jakenan.

“Pada pagi ini anggota kami dari polsek Jakenan sedang melaksanakan giat problem solving di desa Glonggong, jalan Jakenan-Winong,” jelas Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan,S.I.K melalui Kapolsek Jakenan AKP M Suyatno.

Giat ini dimaksud untuk memberikan penunjuk jalan kepada pengguna jalan agar tidak melalui jalan yang terdampak banjir agar motornya tidak mogok. Kemudian untuk mengurai kemacetan lalu lintas, memberi pembelajaran kepada pemakai jalan tentang tertib berlalu-lintas dan membantu warga masyarakat yang motornya mogok akibat banjir agar bisa menepi dahulu, Karena ini adalah bentuk kehadiran Polri ditengah masyarakat,” imbuhnya.

Kendaraan roda 2 diarahkan masuk ke gang perkampungan untuk menghindari mogok di tengah jalan yang tergenang air cukup tinggi. Beberapa diantaranya nampak nekat melintas. Sebagian berhasil namun tak jarang yang akhirnya mogok.

Daerah seputaran pertigaan Glonggong yang menuju arah jakenan dan menuju arah winong memang langganan banjir. Beberapa usaha dari pemerintah seperti melakukan normalisasi sungai dan pembuatan talud tinggi di kanan kiri sungai. Namun, ternyata masih saja terjadi luapan sungai yang posisinya lebih tinggi dari Jalan raya.

Reporter: Arton
Editor: A. Muhammad

Lingkungan Pati

Buang Sampah Sembarangan di Sungai Cebolek, Seorang Wanita Ditangkap dan Didenda 1 Juta

PATI – Kepergok buang sampah sembarangan, seorang ibu harus merogoh kocek hingga Rp 1 juta. Pelaku diketahui warga telah membuang sampah sembarangan di Sungai Bango turut Desa Cebolek, Kecamatan Margoyoso, Senin (29/01/2018).

Agung Kuswoyo, Kades Cebolek membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa penangkapan tersebut, menurutnya, terjadi pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB. Tidak kali ini saja, kejadian itu merupakan yang ketiga kalinya setelah Peraturan Desa (Perdes) Nomor 2 Tahun 2015 yang melarang buang sampah sembarangan diundangkan.

“Penangkapan dilakukan warga pagi tadi. Dan ini sudah yang ketiga kalinya. Kalau pelaku lain, justru tertangkapnya jam 03.00 Subuh. Pelaku memang melanggar Perdes tentang Lingkungan Hidup yang diketahui oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Kabupaten Pati sejak 2015 lalu,” jelas Agung.

Ditambahkan, setelah ada kesepakatan dengan warga pihaknya mengenakan denda sebesar Rp 1 juta. Jika pelaku keberatan, pihaknya tak segan membawa permasalahan tersebut ke polisi. “Seharusnya dalam Perdes tersebut sanksi denda minimal Rp 2 juta dan maksimal Rp 10 juta. Bahkan, jika di kepolisian dendanya bisa mencapai Rp 50 juta,” sambungnya.

Pihaknya mengaku, sanksi tersebut tidak harus diberlakukan secara tegas. Yang penting pelaku bersikap kooperatif, maka denda bisa diberlakukan sesuai kemampuan. Pasalnya, tidak semua orang mempunyai uang sebanyak itu. “Bahkan pelaku tadi meminta mengansur denda sebanyak lima kali,” tuturnya.

Dikatakan kades, dari identitas pelaku diketahui bernama Yayuk warga Jember, Jawa Timur. Namun diketahui sudah lama menetap lama di Desa Kajen yang tak jauh dari Desa Cebolek. Nantinya, denda sebesar Rp juta akan dibagi dua. “Rp 500 ribu untuk petugas kebersihan sungai dan sisanya untuk kas RT dari warga yang menangkap pelanggar,” paparnya.

Agung berharap, dengan adanya sanksi tegas, nantinya bisa memberikan efek jera kepada warga lain. Tidak hanya bagi pelaku yang membuang di Sungai Bango, tetapi semua sungai yang ada di desa lain. “Disini bukan masalah besaran denda, yang terpenting bisa memberikan efek jera. Jadi, jangan coba-coba membuang sampah sembarangan di sungai. Ini demi kebersihan lingkungan bersama,” harapnya.

Reporter: A. Muhammad

Editor: Revan Zaen

Berita Lingkungan

Tumbuhkan Kesadaran Lingkungan, DLH Pati Bersama Komunitas dan Sekolah, Tanam Mangrove di Pantai Kertomulyo

TRANGKIL. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati mengajak sejumlah sekolah dan komunitas untuk turut serta dalam upaya penghijauan penanaman mangrove di pantai Kertomulyo kecamatan Trangkil kabupaten Pati pada Sabtu pagi (06/01/2018).

Penanaman 5000 bibit mangrove di desa Kertomulyo trangkil yang diikuti puluhan komunitas, sekolah adiwiyata,  komunitas saka kalpataru, sekolah adiwiyata, saka bhayangkara,  komunitas lintas agama dan komunitas masyarakat peduli lingkungan  lainnya dengan personil kurang lebih 600 orang.

Ikhsan, Kasi Peningkatan Kapasitas DLH Kab. Pati menjelaskan bahwa alasannya dipilihnya kawasan pesisir, karena saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Banyak hutan mangrove yang berubah fungsi menjadi tambak. Disamping itu untuk menghijaukan pantai yang ada di Kab Pati supaya kedepannya bisa menjadi salah satu obyek wisata di Pati.

“Kami libatkan pula para pelajar dari sejumlah sekolah supaya pada diri generasi penerus ini memiliki kepedulian lingkungan khususnya wilayah pesisir. Selain itu tentu supaya kawasan ini lebih hijau, asri serta untuk menanggulangi abrasi laut,”  jelas M. Ikhsan.

“Kegiatan ini akan rutin kami laksanakan tiap tahun. Kebetulan ini yang ke 5,” tambahnya.

Medan tanam yakni di kawasan pantai kertomulyo ini butuh tenaga ekstra dan kerja sama tim yang baik. Pasalnya lokasi tanam berupa hamparan pantai berlumpur dengan kedalaman lumpur yang bervariasi mulai selutut hingga pangkal paha orang dewasa.

Namun demikian, para peserta terus bersemangat bahkan menikmati kondisi medan berlumpur yang jarang mereka temui sehari hari.

Penanaman mangrove di kawasan pantai Kertomulyo ini sendiri awalnya digagas oleh Oisca. Pemuda karang taruna setempat terus mengembangkan hingga layak menjadi destinasi wisata di Pati. Keberadaan dan keatifan sejumlah komunitas ini merupakan langkah positif untuk menambah hijau lokasi.

Tercatat perwakilan 49 komunitas dan sekolah hadir dalam acana tanam Mangrove di Desa Kertomulyo Kec. Trangkil Sabtu, 6 Januari 2018. Berikut datanya:

  1. GKI Juwana
  2. Saka Kalpataru
  3. SDN Karangrejo 01 Juwana
  4. SMP 5 Pati
  5. SMP 1 Wedarijaksa
  6. Saka Bayangkara
  7. KARTA Pati
  8. Smp 1 tambakromo
  9. Komunitas bukit pandang
  10. DKC & UBALOKA kab. Pati
  11. Komunitas Kompak Ngablak
  12. Pantal Bkkkp
  13. SMA N 2 Pati
  14. SMPN 2 Juwana
  15. Pegawai DLH
  16. SDN Cabak
  17. SMPN 2 Wedarijaksa
  18. SMP Terang Bagi Bangsa Pati
  19. SDN Geneng Mulyo 1
  20. SMPN Cluwak
  21. SMPN 2 Gunungwungkal
  22. SMPN 1 Batangan
  23. SMPN 2 Jakenan
  24. SMKN 3 Pati
  25. PG Trangkil
  26. SDN Slungkep 2 Kayen
  27. SDN Asem Papan Kec. Trangkil
  28. SDN RACI 01 Batangan
  29. Sdn ngawen cluwak
  30. Pantai cinta dkhseti
  31. Kom santy gngsari
  32. Puskom pati
  33. Arga pesona beketel
  34. SMP N 1 Trangkil
  35. SMP N 1 Trangkil
  36. SD Sambilawang trankil
  37. SD Mojoagung 1
  38. SD Rejo agung 2
  39. SDN gabus 1
  40. Komunitas PATRIP Pakisy Tambakromo
  41. SDN KERTOMULYO 01
  42. SDN TRANGKIL 04
  43. SDN Guyangan
  44. SDN Kertomulyo 02
  45. SDN Kadilangu
  46. SDN Tlutup
  47. Komunitas Lorodan Semar Kayen
  48. Ikatan Mahasiswa Pati
  49. RSI Suyutiyah

 

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad

Berita Kesehatan Lingkungan

Sukseskan Kedungbulus Sebagai Kampung Kelor, Karang Taruna Karya Luhur Tanam Seribu Pohon Kelor

GEMBONG. Minggu pagi (24/12/2017) puluhan anggota Karang Taruna “Karya Luhur” bersama Komunitas Pangan Sehat (KPS) Kabupaten Pati serta masyarakat Kedungbulus adakan kegiatan tanam seribu pohon kelor. Kegiatan ini dalam rangka menyukseskan Desa Kedungbulus Kecamatan Gembong sebagai kampung kelor.

Tak hanya masyarakat Desa Kedungbulus, penanaman ribuan pohon kelor yang ditanam di sepanjang jalan masuk desa Kedungbulus ini juga dihadiri oleh aparat desa, karang taruna, TNI, dan Polri. Mereka bahu membahu melaksanakan kegiatan tanan pohon tersebut.

Acara kegiatan yang didukung oleh PPL, BPP Kecamatan Gembong dan Dinas ketahanan pangan kabupaten Pati ini mendapat respon positif dari berbagai pihak. Sekretaris Desa Kedungbulus, Sugiono menuturkan sangat mengapresiasi kegiatan ini serta mendukung sepenuhnya.

“Ini adalah program yang sangat bagus antara Karang Taruna ” Karya Luhur” bersama Komunitas Pangan Sehat Pati, serta seluruh pihak yang terlibat. Kami selaku perwakilan pemerintah desa sangat mendukung mulai penanaman sampai perawatan. Sehingga bisa menghasilkan serta menambah perekonomian masyarakat. mudah-mudahan ini akan berhasil menjadikan desa Kedungbulus sebagai daerah wisata kampung kelor ” jelas Sekdes Sugiono.

Sebelumnya, kampung kelor ini mulai dipopulerkan oleh Muryati bersama KWT Karya Mulya, melalui kreasi berbagai olahan pangan sehat berbahan kelor . Mulai dari teh kelor,  nasi kelor, mie kelor, cendol kelor, puding, cake, hingga teh kelor.

 

Reporter: Syafiq Dani, Arton

Editor: A.Muhammad

Berita Lingkungan Pati

Aksi Lanjutan JMPPK Desak Bupati Pati Segera Cabut Ijin PT SMS

PATI – Ratusan masyarakat Kabupeten Pati dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Tambakromo, Kayen dan Sukolilo yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Pati.

Aspirasi yang mereka sampaikan adalah menolak perpanjangan izin pabrik semen PT SMS ( Sahabat Mulia Sakti ) pada Rabu pagi 13/12/2017 mulai pukul 09:00 WIB.

Dalam tuntutannya, JMPPK meminta kepada Bupati Pati agar tidak memperpanjang Ijin Lingkungan untuk Pabrik Semen PT. SMS (Sahabat Mulia Sakti) yang telah berakhir pada tanggal 08 Desember 2017. Kemudian poin kedua untuk meminta klarifikasi pernyataan Bupati Pati Haryanto pada saat pertemuan di Wisma Perdamaian Semarang yang mengatakan bahwa masyarakat kabupaten Pati yang melakukan aksi demo tolak pabrik semen merupakan orang bayaran.

Sayangnya aksi unjuk rasa dari JMPPK yang tadinya ingin bertemu Bupati Pati harus menelan kekecewaan.Pasalnya, Bupati Pati Haryanto sedang berada di  Cirebon, Jawa Barat,  guna menerima  penghargaan dari Presiden RI berupa tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya Bidang Pemerintahan Dalam Pengelolaan, Pengembangan dan Pembangunan Kelautan 2017.

Dalam audiensi, Bambang Sutiknyo, selaku koordinator aksi dan perwakilan peserta ditemui oleh Asisten I Sudiyono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati Purwadi, dan Bapeda Pati. Mereka dijanjikan akan ditemukan dengan Haryanto, Bupati Pati untuk membahas perizinan lingkungan untuk pabrik semen di Pati selatan. Sementara wakil Bupati sedang menjalankan ibadah umroh.

“Pak Bupati katanya akan menemui kita. Kita tunggu saja. Sampai saja kalau tidak ditepati kita akan melakukan aksi lagi,” kata dia.

Lebih lanjut Bambang mengungkapkan jikalau aksi JMPPK kali ini menuntut agar pemerintah kabupaten Pati tidak memperpanjang izin PT SMS.

Sebagaimana aksi JMPPK sebelumnya pada tanggal 5 sampai 8 Desember 2017.mereka menyambangi kantor gubernur Jawa Tengah dan disambut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Saat itu Gubernur mengatakan bahwa kewenangan mengeluarkan maupun mencabut izin lingkungan ialah Pemkab Pati.

“Beberapa saat lalu kami melakukan aksi di kantor Gubernuran namun katanya izin PT SMS itu adalah wewenang dari kabupaten,maka intinya kami ingin meminta kejelasan dengan pak Bupati kalau memang izin ini masih wewenang Bupati kami mohon untuk tidak diterbitkan, sayangnya bupati sedang di Jakarta menerima penghargaan tentang perikanan di Pati,” kata Bambang.

Bambang menambahkan bahwa nantinya masyarakat JMPPK akan melakukan dialog internal lagi sebelum kembali untuk melakukan aksi ataupun audensi dengan Bupati tahun depan.

Setelah melakukan orasi dan membacakan tuntutanya di depan kantor Bupati,akhirnya massa dari JMPPK membubarkan diri dengan tertib.

 

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad

Berita Lingkungan

Polsek, Kodim, Anggota DPRD Bersama Warga Adakan Penghijauan di Daerah Langganan Banjir di Juwana

Juwana – Selasa pagi (05/12) puluhan warga Doropayung bersama Linmas, BPD, LPMD, RT, aparat desa, Forum Relawan Penanggulangan Bencana ( FRPB) dan TNI POLRI berbondong-bondong lakukan penghijauan. Mereka membawa bibit tanaman di sepanjang jalan poros desa Doropayung dan desa Mintomulyo atau jalan jurusan makam.

Sebagian peserta penghijauan di Doropayung berfoto bersama sebelum acara dimulai.

“Tak kurang dari 600 bibit pohon  yang terdiri berbagai jenis pohon antara lain, bibit pohon nangka, trembesi, ketapang, mahoni dan tanjung ini didapat dari bantuan Kodim Pati,” ucap Sugeng Legiyanto kepala desa Doropayung.

Kapolsek Juwana AKP Didik Dewantoro,S.I.K mengapresiasi dengan kegiatan ini. Menurutnya kegiatan seperti ini adalah wujud sinergitas Polri,TNI dan relawan serta masyarakat yang harus dilanjutkan agar nanti Doropayung khususnya dan Juwana pada umumnya akan lebih hijau,asri,aman, dan nyaman. Apalagi yang ditanam adalah jenis tanaman buah yang nantinya selain asri dan hijau juga buahnya bisa bermanfaat untuk masyarakat itu sendiri.

Dukungan dan bantuan dari semua pihak dinilai sangatlah berguna dan sangat membantu untuk terlaksananya kegiatan seperti ini.

Anggota DPRD Pati Soetarto Oenthersa, Kapolsek Juwana AKP Didik Dewantoro,S.I.K, Danramil Juwana Kapten Inf.Yahudi S.Sos bersama warga lakukan acara penghijauan

“Ini merupakan kegiatan sinergitas yang kita laksanakan bersama dengan polsek dan warga untuk melaksanakan karya bakti di desa. Memang kami yang menginisisasi teman-teman wartawan ada program penanaman pohon bantuan dari kementrian pertanian lewat pak Firman Soebagyo. Kemudian kemarin kami mohon kepada pak Alman sehingga bisa terlaksana program dan alhamdulillah teman-teman wartawan sangat antusias untuk mendukung, maka kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar,” jelas Danramil Juwana Kapten Inf.Yahudi S.Sos.

Soetarto Oenthersa, anggota DPRD Kabupaten Pati yang turut hadir dalam acara penghijauan ini menilai bahwa kegiatan ini sangatlah penting dan wajib dilaksanakan mengingat daerah Doropayung sendiri adalah langganan banjir dan ini merupakan upaya penanggulangan.

“Sebetulnya penanaman pohon ini memang sudah menjadi angan-angan kepala desa pak Sugeng Doropayung sejak lama. Kebetulan kami di komisi B, nanti akan selalu berhubungan dengan Distanak untuk masalah bantuan bibit yang lebih banyak,” tutup  Soetarto Oenthersa yang lebih dikenal dengan panggilan kokok.

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad

Lingkungan Pati

Alumni CJ 93 SMAN I Pati Tanam Ribuan Mangrove di Desa Tunggulsari Tayu

Siswa dan alumni CJ 93 SMAN I Pati menanam mangrove di Desa Tunggulsari, Tayu.

TAYU – Ratusan siswa dan alumni CJ 93 SMAN I Pati menanam ribuan bibit tanaman mangrove di Desa Tunggulsari, Tayu. Penanaman itu sebagai bentuk pencegahan pantai dari abrasi dan menlestarikan mangrove di pesisir pantura Pati.

“Kami memilih menanam mangrove di Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu. Karena sejak 2009 ini sudah ada teman-teman OISCA yang melakukan konservasi mengrove. Supaya lebih guyub, kami mengajak rekan-rekan alumni dan siswa SMAN I Pati untuk menanam. Melestarikan lingkungan juga merupakan salah satu tujuan kami,” kata Wakil Ketua Reuni Perak CJ 93, Arif Setyawan, Senin (4/12).

Pada kegiatan itu, mereka menanam pohon mangrove sebanyak 1.993. Pihaknya memilih jumlah tanaman itu sejalan dengan tahun angkatan alumni CJ 93. Ribuan pohon mangrove itu berasal dari kelompok tani mangrove dari Kelompok/Pemerhati Mangrove Bahari di Demak.

Arif menambahkan, penamanan mangrove tersebut merupakan bagian dari rangkaian menuju reuni perak CJ 93 pada Juni 2018 mendatang. Sebelumnya sudah ada berbagai kegiatan yang telah dilakukan untuk masyarakat.

Ratusan siswa dan alumni CJ 93 SMAN I Pati menanam ribuan mangrove.

Sementara itu Pendamping Kelompok Masyarakat Peduli Mangrove OISCA, Andi Lestari Budiarso senang dengan penanaman mangrove yang telah dilakukan alumni CJ 93 dan siswa SMAN Pati. Kegiatan itu sangat bermanfaat untuk alam dan masyarakat karena bisa mencegah abrasi atau pengikisan dataran pantai.

“Kami menanam mangrove di Desa Tunggulsari sejak 2009 lalu. Sebelumnya hanyalah lahan tambak. Tapi sekarang sudah rimbun dengan tanaman mangrove seluas 20 hektare. Di lokasi mangrove itu juga dijadikan Mangrove Forestry Education. Selain itu di sekitar tambak lokasi mangrove juga ditanamu oleh petani.

Reporter : Arton

Editor     : Putri T.