Home Archive by category Olahraga

Olahraga

Berita Olahraga Pati

Resmikan Lapangan Tenis Indoor Bersertifikat KONI di Growong Lor, Bupati Pati : Ini Lapangan Paling Sempurna

JUWANA – Setelah melalui proses renovasi selama dua bulan, lapangan tenis indoor berstandar KONI di desa Growong Lor kecamatan Juwana kabupaten Pati Jawa Tengah pada Sabtu siang (03/02/2018) akhirnya Bupati Pati Haryanto resmikan

Acara peresmian ini juga dihadiri Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Muspika Juwana, serta Anggota DPRD Kabupaten Pati Joni Kurnianto dan tamu dari UNDIP Semarang. Tak hanya meresmikan, dilakukan pula uji coba penggunaan perdana lapangan tenis yang dibangun dengan sumber dana pembangunan dari pemerintah daerah. Biaya pembangunannya menelan biaya 1,17 M di atas tanah bondo deso di yang telah disetujui oleh BPD Desa Growong Lor.

Pada kesempatan ini Bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa dirinya sangat merasa senang bisa mewujudkan keinginan setiap warganya dalam dalam bidang pembangunan.

“Dalam hal pembangunan saya menyakini harus bisa terwujud, karena dulu angan-angan warga Juwana adalah untuk bisa mempunyai lapangan indoor. Allhamdulillah ini sudah kita wujudkan, dan ini di peruntukan untuk semua, dalam artian umum yang ada di Kabupaten Pati. Baik itu dari desa mana, kecamatan mana, silahkan saja ikut bermain yang penting ada komunikasi yang baik,” kata Bupati Pati.

Lebih lanjut, Haryanto menekankan agar nantinya lapangan yang sudah dibangun pemerintah daerah ini bisa dijaga dan dirawat dengan baik sehingga bisa memacu prestasi dan bisa mencetak atlet-atlet tenis lapangan.

“Karena ini aset tanahnya milik pemerintah desa namun pengelolaannya dari pemda. Jadi kami mohon kerja samanya, mudah-mudahan dengan fasilitas lapangan yang kita bangun menambah semangat olahraga khususnya tenis dan utamanya kita mencetak atlet atlet tenis lapangan, karena dulu animo masyarakat tenis yang banyak sekali adalah dari Juwana. Mudah-mudahan dengan kita bangunkan lapangan tennis indoor kita menambah semangat. Lapangan tenis yang paling sempurna adalah disini karena dekat masjid, sanggar dan gereja, ” pungkas Haryanto

Kepala Desa Growong Lor, Gunarto berharap agar nantinya bisa menampung potensi pemuda-pemudi Desa Growong Lor khususnya Juwana atau bahkan diluar Juwana yang ada di Kabupaten Pati sehingga memunculkan atlet-atlet tenis yang potensial serta bisa membawa nama Pati di event yang lebih tinggi.

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad

Olahraga Pati

Silugonggo Dragbike 2018 Sukses Digelar. 360 Starter Dari Jateng Jatim dan DIY Turut Ambil Bagian

JUWANA. Meskipun baru pertama kali diadakan di Juwana,  Silugonggo Drag Bike 2018 Juwana sukses di gelar pada Minggu (21/01/2018). Lokasi lintasan  di jalan Silugonggo turut depan Mapolsek Juwana sepanjang 201 meter.

Acara yang digagas oleh Gadhuro Sport Club sukses menyedot ribuan penonton yang antusias untuk menyaksikan drag bike yang di gelar di Juwana ini.

Tercatat sebanyak 360 starter turut meramaikan gelaran acara ini yang datang dari berbagai daerah antara lain Jateng, Jatim, DIY dan tuan rumah sendiri yaitu Juwana dan Pati ikut kejuaraan drag bike tingkat regional ini.

Bambang Gadhu sebagai ketua penyelenggara mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh element yang sudah turut serta untuk mensukseskan acara ini.

“Alhamdulillah acara di Juwana ini sukses di gelar, saya berterima kasih kepada semua instansi yang membantu acara ini dengan sukses diadakanya di Juwana yang baru pertama kali ini semoga nanti kedepannya pemkab Pati bisa melebarkan jalan yang ada di jalan Silugonggo ditambah satu meter sebelah kanan dan kiri dikarenakan masyarakat Juwana begitu antusias dan nantinya kedepan Juwana bisa menggelar event lagi,” Jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Sutarto Oentarso (Koko). Ia berharap agar kabupaten Pati memiliki lintasan sirkuit drag race maupun road race mengingat Pati memiliki pembalap-pembalap yang perlu diberikan fasilitas untuk mengukir prestasi.

“Silugonggo Drag Bike kali ini antusias penonton sangat luar biasa. Saya berharap untuk Kabupaten Pati membuat sirkuit drag bike maupun road race yang permanen agar bisa digunakan sebagai event tahunan. Sementara untuk sirkuit di Silugonggo ini kurang mumpuni lebar dan panjang masih kurang dan juga landas pacunya,” kata anggota DPRD Pati Fraksi PDI Perjuangan ini.

Ia menambahkan agar kedepannya event seperti ini mendapat perhatian yang lebih dari Bupati maupun Wakil Bupati, mengingat antusias pembalap yang luar biasa. Koko menyebut bahwa di Juwana sendiri sebagai tuan rumah, pembalap-pembalapnya sudah masuk tingkat nasional dengan mekanik yang mumpuni, sehingga nantinya lahir bibit-bibit pembalap lainya.

Sementara itu, Kapolsek Juwana AKP Didi Dewantoro,S.I.K mengapresiasi kegiatan positif ini agar para remaja memiliki wadah positif untuk menyalurkan bakatnya.

“Dengan adanya Silugonggo Drag Bike ini diharapkan bakat-bakat balap tersalurkan sehingga tidak menggunakan jalan raya sebagai arena balap yang membahayakan orang lain dan potensi pembalap di Juwana dan pati umumnya bisa kelihatan,” ungkap AKP Didi.

“Kita bantu untuk pengamanan, dengan melibatkan 40 personil terdiri dari 30 personil polsek, 5 koramil, dan 5 linmas yang ditempatkan di pintu masuk, lokasi penonton, dan lokasi transit pembalap,” pungkasnya.

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad

Berita Olahraga Pati

M. Ridwan, Boyong 3 Pemain Asli Pati Yang Lolos Seleksi Awal Ke PSIS U-19. Ini Daftarnya!

PATI – Kesempatan emas untuk bergabung ke Tim Mahesa Jenar, PSIS Semarang U-19 benar benar dimanfaatkan remaja asal Pati. Tak kurang dari 300 peserta mengikuti seleksi mulai 20-21 Januari 2018, di Stadion Joyo Kusumo Pati. Meski cuaca tak menentu, namun para pemain seleksi nampak bersungguh sungguh mengikuti berbagai tahap seleksi yang diujikan.

Hasilnya, tiga pesepakbola Pati berasil lolos ke babak selanjutnya. Mereka adalah  Calvin Ivan Prasetya dari Cluwak, Muhammad Iqbal Al Ghuzat Tambakromo dan Benny Setyo Adi dari Trangkil.

M Ridwan (kedua dari kiri) memantau para pesepak bola asal Pati untuk bergabung dengan PSIS U 19

“Meskipun lolos, ini belum final karna masih ada tahapan selanjutnya yaitu di Semarang. Yang nanti akan dikerucutkan untuk memilih nama-nama yang bakal menjadi bagian dari skuad PSIS U-19,” ungkap M. Ridwan pelatih kepala PSIS U-19.

Pengarahan kepada pemain sebelum diseleksi

Selain ketiga pesepakbola Pati tersebut, masih ada tujuh nama peserta dari luar Pati yang juga mengantongi tiket menuju babak berikutnya. Nantinya mereka akan berkumpul menjadi satu tim yang menjadi pondasi awal tim Liga 1, PSIS Semarang.

Dewan Penyantun Askab PSSI Pati, Joni Kurnianto berpesan kepada pemain Pati agar jangan sombong, dan terus semangat serta berjuang lebih keras lagi. Karena ini baru tahap awal dari kesuksesan.  “Jangan lupa untuk selalu jaga kondisi. Karena masih ada tahapan lanjutan. Mereka harus tetap semangat dan berlatih agar mampu menembus skuad PSIS U-19,” pesan Joni.

“Dari kami tentu menginginkan mereka mampu lolos dan menjadi bagian dari pembinaan pesepakbola muda yang bakal dikomandoi oleh mantan bintang timnas M. Ridwan,” harapnya.

Pati memang dikenal memiliki banyak bakat pesepakbola. Terlebih bagi PSIS yang pernah memiliki legenda sepakbola asal Pati yakni Ribut Waidi. Bahkan patung replikanya, diletakkan di jalur masuk menuju Stadion Jatidiri Semarang.

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

Berita Olahraga Pati

Atlit Tenis Putri Pati Lolos Seleknas, Joni Harap Atlit Lain Termotivasi dan Harumkan Nama Pati

PATI – Pundi-pundi prestasi dalam olahraga tenis terus didapatkan oleh atlit binaan Persatuan Tenis Seluruh Indinesia (PELTI) Kabupaten Pati. Terbaru, satu atlit putri pelti Pati berhasil lolos Seleksi Nasional (Seleknas) yang diadakan di Magelang, Jum’at (19/1) kemarin.

Dalam seleknas tenis kelompok umur 14 dan 16 tersebut. Pelti Pati sendiri mengirimkan 2 atlitnya, yakni Diah Ayu Novita dan Ayu Eka Febrianti. Namun hanya satu yang lolos di kelompok umur 14 tahun yakni Diah Ayu Novita.

Ketua Pelti Pati, Joni Kurnianto mengatakan, dalam seleknas tersebut ada sembilan atlit yang dipanggil dari seluruh Indonesia. Namun hanya diambil 3 besar yang nantinya akan mewakili Indonesia diajang Internasional.

“Dengan perjuangan yang berat akhirnya Diah Ayu Novita bisa masuk 3 besar dan mewakili Indonesia diajang Internasional. Namun untuk Ayu Eka Febrianti kami harap tidak berkecil hati karna akan ada kesempatan yang lain,” ungkap Joni yang juga Wakil Ketua III DPRD Pati.

Joni berharap, Diah Ayu Novita agar bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia jika berlaga diajang Internasional nantinya. Sehingga bisa membawa nama harum Kabupaten Pati.

“Semoga nanti Diah bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Indonesia, khususnya Kabupaten Pati. Dengan begitu atlit muda Pati akan termotivasi dan akan lebih giat lagi untuk berlatih,” harapnya.

 

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

 

Berita Olahraga Pati

Peluang Terbuka,PSIS U19 Bidik Talenta Muda Pati. Seleksi Pada 20-21 Januari

PATI – Klub sepakbola kebanggaan Semarang, PSIS dijadwalkan akan menggelar seleksi atlit sepakbola kelompok usia 19 (U19) di Kabupaten Pati. Rencananya, seleksi pesepakbola muda asal bumi mina tani akan dilaksanakan di Stadion Joyokusumo pada 20-21 Januari mendatang.

Dewan Penyantun Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pati Joni Kurnianto mengatakan, pihaknya sudah bekerja sama dengan PSIS Semarang untuk melakukan penjaringan atlit di Pati dan sekitarnya. Menurutnya, kesempatan ini menjadi awal yang baik bagi atlit sepakbola Pati, terutama U 19  yang ingin menembus jenjang profesional yang lebih tinggi.

Direncanakan, selama seleksi di Pati, pelatih PSIS U 19 yang juga legenda PSIS dan mantan pemain Timnas Indonesia, M. Ridwan akan menyeleksi pagi dan sore. M Ridwan saat ini telah mengantongi lisensi  B AFC.

Selain di Pati, PSIS U19 juga akan menjaring di tiga kota dengan bakat sepakbola mumpuni yakni Magelang, Brebes, dan Semarang sendiri. Empat kota ini dinilai mampu mewakili misi PSIS, yakni menggali potensi pemain lokal dan membawanya ke kancah internasional.

Joni Kurnianto menilai bahwa seleksi U19 PSIS di Pati ini menjadi atmosfir baru di kalangan pesepakbola Pati. Sehingga mereka mampu menunjukkan kemampuannya dan ikut serta dalam seleksi ini.  Terlebih, yang akan menyeleksi langsung adalah orang yang menahkodai U19 PSIS Semarang.

“PSIS Semarang saat ini kembali masuk di kompetisi Liga 1. Maka dari itu, sangat tepat apabila atlit berbakat Pati mengikuti seleksi yang akan didatangi langsung oleh mantan pemain PSIS M Ridwan,” ujar pria yang juga merupakan Ketua DPC Partai Demokrat Pati.

Kedekatan PSIS dengan kota Pati cukup erat. Salah satu legenda abadi PSIS Semarang adalah Ribut Waidi yang berasal dari Trangkil Pati. Bahkan patungnya dibuat di jalur menuju stadion Jatidiri Semarang.

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

Olahraga Pati Sosok

Pacu Prestasi Tenis, Pelti Pati Support Atlit, Pelatih, dan Klub dengan Dana dan Peralatan

PATI – Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kabupaten Pati memberikan bantuan uang tunai dan sarana latihan kepada para atlit junior, pelatih, dan pengurus tim tenis di Bumi Mina Tani yang berprestasi. Pemberian bantuan itu diharapkan mampu mendongkrak semangat para pegiat tenis agar lebih meningkatkan prestasinya.

Ketua Pelti Pati, Joni Kurnianto mengatakan, pemberian bantuan stimulan ini adalah untuk mengapresiasi para atlit muda yang mendapatkan juara dalam ajang nasional maupun internasional. Selain itu, dikatakan juga bahwa mulai tahun ini Pelti Kabupaten Pati akan rutin menggelontorkan bantuan stimulan kepada para atlit, pelatih, dan klub yang berprestasi.

“Setiap tahun kita akan menganggarkan bantuan sebesar 50 juta rupiah. Tidak hanya uang tunai saja, bantuan itu juga berupa peralatan untuk latihan,” jelasnya.

“Ada 12 atlit tenis junior, 5 pelatih, dan 1 klub yang sudah membanggakan kabupaten Pati. Maka dari itu kita mengapresiasi mereka dengan memberikan bantuan ini,” ungkap Joni setelah memberikan bantuan di Kantor DPRD Pati, Rabu (27/12).

Petenis junior dari Kabupaten Pati memang kerab mendapatkan juara dalam berbagai ajang. Bahkan belum lama ini, Petenis junior Pati berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah kejuaraan internasional yakni The Perlis International Junior Tennis Championship 2017, di Perlis Malaysia, dan dalam laga bertajuk Hatyai International Junior Tennis Championship 2017 di Hatyai, Thailand, belum lama ini.

Dalam laga bergengsi tersebut, Diah Ayu Novita Yosri Saputri (14) yang tercatat masih duduk di SMP Negeri 1 Margoyoso, Pati, mampu bermain apik dan menumbangkan pemain Negeri Jiran, Iman Shuhada Bt Abdullah, dan berhasil mengantongi Juara II dengan skor tipis, 7 – 6, 4 – 6 dan 6 – 7 di The Perlis International Junior Tennis Championship 2017

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

Olahraga Pati

Sanksi Hingga 2021 Bisa Saja Terjadi Pada Persipa Jika Tak Kunjung Bergerak

PATI  –  Nasib klub kebanggan wong Pati, Persipa makin memprihatinkan. Hal ini terkait keikutsertaannya di kompetisi resmi PSSI menjadi tak jelas. Padahal, masih ada kesempatan untuk turun di liga 4 yang dikelola Asprov Jawa Tengah. Namun, lagi-lagi belum adanya keinginan untuk berkomunikasi dari pengurus Persipa kepada Stakeholder terkiat yakni DPRD dan Pemkab Pati menjadi permasalahan serius.

Bupati Pati, Haryanto mengaku siap mengucurkan dana berapa saja asal ada proposalnya, ada komunikasinya dan ada pengajuannya.

“Kami (Pemkab Pati-red) disebut-sebut tidak mau mendanai. Lha bagaimana mau mendanai lha wong mengajukan anggaran saja tidak. Bagaimana kami memberi. Kan tidak mungkin tidak ada proposal pengajuannya terus kami anggarkan. Padahal butuh anggaran berapapun kita kasih,” kata Bupati Haryanto, baru baru ini.

Mantan Manajer Persipa Joni Kurnianto mengaku prihatin atas nasib Persipa. Dia menyebut, masa depan Persipa ada di tangan pengurus, terutama ketua umum.

”Tim yang mau berkompetisi idealnya mempersiapkan diri sejak dini, tidak mendadak.  Kalau sampai akhir tahun ini belum ada kejelasan ikut kompetisi atau tidak, maka Persipa akan kesulitan melangkah,” katanya.

Dikhawatirkan, pembinaan pemain muda akan terpengaruh karena permasalahan ini. Bagaimanapun, putra daerah akan bangga jika menggunakan kostum klub kebanggaan kotanya dan membela nama besar tanah kelahirannya.

Tahun 2017, Laskar Saridin dalam Liga Nusantara (Linus)  absen mengikuti kompetisi 2017. Menjelang 2018, Persipa juga belum bergerak mempersiapkan tim guna menyongsong kompetisi musim depan. Ini merupakan kondisi paling sulit.

Lebih menyedihkan lagi, belakangan muncul kekhawatiran Persipa tak ambil bagian dalam kompetisi depan. Padahal sebagaimana disampaikan  Ketua Umum Askab PSSI Pati Eddy Hoo, jika tahun depan 2018 tidak ikut kompetisi lalu kita di skorsing oleh PSSI artinya selama 2 tahun Pati tidak bisa mengikuti kompetisi resmi apapun. Baru 2021 kemungkinan baru bisa mendaftar kembali. Ini sebuah kerugian besar. Padahal militansi pendukung setia Persipa, Patifosi selalu bisa diandalkan.

Upaya komunikasi yang dilakukan dengan Ketua Umum Persipa Budiyono belum juga mendapat respons. Saat dihubungi, Ketua Umum Persipa Budiyono juga belum merespons. Termasuk saat dihubungi melalui nomor  Whatsapp pribadinya.

Jika hal hal yang tidak diinginkan terjadi, maka sejarah kelam Persipa akan terjadi karena ego pribadi. Patifosi pun akan mencatat siapa-siapa yang menyebabkan ini terjadi.

 

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

 

 

Olahraga Pati

Jika Terus Tak Ada Komunikasi, Persipa Terancam Tak Mendapat Anggaran APBD

PATI – Nasib Persipa Pati makin tak jelas. Padahal, terancam sanksi diskualifikasi dari Asprov PSSI Jateng  lantaran dua musim berturut-turut tidak mengikuti kompetisi. Bisa ditebak, dengan tidak aktifnya Persipa dikhawatirkan banyak pihak menurunkan gairah sepak bola di Bumi Mina Tani.

Bakat pemain sepakbola di Pati tak bisa dipandang sebelah mata. Beberapa pemain sudah malang melintang di Liga 1 dan Liga 2 Sepakbola Nasional. Belum lagi eksodus pemain Persipa di sejumlah klub liga 3 karena ketidakjelasan nasib ke depan.

foto: cintizen journalist/ Intan Yumaningrum

Tidak adanya komunikasi antara pengurus Persipa dengan Pemkab Pati maupun DPRD Pati disinyalir sebagai jalur buntu yang harus segera teratasi.Hal ini terungkap setelah desakan Patifosi, suporter setia Persipa mengungkapkan kegelisahannya pada acara final kejuaraan KU 21 tahun Kab Pati.

Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, yang juga hadir menemui Patifosi ketika menyampaikan aspirasinya, menjelaskan penyebab tak jelasnya nasib Persipa.

“Kita sebagai wakil rakyat selalu mendukung Persipa. Tetapi kalau pengurusnya tidak pernah berkomunikasi, baik lisan maupun lewat proposal, mau bagaimana lagi. karena semua harus sesuai mekanisme,” ungkap Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, kemarin.

Kediaman ini bisa menjadi bumerang bagi tim berjuluk laskar saridin. Pasalnya, jika pengurus Persipa tidak mengajukan proposal atau rancangan anggaran belanja (RAB). Anggaran untuk Persipa pada tahun 2018  ini terancam tidak dapat diberikan.

Diakuinya, pemerintah Kabupaten Pati melalui bupati, maupun DPRD selalu siap sedia mendukung penuh kiprah dari Persipa. Asal para pengurusnya mau berkomunikasi dengan baik kepada pemerintah.

“Ini aneh, kita dituduh tidak memberikan anggaran. Padahal yang terjadi pengurus persipa tidak pernah mengajukan proposal. Kalau begitu bagaimana bisa kami memberi anggaran kepada Persipa,” jelas Joni yang juga pernah menahkodai persipa.

Joni menyontohkan apa yang telah dilakukan Askab PSSI Pati, mereka selalu dapat kucuran anggaran. Sebab komunikasi yang dijalin selama ini sangat baik dan lancar. Laporan pertanggungjawaban anggaran yang telah digunakan selalu tepat waktu. Seharusnya itu bisa jadi contoh pengurus Persipa.

“Seharusnya seperti itu. Sehingga dewan serta pemerintah kabupaten bisa mengucurkan anggaran secara rutin. Kan tak mungkin, tiba-tiba dianggarkan dana sekian miliar, tanpa ada komunikasi yang jelas, tanpa ada proposal dan semacamnya,” jelas Joni.

Untuk itu, Joni berharap, pengurus yang ada ini harus terus menjalin komunikasi supaya kami yang ada di pemerintahan ini paham akan kebutuhan dari Persipa.

“Kasian para pendukung Persipa, ini aset Kabupaten Pati, jangan sampai ditelantarkan, masa pengurusan yang tersisa ini harusnya dapat dimanfaatkan betul,” pungkas Joni Kurnianto.

Dibahas Senin

Sementara itu, Ketua Umum Persipa Budiyono merespons tuntutan barisan suporter yang tergabung dalam Patifosi. Dia menjanjikan akan memberikan jawaban pasti berkait nasib tim berjuluk Laskar Saridin pada musim kompetisi 2018.

”Finalnya kami bahas besok Senin (11/12),” ujarnya saat dimintai konfirmasi tentang Persipa ke depan. Sejauh ini, mantan Wakil Bupati Pati ini belum mengambil langkah apa pun untuk mempersiapkan timnya menghadapi kompetisi Liga 4.

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

Berita Olahraga Pati

Turnamen Sepakbola PSSI Bupati Cup 2017 Resmi Dibuka

Pati – Bupati Pati H.Haryanto resmi membuka turnamen sepak bola kelompok umur 21 (U-21) di Stadion Joyo Kusumo Pati (21/11/2017.). Kegiatan ini diselelnggarakan dalam rangka Kejuaraan PSSI Bupati Cup 2017. Tema yang diangkat adalah “Dengan sepakbola kita menjaga solidaritas, soliditas dan mewujudkan sepakbola yang bermartabat,”.

Hadir dalam acara pembukaan tersebut antara lain Bupati Pati Haryanto, Wakil bupati Pati H Saiful Arifin, Dandim 0718 Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, Kapolres Pati yang diwakili Wakapolres Pati Kompol Nyamin serta Forkompinda kabupaten Pati.

Sukardi, ketua panitia pelaksana turnamen sepakbola kelompok U 21 ini menjelaskan bahwa dalam hal ini penyelenggara adalah Disporapar kabupaten Pati. Turnamen yang diikuti oleh 32 tim merupakan atlet asli Pati menggunakan sistem pertandingan knockout.

Sukardi menambahkan bahwa nantinya selain mendapatkan piagam dan trophy, para juara juga mendapatkan uang pembinaan yang masing-masing juara 1 Rp.2.000.000,- juara 2 Rp.1.500,000,- dan juara 3 Rp.1.000.000,-.

Dalam sambutannya Bupati Pati mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaring atlet sepakbola di Pati serta sebagai bahan untuk evaluasi diri guna membenahi sepak bola di Pati dimana semua pihak dimohon bisa membantu setiap persoalan tentang penyelenggaan PSSI Pati agar sepak bola di Pati kembali bangkit.

Haryanto juga menghimbau agar para supporter tetap menjaga kerukunan dan kesolidan agar tidak terjadi perpecahan dan perkelahian.

Dihari pertama, pertandingan sepakbola antara PS. Sukopuluhan VS PS. Semirejo dengan dimenangkan oleh PS Sukopuluhan dengan skor 4 – 0.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Olahraga Pati

Buka Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Jateng 2017, Bupati Haryanto Sempatkan Promosi Wisata

Pati- Bertempat di Gedung Olah Raga Pesantenan Pati telah berlangsung upacara pembukaan kejuaraan pencak silat dalam rangka P:ekan Olah Raga tingkat provinsi Jawa Tengah 2017 (PorProv) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI ), Rabu(15/11/2017).

Hadir dalam acara tersebut antara lain Bupati Pati H Haryanto SH MM M.Si dan wakil H Saiful Arifin. Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan S.IK. Dandim 0718 Pati Letkol Inf.Andri Amijaya K Sos.M.H . Ketua IPSI Jateng Hery Puriyanto.

Nampak hadir pula Sekda Kabupaten Pati Ir Suharyono. Kepala Disporapar Kabupaten Pati Sigit Hartoko. Asisten Sekda Kabupaten Pati Puji Istanto dan peserta Pencak Silat dari IPSI perwakilan kota se Jawa Tengah.

 

Dalam sambutanya, Kepala Disparpora Kabupaten Pati Sigit Hartoko mengucapkan selamat datang dan selamat bertanding dengan sportif dan bermartabat kepada seluruh peserta pencak silat  serta berharap agar nantinya ada atlet terbaik yang bisa maju dalam kejuaraan pencak silat tingkat nasional.

Dengan adanya kejuaraan Porprov tingkat Jawa Tengah yang diselenggarakan di Kabupaten Pati ini Bupati Pati Haryanto berharap agar kejuaraan Porprov 2017 ini bisa memberikan motivasi kepada seluruh atlet khususnya di Jawa Tengah serta bisa menjadi ajang promosi potensi wisata baik itu wisata kuliner maupun wisata alam serta wisata belanja.

Bupati Pati Haryanto, dalam sambutannya mengharapkan bahwa kegiatan kejuaraan Porprov Jateng tahun 2017 dengan ini semoga bisa memberikan motivasi kepada para atlet diseluruh Jawa Tengah.

“Tahun lalu kita telah dipercaya menyelenggarakan even pencak silat tingkat regional, dan terima kasih tahun ini kita dipercaya Pemprov Jateng untuk menjadi tuan rumah Proprov. Kegiatan ini diharapkan dapat mempromosikan wisata alam dan kuliner di Kabupaten Pati,” kata Bupati Pati.

“Silahkan berkunjung di Waduk Gunungrowo dan silahkan menikmati Nasi Gandul Khas Pati,kita juga mempunyai pasar unggulan produk lokal dipasar Pragolo, mulai dari makanan hingga batik ada disana,” tambahnya.

Sebelumnya Kabupaten Pati juga dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan panahan tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Ini kesempatan peserta untuk mendapatkan medali guna maju pada tingkat pekan olah raga Nasional,” pungkas  Haryanto.

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad