Kategori: Olahraga

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Kendeng Running Adventure 2017, Seimbangkan Misi Olahraga dan Pariwisata
Kesehatan, Olahraga

Kendeng Running Adventure 2017, Seimbangkan Misi Olahraga dan Pariwisata

Bupati Pati, Kapolres Pati dan Dandim Pati turut menjadi peserta Kendeng Running Adventure 2017

Kayen – Dalam rangka memperingati HUT RI yang Ke 72 dan Hari Jadi Kota Pati yang ke 694, KODIM 0718/ Pati menyelenggarakan Kendeng Running Adventure 2017. Lomba lari tingkat nasional yang digelar pada Minggu 27 Agustus 2017 ini diikuti sekitar 400 peserta. Sekitar 90 peserta diantaranya datang dari luar daerah, antara lain dari Sumatra, Sulawesi, Jawabarat, Malang, Riau dan Jambi.

Rupanya, pemilihan lokasi atau rute di pegunungan kendeng tidak asal pilih, namun ada maksud dibaliknya, seperti yang diungkapkan Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf. Andri Amijaya Kusuma. Dirinya menyebut bahwa pegunungan Kendeng memiliki potensi yang luar biasa, selain dari segi geografisnya juga masyarakatnya yang guyub rukun dan mau membangun wilayahnya.

Peserta berhamburan di garis start

“Kenapa kita pilih kendeng untuk lokasi Kendeng Running Adventure, karena kita lihat alam geografis  kendeng ini luar biasa. Saya sangat mengapresiasi kepada masyarakat diwilayah Bukit Pandang  Duren Sawit ini dan sekitarnya. Guyub rukunnya yang akan kita tonjolkan. Semangat mereka satu sama lain mau membangun wilayah yang mungkin ini sulit mendapatkan hasil secara ekonomi tetapi ternyata bisa memperoleh hal seperti ini luar biasa,” terang Letkol Inf. Andri Amijaya Kusuma

Sepedapat dengan Dandim Pati, Bupati Pati Haryanto juga mengungkapkan bahwa Kendeng Running Adventure ini selain untuk memperingati HUT RI ke 72 dan Hari Jadi Kabupaten Pati ke 694 juga untuk mengenalkan potensi wisata di kabupaten Pati .

para pemenang kendeng running adventure 2017

“Ini untuk mengenalkan wisata diwilayah Pati selatan, sekaligus agar tahu bahwa Pati punya potensi-potensi wisata maupun masyarakatnya adalah ramah lingkungan maupun ingin bersama-sama ingin membangun Kabupaten Pati,” kata Bupati Pati.

“Selanjutnya nanti,  Selasa (29/08) akan didakan pawai Noto Projo Bangun Deso yang diikuti 139 peserta bertempat di seputaran kota Pati,” katanya sembari mengingatkan.

Salah satu yang menjadi perhatian peserta adalah keikutsertaan Bupati Pati Haryanto sebagai peserta. Ternyata dirinya masih sanggup mengikuti lomba dan berlari sepanjang rute kurang lebih 5km bersama Komandan Kodim Pati dan Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan SIK.

Reporter: Arton & A. Muhammad

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Indra Sjafri Ke Pati, Dua Pemain Liga 1 Asal Pati Berikan “Sambutan”
Olahraga, Pati

Indra Sjafri Ke Pati, Dua Pemain Liga 1 Asal Pati Berikan “Sambutan”

PATI. Kabar santer akan datangnya arsitek Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri akhirnya terjawab.  Pelatih Timnas yang pernah melambungkan nama nama beken seperti Evan Dimas, Hargianto, hingga Septian David Maulana ini mengunjungi Pati pada Sabtu (22/07).

Indra menyempatkan waktu ke kota berjuluk Bumi Mina Tani atas undangan pengusaha muda Saiful Arifin, yang baru saja membuka akademi sepak bola Safin FC. Sekaligus, melihat para pemain muda di wilayah eks-Karesidenan Pati berlaga dalam Liga Remaja Piala Menpora 2017 di Lapangan Bola Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, Pati.

Indra yang datang ke Pati menggunakan jersey timnas Indonesia sempat menjadi rebutan para fans untuk berfoto bersama. Indra Sjafri pun sempat makan jagung bakar di pinggir lapangan Mojoagung.

Sejumlah agenda padat dijalani pelatih asal Sumatra Barat selama berada di Pati dua hari. Sabtu (22/07) Indra Sjafri untuk mengunjungi Gedung Olahraga (GOR) Pesantenan untuk memberikan arahan kepada pemain futsal. Siang hari, dirinya mengunjungi Stadion Joyokusumo. Menurut pandangannya Stadion kebanggaan warga Pati ini cukup representatif karena berada di jantung kota, kendati ada beberapa hal yang harus dibenahi.

Sementara, Saiful Arifin mengaku mengajak Indra Sjafri untuk memberikan masukan dalam pengelolaan pembinaan pemain usia dini di Pati. Kebetulan pemilik Hotel Safin ini telah merintis sekolah sepak bola yang representatif di kota kelahirannya melalui Safin FC.

Saat ini Safin FC telah membina 40 siswa, yang terbagi atas kelompok usia 14 dan 16 tahun secara gratis. Mereka bukan hanya berasal dari Pati tetapi juga dari berbagai daerah, seperti  Malang, Bali, Blitar, Bondowoso, dan Jepara.

Saiful Arifin mengatakan, Safin FC dibentuk untuk mencetak bibit-bibit pemain sepak bola unggul dari putra daerah Pati. Saiful Arifin berharap para pemain Safin FC bisa berkiprah ke panggung persepakbolaan nasional.

“Ini ada usia 14 dan 16. Memang masih belum sempurna, maka mari kita sempurnakan bareng-bareng,” ujar Arifin.

Wakil Bupati terpilih 2007-2022 ini pada 2014 lalu pernah menjadi manajer Persipa Pati. Kemajuan cukup signifikan mulai dari adanya sponsor yang terpampang di jersey pemain hingga adanya bus untuk tim. Namun, konflik di Kemepora yang membuat liga tak jelas arahnya membuatnya mundur dari Persipa.

Disambut Pemain Timnas

Kedatangan Indra Sjafri ternyata banyak mengundang komentar para penggemar, pecinta sepakbola, warga Pati, hingga pemain sepakbola asal Pati. Beberapa saat ketika dirinya menyaksikan pertandingan Liga Remaja Piala Menpora 2017, di Mojoagung Trangkil dirinya mengunggah foto kursi plastik berisi air mineral, pisang rebus, dan kacang.

“Nonton bola sambil makan kacang dan pisang rebus #bangkitsepakbolaindonesia #semangatmenolakmenyerah,” tulisnya di akun instagram indrasjafri

Tak pelak pemain sepak bola yang kini aktif di liga 1 turut menyambut dengan komentarnya.

Wawan Febrianto, pemain PS TNI melalui akun w_febrianto menyambut dengan kalimatnya.

Selamat datang di kota Pati coach @Indrasjafri Pati Bumi Mina Tani.

Tak berapa lama, melalui akun r.widodo10, striker Persija Jakarta, Rudi Widodo turut berkomentar.

Selamat datang di kota penuh bakat cach @indrasjafri.

Selain mengunjungi beberapa tempat di Pati yang bersangkutan dengan dunia sepakbola, Indra Sjafri juga mengomentari kondisi Timnas Indonesia saat ini.

Dia berharap, Timnas U-19 yang ditanganinya kali ini bakal tetap bersama hingga pasca Piala AFF dan Piala Asia. Itu membutuhkan program berkelanjutan dari PSSI.

“Saya sudah bicara dengan Pak ketum (PSSI), kalau bisa Timnas U-19 sekarang harus menjadi generasi baru yang dibina secara continue. Selanjutnya bisa ditargetkan untuk Sea Games yang akan datang,” tandasnya.

Secara khusus Indra menyayangkan Timnas U-19 sebelumnya, yang tidak lagi ada kesinambungan pembinaan dan proyeksi program. Menurutnya, Evan Dimas Cs yang telah menyebar ke sejumlah klub profesional membuat mereka tidak solid lagi ketika disatukan dalam Timnas.

“Itu yang saya sesali, kenapa tim itu bubar. Kalau berlanjut maka ndak sulit lagi membentuk Timnas untuk jejang usia berikutnya,” paparnya.

Reporter: Zaenal

Editor: RevanZaen

Permalink ke Kejurprov Tenis Lapangan Piala Gubernur Jateng Sukses Digelar Di Pati. Ini Juaranya!
Olahraga

Kejurprov Tenis Lapangan Piala Gubernur Jateng Sukses Digelar Di Pati. Ini Juaranya!

PATI. Kejuaraan Tenis Lapangan Beregu Putra yang memperebutkan Piala Gubernur Jawa Tengah ke-XVI tahun 2017 Wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses digelar, Jum’at, (21/07) . Kejuaraan yang diselenggarakan di lapangan tenis Bakorwil I Pati diikuti kontingen dari berbagai daerah.

Dalam laga final Tim tenis Kodam Diponegoro berhasil mengalahkan pesaingnya dari tim tenis Pemkot Magelang dengan perolehan skor akhir 2-1.

“Juara 1 diperoleh tim tenis Kodam Diponegoro, juara 2 dari Pemkot Magelang, juara 3 Pemkot Solo, dan terakhir juara 4 dari Pemkab Sukoharjo,” ungkap Ketua Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Pati Joni Kurnianto.

Lebih lanjut, Joni Kurnianto mengungkapkan dari 30 tim yang terbagi dalam 8 grup ada 4 tim yang berhasil menduduki peringkat teratas.

Joni mengatakan, acara yang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng  dengan Pemerintah Kabupaten Pati melalui Disporapar Pati berjalan lancar.

“Alhamdullilah tidak ada kendala dalam pelaksanaan kejurprov tenis di Pati. Kedepan kejuaraan serupa Insya Allah akan digelar di Kota Magelang,” ungkapnya.

Joni berharap, dengan sering digelarnya kejuaraan tenis lapangan di Kabupaten Pati akan bisa mendorong minat atlit Pati untuk terus berlatih. “Semoga atlit Pati bisa belajar, dengan seringnya kejuaraan tenis yang digelar,” harapnya

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Lomba Perahu Naga Sedekah Laut Kedungpancing 2017 Sukses, Tahun Depan Skala Diperbesar
Budaya, Olahraga

Lomba Perahu Naga Sedekah Laut Kedungpancing 2017 Sukses, Tahun Depan Skala Diperbesar

Saah satu tim melaju mendekati garis finis

JUWANA. Lomba balap perahu naga dalam rangka sedekah laut warga Desa Kedung Pancing Juwana meriah . Lomba yang di ikuti 25 team perahu Naga dengan total personal 250 orang ini memperebutkan piala Bupati Pati. Para pemenang akan memperoleh tropi bergilir dan uang pembinaan dengan total hadiah 15 juta rupiah. Lomba diadakan disepanjang kali juwana atau kali Silugonggo turut Desa Kedung Pancing pada  Kamis, (29/06).

“Festival Dragon Boat Silugonggo Bupati Cup 2017 yang diselenggarakan panitia sedekah laut kedungpancing, pengurus cabang PODSI Pati  ini diikuti 25 tim jadi 250 orang” kata Solikhul Hadi, Ketua PODSI Pati.

Sehari sebelumnya, yakni Rabu sore juga diadakan balap kayak Dan kano.Namun, puncak acara adalah pada Hari Kamis karena hadiah lebih besar dan memperebutkan Piala Bupati.

Sedari pagi penonton sudah terlihat memadati di pinggiran Sungai silugonggo karena di samping lomba perahu Naga para penonton juga di hibur orkes dangdut tepat di tepian sungai.

“Harapan kami, mudah mudahan event ini lancar dan sukses, dan alhamdulillah kami sudah mendapat support dari KONI Pati, Disporapar, dan Bupati Haryanto untuk menjadi event lebih besar. Selain itu memang sudah menjadi niatan kami untuk mengambil bibit-bibit terbaik atlet balap perahu naga untuk ke kejurda kedepan.”  lanjut Solikhul

Panitia memantau jalannya lomba

Bupati Pati, H. Haryanto yang hadir langsung berikan apresiasi dan perhatian khusus terhadap agenda tersebut. Dalam sambutanya, Bupati Pati yang kembali terpilih untuk periode kedua tersebut mengapresiatif sekali atas kegiatan ini. Bupati Haryanto membuka acara dengan menabuh genderang, di dampingi ketua PODSI Pati dan sejumlah panitia.

“Agenda balap perahu naga ini ternyata sangat menghibur masyarakat walaupun masih tingkat lokal. Harapannya, warga mulai bisa mencintai olah raga dayung dan kedepan bisa mendorong prestasi dayung.  Tahun depan (2018-red) di harapkan diadakan ke tingkat dan skala yang lebih terbuka.” Ujarnya.

Bupati memukul genderang tanda dimulainya lomba balap perahu naga

“Pemkab Pati lewat disporapar dan KONI supaya mendukung event ini dan merancang anggaran yang cukup untuk kegiatan ini” instruksi Bupati

Lomba dilaksanakan dengan sistem gugur sehingga lebih cepat selesai. Pada babak penyisihan, masing masing sesi diadu 3 kelompok peserta dayung  hingga habis. Sang juara berhak membawa tropi bergilir lomba Dayung Silugonggo Bupati Cup.

Hasil lomba sebagaimana diumumkan panitia, Juara 1 tim Jogo Rawuhan Ds. Garuan, Juara 2 tim Putra Kali Desa Kedung pancing, Juara 3 Tim Joyo Kemi Desa Kedung Pancing. Selain itu, ada juga juara harapan satu hingga 3.

Harapan 1 diraih tim Mbah Sabit Uruk Uruk Desa. Kedung pancing, Harapan 2 Desa Ngantru 1, Harapan 3 Mbah Kuncung Desa Kedung Pancing.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Tren Positif Terjaga, Persipa Junior Ambil Alih Puncak Klasemen
Olahraga

Tren Positif Terjaga, Persipa Junior Ambil Alih Puncak Klasemen

Foto: Intagram Persipafc

Dua pertandingan terakhir Persipa Junior di ajang Liga Remaja, Piala Soeratin Zona Jateng Grup D raih poin penuh. Sementara ini Persipa Junior bertengger di puncak klasemen sementara dengan mengemas enam poin dari tiga laga. Kalah sekali dengan Persiku Kudus 0-1 lalu menang 1-0 dari PSIR Rembang dan Menang 2-1 dari Persikaba Blora

Persipa Jr diawal laga kandang justru masih grogi hingga kalah 0-1 di Joyo Kusumo. Namun, lambat laun tren positif terjaga.  Jika tetap pada jalur kemenangan, maka Pelatih Persipa Yr Sutrisno ‘Sejo’ menyebut langkah timnya ke depan akan semakin ringan. Setidaknya untuk lolos dibabak berikutnya.

Pada laga terakhir Grup D, Persipa bakal meladeni Persijap Yr di Stadion Joyokusumo, Rabu (5/4). Meskipun lawan berstatus tim favorit namun tak membuat Persipa gentar. Bekal dua kemenangan dirasa cukup menaikkan mental anakanak Pati.

“Mereka kini dalam kondisi lebih nyaman dan memiliki rasa percaya diri tinggi. Daya juang dan semangat anak-anak asuhnya telah teruji. Kendati demikian, dia tidak ingin timnya terlalu percaya diri sehingga meremehkan rival” Ujar Sejo

Sementara itu, Calon lawan, yakni Persijap Jr. Pelatih Kepala Persijap Junior, Toufan Bayu. Mental anak asuhnya memang masih perlu diperbaiki.

Para pemain belum terbiasa berlaga dalam kondisi di bawah tekanan suporter lawan, maupun di bawah dukungan suporter sendiri.

”Itu terlihat dari laga kandang kontra PSIR (Junior) kemarin di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara.

Meski para suporter datang untuk mendukung para pemain (Persijap Junior), para pemain justru tegang,” kata Bayu.

Masalah tersebut dijanjikan akan segera diperbaiki mengingat Rabu (5/3) besok, Persijap akan melakoni laga ketiga di kandang Persipa Junior.

Pantang Meremehkan

Meski sedang berada di trek yang benar, Pelatih Persipa Jr. tak mau jumawa.

”Semua tim memiliki kekuatan yang hampir sama. Semua harus diwaspadai dan anak-anak tetap harus bermain maksimal,” ujarnya baru baru ini

Dukungan publik bola Pati terhadap tim belakangan semakin menguat. Tandang atau kandang Patifosi tetap “Ngluruk” mendukung tim kebanggaan meski bukan tim senior.

“Pokok’e angger Persipa, tak dukung. Persipa itu kebanggaan” . Ujar Farid, Patifosi asal Jakenan Pati

 

Permalink ke Stok Pemain Melimpah, Persipa Junior Siap All Out di Piala Soeratin 2017
Olahraga

Stok Pemain Melimpah, Persipa Junior Siap All Out di Piala Soeratin 2017

PATI.  Gelaran Piala Soeratin yang  diikuti Persipa U-17 atau Persipa Junior sedikit mengobati kerinduan suporter akan aksi tim kebanggaanya. Patifosi dan Mbalelo Squad dipastikan akan memerahkan Stadion Joyo Kusumo Pati pada laga pembuka yang digelar tanpa tiket masuk alias gratis ini.Pada laga Minggu, 26 Maret 2017 pukul 15.00 di Stadion Joyo Kusumo ini dijadwalkan Persipa akan menjamu Persiku Kudus.

Klub berjuluk laskar Saridin (Team Senior) saat ini sedang mati suri. Persipa tak mengikuti ajang Liga 3 atau Liga Nusantara meski pada tahun lalu berstatus juara 3. Adanya kompetisi liga soreatin U 17 meskipun hanya diikuti tim yunior namun dengan logo persipa didada, dipastikan suporter setia akan tetap merahkan stadion Joyo Kusumo.

Yogie Permana, salah satu patifosi yang juga komandan tribun menyatakan kesiapannya mendukung Persipa Junior beraksi.

“Bismilah..sedikit ada obat rindu tribun..mbengok banter pol Patifosi” Ujarnya

Persipa yunior yang meski bergabung di menit menit akhir pendaftaran peserta namun memiliki modal besar dalam mengarungi Liga Remaja Piala Soeratin Zona Jateng. Stok pemain muda potensial banyak dimiliki oleh tim yang akan dilatih Sutrisno Sejo ini.

“”Kalau soal pemain, tidak ada masalah. Stok pemain remaja di Pati melimpah” Kata Manajer tim, Iwan Abdul Rohman.

Pemain Persipa Junior ini beberapa waktu lalu mengadakan kompetisi U-16 yang diselenggaran Askab PSSI Pati. Banyak pemain muda potensial dan berbakat, masuk ke Tim Persipa Junior. Laskar Saridin Muda, akan dilatih Sutrisno Sejo ini tetap optimis bisa menampilkan kemampuan terbaik meski sejauh ini Persipa yunior jarang meraih prestasi.

”Kami harus kerja keras agar tim bisa berkompetisi. Sekaligus tidak mengecewakan masyarakat Pati saat mengikuti kompetisi,” ucapnya

Uniknya, pada laga Minggu besok, Andika Fachriyanto putra dari striker andalan Persipa Senior yakni Juki Sarmento Haryanto saat ini tergabung dengan Persiku Kudus dengan posisi penyerang seperti ayahnya.

Toni, salah satu patifosi menyambut baik kondisi ini. ” Malah bagus mas, biar karir dan skilnya meningkat. Syukur kalau suatu saat bisa menjadi legenda persipa seperti ayahnya. Tapi untuk kali ini tetap kami dukung persipa. Ora Persipa, Ora!” katanya

 

Editor: Revan Zaen

 

Permalink ke Team Dayung Putra Silugonggo Genjot Latihan Persiapan Kejuaraan di Cilacap 26 Maret
Olahraga

Team Dayung Putra Silugonggo Genjot Latihan Persiapan Kejuaraan di Cilacap 26 Maret

Juwana. Salah satu olahraga yang mengukir banyak prestasi tingkat internasional adalah dayung. Cabang olahraga tim dengan 10 pedayung ini terdekat akan mengikuti event hari jadi Kota Cilacap pada 26 maret 2017 di Pantai Penyu Cilacap.

Tercatat, team dayung Putra Silugonggo Juwana yang bernaung dibawah PODSI (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia) Pati  ini memenangkan sejumlah kejuaraan. Juara di solo th 2013, Juara 3 dalam rangka festival perahu naga dies natalies Universitas Hang Tuah Surabaya tahun 2014.  Dan juara 3 di Porprov Jateng di Solo.

Team dayung yang merupakan kumpulan desa nelayan seperti  Kedung pancing, Doropayung, Bumirejo, Karangrejo, Tluwah dan Minto mulyo ini beranggotakan 12 anak. Nurch olis, Edy, Ardianto, Dika, Yoga berposisi pedayung sayap kanan.  Kiki, Mikael, Hari, Nunan, Fajar berposisi sebagai pedayung kiri.

Selain pedayung ada pula Kelvin pada posisi drummer, dan  1 skiper bernama Uun. Untuk mengantisipasi hal hal non teknis seperti cedera atau lainnya adapula 4 anak yang menjadi cadangan yakni Rofiq, Adi, Apin, dan Romdon.

 

 

Latihan rutin yang dimulai sore jam 4 sampai selesai kecuali Jum’at ini di dampingi  Bapak Gito selaku pelatih 1. Bapak Gito sendiri pernah meraih juara 1 di event internasional yaitu di Singapura.

Tak kalah mentereng, Pelatih 2 Purwanto juga banyak prestasi. Dirinya pernah mendapat dua kali medali emas dan 4 perunggu di Sea Games Myanmar th 2013. Plus satu asisten pelatih Sunar.

Selain menggenjot latihan dayung dan kekompakan team mereka juga latihan lari serta angakt beban supaya ketahanan fisiknya meningkat.

Dari pantauan reporter wartaphoto.net terlihat anak anak begitu bersemangat. Anak anak yang masih duduk di bangku SMP dan SMA ini melintasi sungai Silugonggo yang jarak tempuhya 400 m, bolak balik beberapa kali.

“Kita latihan terus mas karena pertandingan di Cilacap ini bisa di jadikan acuan para atlet untuk tolak ukur lawan lawan kita nanti di ajang Porprov Jateng, awal tahun 2018.  Apapun hasilnya kami harap kedepannya atlet-atlet yunior ini lebih semangat berlatih. Jangan setengah setengah dlm meraih prestasi”. kata pelatih 2, Purwanto

“Harapan kami tentu mereka dapat mencapai prestasi seperti para seniornya,hingga menembus tingkat nasional maupun internasional. Rencananya, team dayung putra silugonggo akan mengambil kelas 10 pedayung putra dengan jarak 500 m, semoga dapat juara mas” pungkas Purwanto

Reporter: Arton

Editor: Revan

 

Permalink ke Semua Partai Panahan POPDA 2017 diKuasai Anak Anak Pati Archery Club
Olahraga

Semua Partai Panahan POPDA 2017 diKuasai Anak Anak Pati Archery Club

Atlet Panahan dari Pati Archery Club borong gelar dari semua partai yang dipertandingkan dalam POPDA 2017

Pati. Ajang POPDA 2017 cabang panahan menjadi berkah tersendiri untuk atlet panahan Pati. Atlet yang bernaung dalam satu wadah bernama Pati Archery Club (PAC) menguasai seluruh cabang yang dipertandingkan.

“Memang perolehan Juara dalam Popda kali ini anak-anak Club Panahan terbesar di Kabupaten Pati ini yang mendominasi, semuanya menyebar rata di semua partai yang dipertandingkan, baik Nasional Bow, Recurve Bow maupun Compound Bow semuanya mendapatkan juara” Ketua Harian Pati Archery Club Ari Ariyanto

Hasil manis ini merupakan buah dari latihan rutin dan terarah atlet Pati Archery Club yang tiap bulan mendatangkan pelatih kelas Nasional ke Pati.

“Tidak sia-sia kami mendatangkan pelatih Nasional dari PPLP Jateng tiap bulannya, serta pelatihan fisik dua kali seminggu oleh pelatih bersertifikasi Nasional pula” Ujar Aru Ariyanto.

Tak ketinggalan atlet muda potensial Pati, Jadhug Niko Tatag Wicaksono. Jadhug merajai partai Compound tingkat sekolah dasar (SD) dalam Popda Pati 2017. Pada nomor tersebut dia tanpa pesaing. Siswa SD Ngarus 2 Pati ini meraih tiga trofi di nomor tersebut. Pada sesi pertama compound 30 meter dia mengemas skor 218.Kemudian pada sesi kedua jarak yang sama membukukan skor 179. Jadhug juga dinobatkan sebagai juara di sesi total jarak. Jadhug dipersiapkan sebagai pemanah spesialis Compound dan Recurved.

Jadhug merupakan satu-satunya atlet SD yang memfokuskan diri pada Divisi Compound. Dari nomor tersebut dia diharapkan dapat menjadi wakil Pati dalam berbagai ajang, baik level Jateng maupun nasional.

Citizen : Herman Adi

Editor: Revan

Permalink ke Aturan Asprov Tentang Liga 3 Direvisi, Eksodus Pemain Persipa ke Luar Kota Meningkat
Olahraga

Aturan Asprov Tentang Liga 3 Direvisi, Eksodus Pemain Persipa ke Luar Kota Meningkat

Pati. Ketidakpastikan keikutsertaan atau ketidak ikutsertaan Laskar Saridin, Persipa Pati di Liga Nusantara / liga 3 yang resmi akan digelar mulai 9 April 2017 membuat sejumlah pemain mengambil langkah. Mantan skuad Persipa yang tahun lalu menduduki posisi ketiga Liga Nusantara ini cukup laris manis diberbagai Kota.

Terlebih setelah aturan Asosiasi PSSI Provinsi Jawa Tengah mengeluarkan revisi surat  nomor 100/PSSI-JTG/III/2017 bahwa pemain yang berlaga di liga 3 adalah Pemain kelahiran 1 Januari 1994 dan sesudahnya. Selain itu diperbolehkan mengontrak 5 pemain diatas 23 tahun – 30 tahun (maksimal kelahiran 1 Januari 1987).  

Aturan ini membuat sejumlah pemain yang sedikit ada udara segar untuk ikut kembali merumput mulai ikut seleksi bahkan sudah dikontrak sejumlah klub.

  1. Ade “Aldo” Kurniawan yang sebelumnya bermain di Persiba Balikpapan kini bermain untuk Persis Solo.
  2. Octa Wahyu, kiper Andalan persipa kini berlabuh di Laskar Dampo Awang, PSIR Rembang bersama Krisna dan Dwi Cahyono (Sebelumnya di PS TNI)
  3. Susilo Irwandoyo dan Alik berlabuh di Persik Kendal.
  4. Oktavian Bermain untuk Persekap Pekalongan.
  5. Eko Priyono bergabung dengan Laskar Macan Muria Persiku Kudus.
  6. dan masih ada dua pemain lainnya yang ikut seleksi dengan Persikaba Blora dan Persikas.

Langkah eksodus atau merantau bagi sejumlah pemain ini dinilai sejumlah kalangan tepat. Selain tetap harus menjaga kebugaran sekaligus unjuk kemampuan supaya bisa direkrut di liga profesional bahkan timnas. Bagaimanapun pemain muda potensial asal Pati harus tetap bermain demi masa depannya.

 

Memakan Korban

Kebijakan pembatasan usia pemain yang diterapkan oleh PSSI saat ini akhirnya memakan korban. Banyak pemain senior yang usianya tidak masuk kategori padahal stamina dan kualitasnya tetap terjaga. Salah satu yang keras mengkritik adalah Greg Nwakolo (Madura United).

Greg mengatakan bahwa  jika pembatasan usia pemain itu ditujukan untuk membangun tim nasional (timnas) yang lebih baik, maka hal itu dinilainya sebagai cara yang keliru. Dirinya merujuk kepada liga-liga di Eropa yang memiliki tim reserve (cadangan). Regulasi itu dilihatnya akan lebih efektif untuk membangun pondasi timnas yang kuat.

“Bisa ditiru sistem kompetisi di luar negeri. Klub-klub punya tim A dan B. Pemain-pemain tim reserve bisa main di tim inti. Saya pikir itu lebih baik daripada membatasi usia pemain,” tegasnya saat diwawancarai media beberapa waktu lalu.

Greg bahkan menilai bahwa regulasi itu akan menimbulkan efek buruk. Pasalnya, pembatasan pemain—diikuti kuota minimal lima pemain di bawah usia 23 tahun— hanya akan membuat para pemain muda menjadi malas.

 

Pemain berusia “Tua” bahkan beberapa waktu lalu menjadi Top Skor Piala Presiden. Dialah Cristian Gonzales (41th) yang mencetak 11 Gol. Bahkan satu pertandingan masih bisa mencetak 5 gol.

Di Pati ada Juki Sarmento Haryanto yang meski tak muda lagi namun stamina, gaya bertarung dan ketajamannya mencetak gol masih sangat diandalkan. Namun jika regulasi ini berlaku, bisa dipastikan kita tidak akan melihat permainan ciamik mereka lagi.

Penulis: Revan Zaen

Berita Acak