Kategori: Pati

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Bongkar Kapal Sepi, Pendapatan TPI II Juwana Jauh dari Target
Pati

Bongkar Kapal Sepi, Pendapatan TPI II Juwana Jauh dari Target

Beberapa pekerja TPI II Juwana menurunkan ikan dari atas kapal Rabu (20/9).

JUWANA -Ratusan kapal lokal dan luar daerah memilih bongkar di TPI II Juwana. Namun Pendapatan Asli Daerah (PAD) menurun. Menurunnya PAD ini disebabkan lantaran aktifitas muat kapal di TPI II Juwana selama tiga bulan terakhir, Juni-Agustus sepi karena faktor cuaca alam. Pihak TPI akan terus mengebut perolehan pendapatan hingga akhir tahun.

Kepala TPI II Juwana Riyanto menyampaikan, PAD TPI II Juwana selama Januari hingga sekarang baru mencapai Rp 3,1 miliar. Padahal target PAD TPI di Desa Bajomulyo, Juwana itu Rp 5,5 miliar. Hingga akhir tahun, pihak TPI harus mengejar PAD Rp 2,4 miliar lagi. Meskipun kawatir tak memenuhi target, namun Riyanto akan berusaha maksimalkan supaya banyak kapal yang memilih bongkar di TPI Desa Bajomulyo, Juwana itu.

“Faktor sepinya kapal yang bongkar di TPI disebabkan faktor alam. Seperti tidak adanya hujan menyebabkan penangkapannya sedikit. Berbeda kalau mendekati hujan, biasanya penangkapan ikan gampang. Selama tiga bulan ini rata-rata hanya 1-3 kapal bongkar. Berbeda dengan 2016 aktifitas bongkar kapal stabil. Sehari bisa kedatangan lebih 10 kapal,” katanya kemarin.

Namun pertengahan september ini sudah mulai mendekati mendekati musim hujan, jadi kedatangan kapal bertambah. Pihaknya memperediksi puncak kedatangan kapal September-Desember. Ia menambahkan, selama Januari-sekarang, sudah ada 832 kapal lokal dan laur daerah. Dari pendapatan kapal yang sudah masuk mampu menghasilkan Rp 3,1 miliar. Ini masih jauh dari target.

“Target PAD tahun ini naik Rp 1,4 miliar di banding 2016 targetnya hanya Rp 4,1 miliar. Seharusnya, target naik 200-300 juta pertahun. Mudah-mudahan bisa mencapai target. Kini kami sudah mempunyai kelebihan Rp 170 juta dari pendapatan perbulan. Jika sesuai akumulasi, maka diprediksi aman sampai akhir tahun. Karena selama tiga bulan kedepan, kedatangan kapal semakin bertambah,” imbuhnya.

Riyanto terus berupaya supaya banyak kapal yang memilih bongkar di TPI II Juwana. Salah satunya pembayarannya kini bisa tunai. Hari ini lelang langsung dibayar lunas. Kecuali kapal lebih 10 GT, paling lambat pembayarannya esok hari.

Reporter : Arton

Editor     : Putri T.

Permalink ke Kurang Seminggu UTS, Gedung SDN Widorokandang Dibakar Orang Tak Bertanggungjawab
Pati

Kurang Seminggu UTS, Gedung SDN Widorokandang Dibakar Orang Tak Bertanggungjawab

Salah satu siswa SDN Widorkandang memilih buku di lokasi terbaka, Rabu (20/9).

KOTA – Ruang Kelas V SDN Widorokandang terbakar Rabu (20/9) dini hari. Sebanyak 24 siswa di kelas itu akan mengungsi di balai desa setempat karena seminggu lagi dilaksanakan UTS. Tak ada barang-barang yang hilang, akan tetapi peralatan kelas hingga dokumen berharga milik siswa hangus terbakar. Diduga, kebakaran itu dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab.

Peristiwa kebakaran tersebut kali pertama diketahui Pertiwi, 50, penjual nasi yang rumahnya bersebelahan dengan sekolah pukul 02.30. Ketika itu, dirinya hendak pergi ke warungnya berlokasi depan jalan dekat sekolah untuk memasak. Ketika melintas, Pertiwi melihat kepulan asap ruangan kelas V.

Mulanya dia ragu melihat api tersebut. Namun saat mendekat, ternyata benar salah satu ruangan SD terbakar. Pertiwi langsung memberitahukan kepada warga sekitar dan memberitahukan juga kepada tetangga yang merupakan salah seorang anggota kepolisian tentang kejadian tersebut.

Beberapa warga sekitar lantas berusaha memadamkan api menggunakan air kran depan kelas. Warga sempat kesulitan karena pintu kelas dalam keadaan terkunci. Terpaksa, mereka mendobrak pintu kelas V. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 03.00.

Kepala Sekolah SDN Widorokandang, Pati, Priyo menyampaikan, mendapatkan kabar kebakaran pada dini hari itu juga. Api telah membakar almari, berisi buku raport dan buku administrasi, sebagian papan tulis, beberapa kursi, dan plafon atap ikut terbakar. Kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 26 juta.

Akibat ruang kelas terbakar, pada hari pertama setelah kebakaran pembelajaran dialihkan ke perpustakaan. Siswa balajar di lantai karena tidak ada bangku. Pada hari berikutnya, nanti proses Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) dialihkan ke balai desa. Kasihan kalau siswa yang belajar di lantai. Apalagi pekan depan ada Ujian Tengah Semester (UTS).

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Kota IPTU Pujiati menuturkan, selain ruangan kelas V terbakar, jendela perpustakaan dan pintu kelas VI juga dirusak oleh seseorang. Pihaknya kini masih menyelidiki kejadian itu dan memintai keterangan para saksi.

Puji mengungkapkan, SD itu sudah beberapa kali mengalami percobaan pencurian. Pencurian pertama beberapa bulan lalu, pelaku membobol gembok ruang guru dengan kerugian tiga laptop, LCD, dan kamera digital. Lalu percobaan pencurian kedua mencongkel jendela ruang guru, yang ketiga mencongkel kelas VI, percobaan pencurian kali keempat merusak pintu kelas IV, namun ketiga kejadian percobaan pencurian itu tidak ada barang hilang.

“Percobaan pencurian kali kelima kemarin, pelaku mencoba mencuri, namun karena tidak mendapatkan apa-apa. Diduga, pelaku kecewa karena tidak mendapatkan barang berharga dan membakar kelas V. Di sekolah juga tidak ada penjaganya kalau malam,” ucapnya.

Reporter : Arton

Editor : Putri T.

Permalink ke Rumah Penjual Jajanan SD Mendadak Roboh, Bukan Diterjang Angin. Ini Penyebabnya!
Pati

Rumah Penjual Jajanan SD Mendadak Roboh, Bukan Diterjang Angin. Ini Penyebabnya!

Petugas kepolisian, TNI, dan warga mengevakuasi barang berharga milik korban Selasa (19/9).

TLOGOWUNGU – Tak ada angin kencang, tapi rumah Rumisih, 40, warga Dukuh Randu, Desa Gunungsari, Tlogowungu , Pati tiba-tiba roboh  Selasa (19/9). Beruntung, pada saat roboh, korban dan dua orang lainnya yang berada di dalam rumah keluar, sehingga tidak ada korban jiwa, akan tetapi Rumisih mengalami kerugian Rp 35 juta. Penyebabnya karena tiang rumah telah rapuh.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Tlogowungu AKP Haryono menyampaikan, rumah korban roboh kemarin sekitar pukul 11.30. Saat itu, korban bersama dengan keluarganya yakni Sarwiyah, 56, dan Hartatik, 52 di dalam rumah tersebut pukul 10.00.

Sekitar pukul 10.30, korban tiba-tiba mendengar bunyi kayu patah dan segera berlarian keluar rumah. Selang beberapa menit, rumah korban langsung roboh rata dengan tanah. Rumah tersebut tiba-tiba roboh diperkirakan karena rangka atau tiang rumah telah rapuh. Sehingga tidak dapat menahan atap yang terbuat dari genteng.

“Rumah korban berukuran 6×8 meter berdinding dari anyaman bambu dan rangka rumah dari kayu, serta beratap genteng. Rumah tersbut memang sudah berusia tua. Sehari-hari, selain sebagai tempat tinggal, juga sebagai warung makanan ringan atau jajan anak sekolah,” katanya kemarin.

Haryono menyampaikan, rumah korban rata tanah. Beberapa barang berharga di dalam rumah ikut tertimbun. Untuk itu, petugas kepolisian, TNI, dan warga setempat membantu korban mengevakuasi barang-barang berharga milik korban dan sisa bangunan runtuh.

“Tidak ada korban pada kejadian itu karena penghuninya keluar rumah saat mendengar bunyi kayu patah. Namun korban mengalami kerugian Rp 35 juta. Korban kini tinggal sementara waktu di rumah saudaranya,” ucapnya.

 

Reporter : Didi

Editor     : Putri T.

 

Permalink ke Kloter Pertama Jamaah Haji Pati Tiba, Tangis Haru Keluarga Pecah
Pati

Kloter Pertama Jamaah Haji Pati Tiba, Tangis Haru Keluarga Pecah

Kepulangan salah satu jamaah haji Pati disambut keluarganya di halaman Pendopo Pati Selasa (19/9).

PATI – Ratusan jamaah haji kloter pertama atau kloter 39 asal Pati tiba di Pati dengan selamat. Kedatangan jamaah haji disambut tangis haru oleh keluarganya yang sudah berjam-jam menunggu di sekitar Pendapa Pati. Banyak yang meminta doa kepada jamaah haji yang baru tiba dari tanah suci. Sebab, doa dari haji tersebut dipercaya mujarab.

Penjemput hajii sudah menunggu sejak pukul 13.00 halaman pendapa dan Alun-Alun Simpang Lima Pati. Padahal, jadwal kepulangan haji pukul 15.00. Namun hanya keluarga jamaah haji yang hanya diperbolehkan masuk sebagian. Sementara lainnya menunggu di luar pagar pendapa. Ini dilakukan supaya situasi di dalam halaman pendapa tidak semrawut.

Sekitar pukul 16.00, sirine mobil  polantas yang mengawal kedatangan bus haji terdengar dari kejauhan. Ribuan penjemput, berduyun-duyun mendekati pagar. Saat jamaah haji turun dari bus, disambut tangis oleh keluarga penjemput. Keluarga haji sangat senang bisa melihat jamaah haji kembali ke Pati dengan selamat. Sebab, hingga kini sudah ada tiga haji yang meninggal di Makkah.

Kepala Kementerian Agama Pati Akhmad Mundakir melalui Staf Haji M. Juned menyampaikan, kepulangan kloter 39 sebanyak 353 meliputi KBIH Al Khidmah, KBIH Zam-zam NU, dan KBIH Assalam. Pada keberangkatan sebelumnya ada 355 jamaah haji, karena meninggal dua jadi tinggal 353.

“Keduanya yang meninggal Mustari warga Desa Ketanggan, Gembong dan Sakijah warga Desa Kalikalong, Tayu karena sakit. Mereka sudah dimakamkan di pemakaman setempat di Makkah,” ungkapnya.

Pada tahun ini ada enam kloter. Kloter pertama sudah tiba di Pati dengan selamat. Sedangkan untuk kloter 88 dijadwalkan tiba di Pati 3 Oktober, kloter 89 dan kloter 90 pada 4 Oktober, dan kloter 91 serta kloter 92 direncanakan tiba di Bumi Mina Tani 5 Oktober mendatang.

 

Reporter : Arton

Editor      :  Putri T.

Permalink ke Haryanto: Jika Penyuluh Pertanian Ajukan Pindah Usai Terima SK CPNS, Tidak Saya Teken
Berita, Pati

Haryanto: Jika Penyuluh Pertanian Ajukan Pindah Usai Terima SK CPNS, Tidak Saya Teken

 

Haryanto memberikan SK CPNS kepada puluhan THL TB Penyuluh Pertanian Senin(18/9)

 

 

PATI – Sebanyak 25 Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu (THL-TB) penyuluh pertanian Kementerian Pertanian diberikan SK CPNS Bupati Pati Haryanto di Pendopo Pati Senin (18/9). Usai memberikan SK CPNS, Haryanto berpesan kepada THL TB supaya tidak mengajukan pindah dan lebih pintar dari  petani.

Haryanto menyampaikan, kebutuhan tenaga penyuluh pertanian di Kabupaten Pati masih minim. Pihaknya mewanti-wanti agar para CPNS setelah menerima SK untuk tidak melakukan pengajuan pindah.

“Kalau ada yang pindah setelah mendapat SK, tidak akan saya teken. karena Kabupaten  Pati  masih butuh tenaga penyuluh pertanian,” tegasnya.

Ia juga berpesan kepada para penyuluh pertanian supaya lebih aktif dan dinamis. Jangan sampai justru petani itu lebih pintar dari penyuluh pertanian.

Sementara itu, terkait dengan kekeringan, Bupati menyampaikan bahwa  air dari Waduk  Kedungombo kini sudah dialirkan sehingga kebutuhan air untuk pertanian mulai tercukupi.

“Ini juga penting untuk disosialisakan oleh penyuluh pertanian,  agar petani tidak kebingungan akan kebutuhan air di lahan pertaniannya,” terangnya.

Di akhir sambutannya Haryanto kembali mengultimatum para PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pati untuk tidak sekali-kali memalsukan sidik jari dengan cara pesan dan titip replika atau sidik jari tiruan kepada oknum tertentu guna memanipulasi mesin absensi finger print.

“Jika masih ada yang memalsukan sidik jari untuk absensi akan saya kenakan sangsi tegas,” imbuhnya.

 

Reporter: Arton

Editor     : Putri T.

Permalink ke Pulang dari ATM, Uang 50 Juta Milik Pemuda Desa Kudur Dibegal Kawanan Perampok 
Pati

Pulang dari ATM, Uang 50 Juta Milik Pemuda Desa Kudur Dibegal Kawanan Perampok 

Petugas Polsek Winong melakukan olah TKP Minggu (17/9) malam.

Ralat: Sebelumnya tertulis judul 

Ambil Uang Rp 50 Juta dari ATM, Pemuda Ini Dibegal Kawanan Perampok

diganti menjadi 

Pulang dari ATM, Uang 50 Juta Milik Pemuda Desa Kudur Dibegal Kawanan Perampok 

 Mohon maaf atas ketidaknyamanannya -redaksi

 

WINONG – Nasip apes dialami Mohammad Ardimas Yulianto, 21, warga Desa Kudur, Kecamatan Winong, Pati. Dia menjadi korban begal yang dilakukan dua orang tak dikenal, Minggu (17/9). Akibatnya, Dimas mengalami kerugian Rp 50 juta.

Kejadian itu bermula saat korban baru saja dari ATM di Desa Pekalongan untuk mengambil uang. Setelah itu korban pulang menuju rumahnya di Desa Kudur. Saat berkendara di jalan penghubung turut Desa Pekalongan-Desa Danyangmulyo, Kecamatan Winong Minggu pukul 20.00, dihadang oleh dua orang tak dikenal.

“Korban dihadang oleh kedua pelaku ketika mengendarai sepeda motor di area tersebut. Ketika itu, korban dari ATM salah satu bank untuk mengambil uang tunai di Desa Pekalongan pulang menuju rumahnya,” ungkap Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Winong AKP Purwito.

Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban dimintai pertolongan oleh kedua pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Ketika dimintai pertolongan, korbanpun berhenti. Kemudian kedua pelaku memepet korban sambil menodongkan pisau ke leher korban.

“Korban ketakutan dan tidak bisa berkutik melawan pelaku. Hal itu dijadikan kesempatan pelaku untuk mengambil tas korban yang berisi uang Rp 50 juta. Setelah mengambil tas punggung milik korban, kedua pelaku menuju arah utara,” terangnya.

Korban lantas melaporkan kejadian tersebut malam itu juga ke Mapolsek Winong. Beberapa petugas kepolisian langsung melakukan olah TKP. Pihaknya kini masih menyelidiki tindak pidana perampasan yang dialami korban.

Purwito memprediksi, kedua pelaku sudah menguntit korban saat berada di ATM. Lalu membuntuti korban, di tengah-tengah jalan yang sepi, pelaku melancarkan aksi pembegalan tersebut. Di TKP memang area persawahan jadi situasinya sepi.

 

Reporter : Didi

Editor      : Putri Tania

Permalink ke Terkena Serangan Jantung, Jamaah Haji Asal Kecamatan Wedarijaksa Meninggal
Berita, Pati

Terkena Serangan Jantung, Jamaah Haji Asal Kecamatan Wedarijaksa Meninggal

PULANG: Salah satu jamaah Pati tiba di Pendapa Pati belum lama ini.

PATI – Tiga jamaah haji Pati meninggal dunia di Makkah. Mereka yakni Mustari Jastro Padi, 71, warga Desa Ketanggan, Kecamatan Gembong, Sakijah warga Kaikalong, Tayu, dan Tasi Dasuri Umar, 75, warga Desa Tlogoharum, Wedarijaksa, meninggal dunia karena sakit. Bahkan, Tasi meninggal dunia karena serangan jantung.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Pati Akhmad Mundakir melalui Staf Haji M. Juned mengungkapkan, Tasi merupakan jamaah haji Kloter 90 dan berangkat ke tanah suci pada 23 Agustus lalu dan dijadwalkan pulang 4 Oktober mendatang. Tasi wafat pada Jumat (15/9) pukul 19.30 waktu setempat di Pemondokan No 303 Maktab Sektor 3 Makkah.

“Sedangkan pemakamannya dilaksanakan di Pemakaman Soraya setelah disalatkan di Masjidil Haram,” ungkap Juned kemarin.

Almarhumah meninggal dunia disebabkan serangan jantung. Sebelumnya sudah mempunyai riwayat hipertensi, kardiomegali, dan OMI. Ketiga jamaah haji asal Pati yang meninggal di tanah suci telah dimakamkan di pemakaman setempat.

Sementara Mustari dan Sakijah merupakan kloter 39 yang dijadwalkan pulang pada 19 September ini. Pihaknya telah mendapatkan kabar meninggalnya jamaah haji tersebut dan sudah takziah di kediaman almarhum dan almarhumah.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya ketiga haji tersebut. Semoga jamaah haji lainnya yang kini masih di tanah suci tetap menjaga kesehatan. Apalagi dengan cuara panas seperti ini. Kami berharap jamaah haji lainnya bisa selamat kembali ke tanah air dan menjadi haji mabrur,” katanya.

Terkait pemulangan kloter pertama atau Kloter 39 sudah dipersiapkan. Rencananya kloter itu pada 19 September ini pukul 15.00 sudah tiba di Bumi Mina Tani. Rombongan Kloter 39 ini meliputi KBIH Al Khidmah, KBIH Zam-zam NU, dan KBIH Assalam.

Sedangkan Kloter 88, 89, dan Kloter 90 dijadwalkan tiba di Pati pada Rabu (4/10) dan rombongan haji kloter 91 dan kloter 92 pada Kamis (5/10), untuk jamnya menyusul. Panitia pemberangkatan dan pemulangan haji sudah mempersiapkan kembalinya jamaah haji ke Pati yang tahun ini berjumlah 1.665.

Reporter: Arton

Editor: A.Muhammad

Permalink ke Kedapatan Mencongkel Pintu Warga Dengan Linggis, Maling di Desa Mojo Cluwak Babak Belur
Kriminalitas, Pati

Kedapatan Mencongkel Pintu Warga Dengan Linggis, Maling di Desa Mojo Cluwak Babak Belur

Tersangka, linggis yang digunakan dan pintu rumah yang dirusak

CLUWAK. Rasa penasaran karena seringnya terjadi kasus warga Desa Mojo kehilangan barang barang elektronik, telepon genggam hingga perhiasan akhirnya terjawab. Adalah ST (45th), warga Desa Pendem, Kecamatan Kembang, Jepara yang kedapatan mencongkel salah satu rumah warga dengan linggis. ST kepergok warga saat sedang melancarkan aksinya di rumah Karwi (45th) warga Desa Mojo, Kecamatan Cluwak, Pati, pada Sabtu (16/09).

Oleh warga setempat supaya dapat memastikan apakah pria tersebut adalah pencuri bajunya digeledah. Akhirnya ditemukan linggis kecil berukuran 30 cm yang diselipkan pada bagian pinggang.

Sontak, warga yang sudah disulut emosi langsung menghadiahi bogem mentah hingga babak belur. Tak puas, massa mengarak maling kambuhan ini keliling kampung.

“Rencananya warga akan menggelandangnya ke Balai Desa Mojo, tetapi sebelum sampai ke lokasi. Jajaran Polsek Cluwak mengamankan pelaku dan membawanya ke Mapolsek,” terang Kapolres Pati, AKBP Maulana Hamdan melalui Kabag Ops Kompol Sundoyo.

Warga yang geram beramai-ramai menghakimi pelaku, sebab wajah pelaku sudah dikenali warga karena sering mondar mandir di sana.

“Modus operandi dari  pelaku, lanjut Kompol Sundoyo adalah  menyatroni rumah warga yang sepi, mencongkel pintu, merusak pintu rumah dengan linggis lalu mengambil barang berharganya,” pungkas Kompol Sundoyo.

Reporter: Didi

Editor: Revan Zaen

 

 

Permalink ke Bobol Gembok, Belasan Juta dan  7 Karton Cat Milik TB Mitra Tlogowungu Digondol Maling
Kriminalitas, Pati

Bobol Gembok, Belasan Juta dan 7 Karton Cat Milik TB Mitra Tlogowungu Digondol Maling

TLOGOWUNGU –  Sebuah toko bangunan di Dukuh Krobok, Desa Wonorejo Wonorejo RT 04/RW 02, Kecamatan Tlogowungu, Pati, dibobol maling  pada Jumat (15/09). Toko bangunan milik Muhammad Lutfi Wibowo (28th) bernama Toko Bahan Bangunan Mitra ini mengalami kerugian belasan juta rupiah beserta sejumlah barang dagangan.

Sebagaimana disampaikan Kapolres Pati, AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Tlogowungu, AKP Haryono, bahwa ditaksir korban mengalami kerugian mencapai Rp 19 juta. Rinciannya, uang tunai Rp 11 juta, dua karton cat merk Ducofres berat 5 kilogram, lima karton cat merk Vinotex berat  1 kilogram.

“Selain itu barang-barang yang hilang lainnya yakni, sepuluh handle pintu merk Handle, lima karton grendel merk Blinken, satu unit VCD dan dua karton juki macan,” kata AKP Haryono, merinci.
Modus pencurian terhadap toko bangunan Mitra tersebut dengan merusak kunci gembok toko bangunan. Aksinya dilakukan saat toko tersebut ditinggal pekerja dan pemiliknya.

Kejadian pencurian ini baru disadari pemilik setelah salah satu karyawannya memberitahu bahwa bahwa pintu toko dalam keadaan terbuka, dan gembok yang menempel di pintu juga sudah tidak ada. Mengetahui hal tersebut Lutfi Wibowo, pemilik toko segera mengecek dan melaporkannya ke Polsek Tlogowungu.

“Saat saksi sampai di TKP dia melihat pintu toko sebelah Barat dalam keadaan terbuka,  dan kunci gembok yang menempel di pintu juga sudah tidak ada.  Kemudian, saksi masuk dan melihat beberapa barang tidak ada,” lanjut AKP Haryono

“Kami sudah melakukan prosedur, dan saat ini tengah memburu pelaku untuk menjeratnya dengan kitab undang undang pidana hukum,” pungkas AKP Haryono.

Reporter: Didi

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Dr Viktor Pujiadi ( BNN Pusat ): Flaka The Zombie Drugs Sudah Merambah Ke Indonesia
Pati, wartaphoto

Dr Viktor Pujiadi ( BNN Pusat ): Flaka The Zombie Drugs Sudah Merambah Ke Indonesia

PATI. Brigjen.Pol. Dr. Victor Pudjiadi, SPB,FICS,DFM dari dari BNN Pusat menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi Anti Narkoba yang dibarengkan dengan Peresmian Lembaga Perlindungan Anak ( LPA ) Kab Pati . Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (09/09) di Gedung Juang 45Pati ini beliau mewanti-wanti agar masyarakat serius memerangi narkoba.

Menurut Dr. Victor Pudjiadi,  Penanggulangan Narkoba bukan hanya bisa dilakukan dengan senjata tetapi bisa dilakukan dengan ilmu pengetahuan. Sehingga kita mengerti bahwa salah dalam penggunaan narkoba akan mengakibatkan gangguan kesehatan dan kematian.

“Terlebih baru-baru ini ini sudah beredar narkoba jenis Flaka (the zombie drugs)  dan sudah merambah ke Indonesia. Pengguna flaka akan hilang kesadaran dan berprilaku seperti zombi, sehingga hilang rasa kemanusiaanya,” ujarnya.

Lebih lanjut Dr. Victor juga mengingatkan bahwa narkoba bisa menyerang siapapun dari orang tua sampai anak-anak. Namun jangan lantas menghakimi orang/anak pengguna narkoba, tetapi harus diberi pengertian secara terus menerus. Direhabilitasi di panti rehabilitasi narkoba agar sembuh.

Pemberantasan Narkoba bukan tanggung jawab Polisi, TNI, BNN saja namun merupakan tanggung jawab kita bersama.

“Minimal, cara kita adalah peduli terhadap lingkungan dan penyalahgunaan narkoba, dengan memberikan informasi kepada aparat untuk diberikan tindakan rehabilitasi maupun tindakan hukum. Itu peran penting Anda,” jelasnya.

Sementara itu, jika masyarakat baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa yang memiliki bekal agama tentu pasti menjauhinya.

“Haram hukumnya. Selain merusak kesehatan bisa menghilangkan akal sehat sehingga tidak tahu mana yang haq dan mana yang batil. Bagi penggunanya bisa berbuat apapun yang melanggar norma agama” pungkasnya.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Pati Diresmikan. Ini Kata Merdeka Sirait (KPA I Pusat)
Pati, wartaphoto

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Pati Diresmikan. Ini Kata Merdeka Sirait (KPA I Pusat)

PATI. Arist Merdeka Sirait ( Ketum Dewan Komisioner KPAI ) datang ke Pati dan resmikan Lembaga Perlindungan Anak ( LPA ) Kab Pati pada Sabtu  (09/09) sekitar pukul 10.00 WIB. Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Juang 45 Jl Panglima Sudirman No 61 ini dihadiri sejumlah tokoh.

Nampak Brigjen Polisi Dr Viktor Pujiadi ( Badan Narkotika Nasional Pusat ), Noto Subianto ( Anggota DPRD Pati dr Fraksi PDI ), Bp Pujo Winarno Asisten II Kab Pati, Kapten Infantri Muchlisin ( Pasi Intel Dim 0718/Pati mewakili Dandim beserta sejumlah undangan.

Aris Merdeka Sirait dalam sambutannya menyebut bahwa anak-anak Pati perlu mendapat perlindungan dari kita terutama pada kasus- kasus kekerasaan dan pelecehan seksual terhadap anak.

“Maka sangatlah perlu LPA hadir di Kab Pati untuk melindungi hak-hak mereka” Ujar Aris.

Lembaga Perlindungan Anak Kab Pati, sebagaimana dijelaskan Aris menjadi sesuatu yang penting karena urusan anak bukan urusan rumah tangga saja,tetapi butuh kepedulian berbagai pihak sehingga anak tidak menjadi obyek pelampiasan kekerasan dan pelecehan seksual.

“Mari kita dorong langkah-langkah nyata terhadap perlindungan hak-hak anak jangan sampe anak menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual” pungkasnya.

KPAI sendiri menerima aduan dan memberikan pendampingan terhadap terpenuhinya hak hak anak, termasuk potensi kekerasan di sekolah.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Sesosok Mayat Terapung Di Embung Dinas Perikanan Pati di Kayen. Ini Dugaan Penyebabnya.
Pati

Sesosok Mayat Terapung Di Embung Dinas Perikanan Pati di Kayen. Ini Dugaan Penyebabnya.

KAYEN –  Jum’at Sore (08/09) pegawai honorer Dinas Perikanan Pati bernama Parlan dikejutkan adanya sesosok mayat terapung di embung, sekitar pukul 15.30 WIB. Embung tersebut adalah milik Dinas Perikanan Pati di Dukuh Sawah Ploso, Brati, Kayen. Begitu melihat sesosok mayat yang mengapung, sehingga langsung menghubungi perangkat desa setempat.

Pemeriksaan mayat dilakukan Tim INAFIS Polres Pati dan tim medis dari Puskesmas Kayen. Mayat yang akhirnya diketahui diketahui bernama Agung Wahyudi (23th) merupakan warga Dukuh Kahuripan, Mojomulyo, Tambakromo. Dari hasil pemeriksaan, korban meninggal dunia sejak tiga hari sejak pertama kali ditemukan.

“Tidak ada indikasi pembunuhan, karena tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Tubuh korban sudah membengkak dan mengeluarkan bau menyengat,” kata Supriyanto, mantri Puskesmas Kayen.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan S.I.K melalui Kapolsek Kayen AKP Sutopo SH menerangkan bahwa korban diperkirakan meninggal dunia karena tenggelam, sehingga kehabisan napas.

Sementara itu, keterangan dari pihak keluarga mengakui korban memang memiliki riyawat depresi sejak tiga tahun yang lalu. Korban dimakamkan di pemakaman desa setempat.

Reporter: Didi

Editor: Revan Zaen

Berita Acak