Home Archive by category Pendidikan

Pendidikan

Berita Pati Pendidikan

Belajar Berempati Pada Petani. Pelajar SMP 5 Pati Beli Bawang Petani dengan Harga Layak

PATI- Anjloknya harga bawang merah di Kabupaten Pati, mengundang reaksi jangka pendek dari Pemkab Pati berupa himbauan PNS, TNI, Polri membeli bawang petani dengan harga Rp. 15.000/kg. Ternyata, himbauan ini juga menginspirasi pelajar untuk turut berikan kontribusinya. Salah satunya  pelajar di SMP Negeri 5 Pati, yang langsung membeli bawang dari petani untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Kepala Sekolah SMP N 5 Pati Sofia Berdina mengatakan, sebelumnya para siswa sudah dihimbau untuk membantu para petani bawang merah dengan cara membeli bawang mereka seharga Rp 15.000/kilo gramnya. Harga tersebut, dinilai sudah tepat dibandingkan harga pasaran yang hanya Rp. 8.000/ kilogram.

“Langkah ini merupakan bagian dari program SMP N 5 peduli yang kami lakukan setiap tahun. Targetnya pun berbeda-beda. Tetapi kalau hari ini kami memang membeli bawang petani yang harganya sangat terpuruk itu. Lumayan lah, bisa membantu meskipun hanya sedikit,” ungkap Kepala Sekolah SMP N 5 Pati Sofia Berdina, Selasa (30/01/2018).

Sementara itu, Suparlan, petani bawang asal Desa Sukorukun, Kecamatan Jaken yang juga ikut demosntrasi di depan Kantor Bupati Pati beberapa waktu lalu, mengaku sangat senang dengan adanya siswa maupun guru yang berkenan membeli bawangnya. Sebab, harga bawang sampai saat ini masih sangat rendah sehingga tidak bisa untuk menutup ongkos produksi.

“Tentunya kami sangat senang, karena bawang kami dibeli dengan harga yang pantas, tidak sama dengan harga pasar. Semoga kedepannya harga bawang kembali stabil agar petani juga mendapatkan untung,” harapnya.

Hingga saat ini,  jumlah bawang petani yang sudah berhasil dibeli ada sebanyak satu kuintal. Jumlah tersebut dipastikan akan bertambah lantaran masih banyak siswa maupun guru yang belum membeli bawang petani itu.

“Kan tidak hanya hari ini, besok kalu masih ada siswa maupun guru yang memesan bawang, kami akan memanggil petani untuk membeli bawang mereka lagi,” imbuh Kepala SMP 5 Pati, Sofia Berdina.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

 

Berita Pati Pendidikan

Setelah Dibujuk Door to Door, Siswa SD Penggung Akhiri Aksi Mogok Sekolah

Polemik mutasi Kepala SD Penggung 01 turut Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, sempat memanas. Setelah sebelumnya wali murid mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati  pada Selasa (16/01/2018) untuk memprotes kebijakan mutasi kepala sekolah. Mulai Rabu (17/01/2018) wali murid melarang anaknya berangkat sekolah atau mogok sekolah sebagai wujud protes.

Sebagimana diungkapkan Sumani, warga Dukuh Penggung yang anaknya sekolah di SD tersebut menyebut, terpaksa melarang anaknya berangkat sekolah lantaran kecewa dengan keputusan Dinas Pendidikan. Ia bersama wali murid yang lain sepakat melarang anaknya masuk sekolah sebelum tuntutannya dipenuhi.

Menyikapi hal tersebut, guru SD Penggung 01, seperti diungkapkan Turmudji, guru wali kelas VI SD Penggung 01, seluruh guru yang mengajar di SD Penggung 01 mendatangi rumah wali murid satu per satu. Mereka membujuk agar anak mereka diperkenankan kembali b ersekolah.

Hasilnya ,pada  Senin (22/01/2018) dari total 119 yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut, 9 diantaranya belum masuk sekolah. Meski diketahui, beberapa diantanya tidak masuk sekolah lantaran alasan sakit.

“Kelas I ada satu siswa yang tidak masuk karena alasan sakit. Kelas II ada 3 siswa yang belum tampak sejak pagi. Di kelas III ada 4 siswa yang absen, namun satu diantaranya karena ijin sakit. Kelas V juga ada satu siswa yang belum masuk sekolah, sedangkan kelas IV dan VI semua sudah masuk sekolah,” terang Turmudji.

Menurutnya, sejumlah siswa sebenarnya sudah mulai masuk sekolah sejak Jumat (19/01/2018). Meski saat itu baru 45 persen siswa yang hadir di sekolah. Sehari setelahnya, mulai ada peningkatan jumlah kehadiran dengan jumlah siswa yang hadir mencapai 70 persen.

“Hari ini (Senin, 22/01), bisa dikatakan pelajaran berjalan normal. Meski ada beberapa siswa yang belum masuk sekolah. Karena dua siswa diantaranya tidak masuk karena alasan sakit. Semoga selanjutnya, semua siswa bisa masuk sekolah dan mengikuti pelajaran seperti biasa,” harapnya.

“Kemarin kami door to door membujuk agar siswa mau kembali ke sekolah. Karena kasihan jika anak menjadi korban dan tidak mendapatkan hak pendidikan jika wali murid bersikukuh dengan keputusannya. Terlebih, saat ini sudah persiapan menghadapi Ujian Nasional bagi siswa Kelas VI,” ujar wali kelas VI itu.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Berita Pati Pendidikan

Mutasi Dua Kepsek SD Diprotes Wali Siswa. Kadisdikbud: Ini Sudah Sesuai Regulasi

PATI – Bupati Pati Haryanto memutasi 137 kepala sekolah (kepsek) SD-SMP Kabupaten Pati 2018 ini. Dari jumlah kepsek yang dimutasi, ada dua mutasi kepsek yang diprotes wali siswa, yakni di SD Penggung, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti dan SD Wedusan, Kecamatan Dukuhseti.

Karena tidak setuju, ratusan wali siswa menggeruduk kantor Disdikbud Pati Selasa (16/1). Salah satu wali siswa kelas VI SDN Penggung, Sainah, mengaku sejak sekolah itu dikepalai Saekan, banyak prestasi diraih, jarang menarik iuran, pendistribusian dana BOS dan PIP lancar, hingga kedekatan Saekan dengan orang tua dan siswa sangat baik.

“Pokoknya orangnya sangat baik. Siswa yang berantem tidak dimarahi. Pokoknya banyak kemajuan pesat di SD tidak seperti dulu. Kami tetap ingin Pak Saekan tidak dipindah ke SD lainnya. Kalau tetap dipindah kami mau memindahkan anak-anak kami dari sekolah itu,” tegasnya dengan nada semangat.

Sementara itu penolakan Kepsek SDN Wedusan didasari dari ketidakcocokan masyarakat setempat dengan kepsek baru. Para wali siswa menolak Pramono menjadi Kepsek di SDN Wedusan yang baru. “Demo ini atas inisiatif wali siswa sendiri. Tidak ada yang tahu gurunya,” kata wali siswa lainnya, Santi warga Desa Wedusan.

Kepala Disdikbud Pati Sarpan ketika dimintai klarifikasinya mengaku proses mutasi 27 Desember 2017 lalu sudah berjalan dengan baik. Ada 20 kepsek SMP dan 117 kepsek SD. Sebelum proses mutasi sudah ada koordinasi dengan pengawas tingkat kecamatan dan kabupaten kepsek mana saja yang harus dimutasi atau promosi.

“Mutasi itu sudah biasa, bertujuan baik dan sudah sesuai regulasi. Kepsek yang sudah delapan tahun harus dimutasi serta hal itu berkaitan dengan sertifikasi pada data dapodik. Termasuk Kepsek Saekan juga sudah delapan tahun dan harus dimutasi,” ujar Kepala Disdikbud Pati, Drs. Sarpan, SH, MM.

Semua kepsek yang dimutasi akan diberikan bimbingan supaya kompetensinya meningkat. Dari kepsek yang dimutasi semua menerimakan. Hanya saja untuk wali siswa SDN Penggung dan SDN Wedusan kurang berkenan sehingga diberikan penjelasan pada audiensi dengan perwakilan wali siswa.

Wali siswa, imbuhnya, sebenarnya sudah menerima dengan catatan kepsek yang baru harus dievaluasi, jika keprofesian kepsek tidak nampak maka akan ditinjau kembali. Pihaknya berjanji nanti akan ditinjau kembali. Untuk saat ini, yang harus diutamakan anak didik supaya tetap sekolah.

“Karena yang sekolah siswa. Apabila orang tua seperti itu maka pendidikan anaknya bisa terganggu. Kalaupun memindahkan anaknya juga harus dipertimbangkan, karena siswa SD itu bisa menggangu siswa karena harus adaptasi. Kami berharap wali siswa bisa menerima supaya anak bisa belajar dengan baik,” jelasnya.

Reporter: Arton

Editor: Tania

Pati Pendidikan

Ratusan Siswa SMAN I Pati Diberi Motivasi Melalui Kelas Inspirasi

Ratusan siswa kelas XI SMAN I Pati ikut kelas inspirasi Kamis (30/11).

KOTA – Sebanyak 400 siswa kelas XI SMAN I Pati mengikuti kelas inspirasi (KI) yang merupakan bagian program dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan (Kemendikbud) Kamis (30/11). Para siswa diberikan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang tinggi atau berwiruasaha oleh Alumni 93 SMAN I Pati.

Puji Utami Humas SMAN I Pati menuturkan kegiatan KI itu merupakan acara sekolah yang merupakan bagian dari direktorat baru, yakni Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemendikbud. Kemudian karena alumni 93 mau mengadakan acara pra alumni seperti KI, jadi sekolah dan alumni bekerjasama untuk menyelenggarakannya.

“Acara ini sudah diselenggarakan dua kali ini. Yang menjadi pembicara sebenarnya banyak. Namun kali ini yang menjadi narasumber alumni 93 SMAN I Pati yakni M. Darmadi Fonder dan Owner Unicar yang sukses di dunia perbankan, Ali Mahmudi owner Pati Oblong, dan dr. Hapsari Budi Astuti, dokter spesialis mata RSUD Kayen,” katanya kemarin.

Sementara itu Founder dan OwnerUnicar yang juga Direktur PT Asastra Catri Pratama, M. Darmadi berharap acara itu bisa menginspirasi siswa kelas XI yang berjumlah 400 orang. Ia membagikan tips atau kiat-kiat mengejar kesuksesan.

“Kalau ada siswa yang ingin melanjutkan kuliah, saya berikan pemahaman tentang minat dan jurusan di kampus. Jika mereka tidak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, bisa berwirausaha. Karena kesuksesan tidak hanya didapatkan di sekolah, bisa saja siswa itu tidak bisa melanjutkan pendidikan jenjang lebih tinggi bisa terinspirasi kakak kelas yang mempunyai usaha sukses,” katanya kemarin.

Siswa SMAN I Pati antusias menjawab pertanyaan di sela-sela kelas inspirasi.

Ia menambahkan, acara KI itu merupakan salah satu kegiatan pra reuni perak alumni SMAN I Pati angkatan `93 pada 18 Juni 2018 mendatang. Sebelumnya ada kegiatan baksos dan Sabtu (2/12) rencananya akan ada kegiatan penanaman mangrove di Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu.

Salah satu siswa kelas XI SMAN I Pati Hanna Desty Ananda mengaku senang dengan kegiatan itu. Ia mendapatkan banyak wawasan dan motivasi kedepannya. Serta mendapatkan pandangan setelah lulus nanti akan melanjutkan kemana.

“Saya ingin kuliah dan mempunyai usaha. Tidak selamanya lulus kuliah harus kerja kantoran. Kita bisa berwirausaha dan menciptakan lapangan pekerjaan,” imbuhnya.

Reporter : Arton

Editor     : Putri T.

Pati Pendidikan

Meriahnya Pertunjukan Seni Pelajar Warnai Pembukaan LKS se Jateng di Simpang Lima Pati

Beberapa pelajar menghibur pada pembukaan LKS se Jateng di Alun-alun Pati Senin (27/11) malam.

KOTA – Lomba Kompetensi Siswa (LKS) XXVI 2017 SMK se Jawa Tengah resmi dibuka tepat pukul 20:00 WIB, pada Senin (27/11) di alun-alun Pati. Pembukaannya meriah diwarnai dengan berbagai atraksi dan hiburan pelajar.

Acara yang digelar selama 4 hari mulai  Senin (27/11) hingga Kamis (30/11) ini mengambil tema “Melalui LKS XXVI Tingkat Prov Jateng Tahun 2017 kita wujudkan generasi Indonesia yang berkarakter dan berdaya saing global”. Pembukaan LKS ini dihadiri Forkompimda Provinsi, kabupaten hingga kepala SMK dan guru pendamping se Jawa Tengah.

Menurut Asisten Pemerintah dan Kesra Provinsi Jawa Tengah Eddy Djoko Pramono, kegiatan ini selain untuk menjaring dan meningkatkan prestasi serta juga dapat menambah bekal ilmu pengetahuan, pengalaman serta dapat menjalin hubungan pertemanan.

LKS se Jateng dibuka jajaran Pemprov Jatang didampingi Bupati Pati Haryanto.

Eddy juga berpesan agar seluruh peserta tetap menjaga dan membawa nama baik Jawa Tengah dengan budaya dan kearifan lokalnya.

“Ini merupakan sebuah starting point untuk mematangkan kemampuan dan pengalaman untuk mendukung kompetensi sebagaimana yang dipersyaratkan oleh dunia industri. Jangan lupa untuk terus membawa nama baik Jawa Tengah dengan karakter kearifan lokalnya, yaitu kejujuran andap asor, sopan santun namun berwibawa,” tuturnya.

Lebih dari itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Jawa Tengah ini juga berpesan agar peserta tetap menjaga kesehatan selama kompetensi berlangsung, serta mengedepankan sportifitas.

Reporter : Arton
Editor      : Anwar M.
Berita Pati Pendidikan

SD Muhammadiyah 1 Pati Raih Prestasi Tingkat Nasional Bidang Matematika di Lampung

PATI – Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan siswi SD Muhammadiyah 1 Pati. Melalui ajang  Olimpiade Ahmad Dahlan (Olypicad) V 2017, yakni Olympiade Perguruan Muhammadiyah Tingkat Nasional, yang berlangsung di Lampung,  salah satu siswi SD Muhammadiyah 1 Pati berhasil meraih perak.

Siswi berprestasi tersebut adalah Melina Alfiyatanafi’ah yang bertanding di cabang lomba matermatika. Olimpiade ini berlangsung pada 26-29 Oktober lalu.

Melina Alfiyatanafi’ah dari SD Muhammadiyah 1 Pati mendapatkan apresiasi dari Bupati dan jajarannya saat upacara Hari Guru Nasional 2017

Sunarto, guru SD Muhammadiyah 1 Pati menuturkan bahwa Olypicad di Lampung ini merupakan lomba yang sangat menantang, karena berdasarkan keputusan majelis Dikdasmen PWM Jateng, semua perwakilan Jawa Tengah harus mengikuti Olympicad  Nasional  tersebut.

Lebih lanjut Sunarto mengatakan bahwa untuk bisa sampai di Lampung, pihaknya juga harus menempuh perjalanan darat yang membutuhkan waktu sehari semalam.

“Namun, alhamdulillah, meski capek, Melina masih bisa meraih perak dalam ajang tersebut,” ujarnya, bersyukur.

Selain bidang matematika, SD Muhammdiyah 1 Pati sebenarnya juga mengirimkan perwakilan dalam cabang lomba robotik.Namun demikian, dalam cabang robotik tersebut, siswanya masih belum beruntung  menggondol juara.

“Meski belum juara semua,tapi tidak lantas membuat kami, siswa dan pembimbing patah semangat. Justru menjadi pemecut semangat untuk bisa berkarya lagi dan tampil lebih baik,”  terang Sunarto.

Sebagaimana diketahui bahwa acara yang diikuti oleh kontingen perwakilan propinsi se-Indonesia tersebut, mempertandingkan 22 cabang lomba. Di antaranya, matematika, IPA, fisika, kimia, biologi, News Reading in English, Ismu in Arabic, Ismu in English, otomotif, robotik, film indie, bussines plan, karya tulis ilmiah siswa, penelitian tindak kelas, penelitian tindak sekolah, majalah sekolah, desain web sekolah, Tilawatil Quran, Musabaqoh Fahmil Quran, hafidz quran dan Seni Tapak Suci.

 

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Pati Pendidikan

Lomba Kompetensi Siswa (LKS) se-Jateng Bakal Digelar di Pati

Haryanto memberikan penghargaan kepada salah satu guru usai upacara HGN dan HUT PGRI Sabtu (25/11).

KOTA – Kabupaten Pati sebagai salah satu daerah penyangga mutu pendidikan tingkat nasional untuk Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Hal itu diutarakan Kepala Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati Sarpan usai upacara Hari Guru Nasional (HGN) 2017 dan HUT ke 72 PGRI di Alun-alun Simpang Lima Pati Sabtu (35/11) pagi.
Ia menambahkan, dengan mutu pendidikan di Pati yang kian meningkat sangat diapresiasi olehnya. Bahkan Senin (27/11), ada kompetensi (LKS) SMK se Jawa Tengah yang dipusatkan di Pati. Dengan dengan adanya kegiatan itu, maka tidak hanya menjadi tuan rumah saja. Ini bisa meningkatkanperekonomian di Pati. Banyak hotel dan warung makan diserbu oleh peserta.
“Pada momen HGN dan HUT PGRI ini, kami sangat mengapresiasi para guru di Bumi Mina Tani yang dinilai telah berhasil mencetak banyak siswa berprestasi di tingkat lokal hingga internasional,” tutur Sarpan.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya fokus pada pendidikan PAUD, SD, hingga SMP. Sebab, SA/SMK negeri atau swasta sudah menjadi kewenangan provinsi. Meski demikian, pemkab terus mendorong dan memberikan motivasi kepada siswa SMA/SMK. Karena bagaimanapun juga, merema merupakan warga Pati.
Pada momen HGN dan HUT PGRI ini, ia mengucapkan selamat kepada para guru yang telah mengabdi dan memberikan terbaik untuk siswa. Ia berharap, semoga para guru di Pati semakin berkualitas dan menjadi pembimbing yang baik untuk anak didiknya.
Senada, Bupati Pati Haryanto mengucapkan selamat Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 72. Menurutnya, perjalanan guru dari masa ke masa sangat penuh penuh perjuangan hingga tertatih-tatih yang kemudian menjadi organisasi yang sangat besar dan profesional.
“Kami mengucapkan selamat Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 72. Sebagaimana tadi disampaikan perjalanan sejarah, sehingga apa yang menjadi harapan guru bisa mendidik kepada anak-anak kita sebagai generasi penerus mudah-mudahan nanti bisa terwujud,” urainya.
Haryanto menambahkan bahwa peran guru sangatlah penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,oleh karena itu tugas untuk mendidik bukan hanya kepada guru saja tetapi pada masyarakat dan yang paling penting pada orang tua.
Reporter : Arton
Editor      : Anwar M.
Kudus Pendidikan

Rektor UNNES Bahas “Berebut Suara Dengan Bahasa Ala Penguasa” di FKIP UMK

KUDUS – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muria Kudus (UMK), menyelenggarakan kuliah tamu di Ruang Seminar Rektorat Lantai IV Gedung Rektorat, Rabu (15/11/2017).

Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof. Dr. Fathur Rokhman M.Hum.

Kuliah tamu tersebut mengulas tema ‘’Politik Bahasa Penguasa: Mengkaji Bahasa dalam Praktik Relasi Kuasa” itu menghadirkan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof. Dr. Fathur Rokhman M.Hum, sebagai narasumber. Tema tersebut tak lain merupakan judul buku karya Prof. Fathur Rokhman yang ditulis bersama salah satu dosen Unnes lain, Surahmat M.Hum.

Prof. Fathur Rokhman dalam kesempatan itu menyampaikan, bahwa bahasa tidak sekadar sebagai alat komunikasi, melainkan juga alat kekuasaan.Sebab, dengan kemampuan berbahasa yang baik, seseorang akan mampu mengontrol dan mengendalikan orang di sekitarnya.

Rektor Unnes Bahas Politik Bahasa Penguasa

‘’Dalam pemahaman sosiologi posmodern, bahasa bisa menjadi alat dominasi (hardpower) dan alat hegemoni (softpower), karena efek bahasa bisa lebih dahsyat daripada pedang atau senjata lainnya. Dengan bahasa, orang bisa menjadi mulia, juga bisa celaka,’’ katanya.

Narasumber dan Panitia berfoto bersama

Rektor Unnes lulusan Program Doktor Linguistik UGM itu pun memberikan tips, kaitannya dengan politik bahasa yang bijak. ‘’Tips itu adalah bahwa seseorang mesti memiliki kesadaran linguistik, cermat melihat teks dan konteks, menghindari ungkapan kasar, dan jangan mudah terprovokasi,’’ papar ahli sosiolinguistik itu.

Sementara itu, Dr. Murtono M.Pd, pakar bahasa UMK, dalam kesempatan itu mengapresiasi hadirnya buku “Politik Bahasa Penguasa” yang diangkat sebagai tema kuliah tamu ini. ‘’Secara umum, buku ini sangat menarik. Ini penting dibaca semua kalangan, baik mahasiswa, praktisi di bidang politik, pedagang, dan masyarakat secara luas,’’ ujar Murtono yang juga Wakil Rektor I UMK tersebut

Penulis: Rosidi/ Humas UMK

Editor: Revan Zaen

Pati Pendidikan

SMP1 Jakenan dan SMP 1 Cluwak Juara Festival Film Pelajar Disdikbud Pati 2017

PATI- Festival Film Pelajar yang kali pertama digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati tahun 2017 telah usai. Hasilnya, kategori fiksi, juara I SMPN 1 Jakenan dengan judul “Wit”, Juara II SMP 2 Jaken dengan judul ’’Impianku’’ dan, Juara III SMP 3 Pati dengan judul ’’Kemauan’’.

Pada Kategori lain, yakni film dokumenter. SMP 1 Cluwak yang mengandalkan film berjudul ’’Mutiara dari Medani’’ tampil sebagai juara pertama. Disusul SMP 3 Pati dengan judul’’Jalani Saja’’ sebagai juara II. Sedangkan juara III berjudul ’’Sekolahku Bersih Negeriku Bersih’’ karya siswa SMPQT Yanbu’ul Quran.

“Festival film bertema “Pahlawan di Era Sekarang’’ ini merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter pelajar melalui karya seni. Sekaligus membangkitkan kegiatan berkesenian di kalangan sekolah. Dia menjelaskan, ajang tersebut bakal digelar rutin setiap tahun,” kata Kabid Kebudayaan pada Disdikbud Pati Paryanto

Kantor dinas pendidikan kabupaten Pati, di Jalan Panglima Sudirman Nomor 1B Pati .

Salah satu film yang menjadi juara yakni Impianku dari SMP 2 Jaken bahkan telah diunggah di Youtube . Film tersebut banyak diperankan oleh guru dan siswanya sendiri.

Hindrawan, salah satu kreator mengungkapkan kegembiraanya. “Pertama kali bikin film. Alhamdulillah dapat juara,” tulisnya dalam narasi youtube channelnya.

“Harapan kami tentu supaya Disdikbud Pati memberi ruang kreasi bagi para pelajar dalam bidang sinematografi,” tambahnya.

Dijelaskan pula, selain lomba sinematografi, pada akhir tahun ini tepatnya 30 November hingga 2 Desember akan digelar festival teater pelajar.

Di luar kegiatan itu, pada akhir tahun ini Disdikbud juga menggelar festival teater pelajar. Festival tersebut digelar pada 30 November hingga 2 Desember. Selain itu, untuk pelajar tingkat SD dan SMP akan diagendakan festival ketoprak.

Beragam kompetisi kreatif dalam bidang kesenian ini, lanjut Paryanto, menjadi agenda kami setiap tahun. Tahun depan akan dikembangkan lagi jenis keseniannya.

Dua agenda berbasis seni tersebut merupakan upaya Disdikbud melestarikan kesenian tradisional.

“Apalagi, ketoprak sejauh ini menjadi ikon di Pati. Nantinya, kami akan menggelar pula kegiatan yang bersifat pembinaan. Kegiatan itu berupa workshop seni pantomim dan tari. Kami pilih dua jenis kesenian itu karena banyak permintaan dari banyak sekolah,’’ pungkasnya setelah mengumumkan juara festival film di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Disdikbud, beberapa hari lalu.

Reporter : Nafir
Editor: Revan Zaen

Pendidikan

Dua Siswa SMPN 3 Pati Wakili Indonesia di Junior Science Olympiad (IJSO) 2017 di Amsterdam Belanda

Adellia Putri Rachmasari dan Rahardian Swastika Adyatama berpose di salah satu ruang SMP3 Pati. Mereka merupakan wakil Indonesia di ajang Internasioanl Junior Sains Olympiad (IJSO) di Amsterdam beberapa waktu lagi

PATI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Siswa-Siswi dari SMP N 3 Pati. Kali ini, Dua pelajar SMP tersebut, yakni Adellia Putri Rachmasari dan Rahardian Swastika Adyatama ditunjuk untuk mengikuti seleksi mewakili Indonesia dalam ajang  International Junior Science Olympiad ( (IJSO) di Amsterdam  Belanda dalam waktu dekat ini.

Kepala sekolah SMPN 3 Pati, Winarto, mengungkapkan, ajang IJSO adalah kompetisi ilmu pengetahuan tingkat Internasional  untuk siswa-siswi yang berumur tidak lebih dari 15 tahun. Ajang ini merupakan kelanjutan dari prestasi yang berhasil diraih dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Pekanbaru, Riau pada 3-7 Juli 2017 lalu.

“Adellia Putri Rachmasari di mapel IPS berhasil menyabet medali perak. Sedangkan Rahardian Swastika Adyatama menyabet medali perunggu di mapel IPA,” ungkapnya saat ditemui dikantornya Senin, (24/7) lalu.

Kedua siswa berprestasi tersebut kini mereka tengah mengikuti training di Hotel Jayabaya, Bandung. Keduanya akan mengikuti seleksi tingkat pertama selama 14 hari dan  tahap kedua selama 30 hari. Sedangkan tahap tiga hanya bimbingan secara online.

“Pihak sekolah hanya bisa memberikan dukungan dari segi materiil dan pembinaan. Saya berharap dua siswa yang berkompetisi sains tingkat internasional, mampu membawa nama baik Indonesia dan syukur–syukur bisa membawa pulang medali emas untuk daerahnya,” harapnya

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen