Kategori: Rembang

Permalink ke Pesona Pasir Putih Pantai Wates Kaliori Rembang Berpadu Eksotis Terumbu Karang Pulau Gede
Rembang, Wisata

Pesona Pasir Putih Pantai Wates Kaliori Rembang Berpadu Eksotis Terumbu Karang Pulau Gede

Pantai Wates dengan pasir putihnya

REMBANG. Pesona wisata berbasis pantai mulai bermunculan. Salah satu yang terlihat benar benar disiapkan oleh pengelola adalah Pantai Wates Kaliori Rembang. Pantai dengan pasir putih  yang berlokasi di Desa Wates Kecamatan Kaliori Kab. Rembang  mulai ramai di kunjungi wisatawan Lokal.

Pengunjung dengan mudah bisa menemukan lokasinya pantai ini  dari jalan raya pantura Juwana Rembang, masuk Desa Wates Kecamatan Kaliori  Rembang. Jika menemukan Gapura Desa Wates, masuk sekitar  1 Km para pengunjung bisa menikmati keindahan pasir putih wates.

Tahun 2016, potensi Pantai pasir putih Wates baru disadari dan digarap serius. Penanaman  lima ribu pohon cemara yang diprakasai oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang disambut baik oleh kelompok karang taruna pesisir laskar Benowo Ds Wates. Hasilnya, di 2017, pantai pasir putih ini siap dinikmati pengunjung.

“Dulu pernah di tanami pohon cemara sebanyak 4 kali tapi selalu mati karena  tidak ada yang merawat. Tapi sekarang  ada karang taruna pesisir laskar benowo, yang secara sadar ingin membangun desanya,” kata Heri Prasetyo, ketua karang taruna pesisir laskar benowo.

Hutan cemara di tepi pantai wates Rembang

Mereka mempercantik pantai wates dengan rumah pohon dan gapura dengan swadaya anggota. Kini spot yang dibangun makin banyak. Hasilnya, musim lebaran tahun inibanyak sekali wisatawan lokal yang berkunjung.

Memasuki kawasan hutan cemara mini akan dijumpai banyak tulisan yang menggemaskan seperti pernah bahagia, konco dadi tresno, janjimu brejel Mas, dan jangan lupa move on. Spot sederhana tersebut rasanya sulit dilewatkan begitu saja tanpa berfoto didekatnya.

Ketika hutan cemara berakhir, pengunjung akan langsung disambut hamparan pasir putih dimana pengunjung bebas tiduran bagi yang membawa alas duduk, jika tak membawa sendiri, tersedia juga jasa penyewaan tikar. Tempat wisata yang satu ini cocok sebagai tempat wisata keluarga. Selain mudah dijangkau, lokasinya juga cukup adem dengan angin semilir khas pantai.

Pulau Gede Rembang cocok untuk lokasi prewedding dan berkemah. (foto: ipoel photography for wartaphoto.net)

Pulau Gede

Selain pantai, eksotisme  Pulau Gede yang  terletak sekitar 3,4  Km dari tepi pantai menambah lengkap wisata di tempat ini. Di Pulau Gede, wisatawan bisa menikmati indahnya pemandangan bawah laut seperti terumbu karang dan biota laut lainnya. Pulau gede sendiri adalah pulau tidak berpenghuni tapi memiliki keindahan yg luar biasa.

“Sudah banyak yang foto preweding di sana Mas, puas katanya,” kata Jopid,  salah satu anggota Laskar benowo

Pulau gede dilihat dari ketinggian (foto: ipoel photography for wartaphoto.net)

Tempat parkir yang cukup mudah dijangkau, lapangan sepak bola di tepi pantai juga menjadi daya tarik lainnya bagi pengunjung yang datang dengan komunitasnya.

Yono, salah satu pengunjung yang ditemui wartaphoto.net di lokasi mengungkapkan kesannya terhadap tempat wisata yang satu ini.

wah apik mas pantaine, resik, cedak sisan,” kata  Yono, pengunjung asal batangan yg membawa serta keluarganya.

(wah bagus mas pantainya, bersih dan dekat pula)

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Pemprov Jateng Tolak Hasil Rekomendasi Tim KLHS Tentang Penghentian Aktivitas Penambangan di CAT Watuputih Rembang
Rembang, wartaphoto

Pemprov Jateng Tolak Hasil Rekomendasi Tim KLHS Tentang Penghentian Aktivitas Penambangan di CAT Watuputih Rembang

Foto: dok. Ksp.go.id

SEMARANG – Rekomendasi Tim Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang meminta penghentian aktivitas penambangan secara menyeluruh di Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih, Rembang, sampai ada penetapan status sebagai Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) atau tidak,  ditolak oleh Pemprov Jateng.

Pemprov Jateng  beralasan, dalam pertemuan di Kantor Staf Presiden (KSP) pada 12 April 2017 tak ada pembahasan soal itu. Menurut Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng Teguh Dwi Paryono, hanya ada dua rekomendasi yang dibacakan dan dibahas. Pertama, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk tetap boleh beroperasi namun belum diizinkan menambang sampai ada keputusan status CAT Watuputih. Kedua, menunggu keputusan final status CATWatuputih dari Badan Geologi Kementerian ESDM.

Dalam siaran persnya pada laman  http://ksp.go.id, KLHS Rekomendasikan Penambangan CAT Watuputih Tak Dilakukan.  Tim KLHS berada di bawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Siti Nurbaya sebagai Ketua Pengarah, dan ketuanya dijabat Drektur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata lingkungan San Afri Awang. Guru besar Institut Pertanian Bogor Soeryo Adiwibowo menjabat coordinator Tim KLHS yang beranggotakan 15 ahli dari berbagai perguruan tinggi.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng Teguh Dwi Paryono mempertanyakan hasil kajian KLHS ini. Menurutnya, Perpres Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung memperbolehkan dengan catatan tak mengubah fungsi. Sementara, PP Nomor 43 Tahun 2010 menyatakan ada larangan merusak akuiver (cekungan air tanah), namun memperluas resapan diperbolehkan. Dalam aturan tersebut sama sekali tak disebutkan larangan aktivitas pertambangan.

Yang menarik, Menteri ESDM Ignasius Jonan telah menyatakan tidak ada aliran sungai bawah tanah di Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih, Pegunungan Kendeng Utara. Kesimpulan itu berdasarkan hasil kajian dan pemetaan Watuputih oleh Badan Geologi Kementerian ESDM pada 15-24 Februari lalu.

Berdasarkan laporan penelitian dan klarifikasi ulang sebanyak delapan halaman , Badan Geologi menjelaskan indikasi tidak adanya sungai bawah tanah terlihat dari ketiadaan mata air serta adanya gua kering tanpa aliran sungai di CAT Watuputih.

Aliran air baru terlihat di luar CAT Watuputih sebelah timur. Sedangkan di bagian selatan CAT tersebut ada gua kering dengan tiga kantung air serta sebaran air di dalamnya. Padahal, berdasarkan Pasal 4 Peraturan Menteri ESDM Nomor 17 Tahun 2012 tentang Penetapan KBAK, salah satu persyaratan penetapan KBAK adalah keberadaan sungai bawah tanah.

“Berdasarkan data dan fakta saat ini, dapat disimpulkan tidak ada indikasi aliran sungai bawah tanah di CAT Watuputih,” tulis Jonan dalam suratnya kepada Menteri Siti.

Argumen Ganjar

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, dalam pembahasan di KSP 12 April lalu sudah ada solusi yang sama-sama menguntungkan semua pihak. Pertama, PT Semen Indonesia belum diperbolehkan menambang, namun pabrik tetap bisa beroperasi dengan bahan tambang dari luar. Sementara itu, 22 perusahaan yang memiliki IUP tetap boleh berjalan sampai izin habis. ”Selain PT Semen Indonesia, boleh menambang sampai IUP habis,” kata Ganjar.

Di sisi lain, ia mengaku telah mengajukan moratorium pabrik semen di Jateng pada Presiden. Pendirian pabrik semen bisa dilakukan lagi jika dirasa dibutuhkan. Alasan pengajuan moratorium di antaranya adalah kecukupan suplai semen, potensi konflik sosial, dan sikap kehati-hatian. Menurut Ganjar, ada beberapa pihak yang melobi untuk mendirikan pabrik semen di wilayah Pegunungan Kendeng, namun ia tolak.

Disisi lain, perjuangan relawan kendeng terus dilakukan dengan berbagai cara. Mereka menyatakan bahwa akan terus mengawal hasil KLHS dan jangan sampai ada manipulasi fakta dilapangan. Solidaritas untuk kelestarian kendeng muncul dari berbagai daerah, mulai dari grobogan, jogjakarta hingga Bali. Salah satu yang keras menyatakan dukungannya adalah musisi Jerinx Superman Is Dead memalui status di media sosialnya hingga lirik lagunya.

 

sumber: ksp. go.id, katadata .net

Editor: Revan  Zaen

Permalink ke Dinilai Layak, Gubernur Ganjar Pranowo Terbitkan Izin Lingkungan Hidup Pabrik Semen Rembang
Rembang, wartaphoto

Dinilai Layak, Gubernur Ganjar Pranowo Terbitkan Izin Lingkungan Hidup Pabrik Semen Rembang

Rembang(25/02). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan pabrik PT Semen Indonesia (persero) Tbk di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, bisa beroperasi. Hal ini dipastikan setelah dikeluarkannya izin lingkungan hidup yang baru dikeluarkannya pada Kamis (23/2/2017).

Surat ijin ini tertuang dalam pengumuman nomor 660.1/0493 tentang pernerbutan izin lingkungan kegiatan penambangan dan pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia (persero) tbk, di Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Pengumuman tersebut dapat diakses melalui jatengprov.go.id. Penerbitan ini hanya selang 5 hari dari pengumuman permohonan izin lingkungan diajukan atas nama PT Semen Indonesia Tbk.

Ganjar pranowo meminta syarat pada PT Semen Indonesia (PT SI) untuk melengkapi satu dokumen yang harus dipenuhi, yaitu izin usaha pertambangan (IUP). Setelah semuanya terpenuhi maka PT SI dapat beroperasi.

Ijin lingkungan untuk Industri semen berkapasitas 3.000.000 ton/ tahun ini akan meliputi sejumlah desa terdampak. Diantaranya Sesa Tegaldowo, Desa Kajar, Desa Pasucen, Desa Timbrangan, Desa Kadiwono

Keputusan Gubernur itu berdasarkan hasil rapat Komisi Penilai Amdal dalam rangka penilaian adendum amdal dan rencana pengelolaan lingkungan-rencana pemantauan lingkungan pada 2 Februari 2017. Hasilnya pabrik semen di Rembang dapat direkomendasikan layak lingkungan hidup. Ganjar menyebut bahwa Komisi Penilai Amdal diikuti berbagai unsur, yaitu pemerintah, pakar dari berbagai perguruan tinggi, LSM atau pemerhati lingkungan, dan masyarakat yang terkena dampak.

Dirinya menggunakan diskresi (kebijakan tersendiri) yang diambil untuk mengisi kekosongan hukum pascaputusan peninjauan kembali (PK) Mahkamah Agung. Dirinya mengaku telah melaporkan penggunaan diskresi kepada Presiden Joko Widodo. Dia juga mengirim surat pada Bupati Rembang Abdul Hafidz, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jateng, serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jateng. Ganjar berharap, Presiden Jokowi menerima kebijakan diskresinya terkait izin tersebut.

“Harapan saya (sudah diterima). Tadi, (sudah) saya kirimkan, mestinya cukup menteri saja, tapi (kirim) presiden soal diskresi saja, bahwa saya sudah menjalankan diskresi ini,” kata Ganjar.

Sementara itu  Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, mengkritik penerbitan izin lingkungan.  Melalui Zainal Arifin, LBH Semarang menganggap bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah bertindak sewenang-wenang, dan menciptakan preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia.

“Sangat disayangkan tindakan arogan tersebut dilanjutkan dengan tindakan arogan lainnya, yaitu penerbitan Izin Lingkungan baru untuk PT Semen Indonesia,” kata Zainal pada Jumat (24/02) lalu.

Sebagaimana kejadian sebelumnya berbagai aksi penolakan dari berbagai elemen masyarakat yang dikomandoi JMPPK mulai dari aksi menyemen kaki di Monas, longmarch Rembang-Semarang, aksi tenda perjuangan selama sebulan di depan gedung DPRD Jawa Tengah.

Permalink ke Diantar Doa Gus Mus, JMPPK Long March 150Km Rembang Semarang Tuntut Dicabutnya Izin Lingkungan Pabrik Semen Rembang
Rembang, wartaphoto

Diantar Doa Gus Mus, JMPPK Long March 150Km Rembang Semarang Tuntut Dicabutnya Izin Lingkungan Pabrik Semen Rembang

warga-kendeng-utara-rembang-didoakan-dan-disalami-gus-mus-sebelum-menjalankan-aksi

Warga Kendeng Utara Rembang didoakan dan disalami Gus Mus sebelum menjalankan aksi. Foto Ragil Kuswanto/ Jurnalis Warga

Rembang. Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) lakukan kegiatan Long March (Aksi jalan kaki) dari  Rembang –  Semarang sejauh kurang lebih 150Km. Tujuan mereka adalah Mengawal Putusan PK Mahkamah Agung Atas kasus PT. Semen Indonesia di Rembang dimana gugatan warga kendeng menang atas PT. Semen Indonesia (dulu PT. Semen Gresik).

Perjalanan jauh ini dimulai senin kemarin (05/12) hingga jumat (09/12) dengan finish di Kantor Gubernuran Jawa Tengah.

“Jarak tempuh yang panjang tidak menyurutkan semangat kami untuk terus memperjuangkan kelestarian Pegunungan Kendeng Utara dari berbagai upaya perusakan atas nama industri terus bergelora dan tidak pernah padam. Perjuangan sejak “Tenda Perjuangan” berdiri tepat di jalan pintu masuk tapak pabrik PT. Semen Indonesia di Rembang, 16 Juni 2014 hingga saat ini, sebagai bentuk perlawanan dan penolakan atas invasi pabrik semen yang mengancam ruang hidup kami sebagai petani, mengancam ketersediaan air sebagai bahan utama kehidupan bagi semua makhluk, mengancam keseimbangan ekosistem yang akan berdampak pada bencana ekologis dan mengancam masa depan anak cucu kita semua, akan terus kami lakukan hingga izin lingkungan yang dikeluarkan atas nama PT. Semen Indonesia dicabut oleh Gubernur Jawa Tengah” Ujar Kundono, Koordinator aksi

Putusan PK Mahkamah Agung atas kasus PT. Semen Indonesia di Rembang, pada tanggal 5 Oktober 2016 dengan No. Register 99 PK/TUN/2016 memenangkan warga atau mengabulkan permohonan warga Kendeng yang di Rembang atas pembatalan izin lingkungan PT. Semen Indonesia yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah. Dengan amar putusan PK Mahkamah Agung tersebut :

  1. Mengabulkan gugatan para penggugat untuk seluruhnya;
  2. Menyatakan batal Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor: 660.1/17 Tahun 2012, tanggal 7 Juni 2012, tentang Izin Lingkungan kegiatan penambangan oleh PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. di Kabupaten Rembang Jateng,
  3. Mewajibkan kepada tergugat untuk mencabut Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/17 Tahun 2012 tanggal 7 Juni 2012, tentang Izin Lingkungan oleh PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. di Kabupaten Rembang Jawa Tengah.

Perjalanan mereka diawali dengan ziarah lalu berkunjung ke Ponpes Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Leteh, Rembang untuk meminta berkah doa dari sang Kyai. Gus Mus sendiri pernah berkunjung ke tenda perjuangan yang mereka dirikan. Gus Mus pernah berpesan “berjuanglan dengan kesederhanaan”.

long-march-sampai-juwana

Long March sampai tugu bandeng alun alun juwana meski kondisi hujan. Foto Ragil Kuswanto/ Jurnalis Warga

Pagi ini, (06/12) Perjalanan sampai di Juwana Pati lalu bergerak ke Kota Pati dan bergabung dengan warga kendeng Pati yang turut mengawal hingga ke Semarang. Sejumlah mahasiswa asal Pati juga menyambut perjuangan mereka ini di daerah tugu tani kemiri Pati.

warga-kendeng-long-march

Aku Seneng Beras Timbang Semen. Foto Kundono/ Jurnalis Warga

“Kami hendak menunjukkan kepada seluruh rakyat Indonesia dan juga pemerintah, bahwa memperjuangkan kebenaran tidak boleh dikalahkan oleh rasa lelah dan takut. Selama kita benar dengan didukung data-data dan fakta lapangan yang ada, serta tulus mencintai negeri ini, Gusti Allah pasti ngijabahi. Berbagai tudingan miring yang dialamatkan kepada warga petani yang menolak ekspansi pabrik semen di Rembang dan kabupaten lainnya di sepanjang Pegunungan Kendeng Utara, tidak membuat kami gentar dan patah semangat. Waktulah yang akan menjawab siapakah sesungguhnya yang benar-benar berjuang untuk perbaikan kehidupan.” Lanjut Kundono

 

Tuntutan dari aksi ini adalah sesuai dengan  pemberitahuan secara resmi oleh PTUN Semarang kepada para pihak,dalam hal ini Gubernur Jawa Tengah, PT. Semen Indonesia (dulu PT. Semen Gresik) dan warga sebagai penggugat salinan putusan Peninjauan Kembali Nomor : 064/G/2014/PTUN.SMG jo Nomor : 135/B/2015/PT.TUN.SBY jo Nomor : 99 PK/TUN/2016 pada tanggal 15 November 2016 dan sudah diterima oleh pihak penggugat pada tanggal 18 November 2016. SEHARUSNYA sudah dilakukan eksekusi atas putusan tersebut, yaitu DICABUTNYA Surat Izin Lingkungan yang dikeluaran oleh Gubernur Jawa Tengah seperti tercantum dalam amar putusan di atas dan menghentikan semua kegiatan di obyek sengketa.

 

Permalink ke HUT ke 161, Kelenteng Hok Tik Bio Adakan Ritual Akbar 10 Tahun Sekali
Rembang, wartaphoto

HUT ke 161, Kelenteng Hok Tik Bio Adakan Ritual Akbar 10 Tahun Sekali

hok-tik-bio-rembang-ulang-tahun

Foto WP04SP

Rembang. 15 September 2016 adalah hari ulang tahun kelenteng atau kuil Hok Tik Bio ke161. Untuk merayakan cut-bio atau ulang tahun kelenteng, akan diadakan ritual akbar (dilakukan 10 tahun sekali), berupa kirab keliling kota, pada minggu kemarin (11/09). Kelenteng ini berada di Jl. KS Tubun, Desa Pulo, Rembang, Jawa Tengah.

kirab-hok-tik-bio-rembang

Foto WP04SP

Kota Rembang mempunyai dua kelenteng. Satu di Kidul/Selatan yaitu Kelenteng Hok Tik Bio, juga disebut kelenteng lelaki, satu lagi kelenteng perempuan yang berada di Lor/Utara yaitu Kuil Tjoe Hwie Kiong, memuja Dewi Samodra yaitu Makco Thian Siang Sing Boo. Dua kelenteng ini saling berkaitan. Konon dulu, Kuil Tjoe Hwie Kiong, satu lokasi dengan Kuil Hok Tik Bio. Kelenteng Tjoe Hwie Kiong berusia 175 tahun, lalu dipindah dekat muara Sungai Karanggeneng, di dekat pelabuhan Rembang sampai sekarang.

hok-tik-bio-rembang

Foto WP04SP

Kelenteng ini sudah terkenal sejak jaman tahun 60-an. Kala itu, tiap malam hari sering kali diadakan pertunjukan Wayang Poo Thay Hie (Potehi) di Kelenteng Kidul (Nama lain Kelenteng Hok Tik Bio). lakon yang sering dibawakan adalah Sie Tieng Shan dan Sie Jien Kui, pendekar Tiongkok kuno yang bisa berubah jadi macan putih.

hok-tik-bio-rembang-2016

Foto WP04SP

Pada karnaval kali ini diikuti dari berbagai kelenteng di Jateng dan berbagai wilayah lain di Indonesia. Karnaval ini dimulai pukul 10.00 WIB. Penonton dari berbagai wilayah tanpa membedakan ras, suku, dan agama melebur menikmati kebolehan para peserta.

hok-tik-bio-rembang-1

Foto WP04SP

 

Salah satu yang menarik diantaranya, presenter Kick Andy, Andy F Noya, turut hadir untuk memeriahkan acara kirab Klenteng Hok Tik Bio. Bahkan, Andy ikut rombongan arak-arakan peserta kirab dengan memanggul salah satu patung dewa.

Ketoe mau ape di nggo shooting acara kick andy nek metro mas. Maeng aku weruh presentere sing gundul, Mugo mugo yo ditayangke mas. Aku mau melu keshooting soale. Ben melu ngehits” (Sepertinya mau dipakai untuk tayangan kick andy di metrotv. Tadi saya lihat presenternya yang gundul. Semoga saja tayang ya mas, soalnya tadi saya ikut keshooting. Biar nge hits)  Ujar Puji, seorang ibu muda yang turut menyaksikan kirab bersama putrinya.