Home Archive by category Sosok

Sosok

Pati Sosok

KH Nur Rohmat Berpulang. Putra dan Sahabatnya Kisahkan Kesan Kyai Polisi ini

 

PATI – Kabar duka datang dari Pati, Jum’at petang (16/02/2018) pukul 18:00 WIB Kyai Kharismatik KH. Nur Rohmat Plangitan yang sekaligus pengasuh pondok pesantren Al Isti’anah Plangitan Pati wafat pada usia 59 tahun.

Bupati Pati H.Haryanto yang hadir takziyah mengungkapkan rasa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya KH. Nur Rohmat ke hadapan Allah SWT. Ia menambahkan bahwa saat ini yang merasa kehilangan bukan hanya keluarga,ataupun santri saja, namun seluruh masyarakat Pati ikut kehilangan.

Bupati Pati Haryanto berikan sambutan saat takziyah di kediaman Alm. KH Nur Rohmat

“Saya selaku kepala daerah mewakili segenap masyarakat Kabupaten Pati turut berbela sungkawa atas wafatnya KH.Nur Rohmat. Ini yang kehilangan tidak hanya keluarga dan santri, namun saya dan masyarakat Pati juga merasa kehilangan,” kata Bupati Haryanto.

Di zaman sekarang bisa dihitung jari polisi yang mau dan berani menjadi ustad atau kyai, lebih – lebih yang tanpa pamrih. KH Nur Rohmat ini sering kali melaksanakan ceramah agama yang sangat mendidik dan sangat menyentuh hati.

“Semoga amal ibadah beliau demi nusa bangsa agama dan pendidikan menjadi amal jariah, menjadi khusnul khotimah. Semoga diikhlaskan, karena semua adalah kodrat dan takdir,dan semoga diberikan kekuatan keikhlasan semua. Amin,” tutur Haryanto.

Gus Roni , Putra KH. Nur Rohmat menjelaskan bahwa sebagai seorang ayah sosok KH Nur Rohmat adalah  pengayom dan pendidik yang sangat cinta kepada NKRI serta sayang kepada semua anak didiknya, hal itu diwujudkan dengan cara beliau mengajarkan bagaimana agar semua anak didiknya bisa pintar dan bermanfaat bagi orang lain, bangasa negara dan agama.

“Bapak itu pengayom, pendidik yang sangat cinta kepada NKRI, dan sangat cinta kepada semua anak didiknya ,dengan harapan semoga kelak  mereka menjadi generasi yang bermanfaat untuk negara dan agama, itu keinginan bapak.

Sehingga dengan berbagai cara apapun juga anak-anak cita-cintanya harus pinter dan berhasil.” ucap Gus Roni.

Tak hanya itu, Gus Roni juga memaparkan jika kaitanya dengan kecintaanya sang Ayah kepada NKRI dan jiwa nasionalis itu bisa dilihat ketika Kyai sedang berpidato atau berceramah, pasti akan menyelipkan tentang nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air.  Bapak selalu mengatakan NKRI harga mati. Sedumuk Bathuk Sanyari Bumi, negoro ora Owah.

(Kita harus menjaga kehormatan bangsa meski hanya sejengkal tanah, negara tidak boleh berubah-red).

Sejak pertama kali didirikan, Pesantren Al Isti’anah diharapkan akan menjadikan anak – anak yang taat dikemudian hari.

“Untuk semua santri, alumni, yang tabah yang ikhlas kita tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan, Semoga estafet perjuangan ini bisa saya lanjutkan dan semoga memberikan manfaat dikemudian hari. Saya mohon do’a restunya, pada dasarnya Al lstianah adalah bukan milik saya tapi milik kita semua, milik alumni,  semoga Almarhum dimaafkan segala dosanya, Amin ” jelasnya.

Anggota DPR Firman Soebagyo menjadi tamu terakhir beliau KH Nur Rohmat sebelum meninggal

Salah satu sabahat serta murid beliau yang sekaligus anggota DPR RI Firman Soebagyo menuturkan bahwa sebelum wafat Ia sempat berkunjung ke kediaman beliau serta berbicara tentang banyak hal, termasuk masa depan pendidikan, pondok pesantren serta bercerita tentang pertanian dan budidaya lele yang dikelola oleh Almarhum. Ia tak mengira bahwa itulah pertemuan terakhir dengan sang Kyai.

“Saya mengenal Yi Rohmat sudah lama. Tidak banyak kyai yang memang mempunyai idealisme dan wawasan kenegaraan. Karena latar belakang beliau adalah seorang polisi, sehingga beliau sangat konsen terhadap masalah kenegaraan kita. Alhamdulillah kemarin saya diundang beliau untuk pertemuan membahas terkait ikhwal program-program banggar yang saya berikan kepada umat dan pada pesantren disini, beliau menyampaiakan bahwa manfaatanya luar biasa,” kata Firman

“Kemudian beliau berpesan kepada saya bahwa pondok pesantren ini butuh dukungan lagi. Selain itu beliau juga ingin jika penataran dan sosialisasi 4 pilar kebangsaan itu dilaksanakan di Ponpes ini. Semoga semua keinginan beliau dalam waktu dekat bisa segera saya penuhi, karena ini merupakan amanat dan wasiat beliau,” pungkasnya

 

BISNIS Inspirasi Bisnis Sosok

KIPASOAK: Spirit Lokal, Beraksi Global

Di tengah banjir bandang brand mayor yang kian hari kian memenuhi pusat-pusat pertokoan, sebuah brand indie, Kipasoak, tiba-tiba muncul ke permukaan dan mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat Pati. Dengan penuh percaya diri Kipasoak mengusung tema lokal yang sederhana menjadi istimewa. Logat jagongan sehari-hari khas wong Pati seperti Gagego, ‘Ra Ndandeh, Santai Ae Go, Ramekakat, Piye Leh, Engkak Engkek, Pati Cilik Ngangeni ditransformasikan dalam desain kaos yang bernuansa segar dan kekinian.

Menuntaskan wawancara sebelumnya, Inspirasi “Dosis Tinggi” dari Owner Kipasoak, DS Priyadi, reporter wartaphoto.net kembali berkesempatan berbicara panjang lebar dengan beliau, mengorek lebih dalam lagi narasi di belakang layar Brand KIPASOAK, sbb:

Kipasoak ingin berkontribusi membantu city branding kota Pati melewati konsep desain yang mengokohkan identitas masyarakatnya

WP.net: Pangsa pasar Kipasoak adalah kaos lokal Pati dengan muatan konten lokal. Mengapa?

DS Priyadi : Ya tadinya kita nggak terlalu memikirkan pangsa pasarnya. Fokusnya memulai saja. Karena kebetulan saya orang Pati, maka buat kaos Pati. Artinya secara sosial-budaya saya tentu lebih menguasai materi yang akan disajikan dalam desain-desainnya.

Disamping juga, local content itu kan aset kreatif. Utamanya karena terkait dengan identitas atau karakter suatu masyarakat. Kita ini kan rapuh sekali dalam memerhatikan soal identitas. Padahal itu menjadi instrumen kebudayaan yang memiliki peran penting untuk bisa bergaul dengan masyarakat lain. Negara yang maju semua memiliki agenda identity building. Jepang, Cina, Korea… kan kita gampang mengenali mereka? Dengan begitu mereka gampang pula mempergaulkan kepentingan-kepentingannya.

Agenda identity building ini dibutuhkan supaya masyarakat terlatih memiliki sikap dan kepercayaan diri yang memadai. Kalau tidak ya cuma bernasib menjadi debu-debu proyek global negara-negara Barat. Ujung-ujungnya kita menjadi bulan-bulanan pasar mereka.

Pati mestinya punya agenda khusus yang concern di situ. Karena saya lihat pembangunan wisata marak di mana-mana. Kalau cuma ikut-ikutan ya nanti kurang ada wibawa.

WP.net: Lalu, yang ingin dicapai Kipasoak, melihat potensi ini?

DS. Priyadi : Secara ideal, yang ingin dicapai Kipasoak dengan pangsa pasar lokal Pati, setidaknya kami bisa turut berkontribusi dalam agenda identity building tadi. Minimal bisa menstimulus kalangan muda dengan membantu city branding melewati media populer kaos.

WP.net: Baik, tentunya Kipasoak memiliki target market tersendiri. Sejauh mana jangkauan pemasarannya? Lalu, metode pemasaran yang dipilih Kipasoak seperti apa?

DS Priyadi : Untuk jangkauan sementara ini kita fokuskan dalam radius 25 mil dari oulet Pati sebagai epicentrumnya. Dalam radius itu, wilayah pinggiran Rembang, Purwodadi dan Kudus sudah terjangkau. Insyaallah tahun ini kita akan coba luaskan radiusnya pada wilayah Karesidenan. Syukur-syukur bisa lebih luas dari itu ya.

Metode Pemasaran kombinasi antara online dan offline. Keduanya dijalankan secara simultan. Namun, Kipasoak tidak pakai rule tertentu sebagai patokan metode pemasaran. Jadi situasional sesuai hasil review dan pertumbuhannya.

Ya singkatnya, naluri saja lah. Lha saya dan tim ini rata-rata gak pada sekolah ya. Tapi kalau saya cermati yang kita pakai sekarang polanya mirip-mirip metode pemasaran rimba-raya.

WP.net: Metode rimba? Seperti apa itu Mas?

DS Priyadi : Hahaha. Yang ini no comment dulu ya. Wong ini juga baru coba-coba. Kemarin kita lihat hasilnya kok bagus? Trus dikembangkan. Tapi bagi yang serius pingin tahu, bisa nonton film Top Secret Billionaire. Inspiratif sekali bagi yang mau buka usaha. Di situ semua pertanyaan lengkap terjawab.

WP.net: Oke oke, lalu kami lihat desain Kipasoak ini kan unik, ada sentuhan khas , bisa disebutkan siapa kreator desainnya

DS. Priyadi : Ya bareng-bareng lah. Ada tim kecil. Kalau clue nya dari saya. Semacam artistic director ya. Saya ngobrolin tema, terus nanti ada yang mengajukan desain. Desain jadi, kita review. Utamanya dari perspektif artistik dan komunikasi visualnya.

Kecuali untuk beberapa seri quote, karena itu perlu penalaran yang lebih jauh. Jadi seperti workshop. Soal tema atau style yang dipilih, kita bicarakan bersama. Termasuk kita mendata seluruh masukan-masukan yang dilontarkan konsumen.

WP.net: Ternyata bertahap dan detail juga prosesnya. Nah, Kalau boleh tahu, owner Kipasoak apakah orang Pati semua?

DS Priyadi : Iya, orang Pati semua. Kan ya cuma saya dan adik-adik saya. Kita semua urunan modal dan bareng-bareng membesarkan. Awalnya ingin ada investor yang kita ajak. Tapi pada gak mau. Gak yakin. Ya sudah, jadinya usaha keluarga. Kalau sekarang banyak yang pingin invest. Tapi sejauh ini bisa dicover keluarga. Saya pribadi merasa lebih nyaman begini. Mengembangkan pelan-pelan, memutar dari yang sudah ada saja. Kecil-kecilan ndak papa.

Kalau tim kerja ya banyak, dari mana-mana. Dan saya berterima kasih kepada semua rekan dan sahabat yang dengan sabar dan kerja keras terlibat upaya merintis usaha ini.

Kolaborasi keluarga. Iswati sebagai manager distro sementara kakaknya Abdullah Jamil menangani divisi produksi

WP.net: Secara struktur bisa dirincikan Mas?

DS Priyadi : Ya secara struktur pimpinannya saya. Yang menangani produksi Abdullah Jamil. Manajemen distronya Iswati. Dwi Saputro mensupport pengembangan produk dengan urunan modal. Muhammad Latif juga terlibat membantu.

WP.net: Yang terakhir nih Mas. Mungkin bisa kasih tips berwirausaha bagi pembaca wartaphoto.net?

DS. Priyadi : Hahaha… Nggak pede Mas. Ini kan saya juga masih belajar. Tapi berdasar pengalaman saya dan teman-teman yang masih belajar ini, apa yang ingin kita mulai, bismillah saja. Mulai saja. Itu yang pertama. Dan itu yang paling penting.

Yang kedua, ya mesti sadar proses. Artinya kita mesti sabar ya. Karena segala tujuan tak ada yang bisa seketika, pasti menempuh tahapan-tahapannya. Nah yang ketiga, mesti menyadari pula bahwa dalam proses membina usaha itu tidak terus-menerus mulus, pasti akan ada kendala-kendala.

Sehingga ketika sedang ditimpa problem-problem, kita tidak putus asa, karena sudah menyadarinya. Tetap saja ditelateni dan dijaga semangatnya. Tetap intens dan konsisten. Dalam terminologi agama, apa ya, istiqomah itu ya. Keempat, mesti banyak bergaul dengan orang-orang bisnis. Biar kecipratan ilmunya. Soale, paradigma orang yang business oriented itu berbeda. Kita belajar sesuatu yang beda itu, yang kita gak punya.

Nah, itu semua kan upaya membangun konstruksi lahirnya ya. Ini sebagai hardware atau wasilah rejekinya. Softwarenya, atau konstruksi ruhaninya juga jangan lupa. Karena yang memiliki rejeki adalah Rabb kita, kita mesti terus mengupgrade ketaatan kita, bermohon petunjuk serta kemudahan dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Dengan menjaga ensamble tim, Kipasoak bersama-sama merumuskan dan mereview kreasi-kreasi yang dituangkan dalam desain

Wawancara SebelumnyaInspirasi “Dosis Tinggi” Dari DS Priyadi, Owner KIPASOAK

 

Reporter: Revan Zaen/ adv

BISNIS Inspirasi Bisnis Sosok

Inspirasi “Dosis Tinggi” Dari DS Priyadi, Owner KIPASOAK

Dirintis sejak pertengahan 2015, brand kaos lokal dengan penggarapan maksimal “Kipasoak” kini mulai menampakkan hasil. Berbagai desainnya laku keras dan kini menjadi salah satu merchandise yang membuat pemakainya makin bangga dengan tanah kelahirannya, Pati Bumi Mina Tani.

wartaphoto.net mendapat kesempatan berharga,  berbincang ringan namun penuh inspirasi dengan owner Kipasoak, Mas DS Priyadi, mengenai brand kaos paling ngehits di Pati saat ini. Jatuh bangun, terus berinovasi hingga membawa banyak teknologi yang dipelajari di Yogyakarta untuk membangun Brand lokal Pati.

Berikut petikan wawancara kami, eksklusif untuk pembaca wartaphoto.net

WP.net: Bisa diceritakan awal mula berdirinya Kipasoak?

DS Priyadi : Di rumah Yogya kan temen-temen sering pada ngumpul. Ada yang seneng ngobrol saja, ada pula yang terlibat membantu usaha desain dan cetak saya, Baraka Grafika. Berhubung Baraka Grafika lagi sepi, yang bantu-bantu pada nganggur, termasuk saya. Nah, sesama pengangguran ini akhirnya pada ngerumpiin problem jualan online yang lagi dirintis oleh Abdullah Jamil, adik saya. Tokonya diberi nama Almadinah Store. Jual jilbab, baju koko, peci, semacam itu. Model dropship gitu. Bukan barang sendiri atau kulakan.

Al Madinah Store tersebut sudah ditekuni selama 3 bulanan. Tapi belum ada sinyalemen bisa berkembang secara signifikan. Belum ketemu rumusnya, bagaimana usaha dropship yang demikian bisa diseriusi sebagai usaha jangka panjang. Padahal kalau menilik cerita-cerita kan banyak yang sukses ya. Saya jadi ikut penasaran dan nggabung juga. Lalu saya usulkan, kenapa gak coba bikin produk sendiri?

Singkatnya, akhirnya nyoba jualan kaos Pati. Dibuatlah satu dua desain. Ning modale sopo yang mau dipake untuk produksi? Kabeh konco di sini lagi berstatus bokek. Hahaha. Meski begitu sama Abdullah Jamil desain yang sudah ada diuploud. Waktu itu desain pertama, Pati Cilik Ngangeni. Di kasih keterangan: Pre-Order. Hahaha… biasalah, bahasa marketing orang gak punya modal.

DS Priyadi (paling kanan kaos abu) bersama sahabat-sahabatnya berfoto di depan outlet Kipasoak.

WP.net: Responnya?

DS Priyadi : Nah itu, ternyata respon dari konco-konco di Pati, tetangga, dulur-dulur banyak yang pesen. Wuah, bungah jadinya. Temen-temen pada rembugan nanti buat konsep begini dan begini. Tambah semangat mereka. Kalau saya dalam hati malah sedih ya. Wong saya ngerti yang order itu kan masih tataran solidaritas saja. Sekedar berempati sama sahabatnya yang mencoba berikhtiar menegakkan jalan nafkahnya.

Tapi teman-teman ini gak mikir begitu, jalan aja terus. Semangat banget. Mereka pakek kacamata kuda, gak lihat kiri kanan. Ada untung dikit diputar untuk produksi. Ada lagi puter lagi. Dan saya kesetrum semangat. Rumah mulai rame lagi. Ada kebahagiaan walaupun hasilnya masih jauh dari mencukupi. Minimal ada plan. Ada kegiatan yang produktif. Ada harapan. Dan yang utama, sudah berani memulai merealisir sesuatu yang tadinya masih dipikir-pikirkan.

Abdullah Jamil merintis Kipasoak dengan jualan online

WP.net: Waktu itu masih main di pangsa pasar online saja berarti ya?

DS Priyadi : Iya masih online saja. Ya itu tadi, Almadinah Store. Kan waktu itu Bukalapak dan Tokopedia lagi gencar dikampanyekan. Disamping di fb buka juga di dua marketplace itu. Memang yang bisa dikerjakan baru di taraf segitu. Tapi ini menjadi pilar penting berdirinya Kipasoak, karena di titik inilah terjadi studi yang komprehensif mengenai seluk-beluk marketing online.

Karena intensif upload gambar dan rajin mbales pertanyaan-pertanyaan, yang merespon makin banyak. Cukup rame karena kita juga nyoba-nyoba beriklan di facebook.

WP.net: Langsung lancar atau masih ada kendala?

DS Priyadi : Alhamdulillah mulai lancar, tapi justru muncul masalah baru. Banyak yang nanya bisa COD gak? Outlet distronya di mana? Alamatnya dimana? Dan sebagainya, dan sebagainya. Jadi gak berkutik, karena kita semua ada di Yogya, sementara yang nanya-nanya ada di Pati. Duh mikir saya…hahaha

WP.net: Langkah apa yang kemudian ditempuh oleh teman-teman?

DS Priyadi : Ya gimana lagi ya? Hahaha… Di tingkat pengembangan begitu, urusannya dengan modal. Ini ndilalahnya yang ngumpul modal dengkul semua. Hahaha… Ya, waktu itu saya hanya bisa prihatin ya. Saya dan temen-temen ini backgroundnya kan bukan pengusaha. Naluri bisnisnya minim semua.

Tapi di titik itu ada ibrah yang bisa kita petik. Ternyata untuk mengembangkan usaha di level yang lebih serius, perlu dibangun sistem dan infrastruktur yang serius pula. Butuh sistim yang mengatur pemasarannya. Butuh sistim produksi yang bener. Butuh tata kelola keuangan yang rapi. Butuh sistem maintenance konsumen yang baik. Dan outlet mau gak mau mesti ada karena itu bagian performa yang mendukung nilai kredibilitas usaha.

Karena yang komen-komen bolak-balik nanya soal itu lagi: Outlet distronya ada dimana? Alamatnya mana Gan? Bisa COD gak Luuur? Lama-lama temen-temen pada improve menjawab: Outlet untuk Pati sedang kita survei Gan. Nanti segera kita kabari.

Lhaaah?! Saya kaget. Temen-temen saya panggil semua. Saya sampaikan kalau jawaban itu tidak baik. Soalnya kita kan gak survei apa-apa. Saya bilang gak boleh menyampaikan sesuatu yang tidak kita kerjakan. Saya minta semua teman-teman untuk tetap jujur dan bersabar walaupun kita dalam keadaan yang tersulit.


Outlet Kipasoak di Jalan Supriyadi 41a Pati

Reaksi teman-teman?

DS Priyadi : Ya langsung pada lemes ya. Trus jarang ngumpul-ngumpul lagi. Yang aktif mencounter upload-upload tinggal Abdullah Jamil, adik saya itu tadi. Ya karena dia gak ada kegiatan lain.

Akhirnya saya pulang ke Pati. Rumah saya di Talun ya. Disamping sungkem ibu, bermaksud cari utangan ke beberapa kerabat atau teman. Tapi masalahnya saya ini payah orangnya. Gak pede kalau cari utang. Seringkali gak keluar omongan begitu ketemu orang yang dituju. Tapi ya saya paksakan. Saya belajar presentasi. Saya sampaikan prospeknya dengan data dan statistik yang kita dapat dari fb. Tapi ya siapa yang percoyo ya? Waktu itu kebutuhan untuk awal cukup besar. Sewa ruko saja untuk lokasi strategis di Pati 30 sampai 40 juta. Hadeeeeh, nggak mbayanginlah.

Tapi alhamdulillah, akhirnya saudara-saudara pada urunan. Pada kasian sama saya mungkin ya. Hahaha. Mulailah saya lihat-lihat ruko. Terakhir dapat ruko di Jl. Supriyadi, yang sekarang itu. Nah, Karena sudah ada tokonya, nama kita bikin fix menjadi Kipasoak. Jadi tidak Almadinah Store lagi. Ceritanya begitu.

WP.net: Ini kan akhirnya Kipasoak punya outlet di Jalan Supriyadi No.41a. Sengaja pilih disitu mas?

DS Priyadi : Lha yang murah disitu e. Kan agak ke pinggir itu lokasinya. Logika saya, kalau lokasi sulit kan ya tinggal sabar dan telaten saja menerangkan pada yang nanya. Tapi banyak yang kuatir, kok bikin toko di situ? Waktu itu ngeper juga saya.

WP.net: Awal awal buka usaha biasanya ada kendala kan? Bagaimana dengan Kipasoak?

DS Priyadi : Kendala selalu ada ya. Dan itu wajar. Sudah kita sadari sebagai proses. Kipasoak ini kan belum lama. Start operatifnya pertengahan 2015. Sementara kita gak sekedar bikin toko. Kita ini kan bikin brand. Merek. Beda dengan outlet-outlet yang kulakan barang jadi. Di tahun pertama, disamping suntuk studi produksi, juga puasa gak dapet gaji. Gak cuma puasa, malah mensubsidi juga. Ada subsidi ganda di sini. Disamping subsidi gaji karyawan, juga subsidi operasional dan produksi.

Paling berat adalah pada fase enam bulan pertama. Dalam proses branding product kan baru masuk timeline introduksi. Pengenalan. Toko masih sepi. Hanya ada satu dua orang yang datang.

Baru di enam bulan kedua orang-orang pada ngerti. Itu pun belum rame ya. Tapi mulai ada income walaupun kecil. Kita rada pede karena ada progress. Tahun kedua manajemen mulai menyisihkan laba untuk bayar utang dan memutarnya untuk menambah kuantitas produksi. Nah, sekarang ini Kipasoak masuk di tahun ketiga. Dan alhamdulillah, sambutan masyarakat luar biasa ya. Statistik penjualan naik terus. Agenda selanjutnya adalah product developement, upgrade manajemen supaya lebih rapi, dan juga membenahi infrastruktur.

Bersambung :  KIPASOAK: Spirit Lokal, Beraksi Global

Reporter: Revan Zaen / adv

 

BISNIS Pati Sosok UMKM

Filosofi Unik dan Trik Bisnis Ala Owner Cafe & Resto Asy Syifa Goedang Kapoek Juwana

JUWANA. Yuliam Tio Candra, remaja berusia 24 tahun asli Juwana, pengusaha kuliner sekaligus owner Asy Syifa Goedang Kapoek Juwana berbagi trik bisnis dan filosofi bisnisnya. Disela sela acara hunting photo & music accoustic di resto yang tepat berada di depan SMAN 1 Juwana, Mas Tio berbagi trik dan filosofi bisnisnya.

Mas Tio menceritakan bahwa manajemennya selalu melakukan evaluasi utamanya menu. Jika ada hidangan dari pelanggan yang tersisa maka harus ditemukan penyebabnya. Apakah terlalu pedas, asin, atau lainnya. Ini dijadikan evaluasi agar dapat memberikan layanan kepada pelanggannya. Hasilnya, kini mereka merekrut satu profesional chef dan satu bartender agar cita rasanya konsisten.

Satu yang tak pernah lepas darinya adalah doa dan support dari keluarga, terutama ibunya, Hj. Suarsih. Bahkan, sang ibu turun langsung untuk membantu meningkatkan mutu dan layanan cafe dan resto yang tetap mempertahankan nama Goedang Kapoek, di bangunan peninggalan Belanda ini.

Mas Tio dan Ibu Sih, kompak jalani bisnis kuliner di Juwana melalui cafe dan resto Asy Syifa Goedang Kapoek Juwana

Kepada wartaphoto.net, Ibu dan Anak ini kompak tentang filosofi bisnis yang dianutnya utamanya cara memandang keberadaan kompetitor bisnis.

“Sebenarnya siapapun yang masuk ke dunia bisnis pasti menginginkan keuntungan. Terlebih bisnis kuliner di Juwana dan Pati yang saat ini sedang bergeliat. Namun, kita tidak mengejar harus memenangkan persaingan. Tidak itu. Kita ingin sama sama jalan, sama sama laku, wong rejeki sudah diatur oleh Gusti Allah,” ungkap ibu Hj. Suarsih (Bu Sih) tentang filosofi bisnisnya.

“Kami mendapat banyak pengalaman dan saran juga kritik dari pelanggan sehingga kami lakukan berbagai inovasi seperti merenovasi tempat yang kini menjadi asri, dengan tata dekorasi dan lampu yang menarik namun tetap nyaman,” kata Mas Tio

Resto yang direnovasi ulang oleh dekorator profesional dari Punk Nggonane Art, Raci Batangan ini, juga ditambahkan fasilitas bermain anak yang aman, live musik tiap malam minggu, juga fasilitas hotspot yang memadai untuk pelanggan. Nama Asy Syifa sendiri dipilih mas Tio supaya bisa menjadi tempat yang menyembuhkan dan menyegarkan kembali sesuai arti As Syifa adalah obat.

“Alhamdulillah sudah selesai direnovasi, kini lebih fresh, nyaman untuk keluarga, komunitas, nongkrong dan lainnya. Kedepan, kami akan senantiasa menjaga kualitas makanan, dan pelayanan yang baik. Sehingga cafe dan Resto Asy Syifa Goedang Kapoek ini bisa dikenal oleh masyarakat bahkan tidak hanya Juwan, tapi juga luar daerah,” terang mas Tio.

Resto dan Cafe Asy Syifa Goedang Kapoek ini buka mulai pukul 11.00 WIB hingga 22.00WIB. Tersedia berbagai makanan khas bakaran dengan bumbu trasi Juwana yang dikenal sedap. Menu favorit pengunjung diantaranya nasi goreng, iga bakar, ikan bakar, dorang kerapu, gurame, dorang juga sejumlah chinese food seperti kwetiaw, sapo tahu, bakmi. Sementara minuman di Asy Syifa Goedang Kapoek sangat lengkap dan variatif.

“Kami ingin dikenal masyarakat hingga luar daerah kalau di Juwana juga ada cafe dan resto segala usia yang tempatnya nyaman, asri, enak dan terjangkau,” pungkas Mas Tio, disertai anggukan dari sang Ibu.

Reporter: Nafir, Arton

Editor: Revan Zaen

BISNIS Inspirasi Bisnis Sosok

Ainur Rosyidah Owner Brand Pilasophia, Nikah Muda Lalu Rintis Usaha Bermodal Sisihkan Uang Belanja

Tren busana muslim yang terus bergeliat ternyata menjadi celah usaha bagi Ibu rumah tangga berputri satu ini. Adalah Ainur Rosyidah (24th) pemilih brand pilasophia yang memproduksi busana muslimah nan simpel elegan ini berkisah pada wartaphoto.net tentang awal mula membuat brand pilasopia.

Sekilas, model model desain pilasophia memiliki kemiripan dengan desainer desainer busana muslimah ternama seperti Ria Miranda, Jenahara, mapun Dian Pelangi. Sama sama memilih polanya simpel elegan. Meski demikian, harga yang dipatoknya jauh lebih terjangkau.

Ainur Rosyidah dan suaminya

“Awalnya dulu pertengahan semester 3 kuliah di UII kemudian disuruh pulang orang tua untuk nikah. Ya nikah muda lah istilahnya. Nah, yang namanya masih muda kan ya jiwannya nggak mau stagnant, langsung jadi ibu rumah tangga saja. Apalagi basicnya orang tua juga wirausaha semua,” tutur Ainur.

Wanita yang kini tinggal di Growong Kidul Juwana ini hanya mengikuti passion yang ada di dirinya.

“Dulu lihat mbak mbak cantik cantik, busananya bagus bagus, itu beli bajunya dimana ya. Trus kalau saja lihat lihat kain, lihat lihat baju baju kok seneng ya, terus saya ikuti passion itu,” lanjutnya

Wanita yang kini tercatat masih menjadi mahasiswa Universitas Muria Kudus jurusan Psikologi ini awalnya hanya menjadi reseller busana busana muslimah ternama dari rumah maizan.

“Ya aku lama lama berfikir, kenapa nggak sekalian aja aku produksi sendiri, desainku sendiri lalu aku masukkan kesitu, biar mereka yang mendistribusikan,” kata ibu dari Ahla Shofia Azhar

“Produk pilasophia sendiri mengambil segmennya anak kuliah hingga ibu-ibu yang style nya tetap muda nggak keibu-ibuan banget. Warnanya khas pilasophia nggak mencolok. Kalau nggak hitam, gradasi ke coklat, pokoknya warna-warna kalem gitu.Kalaupun memakai  warna terang tapi tetap yang nggak mencolok misalnya kuning mustard. Karena aku sendiri nggak suka ya”, kata wanita yang bersuamikan Muhammad Shiddiq Zuhdi, Dosen Universitas Ma’had Ali Sarang Rembang.

Dirinya memilih pangsa anak muda dan ibu ibu yang punya selera elegan dan nggak suka warna warna yang norak. Menurutnya, Ibu ibu yang nge hits itu untuk acara yang nggak formal itu suka yang kalem.

Owner brand pilasophia berfoto di depan kediamannya

Penjulan produk produk pilasophia mengutamakan online sehingga bisa menjangkau seluruh Indonesia. “Kalau yang offline ya sekitar juwana saja. Tapi utamanya memang online. Kami terus inovasi,mimpi saya akan dimiliki seluruh wanita di Indonesia. Pun kalau misalnya offline kan budget juga harus besar, desain interior, cari yang jaga.  Makanya kami juga mulai menganggarkan iklan buat ngangkat (brand pilasophia-red),” jelasnya sambil menunjukkan salah satu akun penjualan di Instagram dengan nama pilasophiastore

Ditanya tentang rencana membuat penjualan offline Ainur mengungkapkan bahwa ada rencana membuka tapi di Pati kota. Jadi minat pasar dan desainku lebih banyak.

Uniknya, wanita yang suka berselancar di pinterest dan instagram  ini ternyata awalnya tidak menganggarkan khusus modal untuk mengawali usaha.Pun tak meminjam modal dari perbankan. Dirinya hanya mengumpulkan keuntungan sebagai reseller. Namun modal utama sesungguhnya ada dari menyisihkan uang belanja yang diberikan suaminya.

“Ya kalau dikasih uang belanja suami, sisanya saya investasikan ke pilasophia, lama-lama ya berkembang. Karena saya yakin, uang dari nafkah suami itu ada berkah di dalamnya,” tuturnya.

 

Reporter: Nafir, Arton

Editor: Revan Zaen

Olahraga Pati Sosok

Pacu Prestasi Tenis, Pelti Pati Support Atlit, Pelatih, dan Klub dengan Dana dan Peralatan

PATI – Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kabupaten Pati memberikan bantuan uang tunai dan sarana latihan kepada para atlit junior, pelatih, dan pengurus tim tenis di Bumi Mina Tani yang berprestasi. Pemberian bantuan itu diharapkan mampu mendongkrak semangat para pegiat tenis agar lebih meningkatkan prestasinya.

Ketua Pelti Pati, Joni Kurnianto mengatakan, pemberian bantuan stimulan ini adalah untuk mengapresiasi para atlit muda yang mendapatkan juara dalam ajang nasional maupun internasional. Selain itu, dikatakan juga bahwa mulai tahun ini Pelti Kabupaten Pati akan rutin menggelontorkan bantuan stimulan kepada para atlit, pelatih, dan klub yang berprestasi.

“Setiap tahun kita akan menganggarkan bantuan sebesar 50 juta rupiah. Tidak hanya uang tunai saja, bantuan itu juga berupa peralatan untuk latihan,” jelasnya.

“Ada 12 atlit tenis junior, 5 pelatih, dan 1 klub yang sudah membanggakan kabupaten Pati. Maka dari itu kita mengapresiasi mereka dengan memberikan bantuan ini,” ungkap Joni setelah memberikan bantuan di Kantor DPRD Pati, Rabu (27/12).

Petenis junior dari Kabupaten Pati memang kerab mendapatkan juara dalam berbagai ajang. Bahkan belum lama ini, Petenis junior Pati berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah kejuaraan internasional yakni The Perlis International Junior Tennis Championship 2017, di Perlis Malaysia, dan dalam laga bertajuk Hatyai International Junior Tennis Championship 2017 di Hatyai, Thailand, belum lama ini.

Dalam laga bergengsi tersebut, Diah Ayu Novita Yosri Saputri (14) yang tercatat masih duduk di SMP Negeri 1 Margoyoso, Pati, mampu bermain apik dan menumbangkan pemain Negeri Jiran, Iman Shuhada Bt Abdullah, dan berhasil mengantongi Juara II dengan skor tipis, 7 – 6, 4 – 6 dan 6 – 7 di The Perlis International Junior Tennis Championship 2017

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

Berita Sosok

Pupuk Toleransi dan Kerukunan Antar Umat Beragama, Komunitas Lintas Agama Meriahkan Natal di Kelenteng Hok Tik Bio Pati

PATI. Ada hal yang berbeda dengan perayaan natal di Pati. Sejumlah komunitas lintas agama dari Muslim, Kristen, Hindu dan Budha bersama sama melakukan bakti sosial (Minggu, 24/12/17).  Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memupuk toleransi dan meningkatkan kerukunan umat beragama. Kegiatan yang diisi dengan bagi-bagi sembako dan alat tulis gratis ini dihadiri pula tokoh nasional anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Firman Soebagyo, serta tokoh komunitas Gusdurian yakni Kyai Happy dan Edy Kubota.

Dalam sambutannya, Firman sampaikan tujuh makna natal. Bahwa natal adalah Pengorbanan, Solidaritas, Kesederhanaan, Universal, Sukacita besar, Penggenapan dan Kemenangan.

Bagi Firman, bergabung dalam natalan bersama ini tidak sekedar berbagi sembako dan hadiah tetapi natalan kali ini mempunyai makna besar yaitu sebagai perwujudan sebagai anak bangsa yg mempunyai rasa tanggung jawab utk menjaga dan melestarikan kebhinekaan dan keanekaragaman suku bangsa ini.

“Hal ini menjadi penting karena ditengah semakin melemahnya pemahaman dan pengamalan Idiologi negara Pancasila kepada warga masyarakat dan perpecahan antar warga, antar umat beragama dan antar etnis akibat perhelatan politik pilkada akhir-akhir ini,” tutur Firman.

Disamping itu, Firman juga melihat ternyata masih banyak umat nasrani/ kaum kristiani yang juga hidupnya masih dibawah garis kemiskinan. Tentunya di hari yang penuh kebahagiaan, hari yang penuh dengan toleransi ini saudara dalam kemanusiaan ini juga membutuhkan sentuhan dan perhatian.

“Kalau di hari Raya Iedul Fitri kita umat muslim bisa berbagi kasih menyisikan sebagian rezekinya kepada warga kurang mampu, maka  di hari natal ini tidak ada salahnya kita melakukan hal yang sama. Menyisihkan sebagian rezeki kita, untuk dibagikan kepada sesama,” tambah Firman.

“Tentunya tidak mudah bagi siapapun untuk mau melangkah  dan melakukan ini karena memerlukan kesadaran yang tinggi dan keterpanggilan hati. Kita sebagai putra asli daerah tidak bisa hanya tinggal diam saja tapi kita harus berbuat,” pungkas Anggota DPR RI dari FPG yang juga Ketum IKKP ini.

Reporter: Nafir

Editor: Revan Zaen

Berita Rembang Sosok

Pesan Bijak Bu Susi Saat Kunjungi Pertunjukan Seni Budaya di Rembang Bikin Trenyuh

REMBANG. Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti dan rombongan hadiri acara pagelaran seni budaya bahari di alun alun rembang, rembang kamis 7 Desember 2017. Begitu bu susi tiba di alun alun Rembang, sambutan masyarakat Rembang luar biasa meriahnya.Sebelumnya, Bu Susi mengunjungi kediaman Gus Mus Pondok Pesantren Raudlatul Thalibin, Leteh, Rembang sebelum ke lokasi pagelaran.

Acara yang dibuka untuk masyarakat umum, termasuk para nelayan yang ada di rembang. Banyak warga yang minta berfoto group dengan Menteri yang dikenal nyentrik ini. Salah satu momen unik khas Susi Pudjiastuti  terjadi saat acara seni teatrikal dibawakan sekelompok komunitas saat memperagakan gerakan dengan di iringi lagu Michael Jackson. Bu Susi bahkan mempersilahkan anak anak kecil ikut menari bersama.

Acara puncaknya adalah pagelaran wayang kulit di Alun Alun Rembang dengan Dalang Ki Enthus Susmono yang juga Bupati Tegal. Bu Susi menyerahkan secara simbolis wayang Werkudoro kepada Ki Dalang Enthus.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyambut hangat hadirnya sejumlah tamu tokoh nasional ini.

“Terima kasih Bu Susi Pudjiastuti beserta rombongan, bapak gubernur, kepala dinas kelautan, para nelayan yg saya hormati dan saya banggakan. Termasuk juga bapak Bupati Tegal yg hari ini sebagai dalang. Ki Enthus penghasilan tetapnya adalah dari dalang. Sedangkan sebagai bupatinya adalah samben (sampingan-red). Kenapa? karena tarifnya dalang 200 jt lebih, kalau gaji bupati hanya 6,3 jt.

Tak lupa Bupati Rembang mempromosikan demografi wilayah rembang secara singkat. “Perlu kami sampaikan bahwa di Rembang ini wisata terbesar panjang lautnya 63 Km .Penduduknya 30% hidup dari nelayan terdiri dari 14 kec 294 desa/kelurahan. mudah mudahan kehadiran beliau ini dapat menambah kesejahteraan,” kata Bupati Rembang

Motif Ikan

Sementara Gubernur Ganjar Pranowo lebih tertarik mengomentari kostumnya yang bermotif laut dan ikan.

“Saya kesini mengantarkan Bu Susi yang tadi datang ke semarang, menculik saya, untuk dibawa ke Rembang untuk bertemu masyarakat rembang yang bahagia.Paling sing sedih utange akih,” kata Ganjar yang disambut tawa pengunjung.

Tadi saya bonceng helikopternya Bu Susi motret dari atas banyak kapal-kapal tertata rapi, lalu ada pulau kecil yg bagus sekali. Bu Susi pesan ke saya kalau provinsi harus turun tangan membantu kesulitaan nelayan. Kemudian,  bahwa batik saya hari ini bergambar ikan, ya karena “diancam” Bu Menteri. Kalau pak Ganjar tidak pakai baju yang gambar ikan, tenggelamkan!” imbuhnya yang kembali disambut riuh penonton.

Pagelaran seni dan budaya ini disebut Susi Pudjiastuti sebagai sebagai tanda syukuran. Syukuran atas berdaulatnya laut indonesia. Susi menyebut bahwa ribuan kapal asing yang bertahun tahun mencuri ikan dilaut Indonesia sudah pergi.

“Masih ada setengahnya yang masuk dan mencuri. Dalam pimpinan Pak Jokowi semua instansi bersatu. Saya dibantu satgas 115 selain saya menjadi menteri KKP juga komandan satgas 115 yang menangani. Masalah pencurian ikan oleh kapal asing. Alhamdulillah lebih dari 10ribu kapal asing kita tenggelamkan,” kata Susi

“Menenggelamkan kapal bukan ide saya, bukan ide siapa-siapa. Tapi itu amanah UUD. Sekarang saatnya kita berdaulat di bidang maritim. Pak presiden sudah bantu dengan Perpres 44 dimana asing tidak boleh lagi tangkap ikan di wilayah indonesia,” sambungnya.

Menteri yang dikenal berpenampilan nyentrik ini juga menitipkan pesan bijak bagi masyarakat. Jikalau warga melihat kapal asing di laut Indonesia segera laporkan.

“Saya tahu policy kami tidak disukai, tapi demi masa depan bapak-bapak, demi bisnis bapak-bapak,  bukan untuk saya, selesai jabatan saya selesai. Saya menjadi menjadi menteri menganbil langkah untuk rakyat untuk bangsa, bukan untuk pribadi. Saya titipkan laut kepada bapak ibu rakyat mahasiswa ormas partai politik, semua yg merasa sebagai bangsa Indonesia, demi bangsa demi rakyat kita tidak boleh takut,” pesan Bu Susi

 

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Pati Sosok

Dandim Pati, Letkol Andri Amijaya Dirotasi. Selama Menjabat Dinilai Banyak Prestasi

SALATIGA – Bertempat di aula Komando Resor Militer 073 Makutarama (Korem 073/Mkt ) Salatiga Jawa Tengah, Rabu ( 07/12/2017) dilaksanakan upacara serah terima jabatan (Sertijab) ditubuh TNI AD. Salah satu diantaranya Komandan Kodim 0718/Pati dari Letkol Inf Andri Amijaya Kusumah S.Sos kepada Letkol Arm Arif Darmawan S,Sos,MM .

Dalam sambutannya, Komandan Korem 073/Mkt Kolonel Inf Joni Pardede S.Sos, M.M menjelaskan bahwa pergantian pejabat di lingkungan TNI AD, merupakan suatu hal yang biasa dalam upaya pembinaan organisasi guna menciptakan suatu iklim kerja yang baik dan produktif serta berdaya guna maksimal.

“Rotasi jabatan dalam organisasi TNI AD juga merupakan suatu proses regenerasi yang diharapkan dapat membawa perubahan yang semakin baik dan perkembangan yang diharapkan dalam upaya pencapaian tugas pokok satuan,” tukasnya.

Sertijab Komandan Kodim 0718/Pati dari Letkol Inf Andri Amijaya Kusumah S.Sos kepada Letkol Arm Arif Darmawan S,Sos,MM .sebagai Kodim 0718/Pati

Selain Komandan Kodim 0718/Pati, dalam rotasi jabatan ditubuh TNI AD pada pagi tadi juga terjadi pada Dandim 0716/Demak, Dandim 0717/Purwodadi, Dandim 0719/Jepara, Dandim 0720/Rembang, Dandim 0721/Blora, Kepala Seksi operasi Korem 073/Mkt dan penyerahan tugas dan tanggung jawab kepala seksi logistik korem 073.

Pada kesempatan ini komandan korem 073/mkt mengucapkan selamat kepada para komandan kodim yang telah diberi amanat dan mengemban tugas dan tanggung jawab yang baru.

“Saya mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung di Korem 073/Makutarama serta selamat atas kepercayaan yang diberikan TNI AD untuk mengemban tugas dan tanggung jawab pada jabatan yang baru, dengan harapan semoga dimasa yang akan datang satuan yang dipimpin akan lebih baik, lebih maju, dan senantiasa dapat mempersembahkan karya terbaiknya untuk TNI AD serta bangsa dan Negara yang kita cintai ini.” ucap Danrem 073/makutarama.

Letkol Andri memimpin wilayah teritorial Pati selama 20 bulan setelah dilantik pada 26 Februari 2016 lalu. Salah satunya, penghargaan di bidang ketahanan wilayah dengan predikat Adi Manunggal Utama yang diberikan Kasad Jenderal TNI Mulyono

Sertijab Komandan Kodim 0718/Pati dari Letkol Inf Andri Amijaya Kusumah S.Sos kepada Letkol Arm Arif Darmawan S,Sos,MM .sebagai Kodim 0718/Pati

Selama menjabat sebagai Kodim 0718 Pati dikenal merangkul semua kalangan dengan berbagai gebrakan inovatif. Tak hanya bidang pemerintahan saja namun olahraga, sholawat, pecinta flora fauna, penggiat seni, sejarawan, hingga fotografi semuanya dirangkul untuk bersama membuat Pati menjadi lebih baik. Selamat bertugas di tempat baru Komandan! Semoga sukses selalu.

 

Foto: Arton

Editor: A.Muhammad

 

Sosok

Firman Subagyo Buka Pameran Seni Komunitas Bajigur di Gedung Joeang Pati

Pati. Komunitas Seniman Bajigur gelar pameran expo yang bertempat di Gedung Joeang jalan Panglima Sudirman Pati tanggal 10 November 2017 hingga tanggal 18 November 2017 gratis untuk semua pengunjung.

Acara yang dibuka oleh anggota DPR RI Firman Subagyo pada Jumat malam lalu ini berhasil membuat pengunjung membludak. Acara ini sekaligus memperingati hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November.

 

Dalam pidatonya Firman Subagyo sangat mengapresiasi kepada para seniman diseluruh pelosok tanah air, khususnya seniman-seniman Pati yang mampu ikut serta mengisi kemerdekaan dengan profesi masing-masing.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Tentunya kalau kita bicara pahlawan jaman sekarang tidaklah yang membawa bambu runcing hingga berlumuran darah. Akan tetapi pahlawan-pahlawan dalam bentuk lain antara lain adalah seniman-seniman kita, para ahli dibidangnya masing-masing,” tuturnya

“ini adalah pahlawan-pahlawan garda terdepan termasuk pahlawan bangsa. Mari kita berikan apresiasi kepada para seniman diseluruh pelosok tanah air. ini menunjukkan bahwa kepedualian mereka untuk membangun Indonesia lebih baik.” jelas Firman yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP)

Selain menghadirkan seniman-seniman lokal, Pameran seni yang mengambil Tema ” Dhangkel – dangkel podho semi,” juga diikuti seniman- seniman dari berbagai daerah, yang tergabung dalam kelompok seniman bajigur.

Diantara seniman rupa daerah yang ikut pameran dan karyanya pernah ikut pameran di luar Negeri adalah Aryo Bimo pameran di Perancis dan Ardy Susanti pameran di Dallas Amerika Serikat.

Usai membuka acara, Firman Subagyo diberikan kesempatan untuk menggoreskan kuas pada kanvas kosong yang kemudian dilanjutkan olah para seniman daerah hingga menjadi sebuah gambar yang nyata.

“Ini adalah kolaborasi perform lukisan, tiba-tiba disuruh melukis dikanvas kosong tapi diawali dari coretan pak Firman Subagyo yang kemudian dilanjutkan teman-teman antara lain mas Fathur, Anton, saya sendiri Aryo Bimo, sampai selesai kira-kira setengah jam” tutur Aryo Bimo seniman asal Wonogiri.

Aryo Bimo berharap agar kegiatan ini terus menggeliat dilakukan terus-menerus tanpa henti agar nanti pelaku-pelaku seni daerah itu sendiri punya potensi besar sehingga nanti bisa dilihat dunia.

 

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen