Kategori: UMKM

Permalink ke Bupati Resmikan Prasasti Bapak Pendidikan Kabupaten Pati, Mathias Soegijono (Pak Giek)
UMKM

Bupati Resmikan Prasasti Bapak Pendidikan Kabupaten Pati, Mathias Soegijono (Pak Giek)

Bupati Pati Serahkan Piagam Penghargaan Bapak Pendidikan Pati Kepada Pak Giek (Mathias Soegijono) yang diterima ahli warisnya. Foto: Humas Setda Pati

PATI. Bupati Pati Haryanto, meresmikan prasasti Mathias Soegijono atau biasa disebut Pak Giek di halaman Hotel Pati, Jum’at (21/7). Pak Giek adalah perintis pendidikan menengah pertama di Kabupaten Pati.

Pak Giek adalah pendiri SMP Rendole yang dilanjutkan dengan merintis pembangunan SMP Negeri Pati (kini SMP Negeri 1 Pati). Beliau memiliki komitmen tinggi untuk mencerdaskan anak- anak di wilayah Pati dan sekitarnya, di tengah masa penjajahan kolonial Belanda dan Jepang.

Atas jasa- jasanya itulah, Pemerintah Kabupaten Pati, melalui Bupati Pati Haryanto memberikan piagam penghargaan sebagai Pejuang dan Bapak Pendidikan Kabupaten Pati yang diterima langsung oleh keluarga besar almarhum Mathias Soegijono.

“Tanpa perjuangan dari Pak Giek, para murid di zaman tersebut, pastinya tidak akan mendapatkan pendidikan yang layak. Karena perjuangan beliaulah, dibangun SMP Rendole, sikal bakal dari SMP Negeri 1 Pati di era penjajahan Jepang yang ada di Kabupaten Pati,” kata Bupati Haryanto.

“Dari kegigihan beliau mendidik anak- anak Pati, dapat menghasilkan siswa siswi yang berprestasi. Tidak hanya sebatas di Pati saja, namun bisa sukses hingga di tingkat nasional. Dan karena pendidikan karakter yang beliau ajarkan, para alumninya tidak melupakan jasa Pak Giek sebagai pejuang yang telah mencerdaskan mereka,” terang Bupati.

Michael Sumariyanto, putra pertama alm Pak Giek,  keluarga besar Pak Giek berterima kasih atas peran alumni SMP Negeri 1 Pati bersama Pemkab Pati, yang telah membangun prasasti dan memberikan penghargaan kepada Pak Giek sebagai pejuang pendidikan Pati. Perjuangan beliau untuk tetap bertahan dan mengajar di Kabupaten Pati, sebagai upaya untuk memberantas kemiskinan dan kebodohan  pada masa itu.

Biodata Pak Giek / Mathias Seogijono. Foto: Humas Setda Pati

Ia berharap melalui prasasti ini, para generasi pengajar muda di Kabupaten Pati dapat meneruskan perjuangan beliau untuk mencerdaskan putra putri daerah sekaligus mencintai tanah air.

“Dengan memimpin aubade lagu perjuangan setiap upacara 17 Agustus di Karesidenan Pati, Bapak mengajarkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air kepada siswa SMP dan SMA di jaman itu,” kenang Sumariyanto.

Marsekal Muda TNI (Purn) Sri Diharto, sebagai alumni SMP Negeri 1 Pati dan salah satu pemrakarsa dibangunnya prasasti ini mengisahkan, sosok Pak Giek sebagai guru yang mampu mengobarkan  semangat bagi para muridnya, untuk terus belajar meskipun di tengah keterbatasan. Konsistensi beliau yang lebih memilih menjadi pengajar di Pati, daripada menerima jabatan yang lebih tinggi di tingkat pusat, menjadikan para murid menaruh hormat dan segan terhadap beliau.

“Melalui peresmian prasasti ini, kami berharap Pemkab pati untuk meneladani perjuangan beliau, untuk fokus dan memajukan bidang pendidikan di Kabupaten Pati, sebagai bekal bagi pembentukan sumber daya manusia di Kabupaten Pati demi kemajuan daerah ini di masa mendatang,” pesannya

Permalink ke Expo Koperasi dan UMKM 2017 di Joyokusumo, Pestanya Pelaku Ekonomi Rakyat Pati
BISNIS, UMKM

Expo Koperasi dan UMKM 2017 di Joyokusumo, Pestanya Pelaku Ekonomi Rakyat Pati

Bupati Haryanto angkat pamelo bageng, salah satu produk umkm asli pati yang ikonik

PATI – Gelaran Expo Koperasi Dan Bazar UMKM yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten Pati berlangsung meriah. Agenda besar bagi pelaku UMKM di Pati ini dalam rangka memperingati hari koperasi ke 70 ramai dikunjungi ribuan masyarakat.

“Dalam bazar ini ada 140 unit usaha baik flora fauna, Konfeksi , Kerajinan dan batik serta produck unggulan Kab Pati, dan juga usaha UMKM,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten Pati, Singgih Purnomojati

potong pita pembukaan expo UMKM 2017

Lebih lanjut, Singgih Purnomojati  saat ditemui setelah pembukaan bazar di halaman parkir stadion Joyokusumo Pati, Sabtu (17/06) mengatakan bahwa Antusias masyarakat yang hadir lantaran ingin berburu produk unggulan dan produk murah dari para UMKM di Pati

Keberadaan Expo tahun ini yang bertepatan dengan menjelang lebaran juga sangat membantu menstabilkan ekonomi, yang biasanya harga kebutuhan Pokok naik. Karena dalam expo ini juga ada yang menjual berbagai kebutuhan pokok.

Selain menjual berbagai produk dalam expo tahun ini pihaknya juga membuat berbagai kegiatan yang bisa diikuti oleh semua lapisan masyarakat.

“Ada berbagai acara yang menarik , donor darah, olah raga, santunan anak yatim dan berbagai lomba yang akan menjadi daya tarik dari pagelaran ini,” imbuhnya.

salah satu stand kreasi flora dan kreasi busana daur ulang sampah

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto yang hadir langsung mengatakan, bahwa Kegiatan seperti ini sangat bagus karena bisa mempromosikan produk unggulan Pati.

“Kita mempunyai banyak produk yang bagus, dengan adanya bazaar seperti ini yang tidak tahu produk unggulan Kabupaten Pati bisa menjadi tahu,” pungkasnya

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

Permalink ke CR Collection Adakan Kuis Rejeki Ramadhan Via Instagram Berhadiah Jilbab Eksklusif
BISNIS, UMKM

CR Collection Adakan Kuis Rejeki Ramadhan Via Instagram Berhadiah Jilbab Eksklusif

PATI. Berkah ramadhan identik dengan berbagai amal baik dan serba teratur. Tak terkecuali CR Collection. Toko online yang khusus menyediakan Jilbab baik Branded, ArRafi, Syar’i, Pashmina maupun segiempat ini berbagi kebahagiaan dengan mengadakan Quis berhadiah jilab.

“Iya, ini nanti akan diundi tiap 5 hari sekali, kami sediakan 3 paket jilbab eksklusif untuk pelanggan, teman, terkhusus follower di Intagram @crcollectionhijab” Kata Machmudah, Owner CR Collection hijab.

Mengenai persyaratan mengikuti Kuis dirinya menjelaskan bahwa persyaratannya tentu follow instagram @crcollectionhijab lalu ada repost banner kuis tiap periode, jawab pertanyaanya, dan tag 7 teman instagram peserta.

Toko online yang memakai model sendiri dan stok asli (real stock) ini dikenal memiliki jangkauan penjualan di seluruh Indonesia.

“Berbagai kota, berbagai pulau menjadi pelanggan kami. Selain order jilbab mereka juga order gamis, babydoll, dan baju hamil. Karena memang busana khusus wanita muslimahlah segmen pemasaran kami.

crcollection yang beralamat di Ds. Tambahmulyo RT 08 RW 03 ini sudah berdiri mulai 2013 ini konsisten mengandalkan penjualan via online.

“Biar praktis saja mas, ini kan foto yang kami upload di penjualan kami produksi sendiri jadi tidak usah ragu apakah stoknya ada apa tidak. Kalau sudah diupload dengan logo CR Collection ya ready. Namun untuk ketersediaan warna jika masih ragu bisa menggunakan berbagai media penjualan kami” imbuh Machmudah.

Beberapa lini masa yang digunakan untuk menawarkan produk cr collection diantaranya:

 

*adv

 

Permalink ke Pasar Pragola Terus Berbenah. Masih Sepi?
Pati, UMKM

Pasar Pragola Terus Berbenah. Masih Sepi?

PATI. Kondisi Pasar Pragola Pati yang merupakan sentra produk unggulan dari UMKM di Pati mulai berbenah. Paling mencolok, tembok depan yang terlalu tinggi terpaksa digempur supaya lebih terlihat humanis dan menarik minat calon pengunjung. Kini, etalase produk sudah bisa nampak dari depan. berbagai pembenahan ini merupakan evaluasi dari kritik dan saran masyarakat agar Pasar Pragola bisa ramai.

“Ya supaya lebih nampak dari luar mas, supaya lebih menarik” Ujar Riyoso, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan  Kab.Pati.

Namun, apakah masih sepi?

Pasar yang memang dibangun untuk mempromosikan UMKM ini memang didesain tidak seperti pasar tradisonal yang menyediakan kebutuhan pokok seperti bumbu dapur dan sembako, jadi memang kondisinya tidak seperti pasar tradisional. Pasar yang dibangun dengan dana Rp. 12 miliar ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti kamar mandi,toilet,mushola, serta memiliki tempat parkir yang luas. Produk andalannya berupa sandang (pakaian, batik, kaos, dll) , kerajinan, dan  kuliner masih menjadi andalan.

Keberadaan pasar pragola, kata Riyoso, untuk memudahkan pengunjung luar daerah yang ingin mencari produk khas Pati dengan lebih menghemat waktu.

Sulistiani, bagian administrasi sandang Pasar Pragola menuturkan omsetnya masih menjanjikan.
“Omset harian masih sekitar 800Rb – 2Juta perhari. Tapi kalau ada expo atau acara bisa mencapai 10 juta per hari” Kata Sulistiani.

“Batik tetap primadona mas. Paling laris.” imbuhnya

Sementara itu, Dosen FH UNDIP, Nurrohaiti yang menyempatkan berkunjung jauh jauh dari  Semarang karena rekomendasi teman teman yang berasal dari Pati.

“Warga luar daerah, kalau mau ke Pati pasti mencari informasi. Ada apa saja yang khas dan unik di Pati dan didapat dimana. Nah, kebetulan teman teman dari Pati merekomendasikan Pasar Pragola. Ya sangat representatif dan nyaman” Ujar Nurrohaiti

Tak berbeda dengan Nurrohaiti, Tutik, pengunjung dari Semarang memberikan kesannya atas kunjungan perdananya di Pasar Pragola ini.

“Ini menarik. Produk apa yang ada di Pati bisa di dapat dari satu lokasi, dan harganya terjangkau. Komplit dan tertata. Kualitas cukup. Nyaman. ” Ungkap Tutik.

Weeked Seru

Tasyakuran ulang tahun Pasar Pragola yang pertama

Diusianya yang baru menginjak satu tahun, memang sulit untuk menilai berhasil dan tidaknya target pasar pragola ini. Namun, berbagai gebrakan mulai bisa membuat geliatnya makin berdenyut. Mulai dari glantengan manuk (kontes burung) yang rutin dilakukan, konser musik, aneka lomba seperti lomba mewarnai, lomba menyanyi, hingga fashion show rutin digelar ditempat ini. 

Rencananya, di Pasar pragola akan diperbanyak Payung lebar khas kafe di halaman serta sejumlah gazebo agar makin asik untuk nongkrong anak muda. Terlebih lokasinya tak jauh dari kran melayang yang ikonik dengan Pati.

“Kalau pengin melihat pasar pragola ramai pengunjung, silakan datang di Sabtu Minggu” Ujar Muryati, pemilik aneka panganan olahan kelor di Pasar pragola.

Yang masih menjadi catatan adalah nama “pasar” dimana beberapa warga menyebutnya kurang pas. Mengenai hal tersebut Riyoso berikan penjelasan.

“Sementara ini masih pakai nama Pasar Pragolo mas. Kedepan coba nanti kita sesuaikan. Itu namanya bisa swalayan. Tapi pengertian swalayan juga kurang pas. Mungkin yang pas ya Sentra produk unggulan. Tapi kita evaluasi berkala dulu” Ujar Riyoso melalui whatsaapnya

Reporter: Arton, Zaenal

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Alasan Menteri Perhubungan Memesan 100 Kapal Seharga 2M/Unit Ke Juwana
BISNIS, UMKM

Alasan Menteri Perhubungan Memesan 100 Kapal Seharga 2M/Unit Ke Juwana

Menhub, Budi Karya didampingi Kapolda Jateng dan Bupati Pati meninjau industri galangan kapal di Juwana

Juwana. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumardi datang ke Juwana Kamis Kemarin (23/03). Pihak Kementerian Perhubungan yang datang ke Juwana disambut Bupati Haryanto hendak meninjau industri perkapalan di Juwana.

Dirinya akan memesan 100 kapal di sejumlah tempat pembuatan kapal. Beberapa diantaranya di kerjakan di Juwana, Kabupaten Pati.  Ditanya mengenai alasannya mengapa memilih Juwana padahal rata rata pengerjaannya masih tradisional, Budi Karya menjawab.

“Saya mendengar kalau Juwana itu jago bikin kapal, menggunakan kayu merbau berkualitas. Dan  ternyata kapalnya setelah saya cek sendiri bagus banget. Proses pengerjaannya juga bagus. Tidak banyak orang yang bisa. Kemenhub memesan 100 kapal dan nanti berkelanjutan” Kata Budi Karya.

Kapal berjenis kapal logistik ini dibuat secara masal dengan dua tujuan. Pertama,Industri perkapalan jadi bagus. Kedua, pelayaran rakyat jadi bagus sehingga konektifitas logistik antar daerah menjadi bagus.

Menhub berbicang dengan nelayan warga

Kapal tersebut akan diberikan kepada Pemda atau yayasan yang utamanya dikawasan Indonesia timur.  Kapal berukuran 35 gross ton ini dianggarkan per kapal maksimal 2 milyar.

“Kapal ini tidak untuk kapal penangkapan ikan, jadi bentuk dan kelengkapannya lebih sederhana. Ukurannya pun berbeda dengan standart kapal penangkap ikan” lanjutnya.

“Itu nanti spec-nya berbeda. Kalau kapal-kapal yang ada sekarang lengkap dengan alat tangkap, dan lampu-lampunya. Sedang kapal angkut penumpang tidak ada apa-apanya. Ibarat bikin kapal dikasih mesin sudah jadi,” katanya.

Sementara itu Bupati Pati Haryanto menyambut baik rencana pembuatan kapal pesanan Kemenhub di Juwana ini. Bupati asal Raci Batangan ini memiliki sejumlah harapan.

“Seperti yang tadi disampaikan Pak Menteri (Menhub –red) yang akan mengkaji tentang menumbuhkan kembali pelabuhan niaga di Juwana tentu kami sangat berharap akan terwujud. Dulu, sebelum tahun 1995 Juwana masih kuat sekali jalur perniagaan logistik melalui Juwana namun sekarang pindah ke Surabaya dan Semarang” Ujar Bupati Haryanto.

Menhub didampingi Bupati Pati dan Kapolda Jateng berdiskusi dengan warga

“Harapan Pemda Pati, semoga nanti Pemda kebagian kapal yang dipesan Kemenhub ini untuk menghidupkan perniagaan logistik lintas pulau. Nanti kita bisa mengirimkan bahan baku perdagangan berupa bahan pangan ke kalimantan, Sumatera dan lainnya. Mereka kesini bawa kayu balik kesana balik bawa sembako, pasir, semen, batu dan lainnya.” tambahnya

Industri galangan kapal di Juwana ada 5 lokasi. Kemampuan dok kapal Juwana membuat kapal tak perlu disanksikan lagi. Beberapa bulan lalu, di dok kapal Juwana pula, Kapal Majapahit untuk museum di Jepang dikerjakan. Industri ini milik perorangan bukan Pemda dan berbadan hukum CV. Pemda Pati sifatnya mendorong agar tetap tumbuh berkembang.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Kisah Inspiratif Pengusaha Olahan Kelor Sukses Asal Kedungbulus Gembong
Inspirasi Bisnis, UMKM, wartaphoto

Kisah Inspiratif Pengusaha Olahan Kelor Sukses Asal Kedungbulus Gembong

Teh Kelor kaya manfaat kreasi dari CV. Mahakarya Mulya

Gembong. Dunia tak selebar daun kelor, namun karena daun kelor, pasangan pengusaha ini bisa ke berbagai daerah.  Rusmani (44th) dan Muryati (41th) adalah pasangan suami istri yang sukses berbisnis olahan pangan berbahan daun kelor. Karena inovasi pangan berbasis kelor ini pula mereka sering dikirim untuk lomba dan kompetisi pangan diberbagai daerah. Dan hampir hampir tidak pernah meleset selalu mendapat penghargaan.

“Ya seperti itu lah kira-kira mas. Karena memang olahan daun kelor salah satu potensi lokal yang kaya nutrisi. Bahkan kandungan nutrisinya melebihi susu dan buah. Khasiatnya juga luar biasa. Penyakit ringan seperti  asam urat, pegel pegel bisa teratasi dengan daun kelor ini secara rutin. Begitu juga dengan kecing manis, liver. asal rutin mengonsumsi kelor namun tetap dengan pantangan-pantangan tertentu” Jelas Muryati.

Berdiri dengan nama CV. Mahakarya Mulya di  Desa Kedungbulus Rt1/Rw1 Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Rusmani dan Muryati mampu menyerap tenaga kerja hingga 150 orang.

“Ya tapi kalau ditanya beraapa jumlah pekerja saya ya cuma ada dua. Laki dan perempuan” Katanya sambil bercanda.

CV Mahakarya sendiri selain fokus di olahan kelor seperti mie kelor, nasi kelor, dodol kelor, coklat kelor, dan teh kelor juga mengembangkan usaha dibidang lain. Usaha budidaya lele sehat, sayur sehat, warung makan sehat, dan pembuatan bantal guling dari limbah garmen.

“Ya punya karyawan segini kalau beli sayuran terus ya boros mas. Ini tiap hari kalau mau masak tinggal metik. Mau lauk tinggal ambil. Sambil kerja, sambil berkreasi, sambil refresing” lanjutnya.

Usaha berbasis daun kelor ini ketika pertama kali dirintis sempat dicibir warga karena biasa untuk pakan kambing.

“Saya ya pede saja mas. Saya sudah browsing tentang manfaat kelor dan ternyata luar biasa. Sedari kecil saya memang sudah dikenalkan dengan kelor oleh orang tua saya dan ternyata kami sekeluarga sehat sahat saja. Makanya, saya dan suami begitu memutuskan berwirausaha di bidang olahan pangan ya langsung memutuskan berbahan daun kelor” lanjutnya.

Kini, berbagai peneliti, UMKM, bahkan mahasiswa yang sedang penelitian hilir mudik ke tempat usahanya.

salah satu sudut kolam lele sehat milik Rusmani dan Muryati

Jatuh Bangun

Pasutri yang menikah pada tahun 1996 ini mengaku pernah memiliki usaha yang terbilang sukses pada tahun 1998. Setelah menikah, uang tabungan mereka berdua dikumpulkan untuk modal membuat usaha makanan ringan dan sari buah bernama UD. Mawar Indah. Berkat ketekunan mereka, usaha yang didirikannya tersebut bisa dengan pesat berkembang. Tidak hanya pasar lokal Pati saja, tetapi luar kota juga banyak yang memesan produknya. Tak hanyal mereka mampu mengerjakan 150 karyawan pada saat itu.

“Saya dan suami dari dulu memang lebih suka berwirausaha. Sehingga setelah menikah kita memutuskan membuat usaha makanan ringan dan sari buah. Pada saat itu tidak hanya menekuni dunia makanan, tetapi juga peternakan dan pertanian,” kenang Muryati.

Tetapi setelah sukses dalam bisnis tersebut, pada tahun 2004 usaha meraka mengalami badai yang sangat luar biasa besar. Hal itu dikarenakan 1,2 milyar rupiah uang mereka hilang karna menanam saham di perusahaan swasta.

“Setelah usaha saya gulung tikar, kita sekeluarga benar-benar jatuh miskin. Bahkan untuk makan sehari hari saja saya harus hutang diwarung,” ungkap Muryati Ibu dari Wahyu, Bintang Sekar, dan Surya.

 

Seiring berjalannya waktu usaha pengolahan limbah garmen miliknya pun mulai bangkit kembali. Sekarang usaha meraka mampu menjangkau pasar hampir diseluruh Jawa Tengah. Tak hanya itu pasar internasional seperti Malesia, Brunai, Hongkong, dan Pakistan pun mulai dirambah.

“Kalau pasar lokal mereka kebanyakan mintanya produk kapas mentah untuk pengganti dakron dan kapuk.  Sedangkan kalau pasar luar negeri mintanya produk jadi seperti bantal, kasur lantai, boneka dan lainya,” ujarnya.

Setiap hari pabrik pengolahan limbah garmennya pun mampu memproduksi kurang lebih 2 ton kapas, sehingga dalam satu hari ada tiga shift kerja. Mereka pun berharap kedepan bisa menambah mesin lagi agar produksi kapasnya bisa meningkat.

“sekarang mesin kami hanya dua, kedepan kita akan berusaha menambah mesin lagi agar bisa meningkatkan produksi,” harapnya.

Pesutri ini pun berpesan kepada kawula muda jika mau menjadi pengusaha harus selalu bersikap sadar dan selalu berfikiran positif. “Jangan takut untuk memulai suatu usaha meskipun dengan modal seadanya. Modal utama bukanlah uang melainkan tekat dan kemauan,” pesan Rusmani

 

 

Permalink ke Ini Dia Panduan Memilih Motif dan Bahan Sofa/ Jok
UMKM

Ini Dia Panduan Memilih Motif dan Bahan Sofa/ Jok

Tips Memilih Motif Sofa/ Jok sesuai dengan budget ala Romeo Jok Juwana

Sofa atau jok adalah salah satu furnitur yang mendukung untuk memberikan kenyamanan untuk Anda. Secara umum, sofa dapat ditempatkan di ruang tamu, ruang keluarga, atau di kamar tidur. Pada dasarnya, dalam memilih sofa yang nyaman, Anda dapat memilih bahan penutup sofa yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Namun, Anda juga harus menyesuaikan dengan gaya dan desain sofa yang digunakan. Apa saja yag hendaknya diperhatikan sebelum berencana membuat/ memesan/ memilih sofa untuk ruang favorit Anda?

  1. Motif atau corak yang Anda pilih akan menentukan kesan yang ditimbulkan terhadap ruangan Anda.  Corak polos akan menampilkan kesan simpel dan luas. Sedangkan motif akan membuat lebih art. Namun ada baiknya untuk tidak memilih motif yang terlalu ramai agar kesan rileks tetap ada.
  2. Hindari warna terlalu mencolok jika tidak menginginkan kesan norak dan panas.
  3. Kombinasi polos dan motif bisa menjadi solusi jika anda menginginkan nuansa yang lebih stylist
  4. Pertimbangkan warna cat dinding ruangan dan lantai Anda. Khusus untuk lantai bisa dimodifikasi dengan penambahan karpet yang serasi.
  5. Pastikan memiliki garansi servis agar ketika ada permasalahan misalnya sobek atau lainnya, dapat diperbaiki dengan kualitas setara.
  6. Untuk menghemat biaya pembuatan, bahan kain dan ketebalannya harus Anda perhitungkan dengan benar agar tidak membengkak biayanya.

Sebagai taksiran harga, di Romeo Jok service/ pemesanan kursi dan sofa mulai harga 2,5jutaan sampai 15jutaan sudah bisa mendapatkan jok/ sofa sesuai pesanan dan dana Anda.  Usaha mebelair  ROMEO JOK yang workshopnya berada di Desa Bakaran Wetan RT 04/ RW02, Juwana, Pati. Romeo Jok mengutamakan kualitas dengan harga terjangkau.

“Di Romeo Jok, setiap pemesanan sekaligus mendapat garansi servis 2 tahun tanpa biaya alias gratis. Selain itu kami juga menerima pemesanan/servis Sofa, kursi, jok mobil,Sprintbed, kasur busa, jok sepeda motor” Ujar Bagus, Marketing Romeo Jok

Kalau masih bingung menentukan corak, model, hingga kalkulasi harga silakan berkunjung ke workhsop kami di Bakaran Wetan atau menghubungi 082225133499 ” Pungkasnya

Reporter: Tono
Editor: Revan Zaen

 

Permalink ke Kenikmatan Secangkir Kopi Bukan Hanya Karena Jenisnya! Owner Kinanti Kopi Bagi Tips Rahasianya
Kuliner, UMKM

Kenikmatan Secangkir Kopi Bukan Hanya Karena Jenisnya! Owner Kinanti Kopi Bagi Tips Rahasianya

Yusron Afifi, Owner Kinanti Kopi bagikan resep bikin kopi terbaik.

Dukuhseti. Dikutip dari majalah otten, Rasa nikmat kopi memang bisa membangkitkan suasana. Kopi juga mampu membangun semangat di pagi hari. Setelah bangun pagi, kopi akan membuat badan terasa segar dan bertenaga. Namun tahukah Anda bahwa kenikmatan secangkir kopi tidak hanya ditentukan oleh jenisnya saja? Yusron Afifi, owner Kenanti Kopi bagi tipsnya agar Anda mampu meracik secangkir kopi dengan rasa terbaik.

“Pada dasarnya kenikmatan dan kesegaran kopi memang sangat dipengaruhi oleh jenis kopi. Namun teknik menyeduh yang tepat juga akan berpengaruh besar pada rasa yang dihasilkan” Ujar pengusaha muda yang saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa UMK ini.

  1. Sebelum mulai menyeduh kopi, pertama Anda harus mengetahui bahwa membeli kopi dan menyeduhnya sesegera mungkin adalah tindakan yang paling tepat. Hal ini memungkinkan Anda memperoleh rasa terbaik dari kopi yang ingin Anda nikmati. Selain itu, pastikan juga bahwa perlengkapan yang akan digunakan memang benar-benar bersih. Pastikan tidak ada minyak kopi ataupun sisa seduhan kopi sebelumnya.
  2. Jika Anda membeli kopi, pastikan untuk membeli kopi dalam bentuk biji, dan menggilingnya ketika mau diseduh. Alat penggiling kopi atau grinder juga ada beberapa jenis. Burr ataupun mill grinder lebih dianjurkan karena penggiling tersebut mampu menghasilkan hasil gilingan yang konsisten. Sebaiknya jangan gunakan blade grinder karena penggiling kopi ini tidak mampu memberikan hasil gilingan yang konsisten.
  3. Rasa yang terlalu pahit atau rasa yang terlalu datar semua itu disebabkan karena ekstraksi kopi yang dihasilkan. Jika biji kopi digiling dengan cara yang terlalu halus, maka rasa pahitnya akan sangat terasa. Sebaliknya jika rasa kopi terlalu datar, semua itu dikarenakan hasil penggilingannya yang kurang halus. Selain itu, penggunaan air juga mempengaruhi rasa yang dihasilkan.
  4. Untuk memperoleh rasa kopi yang berkualitas, gunakanlah air yang telah disaring atau air minum botolan. Untuk menjaga rasa, hindari penggunaan air yang telah disuling atau diringankan kadar mineralnya. Rasio air yang digunakan juga perlu diperhatikan, dianjurkan 1gram kopi 15ml air. Perhitungan ini juga berlaku untuk kelipatannya.

    Desain Kinanti Kopi yang minimalis namun elegan

  5. Suhu air paling ideal untuk menyeduh kopi adalah antara 90 hingga 96 derajat Celcius. Pada suhu ini, kopi akan terekstrak secara optimal. Suhu yang lebih dingin akan menyebabkan rasa kopi terasa datar. Kopi yang dimasak pada suhu yang terlalu panas juga akan menghilangkan kualitas rasa dari kopi tersebut.
  6. Lama memasak atau menyeduh kopi juga mempengaruhi rasa kopi. Rasa terbaik dari kopi akan terasa setelah 4 menit terjadi kontak antara kopi dengan air panas. Jika Anda menggunakan plunger pot, waktu kontak idealnya adalah antara 2 hingga 4 menit. Untuk jenis kopi espresso, lama kontaknya hanya berkisar antara 20 hingga 30 detik saja. Jika rasa yang dihasilkan kurang optimal, kemungkinan waktu kontak antara kopi dengan air panas masih terlalu cepat atau bahkan terlalu lama.
  7. Rasa kopi terbaik hanya bisa dinikmati segera setelah waktu kontak idealnya tercapai. Karena itulah, segera nikmati kopi yang telah dimasak. Untuk menjaga temperature agar mampu bertahan lebih lama, gunakan cangkir kopi atau mug. Tapi pastikan untuk menjaga temperatur kopi pada suhu antara 80 hingga 85 derajat Celcius. Jika Anda menggunakan pemanas elektrik, pastikan jangan pernah menyeduh atau memanaskan kopi lebih dari 15 menit.
  8. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah jangan pernah memanaskan ulang kopi Anda. Jika memang sudah dingin, akan lebih baik jika menikmati kopi dalam kondisi tersebut. Meski rasanya sudah memudar, ini jauh lebih baik dibandingkan dengan memanaskannya ulang.

    Kinanti Kopi Pati

Mahasiswa Jurusan Pertanian kelahiran Pati 23 tahun silam ini menerapkan berbagai teknik menciptakan kopi terbaik sesuai dengan citarasa pengunjungnya.

“Kami selalu berusaha untuk terus belajar dari teman brewer yang lain, tentang bagaimana mereka menyajikan kopi sesuai feel mereka, sesuai taste yang mereka inginkan dan yang pelanggan inginkan. Yah banyak sekali macamnya, iya kopi memang seperti itu, setiap orang mempuanyai taste yang berbeda dengan yang lainnya” Kata Yusron yang memberikan tagline Kinanti Kopi, Eat Love Brew.

Selain ngopi, ternyata di tempat ini miliki perpustakaan dengan beragam koleksi bacaan sehingga pengunjung pun akan mendapat sensasi ngopi dan menyeruput ilmu dari buku yang disedikan.

“Kopi,musik dan buku bacaan merupakan hal yang sulit untuk di lepaskan, jadi kita berusaha untuk meningkatkan minat baca dengan daya tarik kopi tentunya. Semoga dengan adanya warkop ini para pelajar dan teman-teman yang lain dapat meningkat minat bacanya.” tegas Yusron.

“Kami buka setiap hari jam 13.00 -23.00 WIB di Jalan Kenanti No.1 (Timur Pasar Ngagel sekitar 150m).  Fb: Kinanti Kopi.  Kunanti kau ngopi di Kinanti Kopi” pungkas Yusron sambil menyeruput secangkir robusta.

 

Reporter: Ulil, Syafiq

Editor : Revan Zaen

 

Permalink ke Ganjar Ditanya Tentang Kuliner Ikan Manyung.  O..yang enak sekali itu? Dimana itu? Ayo Kesana!
Kuliner, UMKM

Ganjar Ditanya Tentang Kuliner Ikan Manyung. O..yang enak sekali itu? Dimana itu? Ayo Kesana!

Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng) Tunjukkan Kuliner Kepala Manyung Khas Juwana Pati di sela sela kunjungannya. Ia berada di WM Sederhana Juwana ditemani Plt Bupati Pati, Budiyono. Foto:WP04SP

Juwana. Kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ke Juwana kemarin (18/01) ternyata meninggalkan satu kesan unik. Niatan awalnya adalah untuk berdialog dengan nelayan pengguna alat tangkap cantrang agar memperoleh solusi terbaik. Namun kesan unik muncul saat jam makan siang tiba.

“Pak Ganjar masih inget nggak waktu makan ikan manyung disana?” Tanya salah satu rombongan.

“O yang enak sekali itu?  Wah dimana itu ya. Ayo….kesana” Jawabnya

Ternyata mereka meluncur ke Warung Makan Sederhana Bu Marni yang berada di depan Polsek Juwana.

Menikmati menu kepala manyung dengan lahap. Foto: WP04SP

“Saya kesini berarti sudah dua kali. Itu ada foto saya pas kesini pertama kali dulu” katanya sambil menunjuk fotonya yang terpajang di dinding warung. Foto tersebut ternyata diambil tahun 2014.

Ganjar menceritakan awal mula dia kesengsem salah satu kuliner andalan Juwana Pati ini.

“Saya dulu itu pas masa kampanye makan di warungnya Bu Fat Semarang. Saya ditawari kepala manyung ini. Awalnya saya tidak mengenal ikan sembilang, kepala manyung. Tapi berhubung saya suka pedas, suka makan ikan,  dan satu lagi yang istimewa ya guedene itu (porsi jumbo-red) marai ngeri (bikin ngeri -red)”. Cerita Ganjar.

wuenak tenan ancen” katanya sambi mengelap keringat di dahi karena sensasi pedasnya bumbu kepala manyung.

Ditempat ini pula sebelumnya pernah diliput acara kuliner yang dipandu Bondan Winarno Maknyus dan menceritakan dahsyatnya kepala manyung yang warga Pati menyebutnya “Ndas Manyung”.

 

 

ancen wenak tenan

Permalink ke Brayo, Rasa Pahit Manis Kudapan Khas Pesisir Ini Pasti Ngangeni
Kuliner, UMKM, wartaphoto

Brayo, Rasa Pahit Manis Kudapan Khas Pesisir Ini Pasti Ngangeni

Dukuhseti. Hamparan luas  terbentang sepanjang pesisir pantai utara Dukuhseti terlihat sejuk dan hijau dipenuhi tanaman mangrove jenis Avicenia atau yang dikenal dengan Brayo kini bisa dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat bisa menjadi kudapan yang bernilai ekonomis.

Brayo, Makanan Khas Pesisir. Foto WP03MA

Seperti yang akhir-akhir ini membanjiri di beberapa pasar desa di Dukuhseti, misalnya di pasar Desa Ngagel banyak pedagang yang menjajakan kudapan berupa Brayo urap dengan harga yang sangat murah, hanya dengan Rp.500,- ( lima ratus rupiah ) kita sudah bisa mendapatkan satu bungkus brayo urap satu bungkus (sak tum – jawa)

Dengan rasa sedikit manis dan rasa pahit yang khas ini membuat para penggemar brayo urap tak akan melewatkan kudapan yang satu ini.

Tangkal Abrasi

Menurut Totok Hadi Lukito pegiat lingkungan dan pemerhati tanaman mangrove Pati mengungkapkan dengan adanya tanaman mangrove pasti masyarakat akan merasakan nilai positifnya nanti setelah 3 sampai 4 tahun setelah penanaman. Selain bisa mengurangi dampak abrasi air laut yang berbatasan langsung dengan tambak-tambak warga.

“Dengan semakin bertambahnya keluasan hutan mangrove dipesisir pantai pati yg di dominasi jenis avicenia maka bertambah banyak dan melimpah buah yg dihasilkannya maka terbuka peluang kerja yaitu pengambilan buah brayo ( avicenia )” Katanya

“Saya pernah bertanya pada orang yg sehari harinya mencari brayo dan menurut mereka sehari bisa dapat 2 sak . Dan 1 sak bisa seharga 150 ribu . Itu kalo mereka mencari sampai jam 14.00 .” Imbuh Totok

“Saya bersyukur ternyata  selain menahan abrasi air laut ada manfaat lain yg langsung dirasakan oleh masyarakat . Suatu saat jika dikembangkan bukan hanya jadi Brayo urap saja, tapi bisa jadi bahan baku es cendol dari brayo juga” pungkasnya.

Permalink ke Festival Jajanan Kuno Klasik di Lokasi Unik Siap Bikin Akhir Tahunmu Makin Asik
Kuliner, UMKM, wartaphoto

Festival Jajanan Kuno Klasik di Lokasi Unik Siap Bikin Akhir Tahunmu Makin Asik

omah-kuno-pati-festival-jajanan-kuno

Salah satu view eksotik di Omah Kuno yang akan menjadi tempat festival kuliner Pati tempoe doloe. Foto WP02Rf

Pati. Warga Pati tak perlu bingung mengisi liburan akhir tahun dengan acara yang lain dari yang lain. Sebuah festival kuliner terlengkap dipadu dengan pertunjukan rakyat dan festival busana tradisional akan diadakan di Pati. Omah Kuno 1866 yang terletak di Jalan Diponegoro Nomor 115 Pati atau tepatnya sebelah barat Hotel Safin Pati akan menggelar festival jajanan tempo, bahkan yang sulit Anda temukan sehari hari pada masa kini.

Puluhan kuliner dan jajanan kuno akan dipamerkan diantaranya: sego jagung, semur kutuk, sego tewel, sego menir, pedoyo, kue moho, gulali, gemblong, carang madu, tape ketan ireng, gulo kacang, gulo klopo, gandos, cetot, gerontol, kelepon, rangin, sagon, getuk khas Runting, lopis, urap brayo, hingga getuk ireng.

Jika masih kurang puas, Anda pun bisa mencicipi gayam, lerut, ganyong, gembili, uwi, kacang godog, jagung bakar, tiwul, cengkaruk, getuk goreng, siwalan, dawet siwalan, dumbek, kolak, bubul cenil, urap intil, pepes tutus, dan jungkruk telo. Beragam minuman tradisional yang akan disajikan, di antaranya wedang coro, cemuai, gempol, pleret, jamu, legen, dan jahe.

Acara yang bertajuk “Festival Kuliner Pati Tempo Doeloe” akan digelar tanggal 29-31 Desember 2016. Omah Kuno sendiri memiliki konsep yang menarik. Beberapa lukisan klasik, meja kursi yang unik dipadu kolam dan taman yang eksotik. Bahkan, sebelum tempat ini di launching,  sejumlah pasangan sering mengadakan hunting foto prewedding ditempat ini karena konsepnya yang memang nyentrik.

 

 festival-kuliner-pati

Selain kuliner, Anda juga bisa menikmati pertunjukan klasik seperti tari gambyong, lomba fashion, tarian Sanggar Tondonegoro, Tari Roro Mendut khas Kabupaten Pati dan masih banyak lagi. Nampaknya tak sulit lagi Anda “kembali” ke masa lalu mengenang jajanan kuno nan sehat dan lezat.