Kategori: wartaphoto

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Dr Viktor Pujiadi ( BNN Pusat ): Flaka The Zombie Drugs Sudah Merambah Ke Indonesia
Pati, wartaphoto

Dr Viktor Pujiadi ( BNN Pusat ): Flaka The Zombie Drugs Sudah Merambah Ke Indonesia

PATI. Brigjen.Pol. Dr. Victor Pudjiadi, SPB,FICS,DFM dari dari BNN Pusat menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi Anti Narkoba yang dibarengkan dengan Peresmian Lembaga Perlindungan Anak ( LPA ) Kab Pati . Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (09/09) di Gedung Juang 45Pati ini beliau mewanti-wanti agar masyarakat serius memerangi narkoba.

Menurut Dr. Victor Pudjiadi,  Penanggulangan Narkoba bukan hanya bisa dilakukan dengan senjata tetapi bisa dilakukan dengan ilmu pengetahuan. Sehingga kita mengerti bahwa salah dalam penggunaan narkoba akan mengakibatkan gangguan kesehatan dan kematian.

“Terlebih baru-baru ini ini sudah beredar narkoba jenis Flaka (the zombie drugs)  dan sudah merambah ke Indonesia. Pengguna flaka akan hilang kesadaran dan berprilaku seperti zombi, sehingga hilang rasa kemanusiaanya,” ujarnya.

Lebih lanjut Dr. Victor juga mengingatkan bahwa narkoba bisa menyerang siapapun dari orang tua sampai anak-anak. Namun jangan lantas menghakimi orang/anak pengguna narkoba, tetapi harus diberi pengertian secara terus menerus. Direhabilitasi di panti rehabilitasi narkoba agar sembuh.

Pemberantasan Narkoba bukan tanggung jawab Polisi, TNI, BNN saja namun merupakan tanggung jawab kita bersama.

“Minimal, cara kita adalah peduli terhadap lingkungan dan penyalahgunaan narkoba, dengan memberikan informasi kepada aparat untuk diberikan tindakan rehabilitasi maupun tindakan hukum. Itu peran penting Anda,” jelasnya.

Sementara itu, jika masyarakat baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa yang memiliki bekal agama tentu pasti menjauhinya.

“Haram hukumnya. Selain merusak kesehatan bisa menghilangkan akal sehat sehingga tidak tahu mana yang haq dan mana yang batil. Bagi penggunanya bisa berbuat apapun yang melanggar norma agama” pungkasnya.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Pati Diresmikan. Ini Kata Merdeka Sirait (KPA I Pusat)
Pati, wartaphoto

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Pati Diresmikan. Ini Kata Merdeka Sirait (KPA I Pusat)

PATI. Arist Merdeka Sirait ( Ketum Dewan Komisioner KPAI ) datang ke Pati dan resmikan Lembaga Perlindungan Anak ( LPA ) Kab Pati pada Sabtu  (09/09) sekitar pukul 10.00 WIB. Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Juang 45 Jl Panglima Sudirman No 61 ini dihadiri sejumlah tokoh.

Nampak Brigjen Polisi Dr Viktor Pujiadi ( Badan Narkotika Nasional Pusat ), Noto Subianto ( Anggota DPRD Pati dr Fraksi PDI ), Bp Pujo Winarno Asisten II Kab Pati, Kapten Infantri Muchlisin ( Pasi Intel Dim 0718/Pati mewakili Dandim beserta sejumlah undangan.

Aris Merdeka Sirait dalam sambutannya menyebut bahwa anak-anak Pati perlu mendapat perlindungan dari kita terutama pada kasus- kasus kekerasaan dan pelecehan seksual terhadap anak.

“Maka sangatlah perlu LPA hadir di Kab Pati untuk melindungi hak-hak mereka” Ujar Aris.

Lembaga Perlindungan Anak Kab Pati, sebagaimana dijelaskan Aris menjadi sesuatu yang penting karena urusan anak bukan urusan rumah tangga saja,tetapi butuh kepedulian berbagai pihak sehingga anak tidak menjadi obyek pelampiasan kekerasan dan pelecehan seksual.

“Mari kita dorong langkah-langkah nyata terhadap perlindungan hak-hak anak jangan sampe anak menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual” pungkasnya.

KPAI sendiri menerima aduan dan memberikan pendampingan terhadap terpenuhinya hak hak anak, termasuk potensi kekerasan di sekolah.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Banser dan Komunitas Lintas Agama Kumpulkan Dana Peduli Rohingya di Alun Alun Juwana
Lingkungan, wartaphoto

Banser dan Komunitas Lintas Agama Kumpulkan Dana Peduli Rohingya di Alun Alun Juwana

Juwana – Dalam rangka aksi kemanusiaan dan kepedulian untuk Rohingya, Banser X-7 Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon ) Juwana bersama GP Ansor gelar pengumpulan dana dan doa bersama. Sejumlah komunitas turut bergabung dalam acara sosial yang diadakan di alun-alun Juwana, Minggu pagi (10/09).

Mereka berasal dari komunitas lintas agama, kanzus sholawat Sapu Jagat Juwana serta organisasi kemasyarakatan lainnya. Tak hanya umat Islam, perwakilan umat Katolik dan umat Budha, Hindu dan Kristen juga turut berpartisipasi. Mereka bersama-sama menunjukkan solidaritas untuk Rohingya.
Hasil dari penggalangan dana diserahkan kepada lembaga amil zakat infaq dan shodaqoh Nahdlatul Ulama ( LAZISNU ) untuk disalurkan ke Rohingya.

H. Muhammad Soetomo selaku PAC Ansor Juwana menuturkan bahwa selain untuk menggalang aksi kemanusiaan untuk Rohingya aksi yang dilakukan bersama lintas agama ini juga untuk memupuk dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita bersama-sama menunjukkan solidaritas kepada saudara kita di Rohingya yang sedang mengalami konflik kemanusiaan. Kita sampaikan pula kepada masyarakat khususnya Indonesia jangan sampai terpengaruh isu-isu yang berkembang saat ini seakan-akan isu yg berkembang adalah konflik agama, kita tidak mau itu,” Ujar Soetomo.

“Kita ingin menyampaikan bahwa kita bisa hidup berdampingan dengan agama yg lain serta kedepan bisa menggalang aksi-aksi lainya bersama-sama, misalnya kerja bakti bersama, bersih-bersih bersama,” ungkapnya.

Senada dengan Ansor, perwakilan dari umat Budha juga menyambut baik aksi penggalangan kemanusiaan ini, karena dengan kebersamaan dinilai bisa memperkuat NKRI.

“Kami mendukung sepenuhnya kegiatan penggalangan dana atas tragedi Rohingya yang sedang kesusahan. Kegatan seperti inilah yang harus kita dukung sebagai wujud kebersamaan umat manusia, jangan bicara ini siapa dan golongan apa,” ungkap Bapak Supar dari Komunitas Buddhis Juwana
Yatno, Pembina Umat Budha Saddadipa Juwana menyambut baik kegiatan ini.

“Sebenarnya sudah lama ingin melaksanakan aksi solidariras kebersamaan seperti ini, karena dengan kebersamaan bisa mempersatukan dan memperkuat NKRI seutuhnya,saling menghormati menghargai dan menolong dalam kehidupan sehari-hari,” tukas Yatno.

Pasca menggelar kegiatan lintas agama ini diharapkan dapat menumbuhkan dampak positif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Mengetuk kepedulian sosial bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang suku agama ras dan golongan,” harap Stephanus Edy Sukarsi, pengurus Gereja Katolik Juwana.

Reporter: Arton
Editor: A. Muhammad

Permalink ke Diduga Karena Sakit Tak Kunjung Sembuh, Kakek 82th Gantung Diri di Dapur Rumahnya
wartaphoto

Diduga Karena Sakit Tak Kunjung Sembuh, Kakek 82th Gantung Diri di Dapur Rumahnya

Korban Bunuh diri dan barang bukti yang ditemukan

BATANGAN – Diduga tak kuat menahan sakit yang tidak kunjung sembuh, Ngatimin (82th) nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri pada Jum’at (16/06) sekitar pukul 16.30 WIB. Warga Dukuh Sawo Desa Gunungsari Rt.02 Rw.06 Kecamatan Batangan Kabupaten​ Pati saat ditemukan istrinya sudah dalam keadaan tergantung kayu Blandar ruang dapur.

Istrinya yakni Sumini, serta merta berteriak ketika mengetahui suaminya meninggal bunuh diri. Lalu memanggil Sunardi, tetangganya untuk membantu menurunkan jenazah. Bersama dengan warga yang lainnya Sunardi menurunkan Ngatimin dan membaringkannya di dalam rumah.

Saat ditemukan, posisi Ngatimin menggantung dengan posisi kaki berada diatas tanah kurang lebih 25 cm dan melihat tangga yang terbuat dari kayu bambu. Panjang tali kurang lebih 2 meter, diameter kurang lebih 1 cm.

Hasil pemeriksaan medis, terdapat luka lebam bekas jeratan tampar nilon dibagian leher. Kedua kakinya menghitam. Diperkirakan karena penyakit gula yang dideritanya. Selian itu tidak ditemukan luka lain maupun tanda-tanda penganiayaan. Jenazah korban dimakamkan di TPU Desa Gunungsari Batangan.

Reporter: didi/ kontributor wartaphoto.net

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Kompor Gas Sambar Tumpahan Bensin, Rumah dan Mobil di Ronggo Jaken Terbakar
wartaphoto

Kompor Gas Sambar Tumpahan Bensin, Rumah dan Mobil di Ronggo Jaken Terbakar

Rumah Sukardi, Warga Desa Ronggo R.01/01 kecamatan Jaken Kabupaten Pati Rabu (7/6) terbakar

JAKEN. Bangunan rumah joglo ukuran 12 x 12 meter milik Sukardi (55th) yang beralamat Desa Ronggo R.01/01 kecamatan Jaken Kabupaten Pati Rabu (7/6) pagi terbakar sekitar pukul 05.00 WIB. Rumah seisinya, mobil pick up, 2 unit sepeda motor, Perhiasan, uang tunai semuanya ludes terbakar. Sukardi, pemilik rumah mengalami luka bakar di punggung sekitar 30% dan langsung dilarikan ke RS Mitra Bangsa pati.

Saksi pertama kali melihat kejadian tersebut adalah Sudargo (42th), warga Desa Ronggo RT 01 RW 06 yang menceritakan bahwa sekitar pukul 04.30 , Sukardi pemilik Rumah menuangkan BBM jenis pertalite ke botol botol kecil ukuran 1 liter. Salah satu botol tumpah yang langsung tersambar kompor gas yang sedang dinyalakan istrinya (Ibu Sutri). Karena jaraknya yang begitu dekat, api cepat menyala ke seluruh ruangan hingga seisi rumah ludes.

Puing puing sisa kebakaran

Pukul 05.10 api sudah membakar seisi rumah. Pukul 06.50 3 Unit Damkar dari Pemda Pati sampai di lokasi dan memadamkan sisa sisa api yang masih menyala.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan,S.I.K melalui Kapolsek Jaken AKP Teguh Heri Rusianto mengatakan bahwa telah mendapat laporan kebakaran rumah di Desa Ronggo. Maka saat itu juga  piket jaga menghubungi mobil damkar dan langsung menuju ke TKP untuk pengamanan.

“Kerugian  ditaksir mencapai 1,5 milyar” kata Kapolsek Jaken AKP Teguh Heri Rusianto

Penulis: didi/ kontributor wartaphoto.net
Editor: Revan Zaen
Permalink ke Dendam Sisa Dangdutan, JS Bacok Korban Saat Buang Hajat di Sungai
wartaphoto

Dendam Sisa Dangdutan, JS Bacok Korban Saat Buang Hajat di Sungai

Punggung korban masih bersimbah darah karena dibacok pelaku saat buang air besar di sungai tepi jalan

KAYEN. Bulan Ramdhan yang seyogyanya digunakan untuk hal hal kebaikan ternyata tidak dijiwai oleh beberapa orang. Karena dendam  sisa dangdutan, seorang warga Dukuh Pedak Rt.11/2 Desa Brati Kecamatan Kayen bernama Mujiyono (19th) dibacok pelaku saat Buang Hajat di Sungai tepi jalan.Kejadian tersebut terjadi pada Senin 05/06 sekitar pukul 21.00 WIB.

Akibat perbuatannya Pelaku, yakni JS  (25th) warga dukuh Krukuk Rt.8 RW 2 Desa Brati Kecamatan Kayen terpaksa harus mendekam di sel tahanan Polsek Kayen dan diganjar pasal 351 KUHP.
Awal mula kejadian hari Minggu (27/5/2017) pukul 00.30 wib seusai pertunjukan Dangdut di Desa Brati, JS  dipukuli oleh sekelompok pemuda dari Dukuh Pedak Desa Brati yang dan diduga Mujiyono adalah salah satu pelakunya. Perkelahian tersebut terjadi di depan Balai Desa Brati. Bahkan sudah berada di luar area pertunjukan dangdut. JS alias J mengalami memar sehingga melapor di Polsek Kayen yang saat ini dalam proses lidik.
Tak sabar, JS alias J dendam sehingga pada hari Senin (5/6/2017) sekitar pukul 20.30 pelaku dengan membawa sabit datang ke Dukuh Pedak untuk mencari para pelaku yang mengeroyoknya, tetapi pelaku tidak menemukan pemuda Dukuh Pedak yang pernah memukulinya.
Sekembalinya dari Dukuh Pedak tanpa hasil, JS melihat Mujiyono sedang buang hajat (BAB) di saluran air pinggir jalan dengan ditemani Soni Hendra Prayogo (20th), warga Dukuh Gower Rt.3/3, Desa Karangawen Kecamatan Tambakromo.
Langsung saja didatangi dan dibacok dengan sebilah sabit yang sudah dipersiapkan.
Mengetahui kejadian tersebut Soni Hendra Prayogo lari untuk menyelamatkan diri. Setelah membacok sekali kemudian JS kabur, dan membuang sabitnya di bendungan utara desa Brati. Sementara Mujiyono yang terkena bacokan minta pertolongan ke Dukuh Pedak dengan naik sepeda motor yang ditinggal Soni Hendra Prayogo di TKP. Mujiyono menemui Mundhiharto (25th) warga Dukuh Pedak Rt.10/2, Desa Brati Kecamatan Kayen untuk diantar berobat di RSUD Kayen. Oleh petugas medis, lukanya dijahit tetapi tidak sampai opname.
Atas kejadian tersebut Mujiyono melaporkan ke Polsek Kayen dengan nomor Laporan Polisi model B nomor LP/B/12/VI/2017/ Jateng/ Res. Pati/Sek.Kyn. tertanggal (05/06/17).
Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan SIK melalui Kapolsek Kayen AKP Sutoto menerangkan  bahwa kasus penganiayaan di saluran air pinggir jalan Dukuh Krukuk – Dukuh Pedak turut Desa Brati Kecamatan Kayen telah ditangani anggota Polsek Kayen. Saat ini memasuki tahapan penyelidikan.
“Anggota (Polsek Kayen -red) berhasil menangkap pelaku beserta barang bukti milik pelaku berupa Jaket warna hitam dan sepeda motor Honda Beat milik pelaku. Pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di sel tahanan Polsek Kayen dan diganjar pasal 351 KUHP” Jelas  Kapolsek Kayen AKP Sutoto
Reporter: Didi/ Kontributor wartaphoto.net
Editor: Revan Zaen
Permalink ke Tak Sesuai Standart Kadar Yodium, Sejumlah Pabrik Garam di Pati Disegel Polisi
wartaphoto

Tak Sesuai Standart Kadar Yodium, Sejumlah Pabrik Garam di Pati Disegel Polisi

 

WEDARIJAKSA – Kadar yodium yang dikandung oleh garam konsumsi sudah memiliki standar baku. Standarisasi ini untuk menentukan aman tidaknya, garam tersebut dikonsumsi warga. Terlebih jelang Ramadhan 1438 H kali ini, pengawasan bahan pangan yang beredar harus dipastikan aman.

Sayangnya, Pengecekan kadar yodium garam di enam pabrik garam Kabupaten Pati hasilnya tak sesuai standar. Padahal beberapa waktu lalu sudah mengecek sendiri garam dari beberapa pabrik itu dan hasilnya mengecewakan di bawah standar semua. Kemudian pengecekan kedua berkoordinasi dengan tim pencegahan GAKY di TKP langsung dan hasilnya sama saja di bawah standar semua.

Akhirnya, Satreskrim mendatangi pabrik garam yang melanggar tersebut dan memasang police line larangan pengoperasian pada Selasa (23/07).  Alasan penyegelan ini karena beberapa pabrik pabrik garam yang perizinannya salahi aturan dan kadar garamnya tak sesuai yodium.

Penutupan pabrik garam pertama pada pabrik milik Asmudi (41th), warga Desa Tlogoharum, Kecamatan Wedarijaksa. Petugas kepolisian dan tim penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) Pati  langsung melakukan pengecekan uji kadar yodium. Dari tiga merk garam milik Asmudi semuanya di bawah standar.

Setelah melakukan uji kadar yodium garam oleh tim GAKY, pabrik garam itu kemudian ditutup dan dipasang police line oleh polisi. Pemiliknya beralasan akan mendatangi Polres Pati setelah manasik haji, jika tidak mau datang, maka akan diciduk. Sebab sebelumnya ia tidak memenuhi panggilan kepolisian. Setalah penutupan di pabrik garam milik Asmudi, rombongan polisi menuju ke pabrik lainnya milik Fauzi di Desa Tlogoharum.

Sama seperti kadar garam milik pabrik Asmudi, empat dari delapan merk garam di pabrik milik Fauzi di bawah standar yang ditetapkan, yakni kurang dari 30 ppm. Selain kedua pabrik itu, polisi sudah menutup beberapa pabrik garam di Kecamatan Wedarijaksa dan Kecamatan Juwana.

Denda 2 Miliar

Kapolres Pati AKBP Maulahna Hamdan melalui Kasat Reskrim AKP Galih Wisnu Pradipta menjelaskan, bahwa tindakan ini masuk dalam agenda operasi pangan dengan memonitor bahan baku salah satunya garam itu akan dilakukan hingga menjelang lebaran. Operasi itu untuk mengecek kondisi garam apakah layak untuk dikonsumsi warga.

Menurutnya, garam industri tidak boleh dicampurkan ke dalam bahan baku garam untuk konsumsi masyarakat. Pemilik pabrik garamnya sudah jelas akan kami tindak. Karena sudah dibina namun tidak bisa. Jika terbukti bersalah dapat dikenakan UU Perlindungan Konsumen dengan kurungan penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 2 miliar

Para pemilik pabrik garam ini disinyalir menyepelekan garam yang tidak boleh dikonsumsi oleh masyarakat. Termasuk menyepelekan mereknya, kesehatan, campuran, hingga prosedurnya.

“Semua harus dievaluasi kembali karena tidak sesuai aturan. Hasil operasi sementara dari beberapa pabrik yang kami tutup tidak sesuai kadar yodiumnya di bawah standar, kemudian bahan bakunya juga salah karena dicampur garam industri,” Pungkasnya

Reporter: Putri/ kontributor wartaphoto.net

Editor: Revan Zaen

 

Permalink ke Tekuni Hobi Voli, TKW Asal Pati Juarai Liga Primer Hongkong
wartaphoto

Tekuni Hobi Voli, TKW Asal Pati Juarai Liga Primer Hongkong

HONGKONG. Berpisah dengan keluarga dan memutuskan menjadi tenaga kerja wanita di negeri orang demi mewujudkan sebuah cita-cita mulia banyak dilakukan beberapa kaum hawa di negeri ini. Hal ini juga banyak sekali dialami oleh warga di kabupaten Pati Jawa Tengah. Bahkan,tak jarang hanya kabar miring terdenga. Kehidupan para tenaga kerja wanita di negeri orang diasosiasikan mulai dari tindak kekerasan penganiayaan, kehidupan bebas , hingga masalah asmara.
Namun banyak juga kabar baik serta hal positif yang terdengar ditelinga kita, salah satunya adalah Murniasri. Tenaga kerja wanita ( TKW ) asal Desa Puncel Dukuhseti Pati ini. Berkat hobinya bermain bola volly, perempuan yang akrab disapa Murni ini berhasil mematahkan asumsi negatif yang mengatakan bahwa dunia TKW itu penuh dengan hal negatif. Dirinya bergabung dengan Team Garuda NS dan berhasil dua kali menjuarai Liga Prime di Hongkong dengan mengalahkan Team Indonesa serta dari Filipina.
Murni mengaku menyempatkan berlatih volly di sela sela  jadwal kerjanya sebagai tenaga kerja wanita.
“Awalnya saya gabung team Waiwai, terus saya bikin tim sendiri yaitu NEW STYLE, yang tetap aktif untuk perminggu mainnya, kalau mulai gabung Garuda NS itu awalnya cuma karena ada turnamen tahunan seperti Agustusan yang diadakan konsulat terus ikut turnamen- turnamen yang besar. Soalnya yang ini ( Garuda NS ) modelnya pemainnya gabungan, ada yang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, yang penting mewakili Indonesia..” tuturnya kepada wartaphoto.net
Kepada para tenaga kerja wanita, perempuan pecinta nasi pecel ini berpesan semoga kita tetap mengingat tujuannya yang semula menjadi orang yang sukses dan kembali bersama keluarga tercinta.
“Untuk keluarga kami mohon doa agar senantiasa diberi kesehatan, agar kami bisa mewujudkan cita-cita hingga kembali ke negri Indonesia tercinta berkumpul bersama keluarga” pinta Murni
Reporter: A. Muhammad
Editor: Revan Zaen
Permalink ke Haryanto, Merasa Dibohongi Disdukcapil Terkait Blanko E-KTP
wartaphoto

Haryanto, Merasa Dibohongi Disdukcapil Terkait Blanko E-KTP

PATI – Bupati Pati, Haryanto merasa dibohongi terkait jumlah temuan blangko e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Pasalnya, saat mengadakan sidak pada Senin, (15/5) kemarin. Disdukcapil mengaku hanya memiliki 11 ribu belangko e-KTP, padahal mereka memiliki 24 ribu belangko.

Perihal tersebut terungkap ketika Bupati Pati, Haryanto mengadakan rapat koordinasi (rakor) dengan Disdukcapil dan Seluruh Camat, di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (16/5) kemarin.

“Rakor ini adalah tindak lanjut dari sidak kemarin, dan ternyata ada 24 ribu belangko e-KTP kosong yang dimiliki Disdukcapil. Padahal kemarin hanya 11 ribu yang diungkapkan,” ujarnya.

baca:  Ternyata 2 Hal ini yang bikin Bupati Haryanto Marah Besar di Disukcapil

Haryanto mengatakan, dirinya segera memerintahkan Disdukcapil untuk segera mencetak dan membagikan blangko e-KTP kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Pati dengan pembagian secara proporsional.

“Karena daftar tunggu yang sudah di entri ada 60 ribu. Maka dari 24 ribu itu harus dibagikan secara proporsional sesusai dengan permohonan tahapan pada  waktu wilayah kecamatan masing-masing,” ungkapnya.

GRATIS

Haryanto kembali mengngatkan kepada masyarakat bahwa pembuatan e-KTP itu gratis dan sama sekali tidak dipungut biaya. “Pembuatan e-KTP diurus secara langsung saja dan jangan sampai menggunakan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena itu sama saja dengan pungli,” imbuhnya.

“Kemudian, jika yang sudah habis masa berlakuka e-KTPnya (kadaluarsa masa aktifnya -red)  tidak usah diperpanjang karena secara otomatis masih berlaku hingga seumur hidup”

“Misal dulu ada masa berlaku KTP dan sekarang sudah habis. Tidak perlu diperpanjang. Karena itu masih berlaku dan tidak perlu aktifasi lagi,” pungkasnya.

 

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Sheila On 7 Bikin SheilaGank Pati Histeris Retroist di SMANSADAY ke 69
Pati, wartaphoto

Sheila On 7 Bikin SheilaGank Pati Histeris Retroist di SMANSADAY ke 69

PATI. Magis Sheila on 7 sebagai salah satu band legendaris Indonesia sama sekali belum padam. Ribuan penggemar padati hall indoor GOR Pesantenan Pati (12/05/17). Duta, Eross, Adam dan Brian adalah sosok yang mereka tunggu sedari bubar jumatan.

Tak kunjung muncul, penonton tanpa dikomando teriakkan kata “Sheila Sheila Sheila…” dengan begitu bergemuruh, tak sabar ingin dihibur Band papan atas Nasional.

Benar saja, baru saja muncul sekitar pukul 16. 30WIB, hentakan drum Brian dan sapaan khas Akhdiyat Duta Modjo yang lantunkan singgle andalan “lapang dada” langsung disambut histeris penonton. Mereka seakan melupakan capeknya menunggu sedari siang yang diisi beberapa penampilan pembuka yang disiapkan panitia SmansaDay ke 69.

Sederet lagu lawas khas anak 90 an pun manis dibawakan seperti single Dan, kisah klasik untuk masa depan , seberapa pantas, Sahabat sejati dll.

Kedatangan Band asal jogja tersebut merupakan puncak rangkaian acara retroist futura SMAN 1 Pati yang sebelumnya sudah ada bazar, dan bakti sosial.

“Piye kabare Pati? udah lama ya nggak ketemu, udah berapa tahun ya sheila on 7 nggak kesini? sapa Duta pada penggemarnya.

“Ada yang masih jomblo? Yang masih jomblo semoga segera dapat pasangan. amin….” Kata Duta dengan logat jawa kental yang disambut teriakan “amin…” dari penggemar yang datang.

Acara yang berakhir pukul 18.00 WIB ini mulus berjalan tanpa kerusuhan, dan aman tertib.  Selain dari Pati, penggemar juga datang dari Kudus dan Semarang.

“Saya dan teman teman dari Kudus mas, khusus pengen ketemu om Duta, suaranya nyes mas, Sheila on 7 Top pokoknya mas. Mumpung ada deket di Pati ya langsung gas sama temen temen tadi” Ujar Fika, SheilaGank asal Kudus

Kepala SMAN 1 Pati, Budi Santosa mengaku bangga dengan kinerja anak-anak OSIS dan MPK yang sukses adakan acara ini.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras dan tak kenal lelah anak OSIS dan MPK hingga bisa menghadiahi SMANSA PATI yang ultah ke 69 dengan konser Sheila On 7 ini” Ujar Budi Santosa

Mengenai pemilihan tempat, Budi Santosa menjelaskan bahwa di Pati sementara ini hanya GOR Pesantenan yang representatif. Tempat lainnya belum mampu menampung ribuan siswa, alumni, bahkan tamu dari masyarakat umum penggemar Sheila on 7.

Lebih lanjut, dirinya berharap SMA Negeri 1 Pati terus bisa maju dan berkembang untuk bisa terus melayani, kebutuhan masyarakat Pati akan tersedianya pendidikan yang berkualitas dan terjangkau oleh seluruh masyarakat Pati.

Hingga saat ini, hanya SMAN 1 Pati satu satunya sekolah yang paling rajin menghadirkan artis Nasional di acara tahunan sekolahnya mulai dari Stand Up Comedy Nasional, Cherry Bell dan kali ini Sheila On 7.
Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

 

Permalink ke Viral di Instagram, Kini Dimas (Mbak Ruroh) Akhirnya Berkesempatan Syuting Sinetron di MNC
Pati, wartaphoto

Viral di Instagram, Kini Dimas (Mbak Ruroh) Akhirnya Berkesempatan Syuting Sinetron di MNC

PATI. Dimas Pratama namanya. Anak SD yang belum sunat ini mendadak menjadi perbincangan diberbagai daerah gara-gara kisah cintanya dengan Mbak Ruroh. Anak SD yang periang dan suka membuat suasana menjadi ceria ini asli Sukolilo Pati. Ketenarannya bertambah ketika seorang youtuber mengunggah video-video lucunya yang berisi permainan anak, pertanyaaan pengetahuan umum yang jawabannya selalu polos.

Ketika ditanya siapa Presiden Republik Indonesia, dia menjawab Jokowi Widodo  sebelum akhirnya berhasil mengeja Joko Widodo. Begitu pula dengan Wapres Jusuf Kalla yang sempat beberapa kali disebutnya sebagai Aji Sukala. Lebih lucu lagi ketika menyebut Mantan Presiden SBY yang dia jawab polos dengan SBW, SBW, SYY sebelum akhirnya berhasil menyebut SBY. Lebih lucu lagi ketika ditanya kepanjangannya, Dimas menyebutnya sebagai, Sisule, Susule, Susulo Bambang Giyono sebelum akhirnya berhasil menyebut Susilo Bambang Yudhoyono. Logat medhok khas Pati tersebut murni tanpa dibuat buat.

Dimas CS diundang wisata ke Jepara

Adalah Hajar Pamuji. Youtuber dengan akun Instagram @hajar_pamuji dan Youtube : Hajar Pamuji adalah sosok dibalik viralnya Dimas dan kawan kawan yang dinamakannya Dimas & Squads. Oleh Hajar Pula, kisah cinta menggebu ala Dimas kepada Mbak Ruroh diolah sedemikian rupa supaya tidak melulu ke urusan cinta. Tetapi, digali pula berbagai keseharian dan konten edukasi yang khas pedesaaan bahkan sudah jarang dilakukan oleh anak anak jaman sekarang.

Tak disangka, ternyata Dimas Squads memiliki bakat yang luar biasa. Mulai dari membuat dan memainkan leang leong yang ternyata koreografinya hanya dengan melihat karnaval meron di Kayen yang tiap tahun rutin digelar. Ada pula permainan sepeda ekstrem, bermain bola hingga bermain Jilong Bungkem.

KETEMU PENGGEMAR

Ketenaran Dimas & Squads bahkan sampai membuat Palm Beach Resto & Hotel Jepara bahkan mengundang mereka untuk makan, menginap, dan bermain banana boat dll. Keseruan kembali terjadi saat mereka bertemu fans yang ternyata mengenali mereka. Lagi-lagi jawaban jawaban lugu dan konyol khas bocah desa tetap melekat.

Beberapa minggu lalu,  Dionysius Hayom Rumbaka, Atlet Badminton Nasional pun menyempatkan datang ke rumah Dimas dkk untuk menyerahkan mainan karambol, bola sepak, dan jersey klub sepakbola Real Madrid dan Barcelona untuk mereka.

Hayom Rumbaka paling kanan sambangi rumah dimas (mbak ruroh)

“Saya jadi teringat masa kecil mas, bermain seru tanpa gadget” ungkap Hayom Rumbaka sambil kembali mengingatkan untuk selalu belajar.

Selain itu, Hayom juga trenyuh melihat keceriaan mereka, terutama dimas yang rumahnya jauh dari kata bagus dan kondisi orang tuanya yakni Lek Jumadi, yang mengalami kelainan di kakinya sehingga tidak bisa berjalan seperti orang pada umumnya.

Mayoritas pengunjung Instagram dan Youtube hajar Pamuji pun memberikan simpati dan kata kata semangat. Uniknya, mereka tidak pernah menampakkan kesedihan. Mereka tetap bermain selugu, sepolos, seceria, dan semedhok logat Pati.

Disalah satu scene videonya baru terlihat ketika dimas ditanya, kalau nanti sukses mau ngapain? dia hanya menjawab, mau mengobatkan kaki Bapaknya, dengan kesedihan dan air mata yang berusaha keras disembunyikannya.

AUDISI SINETRON

Audisi sitkom anak di MNC

Dalam salah satu video hajar pamuji, Bu Guru Ruroh dan Dimas pernah berpesan kalau nanti Dimas sudah jadi artis…..baru….boleh mikir pacaran. Sekarang belajar dulu yang rajin. Dan ternyata perkataan tersebut sebentar lagi bisa terwujud. Melalui Hajar Pamuji yang otomatis menjadi manajernya Dimas diundang untuk di MNC group.

Dimas diantar Hajar Pamuji sudah mengikuti syuting sinetron tersebut. “Kalau promosinya sukses, insyaAllah bisa dapat kontrak dari MNC mas” terang Hajar Pamuji pada reporter wartaphoto.net

“Hari ini (01/05) Dimas syuting Eyang Mami van Mounelen yang tayang Kamis nanti jam 4 sore di Global. Doakan Dimas sukses dan tetap rendah hati nggih” Imbuh Hajar Pamuji

Reporter: Zaenal

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Ketoprak Tjokro asal Bleber Cluwak Sukses Lakonkan “Saridin Andum Waris” di Jakarta
Budaya, wartaphoto

Ketoprak Tjokro asal Bleber Cluwak Sukses Lakonkan “Saridin Andum Waris” di Jakarta

Sejumlah paguyuban dan komunitas warga Pati di Jakarta datang dan menonton langsung Ketoprak Tjokro asal Bleber Cluwak Pati di TMII, Mingu 23 April 2017. Salah satunya adalah Puskom Pati

JAKARTA. Dalam rangka memeriahkan Pentas Duta Seni Kabupaten Pati 2017, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pati ( DINPORAPAR Kabupaten Pati ) menggelar pesta budaya di Taman Mini Indonesia Indah ( TMII ), Minggu (23/04). Pentas yang dilangsungkan di Anjungan Jawa Tengah tersebut membawa misi memperkenalkan beberapa budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Pati. Salah satunya Ketoprak yang dibawa langsung dari desa Bleber kecamatan Cluwak.

Salah satu adegan Kang Branjung mati ditombak Saridin saat mencuri durian jatuh yang dijaganya

Membawakan lakon Saridin Andum Waris, ratusan pasang mata menonton dan menikmati pertunjukan khas Pati dengan lakon yang sangat kental dengan masyarakat Pati yakni Saridin yang berjuluk Syeh Jangkung. Sejumlah komunitas, paguyuban, undangan hingga warga Jawa Tengah yang kebetulan sedang berwisata disekitar Anjungan Jawa Tengah larut dalam cerita Saridin Andum Waris.
Beberapa diantaranya bahkan mengajak berswafoto  (selfie) dengan pemain untuk dijadikan koleksi pribadi ataupun dibagikan ke media sosial.

Salah satu pengunjung berfoto dengan pemeran ketoprak

Kepala Dinparpora kabupaten Pati Bapak Sigit Hartaka dalam sambutanya mengungkapkan bahwa promosi pariwisata dan budaya yang dimiliki kabupaten Pati perlu ditingkatkan dengan mengadakan agenda-agenda budaya. Tujuannya adalah sebagai alat yang merekatkan tali silaturahmi agar senantiasa terciptanya sebuah hubungan kekeluargaan warga Pati dimanapun berada.

Kepala Dinparpora kabupaten Pati Bapak Sigit Hartaka berikan sambutan langsung

Dari pagelaran semacam ini diharapkan masyarakat Pati senantiasa mengingat dan memahami berbagai  budaya dan sejarah yang ada di Kabupaten Pati salah satunya dari kebudayaan ketoprak.

Berita Acak