Home Archive by category wartaphoto

wartaphoto

Berita Pati wartaphoto

Hunting Photo Session Collaboration 2018 Antara KFI, Custom Bike dan Klub Mobil Forenshic Dijamin Asik. Yuk Ikutan!

Para pecinta fotografi di Pati sebentar lagi akan dimanjakan dengan pemandangan yang sayang untuk dilewatkan. Hunting foto bersama antara Komunitas Foto Indonesia (KFI) Wilayah Pati yang menggandeng komunitas para pecinta mobil Forenshic, Double Cabin Indonesia Kudus (DCAB ID), plus Punk Nggonane Custom akan berlangsung 4 Februari 2018.

Hunting foto yang terbuka untuk umum ini akan menampilkan tiga model cantik sekaligus selebgram asal Pati yang sudah malang melintang di dunia modeling yakni  @Karinenawandhira, @davigul@oliv341.

Lokasi hunting untuk menampung mobil custom dan memiliki pemandangan yang menarik dipilih di Grand Sendang Sani Pati yang letaknya tepat di dekat gapura perbatasan Pati Kudus.

Rencananya, acara yang disupport empat media partner yakni @Patihits, @wartaphoto.net, @modifiedindonesia dan @automotivelands akan dihelat pada 4 Februari 2018 mulai pukul 14:00 – Selesai.

Biaya Pendaftaran  hanya 30K (include  Free SoftDrink & Marchandise)

Info pendaftaran Hubungi:

  • 089682099990 [patihitsCrew]
  • 082134824154 [KfiWilPati]

 

Acara ini juga di dukung oleh :

  • @grandsendangsani
  • @hendra_chrystianto
  • @beauty_kharizma
  • @spesial.bakso.maknyus
  • @ion.apple
  • @Jimmy_tarzimi
  • @aprilliasefaaudina
  • @krpdigital
  • @vitachrome
Berita Pati wartaphoto

Juwana Sukses Selenggarakan Car Free Night di Malam Tahun Baru 2018

JUWANA – Pertama kali adakan Car Free Night dimalam pergantian tahun baru 2018 Juwana dinilai sukses.Hal ini tidak terlepas dari kerja sama semua pihak yang telah turut menyukseskan kegiatan tersebut.

Sebelumnya Minggu (31/12/ 2017) pukul 17:30 WIB apel persiapan pengamanan tahun baru dilaksanakan meliputi berbagai instansi terkait yaitu dari Koramil, Banser, Polair, Polsek Juwana, Batangan,Margoyoso, Wedarijaksa dan ditambah dari Polres Pati dengan jumlah personel 120.

Setelah melaksanakan apel pengamanan, kemudian dilanjutkan penutupan jalan yaitu di jalan Silugonggo, Kebudayaan, Simpang masjid dan Tugu Bandeng dan berkoordinasi juga dengan unit PJR Juwana untuk menutup jalan di depan masjid, penutupan sendiri di mula jam 18:00 hingga 01:00 WIB.

Dari pantauan reporter wartaphoto.net sepanjang jalan lancar tidak ada kemacetan di acara car free night di alun alun Juwana.

“Alhamdulillah lancar tidak ada kemacetan dan tidak ada gesekan.Harapan saya untuk tahun depan car free night tetap di laksanakan. Masyarakat semakin sadar akan keamanan dan ketertiban, serta kenyamanan. Ikuti aturan yang ada, supaya juwana semakin indah dan nyaman, kerja sama masyarakatlah yang kita butuhkan karena masyarakatlah kita Polri, TNI dapat bekerja, “ungkap Kapolsek Juwana AKP Didi Dewantoro.

Pada puncak malam pergantian tahun 2018, ribuan masyarakat Juwana tumpah ruah di alun alun Juwana, yang di hibur dengan orkes dangdut. Tepat detik detik pergantian tahun baru diadakan pesta kembang api.

“Dengan adanya car free night, situasi alun-alun menjadi lebih baik. Tidak ada kemacetan di jalur pantura. Kami mengapresiasi Kapolsek Juwana dan seluruh tim keamanan, semoga di tahun 2018 semakin mendapat perhatian dari pemkab. Sehingga Juwana semakin tertata rapi, bersih, indah, nyaman, Juwana lebih sejahtera, ” jelas camat Juwana Teguh widiyatmoko.

Pengamanan sendiri dibagi tiga rayon, rayon pertama membawahi Juwana Utara, rayon ke dua membawahi Juwana Timur Selatan dan rayon tiga membawahi sebelah barat perbatasan Pati kota dan Juwana.

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad

Berita Nasional Pati wartaphoto

HNSI Sebut Pelarangan Cantrang Sebabkan Pengangguran, Hingga Pencurian GPS dan Bandul Kapal

Berakhirnya masa toleransi penggunaan alat tangkap jenis cantrang yang akan habis bulan Desember ini menjadi permasalahan tersendiri bagi nelayan.Seperti yang diungkapkan Ketua HNSI Pati Rasmijan bahwa diharapkan kebijakan masa toleransi ini segera mendapatkan solusi terbaik. Menurutnya peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomer 2 tahun 2015 yang mengatur pelarang cantrang ini merugikan nelayan.

“Kami berharap setelah masa toleransi ini habis,pemerintah mempunyai solusi terbaik agar kita tidak dirugikan. Agar kita tidak kehilangan pekerjaan,” katanya.

Rasmijan mengungkapkan hal tersebut pada sosialisasi pelayanan ; pelabuhan Juwana, Sabtu (30/12/2017), di aula kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP kelas lll) Syahbandar Bajomulyo Juwana.

“Lihat saja akibatnya, sudah ratusan kapal di Juwana yang sandar tanpa ada solusi. Bahkan sebagian alat GPS, bandul dll hilang dicuri, ini adalah dampak dari pengangguran. Kami akan melakukan aksi agar kami mendapat solusi terbaik,” ujar Rasmijan.

Sebagaimana diketahui kebijakan pelarangan cantrang ini dikeluarkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti,  melalui Permen Kelautan dan Perikanan No 2/2015 tentang Pelarangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Trawl dan Seine Nets. Menteri Susi menyatakan cantrang menyebabkan konflik antarnelayan dan mengancam populasi ikan.

“Kalau ditangkap terus, ikannya habis, ya masa depan bangsa cuma slogan. Cantrang ini yang (bisa) menimbulkan konflik horizontal antarnelayan seperti zaman dulu. Makanya ada PP No 39/1980 yang melarang trawl beroperasi karena banyak kapal trawl dibakari masyarakat,” ungkap Susi pada laman detik. com

Ditambahkannya pula, konflik tersebut muncul ketika banyak kapal tangkap dari Pulau Jawa yang beraktivitas di laut Kalimantan dan Sulawesi ditangkap oleh nelayan setempat. Penyebabnya, kapal dari Pulau Jawa itu menggunakan cantrang yang mengancam populasi ikan di Laut Kalimantan dan Sulawesi.

 

Reporter: Arton

Editor: A.Muhammad

Budaya Pati wartaphoto

Kelelahan, Habib Lutfhi Istirahat. Jamaah Sholawat Sapu Jagat Tetap Bersemangat

JUWANA. Ribuan jamaah sholawatan hadiri Juwana Berdzikir, Bersholawat dan Doktrin Kebangsaan dalam rangka haul para masyayih dan haflah ke-4. Sapu Jagad juwana. Kegiatan akbar ini menghadirkan KH. Maulana Al Habib Muhammad Luthfi dan KH. Muhyidin Alawy sebagai penceramah.

Acara sholawatan yang kental dengan suasana nasionalisme lengkap dengan tata panggung serba merah putih.

“Konsep sholawatan malam ini kami bikin serba Merah putih dikarenakan kita sebagai warga Indonesia harus cinta tanah air . Doktrin kebangsaan harus kita tanamkan kepada generasi Muda. Baik yang ada di Juwana mapun sekitarnya,” kata Ketua Sapu Jagad Juwana, Muslih Masduqi Irsyad.

Hadir dalam acara tersebut, anggota DPRD Pati dari Fraksi PKB, H. Haryono, Kasdim 0718 Pati Mayor Inf. H. Moch. Solikhin, S Ag. M. Si, Danramil Juwana  Danramil 02/Juwana Kapten Inf Yahudi, S.Sos, Perwakilan Polsek Juwana, Muspika Juwana dan para habib dan tokoh masyarakat.

“Tujuannya  dengan adanya doktrin dari orang tua, guru bangsa, Maulana Al Habib Muhammad Luthfi sebagai motivasi kita. Kebetulan masih dalam suasana Hari TNI, kita ikut merayakanya. Selain itu, acara sholawatan ini juga diharapkan dapat memperkuat ukhuwah islamiyah, silaturohmi padat teman – teman Juwana dan sekitarnya,” imbuh Muslih

Acara yang bertempat di Proliman Juwana atau Tugu Krisna Juwana, Minggu (08/10/2017), di mulai dengan kirab tumpeng dari rumah muslih masduqi irsyad menuju proliman. Dilanjutkan dengan acara tahlil, rebana dari sapu jagad, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya, bagimu negeri, pembacaan teks Pancasila dan beberapa sambutan.

Acara bersholawat yang didukung pengamanan ekstra dari Banser Juwana, berlangsung aman dan khidmat. Meski sesekali terjadi gerimis, namun jamaah tak bergeming sama sekali, larut dalam khusuknya sholawat.

Habib Luthfi Kelelahan

Maulana Al habib Muhammad Luthfi sendiri  sampai di Juwana sekitar jam 12 malam, namun tidak bisa menghadiri acara tersebut, di karenakan kelelahan.

Sebelumnya, Habib Luthfi baru saja dari Sulawesi langsung ke Juwana, namun terdampak kemacetan di Demak. Sehingga dirasa perlu istirahat di rumah salah satu tokoh masyarakat Juwana.

Kondisi Habib Luthfi sendiri sudah sampai di Juwana namun kelelahan yang dialaminya tidak memungkinkan untuk berada langsung di depan jamaah Sholawat kali ini.

“Abah Luthfi kelelahan kecapean, minta ditransit. Juwana (Jamaah Sholawat di Juwana-red) sudah didoakan sama beliau. Saya dipanggil tadi malam,” kata Muslih, melalui pesan singkatnya kepada redaktur wartaphoto.net

 

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Pati wartaphoto

Dr Viktor Pujiadi ( BNN Pusat ): Flaka The Zombie Drugs Sudah Merambah Ke Indonesia

PATI. Brigjen.Pol. Dr. Victor Pudjiadi, SPB,FICS,DFM dari dari BNN Pusat menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi Anti Narkoba yang dibarengkan dengan Peresmian Lembaga Perlindungan Anak ( LPA ) Kab Pati . Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (09/09) di Gedung Juang 45Pati ini beliau mewanti-wanti agar masyarakat serius memerangi narkoba.

Menurut Dr. Victor Pudjiadi,  Penanggulangan Narkoba bukan hanya bisa dilakukan dengan senjata tetapi bisa dilakukan dengan ilmu pengetahuan. Sehingga kita mengerti bahwa salah dalam penggunaan narkoba akan mengakibatkan gangguan kesehatan dan kematian.

“Terlebih baru-baru ini ini sudah beredar narkoba jenis Flaka (the zombie drugs)  dan sudah merambah ke Indonesia. Pengguna flaka akan hilang kesadaran dan berprilaku seperti zombi, sehingga hilang rasa kemanusiaanya,” ujarnya.

Lebih lanjut Dr. Victor juga mengingatkan bahwa narkoba bisa menyerang siapapun dari orang tua sampai anak-anak. Namun jangan lantas menghakimi orang/anak pengguna narkoba, tetapi harus diberi pengertian secara terus menerus. Direhabilitasi di panti rehabilitasi narkoba agar sembuh.

Pemberantasan Narkoba bukan tanggung jawab Polisi, TNI, BNN saja namun merupakan tanggung jawab kita bersama.

“Minimal, cara kita adalah peduli terhadap lingkungan dan penyalahgunaan narkoba, dengan memberikan informasi kepada aparat untuk diberikan tindakan rehabilitasi maupun tindakan hukum. Itu peran penting Anda,” jelasnya.

Sementara itu, jika masyarakat baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa yang memiliki bekal agama tentu pasti menjauhinya.

“Haram hukumnya. Selain merusak kesehatan bisa menghilangkan akal sehat sehingga tidak tahu mana yang haq dan mana yang batil. Bagi penggunanya bisa berbuat apapun yang melanggar norma agama” pungkasnya.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Pati wartaphoto

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Pati Diresmikan. Ini Kata Merdeka Sirait (KPA I Pusat)

PATI. Arist Merdeka Sirait ( Ketum Dewan Komisioner KPAI ) datang ke Pati dan resmikan Lembaga Perlindungan Anak ( LPA ) Kab Pati pada Sabtu  (09/09) sekitar pukul 10.00 WIB. Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Juang 45 Jl Panglima Sudirman No 61 ini dihadiri sejumlah tokoh.

Nampak Brigjen Polisi Dr Viktor Pujiadi ( Badan Narkotika Nasional Pusat ), Noto Subianto ( Anggota DPRD Pati dr Fraksi PDI ), Bp Pujo Winarno Asisten II Kab Pati, Kapten Infantri Muchlisin ( Pasi Intel Dim 0718/Pati mewakili Dandim beserta sejumlah undangan.

Aris Merdeka Sirait dalam sambutannya menyebut bahwa anak-anak Pati perlu mendapat perlindungan dari kita terutama pada kasus- kasus kekerasaan dan pelecehan seksual terhadap anak.

“Maka sangatlah perlu LPA hadir di Kab Pati untuk melindungi hak-hak mereka” Ujar Aris.

Lembaga Perlindungan Anak Kab Pati, sebagaimana dijelaskan Aris menjadi sesuatu yang penting karena urusan anak bukan urusan rumah tangga saja,tetapi butuh kepedulian berbagai pihak sehingga anak tidak menjadi obyek pelampiasan kekerasan dan pelecehan seksual.

“Mari kita dorong langkah-langkah nyata terhadap perlindungan hak-hak anak jangan sampe anak menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual” pungkasnya.

KPAI sendiri menerima aduan dan memberikan pendampingan terhadap terpenuhinya hak hak anak, termasuk potensi kekerasan di sekolah.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Lingkungan wartaphoto

Banser dan Komunitas Lintas Agama Kumpulkan Dana Peduli Rohingya di Alun Alun Juwana

Juwana – Dalam rangka aksi kemanusiaan dan kepedulian untuk Rohingya, Banser X-7 Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon ) Juwana bersama GP Ansor gelar pengumpulan dana dan doa bersama. Sejumlah komunitas turut bergabung dalam acara sosial yang diadakan di alun-alun Juwana, Minggu pagi (10/09).

Mereka berasal dari komunitas lintas agama, kanzus sholawat Sapu Jagat Juwana serta organisasi kemasyarakatan lainnya. Tak hanya umat Islam, perwakilan umat Katolik dan umat Budha, Hindu dan Kristen juga turut berpartisipasi. Mereka bersama-sama menunjukkan solidaritas untuk Rohingya.
Hasil dari penggalangan dana diserahkan kepada lembaga amil zakat infaq dan shodaqoh Nahdlatul Ulama ( LAZISNU ) untuk disalurkan ke Rohingya.

H. Muhammad Soetomo selaku PAC Ansor Juwana menuturkan bahwa selain untuk menggalang aksi kemanusiaan untuk Rohingya aksi yang dilakukan bersama lintas agama ini juga untuk memupuk dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita bersama-sama menunjukkan solidaritas kepada saudara kita di Rohingya yang sedang mengalami konflik kemanusiaan. Kita sampaikan pula kepada masyarakat khususnya Indonesia jangan sampai terpengaruh isu-isu yang berkembang saat ini seakan-akan isu yg berkembang adalah konflik agama, kita tidak mau itu,” Ujar Soetomo.

“Kita ingin menyampaikan bahwa kita bisa hidup berdampingan dengan agama yg lain serta kedepan bisa menggalang aksi-aksi lainya bersama-sama, misalnya kerja bakti bersama, bersih-bersih bersama,” ungkapnya.

Senada dengan Ansor, perwakilan dari umat Budha juga menyambut baik aksi penggalangan kemanusiaan ini, karena dengan kebersamaan dinilai bisa memperkuat NKRI.

“Kami mendukung sepenuhnya kegiatan penggalangan dana atas tragedi Rohingya yang sedang kesusahan. Kegatan seperti inilah yang harus kita dukung sebagai wujud kebersamaan umat manusia, jangan bicara ini siapa dan golongan apa,” ungkap Bapak Supar dari Komunitas Buddhis Juwana
Yatno, Pembina Umat Budha Saddadipa Juwana menyambut baik kegiatan ini.

“Sebenarnya sudah lama ingin melaksanakan aksi solidariras kebersamaan seperti ini, karena dengan kebersamaan bisa mempersatukan dan memperkuat NKRI seutuhnya,saling menghormati menghargai dan menolong dalam kehidupan sehari-hari,” tukas Yatno.

Pasca menggelar kegiatan lintas agama ini diharapkan dapat menumbuhkan dampak positif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Mengetuk kepedulian sosial bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang suku agama ras dan golongan,” harap Stephanus Edy Sukarsi, pengurus Gereja Katolik Juwana.

Reporter: Arton
Editor: A. Muhammad

wartaphoto

Diduga Karena Sakit Tak Kunjung Sembuh, Kakek 82th Gantung Diri di Dapur Rumahnya

Korban Bunuh diri dan barang bukti yang ditemukan

BATANGAN – Diduga tak kuat menahan sakit yang tidak kunjung sembuh, Ngatimin (82th) nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri pada Jum’at (16/06) sekitar pukul 16.30 WIB. Warga Dukuh Sawo Desa Gunungsari Rt.02 Rw.06 Kecamatan Batangan Kabupaten​ Pati saat ditemukan istrinya sudah dalam keadaan tergantung kayu Blandar ruang dapur.

Istrinya yakni Sumini, serta merta berteriak ketika mengetahui suaminya meninggal bunuh diri. Lalu memanggil Sunardi, tetangganya untuk membantu menurunkan jenazah. Bersama dengan warga yang lainnya Sunardi menurunkan Ngatimin dan membaringkannya di dalam rumah.

Saat ditemukan, posisi Ngatimin menggantung dengan posisi kaki berada diatas tanah kurang lebih 25 cm dan melihat tangga yang terbuat dari kayu bambu. Panjang tali kurang lebih 2 meter, diameter kurang lebih 1 cm.

Hasil pemeriksaan medis, terdapat luka lebam bekas jeratan tampar nilon dibagian leher. Kedua kakinya menghitam. Diperkirakan karena penyakit gula yang dideritanya. Selian itu tidak ditemukan luka lain maupun tanda-tanda penganiayaan. Jenazah korban dimakamkan di TPU Desa Gunungsari Batangan.

Reporter: didi/ kontributor wartaphoto.net

Editor: Revan Zaen

wartaphoto

Kompor Gas Sambar Tumpahan Bensin, Rumah dan Mobil di Ronggo Jaken Terbakar

Rumah Sukardi, Warga Desa Ronggo R.01/01 kecamatan Jaken Kabupaten Pati Rabu (7/6) terbakar

JAKEN. Bangunan rumah joglo ukuran 12 x 12 meter milik Sukardi (55th) yang beralamat Desa Ronggo R.01/01 kecamatan Jaken Kabupaten Pati Rabu (7/6) pagi terbakar sekitar pukul 05.00 WIB. Rumah seisinya, mobil pick up, 2 unit sepeda motor, Perhiasan, uang tunai semuanya ludes terbakar. Sukardi, pemilik rumah mengalami luka bakar di punggung sekitar 30% dan langsung dilarikan ke RS Mitra Bangsa pati.

Saksi pertama kali melihat kejadian tersebut adalah Sudargo (42th), warga Desa Ronggo RT 01 RW 06 yang menceritakan bahwa sekitar pukul 04.30 , Sukardi pemilik Rumah menuangkan BBM jenis pertalite ke botol botol kecil ukuran 1 liter. Salah satu botol tumpah yang langsung tersambar kompor gas yang sedang dinyalakan istrinya (Ibu Sutri). Karena jaraknya yang begitu dekat, api cepat menyala ke seluruh ruangan hingga seisi rumah ludes.

Puing puing sisa kebakaran

Pukul 05.10 api sudah membakar seisi rumah. Pukul 06.50 3 Unit Damkar dari Pemda Pati sampai di lokasi dan memadamkan sisa sisa api yang masih menyala.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan,S.I.K melalui Kapolsek Jaken AKP Teguh Heri Rusianto mengatakan bahwa telah mendapat laporan kebakaran rumah di Desa Ronggo. Maka saat itu juga  piket jaga menghubungi mobil damkar dan langsung menuju ke TKP untuk pengamanan.

“Kerugian  ditaksir mencapai 1,5 milyar” kata Kapolsek Jaken AKP Teguh Heri Rusianto

Penulis: didi/ kontributor wartaphoto.net
Editor: Revan Zaen
wartaphoto

Dendam Sisa Dangdutan, JS Bacok Korban Saat Buang Hajat di Sungai

Punggung korban masih bersimbah darah karena dibacok pelaku saat buang air besar di sungai tepi jalan

KAYEN. Bulan Ramdhan yang seyogyanya digunakan untuk hal hal kebaikan ternyata tidak dijiwai oleh beberapa orang. Karena dendam  sisa dangdutan, seorang warga Dukuh Pedak Rt.11/2 Desa Brati Kecamatan Kayen bernama Mujiyono (19th) dibacok pelaku saat Buang Hajat di Sungai tepi jalan.Kejadian tersebut terjadi pada Senin 05/06 sekitar pukul 21.00 WIB.

Akibat perbuatannya Pelaku, yakni JS  (25th) warga dukuh Krukuk Rt.8 RW 2 Desa Brati Kecamatan Kayen terpaksa harus mendekam di sel tahanan Polsek Kayen dan diganjar pasal 351 KUHP.
Awal mula kejadian hari Minggu (27/5/2017) pukul 00.30 wib seusai pertunjukan Dangdut di Desa Brati, JS  dipukuli oleh sekelompok pemuda dari Dukuh Pedak Desa Brati yang dan diduga Mujiyono adalah salah satu pelakunya. Perkelahian tersebut terjadi di depan Balai Desa Brati. Bahkan sudah berada di luar area pertunjukan dangdut. JS alias J mengalami memar sehingga melapor di Polsek Kayen yang saat ini dalam proses lidik.
Tak sabar, JS alias J dendam sehingga pada hari Senin (5/6/2017) sekitar pukul 20.30 pelaku dengan membawa sabit datang ke Dukuh Pedak untuk mencari para pelaku yang mengeroyoknya, tetapi pelaku tidak menemukan pemuda Dukuh Pedak yang pernah memukulinya.
Sekembalinya dari Dukuh Pedak tanpa hasil, JS melihat Mujiyono sedang buang hajat (BAB) di saluran air pinggir jalan dengan ditemani Soni Hendra Prayogo (20th), warga Dukuh Gower Rt.3/3, Desa Karangawen Kecamatan Tambakromo.
Langsung saja didatangi dan dibacok dengan sebilah sabit yang sudah dipersiapkan.
Mengetahui kejadian tersebut Soni Hendra Prayogo lari untuk menyelamatkan diri. Setelah membacok sekali kemudian JS kabur, dan membuang sabitnya di bendungan utara desa Brati. Sementara Mujiyono yang terkena bacokan minta pertolongan ke Dukuh Pedak dengan naik sepeda motor yang ditinggal Soni Hendra Prayogo di TKP. Mujiyono menemui Mundhiharto (25th) warga Dukuh Pedak Rt.10/2, Desa Brati Kecamatan Kayen untuk diantar berobat di RSUD Kayen. Oleh petugas medis, lukanya dijahit tetapi tidak sampai opname.
Atas kejadian tersebut Mujiyono melaporkan ke Polsek Kayen dengan nomor Laporan Polisi model B nomor LP/B/12/VI/2017/ Jateng/ Res. Pati/Sek.Kyn. tertanggal (05/06/17).
Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan SIK melalui Kapolsek Kayen AKP Sutoto menerangkan  bahwa kasus penganiayaan di saluran air pinggir jalan Dukuh Krukuk – Dukuh Pedak turut Desa Brati Kecamatan Kayen telah ditangani anggota Polsek Kayen. Saat ini memasuki tahapan penyelidikan.
“Anggota (Polsek Kayen -red) berhasil menangkap pelaku beserta barang bukti milik pelaku berupa Jaket warna hitam dan sepeda motor Honda Beat milik pelaku. Pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di sel tahanan Polsek Kayen dan diganjar pasal 351 KUHP” Jelas  Kapolsek Kayen AKP Sutoto
Reporter: Didi/ Kontributor wartaphoto.net
Editor: Revan Zaen