Home Archive by category Wisata

Wisata

Pati Wisata

Wisata Air Terjun Lorotan Semar, Destinasi Favorit Liburan Akhir Tahun

KAYEN. Salah satu primadona wisata murah meriah dengan pemandangan asri di Pati selatan adalah lorotan semar. Objek wisata berbasis sungai dengan bebatuan unik ini awal mulanya hanya sungai biasa. Namun, makin kekinian setelah disadari oleh pengelola dan terus ditambah fasilitas . Diantarnya Area parkir kendaraan, mushola, MCK, penginapan dan beberapa fasilitas lain.  

Lokasi lorotan semar sangat mudah dijangkau. Jika Anda kesulitas bisa memanfaatkan google map lalu ketikkan “air terjun lorotan semar”. Lokasinya berada di Sumbersari, Kayen, Kabupaten Pati.

Liburan akhir tahun kali ini pengunjung wisata air terjun lorotan semar meningkat. Terlebih hanya mengeluarkan dua ribu rupiah saja untuk parkir, Anda bisa menikmati keindahan wisata alam ini sepuasnya. Akses jalan menuju lokasi juga mudah dicapai baik kendaraan roda dua maupun mobil.

Hambali misalnya, warga Trangkil yang datang bersama keluarganya mengaku cukup menikmati wisata di air terjun lorotan semar ini.

“Ya masih dekat lah, terjangkau istilahnya dari rumah. Bawa mobil juga bisa masukJadi anak anak juga nggak sampai mabuk perjalanan sudah sampai. Meski panas, tapi ya setidaknya anak-anak bahagia. Kan itu intinya wisata,” katanya.

Secara umum, air terjun lorotan semar ini memiliki tiga bagian yakni atas, tengah dan bawah. Bagian bawah terlihat lebih indah, cocok untuk berenang dan berfoto. namun bagian atas dan tengah juga tak kalah menarik. Tergantung medan seperti apa yang Anda sukai. Pada salah satu bagiannya terdapat tulisan lorotan semar dan patung semar tepat di tengah sungai yang makin menegaskan bahwa lokasi tersebut adalah lorotan semar.

Air terjun lorotan semar ini destinasi wisata Pati berbasis wisata alam yang tergolong baru. Lempeng bebatuan keras, dipadu air terjun dan cekungan tak begitu dalam memang cocok untuk wisata keluarga.

 

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Pati Wisata

Kampung Pelangi Kranggan Pati. Berawal dari Lomba Antar RT Hingga Viral ke Kota Lain

PATI. Tren menyulap pemukiman menjadi kampung pelangi ternyata mulai merambah ke berbagai daerah. Jika sebelumnya Semarang dan Malang sudah dikenal terlebih dahulu, kini Pati mulai mengadopsi dengan konsep berbeda. Jika di Semarang menggunakan dinding dan atap rumah di Kampung Kranggan Kecamatan Pati Kidul, Gang yang dibatasi dengan tembok tinggi beserta rumah, dicat warna warni dengan aneka murah tiga dimensi.

Tak lama semenjak viral di media sosial utamanya instagram dan facebook, Kampung kranggan kini menjadi destinasi baru di Pati khususnya berswafoto (selfie). Hal ini terlihat di RT 2 RW 3 kampung Kranggan yang lokasinya tak jauh dari salah satu swalayan di Pusat kota Pati mulai kebanjiran pengunjung. Apalagi lokasi ini tidak perlu membayar apapun alias gratis.

Lokasi ini pun, kini di kalangan warga Pati keberadaan Kranggan sebagai kampung pelangi,relatif populer.

Ketua RW 3 Djuli Murtadho, mengatakan untuk mewujudkan kampung yang bersih, asri, dan menarik, warga memulai menata sejak sembilan bulan lalu atau Maret.

“Upaya ini terus kita support, apalagi Dukuh Kranggan dipersiapkan untuk mewakili Kelurahan Pati Kidul dalam lomba lingkungan bersih di tingkat kabupaten. Untuk proses pengecatan dan mural, pihaknya juga menyediakan cat bagi warga yang membutuhkan. Dengan berbagai cara support, termasuk menggandeng donatur untuk penyediaan cat,”  imbunya.

Sementara Laskub, Ketua RT 2 menjelaskan bahwa awalnya ide ini dimulai saat ada lomba tingkat RT. Dirinya melihat potensi anak muda yang biasnya hanya nongkrong saja diajak berperan aktif mempercantik daerahnya supaya lebih bersih, asri dan hijau.

“Yang melukis anak-anak pemuda, dari pada nongkrong-nongkrong tidak ada ada manfaatnya. Kalau saya sendiri, dikasih 2-3 galon cat saja bingung mau dibuat apa. Ternyata setelah saya gandeng anak-anak muda ternyata malah bagus,” katanya

Ajik, salah satu pelajar SMK Nasional Pati yang datang bersama kawan kawannya mengaku tertarik dengan lokasi yang satu ini. “Seneng mas, soalnya lukisannya bagus bagus.Bisa untuk untuk poto selfie sama temen temen dan belajar fotografi  juga, ini saya bawa kamera mas,” kata Ajik.

Tak Hanya, lokal Pati, warga kota tetangga juga ikut penasaran. “Saya penasaran mas begitu melihat poto kampung pelangi di Pati di posting di media sosial.Begitu di Pati aku lansung kesana, jebule apik apik lukisane dan langsung poto selfie, smoga ini bisa menjadi percontohan untuk desa lain dan juga untuk liburan tahun baru, ” kata Zaki asal kudus

Selain memiliki daya tarik berupa lukisan mural kampung Kranggan juga memiliki pojok hijau berisi taman yang diisi dengan tanaman obat keluarga. Pun di setiap rumah warga sudah memiki tempat sampah yang berbeda untuk memudahkan memilah sampah untuk dibawa ke bank sampah.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Pati Wisata

Kini, Akses Jalan ke Bukit Pandang Sudah Mulus. Dipersiapkan Jalur Tembus Paket Wisata dan Home Stay

KAYEN – Sambut musim liburan akhir tahun 2017 yang merupakan rangkaian libur natal dan tahun baru 2018 beberapa tempat wisata di kabupaten Pati mulai berbenah. Salah satunya adalah wisata alam yang berada di kecamatan Kayen. Sebut saja wisata alam Bukit Pandang yang berada di desa Durensawit Kecamatan Kayen Kabupaten Pati.

Sebelumnya, para pengunjung banyak memberikan testimoni tempatnya bagus namun sayang akses jalannya kurang layak. Tapi, itu dulu. Baru-baru ini infrastruktur telah dibenahi, mulai dari spot-spot berfoto selfi, flying fox hingga akses jalan beraspal hotmix mulus sampai lokasi.

Akses jalan dan fasilitas penunjang lainnya terus dilengkapi pengelola wisata bukit pandang Kayen Pati

Menurut Pak Warsito warga Kayen yang juga guru di SD Kayen 06 ini menuturkan bahwa akses jalan menuju ke lokasi wisata Bukit Pandang Desa Durensawit kecamatan Kayen sudah terlihat mulus karena sudah di aspal.

“Tadi pagi saya jalan-jalan bersama anak saya, mencoba jalan yang baru selesai diaspal menuju lokasi wisata bukit pandang, ternyata jalanya sudah mulus hingga lokasi. Nanti rencananya ada jalan tembus dari objek gua Pancur menuju Bukit Pandang kemudian tembus ke Lorodan Semar dan juga Arga Pesona desa Beketel itu nantinya satu jalur” tutur Warsito.

Pak Krisno, pengelola wisata Bukit Pandang terus berinovasi dan melengkapi sarana pendukung. Selain sebagai tolak ukur dan percontohan wisata alam di Kabupaten Pati, nantinya wisata alam bukit pandang di desa Durensawit ini juga akan membidik wisatawan mancanegara.

Wahana FlyingFox di Bukit Pandang Ki Santa Mulya Desa Durensawit Kayen Pati

“Kami akan selalu berbenah agar wisata alam di Kayen ini menggeliat, dan layak dikunjungi baik itu dari wisatawan lokal maupun bertaraf internasional. Untuk itu kami sudah siapkan home stay. Nanti di tahun 2018 akan kami bangun jalan tembusan agar pengunjung bisa lebih mudah mengakses ke lokasi.

Untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung ini adalah tanggung jawab kita semua bekerja sama mulai dari karang taruna, koramil, polsek dan pemkab. jelas Krisno.

Selama ini untuk memberikan informasi tentang pembangunan hingga spot foto serta lokasi wisata Bukit Pandang, pengelola mengunakan media sosial baik itu facebook ataupun Instagram dengan akun FB Krisno Slungkep.

“Target kami memang memberikan informasi kepada masyarakat lewat facebook agar mudah diakses, agar saudara-saudara kita yang jadi TKI bisa melihat gambar visual, dan saat libur pulang ke Pati bisa membuktikan bahwa ini lho Pati, Pati itu indah” pungkasnya.

Reporter: A.Muhammad

Editor: Revan Zaen

 

Pati Wisata

Taman Stasiun Puri Pati, Mulai Ngehits Sebagai Spot Selfie Baru di Pati. Malam Ini Diresmikan Bupati

PATI – Kota Pati kembali bersolek. Taman Kidang yang berada di salah satu sudut utama kota Pati awalnya dipandang sebelah mata. Namun, usaha keras Pemkab Pati melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang (DPUPR) Kabupaten Pati melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pertamanan akhirnya membuahkan hasil.

Taman Kidang berhasil dirombak total menjadi Taman Stasiun Puri Pati.Malam ini, (19/12/17) taman yang menghabiskan dana Rp 1.330.428.000 diresmikan Bupati Pati Haryanto untuk warga Pati.

 

Dinamakan taman stasiun puri dimaksudkan untuk mengenang bahwa dahulu, tempat tersebut dikenal sebagai stasiun Puri pada tempo dulu. Awal namanya hanya Taman Stasiun Puri namun setelah dikroscek oleh Wabup Saiful Arifin, diminta ditambah kata Pati sebagai identitas kalau pengguna jalan sudah memasuki Pati.

Pada taman ini terdapat cipratan air yang menari ditambah tata lampu yang artistik menjadikan Taman Puri menjadi spot foto selfie baru di Pati. Lokasinya juga tak jauh dari taman patung kuda di seberang jalan lainnya. Jadi pengunjung bisa sekalian berselfie dibeberapa tempat lain. Ada juga tugu ikan dan tugu tani yang lokasinya pun hanya beberapa meter dari lokasi. Berfoto saat malam hari akan menambah cantik spot yang satu ini.

Salah seorang pengunjung, Agnes warga kalidoro mengatakan, dirinya memang sengaja datang untuk melihat keindahan dari Taman Puri. Bersama teman-temannya dirinya tak melewatkan kesempatan untuk berfoto disana.

“Kemarin lihat postingan di sosmed, terus jadi kepengen lihat langsung dan ternyata memang keren. Lumayan bisa jadi tempat selfie gratis,” ungkapnya kemarin.

“Taman ini luasnya kurang lebih 50 meter persegi. Keberadaannya memang diharapkan mampu menjadi ikon baru di Kabupaten Pati. Selain itu juga bisa menjadi salah satu objek wisata buatan,” kata Staf Bidang Kebersihan dan Pertamanan PUTR Pati, Ari Wibowo, baru baru ini.

“Karena taman itu terletak di jalur utama selain JLS, kami berharap masyarakat Pati dan luar kota bisa menikmati keindahannya,” pungkas Ari Wibowo.

 

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

 

Pati Wisata

Bikin Bangga! Berbagai Potensi Daerah Tampil Apik di Festival Pembangunan Pati 2017

 

PATI –  Karnaval pembangunan Noto Projo Mbangun Deso 2017 yang di gelar oleh Pemerintah Kabupaten Pati, Selasa (29/8) berlangsung meriah. Puluhan ribu warga masyarakat menyaksikan karnaval mobil hias di sepanjang jalur yang dilewati arak-arakan. Tidak hanya warga Pati, kegiatan tersebut juga mampu mendatangkan warga luar kota untuk melihatnya. Sejumlah media cetak, online, dan televisi sibuk mengabadikan momen yang kini mulai langka di Pati.

Dipanggung kehormatan, nampak Bupati Pati Haryanto, Wabup Pati Saiful Arifin, Sekda Pati Suharyono, Ketua DPRD Pati Ali Badarudin

Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Pati, Sigit Hartoko mengatakan, ini adalah momentum untuk menggerakkan masyarakat di luar Pati untuk datang. Karena kegiatan ini baru pertama di Pati dan mungkin hanya beberapa kali di Jawa tengah.

 

“Dari aspek kepariwisataan tentu ini menjadi daya tarik bagi wisatawan di luar Pati. Karena ini merupakan barometer kreatifitas masyarakat Pati untuk menunjukkan keunggulannya dari berbagai bidang,” ungkapnya saat ditemui disela-sela acara.

Sigit berharap, kedepan event seperti ini bisa digelar setiap tahunnya. Sehingga kabupaten Pati bisa bersaing dibidang kepariwisataan seperti kabupaten lainnya di Jawa Tengah.

 

“Kabupaten lainnya seperti Solo, Semarang, Pekalongan, dan daerah lainnya sudah memiliki event rutin yang itu bisa mendatangkan wisatawan nasional bahkan internasional untuk melihatnya. Tentu kita inginkan Kabupaten Pati juga bisa seperti itu,” harapnya.

Dalam Festival Noto Projo Mbangun Deso” ini diikuti sebanyak 132 peserta yang terdiri dari berbagai komponen masyarakat seperti Sekolah, Swasta, Perbankkan, Kecamatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan lainnya.

Tidak hanya itu, sebanyak 177 mobil hias juga mewakili berbagai keunggulan dari masing-masing peserta yang mengikuti event tersebut.

Fitria, alumni SMK 1 Pati yang datang bersama teman-temannya mengungkapkan kebanggaanya. “Senang mas lihat karnaval seperti ini akhirnya ada di Pati. Yang saya tunggu tunggu ya penampilan sekolah saya mas, SMK 1 Pati. Tapi penampilan yang lain juga oke punya. Bangga jadi wong Pati mas,” katanya, saat diwawancarai reporter wartaphoto.net usai acara.

Selain warga yang melihat, sejumlah warganet yang menyaksikan tayangan live streaming melalui fanpage wartaphoto cybernews juga mengungkapkan kegembiraannya.

“Pati jadikan kota tujuan wisata. Jangan mau ketinggalan dengan kota2 lain yang lebih dahulu mengemas karnaval seperti ini menjadi agenda tahunan. Majulah Pati Bumi Mina Taniku,” Tulis akun FB Kang Suhari.

Semoga acara Hut Pati seperti ini diadakan tiap tahun, semoga pati semakin maju. Pati kota kelahiran yang kurindukan. Salam dari perantaua,” Tulis akun Vicky ViCkcies

 

Reporter: Arton, Nafir, Ulil, Andi

Editor: Revan Zaen

Wisata

Pemkab Pati Berencana Akuisisi Bakorwil I Sebagai Rumdin Bupati Agar Lebih Terawat dan Bermanfaat

Pemandangan Bakorwil 1 Jateng di Pati jika dipotret saat malam hari

PATI. Salah satu tempat cagar budaya yang ada di Pati dan terkenal adalah Rumah Dinas Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil). Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Pati berencana akuisisi bagunan Rumah Dinas Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) yang ada di. Hal itu diungkapkan Bupati Pati, Haryanto.

Haryanto mengatakan, Kalau diperbolehkan pemprov Jateng wewenang bangunan rumah dinas bakorwil akan kita kelola. Dengan begitu bangunannya bisa lebih terawat, tidak seperti sekarang ini.

“Dari pada nganggur dan tidak terawatt. Apalagi bakorwil itu merupakan cagar budaya yang harus tetap di jaga keberadaannya, mending pemkab Pati yang mengelola,” ujarnya saat memberikan sambutan pembukaan kejuaraan Tenis Lapangan Piala Gubernur Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (18/7) lalu.

Menurutnya, akan lebih baik apabila Bakorwil tersebut difungsikan untuk kebutuhan yang bermanfaat. Apabila dilihat, banyak bangunan yang tidak terpakai dan sudah mengalami penuaan. Ditambah dengan kondisi air kolam yang semakin keruh karena tidak pernah diperbarui.

“Itu bisa menjadi aset bagi Kabupaten Pati. Selain lokasinya cukup strategis, bentuk bangunannya artistik, dan halaman yang luas, tentunya membutuhkan perawatan yang maksimal,” tambahnya.

Tempat favorit remaja di Pati ketika berfoto atau hunting foto ini biasa disebut Karesidenan Pati. Rumah Dinas yang berada di jalan Raya Pati-Kudus No. 38 dikenal memiliki bangunan unik. Bahkan kisah mistis dari tempat ini pun pernah diliput televisi swasta nasional yang semakin menegaskan Pati sebagai kota wisata alam gaib.

Rumdin Bupati

Sementara itu, Wakil Ketua tiga DPRD Pati, Joni Kurnianto  sangat mendukung penuh langkah Pemkab Pati yang akan mengakuisisi Bakorwil. Bahkan pihaknya siap membantu melakukan koordinasi melalui jalur DPRD Parovinsi Jawa Tengah.

“Kalau di jadikan Rumah Dinas Bupati, saya sangat setuju. Karena sayang sekali kalau Bakorwil ini terabaikan, kamar mandinya tidak terawat, bahkan banyak rumput liar yang mulai tumbuh. Ini kan sangat memprihatinkan,” tegasnya.

 

Joni menambahkan, selain bangunan yang tidak terawat. Aset lapangan tenis yang berada di area bakorwil juga menjadi perhatiannya. Pasalnya, jika lapangan tenis rusak biaya untuk memperbaikinya akan mahal. Padahal lapangan tenis ini kerap digunakan untuk event nasional.

 

“Biaya membuat satu lapangan tenis yang berstandart nasional itu sekitar 300 Juta Rupiah. Jadi kalau tidak segera dikelola dengan baik tentu akan sangat sayang sekali,” pungkas Joni yang juga menjabat sebagai Ketua Pelti Pati

 

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

 

Wisata

Makin NgeHits, Wisata Lorodan Semar Terus Berbenah

PATI – Setelah banyak bertebaran di media sosial, baik instagram, youtube, twitter hingga facebook, wisata Lorodan Semar hampir tiap hari ramai pengunjung. Setiap hari, rata-rata pengunjung disana bisa mencapai ratusan. Di hari libur bahkan bisa mencapai ribuan.

Wisata air terjun dengan batuan padas ini banyak diperbincangkan mereka yang menyukai wisata alam. Wisata yang terletak di Desa Sumbersari Kecamatan Kayen Kabupaten Pati kini terus berbenah untuk menarik para pengunjung. Tak lebih dari sepuluh menit dari pusat Kecamatan Kayen Pati pengunjung akan langsung sampai di Lokasi.

Organisasi Putu Semar yang merupakan pemuda setempa selaku pengelola menyadari betul potensi tersebut. Setidaknya dengan adanya wisata ini, perekonomian warga disekitar akan terdongkrak.

Pembina Organisasi Putu Semar, Sunarso mengungkapkan, berkat adanya wisata ini memang banyak pedagang dari warga sekitar yang berjualan.

“Setiap hari banyak yang berjualan dan selalu ramai, tak hanya itu para pemuda pun mempunyai lapangan pekerjaan baru seperti mengelola parkir dan lainnya,” ungkapnya saat ditemui Senin, (10/7) lalu.

Tiket masuk yang hanya seribu rupiah ternyata  disisihkan untuk perbaikan lokasi. Selain perbaikan, pihak pengelola pun sudah membangun berbagai fasilitas penunjang seperti kamar mandi, gazebo, tempat ganti, dan akses jalan meski belum sempurna.

“Ya lumayan dari pendapatan tiket dan parkir bisa membangun seperti ini. Dan kedepan akan kita tingkatkan lagi pembangunannya,” Sunarso

Akses jalannya juga sangat mudah dan memadahi. Untuk kendaraan motor dan mobil juga bisa sampai di lokasi Air Terjun. Hanya dengan merogoh kocek sebesar dua ribu rupiah untuk parkir, anda bisa menikmati indahnya air terjun Lorodan Semar Kayen Pati Jawa Tengah.

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

Rembang Wisata

Pesona Pasir Putih Pantai Wates Kaliori Rembang Berpadu Eksotis Terumbu Karang Pulau Gede

Pantai Wates dengan pasir putihnya

REMBANG. Pesona wisata berbasis pantai mulai bermunculan. Salah satu yang terlihat benar benar disiapkan oleh pengelola adalah Pantai Wates Kaliori Rembang. Pantai dengan pasir putih  yang berlokasi di Desa Wates Kecamatan Kaliori Kab. Rembang  mulai ramai di kunjungi wisatawan Lokal.

Pengunjung dengan mudah bisa menemukan lokasinya pantai ini  dari jalan raya pantura Juwana Rembang, masuk Desa Wates Kecamatan Kaliori  Rembang. Jika menemukan Gapura Desa Wates, masuk sekitar  1 Km para pengunjung bisa menikmati keindahan pasir putih wates.

Tahun 2016, potensi Pantai pasir putih Wates baru disadari dan digarap serius. Penanaman  lima ribu pohon cemara yang diprakasai oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang disambut baik oleh kelompok karang taruna pesisir laskar Benowo Ds Wates. Hasilnya, di 2017, pantai pasir putih ini siap dinikmati pengunjung.

“Dulu pernah di tanami pohon cemara sebanyak 4 kali tapi selalu mati karena  tidak ada yang merawat. Tapi sekarang  ada karang taruna pesisir laskar benowo, yang secara sadar ingin membangun desanya,” kata Heri Prasetyo, ketua karang taruna pesisir laskar benowo.

Hutan cemara di tepi pantai wates Rembang

Mereka mempercantik pantai wates dengan rumah pohon dan gapura dengan swadaya anggota. Kini spot yang dibangun makin banyak. Hasilnya, musim lebaran tahun inibanyak sekali wisatawan lokal yang berkunjung.

Memasuki kawasan hutan cemara mini akan dijumpai banyak tulisan yang menggemaskan seperti pernah bahagia, konco dadi tresno, janjimu brejel Mas, dan jangan lupa move on. Spot sederhana tersebut rasanya sulit dilewatkan begitu saja tanpa berfoto didekatnya.

Ketika hutan cemara berakhir, pengunjung akan langsung disambut hamparan pasir putih dimana pengunjung bebas tiduran bagi yang membawa alas duduk, jika tak membawa sendiri, tersedia juga jasa penyewaan tikar. Tempat wisata yang satu ini cocok sebagai tempat wisata keluarga. Selain mudah dijangkau, lokasinya juga cukup adem dengan angin semilir khas pantai.

Pulau Gede Rembang cocok untuk lokasi prewedding dan berkemah. (foto: ipoel photography for wartaphoto.net)

Pulau Gede

Selain pantai, eksotisme  Pulau Gede yang  terletak sekitar 3,4  Km dari tepi pantai menambah lengkap wisata di tempat ini. Di Pulau Gede, wisatawan bisa menikmati indahnya pemandangan bawah laut seperti terumbu karang dan biota laut lainnya. Pulau gede sendiri adalah pulau tidak berpenghuni tapi memiliki keindahan yg luar biasa.

“Sudah banyak yang foto preweding di sana Mas, puas katanya,” kata Jopid,  salah satu anggota Laskar benowo

Pulau gede dilihat dari ketinggian (foto: ipoel photography for wartaphoto.net)

Tempat parkir yang cukup mudah dijangkau, lapangan sepak bola di tepi pantai juga menjadi daya tarik lainnya bagi pengunjung yang datang dengan komunitasnya.

Yono, salah satu pengunjung yang ditemui wartaphoto.net di lokasi mengungkapkan kesannya terhadap tempat wisata yang satu ini.

wah apik mas pantaine, resik, cedak sisan,” kata  Yono, pengunjung asal batangan yg membawa serta keluarganya.

(wah bagus mas pantainya, bersih dan dekat pula)

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Wisata

Wajah Baru Wisata Gua Manik Jepara Bikin Pengunjung Makin Betah

JEPARA – Sejumlah obyek wisata pantai di Jepara mulai dibanjiri pengunjung selama liburan lebaran. Salah satunya adalah Pantai Gua Manik yang terletak di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara yang dikelola oleh Rumah Sakit Daerah wilayah setempat.

Dalam liburan lebaran kali ini para pengunjung sangat meningkat, peningkatan pengunjung tampak dari antrian kendaraam di depan pintu masuk tempat wisata ini. Mereka datang dari Jepara dan sekitarnya, seperti Demak, Pati dan Kudus. Beberapa diantaranya dari luar provinsi yang kebetulan memiliki kerabat di Jepara atau di Pati.

Obyek Wisata Gua Manik kali ini memiliki wajah baru baik dari segi fasilitas dan tempat tempat untuk melakukan kegiatan wisata. Diataranya adalah perubahan warna pada menara yang menjadi icon  Gua Manik ini. Tak hanya sebagai icon saja pengunjung juga bisa naik keatas untuk mendapatkan pemandangan yang istimewa dari ketinggian. Pengunjung hanya perlu membayar Rp. 2.000,- untuk satu orang.

Salah satu penjaga Gua Manik kepada wartaphoto.net memberikan informasi bahwa untuk liburan lebaran 2017 kali ini sangat luar biasa tidak seperti liburan lebaran tahun lalu.

wah mbangeti mas wakihe pol seng teko dino iki, ora koyok biasane”. Ujarnya

(luar biasa mas untuk pengunjung hari ini, tidak seperti biasanya).

Bagi pengunjung yang ingin menginap bersama keluarga Wisata Gua Manik Juga ada tempat penginapan yang disewakan untuk umum.

“Wisata Gua Manik cukup murah dibanding pantai lain di Jepara. Fasilitas nya juga terjaga,” ujar Lilis (19), warga Pati, yang datang bersama  anggota keluarganya.

Menurutnya, wisata pantai sangat cocok untuk berlibur bersama keluarga. Panorama laut dan lokasi yang luas, dapat bercengekarama hanya dengan menggelar tikar.

“Kalau mau, bisa mandi, atau main diatas untuk melihat pantai dari atas,” lanjutnya.

Dalam Musim Liburan Lebaran kali ini biaya masuk memang sedikit naik, yaitu Rp. 5.000,- untuk satu orang dan parkir kendaraan Rp. 3.000,-. Akan tetapi harga itu sangat murah bagi pecinta liburan pantai karena team keamaan Wisata Gua Manik dibantu Anggota Polsek setempat Selalu Siap menjaga kenyamanan liburan disana.

Reporter: Muhammad Ulil

Editor: Revan Zaen

Wisata

Ke Bukit Pandang dan Lorodan Semar Tidak lengkap Tanpa ke Danau Trepus Terlebih Dulu

KAYEN. Menikmati wisata alam di Pegunungan kendeng di Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati tidak lengkap kalau hanya berkunjung ke Bukit Pandang yang berada di Desa Durensawit saja. Satu jalur dengan tempat wisata yang baru dibangun tersebut ternyata juga ada dua tempat wisata lagi yang wajib dikunjungi yaitu Plorotan  Semar di Desa Sumbersari dan Danau Trepus di Desa Beketel.

Bagi para wisatawan yang hendak pergi kesana, lebih disarankan untuk pergi ke Danau Trepus terlebih dahulu. Karena letaknya yang terjauh dibanding kedua tempat wisata lainnya. Di danau tersebut walaupun belum memilki fasilitas yang lengkap seperti dua tempat wisata lainnya. Tetapi disana pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan asri khas pegunungan kendeng.

Salah seorang wisatawan asal Kendal, Burhanuddin Firdaus, mengatakan dirinya bersama kekasihnya bahkan sengaja jauh-jauh datang kesana hanya untuk berfoto prewedding. Menurutnya, ketiga lokasi wisata tersebut menarik karna lokasinya yang satu jalur dan terhitung dekat.

“Sebelumnya saya tahu tiga tempat ini dari internet. Dan setelah saya menggali informasi ternyata lokasinya saling berdekatan. Maka dari itu saya memilih tempat foto pre-wedding disini,” ungkapnya saat ditemui di Danau Trepus, beberapa waktu lalu.

Dirinya berharap ketiga tempat wisata ini bisa dikelola lebih baik lagi. “yang paling penting adalah jalannya. Karna masih banyak yang berlubang jadi sangat mengganggu perjalanan,” harapnya.

Sementara itu, pengurus wisata Bukit Pandang Desa Drensawit, Krisno mengatakan, bukit pandang memang menjadi tempat yang bagus untuk melihat matahari terbenam. Maka dari itu banyak pengunjung yang datangnya sore hari.

“Didekat sini memang ada 2 wisata lainnya, yaitu danau trepus dan plorotan semar. Jadi kalau mau kesini sebelumnya bisa mencoba dua wisata tersebut lebih dahulu dan baru yang terakhir bisa ke bukit pandang untuk melihat matahari terbenam,” pungkasnya.

 

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen