Kategori: Wisata

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Bikin Bangga! Berbagai Potensi Daerah Tampil Apik di  Festival Pembangunan Pati 2017
Pati, Wisata

Bikin Bangga! Berbagai Potensi Daerah Tampil Apik di Festival Pembangunan Pati 2017

 

PATI –  Karnaval pembangunan Noto Projo Mbangun Deso 2017 yang di gelar oleh Pemerintah Kabupaten Pati, Selasa (29/8) berlangsung meriah. Puluhan ribu warga masyarakat menyaksikan karnaval mobil hias di sepanjang jalur yang dilewati arak-arakan. Tidak hanya warga Pati, kegiatan tersebut juga mampu mendatangkan warga luar kota untuk melihatnya. Sejumlah media cetak, online, dan televisi sibuk mengabadikan momen yang kini mulai langka di Pati.

Dipanggung kehormatan, nampak Bupati Pati Haryanto, Wabup Pati Saiful Arifin, Sekda Pati Suharyono, Ketua DPRD Pati Ali Badarudin

Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Pati, Sigit Hartoko mengatakan, ini adalah momentum untuk menggerakkan masyarakat di luar Pati untuk datang. Karena kegiatan ini baru pertama di Pati dan mungkin hanya beberapa kali di Jawa tengah.

 

“Dari aspek kepariwisataan tentu ini menjadi daya tarik bagi wisatawan di luar Pati. Karena ini merupakan barometer kreatifitas masyarakat Pati untuk menunjukkan keunggulannya dari berbagai bidang,” ungkapnya saat ditemui disela-sela acara.

Sigit berharap, kedepan event seperti ini bisa digelar setiap tahunnya. Sehingga kabupaten Pati bisa bersaing dibidang kepariwisataan seperti kabupaten lainnya di Jawa Tengah.

 

“Kabupaten lainnya seperti Solo, Semarang, Pekalongan, dan daerah lainnya sudah memiliki event rutin yang itu bisa mendatangkan wisatawan nasional bahkan internasional untuk melihatnya. Tentu kita inginkan Kabupaten Pati juga bisa seperti itu,” harapnya.

Dalam Festival Noto Projo Mbangun Deso” ini diikuti sebanyak 132 peserta yang terdiri dari berbagai komponen masyarakat seperti Sekolah, Swasta, Perbankkan, Kecamatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan lainnya.

Tidak hanya itu, sebanyak 177 mobil hias juga mewakili berbagai keunggulan dari masing-masing peserta yang mengikuti event tersebut.

Fitria, alumni SMK 1 Pati yang datang bersama teman-temannya mengungkapkan kebanggaanya. “Senang mas lihat karnaval seperti ini akhirnya ada di Pati. Yang saya tunggu tunggu ya penampilan sekolah saya mas, SMK 1 Pati. Tapi penampilan yang lain juga oke punya. Bangga jadi wong Pati mas,” katanya, saat diwawancarai reporter wartaphoto.net usai acara.

Selain warga yang melihat, sejumlah warganet yang menyaksikan tayangan live streaming melalui fanpage wartaphoto cybernews juga mengungkapkan kegembiraannya.

“Pati jadikan kota tujuan wisata. Jangan mau ketinggalan dengan kota2 lain yang lebih dahulu mengemas karnaval seperti ini menjadi agenda tahunan. Majulah Pati Bumi Mina Taniku,” Tulis akun FB Kang Suhari.

Semoga acara Hut Pati seperti ini diadakan tiap tahun, semoga pati semakin maju. Pati kota kelahiran yang kurindukan. Salam dari perantaua,” Tulis akun Vicky ViCkcies

 

Reporter: Arton, Nafir, Ulil, Andi

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Pemkab Pati Berencana Akuisisi Bakorwil I Sebagai Rumdin Bupati Agar Lebih Terawat dan Bermanfaat
Wisata

Pemkab Pati Berencana Akuisisi Bakorwil I Sebagai Rumdin Bupati Agar Lebih Terawat dan Bermanfaat

Pemandangan Bakorwil 1 Jateng di Pati jika dipotret saat malam hari

PATI. Salah satu tempat cagar budaya yang ada di Pati dan terkenal adalah Rumah Dinas Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil). Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Pati berencana akuisisi bagunan Rumah Dinas Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) yang ada di. Hal itu diungkapkan Bupati Pati, Haryanto.

Haryanto mengatakan, Kalau diperbolehkan pemprov Jateng wewenang bangunan rumah dinas bakorwil akan kita kelola. Dengan begitu bangunannya bisa lebih terawat, tidak seperti sekarang ini.

“Dari pada nganggur dan tidak terawatt. Apalagi bakorwil itu merupakan cagar budaya yang harus tetap di jaga keberadaannya, mending pemkab Pati yang mengelola,” ujarnya saat memberikan sambutan pembukaan kejuaraan Tenis Lapangan Piala Gubernur Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (18/7) lalu.

Menurutnya, akan lebih baik apabila Bakorwil tersebut difungsikan untuk kebutuhan yang bermanfaat. Apabila dilihat, banyak bangunan yang tidak terpakai dan sudah mengalami penuaan. Ditambah dengan kondisi air kolam yang semakin keruh karena tidak pernah diperbarui.

“Itu bisa menjadi aset bagi Kabupaten Pati. Selain lokasinya cukup strategis, bentuk bangunannya artistik, dan halaman yang luas, tentunya membutuhkan perawatan yang maksimal,” tambahnya.

Tempat favorit remaja di Pati ketika berfoto atau hunting foto ini biasa disebut Karesidenan Pati. Rumah Dinas yang berada di jalan Raya Pati-Kudus No. 38 dikenal memiliki bangunan unik. Bahkan kisah mistis dari tempat ini pun pernah diliput televisi swasta nasional yang semakin menegaskan Pati sebagai kota wisata alam gaib.

Rumdin Bupati

Sementara itu, Wakil Ketua tiga DPRD Pati, Joni Kurnianto  sangat mendukung penuh langkah Pemkab Pati yang akan mengakuisisi Bakorwil. Bahkan pihaknya siap membantu melakukan koordinasi melalui jalur DPRD Parovinsi Jawa Tengah.

“Kalau di jadikan Rumah Dinas Bupati, saya sangat setuju. Karena sayang sekali kalau Bakorwil ini terabaikan, kamar mandinya tidak terawat, bahkan banyak rumput liar yang mulai tumbuh. Ini kan sangat memprihatinkan,” tegasnya.

 

Joni menambahkan, selain bangunan yang tidak terawat. Aset lapangan tenis yang berada di area bakorwil juga menjadi perhatiannya. Pasalnya, jika lapangan tenis rusak biaya untuk memperbaikinya akan mahal. Padahal lapangan tenis ini kerap digunakan untuk event nasional.

 

“Biaya membuat satu lapangan tenis yang berstandart nasional itu sekitar 300 Juta Rupiah. Jadi kalau tidak segera dikelola dengan baik tentu akan sangat sayang sekali,” pungkas Joni yang juga menjabat sebagai Ketua Pelti Pati

 

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

 

Permalink ke Makin NgeHits, Wisata Lorodan Semar Terus Berbenah
Wisata

Makin NgeHits, Wisata Lorodan Semar Terus Berbenah

PATI – Setelah banyak bertebaran di media sosial, baik instagram, youtube, twitter hingga facebook, wisata Lorodan Semar hampir tiap hari ramai pengunjung. Setiap hari, rata-rata pengunjung disana bisa mencapai ratusan. Di hari libur bahkan bisa mencapai ribuan.

Wisata air terjun dengan batuan padas ini banyak diperbincangkan mereka yang menyukai wisata alam. Wisata yang terletak di Desa Sumbersari Kecamatan Kayen Kabupaten Pati kini terus berbenah untuk menarik para pengunjung. Tak lebih dari sepuluh menit dari pusat Kecamatan Kayen Pati pengunjung akan langsung sampai di Lokasi.

Organisasi Putu Semar yang merupakan pemuda setempa selaku pengelola menyadari betul potensi tersebut. Setidaknya dengan adanya wisata ini, perekonomian warga disekitar akan terdongkrak.

Pembina Organisasi Putu Semar, Sunarso mengungkapkan, berkat adanya wisata ini memang banyak pedagang dari warga sekitar yang berjualan.

“Setiap hari banyak yang berjualan dan selalu ramai, tak hanya itu para pemuda pun mempunyai lapangan pekerjaan baru seperti mengelola parkir dan lainnya,” ungkapnya saat ditemui Senin, (10/7) lalu.

Tiket masuk yang hanya seribu rupiah ternyata  disisihkan untuk perbaikan lokasi. Selain perbaikan, pihak pengelola pun sudah membangun berbagai fasilitas penunjang seperti kamar mandi, gazebo, tempat ganti, dan akses jalan meski belum sempurna.

“Ya lumayan dari pendapatan tiket dan parkir bisa membangun seperti ini. Dan kedepan akan kita tingkatkan lagi pembangunannya,” Sunarso

Akses jalannya juga sangat mudah dan memadahi. Untuk kendaraan motor dan mobil juga bisa sampai di lokasi Air Terjun. Hanya dengan merogoh kocek sebesar dua ribu rupiah untuk parkir, anda bisa menikmati indahnya air terjun Lorodan Semar Kayen Pati Jawa Tengah.

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Pesona Pasir Putih Pantai Wates Kaliori Rembang Berpadu Eksotis Terumbu Karang Pulau Gede
Rembang, Wisata

Pesona Pasir Putih Pantai Wates Kaliori Rembang Berpadu Eksotis Terumbu Karang Pulau Gede

Pantai Wates dengan pasir putihnya

REMBANG. Pesona wisata berbasis pantai mulai bermunculan. Salah satu yang terlihat benar benar disiapkan oleh pengelola adalah Pantai Wates Kaliori Rembang. Pantai dengan pasir putih  yang berlokasi di Desa Wates Kecamatan Kaliori Kab. Rembang  mulai ramai di kunjungi wisatawan Lokal.

Pengunjung dengan mudah bisa menemukan lokasinya pantai ini  dari jalan raya pantura Juwana Rembang, masuk Desa Wates Kecamatan Kaliori  Rembang. Jika menemukan Gapura Desa Wates, masuk sekitar  1 Km para pengunjung bisa menikmati keindahan pasir putih wates.

Tahun 2016, potensi Pantai pasir putih Wates baru disadari dan digarap serius. Penanaman  lima ribu pohon cemara yang diprakasai oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang disambut baik oleh kelompok karang taruna pesisir laskar Benowo Ds Wates. Hasilnya, di 2017, pantai pasir putih ini siap dinikmati pengunjung.

“Dulu pernah di tanami pohon cemara sebanyak 4 kali tapi selalu mati karena  tidak ada yang merawat. Tapi sekarang  ada karang taruna pesisir laskar benowo, yang secara sadar ingin membangun desanya,” kata Heri Prasetyo, ketua karang taruna pesisir laskar benowo.

Hutan cemara di tepi pantai wates Rembang

Mereka mempercantik pantai wates dengan rumah pohon dan gapura dengan swadaya anggota. Kini spot yang dibangun makin banyak. Hasilnya, musim lebaran tahun inibanyak sekali wisatawan lokal yang berkunjung.

Memasuki kawasan hutan cemara mini akan dijumpai banyak tulisan yang menggemaskan seperti pernah bahagia, konco dadi tresno, janjimu brejel Mas, dan jangan lupa move on. Spot sederhana tersebut rasanya sulit dilewatkan begitu saja tanpa berfoto didekatnya.

Ketika hutan cemara berakhir, pengunjung akan langsung disambut hamparan pasir putih dimana pengunjung bebas tiduran bagi yang membawa alas duduk, jika tak membawa sendiri, tersedia juga jasa penyewaan tikar. Tempat wisata yang satu ini cocok sebagai tempat wisata keluarga. Selain mudah dijangkau, lokasinya juga cukup adem dengan angin semilir khas pantai.

Pulau Gede Rembang cocok untuk lokasi prewedding dan berkemah. (foto: ipoel photography for wartaphoto.net)

Pulau Gede

Selain pantai, eksotisme  Pulau Gede yang  terletak sekitar 3,4  Km dari tepi pantai menambah lengkap wisata di tempat ini. Di Pulau Gede, wisatawan bisa menikmati indahnya pemandangan bawah laut seperti terumbu karang dan biota laut lainnya. Pulau gede sendiri adalah pulau tidak berpenghuni tapi memiliki keindahan yg luar biasa.

“Sudah banyak yang foto preweding di sana Mas, puas katanya,” kata Jopid,  salah satu anggota Laskar benowo

Pulau gede dilihat dari ketinggian (foto: ipoel photography for wartaphoto.net)

Tempat parkir yang cukup mudah dijangkau, lapangan sepak bola di tepi pantai juga menjadi daya tarik lainnya bagi pengunjung yang datang dengan komunitasnya.

Yono, salah satu pengunjung yang ditemui wartaphoto.net di lokasi mengungkapkan kesannya terhadap tempat wisata yang satu ini.

wah apik mas pantaine, resik, cedak sisan,” kata  Yono, pengunjung asal batangan yg membawa serta keluarganya.

(wah bagus mas pantainya, bersih dan dekat pula)

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Wajah Baru Wisata Gua Manik Jepara Bikin Pengunjung Makin Betah
Wisata

Wajah Baru Wisata Gua Manik Jepara Bikin Pengunjung Makin Betah

JEPARA – Sejumlah obyek wisata pantai di Jepara mulai dibanjiri pengunjung selama liburan lebaran. Salah satunya adalah Pantai Gua Manik yang terletak di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara yang dikelola oleh Rumah Sakit Daerah wilayah setempat.

Dalam liburan lebaran kali ini para pengunjung sangat meningkat, peningkatan pengunjung tampak dari antrian kendaraam di depan pintu masuk tempat wisata ini. Mereka datang dari Jepara dan sekitarnya, seperti Demak, Pati dan Kudus. Beberapa diantaranya dari luar provinsi yang kebetulan memiliki kerabat di Jepara atau di Pati.

Obyek Wisata Gua Manik kali ini memiliki wajah baru baik dari segi fasilitas dan tempat tempat untuk melakukan kegiatan wisata. Diataranya adalah perubahan warna pada menara yang menjadi icon  Gua Manik ini. Tak hanya sebagai icon saja pengunjung juga bisa naik keatas untuk mendapatkan pemandangan yang istimewa dari ketinggian. Pengunjung hanya perlu membayar Rp. 2.000,- untuk satu orang.

Salah satu penjaga Gua Manik kepada wartaphoto.net memberikan informasi bahwa untuk liburan lebaran 2017 kali ini sangat luar biasa tidak seperti liburan lebaran tahun lalu.

wah mbangeti mas wakihe pol seng teko dino iki, ora koyok biasane”. Ujarnya

(luar biasa mas untuk pengunjung hari ini, tidak seperti biasanya).

Bagi pengunjung yang ingin menginap bersama keluarga Wisata Gua Manik Juga ada tempat penginapan yang disewakan untuk umum.

“Wisata Gua Manik cukup murah dibanding pantai lain di Jepara. Fasilitas nya juga terjaga,” ujar Lilis (19), warga Pati, yang datang bersama  anggota keluarganya.

Menurutnya, wisata pantai sangat cocok untuk berlibur bersama keluarga. Panorama laut dan lokasi yang luas, dapat bercengekarama hanya dengan menggelar tikar.

“Kalau mau, bisa mandi, atau main diatas untuk melihat pantai dari atas,” lanjutnya.

Dalam Musim Liburan Lebaran kali ini biaya masuk memang sedikit naik, yaitu Rp. 5.000,- untuk satu orang dan parkir kendaraan Rp. 3.000,-. Akan tetapi harga itu sangat murah bagi pecinta liburan pantai karena team keamaan Wisata Gua Manik dibantu Anggota Polsek setempat Selalu Siap menjaga kenyamanan liburan disana.

Reporter: Muhammad Ulil

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Ke Bukit Pandang dan Lorodan Semar Tidak lengkap Tanpa ke Danau Trepus Terlebih Dulu
Wisata

Ke Bukit Pandang dan Lorodan Semar Tidak lengkap Tanpa ke Danau Trepus Terlebih Dulu

KAYEN. Menikmati wisata alam di Pegunungan kendeng di Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati tidak lengkap kalau hanya berkunjung ke Bukit Pandang yang berada di Desa Durensawit saja. Satu jalur dengan tempat wisata yang baru dibangun tersebut ternyata juga ada dua tempat wisata lagi yang wajib dikunjungi yaitu Plorotan  Semar di Desa Sumbersari dan Danau Trepus di Desa Beketel.

Bagi para wisatawan yang hendak pergi kesana, lebih disarankan untuk pergi ke Danau Trepus terlebih dahulu. Karena letaknya yang terjauh dibanding kedua tempat wisata lainnya. Di danau tersebut walaupun belum memilki fasilitas yang lengkap seperti dua tempat wisata lainnya. Tetapi disana pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan asri khas pegunungan kendeng.

Salah seorang wisatawan asal Kendal, Burhanuddin Firdaus, mengatakan dirinya bersama kekasihnya bahkan sengaja jauh-jauh datang kesana hanya untuk berfoto prewedding. Menurutnya, ketiga lokasi wisata tersebut menarik karna lokasinya yang satu jalur dan terhitung dekat.

“Sebelumnya saya tahu tiga tempat ini dari internet. Dan setelah saya menggali informasi ternyata lokasinya saling berdekatan. Maka dari itu saya memilih tempat foto pre-wedding disini,” ungkapnya saat ditemui di Danau Trepus, beberapa waktu lalu.

Dirinya berharap ketiga tempat wisata ini bisa dikelola lebih baik lagi. “yang paling penting adalah jalannya. Karna masih banyak yang berlubang jadi sangat mengganggu perjalanan,” harapnya.

Sementara itu, pengurus wisata Bukit Pandang Desa Drensawit, Krisno mengatakan, bukit pandang memang menjadi tempat yang bagus untuk melihat matahari terbenam. Maka dari itu banyak pengunjung yang datangnya sore hari.

“Didekat sini memang ada 2 wisata lainnya, yaitu danau trepus dan plorotan semar. Jadi kalau mau kesini sebelumnya bisa mencoba dua wisata tersebut lebih dahulu dan baru yang terakhir bisa ke bukit pandang untuk melihat matahari terbenam,” pungkasnya.

 

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Kampoeng Ramadhan Sumohadiwijayan Kajen, Surganya Pemburu Ta’jil
Wisata

Kampoeng Ramadhan Sumohadiwijayan Kajen, Surganya Pemburu Ta’jil

salah satu spot foto di kampoeng ramadhan sumohadiwijayan Kajen. Foto Kamaluddin/ Jurnalis Warga

PATI – Kampoeng Ramadhan Sumohadiwijayan  menjadi pilihan baru untuk berburu menu ta’jil berbuka puasa bagi santri, pelajar dan masyarakat desa kajen dan sekitarnya. Kampung Ramadhan yang berada di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati tiap jelang saat berbuka selalu dipenuhi pemburu  ta’jil yang lezat namun murah meriah.

Kepala Desa Kajen, Zubaedi mengungkapkan, kegiatan kampung ramadhan tahun ini berbeda dengan beberapa tahun silam. Perbedaan itu dapat dilihat dari penataan tempat yang lebih modern dan tidak semprawut. Dengan begitu, masyarakat lebih nyaman untuk membeli menu ta’jil disana.

menjelang buka, kampoeng ramadhan dibanjiri pemburu ta’jil. Foto Kamaluddin/ Jurnalis warga

“Dengan hadirnya kampung ramadhan, tentu akan berdampak baik bagi perokonomian masyarakat, khususnya para pedagang. Tak hanya itu, pembeli pun dimudahkan jika ingin membeli ta’jil,” ungkapnya saat ditemui, Senin (29/5) kemarin.
Lanjutnya, meskipun baru dibuka beberapa hari ini kampung ramadhan kajen, langsung mendapat respon positif dari pengunjung. Terbukti sejak di buka jam 16.00 tempat tersebut selalu ramai hingga setelah jam berbuka puasa.

“Selain bisa berburu menu ta’jil kita juga menyedakan berbagai tempat untuk berfoto. Selain itu pertunjukan musik tradisioanl yang dibawakan oleh seni musik tongtek juga menjadi andalan kami untuk menarik pengunjung,” imbuhnya.

Sementara itu, ketua karang taruna, farid abbad menambahkan, Kampoeng ramadhan merupakan wadah dan tempat berkumpulnya para pedagan. Dengan adanya kampung ramadhan diharapkan bisa mendongkrak perokonomian masyarakat.

“Kita berharap kegiatan kampung ramadhan bisa terus rutin diadakan setiap tahunnya. Kedepan kita juga akan mengemasnya menjadi lebih menarik lagi,” katanya.

Penulis: Kamaludin/ Jurnalis Warga

Editor: Revan Zaen

 

Permalink ke Kirab Dandangan Kudus 2017, Musthofa “Show Up” Jelang Pilgub Jateng
Budaya, Wisata

Kirab Dandangan Kudus 2017, Musthofa “Show Up” Jelang Pilgub Jateng

Foto: DKM Pho Tho/ Jurnalis warga

Foto: DKM Pho Tho/ Jurnalis warga

KUDUS. Ada yang tak biasa dengan kirab visualisasi tradisi dandangan menyambut ramadhan 1438H di Kudus (Jumat, 26/05) lalu. Kirab dandangan yang sudah dilaksanakan kali ke 9 ini terasa spesial karena bertepatan dengan sang Bupati Kudus, Musthofa yang akan segera mengakhiri masa bakti sebagai Bupati periode kedua. Selain itu juga berkaitan dengan deklarasi pencalonannya sebagai bakal calon Gubernur Jawa Tengah 2018.

Sebagaimana sebelumnya, Musthofa di deklarasikan sebagai Gubernur Jawa Tengah di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kudus, Rabu (26/4/2017).

Meski tak seramai tahun sebelumnya dimana kirab diikuti peserta dari pelajar, instansi dan komunitas, namun kirab dandangan ini tetap ditunggu warga. Mereka berkumpul diseputaran alun alun simpang 7 Kudus. Acara intinya adalah teatrikal rampak beduk, dan teatrikal visualisasi dandangan dilanjutkan dengan menyambut 1 Ramadhan 1438H.

Aroma Pilgub Jateng mulai nampak ketika Sarju,  MC. acara berulang kali menyebut H.Musthofa semoga sukses menjadi Gubernur Jawa Tengah dan dirinya diajak jadi MC lagi di berbagai kota.

Foto: DKM Pho Tho/ Jurnalis warga

Belum lagi sekumpulan pelajar yang memang dipersiapkan untuk yel yel. “Dandangan…wonderfull, Jateng …Pak Musthofa…Kudus…Yes..”

Saat sesi sambutan Bupati Kudus, Musthofa sempat menyiratkan beberapa kalimat yang merupakan ungkapan kesiapan maju di Pilgub Jateng tahun depan.

“Saya, nanti selama 9 hari akan tarling ke beberapa lokasi di Kudus. SKPD kalau ikut ya silakan…kalau tidak juga monggo…tapi saya catet” ucapnya yang disambut tepuk tangan penonton.

“Setelah 9 hari saya nanti sampai mentok idul fitri akan safari tarling ke beberapa kabupaten kota. Kebetulan saya dimintai untuk memberikan kultum. Jadi, ini juga merupakan ikhtiar. Semoga niat baik kita dikabulkan Allah. Terlebih di Bulan Suci Ramadhan kali ini” imbuhnya.

Salah satu yang beda dalam acara visualisasi dandangan tahun 2017 ini adalah hadirnya pengurus UMKM Jateng dalam pameran batik Jawa Tengah di acara dandangan. Berbagai kreasi batik di berbagai kabupaten di Jawa Tengah hadir untuk turut pameran di dandangan Kudus. Tema yang diambil adalah melestarikan nilai budaya kudus, seni dan budaya mendukung pariwisata.

Musthofa dikenal sebagai Bupati yang membuat Kudus berubah menjadi lebih maju dari sisi UMKM dan pembangunan infrastruktur.  Jika niatan ini sungguh sungguh, dirinya akan bersaing dengan nama nama beken seperti Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng Petahana), Yoyok Sudibyo (Bupati Batang),  Hendrar Prihadi (Walikota Semarang), Abdul Wahid (Ketua DPD Gerindra Jateng), Marwan Ja’far (Mantan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal), Sudirman Said (Mantan Mentri ESDM), Drs Bambang Sadono (Ketua Badan Pengkajian MPR RI), Mirna Anisa (Bupati Kendal), Kukrit Suryo Wicaksono MBA (ketua KADIN Jateng), Drs Abdul Fikri faqih MM (Ketua Komisi x DPR RI PKS).

 

Reporter: Zaenal

Editor: Revan Zaen

 

Permalink ke Ketua ASITA PATI: Saya Akan Adopsi Pengalaman Pengelolaan Wisata Bali Untuk Pati
Wisata

Ketua ASITA PATI: Saya Akan Adopsi Pengalaman Pengelolaan Wisata Bali Untuk Pati

Salah satu penampilan seni tari pada malam silaturahmi ASITA Pati di pendopo kabupaten Pati Sabtu Malam (25/03)

PATI – Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ASITA Pati di Pendopo Kabupaten Pati resmi dibentuk Sabtu (25/3) kemarin. Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) adalah perkumpulan biro perjalanan di Indonesia.

Soegiharto, ketua ASITA Pati 2017-2022

Soegiharto pemilik Eridani Tour dikukuhkan menjadi ketua DPC ASITA Pati dengan masa bakti 2017-2022. Keputusan tersebut sendiri berdasarkan atas hasil musyawarah cabang ASITA yang ditetapkan pada 21 maret 2017 lalu di Jakarta.Dengan dikukuhkannya kepengurusan DPC ASITA Pati ini sendiri diharapkan bisa meningkatkan pariwisata di Kabupaten Pati. Sehingga juga bisa mendongkrak perekonomian di Bumi Mina Tani ini.

Soegiharto, Ketua DPC ASITA Pati mengungkapkan targetnya pada tahun pertama kepemimpinannya yakni fokus membenasi internal dalam DPC, kemudian tahun berikutnnya fokus menjalankan program dengan baik.

“Kita akan benahi internal dulu, selanjutnya pengurus yang ada kita susun dan kita kuatkan. kemudian kita akan lakukan sosialisasi kepada masyarakat Pati agar lebih peduli dengan aset pariwisata di daerahnya,” ujar pria asli Kecamatan Tlogowungu, Pati ini.

Soegiharto, yang sebelumnya pernah bertugas di Bali selama satu tahun saat bekerja di Kementrian Perhubungan akan meangadopsi pengalamannya untuk pengembangan wisata di Pati. “Saya akan mengadopsi apa yang saya pelajari tentang kepariwisataan di Bali dan akan saya bawa ke Pati,” imbuhnya.

Untuk mengembangkan pariwisata di Pati dirinya pun akan menggandeng dinas terkait, konsultan wisata, dan seluruh lapisan masyarakat. Dengan begitu, rasa mengembangkan wisata di Pati akan tumbuh.

Bupati Haryanto dan jajaran pengurus ASITA Pati

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto yang juga terpilih menjadi pelindung DPC ASITA Pati mengungkapkan kegembiraannya atas dibentuknya DPC ASITA di kabupaten Pati.

“Saya senang dengan dibentuknya DPC ASITA di Pati. Semoga ini menjadi langkah positif bagi iklim pariwisata di Pati,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, mengelola wisata di Pati bukanlah masalah yang mudah. Pasalnya wisata di Pati memang belum tergarap dengan maksimal. Selain itu kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat asset wisata juga menjadi kunci.

“Di Pati tidak seperti di Jogja, Bali, Lombok, dan daerah lainnya yang wisatanya sudah terbentuk sejak dulu. Maka dari itu kita akan merintis Pati menjadi tempat wisata yang menarik dengan mengembangkan destinasi yang sudah ada,” Pungkasnya

 

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan

Permalink ke Sabtu Minggu Ini Event Terbesar Bidang Pariwisata, Pati Tourism Expo 2017 Digelar
Pati, Wisata

Sabtu Minggu Ini Event Terbesar Bidang Pariwisata, Pati Tourism Expo 2017 Digelar

PATI – Gebrakan besar Pemkab Pati dalam memantik sektor pariwisata mulai terasa. Gelaran Pati Tourism Expo 2017 siap dibuka Sabtu Minggu Ini (25-26 Maret).  Kegiatan yang dimaksudkan untuk mendukung program promosi pariwisata daerah, dalam upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisata khususnya sektor wisata domestik ini akan dihadiri ratusan biro perjalanan wisata.

Event wisata terbesar di Pati yang mengundang sekitar 400 biro perjalanan di berbagai provinsi, seperti Provinsi Sumatra, Bali, Kalimantan, dan Jawa diharapkan membuat potensi wisata Pati makin dikenal.

Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disparpora) Pati, Sigit Hartoko, mengatakan, pembukaan Pati Tourism Expo 2017 diselenggarakan di Pasar Produk Unggulan Pragola Pati pada Sabtu, (25/3) pagi. Dalam pembukaan tersebut akan dimeriahkan dengan atraksi seni daerah, dan band pelajar.

“Menjelang siang, kita akan adakan city tour dengan biro perjalanan yang datang. Dengan begitu mereka bisa melihat sendiri wajah pariwisata di Pati,” ujarnya saat ditemui dikantornya Jum’at, (24/3) kemarin.

Selain agenda city tour, para pengusaha biro perjalanan ini akan mengadakan musyawarah daerah (musda) Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) di The Safin Hotel, Pati.

“Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia ini sendiri adalah suatu perkumpulan yang mewadahi pengusaha atau pelaku usaha di bidang jasa perjalanan wisata di Indonesia. Tentu dengan musda yang diadakan di Pati ini akan berdampak baik untuk pariwisata di Pati,” ungkapnya.

Tak hanya melakukan musda, pada malam harinya. ASITA juga akan mengukuhkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ASITA Kabupaten Pati. Dengan dikukuhkannya DPC ASITA Kabupaten Pati diharapkan bisa menjadi payung bagi para pelaku wisata di Pati.

“Kita juga akan adakan launching city branding kabupaten Pati dan festival kuliner khas Pati setelah diadakan pengukuhan DPC ASITA di Pendopo Kabupaten Pati pada sabtu malam,” paparnya.

Masyarakat umum juga bisa mengunjungi  Expo 2017 Pameran produk lokal unggulan pada hari Minggu mulai pukul 08.00 WIB. Beberapa informasi penting tentang agenda Pati Tourism Expo 2017 bisa dilihat di website resmi panitia di patitourismexpo (dot) com.

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Mulai Nge-Hits, Bukit Pandang Duren Sawit Kayen Terus Berinovasi
Wisata

Mulai Nge-Hits, Bukit Pandang Duren Sawit Kayen Terus Berinovasi

Sejumlah wisatawan lokal terus menerus berdatangan di bukit pandang Ki Santa Mulia Desa Durensawit Kayen. Salah satunya untuk berfoto selfie.

Kayen -Setelah sempat menjadi viral di media sosial beberapa bulan terakhir ini bukit pandang Duren Sawit mulai ramai dikenal dan dijadikan destinasi wisata bagi kawula muda serta masyarakat Pati.

Terletak di desa Duren Sawit berjarak sekitar 3,5 KM ke Selatan dari alun-alun Kayen pengunjung bisa dengan mudah mencapai lokasi bukit pandang dan melihat hamparan luas hijaunya alam Pati yang masuk dalam kars pegunungan Kendeng dari atas bukit pandang.

Selain itu, pengelola juga sudah menyiapkan beberapa gazebo untuk para pengunjung untuk sekedar melepas lelah dan menikmati udara segar di pegunungan Kendeng ini.

Aerial fotografi bukit pandang Kayen yang berada di pegunungan kendeng diabadikan fotografer profesional Pati, Ragil Kuswanto.

Hanya dengan membayar parkir dua ribu rupiah, kita sudah bisa berwisata alam bersama keluarga,teman atau sahabat.

Seperti Ahmad Basari pengunjung asal Dukuhseti ini jauh-jauh ke Kayen ingin juga membuktikan indahnya alam pegunungan Kendeng bila dilihat dari puncak bukit pandang, tak sendiri Ahmad Basari atau yang akrab dipanggil Mas Joe ini mengajak beberapa temanya untuk turut berwisata alam. menurutnya potensi wisata di Pati sangat banyak termasuk bukit pandang ini,

wah nek Pati sak jane yo wisata alame akih ah dhe, Karek mileh ono Pantai, ono Danau, ono Jollong, ono Bukit Pandang, tapi yo pengelolane sing durung ono, nek koyo iki yo macem pemudane wis guyub sadar wisata, seneng aku ngingetno, iki malah apik soko kene Pati ketok kabeh hare, nek moto yo ketok adem ngeniki..”

(Wah di Pati sebenarnya banyak wisata alamnya ah Dhe, tinggal milih ada pantai,ada danau,ada Jollong,ada bukit pandang, tapi pengelolanya yang belum ada, kalau seperti ini ya sudah bagus pemudanya sudah guyub sadar wisata, senang saya melihatnya, ini malah bagus, dari sini Pati terlihat semua, dilihat dimata ya adem..) ujarnya sambil menghela nafas.

Sulis wisatawan asal Dukuhseti ini mengungkapkan kekagumanya terhadap indahnya alam Pati yang tersembunyi, meski baru sekali berkunjung, namun heningnya dan sejuknya alam dipegunungan Kendeng ini membuatnya jatuh hati.

Apik mas, adem, wes ono gazebone, dalane mulus kok, nek desa tapi dalane wes mulus, tapi belum ada toilete, nanti nek tiba-tiba pingin pipis dak piye” ( Bagus mas,adem sudah ada gazebonya, jalanya sudah mulus kok, didesa tapi jalanya sudah mulus, tapi belum ada toiletnya, nanti kalau tiba-tiba kepingin pipis bagaimana) ujarnya

Sejauh mata menandang, nampak hamparan bukit menghijau nan asri

Harapan saya sebagai pengunjung agar wisata bukit pandang di Pati ini kita rawat dan kita jaga bersama, contohnya dengan kesadaranya membuang sampah pada tempatnya, dan harapan saya bagi pemerintah lebih peka lagi untuk peduli dengan wisata alam yang belum tersentuh pembangunan, agar wisata di Pati semakin banyak lagi. pungkasnya.

Krisno, salah seorang pengelola Bukit Pandang Kayen yang bernama Bukit Pandang Ki Santa Mulya akan terus berinovasi dengan berbagai fasilitas. Direncanakan tempat outbond, jembatan goyang, dan flying fox yang menghubungkan dua bukit akan ditambahkan. Begitu juga dengan fasilitas kamar kecil dan mushala. Namun, pengembangan ini bertahap karena hanya mengandalkan pemasukan dari biaya parkir. Perhatian pemerintah, lanjut Kisno juga sangat diharapkan. Utamanya, akses dan fasilitas standar sebuah objek wisata.

Jika terus dirawat, tanpa sampah, warga ramah akan membuat bukit pandang di Kayen ini benar benar menjadi salah satu lokasi wisata andalan di Pati.

 

penulis: Syafiq Dani

Editor: Anwarudin M.

 

Permalink ke Sambut Pati Tourism Expo 2017, Sepuluh Objek Wisata Ini Jadi Andalan
Wisata

Sambut Pati Tourism Expo 2017, Sepuluh Objek Wisata Ini Jadi Andalan

Pati. Agenda Pati Tourism Expo 2017 yang akan diadakan pada 25-26 Maret membuat Dinas pariwisata dan olahraga (Disparpora) terus genjot berbagai perisiapan. Sejumlah tempat wisata di Pati akan ditampilkan dalam event besar tersebut. Waduk Gunung Rowo salah satunya. Ditempat yang sangat memukau saat sunset tersebut sudah terpasang lettering 1 love gunung rowo yang mulai hits dikalangan wisatawan lokal Pati.

Lettering 1 lovo gunung rowo mulai ngehits di kalangan wisatawan lokal.

“Kita sudah melakukan seleksi untuk tempat wisata dan mengategorikannya menjadi tiga yaitu wisata alam, wisata religi, dan wisata budaya,” ungkap Wiyadi, Kasi Promosi Pariwisata, saat ditemui di kantornya belum lama ini.

Sunset memukau di Gunung Rowo yang tidak ditemukan ditempat lain

Berbagai lokasi wisata di Pati diinventarisasi terlebih dahulu kemudian ditentukan wisata mana saja yang memang layak dan siap di pamerkan. Tempat wisata andalan tersebut adalah Agrowisata Jolong, Gua Pancur, Gua Wareh, Gunung Rowo, Makam Syeh Jangkung, Makam Mbah Mutammakin, Sunan Prawoto, Nyiageng Ngerang, Genuk Kemiri dan Rumah Residen Pati.
Masih menurut Wiyadi, Selain memamerkan berbgai objek wisata. Dalam event kali ini kabupaten Pati juga memamerkan berbagai produk unggulan. Sehingga produk tersebut bisa dikenal diluar daerah.

Dijadwalkan, akan ada 4 pokok agenda yakni pameran Expo produk unggulan Pati dari Pakujembara, City tour calon seller dan buyer pelaku usaha wisata untuk keliling pati, musawarah daerah asosiasi of the indonesian (ASITA), yang terakhir acara table top yang akan di ikuti 100 seller yang dari pelaku usaha hotel restoran dan pariwisata se indonesia.

“Kita mempunyai banyak produk unggulan yang tidak dimiliki daerah lain. Seperti batik bakaran, kuningan dan masih banyak lagi. Kita kemarin sudah mengumpulkan perwakilan dari para UMKM dan akan melakukan pertemuan lagi satu minggu sebelum hari H,” Imbuh Wiyadi

Libatkan Biro

Event wisata terbesar kali ini akan mengundang sekitar 400 biro perjalan di berbagai provinsi, seperti Provinsi Sumatra, Bali, Kalimantan, dan Jawa. Tentu kedatangan mereka akan membawa iklim sejuk dalam hal pariwisata di Pati.

“Nanti dalam musda yang diikuti para biro perjalanan kita juga akan membuat paket wisata ke Pati. Dengan begitu wisata di Pati akan lebih cepat dikenal diluar daerah,” katanya.

Berbagai daerah berpotensi wisata di Pati memang mulai naik daun akhir akhir ini. Peranan netizen dan media sosial menjadi sangat vital untuk memperkenalkan keindahan wisata Pati. (*Andi/Zaen)

 

 

Berita Acak