Lingkungan

Dilanda Banjir, Petani Padi dan Tambak di Dukuhseti Terancam Gagal Panen

DUKUHSETI – Diguyur hujan selama selama 3 hari terakhir membuat debit air sungai Kali Guno dan Kali Nggayang yang berada di desa Ngagel kecamatan Dukuhseti meluap (08/02/2018). Akibatnya debit air meluber hingga ke persawahan dan pemukiman warga.

Pantauan reporter wartaphoto.net dilapangan melaporkan sedikitnya ada 5 desa yang menjadi korban terdampak akibat banjir yang terjadi pada Kamis pagi ini. Diantaranya adalah Desa Bakalan sebanyak 50 rumah. Desa Ngagel sebanyak 8 rumah, dan Desa Kembang 167 rumah dengan ketinggian air mulai dari 25 hingga 40 cm. Sedangkan untuk desa Grogolan dan Tegalombo meliputi area persawahan.

Kasi pembangunan Desa Ngagel Setyo Nugroho menjelaskan bahwa banjir yang terjadi sejak Kamis pagi (08/02) disebabkan area hutan KPH Ngarengan yang gundul ditambah dengan curah hujan yang cukup tinggi sehingga Kali Nggayang di desa Ngagel tak mampu menampung debit air.

“Di Desa Ngagel sendiri banjir menggenangi pemukiman warga di RT 5,6,7 RW III dan  RT 1,2 RW IV. Sedangkan di Dukuh Cepoko meliputi RT 5,6  RW.04. Banjir ini disebabkan meluapnya kali Nggayang yang langsung masuk ke area persawahan. Akibatnya sawah desa Ngagel terdampak banjir mencapai sekitar 85 %,” ujar Setyo.

Banjir kali ini juga menggenangi tanaman padi berumur 1 s/d 2 bulan sehingga  terancam gagal panen. Ditambah lagi dengan air laut pasang yang masuk ke kali Lenggi Alasdowo membuat aliran air ke laut menjadi terhambat.” jelas Setyo Nugroho.

Selain menggenangi areal persawahan, banjir kali ini juga menggenangi tambak di pesisir Kecamatan Dukuhseti.

 

Reporter: B. Roar

Editor: A. Muhammad

Facebook Comments

www.wartaphoto.net "foto dan peristiwa"

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *