Pati

GEMPA Lakukan Unjuk Rasa ke Lorong Indah Tuntut Penutupan Lokalisasi

PATI- Pasca melakukan unjuk rasa  terkait tragedi di Rohingnya Myanmar di depan Kantor Bupati Pati (Jumat,08/09) peserta demo dari Gempa (Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah) berpindah ke Margorejo. Mereka menyuarakan untuk penutupan lokalisasi Lorong Indah.

“Kemaksiatan menurut mereka adalah sumber dari masalah keagamaan. Apabila tempat-tempat maksiat itu masih berdiri kokoh, akan banyak orang yang datang dan melakukan kemaksiatan yang lain,” ujar salah satu orator dari Gempa.

Mereka mengancam jika tidak segera dilakukan penutupan maka akan melakukan sweeping di tempat tempat maksiat mulai dari Lorong Indah (LI), Kampung Baru (KB), hingga tempat tempat karaoke di Pati.

Saat para pendemo berorasi disepanjang jalan depan Pasar Hewan Margorejo dimana mereka dihentikan tidak boleh masuk lebih jauh lagi oleh pihak keamanan, sejumlah warga penghuni Lorong Indah mulai siapkan blokade. Mereka memasang kursi dan tumpukan ban. Lalu lintas Pantura Timur dari Kudus Ke Pati sempat tersendat beberapa lama.

 

Pihak Sabhara Polres Pati bahkan siapkan dua ekor anjing untuk membubarkan para peserta aksi apabila melakukan tindakan anarkis. Namun, pendemo tak sampai memaksa merangsek masuk ke lokalisasi. Kerusuhan hampir saja terjadi saat pendemo dan warga penghuni Lorong Indah saling ejek, namun bisa dilerai oleh pihak kepolisian dengan gabungan bersama Kodim Pati dan Satpol PP.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan menjelaskan bahwa menutup tempat prostitusi itu tidak mudah karena merupakan masalah sosial. Seperti diketahui, prostitusi merupakan kejahatan tertua di muka bumi yang selalu ada.

“Pesan kami bahwa kami secara aturan dan tindakan melakukan penertiban, dari kacamata pengunjuk rasa harusnya mereka menggunakan penyuluhan dengan pendekatan agama, sadarkan mereka, lakukan dengan kebaikan,” katanya.

“Kami sudah menyampaikan, bahwa kami memiliki program untuk melakukan penutupan pembersihan lokalisasi. Seperti yang berada di Kecamatan Batangan itu sudah kita tutup,” imbuh Kapolres Pati

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Facebook Comments

www.wartaphoto.net “foto dan peristiwa”

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *