BISNIS Inspirasi Bisnis Sosok

Inspirasi “Dosis Tinggi” Dari DS Priyadi, Owner KIPASOAK

Dirintis sejak pertengahan 2015, brand kaos lokal dengan penggarapan maksimal “Kipasoak” kini mulai menampakkan hasil. Berbagai desainnya laku keras dan kini menjadi salah satu merchandise yang membuat pemakainya makin bangga dengan tanah kelahirannya, Pati Bumi Mina Tani.

wartaphoto.net mendapat kesempatan berharga,  berbincang ringan namun penuh inspirasi dengan owner Kipasoak, Mas DS Priyadi, mengenai brand kaos paling ngehits di Pati saat ini. Jatuh bangun, terus berinovasi hingga membawa banyak teknologi yang dipelajari di Yogyakarta untuk membangun Brand lokal Pati.

Berikut petikan wawancara kami, eksklusif untuk pembaca wartaphoto.net

WP.net: Bisa diceritakan awal mula berdirinya Kipasoak?

DS Priyadi : Di rumah Yogya kan temen-temen sering pada ngumpul. Ada yang seneng ngobrol saja, ada pula yang terlibat membantu usaha desain dan cetak saya, Baraka Grafika. Berhubung Baraka Grafika lagi sepi, yang bantu-bantu pada nganggur, termasuk saya. Nah, sesama pengangguran ini akhirnya pada ngerumpiin problem jualan online yang lagi dirintis oleh Abdullah Jamil, adik saya. Tokonya diberi nama Almadinah Store. Jual jilbab, baju koko, peci, semacam itu. Model dropship gitu. Bukan barang sendiri atau kulakan.

Al Madinah Store tersebut sudah ditekuni selama 3 bulanan. Tapi belum ada sinyalemen bisa berkembang secara signifikan. Belum ketemu rumusnya, bagaimana usaha dropship yang demikian bisa diseriusi sebagai usaha jangka panjang. Padahal kalau menilik cerita-cerita kan banyak yang sukses ya. Saya jadi ikut penasaran dan nggabung juga. Lalu saya usulkan, kenapa gak coba bikin produk sendiri?

Singkatnya, akhirnya nyoba jualan kaos Pati. Dibuatlah satu dua desain. Ning modale sopo yang mau dipake untuk produksi? Kabeh konco di sini lagi berstatus bokek. Hahaha. Meski begitu sama Abdullah Jamil desain yang sudah ada diuploud. Waktu itu desain pertama, Pati Cilik Ngangeni. Di kasih keterangan: Pre-Order. Hahaha… biasalah, bahasa marketing orang gak punya modal.

DS Priyadi (paling kanan kaos abu) bersama sahabat-sahabatnya berfoto di depan outlet Kipasoak.

WP.net: Responnya?

DS Priyadi : Nah itu, ternyata respon dari konco-konco di Pati, tetangga, dulur-dulur banyak yang pesen. Wuah, bungah jadinya. Temen-temen pada rembugan nanti buat konsep begini dan begini. Tambah semangat mereka. Kalau saya dalam hati malah sedih ya. Wong saya ngerti yang order itu kan masih tataran solidaritas saja. Sekedar berempati sama sahabatnya yang mencoba berikhtiar menegakkan jalan nafkahnya.

Tapi teman-teman ini gak mikir begitu, jalan aja terus. Semangat banget. Mereka pakek kacamata kuda, gak lihat kiri kanan. Ada untung dikit diputar untuk produksi. Ada lagi puter lagi. Dan saya kesetrum semangat. Rumah mulai rame lagi. Ada kebahagiaan walaupun hasilnya masih jauh dari mencukupi. Minimal ada plan. Ada kegiatan yang produktif. Ada harapan. Dan yang utama, sudah berani memulai merealisir sesuatu yang tadinya masih dipikir-pikirkan.

Abdullah Jamil merintis Kipasoak dengan jualan online

WP.net: Waktu itu masih main di pangsa pasar online saja berarti ya?

DS Priyadi : Iya masih online saja. Ya itu tadi, Almadinah Store. Kan waktu itu Bukalapak dan Tokopedia lagi gencar dikampanyekan. Disamping di fb buka juga di dua marketplace itu. Memang yang bisa dikerjakan baru di taraf segitu. Tapi ini menjadi pilar penting berdirinya Kipasoak, karena di titik inilah terjadi studi yang komprehensif mengenai seluk-beluk marketing online.

Karena intensif upload gambar dan rajin mbales pertanyaan-pertanyaan, yang merespon makin banyak. Cukup rame karena kita juga nyoba-nyoba beriklan di facebook.

WP.net: Langsung lancar atau masih ada kendala?

DS Priyadi : Alhamdulillah mulai lancar, tapi justru muncul masalah baru. Banyak yang nanya bisa COD gak? Outlet distronya di mana? Alamatnya dimana? Dan sebagainya, dan sebagainya. Jadi gak berkutik, karena kita semua ada di Yogya, sementara yang nanya-nanya ada di Pati. Duh mikir saya…hahaha

WP.net: Langkah apa yang kemudian ditempuh oleh teman-teman?

DS Priyadi : Ya gimana lagi ya? Hahaha… Di tingkat pengembangan begitu, urusannya dengan modal. Ini ndilalahnya yang ngumpul modal dengkul semua. Hahaha… Ya, waktu itu saya hanya bisa prihatin ya. Saya dan temen-temen ini backgroundnya kan bukan pengusaha. Naluri bisnisnya minim semua.

Tapi di titik itu ada ibrah yang bisa kita petik. Ternyata untuk mengembangkan usaha di level yang lebih serius, perlu dibangun sistem dan infrastruktur yang serius pula. Butuh sistim yang mengatur pemasarannya. Butuh sistim produksi yang bener. Butuh tata kelola keuangan yang rapi. Butuh sistem maintenance konsumen yang baik. Dan outlet mau gak mau mesti ada karena itu bagian performa yang mendukung nilai kredibilitas usaha.

Karena yang komen-komen bolak-balik nanya soal itu lagi: Outlet distronya ada dimana? Alamatnya mana Gan? Bisa COD gak Luuur? Lama-lama temen-temen pada improve menjawab: Outlet untuk Pati sedang kita survei Gan. Nanti segera kita kabari.

Lhaaah?! Saya kaget. Temen-temen saya panggil semua. Saya sampaikan kalau jawaban itu tidak baik. Soalnya kita kan gak survei apa-apa. Saya bilang gak boleh menyampaikan sesuatu yang tidak kita kerjakan. Saya minta semua teman-teman untuk tetap jujur dan bersabar walaupun kita dalam keadaan yang tersulit.


Outlet Kipasoak di Jalan Supriyadi 41a Pati

Reaksi teman-teman?

DS Priyadi : Ya langsung pada lemes ya. Trus jarang ngumpul-ngumpul lagi. Yang aktif mencounter upload-upload tinggal Abdullah Jamil, adik saya itu tadi. Ya karena dia gak ada kegiatan lain.

Akhirnya saya pulang ke Pati. Rumah saya di Talun ya. Disamping sungkem ibu, bermaksud cari utangan ke beberapa kerabat atau teman. Tapi masalahnya saya ini payah orangnya. Gak pede kalau cari utang. Seringkali gak keluar omongan begitu ketemu orang yang dituju. Tapi ya saya paksakan. Saya belajar presentasi. Saya sampaikan prospeknya dengan data dan statistik yang kita dapat dari fb. Tapi ya siapa yang percoyo ya? Waktu itu kebutuhan untuk awal cukup besar. Sewa ruko saja untuk lokasi strategis di Pati 30 sampai 40 juta. Hadeeeeh, nggak mbayanginlah.

Tapi alhamdulillah, akhirnya saudara-saudara pada urunan. Pada kasian sama saya mungkin ya. Hahaha. Mulailah saya lihat-lihat ruko. Terakhir dapat ruko di Jl. Supriyadi, yang sekarang itu. Nah, Karena sudah ada tokonya, nama kita bikin fix menjadi Kipasoak. Jadi tidak Almadinah Store lagi. Ceritanya begitu.

WP.net: Ini kan akhirnya Kipasoak punya outlet di Jalan Supriyadi No.41a. Sengaja pilih disitu mas?

DS Priyadi : Lha yang murah disitu e. Kan agak ke pinggir itu lokasinya. Logika saya, kalau lokasi sulit kan ya tinggal sabar dan telaten saja menerangkan pada yang nanya. Tapi banyak yang kuatir, kok bikin toko di situ? Waktu itu ngeper juga saya.

WP.net: Awal awal buka usaha biasanya ada kendala kan? Bagaimana dengan Kipasoak?

DS Priyadi : Kendala selalu ada ya. Dan itu wajar. Sudah kita sadari sebagai proses. Kipasoak ini kan belum lama. Start operatifnya pertengahan 2015. Sementara kita gak sekedar bikin toko. Kita ini kan bikin brand. Merek. Beda dengan outlet-outlet yang kulakan barang jadi. Di tahun pertama, disamping suntuk studi produksi, juga puasa gak dapet gaji. Gak cuma puasa, malah mensubsidi juga. Ada subsidi ganda di sini. Disamping subsidi gaji karyawan, juga subsidi operasional dan produksi.

Paling berat adalah pada fase enam bulan pertama. Dalam proses branding product kan baru masuk timeline introduksi. Pengenalan. Toko masih sepi. Hanya ada satu dua orang yang datang.

Baru di enam bulan kedua orang-orang pada ngerti. Itu pun belum rame ya. Tapi mulai ada income walaupun kecil. Kita rada pede karena ada progress. Tahun kedua manajemen mulai menyisihkan laba untuk bayar utang dan memutarnya untuk menambah kuantitas produksi. Nah, sekarang ini Kipasoak masuk di tahun ketiga. Dan alhamdulillah, sambutan masyarakat luar biasa ya. Statistik penjualan naik terus. Agenda selanjutnya adalah product developement, upgrade manajemen supaya lebih rapi, dan juga membenahi infrastruktur.

Bersambung :  KIPASOAK: Spirit Lokal, Beraksi Global

Reporter: Revan Zaen / adv

 

Facebook Comments

www.wartaphoto.net "foto dan peristiwa"

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *