X

KIPASOAK: Spirit Lokal, Beraksi Global

Di tengah banjir bandang brand mayor yang kian hari kian memenuhi pusat-pusat pertokoan, sebuah brand indie, Kipasoak, tiba-tiba muncul ke permukaan dan mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat Pati. Dengan penuh percaya diri Kipasoak mengusung tema lokal yang sederhana menjadi istimewa. Logat jagongan sehari-hari khas wong Pati seperti Gagego, ‘Ra Ndandeh, Santai Ae Go, Ramekakat, Piye Leh, Engkak Engkek, Pati Cilik Ngangeni ditransformasikan dalam desain kaos yang bernuansa segar dan kekinian.

Menuntaskan wawancara sebelumnya, Inspirasi “Dosis Tinggi” dari Owner Kipasoak, DS Priyadi, reporter wartaphoto.net kembali berkesempatan berbicara panjang lebar dengan beliau, mengorek lebih dalam lagi narasi di belakang layar Brand KIPASOAK, sbb:

Kipasoak ingin berkontribusi membantu city branding kota Pati melewati konsep desain yang mengokohkan identitas masyarakatnya

WP.net: Pangsa pasar Kipasoak adalah kaos lokal Pati dengan muatan konten lokal. Mengapa?

DS Priyadi : Ya tadinya kita nggak terlalu memikirkan pangsa pasarnya. Fokusnya memulai saja. Karena kebetulan saya orang Pati, maka buat kaos Pati. Artinya secara sosial-budaya saya tentu lebih menguasai materi yang akan disajikan dalam desain-desainnya.

Disamping juga, local content itu kan aset kreatif. Utamanya karena terkait dengan identitas atau karakter suatu masyarakat. Kita ini kan rapuh sekali dalam memerhatikan soal identitas. Padahal itu menjadi instrumen kebudayaan yang memiliki peran penting untuk bisa bergaul dengan masyarakat lain. Negara yang maju semua memiliki agenda identity building. Jepang, Cina, Korea… kan kita gampang mengenali mereka? Dengan begitu mereka gampang pula mempergaulkan kepentingan-kepentingannya.

Agenda identity building ini dibutuhkan supaya masyarakat terlatih memiliki sikap dan kepercayaan diri yang memadai. Kalau tidak ya cuma bernasib menjadi debu-debu proyek global negara-negara Barat. Ujung-ujungnya kita menjadi bulan-bulanan pasar mereka.

Pati mestinya punya agenda khusus yang concern di situ. Karena saya lihat pembangunan wisata marak di mana-mana. Kalau cuma ikut-ikutan ya nanti kurang ada wibawa.

WP.net: Lalu, yang ingin dicapai Kipasoak, melihat potensi ini?

DS. Priyadi : Secara ideal, yang ingin dicapai Kipasoak dengan pangsa pasar lokal Pati, setidaknya kami bisa turut berkontribusi dalam agenda identity building tadi. Minimal bisa menstimulus kalangan muda dengan membantu city branding melewati media populer kaos.

WP.net: Baik, tentunya Kipasoak memiliki target market tersendiri. Sejauh mana jangkauan pemasarannya? Lalu, metode pemasaran yang dipilih Kipasoak seperti apa?

DS Priyadi : Untuk jangkauan sementara ini kita fokuskan dalam radius 25 mil dari oulet Pati sebagai epicentrumnya. Dalam radius itu, wilayah pinggiran Rembang, Purwodadi dan Kudus sudah terjangkau. Insyaallah tahun ini kita akan coba luaskan radiusnya pada wilayah Karesidenan. Syukur-syukur bisa lebih luas dari itu ya.

Metode Pemasaran kombinasi antara online dan offline. Keduanya dijalankan secara simultan. Namun, Kipasoak tidak pakai rule tertentu sebagai patokan metode pemasaran. Jadi situasional sesuai hasil review dan pertumbuhannya.

Ya singkatnya, naluri saja lah. Lha saya dan tim ini rata-rata gak pada sekolah ya. Tapi kalau saya cermati yang kita pakai sekarang polanya mirip-mirip metode pemasaran rimba-raya.

WP.net: Metode rimba? Seperti apa itu Mas?

DS Priyadi : Hahaha. Yang ini no comment dulu ya. Wong ini juga baru coba-coba. Kemarin kita lihat hasilnya kok bagus? Trus dikembangkan. Tapi bagi yang serius pingin tahu, bisa nonton film Top Secret Billionaire. Inspiratif sekali bagi yang mau buka usaha. Di situ semua pertanyaan lengkap terjawab.

WP.net: Oke oke, lalu kami lihat desain Kipasoak ini kan unik, ada sentuhan khas , bisa disebutkan siapa kreator desainnya

DS. Priyadi : Ya bareng-bareng lah. Ada tim kecil. Kalau clue nya dari saya. Semacam artistic director ya. Saya ngobrolin tema, terus nanti ada yang mengajukan desain. Desain jadi, kita review. Utamanya dari perspektif artistik dan komunikasi visualnya.

Kecuali untuk beberapa seri quote, karena itu perlu penalaran yang lebih jauh. Jadi seperti workshop. Soal tema atau style yang dipilih, kita bicarakan bersama. Termasuk kita mendata seluruh masukan-masukan yang dilontarkan konsumen.

WP.net: Ternyata bertahap dan detail juga prosesnya. Nah, Kalau boleh tahu, owner Kipasoak apakah orang Pati semua?

DS Priyadi : Iya, orang Pati semua. Kan ya cuma saya dan adik-adik saya. Kita semua urunan modal dan bareng-bareng membesarkan. Awalnya ingin ada investor yang kita ajak. Tapi pada gak mau. Gak yakin. Ya sudah, jadinya usaha keluarga. Kalau sekarang banyak yang pingin invest. Tapi sejauh ini bisa dicover keluarga. Saya pribadi merasa lebih nyaman begini. Mengembangkan pelan-pelan, memutar dari yang sudah ada saja. Kecil-kecilan ndak papa.

Kalau tim kerja ya banyak, dari mana-mana. Dan saya berterima kasih kepada semua rekan dan sahabat yang dengan sabar dan kerja keras terlibat upaya merintis usaha ini.

Kolaborasi keluarga. Iswati sebagai manager distro sementara kakaknya Abdullah Jamil menangani divisi produksi

WP.net: Secara struktur bisa dirincikan Mas?

DS Priyadi : Ya secara struktur pimpinannya saya. Yang menangani produksi Abdullah Jamil. Manajemen distronya Iswati. Dwi Saputro mensupport pengembangan produk dengan urunan modal. Muhammad Latif juga terlibat membantu.

WP.net: Yang terakhir nih Mas. Mungkin bisa kasih tips berwirausaha bagi pembaca wartaphoto.net?

DS. Priyadi : Hahaha… Nggak pede Mas. Ini kan saya juga masih belajar. Tapi berdasar pengalaman saya dan teman-teman yang masih belajar ini, apa yang ingin kita mulai, bismillah saja. Mulai saja. Itu yang pertama. Dan itu yang paling penting.

Yang kedua, ya mesti sadar proses. Artinya kita mesti sabar ya. Karena segala tujuan tak ada yang bisa seketika, pasti menempuh tahapan-tahapannya. Nah yang ketiga, mesti menyadari pula bahwa dalam proses membina usaha itu tidak terus-menerus mulus, pasti akan ada kendala-kendala.

Sehingga ketika sedang ditimpa problem-problem, kita tidak putus asa, karena sudah menyadarinya. Tetap saja ditelateni dan dijaga semangatnya. Tetap intens dan konsisten. Dalam terminologi agama, apa ya, istiqomah itu ya. Keempat, mesti banyak bergaul dengan orang-orang bisnis. Biar kecipratan ilmunya. Soale, paradigma orang yang business oriented itu berbeda. Kita belajar sesuatu yang beda itu, yang kita gak punya.

Nah, itu semua kan upaya membangun konstruksi lahirnya ya. Ini sebagai hardware atau wasilah rejekinya. Softwarenya, atau konstruksi ruhaninya juga jangan lupa. Karena yang memiliki rejeki adalah Rabb kita, kita mesti terus mengupgrade ketaatan kita, bermohon petunjuk serta kemudahan dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Dengan menjaga ensamble tim, Kipasoak bersama-sama merumuskan dan mereview kreasi-kreasi yang dituangkan dalam desain

Wawancara Sebelumnya : Inspirasi “Dosis Tinggi” Dari DS Priyadi, Owner KIPASOAK

Reporter: Revan Zaen/ adv

Facebook Comments