Pemkab Pati Berencana Akuisisi Bakorwil I Sebagai Rumdin Bupati Agar Lebih Terawat dan Bermanfaat

498 views

Pemandangan Bakorwil 1 Jateng di Pati jika dipotret saat malam hari

PATI. Salah satu tempat cagar budaya yang ada di Pati dan terkenal adalah Rumah Dinas Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil). Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Pati berencana akuisisi bagunan Rumah Dinas Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) yang ada di. Hal itu diungkapkan Bupati Pati, Haryanto.

Haryanto mengatakan, Kalau diperbolehkan pemprov Jateng wewenang bangunan rumah dinas bakorwil akan kita kelola. Dengan begitu bangunannya bisa lebih terawat, tidak seperti sekarang ini.

“Dari pada nganggur dan tidak terawatt. Apalagi bakorwil itu merupakan cagar budaya yang harus tetap di jaga keberadaannya, mending pemkab Pati yang mengelola,” ujarnya saat memberikan sambutan pembukaan kejuaraan Tenis Lapangan Piala Gubernur Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (18/7) lalu.

Menurutnya, akan lebih baik apabila Bakorwil tersebut difungsikan untuk kebutuhan yang bermanfaat. Apabila dilihat, banyak bangunan yang tidak terpakai dan sudah mengalami penuaan. Ditambah dengan kondisi air kolam yang semakin keruh karena tidak pernah diperbarui.

“Itu bisa menjadi aset bagi Kabupaten Pati. Selain lokasinya cukup strategis, bentuk bangunannya artistik, dan halaman yang luas, tentunya membutuhkan perawatan yang maksimal,” tambahnya.

Tempat favorit remaja di Pati ketika berfoto atau hunting foto ini biasa disebut Karesidenan Pati. Rumah Dinas yang berada di jalan Raya Pati-Kudus No. 38 dikenal memiliki bangunan unik. Bahkan kisah mistis dari tempat ini pun pernah diliput televisi swasta nasional yang semakin menegaskan Pati sebagai kota wisata alam gaib.

Rumdin Bupati

Sementara itu, Wakil Ketua tiga DPRD Pati, Joni Kurnianto  sangat mendukung penuh langkah Pemkab Pati yang akan mengakuisisi Bakorwil. Bahkan pihaknya siap membantu melakukan koordinasi melalui jalur DPRD Parovinsi Jawa Tengah.

“Kalau di jadikan Rumah Dinas Bupati, saya sangat setuju. Karena sayang sekali kalau Bakorwil ini terabaikan, kamar mandinya tidak terawat, bahkan banyak rumput liar yang mulai tumbuh. Ini kan sangat memprihatinkan,” tegasnya.

 

Joni menambahkan, selain bangunan yang tidak terawat. Aset lapangan tenis yang berada di area bakorwil juga menjadi perhatiannya. Pasalnya, jika lapangan tenis rusak biaya untuk memperbaikinya akan mahal. Padahal lapangan tenis ini kerap digunakan untuk event nasional.

 

“Biaya membuat satu lapangan tenis yang berstandart nasional itu sekitar 300 Juta Rupiah. Jadi kalau tidak segera dikelola dengan baik tentu akan sangat sayang sekali,” pungkas Joni yang juga menjabat sebagai Ketua Pelti Pati

 

Reporter: Andi Putra

Editor: Revan Zaen

 

Penulis: 
author
www.wartaphoto.net "foto dan peristiwa"
No related post!

Tinggalkan pesan