Berita

Penemuan Sesosok Mayat Di Persawahan Dukuh Cangkring Kabupaten Pati

Pati – Sabtu pagi (09/09) pukul 06:30 WIB warga dikejutkan oleh penemuan sesosok mayat di pesawahan Dukuh Cangkring Desa Widorokandang R T 05 RW 02 Kecamatan Pati Kabupaten Pati Jawa Tengah.

Evakuasi Mayat Korban Tersengat Listrik

Saat ditemukan warga, korban sudah dalam keadaan tak bernyawa dengan posisi terlentang disawah dengan mengenakan baju lengan panjang warna coklat muda dan celana panjang coklat tua.

Awalnya pada hari Sabtu 09/09/2017 sekitar pukul 06:30 WIB Teguh Triyono ( 61th ) warga dukuh Cangkring RT 03/02 Desa Widorokandang pergi ke sawah. Setibanya disawah melihat tanaman padi sebelah timur pada roboh sehingga dia bergegas untuk melihatnya, setelah didekati ternyata terdapat sesosok mayat telentang. Kemudian Teguh Triyono memanggil Kartono (41th) warga dukuh Cangkringan yang juga anggota polri menuju ke lokasi penemuan mayat setelah dilihat ternyata sudah meninggal. Kartono segera menghubungi Polsek Pati dan Koramil Pati.

Mendapat laporan penemuan mayat di area persawahan Dukuh Cangkring, Polsek Pati bersama tim medis Puskesmas Pati 2 menuju lokasi untuk melakukan olah TKP. Pemeriksaan terhadap mayat dipimpin oleh dr. Sri Murti Winanti selaku tim medis dari Puskesmas Pati 2.

Setelah dilakukan pemeriksaan, korban yang bernama Segam bin Karyafi (75th) asli Tegal yang menumpang dirumah anaknya Sumari yang bedomisili di Randu Kuning Kelurahan Lor ini diperkirakan sudah meninggal lebih dari 8 jam dengan luka bakar pada paha kiri bagian belakang 20×10 cm dan dipunggung 15×6 cm. Diperkirakan meninggal karena tersengat aliran listrik.

Selanjutnya korban diserahkan ke RSUD Soewondo oleh Kepala Desa Widorokandang H.Jumito yang diterima oleh Samasi staf RSUD Soewondo.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan SIK melalui Kapolsek Pati Iptu Pujiati S.Sos membenarkan telah ditemukan mayat diarea pesawahan dukuh Cangkringan desa Widorokandang sekitar 200 meter dari jalan raya dan sudah dilakukan pemeriksaan.

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad

Ralat: pada artikel pertama terbit tertulis dukuh Cangkringan yang betul Dukuh Cangkring. (Redaksi)

Facebook Comments

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *