X

Sepekan Terendam Banjir, Warga Juwana Mulai Terserang Penyakit. Puskesmas Juwana Buka Posko Kesehatan

JUWANA – Banjir yang melanda kecamatan Juwana selama sepekan, membuat warga mulai terserang penyakit gatal-gatal dan flu. UPT Puskesmas Juwana merespon dengan membuka posko kesehatan di Desa Doropayung Kecamatan Juwana Kabupaten Pati.

Menurut Sari Ardianningsih, Bidan Puskesmas Juwana, bahwa warga Juwana sudah mulai banyak yang mengalami gatal-gatal serta batuk pilek. Hal ini dikarenakan kondisi kesehatan yang melemah akibat banjir yang merendam pemukiman warga selama sepekan.

“Warga sudah mulai banyak yang mengalami gatal-gatal, batuk dan pilek akibat dampak banjir, di desa Doropayung tercatat ada sekitar 30 orang, Desa Bumirejo 30 orang.Kemudian kami mendirikan Posko Kesehatan yang dibantu oleh Dr. Eko, Dr Sinta dan Dr. Anggoro,” jelas Sari Ardianningsih.

Selain di Desa Doropayung, sedikitnya ada 12 warga yang berobat dengan keluhan gatal-gatal hingga batuk pilek setiap hari di poliklinik desa Kedungpancing. Sebagaimana informasi dari Didik,Kades Kedungpancing. Hal ini membuat petugas kesehatan harus bekerja ekstra demi melayani keluhan masyarakat.

“Sampai Hari Jumat kemarin total ada 62 warga yang mengalami gatal-gatal dan batuk pilek, InsyaAllah nanti hari Senin ada layanan Puskesmas Keliling Juwana yang mengadakan pengobatan untuk warga ” ungkapnya.

Pantauan reporter wartaphoto.net di lokasi, beberapa desa di Kecamatan Juwana masih banyak yang terendam banjir.

  1. Di Desa Doropayung terendam 130 rumah, ketinggian air di dalam rumah 10 – 60 cm, rumah tergenang 365, ketinggian air di luar rumah 40 – 85 cm.
  2. Di Desa Bumirejo ada 190 rumah dengan ketinggian 30 cm,
  3. Desa Kedungpancing, terendam 130 rumah,
  4. Di Desa Kudukeras ada 15 rumah yang terendam dengan ketinggian 15 sampai 30 cm.
  5. Jalan Desa Bumirejo dan Jepuro tergenang dengan ketinggian air sekitar 30 – 40 cm.

Banjir Kiriman

Sholeh relawan FRPB Pati menganalisa banjir Juwana yang sebelumnya sempat surut namun kemudian pasang kembali.

“Banjir yang ada di Juwana ini terutama Desa Doropayung, Kedungpancing, Bumirejo belum surut di karenakan ada kiriman air dari Lorotan Semar, di Desa Sumbersari, mengalir ke Slungkep kemudian turun ke Kayen melewati kali Sompok dan Talun kemudian airnya meluber ke sungai Silugonggo.Nah, sebagian masuk ke persawahan Tambakromo, namun karena tidak mampu menampung debit air, akhirnya mengalir ke sungai Silugonggo Juwana. Selain itu juga ditambah dengan curah hujan masih tinggi juga, jadinya belum surut,” rinci Sholeh, relawan FRPB Pati.

Tarmin, salah satu warga Doropayung berharap agar banjir segera surut agar warga bisa kembali beraktifitas dan pemerintah segera mengirimkan bantuan.

“Kemarin sudah mulai surut mas, tapi tadi malam sekitar jam 01:00 WIB airnya naik lagi seperti semula, yang kami harapkan adalah bantuan sembako dari pemerintah daerah, gitu aja mas,” kata Tarmin kepada wartaphoto.net.

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad

Facebook Comments