Tag: Juwana

Permalink ke Masih Proses Pembangunan, Bongkar Muat Kapal di TPI 1 Kerap “Untel-Untelan”
Pati

Masih Proses Pembangunan, Bongkar Muat Kapal di TPI 1 Kerap “Untel-Untelan”

JUWANA – Pembangunan TPI I Juwana di Desa Bajomulyo Juwana terus dikebut.Proyek tersebut ditarget selesai pada November mendatang. Para pedagang direlokasi, hanya saja saat bongkat muat kapal melebihi kapasitas sehingga tempatnya tak mencukupi dan semrawut.

“Dulu sebelum los dibangun luasnya 80 meter, tapi sekarang 40 meter karena proses pembangunan. Maksimal kapal sekali bongkar bisa menampung tiga kapal saja, namun kenyataannya lebih dari tiga kapal. Sehingga semrawut untel-untelan. Kami sudah memperingatkan, tapi tetap saja begitu. Yang penting para pedagang sama-sama memaklumi,” jelas  Kepala TPI I Juwana Tri Widodo.

Dia mengaku, sejauh ini kendala pada pembangunan yang dihadapi rekanan tidak ada. Apalagi cuaca sekarang kemarau, jadi tidak hujan yang bisa mengganggu pelaksanaan proyek. Hanya saja, terkadang bogkar muat kapal terlalu banyak sehingga tempat penampungan sementara ini tak muat.

“Para pedagang masih direlokasi di bangunan filet selatan TPI. Kalau pagi, mereka di luar filet, sedangkan kalau siang di dalam filet. Kebanyakan mereka di luar filet karena pukul 10.00 begitu sudah berkurang aktifitas mereka,” tambah Tri Widodo.

Lebih lanjut Tri Widodo menjelaskan, proses pembangunan pelelangan ikan itu sudah mencapai 60 persen. Kini tahapannya menaikkan atap gedung yang terbuat dari besi. Gedung itu mencakup tempat pelelangan ikan beserta dengan kantor petugasnya. Karena antara gedung seatap dengan kantor.

Setelah pemasangan atap gedung TPI, pekerja mengecor lantai gedung dan finishing. Untuk proses ini tidak lama, yang sedikit lama adalah pemasangan atap gedung. Untuk itu, pada awal November nanti, pengerjaannya dikebut siang malam. Supaya bisa selesai sesuai waktu yang telah ditentukan.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Permalink ke 15 Gunungan Hasil Bumi Diarak dalam Kirab Budaya Sedekah Bumi Dukutalit Juwana
Budaya

15 Gunungan Hasil Bumi Diarak dalam Kirab Budaya Sedekah Bumi Dukutalit Juwana

JUWANA. Lima belas gunungan berisi hasil bumi diarak dalam acara sedekah bumi Desa Dukutalit, Juwana (06/08). Kirab budaya ini diikuti 17 kelompok dari perwakilan Posyandu, TK, PAUD, dan 15 RT sebagai pesertanya. Rombongan kirab mulai berangkat pukul 13.00 WIB dengan start di depan Balai Desa Dukutalit dan berakhir di depan SMA Negeri 1 Juwana.

“Ini Adalah rasa syukur warga desa kami, terutama petani petani tambak, brambang, pemindangan dan lainnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semoga diberi kemudahan dalam usaha terutama petani petani dalam berpanen,” ungkap Kepala Desa Dukutalit, Siti Rusmiati AMD.

Lebih lanjut Rusmiyati menjelaskan bahwa kirab budaya ini merupakan keinginan dari warga yang berlangsung terus menerus tiap tahun.

“Insyaallah tiap tahun diagendakan, semoga dengan adanya tasyakuran sedekah bumi ini kerukunan warga tetap terjaga, bersatu dan terjalin kehidupan bermasyarakatnya tenang dan kondusif,” katanya.

Dalam kirab budaya tersebutm tiap RT menampilkan gunungan yang berbeda dan diiringi berbagai kreasi budaya seperti wayang orang, berbagai busana adat, dan berbagai kreasi lainnya.

Panase pol mas, tapi anakku seneng delok karnaval iki, sok minggu malah tambah ramai soale kirab sedekah bumi bareng,  Growong Lor Karo Bakaran Wetan. Pokoke nonton terus,” kata Bu Lastri, salah satu pengunjung.

(Panas sekali cuacanya tapi anak saya senang menonton karnaval ini. Besok minggu (13/08) malah lebih ramai lagi karena ada kirab sedekah bumi Bakaran Wetan dan Growong Lor bersamaan. Pokoknya nonton terus)

Reporter: Arton

Editor: Andi Putra

Permalink ke Tak Terawat, Warga Minta Alun Alun Juwana Diperhatikan
Lingkungan

Tak Terawat, Warga Minta Alun Alun Juwana Diperhatikan

JUWANA. Keberadaan alun alun di jantung kota Juwana sebagai pusat kegiatan dan olahraga warga menjadi landmark tersendiri bagi kota dengan ciri khas nelayannya ini. Juwana merupakan barometer pertumbuhan ekonomi di Bumi Mina Tani.

Sayangnya, kondisi alun alun Juwana nampak tak terawat. Pohon Akasia yang mengitari alun-alun tersebut nampak tumbuh tak terarah. Rimbun, teduh namun tak tampak keindahannya. Padahal, beberapa tahun lalu, alun alun kebanggan wong Juwana ini direnovasi oleh Pemkab Pati dengan memperluas jogging track yang disusun rapi dengan kerikil -kerikil untuk terapi kesehatan. Tiap akhir pekan terlebih hari minggu, tempat ini merupakan destinasi utama olahraga, baca, dan kuliner warga Juwana.

Pada alun alun Juwana dikenal dengan ciri khas Tugu Djarum yang berdekatan dengan tugu bandeng di sebelah timurnya. Pada bagian barat terdapat Masjid Agung Juwana yang megah. Sayang jika alun alun Juwana tidak diperindah atau ditata supaya lebih menarik.

Aris, salah seorang seniman Juwana berharap agar alun-alun Juwana mendapat perhatian utamanya perawatan berkala.

“Alun-alun kan taman kota nya Juwana, landmark Juwana,  seharusnya pohonnya dirapikan, PKL juga diatur dan terus diingatkan agar selalu menjaga kebersihan dan membersihkan sendiri lapaknya setelah dipakai mencari rejeki,” kata seniman pengrajin patung Juwana ini.

Tak jauh berbeda dengan Aris, Trisna Ayu, remaja putri yang bersekolah di salah satu sekolah menengah atas di Juwana ini mengungkapkan hal yang sama.

“Paling tidak nyaman kalau lihat pepohonannya yang tidak terawat. Tidak bagus kalau difoto, padahal ini kan pusat berkumpulnya warga ketika libur akhir pekan. Kalau bisa ya pihak pihak terkait merapikan atau syukur syukur ditambah taman atau bunga bunga biar bagus dan bikin betah warga” Kata Trisna Ayu.Camat Juwana melalui Sekcam Juwana yakni Kadar Trismoyo mengungkapkan bahwa tangung jawab pengelolaan alun alun Juwana ada pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

Sementara itu, Kepala DPU Pati, Suharyono saat dihubungi reporter wartaphoto.net membenarkan bahwa pengelolaan alun alun Juwana ada pada DPU.

“(Pengelolaan alun alun -red) ada pada DPU mas, khususnya UPT Juwana,” jelas Suharyono.

Reporter: Arton/ Zaenal

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Ini Rahasianya Mengapa Pemilik Kapal Luar Daerah Paling Suka Parkir Berlama Lama Di Juwana
Pati

Ini Rahasianya Mengapa Pemilik Kapal Luar Daerah Paling Suka Parkir Berlama Lama Di Juwana

 

 

JUWANA. Pelabuhan sandar Juwana di sepanjang Sungai Silugonggo ternyata memiliki cerita unik. Para pemilik kapal yang memarkir kapalnya ternyata bukan hanya warga Juwana atau Pati. Anehnya, para pemilik kapal asal Batang, Pekalongan, Cirebon, Rembang dan sejumlah daerah lainnya ternyata paling betah memarkir lama kapalnya di Juwana.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Pati Haryanto saat memberikan sambutan saat larung sesaji di Bajomulyo, Minggu (02/07) kemarin.

“Seperti yang kita ketahui lumlah kapal yang parkir disini tidak semuanya milik orang pati. Kalau pada musim seperti ini, pemilik kapal asal Batang, Pekalongan, Cirebon, Rembang favoritnya parkir disini. Hal ini karena Juwana dianggap paling aman.

Saya sering dicurhati pemilik kapal di daerah lain kalau (parkir kapal-red) di Juwana aman. Kalau ditempat lain parkir lama sedikit ya lampunya ilang, belum lagi kerusakan lainnya” kata Haryanto

“Namun, kami nggak pengen lah selama lamanya kapal-kapal ini parkir di alur sungai. Maka saat ini kami sudah siapkan bertahap kolam kapal di utara pulau seprapat untuk tempat bersandar kapal agar tidak menghambat air hingga menyebabkan banjir” imbuhnya

Parkir kapal di sepanjang Sungai Juwana ini memang sering dikeluhkan warga terutama saat datang debit air melimpah dari hulu sungai. Akibatnya, air meluber ke kanan kiri sungai merendam rumah warga hingga berhari hari. Penyebabnya tak lain adalah volume sungai berkurang terhambat kapal.

Beberapa waktu lalu saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo datang ke Juwana juga menyoroti pentingnya dibuat semacam kolam kapal agar tak memenuhi badan sungai.

 

Reporter: Zaenal, Arton

Editor: Revan Zaen

 

Permalink ke Kirab Liong dan Baronsai Laksa Dharma Juwana, Obat Rindu Tontonan Karnaval Budaya
Budaya

Kirab Liong dan Baronsai Laksa Dharma Juwana, Obat Rindu Tontonan Karnaval Budaya

Gerakah khas liong Naga pada Kirab Liong Dan Baronsai Laksa Dharma Juwana

JUWANA. Sabtu Siang (18/03) sejumlah jalan utama di Juwana macet total. Ribuan warga tumpah ruang disepanjang jalan utama. Mereka menunggu kirab liong dan baronsai Laksa Dharma Juwana dalam rangka meriahkan acara hari ulang tahun dewi welas asih klenteng Tjoe Tik Bio Juwana.

Adanya karnaval budaya yang sudah lama tidak hadir di Kota Bandeng ini lantaran di Kabupaten Pati sebelumnya terdapat agenda pilkada. Oleh karenanya, ketika karnaval kembali diadakan, warga langsung tumpah ruah disepanjang jalan meski Juwana siang tadi sempat diguyur gerimis beberapa saat.

Lho selalu ah mas, angger ono karnaval yo metu. Anakku seneng dijak ndelok. Juwana kan kota Budayanya Pati” Ujar Safaah, Ibu muda yang membawa serta anaknya yang masih PAUD

anak anak berebut memberikan angpao kepada barongsai

(Lho selalu ah mas, kalau ada karnaval saya selalu datang. Anak saya senang diajak menonton karnaval budaya. Juwana kan kota Budayanya Pati -red)

Kirab dan karnaval budaya ini juga diikuti Marcing band dari SMP Kanisius Juwana. Mengambil start dari klenteng diteruskan berkeliling jalan utama Juwana.

Wes suwe mas ora delok kirab budaya, wingi acara imlek gak ono jare barengi pilkada, iki tombo kangen mas”  kata Bu Rini, warga Ds. Kauman.

(Sudah lama mas tidak melihat kirab budata. Kemarin acara imlek ditiadakan karena ada Pilkada. Karnaval ini ya penawar rindu mas)

anak anak dan orangtua begitu gembira melihat berbagai karnaval budaya di Juwana

Berbagai atraksi barongsai dan leong samsi seperti gerakan melingkar, melompat menerkam ang pao menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan sejumlah anak kecil berebut “memberi makan” angpao untuk sang Barongsai.

“Terima kasih semuanya kepada warga masyarakat Juwana atas atas sambutanya dan partisipasinya sehingga acara terlaksana dan lancar walaupun grimis, Acara ini kami laksanakan hari sabtu jam 1 siang soalnya anak anak udah pulang sekolah dan warga Bisa melihatnya” Kata Indra, Panitia acara.

Hartono, penjaga klenteng Tjoe Tik Bio selama 20 th jelaskan makna peringatan ulang tahun dewi welas asih menurutnya. “Dewi welas asih itu terjun di dunia mengajarkan budi welas asih, nggak pilih pilih mas. Semuanya diwelasi” Kata Hartono akhiri wawancara.

Reporter: Arton

Editor: Revan

Permalink ke Ini Dia Panduan Memilih Motif dan Bahan Sofa/ Jok
UMKM

Ini Dia Panduan Memilih Motif dan Bahan Sofa/ Jok

Tips Memilih Motif Sofa/ Jok sesuai dengan budget ala Romeo Jok Juwana

Sofa atau jok adalah salah satu furnitur yang mendukung untuk memberikan kenyamanan untuk Anda. Secara umum, sofa dapat ditempatkan di ruang tamu, ruang keluarga, atau di kamar tidur. Pada dasarnya, dalam memilih sofa yang nyaman, Anda dapat memilih bahan penutup sofa yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Namun, Anda juga harus menyesuaikan dengan gaya dan desain sofa yang digunakan. Apa saja yag hendaknya diperhatikan sebelum berencana membuat/ memesan/ memilih sofa untuk ruang favorit Anda?

  1. Motif atau corak yang Anda pilih akan menentukan kesan yang ditimbulkan terhadap ruangan Anda.  Corak polos akan menampilkan kesan simpel dan luas. Sedangkan motif akan membuat lebih art. Namun ada baiknya untuk tidak memilih motif yang terlalu ramai agar kesan rileks tetap ada.
  2. Hindari warna terlalu mencolok jika tidak menginginkan kesan norak dan panas.
  3. Kombinasi polos dan motif bisa menjadi solusi jika anda menginginkan nuansa yang lebih stylist
  4. Pertimbangkan warna cat dinding ruangan dan lantai Anda. Khusus untuk lantai bisa dimodifikasi dengan penambahan karpet yang serasi.
  5. Pastikan memiliki garansi servis agar ketika ada permasalahan misalnya sobek atau lainnya, dapat diperbaiki dengan kualitas setara.
  6. Untuk menghemat biaya pembuatan, bahan kain dan ketebalannya harus Anda perhitungkan dengan benar agar tidak membengkak biayanya.

Sebagai taksiran harga, di Romeo Jok service/ pemesanan kursi dan sofa mulai harga 2,5jutaan sampai 15jutaan sudah bisa mendapatkan jok/ sofa sesuai pesanan dan dana Anda.  Usaha mebelair  ROMEO JOK yang workshopnya berada di Desa Bakaran Wetan RT 04/ RW02, Juwana, Pati. Romeo Jok mengutamakan kualitas dengan harga terjangkau.

“Di Romeo Jok, setiap pemesanan sekaligus mendapat garansi servis 2 tahun tanpa biaya alias gratis. Selain itu kami juga menerima pemesanan/servis Sofa, kursi, jok mobil,Sprintbed, kasur busa, jok sepeda motor” Ujar Bagus, Marketing Romeo Jok

Kalau masih bingung menentukan corak, model, hingga kalkulasi harga silakan berkunjung ke workhsop kami di Bakaran Wetan atau menghubungi 082225133499 ” Pungkasnya

Reporter: Tono
Editor: Revan Zaen

 

Permalink ke TPI I Bajomulyo Juwana Dibongkar, Direnovasi Menjadi Lebih Praktis
Pati

TPI I Bajomulyo Juwana Dibongkar, Direnovasi Menjadi Lebih Praktis

Pembongkaran TPI I Juwana secara bertahap

Juwana (10/03). Keberadaan TPI I Juwana yang tidak pernah direnovasi sejak 1976 akhirnya dibongkar. Rencananya, Tempat Pelelangan Ikan yang sebelumnya memiliki tempat parkir sempit, sering tergenang banjir dan akses truk pengangkut ikan sulit akan direhap ulang lebih praktis.

“Nanti itu lelangnya sampel, dari kapal tidak usah dibongkar semua dulu, cukup sampelnya, deal, bayar, truk langsung masuk untuk angkut ikan yang sudah di freezer sebelumnya. Jadi lebih praktis,” Kata Kepala TPI Juwana, Tri Widodo.

Renovasi TPI I Juwana ini berlangsung 2 tahap. Tahap pertama senilai 2,5 milyar dari APBD 2017 dan tahap kedua 5 milyar dengan dana APBD 2018.

aktivitas pembongkaran TPI unit I Juwana

“Jadwalnya ini bulan maret pembongkaran selama sebulan. April Mei lelang. Bulan Juni sampai Desember sudah selesai untuk pembangunan yang tahap I. Ini sudah direncanakan lama, karena anggarannya belum ada jadi baru tahun ini dikerjakan.  Termasuk juga ada efek dari tarik ulur kebijakan kapal cantrang juga. Mengenai mengapa menjadi tanggung jawab APBD kabupaten ya karena ada peraturan undang undang no 23 itu.” Ujar Tri Widodo.

Pembongkaraan ini, lanjut Widodo, difokuskan pada bangunan yang sebelah barat dulu, biar bakul ikan bisa bekerja. Jika tempatnya masih kurang nanti masuk ke gedung sebelah selatan.

Bu Dar salah satu bakul yang ditemui reporter wartaphoto.net ungkapkan harapannya. ” Mugo-mugo  wae ramai mas nek TPI iki dibangun seng luweh apik ben gak semrawut, ben koyok TPI seng lor (TPI unit 2)

(Semoga saja ramai TPI I ini, dibangun yang bagus, tidak semrawut biar seperti TPI unit II Bajomulyo).

TPI I Juwana ini mampu menampung 25 bakul ikan besar dan 500 bakul ikan kecil. Kegiatan bongkar ikan biasanya dilakukan mulai pukul 02.00 dini hari.

 

*Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen