Home Posts tagged kriminalitas
Pati

Sempat Hilang 2 Hari, Perangkat Komputer SDN 2 Wotan Dikembalikan Maling di Dekat Sekolah

SUKOLILO – Barang milik SDN 2 Wotan digondol maling Kamis (25/1) lalu. Namun selang dua hari, Sabtu (27/1), pencuri mengembalikan barang curian di dalam karung diletakkan sekitar sekolah tersebut.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kabag Ops Kompol Sundoyo mengatakan, Sabtu (27/1) sekitar pukul 09.45, salah satu warga setempat, Yani, 35, warga Desa Wotan, Sukolilo melihat dua karung putih mencurigakan di pingir jalan dekat sekolah.

Ia lantas memberitahukan kepada penjaga SDN 2 Wotan, Muhariono,  warga Desa Baturejo, Sukolilo. Keduanya memeriksa isi karung. Di lokasi ada dua karung putih atau sak, berbentuk kotak dan diikat tali bagian atas.

Setelah diperiksa, isi karung tersebut yakni layar monitor komputer. Selain berisi komputer, di dalam karung itu juga ada CPU. Komputer dan CPU itu yang mirip dengan milik barang-barang SDN 2 Wotan yang dilaporkan hilang dua hari sebelum ditemukan.

“Penjaga sekolah kemudian melaporkan kepada mapolsek dan kami langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP). Bersama-sama dengan petugas sekolah lainnya termasuk kepala sekolah, kami mengecek barang di dalam karung itu,” ucapnya kemarin.

Setelah diperiksa bersama-sama, perangkat komputer itu memang milik SDN 2 Wotan yang dilaporkan hilang. Pencuri yang menggasak perangkat komputer milik SD tersebut kemungkinan mengembalikan dan digeletakkan saja di pinggir jalan sekitar sekolah. Saat ini barang-barang itu sudah dikembalikan ke sekolah.

 

Reporter: Tania

Editor: A.Muhammad

Pati

Penyamaran Sempurna, Unit Reskrim Polsek Juwana Berhasil Menangkap Basah Pengedar Narkoba di Tluwah

JUWANA – Tim Unit Reskrim Polsek Juwana kembali berhasil ungkap kasus kriminal. Kali ini ER alias BTK (24th) warga Mayong Jepara berhasil dibekuk polisi akibat mengedarkan pil koplo di warung kopi Desa Tluwah kecamatan Juwana kabupaten Pati,Sabtu malam (27/01/2018).

Sebelumnya tim unit reskrim polsek Juwana mendapatkan informasi dari masyarakat adanya peredaran pil koplo di wilayah tersebut. Anggota polsek Juwana menyamar guna memastikan kebenaran informasi dari warga masyarakat.

Benar saja, setelah memasang strategi penangkapan akhirnya tim unit reskrim polsek Juwana yang dipimpin langsung oleh kanit reskrim Iptu Suwarno,SH berhasil membekuk ER alias BTK. Barang bukti 200 butir pil koplo jenis “Y”, uang tunai 300 ribu rupiah serta 1 unit telepon genggam merk Blackberry diamankan petugas.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan,S.I.K melalui Kapolsek Juwana AKP Didi Dewantoro,S.I.K membenarkan telah terjadi penangkapan target penyalahgunaan obat terlarang di wilayah Juwana.

“Saat ini tersangka sudah berhasil diamankan oleh tim unit reskrim polsek Juwana. Kemudian dilakukan penyidikan lebih lanjut untuk mencari dan menggali informasi dari mana barang terlarang tersebut didapat. Sehingga kita bisa mengetahui bandar dibalik peredaran barang haram diwilayah Juwana ini,” jelas AKP Didi Dewantoro

Reporter: Arton
Editor: A.Muhammad

Berita Pati

Motor Terparkir Dalam Garasi Berpagar dan Terkunci, Rahib Digondol Maling. Di bawah Jok Ada STNK dan Uang

Juwana – Aksi pencurian baru baru inio yang terjadi pada Sabtu (13/01/2018 ) di Desa Mintomulyo RT 10/04 kecamatan Juwana kabupaten Pati ini tergolong nekat. Pasalnya, dua buah kendaraan sepeda motor yang terparkir di dalam garasi rumah milik Jarwi Sunoto (37) digondol maling. Padahal pagar rumah korban dalam keadaaan terkunci. Lebih parah lagi, selain membawa kabur motor, ternyata STNK dan uang senilai 10 juta rupiah berada didalam jok motor, berikut buku tabungan milik korban.

Menurut penuturan Jarwi Sunoto (korban –red) awalnya sekitar pukul 01:00 WIB (dini hari-red), Korban yang bersama istrinya Winarti pulang dari alun-alun Juwana. Sesampainya dirumah, korban langsung memarkirkan mobil digarasi dan masih melihat 2 unit sepeda motornya yang terparkir. Kemudian korban masuk ke dalam rumah untuk beristirahat setelah menggembok gerbang rumahnya.

Namun nahas, sekitar pukul 05:30 WIB saat korban bangun tidur dan keluar dari rumah melihat 2  unit sepeda motor  tidak ditempat. Kondisi pintu pagar terbuka dan kunci gembok sudah tidak ada. Saat korban berusaha mencari disekitar lokasi namun tidak ditemukan kemudian korban melaporkan kasus pencurian ini ke Polsek Juwana.

Mendapat laporan dari warga tentang adanya kasus tindak pencurian, Polsek Juwana langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah TKP.

Garasi rumah korban berpagar besi, namun gembok dirusak pencuri

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, S.I.K melalui Kapolsek Juwana AKP Didi Dewantoro menjelaskan bahwa modus pencurian yang digunakan oleh pelaku adalah dengan cara merusak kunci gembok pagar kemudian mengambil 2 (dua) unit sepeda motor yg didalam garasi rumah.

“Pelaku melaksanakan aksinya dengan cara merusak gembok pagar rumah dan merusak kunci kontak sepeda motor tersebut, dikarenakan sepeda motor dalam keadaan terkunci stang.” jelasnya

Setelah melakukan penyelidikan dan olah TKP, Tim Unit Reskrim Polsek Juwana menemukan barang bukti berupa gembok yang dibuang disamping rumah dalam kondisi sudah dirusak.

Dalam kejadian ini korban mengalami kerugian materiil sebesar 48 juta rupiah, meliputi 2 unit sepeda motor dengan rincian unit Honda Scoopy hitam K 3321, serta Yamaha Nmax hitam K 4591 VU serta uang tunai sebesar 10 juta rupiah, buku tabungan BCA serta STNK atas nama korban Winarti. alamat desa Ngerang RT. 01/04 kecamatan Juwana kabupaten Pati.

 

Pati

Lompat Tembok, Congkel Jendela. Maling Menggasak Alat Musik dan Gamelan SMAN 1 Tayu

sejumlah alat musik yang tersisa pasca terjadi kasus pencurian alat musik di SMAN 1 Tayu

PATI. Tindak kriminalitas berupa pencurian di lembaga sekolah kembali terjadi Selasa, (26/09). Lab Musik SMAN 1 Tayu yang berisi berbagai alat musik diacak acak pencuri. Akibatnya, sejumlah peralatan musik diantaranya keyboard, gitar, efek gitar, bass, termasuk sejumlah alat gamelan turut dibawa kabur pelaku. Bahkan peralatan pertukangan juga turut lenyap.

Tindak pencurian ini pertama kali disadari oleh Sutrisno, (45 th) tukang kayu yang merupakan warga Desa. Pakis Kec. Tayu. Sutrisno yang pagi itu hendak mengambil alat alat pertukangan, tidak mendapati di tempat biasa dia menyimpannya.

Tangga dari tali dan kayu yang tersangkut di pagar belakang sekolah disinyalir menjadi jalur masuk pencuri

Sutrisno menanyakan ke pihak sekolah barang kali mengetahui keberadaan alat alat pertukangannya. Dia dan pihak sekolah mencoba mencari bersama, namun bukannya alat pertukangan yang ditemukan, justru alat-alat musik di lab musik juga raib dengan kondisi kabel berantakan.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, melalui Kapolsek Tayu AKP Suyadi menjelaskan, bahwa modus operandi yang dijalankan oleh pelaku  adalah masuk lewat tembok belakang sekolah, lalu masuk ke lab musik dengan mencongkel jendela.  Dari olah TKP masih ditemukan tangga tali yang masih tersangkut di pagar belakang sekolah.

“Kerugian yang dialami SMAN 1 Tayu ditaksir mencapai Rp 25.000.00,- ( Dua Puluh Lima Juta Rupiah),” kata AKP Suyadi.

Hingga saat ini pihak kepolisian Polres Pati masih mengumpulkan berbagai bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap siapa pelaku pencurian tersebut.

Reporter: Nafir

Editor: Revan Zaen

 

Pati

Digasak Maling, Pedagang di Tegalombo Dukuhseti Rugi Hampir 100 Juta

Dukuhseti – Kaget hingga tak bisa berfikir lagi, inilah yang sedang dialami oleh Sukiman bin Wagiman (56th ) warga dukuh Krajan RT 07 RW 01 Desa Tegalombo Kecamatan Dukuhseti Pati. Lelaki yang bekerja sebagai pedagang ini terkejut bukan kepalang. Pasalnya pada hari Jumat (25/08) sekitar pukul 05:00 WIB saat bangun tidur dan hendak membuka kandang ayam, korban mendapati lampu kamar yang terletak di sebelah kamar tidur korban dalam keadaan mati dan pintu kamar sudah dalam keadaan terbuka.

Melihat kejadian tersebut korban merasa curiga lalu korban mengecek ke dalam toko. Ternyata korban mendapati bahwasanya uang  Rp.6.500.000,- didalam toples sudah raib. Tak hanya itu uang yang tersimpan di lemari sebesar Rp.15.000.000,- pun juga raib dan uang setoran truk yang tersimpan di bawah kasur sebesar Rp 24.000.000,- juga turut digondol maling. Setelah itu korban memeriksa lagi ternyata beberapa rokok yg tersimpan di kamar tersebut juga hilang antara lain  rokok sukun 3 bos.

Jika dirinci, rokok Djarum : 1/2 bos, rokok Surya : 8 press, rokok Mild : 5 pres total harga sekitar Rp.50.000.000,- 

Total kerugian yang dialami korban ditaksir sekitar Rp 95.500.000,-. Selanjutnya korban melaporkan kejadian yang di alaminya di Polsek Dukuhseti sekitar pukul 12:25 WIB guna proses selanjutnya. Mendapat laporan warga, respon cepat Team Polsek Dukuhseti yang dipimpin oleh Ka SPKT ll  Aiptu Sugeng Pranggo segera bergerak mendatangi TKP,mencatat saksi-saksi, membuat Laporan Polisi serta membuat Surat Tanda Penerimaan Laporan.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan SIK melalui Kapolsek Dukuhseti AKP Sunaryo membenarkan telah terjadi kasus 363 KUHP, pencurian dengan pemberatan, di dukuh Krajan Desa Tegalombo kecamatan Dukuhseti, dengan nomor laporan LP / 18 / VIII /2017/Jateng/Res.Pati/Sek.dkhseti.

Reporter: A. Muhammad

Editor: Revan Zaen

Pati

Kantor KUA Trangkil Kemalingan. Anehnya, Yang Dibawa Kabur Adalah 21 Pasang Buku Nikah

lafon blong dan almari penyimpanan buku nikah yang terbuka saat diketemukan ashari, salah satu pegawai KUA Trangkil

TRANGKIL . Kasus pencurian yang terjadi pada Kantor Urusan Agama (KUA) Desa Ketanen Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati ini tergolong aneh. Setelah menjebol plafon kamar mandi serta plafon ruang akad nikah, maling ini tidak tertarik mengambil barang-barang berharga, justru lembar buku nikah yang dibawa kabur.

Kejadian pencurian ini baru diketahui Rabu (05/07) saat salah satu pegawai KUA, Ashari mengecek keadaan kantor setelah libur Lebaran. Ashari kaget karena ruang kerjanya berantakan. Dirinya langsung menyimpulkan kalau telah terjadi pencurian. Lalu mengecek lokasi lain dan ternyata pintu almari tempat menyimpan berkas-berkas termasuk buku nikah sudah terbuka.

Tercatat  21 pasang buku nikah raib digondol maling.  4 pasang diantara buku nikah tersebut bahkan telah ditulis dan tinggal diserahkan ke pasangan yang baru saja menikah. Sedangkan 17 pasang buku nikah lainya masih kosong dengan nomor urut 6678289 s/d 6678300.

Ashari kemudian membuat Laporan Polisi setelah memberi tahu kepada Suharto (46th) Kepala KUA Kecamatan Trangkil. Surat tersebut diregistrasi dengan Nomor : LP/B/27/VII/2017/Jateng/Res Pt/Sek Wdr tertanggal 3 Juli 2017.

Kapolres Pati, AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Wedarijaksa, AKP Rohana Sulistyaningrum, memberikan keterangan kepada awak media tentang kasus pencurian tersebut.

“Dalam almari tersebut ditemukan ada bekas buka paksa pada bibir pintu dan laci meja,” katanya.

Diduga pelaku telah menjebol plafon kamar mandi serta plafon ruang akad nikah untuk melancarkan aksinya.

Namun, pihak kepolisian belum bisa memastikan motif yang digunakan untuk mencuri buku nikah yang sudah terisi dan masih kosong tersebut.

“Kami sudah mengamankan barang bukti milik pelaku, yakni dua buah obeng dan satu buah tang. Selain itu, kami juga akan mendalami pelaku untuk kemudian melakukan pengejaran,” tambah AKP Rohana Sulistyaningrum.

 

Reporter: Didi/ kotributor wartaphoto.net

Editor: Revan Zaen

Pati

Berdalih Ritual Pengobatan, Paranormal Asal Sumberejo Jaken Cabuli 2 Korbannya.

ilustrasi by merdeka com

JAKEN. Berdalih salah satu ritual pengobatan penyakit, RS (45th) warga Dukuh Kolutan Desa Sumberejo kecamatan Jaken Kab.Pati cabuli 2 korbannya. Kasus tersebut bermula ketika dua orang wanita berinisal PW (43th) dan LL  (19th), mendatangi rumah tersangka yang dianggapnya sebagai paranormal pada Selasa (04/07) sekitar pukul 08.30 WIB.

Sebagaimana layaknya pasien, kedua wanita ini mulai menceritakan keluhannya dan oleh RS dikatakan bahwa keduanya terjangkit penyakit kelamin sehingga harus dilakukan ritual pengobatan. Saat kejadian, kondisi rumah pelaku sepi. Hanya mereka bertiga.

Tindak asusila pertama dilakukan kepada LL, yang diminta membuka celana dalamnya di depan PW lalu menyusul RS di kamarnya untuk ritual yang dikatakan RS sebagai pembersihan.

selanjutnya pelaku berinisial RS menyuruh korban berinisial LL membuka celana dalamnya dihadapan korban PW yang selanjutnya disuruh masuk ke dalam kamar tidur pelaku berinisial RS. Ternyata didalam kamar tersebut RS mengeluarkan alat kelaminnya dan melakukan pelecehan seksual terhadap korban.

Sekitar pukul 09.10 WIB mereka berpamitan, namun ketika mereka menstarter motornya RS memanggil PW lalu mengatakan “wis mengko tak esek-esekno aku dewe” . PW disuruh turun dan harus menjalani proses “pembersihan” seperti yang telah dijalani LL.

Tak berapa lama, karena merasa telah mengalami tindak pencabulan, Kedua korban yang merupakan warga Desa Ronggo Kecamatan Jaken ini melapor ke Polsek Jaken. Mereka mengaku kemaluannya digesek-gesek sebanyak 5 kali dan korban satunya 3 kali oleh tersangka.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan,S.I.K melalui Kapolsek Jaken mengatakan, “bahwa telah menerima laporan tentang perbuatan pencabulan dengan terlapor RS (45th) warga Dukuh Kolutan Desa Sumberejo Jaken. Barang bukti berupa 1 celana dalam warna putih polos, 1 celana kolor panjang warna coklat  milik  LL. Kasus ini dilimpahkan ke Unit PPA Polres Pati untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Reporter: Didi/ Kontributor wartaphoto.net

Editor: A. Muhammad

Pati

Ditinggal Tarawih, Kunci Ditaruh di Bawah Keset, Rumah Warga Mintorahayu Winong Diacak Acak Maling

Anggota Polsek Winong olah TKP di rumah korban

WINONG. Bulan suci Ramadhan tidak menjamin tidak ada tindak kejahatan pencurian. Seperti yang dialami Yatiman (45th) warga Desa Mintorahayu Dukuh Lambangan Rt. 02 RW02 Kecamatan Winong Kabupaten Pati. Uang  tunai, komputer jinjing, hingga perhiasan emas digasak maling saat dirinya dan keluarga melaksanakan sholat tarawih di Masjid Jami’ Arohman Desa Mintorahayu. Kejadian tersebut diperkirakan sekitar pukul 19.30 WIB, Rabu (14/06).

Kejadian bermula ketika keluarga Yatiman berangkat ke masjid usai berbuka puasa sekitar pukul 18.45 WIB. Pukul 20.00 WIB tarawih usai dan mereka kembali kerumah. Kemudian Yatiman mengambil kunci rumah yang di taruh di bawah keset di depan pintu. Setelah masuk, alangkah kagetnya ketika mereka mendapati mendapati Komputer Jinjing Toshiba yang ada di meja kamar sudah tidak ada. Kemudian Yatiman bersama istri membuka kamar utama dan mendapati lemari sudah dalam ke adaan acak acakan. Barang-barang berharganya hilang dicuri maling..

Sejumlah barang yang hilang diperkirakan bernilai sekitar Rp. 20.000.000..- yang terdiri dari perhiasan emas berupa 2 gelang dan 1 kalung seberat kurang lebih 25 grm,uang tunai sebesar 1.500.000 dan 2 buah Hp merek Samsung dan Vivo.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, SIK melalui Kapolsek Winong AKP Purwito mengatakan bahwa modus operandi pencuri ini mengincar rumah kosong yang di tinggal solat taraweh. Selain itu, pelaku juga sudah mengetahui dan memperkirakan dimana korban menaruh kunci rumah.

Mapolsek Winong sudah menerima laporan tindak pencurian ini dan meregistrasi dengan nomor : Lp/B/.06 /VI/2017/Jtg/Res PT/Sek Winong tanggal 14 Juni  2017 tentang pencurian di rumah Yatiman alamat Desa Mintorahayu Dukuh Lamaban Rt. 02/02 Kecamatan Winong Kabupaten Pati.

Kasus ini selanjutnya ditangani unit Reskrim dibantu anggota SPKT mulai dari identifikasi di TKP, hingga mencari bukti-bukti yang mengarah ke pelaku pencurian.

Reporter: Didi/ kontributor wartaphoto

Editor: Revan Zaen

Pati

SDN 1 Kalimulyo Disatroni Maling, Dua Proyektor Digondol

Jakenan – SDN 01 Kalimulyo yang berada di  Jalan Raya Jakenan – Winong tepatnya Desa Kalimulyo Kecamatan Jakenan   Rabu (07/06) pagi disatroni maling. 2 (dua) unit proyektor merk BenQ yang tersimpan di dalam almari senilai Rp. 8.000.000,- (delapan juta rupiah), raib dibawa kabur.

Kejadian pencurian ini pertama kali disadari oleh Sulistiyono (37th), Penjaga Sekolah yang tinggal di Desa Kalimulyo Rt.07 Rw.02 Kec.Jakenan. Saat dirinya datang ke sekolah untuk membuka pintu kelas-kelas sekitar pukul 06.40 WIB. Saat melintas di depan ruang Laborat, Sulustiyono curiga ada pencurian karena mendapati kondisi pintunya sudah terbuka dan rusak. Selain itu, fentilasi ruang laborat juga dalam kondisi rusak.

Selanjutnya Sulistiyono mengecek keadan ruangan yang lain. Dirinya mendapati kaca jendela fentilasi ruang kantor sudah tidak ada (dibawah) dan pintu kantin rusak. Nampaknya, pencuri cukup lama mengebrak abrik seisi sekolah.

Sulistiyono langsung  melaporkan kepada Sugini (55th), Guru SD yang tinggal di Desa Tambahmulyo Rt.02 Rw.02 Kecamatan Jakenan. Akhirnya Sulistiyono dan Sugini beserta komite sekolah mengecek ulang ke ruangan-ruangan tersebut diatas dan diketahui ada barang diruang laborat yang hilang yaitu 2 (dua) unit proyektor merk BenQ yang tersimpan di dalam almari hilang. Mereka melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Sekolah SDN 01 Kalimulyo, untuk selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Jakenan.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan SIK melalui Kapolsek Jakenan membenarkan kejadian tersebut dan telah melakukan olah TKP dan mencari barang bukti dan mencatat informasi dari pada saksi.

“Diduga, modus operandi pelaku masuk ke area sekolah dengan cara melompat pagar depan sekolah. Barang bukti yang berhasil diamankan 1 buah kayu balok yang diperkirakan digunakan pelaku untuk mencongkel fentilasi di ruang laborat. 1 buah steger (andang) yang digunakan pelaku untuk memanjat dan mecongkel jendela kaca di ruang kantor” Terang Kapolsek Jakenan
Penulis: Didi/ Kontributor wartaphoto.net

Editor: Revan Zaen

Pati

Ditinggal Sahur Lupa Kunci Pintu, Koperasi Pundi Mataram Pati Kemalingan

Lokasi LKM Pundi Mataram Pati yang disatroni Kawanan Maling

PATI. Kawanan pencuri berhasil menggasak satu buah Laptop dan barang lainnya milik Koperasi “Pundi Mataram Pati”

Rabu pagi (31/05). Koperasi yang beralamat di Desa Blaru Kecamatan Pati Kota ini merupakan bangunan ruko.
Sebelum kejadian, sekitar pukul 03.00 WIB Eko Warsito (33th)  Staf Koperasi selesai lembur dan sempat menggunakan laptop. Warga Desa Tunjungrejo Rt 2/4 Kecamatan Margoyoso ini hendak beristirahat dan segera mematikan laptop dan menyimpanya di bawah meja kerja dengan dimasukkan kedalam tas.
Sekitar pukul 04.00 WIB, Eko Warsito dan Asib Mutaman (25th)  staf koperasi lain bangun untuk bersama keluar makan / sahur puasa dengan meninggalkan ruko koperasi dalam keadaan terbuka 1 pintu. Posisi saat itu ruko dalam keadaan sepi, sedangkan saat itu posisi Eko Warsito berada di ruang gudang / ruang belakang.
Selang beberapa saat kemudian Eko Warsito mendengar ada suara motor di starter dan langsung tancap gas. Seketika Eko berlari keluar karena menduga motornya telah dicuri orang. Namun setelah dicek bahwa sepeda motorya masih ada ditempat. Dirinya segera mengecek barang barang dikantor. Ternyata laptop inventaris yang saat itu disimpan di bawah meja kerja hilang.
Laptop tersebut baru dibeli tiga hari sebelumnya seharga Rp.7.000.000,- . Dompet milik Eko Warsito yang diletakkan di laci juga hilang dimana di dalam dompet terdapat surat identitas, surat kendaraan dan juga uang sekitar Rp.200.000,-
Kasus ini ditangani Unit Reskrim Polsek Pati setelah saksi melapor ke Kantor Polisi tentang kasus pencurian ini. Polisi segera mendatangi lokasi untuk olah TKP dan mencari informasi tambahan.
Reporter: Didi/ kontributor wartaphoto.net
Editor: Revan Zaen