Tag: kriminalitas

Permalink ke Digasak Maling, Pedagang di Tegalombo Dukuhseti Rugi Hampir 100 Juta
Pati

Digasak Maling, Pedagang di Tegalombo Dukuhseti Rugi Hampir 100 Juta

Dukuhseti – Kaget hingga tak bisa berfikir lagi, inilah yang sedang dialami oleh Sukiman bin Wagiman (56th ) warga dukuh Krajan RT 07 RW 01 Desa Tegalombo Kecamatan Dukuhseti Pati. Lelaki yang bekerja sebagai pedagang ini terkejut bukan kepalang. Pasalnya pada hari Jumat (25/08) sekitar pukul 05:00 WIB saat bangun tidur dan hendak membuka kandang ayam, korban mendapati lampu kamar yang terletak di sebelah kamar tidur korban dalam keadaan mati dan pintu kamar sudah dalam keadaan terbuka.

Melihat kejadian tersebut korban merasa curiga lalu korban mengecek ke dalam toko. Ternyata korban mendapati bahwasanya uang  Rp.6.500.000,- didalam toples sudah raib. Tak hanya itu uang yang tersimpan di lemari sebesar Rp.15.000.000,- pun juga raib dan uang setoran truk yang tersimpan di bawah kasur sebesar Rp 24.000.000,- juga turut digondol maling. Setelah itu korban memeriksa lagi ternyata beberapa rokok yg tersimpan di kamar tersebut juga hilang antara lain  rokok sukun 3 bos.

Jika dirinci, rokok Djarum : 1/2 bos, rokok Surya : 8 press, rokok Mild : 5 pres total harga sekitar Rp.50.000.000,- 

Total kerugian yang dialami korban ditaksir sekitar Rp 95.500.000,-. Selanjutnya korban melaporkan kejadian yang di alaminya di Polsek Dukuhseti sekitar pukul 12:25 WIB guna proses selanjutnya. Mendapat laporan warga, respon cepat Team Polsek Dukuhseti yang dipimpin oleh Ka SPKT ll  Aiptu Sugeng Pranggo segera bergerak mendatangi TKP,mencatat saksi-saksi, membuat Laporan Polisi serta membuat Surat Tanda Penerimaan Laporan.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan SIK melalui Kapolsek Dukuhseti AKP Sunaryo membenarkan telah terjadi kasus 363 KUHP, pencurian dengan pemberatan, di dukuh Krajan Desa Tegalombo kecamatan Dukuhseti, dengan nomor laporan LP / 18 / VIII /2017/Jateng/Res.Pati/Sek.dkhseti.

Reporter: A. Muhammad

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Kantor KUA Trangkil Kemalingan. Anehnya, Yang Dibawa Kabur Adalah 21 Pasang Buku Nikah
Pati

Kantor KUA Trangkil Kemalingan. Anehnya, Yang Dibawa Kabur Adalah 21 Pasang Buku Nikah

lafon blong dan almari penyimpanan buku nikah yang terbuka saat diketemukan ashari, salah satu pegawai KUA Trangkil

TRANGKIL . Kasus pencurian yang terjadi pada Kantor Urusan Agama (KUA) Desa Ketanen Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati ini tergolong aneh. Setelah menjebol plafon kamar mandi serta plafon ruang akad nikah, maling ini tidak tertarik mengambil barang-barang berharga, justru lembar buku nikah yang dibawa kabur.

Kejadian pencurian ini baru diketahui Rabu (05/07) saat salah satu pegawai KUA, Ashari mengecek keadaan kantor setelah libur Lebaran. Ashari kaget karena ruang kerjanya berantakan. Dirinya langsung menyimpulkan kalau telah terjadi pencurian. Lalu mengecek lokasi lain dan ternyata pintu almari tempat menyimpan berkas-berkas termasuk buku nikah sudah terbuka.

Tercatat  21 pasang buku nikah raib digondol maling.  4 pasang diantara buku nikah tersebut bahkan telah ditulis dan tinggal diserahkan ke pasangan yang baru saja menikah. Sedangkan 17 pasang buku nikah lainya masih kosong dengan nomor urut 6678289 s/d 6678300.

Ashari kemudian membuat Laporan Polisi setelah memberi tahu kepada Suharto (46th) Kepala KUA Kecamatan Trangkil. Surat tersebut diregistrasi dengan Nomor : LP/B/27/VII/2017/Jateng/Res Pt/Sek Wdr tertanggal 3 Juli 2017.

Kapolres Pati, AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Wedarijaksa, AKP Rohana Sulistyaningrum, memberikan keterangan kepada awak media tentang kasus pencurian tersebut.

“Dalam almari tersebut ditemukan ada bekas buka paksa pada bibir pintu dan laci meja,” katanya.

Diduga pelaku telah menjebol plafon kamar mandi serta plafon ruang akad nikah untuk melancarkan aksinya.

Namun, pihak kepolisian belum bisa memastikan motif yang digunakan untuk mencuri buku nikah yang sudah terisi dan masih kosong tersebut.

“Kami sudah mengamankan barang bukti milik pelaku, yakni dua buah obeng dan satu buah tang. Selain itu, kami juga akan mendalami pelaku untuk kemudian melakukan pengejaran,” tambah AKP Rohana Sulistyaningrum.

 

Reporter: Didi/ kotributor wartaphoto.net

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Berdalih Ritual Pengobatan, Paranormal Asal Sumberejo Jaken Cabuli 2 Korbannya.
Pati

Berdalih Ritual Pengobatan, Paranormal Asal Sumberejo Jaken Cabuli 2 Korbannya.

ilustrasi by merdeka com

JAKEN. Berdalih salah satu ritual pengobatan penyakit, RS (45th) warga Dukuh Kolutan Desa Sumberejo kecamatan Jaken Kab.Pati cabuli 2 korbannya. Kasus tersebut bermula ketika dua orang wanita berinisal PW (43th) dan LL  (19th), mendatangi rumah tersangka yang dianggapnya sebagai paranormal pada Selasa (04/07) sekitar pukul 08.30 WIB.

Sebagaimana layaknya pasien, kedua wanita ini mulai menceritakan keluhannya dan oleh RS dikatakan bahwa keduanya terjangkit penyakit kelamin sehingga harus dilakukan ritual pengobatan. Saat kejadian, kondisi rumah pelaku sepi. Hanya mereka bertiga.

Tindak asusila pertama dilakukan kepada LL, yang diminta membuka celana dalamnya di depan PW lalu menyusul RS di kamarnya untuk ritual yang dikatakan RS sebagai pembersihan.

selanjutnya pelaku berinisial RS menyuruh korban berinisial LL membuka celana dalamnya dihadapan korban PW yang selanjutnya disuruh masuk ke dalam kamar tidur pelaku berinisial RS. Ternyata didalam kamar tersebut RS mengeluarkan alat kelaminnya dan melakukan pelecehan seksual terhadap korban.

Sekitar pukul 09.10 WIB mereka berpamitan, namun ketika mereka menstarter motornya RS memanggil PW lalu mengatakan “wis mengko tak esek-esekno aku dewe” . PW disuruh turun dan harus menjalani proses “pembersihan” seperti yang telah dijalani LL.

Tak berapa lama, karena merasa telah mengalami tindak pencabulan, Kedua korban yang merupakan warga Desa Ronggo Kecamatan Jaken ini melapor ke Polsek Jaken. Mereka mengaku kemaluannya digesek-gesek sebanyak 5 kali dan korban satunya 3 kali oleh tersangka.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan,S.I.K melalui Kapolsek Jaken mengatakan, “bahwa telah menerima laporan tentang perbuatan pencabulan dengan terlapor RS (45th) warga Dukuh Kolutan Desa Sumberejo Jaken. Barang bukti berupa 1 celana dalam warna putih polos, 1 celana kolor panjang warna coklat  milik  LL. Kasus ini dilimpahkan ke Unit PPA Polres Pati untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Reporter: Didi/ Kontributor wartaphoto.net

Editor: A. Muhammad

Permalink ke Ditinggal Tarawih, Kunci Ditaruh di Bawah Keset, Rumah Warga Mintorahayu Winong Diacak Acak Maling
Pati

Ditinggal Tarawih, Kunci Ditaruh di Bawah Keset, Rumah Warga Mintorahayu Winong Diacak Acak Maling

Anggota Polsek Winong olah TKP di rumah korban

WINONG. Bulan suci Ramadhan tidak menjamin tidak ada tindak kejahatan pencurian. Seperti yang dialami Yatiman (45th) warga Desa Mintorahayu Dukuh Lambangan Rt. 02 RW02 Kecamatan Winong Kabupaten Pati. Uang  tunai, komputer jinjing, hingga perhiasan emas digasak maling saat dirinya dan keluarga melaksanakan sholat tarawih di Masjid Jami’ Arohman Desa Mintorahayu. Kejadian tersebut diperkirakan sekitar pukul 19.30 WIB, Rabu (14/06).

Kejadian bermula ketika keluarga Yatiman berangkat ke masjid usai berbuka puasa sekitar pukul 18.45 WIB. Pukul 20.00 WIB tarawih usai dan mereka kembali kerumah. Kemudian Yatiman mengambil kunci rumah yang di taruh di bawah keset di depan pintu. Setelah masuk, alangkah kagetnya ketika mereka mendapati mendapati Komputer Jinjing Toshiba yang ada di meja kamar sudah tidak ada. Kemudian Yatiman bersama istri membuka kamar utama dan mendapati lemari sudah dalam ke adaan acak acakan. Barang-barang berharganya hilang dicuri maling..

Sejumlah barang yang hilang diperkirakan bernilai sekitar Rp. 20.000.000..- yang terdiri dari perhiasan emas berupa 2 gelang dan 1 kalung seberat kurang lebih 25 grm,uang tunai sebesar 1.500.000 dan 2 buah Hp merek Samsung dan Vivo.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, SIK melalui Kapolsek Winong AKP Purwito mengatakan bahwa modus operandi pencuri ini mengincar rumah kosong yang di tinggal solat taraweh. Selain itu, pelaku juga sudah mengetahui dan memperkirakan dimana korban menaruh kunci rumah.

Mapolsek Winong sudah menerima laporan tindak pencurian ini dan meregistrasi dengan nomor : Lp/B/.06 /VI/2017/Jtg/Res PT/Sek Winong tanggal 14 Juni  2017 tentang pencurian di rumah Yatiman alamat Desa Mintorahayu Dukuh Lamaban Rt. 02/02 Kecamatan Winong Kabupaten Pati.

Kasus ini selanjutnya ditangani unit Reskrim dibantu anggota SPKT mulai dari identifikasi di TKP, hingga mencari bukti-bukti yang mengarah ke pelaku pencurian.

Reporter: Didi/ kontributor wartaphoto

Editor: Revan Zaen

Permalink ke SDN 1 Kalimulyo Disatroni Maling, Dua Proyektor Digondol
Pati

SDN 1 Kalimulyo Disatroni Maling, Dua Proyektor Digondol

Jakenan – SDN 01 Kalimulyo yang berada di  Jalan Raya Jakenan – Winong tepatnya Desa Kalimulyo Kecamatan Jakenan   Rabu (07/06) pagi disatroni maling. 2 (dua) unit proyektor merk BenQ yang tersimpan di dalam almari senilai Rp. 8.000.000,- (delapan juta rupiah), raib dibawa kabur.

Kejadian pencurian ini pertama kali disadari oleh Sulistiyono (37th), Penjaga Sekolah yang tinggal di Desa Kalimulyo Rt.07 Rw.02 Kec.Jakenan. Saat dirinya datang ke sekolah untuk membuka pintu kelas-kelas sekitar pukul 06.40 WIB. Saat melintas di depan ruang Laborat, Sulustiyono curiga ada pencurian karena mendapati kondisi pintunya sudah terbuka dan rusak. Selain itu, fentilasi ruang laborat juga dalam kondisi rusak.

Selanjutnya Sulistiyono mengecek keadan ruangan yang lain. Dirinya mendapati kaca jendela fentilasi ruang kantor sudah tidak ada (dibawah) dan pintu kantin rusak. Nampaknya, pencuri cukup lama mengebrak abrik seisi sekolah.

Sulistiyono langsung  melaporkan kepada Sugini (55th), Guru SD yang tinggal di Desa Tambahmulyo Rt.02 Rw.02 Kecamatan Jakenan. Akhirnya Sulistiyono dan Sugini beserta komite sekolah mengecek ulang ke ruangan-ruangan tersebut diatas dan diketahui ada barang diruang laborat yang hilang yaitu 2 (dua) unit proyektor merk BenQ yang tersimpan di dalam almari hilang. Mereka melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Sekolah SDN 01 Kalimulyo, untuk selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Jakenan.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan SIK melalui Kapolsek Jakenan membenarkan kejadian tersebut dan telah melakukan olah TKP dan mencari barang bukti dan mencatat informasi dari pada saksi.

“Diduga, modus operandi pelaku masuk ke area sekolah dengan cara melompat pagar depan sekolah. Barang bukti yang berhasil diamankan 1 buah kayu balok yang diperkirakan digunakan pelaku untuk mencongkel fentilasi di ruang laborat. 1 buah steger (andang) yang digunakan pelaku untuk memanjat dan mecongkel jendela kaca di ruang kantor” Terang Kapolsek Jakenan
Penulis: Didi/ Kontributor wartaphoto.net

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Ditinggal Sahur Lupa Kunci Pintu, Koperasi Pundi Mataram Pati Kemalingan
Pati

Ditinggal Sahur Lupa Kunci Pintu, Koperasi Pundi Mataram Pati Kemalingan

Lokasi LKM Pundi Mataram Pati yang disatroni Kawanan Maling

PATI. Kawanan pencuri berhasil menggasak satu buah Laptop dan barang lainnya milik Koperasi “Pundi Mataram Pati”

Rabu pagi (31/05). Koperasi yang beralamat di Desa Blaru Kecamatan Pati Kota ini merupakan bangunan ruko.
Sebelum kejadian, sekitar pukul 03.00 WIB Eko Warsito (33th)  Staf Koperasi selesai lembur dan sempat menggunakan laptop. Warga Desa Tunjungrejo Rt 2/4 Kecamatan Margoyoso ini hendak beristirahat dan segera mematikan laptop dan menyimpanya di bawah meja kerja dengan dimasukkan kedalam tas.
Sekitar pukul 04.00 WIB, Eko Warsito dan Asib Mutaman (25th)  staf koperasi lain bangun untuk bersama keluar makan / sahur puasa dengan meninggalkan ruko koperasi dalam keadaan terbuka 1 pintu. Posisi saat itu ruko dalam keadaan sepi, sedangkan saat itu posisi Eko Warsito berada di ruang gudang / ruang belakang.
Selang beberapa saat kemudian Eko Warsito mendengar ada suara motor di starter dan langsung tancap gas. Seketika Eko berlari keluar karena menduga motornya telah dicuri orang. Namun setelah dicek bahwa sepeda motorya masih ada ditempat. Dirinya segera mengecek barang barang dikantor. Ternyata laptop inventaris yang saat itu disimpan di bawah meja kerja hilang.
Laptop tersebut baru dibeli tiga hari sebelumnya seharga Rp.7.000.000,- . Dompet milik Eko Warsito yang diletakkan di laci juga hilang dimana di dalam dompet terdapat surat identitas, surat kendaraan dan juga uang sekitar Rp.200.000,-
Kasus ini ditangani Unit Reskrim Polsek Pati setelah saksi melapor ke Kantor Polisi tentang kasus pencurian ini. Polisi segera mendatangi lokasi untuk olah TKP dan mencari informasi tambahan.
Reporter: Didi/ kontributor wartaphoto.net
Editor: Revan Zaen
Permalink ke Dikuntit Hingga Tikungan Trowelo Gembong, Karyawati ADA Dirampas Motornya
Pati

Dikuntit Hingga Tikungan Trowelo Gembong, Karyawati ADA Dirampas Motornya

STNK Korban dan ilustrasi motor vario. Grafis: revan

GEMBONG. Tindakan kriminalitas perampasan sepeda motor terjadi di Gembong, tepatnya tikungan Trowelo Gembong, Rabu (12/04). Kejadian sekitar pukul 22.30 itu dialami korban, Mala Widyastuti, (20 Th), warga Dukuh Sentul, Rt. 04 Rw. 02 Desa Gembong, Kecamatan Gembong, Pati.

Karyawati Swalayan ADA yang baru saja perjalanan pulang tersebut diduga telah dikuntit (dibuntuti) oleh tersangka. Saat melewati tikungan Trowelo yang lokasinya sepi dan jauh dari rumah warga, dirinya dihentikan paksa dan dirampas motornya oleh dua tersangka yang tak dikenalnya.

Menurut pengakuan Mala, saat melapor ke Polsek Gembong bersama Pamannya, Sutiyono, bahwa pelaku berjumlah 2 orang. “Mereka menggunakan helm dan penutup muka (cadar) yang meminta Sepeda motor Honda Varionya dengan cara paksa. Sepeda motor miliknya adalah Vario 125cc bernopol K 6245 JG tahun 2012.

Diduga korban sudah dibuntuti oleh pelaku sejak keluar dari Ada Swalayan hingga dalam perjalanan menuju rumahnya, begitu tepat Jalan sepi tepat ditikungan Trowelo Jalan Pati-Gembong Motor Korban diambil paksa (Dirampas) orang yang tidak dikenalnya.

Beruntung, korban tidak sampai dilukai tersangka. Hingga terpaksan jalan kaki sampai ketemu dengan Mbah Seger, (45 Th), seorang tukang pijat warga Dukuh Ngembes, Desa Gembong, Kecamatan Gembong, yang kemudian mengantarkan sampai rumahnya.

Modus operandi diduga pelaku mengikuti korban, setelah situasi sepi meminta Sepeda Motor korban dengan cara paksa dan menurut keterangan korban pelaku melakukan aksinya dengan berboncengan memakai Sepeda Motor Honda Beat warna putih serta setelah meminta dengan paksa sepeda Vario Biru Putih milik korban.

Tersangka melarikan diri berbalik arah ke timur ( jalan raya Pati Gembong ). Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian kurang lebih sebelah juta rupiah dan korban mengalami trauma. Tersangka masih dalam pengejaran Petugas Kepolisian Polres Pati.

Penulis: Didi/ kontributor wartaphoto.net

Editor: Revan Zaen

Permalink ke Dipepet Sepulang dari Pasar, Kalung Emas Bu Suci Raib Digondol Jambret
Pati

Dipepet Sepulang dari Pasar, Kalung Emas Bu Suci Raib Digondol Jambret

Bu SUci (48th) Korban penjambretan

PATI. Nasib apes dialami Suci, seorang Janda (48th) warga Dukuh Kebak Desa Ngepungrojo RT 5 RW 2 Kecamatan Pati. Dirinya mengalami penjambretan di jalan ketika pulang dari pasar (01/04). Sebuah kalung emas senilai 5 juta raib dibawa kabur jambret. Sehari-hari Bu Suci berdagang di warung kecil di rumahnya dibantu dua anaknya.

Iku mono kalung leh tuku ko kalimantan pas mrantau kok mas. wes 2 tahun iku leh nukokke masku. Mas Untung Jenenge” Kata Bu Susi mengisahkan

(Kalung itu, dulu beli di Kalimantan saat merantau. Sudah dua tahun lalu dibelikan oleh kakak saya, namanya Untung)

Kejadian penjambretan ini berawal ketika Bu Suci pulang belanja kebutuhan warung dari Pasar Runting. Dirinya yang mengendarai sepeda motor begitu kerepotan dengan barang bawaannya yang lumayan banyak. Namun ditengah perjalanan tepatnya pada dukuh Kinyan dirinya ditempel pemuda dengan mengendarai motor dari samping.

Pas aku noleh, lo terus kalungku disaut karo di gruwek mas, terus motore melayu buanter, motore vario iseh anyar gak ono plate, nganggo jaket ireng, helm ireng karo raine di tutupi kain warna biru” Cerita Bu Suci mengingat ciri pelakunya.

(Ketika saya mengengok, kalung saya langsung dirampas. Motor jambret langsung melanju kencang. Motornya Vario baru tanpa plat nomor polisi. Memakai jaket hitam, helm hitam, menggunakan penutup muka warna biru)

Aku bengok Maling maling, jalan kono iku sepi yo ono omah cuma sitik, do tutupan, yo ora krungu wong, pas ono lek Suwar lewat tak kon gudak, tapi gak kecandak soale motore kalah banter, padahal wes diewangi lek tomo, bodong karo sukamto tapi gak kecekel” lanjut Bu Suci

(Saya berteriak maling, tapi jalanan sepi. Rumah warga juga sedikit, bahkan tertutup jadi mungkin tidak ada yang mendengar. Tidak lama ada Pak Suwar saya suruh mengejar dibantu Pak Tomo, Bodong, dan Sukamto tapi tidak tertangkap keburu kabur kalah cepat dengan motor pelaku)

Kejadian penjambretan dengan modus mengintai korban kemudian menjambret disaat jalan sepi ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.

 

Warijan, saksi mata membenarkan ada sepeda motor melaju kencang seperti yang dicirikan Bu Suci.

Mou yo ono montor vario banter meh tibo mas, eee malah maling” Kata Warijan

(Tadi memang ada motor Vario melaju kencang hampir jatuh, e.. ternyata malingnya)

Kejadian yang menimpanya ini membuat Bu Suci masih kesal hingga saat ini. Dirinya bahkan menunjukkan lehernya yang lecet karena ulah tersangka penjambretan. Sumpah serapahnya keluar.

Mugo2 malinge matine ketabrak motor mas, iki ora tak laporno polisi mas. Lurahku  lah ora” imbuhnya dg nada kesal, sembari terus melayani pembeli di warungnya.

(Semoga malingnya mati tertabrak motor. Ini tidak saya laporkan polisi maupun lurah)

 

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen