Ternyata 2 Hal Ini Yang Bikin Bupati Haryanto Marah Besar di Disdukcapil

13562 views

PATI. Banyaknya laporan masyarakat terkait dengan lambannya proses pembuatan e-KTP direspon Bupati Pati, Haryanto. Senin pagi (15/05), dirinya melakukan sidak di Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pati. Hasilnya, Bupati yang masih melanjutkan sisa jabatan periode pertama ini marah besar.

Dua hal yang membuatnya marah. Pertama, Haryanto melihat masih ada 11 ribu blangko e-KTP yang belum di cetak. Sementara pembuat e-KTP hanya dibekali dengan surat keterangan (Suket) rekaman data saja. Staf dukcapil yang yang berada di dekatnya pun langsung kena semprot.

“Blangkonya saja masih banyak, kenapa tidak segera di cetak? kalau untuk mencetak 200 hanya membutuhkan waktu 1 jam, blangko segitu kan bisa habis dalam waktu sehari. Setelah habis, Capil bisa mengajukan tambahan blangko ke Mendagri. Gitu aja kok masih dipersulit,” tegasnya.

Kedua, Haryanto pun juga menyoroti mahalnya harga stopmap dan fotocopy di kawasan kantor Disdukcapil.

“Harga stopmap dan fotocopy tidak masuk akal, satu stopmap disini diberi harga 2000 rupiah. Padahal ditempat lainnya harganya tidak sampai seribu rupiah,” pungkasnya.

Haryanto mengungkapkan, banyak keluhan yang masuk kepadanya, baik melalui media sosial maupun dari telefon, rata-rata adalah mengeluhkan tentang pembuatan e-KTP. Ada yang sampai berminggu-minggu belum jadi, bahkan sampai ada yang berbulan-bulan.

“Kalau keluhan semacam itu terus terjadi, lalu apa yang dikerjakan Disdukcapil ini? kasihan masyarakat. mereka sudah menunggu lama untuk membuat e-KTP,” jelasnya.

Haryanto menilai ada indikasi permainan dalam proses pembuatan e-KTP tersebut. Pasalnya, berdasarkan laporan yang masuk, disinyalir ada praktik pungli. Padahal, pembuatan e-KTP seluruhnya adalah gratis.

Mengaku Sesuai

Sementara itu, Kepala Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pati, Dadik Sumardji mengaku, dalam proses pembuatan e-KTP sudah sesuai dengan prosedur.

“Apa yang kami lakukan disini sudah sesuai dengan mekanisme dan prosedur. Dalam pembuatan e-KTP, kami memang mendahulukan masyarakat yang sudah merekam terlebih dahulu. Kalau yang baru rekaman, ya harus menunggu ketersediaan blanko selanjutnya,” ujarnya

Apakah temuan ini akan berlanjut dengan bergeraknya tim saber pungli yang baru saja dibentuk beberapa waktu lalu?

Reporter : Andi Putra

Editor : Revan Zaen

Penulis: 
author
www.wartaphoto.net "foto dan peristiwa"
No related post!
  1. author
    LINDOS3 minggu agoBalas

    Jarene tahun anyar peraturan anyar 2minggu dadi, tapi gawe nek kecamatan Kayen omonge pegawai ne nunggu pol suwe 6sasi, nek pengen cepet dadi kudu ono biayane, sidane aku kae bayar 50ewu pak, piye iki??

  2. author
    Generasi pinggiran kota pati4 bulan agoBalas

    Di Disdukcapil banyak banget calonya tiap tanya sama satpam katanya staf situ tp kalau staf knp kadang ada kadang tidak ada? Minta uang pula. Trus pegawainya jg pada sombong, aku dr cluwak kan jauh. Pkl 11.00 kalau hr jum’at kan udah selesei, aku sampe Disdukcapil pkl 10.57 itu jam dinding yg ada disana, tp karna jam tangannya bpk2 yg melayani udah pkl 11 lewat berapa tptnya aku lupa tp ga sampe 15menit saya ditolak padahal cuma tinggal ngecek trus dksh tanda bukti pengambilan 1minggu kemudian, ga dilayani. Terpaksa aku kmbli sabtunya eh ternyata ga sampe 5menit dah selesei. Udah gt doang ga sampe 5menit aja ga dilayani dan hrs balik besoknya, dan pegawai yg lain yg nganggur jg seolah tutup mata tutup telinga ga peduli. Itu waktu mengurusi surat pindah. Tolong dong pak Haryanto ditindak itu para pegawai yg sprt itu.

    • author
      Generasi pinggiran kota pati4 bulan agoBalas

      Aku sampe pukul segt krn hrs ngantri dulu di kantor kecamatan cluwak itupun jg lama ngantrinya

  3. author
    rio4 bulan agoBalas

    kecamatan margoyoso 50rb pak bikin ktp, mana pegawai kecamatanya gak mau kalah klo di tanya mbulet jawabanya, trus katanya nunggu 6 bulan,, mohon di sidak pak,, kasian yg orang gak punya

  4. author
    Eny4 bulan agoBalas

    Sebagai warga Pati ikut prihatin atas kejadian ini. Sukses Pak Haryanto, salut atas kepedulian terhadap warga kecil yg lemah. tegakkan peraturan, berantas pungli sampai ke akar2nya.

  5. author
    muhamad4 bulan agoBalas

    kalo untuk yang lama belum jadi…mohon ditanyakan ke kantor kecamatan atau disdukcapil lagi pak..ku dulu juga gitu dat@ yang lama ternyata gak ada alias hilang jadi buat lagi dari awal tapi ya cepat kalo sudah ngonyak ngoyak gitu paling nunggu seminggu aja…dari pengalaman saya ini

  6. author
    Darsono4 bulan agoBalas

    Saya dan istri saya sudah hampir setengah tahun belum jadi pak, tanyaku sampai kapan niat opo ora, kendalamu opo tenan pora blangko ne entek?

  7. author
    Johan4 bulan agoBalas

    saya sudah 2 tahun lebih belum jadi pak. malah dikasih KTP yang lama diperpanjang. padahal untuk administrasi buka rekening harus pake E-KTP. aku kudu piye?

  8. author
    Muhammadzam4 bulan agoBalas

    Semoga saja kita sadar, Bahwa mempermudah orang lain sama dengan mempermudah diri sendiri.

  9. author

    […] baca:  Ternyata 2 Hal ini yang bikin Bupati Haryanto Marah Besar di Disukcapil […]

Tinggalkan pesan