X

Warga Cluwak Sambut Ramadan dengan Lomba Rock Balancing Sembari Titip Pesan Jaga Kebersihan Sungai

CLUWAK –  Banyak cara untuk menyambut Ramadhan yang tidak lama lagi akan kita temui. Contohnya, warga Desa Sirahan Kecamatan Cluwak, yang pada Kamis,10/05/18 mengadakan lomba keseibangan batu tumpuk atau biasa dikenal dengan rock balancing .

Di bawah jembatan dan udara sejuk lereng pegunungan, para peserta yang tak hanya dari Pati tetapi juga warga Jepara antusias mengikuti lomba seni yang butuh konsentrasi tinggi dan ketenangan ini.  Terlebih Desa Sirahan Cluwak berada di perbatasan Pati dan Jepara.

Lomba ini yang dilaksanakan dalam rangka menymbt Ramadan ini dimulai selepas Ashar. Para peserta diberi waktu selama satu jam lebih untuk menata berbagai jenis batu seindah dan setinggi mungkin. Namun angin yang berhembus lumayan kencang sempat membuat repot para peserta. Terlihat beberapa karya dari peserta harus ambruk karena tertiup angin.

Ahmad Junaedi misalnya, salah satu peserta yang juga merupakan santri salah satu pondok pesantren di Sirahan ini mengaku mengalami kesulitan. ”Banyak tantangannya. Apalagi ini pertama kali mengikuti lomba seperti ini. Angin salah satunya yang menyulitkan kami. Tapi seru. Semoga ada lagi,” katanya.

Sementara itu., Ahmad Masruri, salah satu panitia lomba yang bertajuk Festival Seni Keseimbangan Batu menuturkan, kegiatan ini awalnya bermula dari kegelisahannya. Saat itu dirinya mengaku prihatin melihat aktivitas anak-anak yang hanya bermain gawai saja.

”Seorang teman psikolog bercerita, bahwa anak yang keseringan bermain gawai, internet berbahaya bagi aktivitas sosialnya. Anak perlu diibangi dengan kegiatan lain,” kata Masruri.

Untuk itu, lanjut Masruri, dipilihlah kegiatan lomba keseimbangan batu ini. Apalagi seni keseimbangan batu ini di Indonesia sedang jadi trending. Setelah beberapa waktu lalu media internet pernah heboh perkara tumpukan batu yang indah di sebuah sungai di Jawa Barat. Yang mana memunculkan anggapan mistis bahwa hal tersebut ulah makhluk gaib, dan ternyata itu ulah dari sekelompok anak muda di sebuah komunitas rock balancig arts.

”Perlu konsentrasi yang tinggi dan teknik yang tidak sembarangan. Jadi sangat baik untuk anak-anak. Meskipun banyak anak muda dan orang tua yang mengikutinya juga,” imbuh pria yang juga seniman lukisan.

Acara ini terbilang sukses. Dari 37 yang mendaftar kepada panitia, saat di lokasi banyak yang berminat untuk ikut juga. Dalam lomba ini, dewan juri menentukan tiga kriteria penilaian. Tingkat kesulitan, keindahan, dan keseimbangannya.

Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan yang turut melihat lomba tersebut sangat mengapresiasi kegiatan yang positif ini. ”Ini kegiatan bagus. Ada seni keseimbangan menata batu. Ini unik,” kata Dandim Arief Darmawan.

Sementara itu Kepala Desa Sirahan, Sutiyono mengungkapkan hal yang sama. Apalagi kegiatan ini dilakukan di sungai. ”Ini sekaigus pesan mencintai lingkungan. Apalagi sungai di desa kami ini masih bersih. Harus dijaga kelestariannya,” papar Sutiyono.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Facebook Comments