X

Warga Kayen Korban Mutilasi dan Dibakar Suami di Karawang Sempat Menjadi Marketing Meikarta

KAYEN – Rumah Siti Saidah, 21, di RT 5/RW I, Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Pati sudah dipenuhi warga Kamis (14/12) siang. Siti merupakan korban mutilasi dan dibakar oleh siaminya sendiri, Muhammad Kholili, 24, warga asli Desa Gunung Mulya, Tenjolaya, Bogor, Jawa Barat. Rencananya jenazah Saidah tiba di Pati Sabtu (16/12).

Selama hidup di Bogor, wanita yang lebih sering dipanggil sinok oleh teman-temannya ini berprofesi sebagai marketing meikarta.

Ayah korban, Saryadi mengaku mendapatkan info anaknya meninggal dari pemberitaan di televisi, Selasa (12/12). Sebelum mendapatkan informasi kematian anaknya, tiga hari sebelumnya, Sabtu (9/12) sempat dikontak menantunya.

“Menantu bertanya apakah korban pulang ke Pati, sebab tidak pulang beberapa hari. Kami panik. Kemudian kakaknya nomor dua juga berusaha mencari korban dan mengumumkan kehilangan orang dengan ciri-ciri tatto di dada korban,” katanya.

Sebagaimana identifikasi dari pihak kepolisian, korban memang memiliki tato di bagian atas payudara bertuliskan “Stone” dan tato gambar seorang perempuan sedang duduk meringkuk bersayapkan kupu-kupu.

Ketika mendapat informasi anaknya meninggal, Selasa (12/12) sore itu juga, Saryadi dan istrinya langsung pergi ke Karawang untuk mengecek kebenaran informasi. Setelah dicek, ternyata memang benar bahwa anaknya itu meninggal dalam keadaan mengenaskan.

Kemudian Rabu (13/12) sore Saryadi, istri, beserta cucunya pulang ke Pati dan Kamis (14/12) pagi sampai rumah. Ia membawa serta cucunya untuk dirawat di Pati.

Orang tua korban mengenang fotonya saat masih MTs. Foto kanan ketika korban menjadi sales property meikarta

Ia bercerita, tiga tahun lalu menikah dengan Muhammad Kholili dan dikaruniai satu anak, Arfi, 1,1 tahun. Menurutnya, menantunya itu pria baik dan tidak pernah kasar. Selama ini juga korban tak pernah bercerita tentang permasalahan keluarganya.

Terakhir kontak dengan korban tiga bulan lalu. Korban hanya bertanya tentang kabar keluarganya di Pati. Saryadi menuturkan tak menyangka bahwa peristiwa tragis itu dialami anaknya di Karawang.

Ia mengaku sangat sedih dengan berat hati Saryadi mengaku ikhlas, bagaimanapun juga anaknya itu sudah meninggal. Selebihnya, kasus itu sepenuhnya dipasrahkan ke pihak berwajib. Dirinya menginginkan pelaku dihukum seberat-beratnya.

Korban merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Kakak pertama bekerja di Hongkong dan kakak kedua sudah berkeluarga tinggal di Purwodadi. Ia mengaku tak mersakan firasat apapun. Hanya saja, kakak pertama korban yang tinggal di Hongkong, bermimpi aneh.

“Beberapa hari sebelum ditemukan, anak saya yang tinggal di Hongkong mimpi didatangi korban dengan kondisi berlumuran darah. Rencananya, jenazah sampai di rumah duka besok (16/12). Namun mulai Kamis (14) malam sudah diadakan tahlilan untuk mendoakan korban,” tuturnya.

Teman-temannya pun mulai membanjiri akun facebooknya Sinok Sizuka dengan berbagai ucapan belasungkawa dan doa agar diterima disisiNya.

Reporter : Arton

Editor      : Putri T.

Facebook Comments