X

Warga Tumpah Ruah dalam Grebeg Dumbeg Yang Berjumlah 3101. Ini Makna dan Harapannya!

REMBANG. Ribuan masyarakat Rembang ikut ramaikan grebek dumbeg yang digelar panitia Carnival Batik Lasem pada Sabtu, 18/11/2017. Sebelum grebeg dumbeg  dimulai, dilakukan penyerahan penganan khas Rembang dumbeg dari Camat Lasem Haryono SH kepada Bupati Rembang H.Abdul Hafidz.

Uniknya ribuan dumbeg yang akan diarak berbentuk menyerupai gunungan dengan total dumbeg sebanyak 3101 buah ini mengandung banyak makna bagi warga Rembang itu sendiri.

Kadarwati seksi acara menjelaskan bahwa jumlah 3101 buah dumbeg ini mengandung arti bahwa dimana tahun 1350 Lasem sebagai vasal kerajaan Majapahit dan di tahun 1751 akhir menjadi Kadipaten sehingga keseluruhan jumlahnya 3101. Ini merupakan sebuah nilai sejarah tentang Lasem, ungkapnya.

Selain itu Dian, Mbak Budaya Rembang 2017 menambahkan bahwa event ini bisa mengangkat segala potensi yang ada mulai dari budaya wisata serta ekonomi. Alumni SMAN1 Rembang ini juga berharap agar nantinya event ini lebih bisa ditingkatkan untuk menarik wisatawan yang datang ke Lasem.

Dumbeg sendiri merupakan penganan tradisional ini terbuat dari tepung nasi yang dibumbui dengan gula kelapa yang kemudian dibungkus menggunakan daun bogor (lontar) dengan cara dililitkan menyerupai kerucut. Dumbeg rasanya sangat khas dengan aroma daun lontar sebagai pembungkusnya. Setelah mengalami proses pemanasan, maka bau lontar tersebut meresap ke dalam makanan.

Bahan dasar dumbeg terdiri dari tepung beras, gula pasir/gula aren dan ditambahkan garam serta air pohon nira (legen). Namun, banyak juga yang ditaburi buah nangka/kelapa muda yang dipotong sebesar dadu untuk pelengkap dan variasi rasa.

Harus Inovatif

Dalam kesempatan ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang diwakili oleh Kepala dinas perindustrian dan perdagangan provinsi Jawa Tengah Arif Sambodo, SE., M.Si, bahwa event Lasem Batik Carnival dan grebeg dumbeg ini hanyalah sepenggal dari rangkaian agenda Lasem Festival Pusaka Indonesia yang sangat keren. Selain untuk mempromosikan batik Lasem serta kebudayaan lokal yang dimiliki Lasem.

“Event Lasem Batik Carnival dan grebeg dumbeg ini keren banget. Event ini juga menjadi bagian dari kreativitas dan inovasi dalam rangka memajukan ekonomi masyarakat. Event – event inilah yang harus kita selenggarakan bersama untuk menggerakan lokomotif perekonomian di Jawa Tengah.” kata Arif Sambodo.

Dengan adanya event seperti ini Gubernur juga berharap agar kegiatan ini mampu menjadi destinasi wisata di negeri ini. Sehingga akan memberikan efek domino yang bermanfaat pada aspek ekonomi sosial budaya dan lingkungan dan masa mendatang.

Gubernur juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak yang sudah menyukseskan event ini atas kreasi inovasi dan kerja kerasnya dan berpesan agar kegiatan seperti ini jangan berhenti sampai disini saja.

“Harus dilakukakan evaluasi dan promosi secara berkelanjutan serta jangan lupa kenalkan dunia perbatikan kepada generasi muda. Supaya mereka tidak asing bahkan pangling di negeri sendiri,” pungkasnya.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Facebook Comments